Kisah Nabi Muhammad Bakal Difilmkan

November 12, 2009

Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam segera dituangkan dalam film layar lebar. Adalah Almoor Hodings, perusahaan media yang berbasis di Qatar, mendanai film yang akan diproduseri Barrie Osborne, yang pernah menggarap The Lord of the Rings dan The Matrix.

Rencana proyek senilai 150 juta dolar AS (Rp 1,4 triliun) ini diumumkan di Qatar, Minggu (1/11). Selain Osborne, acara ini dihadiri Dr Yousuf Al Qardawi, pengamat sejarah Islam terkemuka di Doha dan Ahmed Al Hashemi, Direktur Alnoor Holdings.

“Saya terinsiprasi dengan kesempatan yang diberikan untuk mengangkat kisah sejarah dan perjuangan sosok yang sangat diagungkan di dunia,” terang Osborne.

Qardawi sendiri yang akan memimpin penelitian perjalanan sejarah Nabi Muhammad. Ia sekaligus menjadi konsultan dalam film itu. Dana film ini berasal dari investor pribadi dan Alnoor Fund, yang dimiliki Alnoor Holdings. Rencananya film ini dibuat dalam versi Bahasa Inggris agar bisa dinikmati banyak kalangan.

Alnoor Holdings akan melibatkan tim produksi dan aktor internasional untuk film ini. Pengambilan gambar dilakukan mulai 2011 mendatang.

Al Hashemi menekankan pentingnya pembuatan film itu untuk seluruh dunia. “Ada lebih dari 1,5 miliar warga Muslim di dunia dan Islam merupakan agama dengan perkembangan terpesat. Kisah Nabi Muhammad memiliki hubungan besar bagi penduduk Muslim maupun non Muslim,” terangnya. pen/tel/tis

Sumber:

DOHA, KOMPAS.com


Berhentilah Merokok!

October 22, 2009

Kandungan Rokok

Kandungan Rokok

Apakah anda termasuk penggemar rokok? Baiklah, sebelum anda merogoh saku anda dan mengambil uang untuk membeli rokok marilah kita berbicara barang sejenak dengan akal yang jernih dan pikiran yang tenang mengenai hal ini. Jangan sampai anda melakukan sesuatu yang justru membahayakan diri anda dan juga orang-orang di sekitar anda.

Berbicara soal rokok, ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan:

Pertama: Merokok itu tidak penting

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting baginya.” (HR. Tirmidzi [2239] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi [2317] as-Syamilah). Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Kesimpulan tersirat dari hadits ini adalah orang yang tidak meninggalkan perkara yang tidak penting baginya adalah orang yang jelek keislamannya.” (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 116).

Diriwayatkan dari Hasan al-Bashri rahimahullah, beliau mengatakan, “Salah satu tanda Allah telah berpaling meninggalkan seorang hamba adalah ketika Allah menjadikan dia sibuk dalam hal-hal yang tidak penting baginya.” (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 115).

Menjaga kesehatan merupakan perkara penting bagi setiap muslim. Orang yang dengan sengaja merusak kesehatannya telah melakukan sesuatu yang tidak penting dan bahkan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Padahal, Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Qs. al-Baqarah: 195)

Di sisi lain, orang yang merusak kesehatannya sendiri, maka dia telah menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah nikmat yang banyak manusia rugi karena tidak bisa menggunakannya yaitu; kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari [6412] dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma). Hadits ini menunjukkan bahwa kesehatan merupakan nikmat dari Allah, oleh sebab itu kita harus mensyukuri nikmat tersebut.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.” (Qs. al-Baqarah: 152). Syukur adalah mengakui dengan hati kita bahwa nikmat tersebut berasal dari Allah, memuji Allah dengan lisan, kemudian menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan, bukan untuk kemaksiatan. Apakah merokok termasuk maksiat, nanti akan kita bicarakan! Yang jelas semua orang -yang masih sehat akalnya- bahkan para dokter dan pemerintah sekalipun mengakui bahwa merokok merugikan kesehatan.

Kedua: Merokok menyia-nyiakan harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah membenci untuk kalian; menyebarkan berita yang tidak jelas, terlalu banyak bertanya yang tidak perlu, dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Muslim [3236] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, as-Syamilah). Yang dimaksud menyia-nyiakan harta adalah menggunakan harta untuk keperluan yang tidak dibenarkan oleh syari’at, demikian keterangan an-Nawawi rahimahullah (Syarh Muslim [6/144] as-Syamilah).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang melakukan tabdzir itu adalah saudara-saudara syaitan, sedangkan syaitan adalah makhluk yang senantiasa kufur kepada Rabbnya.” (Qs. al-Israa’ : 27). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Tabdzir adalah membelanjakan harta bukan dalam perkara yang haq.” Ibnu Abbas juga mengatakan demikian. Qatadah mengatakan, “Tabdzir adalah membelanjakan harta untuk bermaksiat kepada Allah ta’ala, untuk keperluan yang tidak benar atau untuk mendatangkan kerusakan.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim, 5/53)

Keterangan di atas menunjukkan bahwa orang yang membelanjakan hartanya untuk keperluan yang sia-sia, menimbulkan kerusakan, atau dalam rangka bermaksiat pada hakikatnya sedang menjalin ukhuwah syaithaniyah. Padahal kita semua tahu bahwa syaitan adalah musuh kita, lalu bagaimana mungkin kita menjadikannya sebagai saudara? Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya syaitan adalah musuh kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh. Sesungguhnya dia hanya mengajak kaum pengikutnya agar mereka menjadi penghuni-penghuni neraka.” (Qs. Fathir: 6)

Belum lagi kalau kita perhatikan di antara sekian banyak kasus kebakaran ternyata sumbernya adalah puntung rokok dari ’saudara syaitan’ yang tidak bertanggung jawab! Sungguh bijak para pengelola POM bensin, pemilik Rumah Sakit, dan takmir masjid yang dengan terus terang mengatakan kepada para pengunjung bahwa merokok itu dilarang, dan tidak ada seorang pegunjung pun yang memprotes mereka! Karena mereka sama-sama sepakat bahwa api rokok adalah sumber kebinasaan!

Ketiga: Bau menjijikkan dan asap yang mengganggu kesehatan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim yang baik adalah orang yang membuat kaum muslimin yang lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.” (HR. Bukhari [10] dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga dia mencintai bagi saudaranya (atau beliau mengatakan; tetangganya) sebagaimana yang dicintainya bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari [13] dan Muslim [45] dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu). Di dalam riwayat Nasa’i dengan tambahan keterangan yaitu, “[berupa] kebaikan.” (HR. Nasa’i [4931] as-Syamilah)

Menjelang wafatnya, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu berkhutbah di hadapan para sahabat, di antara isi ceramahnya, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian biasa memakan dua jenis tanaman yang tidak sedap baunya yaitu bawang merah dan bawang putih. Sungguh dahulu aku melihat apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati bau kedua tanaman itu pada [mulut] salah seorang yang ada di masjid maka beliau menyuruhnya untuk keluar ke Baqi’. Maka barangsiapa di antara kalian yang ingin memakannya hendaklah dia memasaknya terlebih dulu (agar berkurang baunya, pent).” (HR. Muslim [567] dari Ma’dan bin Abi Thalhah).

an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Sayuran ini -yaitu bawang dan semacamnya- adalah halal berdasarkan ijma’ para ulama yang diakui pendapatnya.” (Syarh Muslim [3/366]). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakan jenis tanaman yang menjijikkan ini maka janganlah dia mendekati kami di masjid.” Setelah mendengar ucapan itu para sahabat mengatakan, “Makanan itu diharamkan, iya diharamkan.” Kemudian sampailah ucapan mereka itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda, “Hai umat manusia, sesungguhnya aku tidak berhak mengharamkan apa yang Allah halalkan untukku, hanya saja aku tidak menyukai bau tanaman itu.” (HR. Muslim [565] dari Abu Sa’id).

Nah, lihatlah wahai saudaraku, kalau sesuatu yang halal saja -seperti bawang- dapat memunculkan rasa tidak suka pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gara-gara baunya yang tidak sedap, lantas bagaimana lagi dengan sesuatu yang membahayakan -yaitu rokok- yang menimbulkan bau tak sedap di mulut orang yang menghisapnya dan mengganggu orang dengan asapnya yang membuat orang terbatuk-batuk dan ‘terpaksa’ menyerap racun (baca: nikotin) ke dalam tubuh mereka?

Keempat: Merokok terbukti membahayakan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam -yang tidak berbicara menuruti kemauan hawa nafsunya- bersabda, “Tidak boleh mendatangkan bahaya secara tak sengaja maupun disengaja.” (HR. Ibnu Majah [2331] dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [250])

Syaikh Dr. Muhammad Shidqi mengatakan, “Hadits ini merupakan landasan hukum yang tegas mengenai pengharaman mendatangkan bahaya, sebab penafian di sini menggunakan ungkapan yang mencakup segala objek dan menunjukkan haramnya segala jenis bahaya yang dilarang oleh syari’at. Hal itu disebabkan perbuatan mendatangkan bahaya termasuk dalam kezaliman, kecuali tindakan tertentu yang terdapat dalil yang mengecualikannya seperti hukuman had (potong tangan, dsb) dan dijatuhkannya berbagai bentuk hukuman…” (al-Wajiz fi Idhahi Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyah, hal. 252)

Fatwa Ulama

Dengan melihat realita dan bukti-bukti medis yang ada maka Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah dalam fatwanya menegaskan haramnya mengkonsumsi rokok (lihat al-Adillah wa al-Barahin ‘ala Hurmat at-Tadkhin). Demikian juga al-Lajnah ad-Da’imah (Komite tetap urusan fatwa Kerajaan Arab Saudi) menyatakan haramnya hal itu dalam Fatwanya (Fatawa Lajnah [7/283] pertanyaan kedua dari fatwa no 3623, as-Syamilah). Kita tidak menafikan adanya sebagian ulama yang menyatakan kebolehannya [dan anda telah melihat bahwa dalil-dalil yang ada dan bukti medis berseberangan dengan pendapat mereka], meskipun demikian mereka juga mengatakan bahwa meninggalkan rokok itulah yang lebih baik! (lihat Mathalib Uli an-Nuha fi Syarhi Ghayat al-Muntaha [18/212] as-Syamilah). Dan perlu diketahui bahwa mereka menyatakan bolehnya hal itu dengan alasan; [1] hukum asal segala sesuatu adalah halal, dan [2] tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kesehatan tubuh, sementara pada jaman sekarang bukti itu telah tampak bagi setiap orang!! Dan kita pun telah paham berdasarkan dalil yang ada bahwa segala sesuatu yang membahayakan adalah dilarang dalam agama. Bahkan, hal itu merupakan kaidah yang populer di kalangan para ulama.

Berpikirlah!

Saudaraku, sekarang tanyakanlah kepada dirimu sendiri, apakah rokok itu berbahaya bagi kesehatan? Jawabnya sudah sangat mutawatir bukan? Para produsen rokok pun mengakuinya. Merokok dapat merugikan kesehatan, menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan, dan janin. Itulah peringatan pemerintah kita, semoga kita mengindahkan peringatan ini dengan sebaik-baiknya. Kalau bukan karena rasa sayang pemerintah kepada rakyatnya tentu mereka tidak akan mengharuskan pabrik rokok untuk mencantumkan peringatan ini di dalam iklan-iklan dan bungkus rokok tersebut. Aduhai, alangkah indahnya negeri ini jika rakyatnya mau menaati pemerintahnya dalam hal ketaatan!

Ucapkanlah selamat tinggal untuk rokok, sekarang dan untuk selama-lamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (Disebutkan oleh as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah [1/214], as-Suyuthi dalam ad-Durrar al-Muntatsirah fi al-Ahadits al-Musytahirah [1/19] as-Syamilah, Syaikh al-Albani mengatakan, “Hadits ini merupakan bagian dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan sanadnya sahih”, Hijab al-Mar’ah wa Libasuha fi ash-Shalah, hal. 47. al-Maktab al-Islami, islamspirit.com)

[Tulisan ini disusun dengan inspirasi dari: al-Adillah wa al-Barahin ‘ala Hurmat at-Tadkhin karya Syaikh Ibrahim Muhammad Sarsiq. Penulis: Ari Wahyudi]

Sumber : Disini


Pendapat Para Ilmuwan Non-Muslim Tentang Bible & Al-Qur’an

October 15, 2009

Pendapat Toko-tokoh Non Muslim terhadap Kitab Bibel

Bible

Bible

1. Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama”, tahun 1963, page 12 dan 13, berkata sebagai berikut: “Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.”

2. Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru”, tahun 1966, page 24 dan 25, berkata sebagai berikut: “Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.”

3. Dr. B. J. Boland dalam bukunya “Het Johannes Evangelie”, p. 9, berkata sebagai berikut: “Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron-kelijken onvervalschen, zul veren vorm overgeleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen…dat de letter der Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaartelling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan.”

Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini… bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.

4. Dr. A. Powel Daviesdalam bukunya “The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library” tahun 1961 , p. 106, berkata: “The first three, or Synoptic Gospels tell much the same story. There are discrepancies; but it is impossible to a considerable extent to reconcile them. John’s Gospel, however, tells quit a different story from the other three. If John is right, then the other three are wrong; If the Synoptic are right, the John’s gospel must surely be in error.”

Artinya: Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.

5. Dr. G. C. Vari Niftrik dan Dr. B. J. Bolanddalam bukunya “Dogmatika Masakini”, cetakan ketiga; tahun 1978, p. 322, berkata sebagai berikut: “Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di dalam Al-Kitab; kekhilafan tentang angka-angka, perhitungan-perhitungan tahun dan fakta-fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu berdasarkan caranya isi Al-Kitab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat kita berkata: dalam naskah asli tentulah tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan-kekhilafan itu barulah kemudiannya terjadi di dalam turunan-turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu.”

6. Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya “Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods”, p. 119-120, lewat buku “Dialog antara Ahmadiyah dengan saksi-saksi Yehowa”, p. 83 dan 88 berkata sebagai berikut: “De andere ses Bijbels (Weda, Awesta, de boeken over Boedha, Tao-teking, Confusius boeken, Kor’an) ken ik niet genoeg…Van onzen Bijbel weet ik dit zeker. Ik heb hem dertig jaar lang van voren tot achteren doorploeterd. En ik zeg rondement; ik kan in Europa geen boek dat meer stikvol dingen-die-niet-waar-zijn zit dan de Bijbel.”

Artinya: Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab-kitab Confusius, Al-Qur’an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.

Dia juga berkata:
“Bijna alle koeken zijn er misleidend, nipseudepigra fisch. D.W.Z. niet geschreven door de auteurs op wier namen zestaan, maar wel later geschreven.”

Artinya: Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni memakai nama. palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka.

7. Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: “I know of no book in history which could compare with the Bible as a source of brutality and sadistic conduct.

Artinya: Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-perbuatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya Markus dalam buku “Dialog Islam-Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris”, terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.).

8. Prof. Herbert J. Muller dalam buku “The Uses of the Past, p. 168 lewat bukunya O. Hashem, “Marxiesme dan Agama”, tahun 1965, Japi Surabaya, p. 45, berkata: “Scholars regard this text ( I Johannes 5:7) as a later interpolation however, since it does not appear in the best manuscripts.”

Artinya:
Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( I Johannes 5:7) adalah suatu sisipan/tambahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada manuskrip-manuskrip terbaik.

9. Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies, “Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya.” (Hashem, “Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl,” terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

10. George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan ter-kunci: larang anak-anak Anda membacanya.”

11. Majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengatakan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”

Pendapat Toko-tokoh Non Muslim terhadap Al-Quran

Al-Qur'an

Al-Qur'an

1. Harry Gaylord Dormandalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948, p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad.”

2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku “Mohammadanism”, London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.”

3. Sir William Muir dalam buku “The Life of Mohamet”, London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: “Qur’an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan…”

4. DR. John William Draper dalam buku “A History of the intelectual Development in Europe”, London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima olehsekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”

5. DR. J. Shiddily dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru.”

6. Laura Vaccia Vaglieri dalam buku “Apologie de I’Islamism, p. 57 berkata: “Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap… Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur’an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur’an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa kini…Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaannya pula, Qur’an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. “

“Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur’an membangkitkan timbulnya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya…. Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap berkeras kepala.”

7. Prof. A. J. Amberry, dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”

8. G. Margoliouth dalam buku “Introduction to the Koran” (kata pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui bahwa Our’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe karakter yang segar.”

9. George Sale dalam buku “Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan.”

10. E. Denisen Ross dari “Introduction to the Koran-George Sale”, p. 5, berkata: “Qur’an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…..Sungguh sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan modern.”

11. James A. Michener dalam “Islam the Misunderstood Religion Readers Digest”, Mei 1955, berkata sebagai berikut: “Berita Qur’an inilah yang mengusir patung-patung dewa, dan memberikan ilham kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka…. Kombinasi antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya yang membuat Qur’an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin bahwa negara mereka hanya akan diperintah dengan baik apabila hukum-hukumnya sejalan dengan Qur’an.

12. W.E. Hocking dalam “Spirit of World Politics New York 32″, p. 461 , berkata: “…saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur’an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.”

13. Napoleon Bonaparte
a. Dari “Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses”, Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: ” Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya. Berkat keuletan kaum Musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani tertolong dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmauit. Muharnmad memberi kepada mereka sebuah Qur’an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru.”

b. Dari buku “Bonaparte et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness.

Artinya:
Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.*

*) Sumber terutama dari M. Hashem, “Kekaguman Dunia terhadap Islam”, cetakan pertama, Bandung,

Sumber : Disini, Disini

Wassalam


Anda Harus Mengenal Orang Ini !!

October 14, 2009

”Saya ingin mengetahui tentang manusia paling berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia ini… Saya semakin bertambah yakin bahwa kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang. Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya dan ketidaktakutannya, hingga keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya. Inilah semua dan bukanlah jalan pedang yang mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika saya menyelesaikan Bab kedua dari biografi sang Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi kehidupan agung lain yang bisa saya pelajari.” – Mahatma Gandhi, Young India, 1922.

”Adalah tidak mungkin bagi seseorang yang mempelajari kehidupan dan karakter seorang Nabi besar dari bangsa Arab itu -yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan menjalani hidup- hanya akan tiba pada sekedar rasa hormat saja atas kemuliaan Nabi yang menakjubkan ini, salah seorang utusan Tuhan yang teragung. Dan walau pun dalam karya-karya saya yang mungkin dikenal banyak orang, saya menulis banyak tentangnya, tetap saja ketika saya membacanya berulang kali, rasa hormat, penghargaan dan takjub saya tak pernah ada habisnya bagi mahaguru dari bangsa Arab itu.” – Annie Besant, The Life and Teachings of Muhammad, Madras, 1932, p.4.

”Citra baiknya mengalahkan ketenaran raja-raja. Nabi yang diutus Tuhannya ini melakukan pekerjaan sehari-hari. Ia menyalakan api, menyapu lantai, memeras susu kambing, dan menambal sendiri sepatu dan pakaiannya yang terbuat dari wol. Seakan menolak pencitraan dirinya sebagai seorang pertapa suci yang diagungkan, ia menjalani hidup seperti seorang bangsa Arab dan seorang prajurit – dengan sedikit makan.” – Edward Gibbon, The History of the Decline And Fall of The Roman Empire, Vol. VI, London: The Folio Society, p.264.

”Dia adalah kepala negara sekaligus pemimpin agama, dia adalah Kaisar dan Paus jadi satu. Tapi, dia adalah Paus tanpa kekuasaan kepausan, dan Kaisar tanpa pasukan kekaisaran, tanpa bala-tentara yang siap tempur, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pemasukan yang tetap.” – Bosworth Smith, Mohammad and Mohammadanism, London, 1874, p. 92.

“Seorang laki-laki yang jujur dan setia. Jujur dalam perbuatan, perkataan dan pemikirannya. Mereka mencatat bahwa beliau selalu bersungguh-sungguh terhadap segala sesuatu. Seorang laki-laki yang pendiam. Diam apabila tidak ada yang harus dikatakan, tetapi selalu bijak dan tulus apabila berbicara. Selalu menerangi setiap persoalan. Ini adalah bagian dari apa yang disebut perkataan yang bernilai.” (Hero and Hero-worship, halaman 69).

”Sejarah mengenal banyak para tokoh pembaharu di bidang agama, yang memiliki posisi untuk memainkan peran politik. Namun sering mereka terbukti tak mampu beradaptasi pada bekerjanya kekuatan-kekuatan ”political interplay” yang ada. Mereka telah gagal bertindak pada saat dan tempat yang diperlukan, mereka tidak tahu cara bagaimana ”membaca” berbagai tujuan jangka panjang, dan juga tidak berhasil menjalankan kegiatan praktis yang terus-menerus dapat berubah, untuk memenuhi kebutuhan yang juga terus-menerus berubah sesuai kebutuhan pada saat itu juga. Terkadang para pemimpin agama itu pun harus bekerjasama dengan orang yang memiliki kepiawaian menyiasati – yang tinggi tingkat kesulitannya – dan yang mampu mewujudkan rencana-rencana. Tetapi Muhammad menemukan dalam dirinya semua hal itu: dia memiliki semua bekal yang dibutuhkan untuk memenuhi peran gandanya tersebut. Di Medina, sang penyeru kebenaran abadi tersebut telah muncul pula sebagai seorang politisi yang ulet dan handal. Mampu mengendalikan perasaannya dan tidak memperbolehkan perasaan tersebut terlihat kecuali pada waktunya yang tepat. Mampu menunggu sekali pun untuk waktu yang lama, dan bertindak cepat jika saat yang tepat datang… Dengan cara yang sama – sebagian besarnya – dia juga telah membuktikan dirinya sebagai jendral piawai, yang mampu, dalam merancang peperangan secara cerdik, dan mengambil langkah tepat yang diperlukan di setiap pertempuran”. –  Maxime Rodinson, Muhammad, diterjemahkan dari bahasa Prancis oleh Anne Carter, London.

“Mereka (pengkritik Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) melihat api bukannya cahaya, mendapat kebodohan bukan kebaikan. Mereka mengubah setiap kebaikan dengan kejahatan yang besar. Ha1 ini menggambarkan kebejatan moral mereka….kritikan tersebut adalah buta. Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya pedang Muhammad adalah pedang kemurahan hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk memafkan pedang yang menaklukan musuh-musuhnya dan membersihkan hati mereka. Pedangnya lebih tajam daripada pedang baja.” {Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri, pada suatu rapat di Gorakhpur (India), 1928}.

”Sebuah gambaran kesuksesan yang dramatis. Dialah Muhammad, sang Nabi; dialah Muhammad sang pejuang; Muhammad sang pekerja (penggembala kambing, pedagang); Muhammad sang negarawan; Muhammad sang orator; Muhammad sang pembaharu; Muhammad sang pengayom para yatim; Muhammad sang pelindung para budak; Muhammad sang emansipator kaum wanita; Muhammad sang hakim yang adil; Muhammad sang orang suci. Pada keseluruhan aktifitas kemanusiaan yang ada, ia bagaikan seorang pahlawan.” –  K.S Ramakhrisna Rao, Profesor Filosofi di India dalam bukunya: ”Muhammad, The Prophet of Islam”.

“Beliau memilih untuk hijrah daripada harus berperang melawan rakyatnya sendiri; tetapi ketika penindasan mereka sudah di luar batas toleransi barulah beliau mengangkat pedang untuk membela diri. Mereka yang percaya bahwa suatu agama bisa disebarkan dengan kekerasan adalah orang yang bodoh yang tidak tahu jalannya suatu agama ataupun jalannya dunia. Mereka bangga dengan kepercayaannya karena mereka berada di suatu jalan, jalan yang jauh dari kebenaran” (Seorang jurnalis Sikh dalam Nawan Hindustan, New Delhi, 17 November 1947).

”Dia seorang diri, mampu menyatukan suku-suku yang sedang berperang menjadi suatu kesatuan bangsa yang kuat dan besar dalam waktu kurang dari dua dekade saja.” – Thomas Calyle, Heroes And Hero Worship.

”Pemimpin harus memenuhi tiga fungsi –Menyediakan kesejahteraan bagi pengikutnya, menyediakan organisasi sosial di mana rakyatnya merasa aman, dan menyediakan mereka dengan suatu bentuk kepercayaan. Orang-orang seperti Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam fungsi yang pertama. Orang-orang seperti Gandhi dan Confucius, di satu pihak, dan Alexander atau Caesar di pihak lain, adalah pemimpin yang memenuhi fungsi yang kedua atau mungkin yang ketiga. Yesus dan Buddha memenuhi fungsi ketiga. Mungkin pemimpin yang terbesar sepanjang waktu adalah Muhammad yang mengkombinasikan ketiga fungsi. Untuk kriteria yang sama, Musa menduduki tempat kedua.” – Jules Masserman, Psikoanalis Amerika, Majalah Time, 15 Juli, 1974.

”Menurutku, Muhammad adalah seorang lelaki biasa. Dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia buta huruf. Kita membicarakan masa 1.400 tahun yang lalu. Dimana sesorang yang buta huruf membuat pernyataan-pernyataan menakjubkan, yang secara ilmiah luar biasa akurat. Saya secara pribadi tidak bisa melihat hal ini sebagai sebuah kebetulan belaka. Terlalu banyak akurasi yang dia berikan, seperti Dr. Moore, saya tidak punya keraguan dalam fikiran saya bahwa adalah wahyu Tuhan yang membimbing Muhammad dalam membuat pernyataan-pernyataan itu” – Dr. TVN Persaud, Profesor Anatomi, Ahli Kesehatan dan Penyakit Anak, Kanada. Mempublikasikan lebih dari 181 tulisan ilmiah. Tahun 1991 menerima penghargaan tertinggi bidang anatomi di Kanada.

”Dari penelitian-penelitian saya dan apa yang telah saya pelajari dari konferensi ini, saya percaya bahwa segala yang telah ditulis di Qur’an 1.400 tahun yang lalu adalah kebenaran yang dapat dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Karena Muhammad tidak dapat menulis dan membaca, Muhammad pastilah seorang utusan yang menyampaikan kebenaran yang diwahyukan kepadanya sebagai pencerahan dari yang Maha Pencipta.” – Profesor Tagata Tagasone, Mantan Kepala Fakultas Anatomi dan Embriologi di Universitas Chiang Mai, Thailand.

”Pilihan saya terhadap Muhammad untuk menempatkannya pada nomor teratas pada daftar Manusia Paling Berpengaruh di Dunia mungkin mengejutkan banyak pembaca dan menimbulkan pertanyaan bagi lainnya, tetapi Ia adalah satu-satunya dalam sejarah yang sangat sukses baik dalam urusan religi maupun keduniawian.” – Michael H. Hart, The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York, 1978, P. 33.

“Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang orang di sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu, dalam bukunya The Prophets of the East (Nabi-nabi dari Timur), Calcutta 1935, halaman 122.)

”Apabila tujuan yang luar biasa besar, dengan bekal memulai yang amat minim, dan hasil yang juga luarbiasa besar, adalah tiga syarat untuk sesorang disebut jenius, siapa yang berani membandingkan manusia hebat mana pun dalam sejarah modern ini dengan Muhammad? Orang-orang yang paling terkenal hanya menghasilkan senjata, hukum dan kekaisaran. Mereka menemukan tak lain hanya kekuatan material yang seringkali lenyap begitu saja di depan mata. Orang ini tidak hanya mengendalikan pasukan, undang-undang, kerajaan-kerajaan, orang-orang dan dinasti, tetapi jutaan manusia di sepertiga dunia yang dihuni masa itu; dan lebih dari itu. Dia menggoyangkan altar-altar, dewa-dewa, agama-agama, ide-ide, kepercayaan-kepercayaan dan jiwa-manusia… keuletannya untuk mencapai kemenangan, tekadnya… kesemuanya semata dicurahkan untuk satu gagasan mulia, dan samasekali bukan untuk membangun sebuah kekaisaran. Filosof, orator, rasul, pembuat undang-undang, pejuang, pencetus ide-ide, pelestari ajaran yang rasional dan keyakinan tanpa simbol-simbol, pendiri duapuluhtiga kerajaan dengan satu agama, itulah Muhammad. Dengan menggunakan standar manusiawi apa pun, kita boleh bertanya, ADAKAH ORANG YANG LEBIH HEBAT DARI DIA?” – Lamartine, Histoire de la Turquire, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277.


Kristen-Kristen Akan Berbondong-bondong Meninggalkan Kristen

October 14, 2009

Kristen itu bukan pengampunan dosa, tapi peniadaan dosa. Dosa tidak ada lagi di dalam kristen. Sekali lagi, tidak ada lagi yang namanya dosa di dalam kristen. Begitu juga dengan makna pembatalan hukum atau peniadaan hukum itu. Dosa ada karena ada hukum, tidak ada hukum tidak ada dosa. sama kayak mengatakan banyak belajar banyak lupa, kalo gak mau lupa jangan belajar sama sekali

Ini adalah ide peniadaan hukum dalam kristen. Ada dosa ada hukuman. Di dalam yesus tidak ada lagi yang namanya hukuman itu. Siapa yang percaya pada kematian Yesus, dosa dan hukuman apapun tidak berlaku lagi baginya, di dunia ini dan setelah mati. Sayangnya kematian Yesus hanya isapan jempol.

Ketika seorang kristen melakukan suatu pelanggaran, kasarnya suatu kejahatan, tidak ada dosa dan tidak ada hukuman baginya di dalam yesus. Salah tidak bersalah, orang kristen tetep tidak bersalah. Itulah karunia buat mereka di dalam yesus. Berbuat jahat atau tidak, di dalam kekristenan sama saja. Paling-paling hukuman itu hanya ada dalam hukum masyarakat (hukum manusia), di dunia ini saja. Kalau seorang kristen tidak ingin dihukum karena hukum manusia, jangan coba-coba ia melawan hukum manusia. Itu saja. Kalau ia melanggar hukum manusia, sengaja atau tidak, tetapi ia tidak ingin dihukum, dia harus licin kayak ular supaya tidak terkena oleh hukuman.

Tapi bagi orang-orang benar, semua yang baik datangnya dari Tuhan. Melakukan peraturan-peraturan yang baik itu, sekalipun itu hasil musyawarah manusia, merupakan suatu kesalehan di mata Tuhan. Ada ganjaran baiknya di dunia dan di akherat.

Memahami secara mendalam makna pengampunan dosa ini, menerima hukuman adalah kebodohan bagi seorang kristen, sekalipun ia memang bersalah. Kasarnya sekalipun ia mencuri, sekalipun ia memperkosa, sekalipun ia merampok, tidak akan ada dosa baginya. Ini benar-benar mengejutkan. Doktrin ini hanya cocok untuk orang-orang yang belum berbudaya, atau kalau di zaman sekarang, hanya cocok untuk orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, yang tidak percaya kepada kehidupan setelah mati. Atau orang-orang atheis.

Mungkin orang atheis masih mending. Orang atheis masih bisa melihat kepada ajaran kemanusiaan untuk menjadi orang baik. Juga masih bisa melihat kepada science (ilmu pengetahuan). Kekristenan tidak bisa melihat kepada kemanusiaan, karena doktrinnya memusuhi manusia dan merubah bentuk manusia. Tidak bisa melihat kepada science, karena ia tidak mentaati akal budi. Menjadi manusia adalah negatif bagi kekristenan. Akal budi tidak berguna dan kebodohan. Agama kristen bukan untuk menjadi orang baik, tapi untuk merasa nyaman menjadi orang yang tidak baik.

Kekristenan mempunyai akal tersendiri yang bisa menyelesaikan masalah umatnya. Akal-akalan kali ye? Sebenarnya tuntutan menjadi orang baik di dalam keristenan hanya basa-basi. Kasih yang dibanggakan oleh doktrin kristen bukan memberi dan berkorban, tapi kasih diberi dan memperoleh. Bukan aktif keluar, tapi pasif kedalam. Apa gunanya itu bagi kehidupan bersama? Itu hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Sebaiknya orang kristen yang masih setia pada kekristenan tinggal di hutan atau di goa-goa seperti zaman purbakala.

Bagi seorang kristen yang benar-benar mendalam ilmu alkitabnya, hukum manusia tidak wajib dihormati, oleh karenanya orang kristen tidak merasa ada kehormatan di dalam melakukan hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah ataupun masyarakat yang dikeluarkan dari hasil musawarah dan mufakat. Bahkan termasuk juga peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Tuhan dan para nabi. Kristen bilang, orang tidak dibenarkan karena melakukan hukum Taurat (Roma 3:20).

Kehormatan di dalam kristen adalah semata-mata menyelamatkan diri sendiri. Sebenarnya ia adalah agama kepentingan sendiri. Kita lihat saja dalam doktrin keselamatannya, seseorang selamat bukan karena besar kecil perbuatan baiknya, tapi oleh adanya suatu penyelamatan yang tidak mempertimbangkan perbuatan apapun. Suatu keselamatan yang didapat dengan cara membantali orang lain. Dan mereka amat bangga dengan kemalasan dan sikap tak bertanggugnjawab itu. Supaya hebat, yang dibantali adalah anak tuhan. Selamat dengan membantali orang lain adalah keselamatannya para pendusta. Tidak ada bedanya selamat dengan cara memfitnah. Para penjahat lolos dari hukuman dengan cara seperti itu.

Agama kristen bukan untuk mengelola perbuatan supaya hanya mengarah kepada kesalehan demi kehidupan bersama yang lebih baik dan hidup benar di mata Tuhan. Tapi ia adalah agama untuk memberi rasa bebas kepada para pendosa supaya pikiran mereka tidak dibebani rasa bersalah oleh perbuatan mereka sendiri. Sehingga kalau kata kasih dan kata cinta yang selalu digembar-gemborkan di dalam kristen itu dikaitkan dengan sikap memberi dan berkorban maka akan terjadi konflik yang sulit dipecahkan. Ingat, perbuatan baik di dalam kekristenan tidak ada kelebihannya apa-apa dari perbuatan jahat. Sama sekali. Itulah makna dari tidak ada penghakiman di dalam yesus yang sebenarnya (roma 8:1-2). Ini benar-benar bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh yesus sendiri yang disebut akan memaklumkan hukum sepada bangsa-bangsa.

Jelas sekali sekarang bahwa kekristenan merupakan jalan yang dipersiapkan bagi kekuasaan Iblis di muka bumi. Sungguh mengerikan. Sangat wajar kalo Yesus mengatakan di akhir zaman: Aku tidak pernah mengenal kalian. Enyah kalian! Kalian pembuat kejahatan…

Mt 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Orang-orang kristen yang masih manusiawi, yang masih setia pada kebaikan dan kesalehan serta suka berfikir luas, pasti akan ribut-ribut selalu di dalam hati mereka. Karenanya suatu ketika orang-orang kristen banyak yang akan berbondong-bondong meninggalkan kekristenan. Mereka pada pindah ke agama-agama tua seperti Buddha, Hindu, Tao (sambil menghindari islam), dan menjadi juga agnostik. Tapi pada akhirnya akan ada gelombang mereka berbondong-bondong masuk Islam. Setelah gelombang itu, masyarakat dunia akan menuntut kekristenan dan juga menuntut bangsa yahudi yang merupakan biang kerok dari semua kejadian ini. Bendera “anak-anak allah” nya kristen dan yahudi akan diturunkan dengan paksa oleh masyarakat dunia. Inilah pertama kali dalam sejarah, agama dihapuskan secara paksa oleh massa.

Quran 5:18 Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

Kristen dan yahudi masuk ke lubang yang mereka siapkan sendiri untuk agama islam melalui fitnah-fitnah keji mereka.

Setelah itu di terjadi perubahan besar dari barat sampai ke timur. Dunia pun menjadi aman dan damai. Kesejahteraan berkembang dengan pesat. Banyak hal-hal yang tidak pernah terpikir sebelumnya dan luar biasa pada bermunculan. Kehidupan manusia mengalami kemajuan yang luar biasa. Science dan spiritualitas berkembang sungguh mengagumkan secara berdampingan. Nah, kita akan lihat bagaimana kristen dan yahudi akan memperlambat semua itu lantaran ketakutan mereka sendiri. Pasang mata pasang telinga. Yang pasti akan banyak fitnah-memfitnah dan pengerusakan, sebagiannya sudah kita saksikan. Mari kita tonton aksi mereka. semoga para pemimpin tidak salah dalam mensikapi para dajjal pendusta.

Sumber : id.Punisher


Rosalyn Rushbrook Seorang Sarjana Theologi, Menemukan Kebenaran Islam dari Al-Kitab

October 13, 2009

Rosalyn Rushbrook

Rosalyn Rushbrook

Ia mendapat ijazah di bidang Teologi Kristen. Namun, pengetahuan Kristennya yang begitu mendalam, menjadikan perempuan paruh baya ini mencintai Islam. Rushbrook yang berganti nama Ruqaiyyah Waris Maqsood setelah memeluk Islam, merupakan salah satu penulis buku-buku Islam paling produktif. Puluhan buku berkenaan dengan Islam telah ditulis oleh perempuan kelahiran London, Inggris, tahun 1942 ini. Buku-bukunya termasuk best seller dan menjadi referensi serta rujukan di berbagai negara.

Jauh sebelum berpaling ke Islam, Ruqaiyyah lahir dan dibesarkan dalam lingkungan Kristen Protestan. Nama asalnya ialah Rosalyn Rushbrook. Dia memperoleh ijazah dalam bidang Teologi Kristen dari Universitas Hull, Inggris, tahun 1963, dan master bidang pendidikan dari tempat yang sama pada tahun 1964. Selama hampir 32 tahun, dia mengelola program studi ilmu-ilmu keagamaan di berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Inggris. Dia juga sempat menjabat sebagai kepala Studi Agama di William Gee High School, Hull, Inggris.

Pengetahuan Kristennya yang begitu mendalam, membuatnya menulis beberapa buah buku tentang Kristen. Namun, siapa yang bisa menyangka jika pengetahuannya yang begitu mendalam tentang Kristen pulalah yang menyadarkannya. Dia mendapati ajaran Kristen yang diyakininya selama ini telah banyak menyimpang, terutama yang berkaitan dengan konsep ketuhanan.

Dengan pengetahuan yang dimilikinya, Ruqaiyyah bergerak atas inisiatif sendiri mencari kebenaran berdasarkan kajian-kajian ilmiahnya, termasuk mempelajari Alkitab. Namun, akhirnya dia meninggalkan agamanya itu setelah bergulat bertahun-tahun dalam pencarian atas pertanyaan-pertanyaannya tentang konsep teologi Trinitas. Dia tak menemukan apa-apa. Akhirnya tahun 1986, di saat usianya menginjak 44 tahun, Ruqaiyyah memutuskan untuk memeluk Islam.

Ruqaiyyah memeluk Islam murni berdasarkan latar belakang pengetahuannya dan kajian mendalam tentang ajaran ketuhanan, baik dalam Islam dan Kristen. Seperti kebanyakan mualaf lainnya, dia menyebut dirinya telah ‘kembali’ dengan menjadi Muslim. Kini, dia memperjuangkan Islam lewat tulisan dan buku-bukunya.

Dalam wawancara dengan sebuah media, dia ditanya perihal konsep Islam tentang Nabi Isa yang dalam ajaran Kristen disebut Yesus. “Dinegara Barat, ada ajaran ilmu etika berinti pada cinta dan kasih Tuhan dan tolong-menolong sesama manusia. Itu semua diajarkan juga oleh semua nabi, termasuk Nabi Muham mad SAW. Kami orang Islam juga me yakini Nabi Isa sebagai salah satu nabi yang diutus Allah,” kata Ruqaiyyah.

Keputusan Ruqaiyyah untuk berpindah keyakinan membawa konsekuensi pada kehidupan rumah tangganya. Ia memutuskan untuk mengakhiri biduk perkawinannya dengan penyair Inggris George Morris Kendrick yang telah dijalaninya sejak 1964. Dari perkawinannya dengan George, mereka memiliki dua orang anak, Daniel George lahir 1968 dan Frances Elisabeth Eva lahir 1969. Kemudian di tahun 1990, dia menikah lagi dengan pria keturunan Pakistan, Waris Ali Maqsood.

Berdakwah lewat tulisan Selepas hijrah ke Islam, tidak membuat Ruqaiyyah berhenti menulis. Justru sebaliknya, ia menjadi semakin produktif. Lebih dari 30 buku mengenai Islam telah ia tulis. Saat ini dia memiliki sembilan buah buku yang masih dalam proses penerbitan. Dia juga menulis berbagai artikel di majalah maupun koran yang berkaitan dengan Islam dan Muslim.

“Saat ini Islam dicap sebagai agama bermasalah. Sangat tidak adil. Karena itu, saya berupaya menulis untuk memperbanyak literatur-literatur Islam. Harap an saya, agar melalui tulisan-tulisan itu, dapat membantu memperbaiki atmosfer yang kurang berpihak ke Islam,” cetusnya.

Buku-buku mengenai Islam yang ditulisnya cukup beragam. Tidak ha nya buku-buku kategori ‘berat’, seperti buku mengenai sejarah Islam dan isu seputar Muslimah, tetapi juga buku-buku tentang bimbingan konseling bagi remaja Islam. Juga ada beberapa buku saku, antara lain A Guide for Visitors to Mosques, a Marriage Gui dance Booklet, Muslim Women’s Helpline.

Saya sangat tertarik menggeluti sejarah Islam, terutama tentang kehidupan wanita-wanita di sekitar Nabi Muhammad. Saya acapkali mengcounter kampanye anti-Islam yang mendiskreditkan wanita Muslim.

Oleh komunitas Muslim di Inggris, ia juga diminta untuk menyusun buku teks mengenai Islam. Buku-buku teks hasil karyanya ini dipakai secara luas di Inggris selama hampir 20 tahun. Buku-buku itu dipakai oleh kalangan pribadi, mualaf, dan pelajar-pelajar sekolah umum dan madrasah di Inggris dan beberapa negara lainnya.

Ia juga membantu mengembangkan silabus bagi pelajar sekolah agama, bekerja sama dengan dinas pendidikan setempat. Silabusnya tergolong unik, dibuat khusus agar pelajar mandiri. Jadi, tanpa guru atau fasilitas tetap bisa jalan. Silabusnya dirancang untuk pelajar sekolah dasar hingga perguruan ting gi. Menariknya lagi, buku itu bisa dipakai untuk pendidikan formal, nonformal, misalnya di rumah, bahkan juga di penjara. Ruqaiyyah kini juga aktif menjadi tutor jarak jauh (distance learning) untuk Asosiasi Peneliti Muslim (AMR) adalah aktivitas lain nya.

Aktivitas mengajarnya juga padat. Banyak negara telah disambanginya, di antaranya AS, Kanada, Denmark, Swedia, Finlandia, Irlandia, dan Singapura. Ruqaiyyah juga mengajar di beberapa universitas yang ada di Inggris, seperti Oxford, Cambridge, Glasgow, dan Manchester. Juga, mengajar di School of Oriental and Arabic Studies di London.

Ruqaiyyah menerima Muhammad Iqbal Award tahun 2001 atas kreativitas dan jasanya, dalam mengembang kan metodologi pengajaran Islam. Dialah muslim pertama Inggris yang pernah menerima anugerah bergengsi tersebut. Tak hanya itu, pada Maret 2004 Ruqaiyyah terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita berprestasi di dunia. Dalam ajang pemilihan Daily Mails Real Women of Achievement, Ruqaiyyah Waris Maqsood termasuk satu dari tujuh orang wanita berprestasi dalam kategori keagamaan. dia/taq/berbagai sumber

Nama Muslim : Ruqaiyyah Waris Maqsood
Nama asli : Rosalyn Rushbrook
Lahir : 1942
Masuk Islam : 1986
PENGHARGAAN:
1. News Awards for Excellence (2001)
2. Muhammad Iqbal Award (2004)
3. Salah satu dari tujuh pemenang Daily Mail’s Real Women of Achievement.
4. Salah satu dari empat penerima Perdamaian Global dan Kesatuan Lifetime Achievement Award (2008).

Sumber : Disini

Sumber Asli : republika online


Kumpulan Fakta Pendeta Mengedit Alkitab III

October 12, 2009

Postingan Sebelumnya tentang Kumpulan Fakta Pendeta Ngedit Alkitab I, Alkitab II

Pendeta Kristen Ngedit Habakuk 3:3
“Holy One” diedit menjadi “Holy God”

(KJV) God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise.

Bandingkan Dengan

(GNB) God is coming again from Edom; the holy God is coming from the hills of Paran. His splendor covers the heavens, and the earth is full of his praise.

Pendeta Kristen ngedit Mazmur 104:2
“curtain” menjadi tenda

(KJV) Who coverest thyself with light as with a garment: who stretchest out the heavens like a curtain:

Bandingkan Dengan

(TB) yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,

Pendeta Kristen ngedit Mazmur 1:4
Menyisipkan kalimat palsu “from the face of the earth”

(KJV) The ungodly are not so: but are like the chaff which the wind driveth away.

Bandingkan Dengan

(DRB) Not so the wicked, not so: but like the dust, which the wind driveth from the face of the earth.

Pendeta Kristen ngedit Kejadian 21:9
Menyisipkan kalimat palsu “dengan Ishak, anak Sara”

(KJV) And Sarah saw the son of Hagar the Egyptian, which she had born unto Abraham, mocking.

Bandingkan Dengan

(BIS) Pada suatu hari, Ismael, anak Abraham dan Hagar wanita Mesir itu, sedang bermain-main dengan Ishak, anak Sara.

(GNB) One day Ishmael, whom Hagar the Egyptian had borne to Abraham, was playing with Sarah’s son Isaac.

Pendeta Kristen ngedit Ulangan 18:18
“orang kudus” diedit menjadi “malaikat”

(KJV) And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints : from his right hand went a fiery law for them.

Bandingkan Dengan

(BIS) “TUHAN datang dari Gunung Sinai; Ia terbit di atas Edom laksana matahari dan dari Gunung Paran Ia menyinari umat-Nya. Ia disertai sepuluh ribu malaikat ; api menyala di sebelah kanan-Nya.

(GNB) The LORD came from Mount Sinai; he rose like the sun over Edom and shone on his people from Mount Paran. Ten thousand angels were with him, a flaming fire at his right hand.

Pendeta Kristen ngedit Kejadian 21:12
“ngeri” diedit menjadi “sebal hati”

(KJV) And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called.

Bandingkan Dengan

(TB) Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

di Bible 1John, dalil Trinitas yang digunakan pada jaman KJV dihapus.

KJV)
[6] This is he that came by water and blood, even Jesus Christ; not by water only, but by water and blood. And it is the Spirit that beareth witness, because the Spirit is truth.
[7] For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one.
[8] And there are three that bear witness in earth, the spirit, and the water, and the blood: and these three agree in one.

(RSV)
[6]This is he who came by water and blood, Jesus Christ, not with the water only but with the water and the blood.
[7] And the Spirit is the witness, because the Spirit is the truth.
[8] There are three witnesses, the Spirit, the water, and the blood; and these three agree.

Para EDITOR ternyata MENTEORIKAN beragam kesalahan tersebut :

MENGUJI KEORISINAL ALKITAB
Oleh Dr. Eddy Peter P., Ph.D.

Mungkinkah bisa Terjadi Kesalahan dalam Penyalinan Perjanjian Baru?

Sejak manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan mungkin saja waktu menyalinnya ada kesalahan yang ia buat. Kesalahan tersebut bisa terdiri dari dua kemungkinan:
(1) Kesalahan yang disengaja[b] :hihi:, yaitu ketika bidat-bidat Kristen yang muncul di abad permulaan menyalin Alkitab mereka mengadakan penghapusan dan pengubahan kata-kata yang bertentangan dengan doktrin mereka.
(2) Kesalahan yang tidak disengaja, yaitu kesalahan yang disebabkan oleh:

a. [b]Salah memenggal kata: Dalam salinan Alkitab mula-mula tidak ada spasi, jadi ketika disalin dengan memberi spasi mungkin saja terjadi kesalahan dalam memenggal kata. Misalnya perhatikan kata berikut ini HAVEYOUSEENABUNDANCE (sebelum disalin) dan setalah di salin menjadi HAVE YOU SEEN ABUNDANCE mungkin saja bisa salah kerena yang dimaksud adalah HAVE YOU SEEN A BUN DANCE. Contoh lain kata GODISNOWHERE (sebelum disalin) dan setelah disalin men-jadi GOD IS NOWHERE mungkin saja salah karena sebenarnya yang dimaksud adalah GOD IS NOW HERE.
b. Tertukar dengan huruf yang mirip, misalnya dalam bahasa Yunani ada huruf A dan 3I, 9 dan 77. Huruf-huruf tersebut bisa tertukar dalam penyalinan.
c. Salah menafsirkan karena teks yang disalinnya tidak otentik[b]. Dalam penulisan Alkitab bahasa Yunani ada kata-kata singkatan, misalnya kata E1 yang berarti “Allah” bisa dianggap E? yang berarti “Dia”. Kasus ini terjadi dalam 1 Timotius 3:16.
d. [b]Dalam penyalinan mungkin saja kata atau kalimat yang sudah disalin bisa disalin kembali tanpa sengaja
.
e. Salah dengar ketika didiktekan :hihi:

Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani dari Alexandrian type/ Minority Text yang kemudian diedit oleh Westcott dan Hort menjadi Critical Text kini diterbitkan kembali oleh United Bible Society, yaitu United Bible Societies’ Greek New Testament (UBSGNT), yang juga diterbitkan ulang dalam dwibahasa Yunani-Indonesia oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Edisi lainnya adalah edisi Nestle dan Aland, yaitu Nestle Aland Greek New Testament (NAGNT). Dan semua Alkitab bahasa Inggris terbitan United Bible Society atau pasca King James Version/AV1661, misalnya English Revised Version (ERV) 1881, American Standard Version (ASV) 1900-1901, Revised Standard Version (RSV) 1952, New English Bible (NEB) 1970, New American Standard Bible (NASB) 1971, New International Version (NIV) 1978, New Revised Standard Version (NRSV) 1990 diterjemahkan dari Westcott dan Hort Text ini. Begitu juga Alkitab Bahasa Indonesia terbitan LAI lebih mendekati teks Westcott dan Hort dari pada Textus Receptus.

Naah…edisi yang di edit Wescot dan Hort ini di pakai di indonesia, TERNYATA EDITORNYA BERMASALAH… :hihi: ( 10×10=cepeek deeh )

Siapakah Westcott dan Hort ini?

Westcott dan Hort itu adalah bapa dari liberalisme. Mereka tidak percaya bahwa Alkitab sepenuhnya diinspirasikan oleh Allah. Westcott dan Hort adalah bagian dari team yang menerjemahkan Alkitab P.B. dari English Revised Version (RV). Mereka mempertanyakan doktrin inspirasi Alkitab melalui menerjemahkan 2 Timotius 3:16 sebagai berikut, “Every Scripture inspired of God is also profitable…” (Segala tulisan yang diinspirasikan – ada yang tidak diinspirasikan? – bermanfaat…”). Dengan meletakan kata Bantu “is” setelah kata “inspired of God”, klausa ini memberi arti bahwa tidak seluruh Alkitab diinspirasikan oleh Allah[b]. Hanya bagian-bagian tertentu yang diinspirasikan, yaitu yang “bermanfaat…” Namun King James Version meletakan kata kerja bantu “is” setelah kata “all Scripture”,”All Scripture is given by inspi-ration of God and is profitable…” (Segala tulisan (Alkitab) diberikan Allah melalui inspirasi dan bermanfaat…). KJV memberikan pandangan absolut inerrancy (ketanpasalahan Alkitab secara mutlak), tetapi RV yang dihasilkan oleh Westcott & Hort memberikan pandangan limited inerrancy [b](ketiadasalahan Alkitab yang terbatas).

Pandangan Westcott dan Hort tetang inspi-rasi dan otoritas Alkitab yang sangat lunak adalah bukti penolakan mereka terhadap Biblical Creation-isme (Penciptaan menurut Alkitab). Hort dengan jelas percaya dan mendukung teori evolusi Darwin. Ia berkata;

“Tetapi buku yang sangat mengesankan adalah karya Darwin. Apapun yang diajarnya, ini adalah satu-satunya buku yang patut dibanggakan di masa kini… Perasaan saya kuat bahwa teori ini tidak dapat disangkal.” [xiii]

Westcott menganggap penciptaan yang tercatat dalam Alkitab hanyalah sebuah dongeng. Ia menulis surat kepada Archibishop dari Canterbury, 4 Maret 1890;

“Saya kira tidak seorangpun yang saat ini membaca tiga fasal pertama dari kitab kejadian merupakan sejarah yang literal. Saya tidak pernah mengerti bagaimana seorang membacanya dengan mebuka mata dapat berfikir bahwa itu benar-benar terjadi.” [xiv]

Westcott dan Hort tidak hanya mengingkari Firman Allah, tetapi juga mengingkari karya kese-lamatan oleh Kristus. Mereka tidak percaya bahwa Kristus adalah Sole Mediator (perantara tunggal) dan satu-satunya pribadi yang harus dimuliakan dan disembah. Hort adalah seorang pemuja Maria. Ia mengaku,

“Saya telah yakin selama bertahun-tahun bahwa penyembahan kepada Maria dan penyem-bahan kepada Yesus sangat banyak kesamaan dalam kasus dan hasilnya.” [xv] Westcott pernah menulis kepada Archibishop Benson, pada tanggal 17 November 1865, “Saya berharap dapat melihat kebenaran penyembahan kepada Maria yang telah dilupakan itu diberikan kesaksian.” [xvi]

Kutipan Dr. Timothy Tow berikut ini pen-ting untuk kita perhatikan:
“Dr. D.A. Waite mengatakan bahwa Westcott dan Hort mengingkari doktrin-doktrin fundamental kekristenan, sedikitnya ada sembilan doktrin yang diingkari oleh mereka; ( EDITOR YANG MENGINGKARI 9 DOKTRIN :hihi: )

1. Doktrin inspirasi Kitab Suci
2. Catatan Kitab Kejadian tentang penciptaan dan kejatuhan manusia
3. Keilahian Tuhan kita Yesus Kristus, pre-eksistensi dan keilahianNya, sifat ke-MesiasanNya dan ketanpa-dosaan Kristus
4. Penggantian penebusan oleh Kristus dan penebusan melalui darahNya.
5. Kebangkitan tubuh jasmani Kristus
6. Kedatangan Kristus yang kedua kali
7. Doktrin tentang kehidupan yang kekal
8. Realitas Sorga dan Neraka
9. Pribadi setan

Di samping penolakan Westcott dan Hort terhadap doktrin fundamental di atas, mereka juga memiliki kepercayaan-kepercayaan sebagai berikut;
1. Manusia memiliki sifat ilahi dan kesempurnaan
2. Teori Evolusi dari Darwin
3. Sifat Kebapaan Allah secara universal (maksudnya Allah adalah bapa dari semua orang, baik yang sudah selamat maupun belum selamat)
4. Baptisan air bisa menyelamatkan.” [xvii]

Apakah Bukti-Bukti Westcott & Hort Text adalah Teks yang Rusak?

Berikut ini adalah bukti-bukti yang dapat kita pertimbangkan dan untuk lebih jelasnya anda dapat membaca buku Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible, terbitan Bible For Today.

1. L Westcott and Hort Text Mengubah Textus Receptus Lebih dari 5.600 Tempat
Dalam Scrivener’s Greek New Testament, Westcott dan Hort mengubah sebanyak 5.604 kali dalam teks Yunani P.B. barunya. Dari 5.604 perubahan ini, Dr. D.A Waite menemukan 1.957 yang dihilangkan/dihapus (35%), 467 ditambah (8%), dan 3.183 yang diubah (57%).

2. L Westcott and Hort Text Menghapus Pericope De Adultera – Yoh. 7:53-8:11

3. L Westcott and Hort Text Meragukan Dua Belas Ayat Terakhir Injil Markus – Markus 16:9-10

4. L Westcott and Hort Text Menyangkal Johannine Comma – I Yohanes 5:7b-8a

Apakah ada bukti yang jelas dari Alkitab tentang doktrin Trinitas? Ada. Yaitu dalam I Yohanes 5:7b-8a;
“En too ouranoo, ho pater, ho logos, kai to agion pneuma kai outos hoi treis eisi. Kai treis eisi hoi marturountes en te ge.”
(Di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi;)

Penggalan dua ayat di atas disebut Johannine Comma (Yunani Koptein yang berarti “dipotong dari”). Bagian ini adalah satu-satunya dalam Alkitab yang menunjukkan ke-Tritunggal-an Allah yang jelas[b]. Namun sayang justru [b]bukti otentik ini berusaha dihancurkan oleh orang Kristen sendiri. :hihi: Sebagai contoh adalah ayat di atas dihapus dalam Criticl Text dan para sarjana liberal menolak untuk mengakuinya sebagai bagian dari firman Tuhan yang ditulis oleh Rasul Yohanes dalam inspirasi Roh Kudus. Dalam Alkitab bahasa Indonesia TB-LAI teks tersebut ada dalam kurung. Sementara itu banyak Sekolah Theologi di Indonesia mengajarkan bahwa ayat-ayat yang dikurung dalam Alkitab bahasa Indonesia tidak ada dalam teks aslinya.

The New International Version Study Bible, mengkomentari bahwa I Yoh. 5:7 tidak ditemukan dalam manuscript-manuscript Yunani ataupun dalam terjemahan-terjemahan P.B. sebelum abad ke-16. Dr. A.T. Robertson dalam commentary-nya, “Word Pictures in New Testament” juga meragukan eksistensi ayat ini dan menjelaskan bahwa ayat tersebut hanya ada dalam terjemahan bahasa Latin Vulgate, yang kemudian diambil oleh Erasmus untuk melengkapi Textus Receptus. Dan menurut Robertson teks tersebut tidak ditemukan dalam manuscript-manuscript Yunani. Dalam edisi pertama teks Erasmus ayat tersebut tidak ada hingga akhirnya ditambahkan dari Vulgate.

“Para penerjemah yang tidak bertanggung jawab menghapus kesaksian ini (I Yoh. 5:7b-8a) dalam codex-codex Yunani.” [xxii]

[ii] Jeffrey Khoo, Keep Pure in All Ages. Singapore: Far Eastern Bible College Press, 2001, hal. 21.
[iii] Ibid.
[iv] Charles C. Ryrie, A Survey of Bible Doctrine. (Chicago: The Moody Bible Institute Press, 1972), hal. 46.
[v] Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible. Hal. 24-26.
[vi] Ibid hal. 54.
[vii] Ibid hal. 55.
[viii] Ibid, hal. 55.
[ix] Ibid, hal. 6.

* Ibid., hal. 47

[xi] Seet, Charles. “The Inside Story of Westcott and Hort”, dalam “The Burning Bush: Journal Far Eastern Bible College Singapore, (4/1, January) 1998, hal. 34.
[xii] John William Burgon, The Revision Revised: A Refutation of Wetcoot & Hort’s False Greek Text and Theory. (Collings-wood: Dean Burgon Society Prees) hal. 16.
[xvi] Westcott, Life of Westcott, II:50
[xvii] Timothy Tow & Jeffrey Khoo, A Theolgy for Every Chris-tian. Book I: Knowing God and His Word. (Singapore: Far Eastern Bible College Press, 1998), hal. 72.
[xx] The King James Version Defended, hal. 161-162
[xxi] D.A. Waite op.Cit.
[xxii] Dr. Timothy Tow & Dr. Jeffrey Khoo, op. Cit. hal. 61

Note : jadi bukan sekedar fakta bahkan sudah menjadi PENGAKUAN TANPA MALU… 8-)

Semoga Allah.SWT senantiasa memberkahi kita semua dengan petunjuk…Amin.

Sumber : Disini


Kebangkitan Al-Masih

October 11, 2009

A. Tidak Ada “Tanda”
Hanya Satu Tanda Untuk Yahudi!

Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap,

“Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:339-40).

Dari perkataan di atas terlihat, Yesus tidak berusaha bersikap baik dan lemah lembut kepada orang Yahudi dengan menunjukkan bukti-bukti yang pernah diberikan selama itu, misalnya:

a. Mukjizat memulihkan penglihatan seorang pengemis buta yang bernama Bartimeus. (Markus 10:46-52) dan (Lukas 18:35-43)

b. Mukjizat menyembuhkan penyakit pendarahan wanita yang dideritanya selama dua belas tahun, sehingga sampai menghabiskan semua miliknya. Yesus melakukan itu hanya dengan menjamah jubahnya. (Markus 5:25-34)

c. Mukjizat mengeluarkan roh jahat ke dalam tubuh kawanan babi yang berjumlah lebih dari dua ribu ekor. (Markus 5:1-20) d. Mukjizat memberi makan kepada lima ribu orang yang mengikutinya. (b:l-15)

Namun sayang, terhadap orang Yahudi Yesus tidak mengingatkan mereka. Yesus tidak berusaha mengingatkan orang Yahudi agar tidak menuntut hal-hal baru dan mengajak mereka merenungi kembali tanda dan mukjizat yang sudah pernah ia berikan. Di sini Yesus malah menyatakan dengan keras dan kasar kepada mereka: “Tidak akan diberikan tanda, (kecuali satu tanda), seperti tanda nabi Yunus

B. Yunus Melarikan Diri Dari Tugas Da’wah.

Lantas apa sebenarnya ayat (mukjizat) Yunus Alaihissalam itu?

Untuk menemukan jawabannya terlebih dulu kita harus membaca surat Yunus dalam Perjanjian Lama. Menurut kitab itu, Allah telah memerintahkan kepada Yunus agar pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan penduduk kota itu agar segera bertobat dan insaf dari segala tingkah lakunya yang jahat. (Yunus 3:8)

Namun ternyata Yunus enggan pergi ke Niniwe. Ia malah melarikan diri ke Yafo. Di sana ketika ia melihat sebuah perahu yang akan berlayar, dengan cepat ia naik untuk melarikan diri dari perintah Allah.

Ketika perahu berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin topan dan gelombang besar yang menakutkan. Melihat kejadian ini si nakhkoda berkeyakinan bahwa di antara penumpangnya pasti ada salah seorang yang telah berbuat durhaka. Si nakhkoda kemudian berembuk dengan para penumpangnya untuk mengatasi masalah ini. Kemudian mereka berkata, “Marilah kita undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” (Yunus 1:7)

Meskipun Yunus merasa enggan memenuhi perintah Allah untuk pergi berdakwah, tapi setelah kalah dalam undian, dengan gagah berani ia menawarkan diri untuk melaksanakan hukuman itu. Katanya, “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.” (Yunus 1:12)

C. Hidup Atau Matikah, Yunus?

Dengan gagah berani nabi Yunus Alaihissalam menyerahkan dirinya untuk dijadikan tumbal dan korban. Dengan sendirinya, sebelum dilemparkan ke dalam laut, ia tidak usah dipenggal atau ditikam terlebih dahulu. Dengan sukarela ia sudah menyatakan kesiapannya untuk dilempar ke dalam laut. Seraya berkata, “Campakkanlah aku ke dalam laut! “

Kini timbul pertanyaan, “Apakah ketika dilemparkan ke dalam laut Yunus Alaihissalam dalam keadaan mati atau hidup?”

Semua anak-anak Nasrani yang mengikuti pelajaran hari Minggu akan menjawab tanpa pikir panjang lagi: “Dalam keadaan hidup! Setelah itu barulah gelombang laut dan angin ribut reda!”

Apakah hanya secara kebetulan saja ia ditelan ikan? Di dalam perut ikan itu, apakah Yunus dalam keadaan hidup atau mati?

Dengan serentak anak-anak Nasrani pasti akan menjawab, “Dalam keadaan hidup!”

Kalau begitu apa buktinya?

Mereka akan menjawab dengan serentak, “Yunus berdoa kepada Tuhan Allahnya di dalam perut ikan itu. Katanya, “Dalam kesusahan aku berdoa kepada Tuhan dan Ia menjawab aku.” (Yunus 2:1-2) Selanjutnya anak-anak itu akan menjawab lagi, “Yang jelas di dalam perut ikan itu Yunus hidup, karena orang mati tidak berseru dan berdoa!”

Lantas apakah selama tiga hari ikan itu membawanya mengarungi lautan, Yunus dalam keadaan mati atau hidup?

Jawaban mereka pasti tidak akan berubah: “Hidup!”

Apakah Yunus mati atau hidup, ketika ikan itu memuntahkannya ke pantai (setelah tiga hari)?

]awaban mereka tetap tidak berubah: “Hidup!”

Jawaban anak-anak Nasrani itu bisa diterima oleh semua golongan agama, baik Yahudi, Nasrani, maupun Islam.

D. Persepsi Kaum Masehi

Terhadap Yesus, Bertentangan Dengan Peristiwa Yunus

Jika dikatakan Yunus hidup selama tiga hari tiga malam, maka seharusnya Yesus juga hidup di dalam kuburnya, seperti yang diramalkannya sendiri.

Kaum Nasrani bergantung kepada benang lapuk. Mereka menyatakan “Yesus mati”. Sebenarnya hal ini dilakukan demi untuk mengabdikan pada “idee” juru selamat. Karena itulah, tidak bisa tidak; harus dijawab bahwa Yesus mati selama tiga hari tiga malam dalam kuburnya. Pernyataan ini jelas amat berbeda dengan apa yang diucapkan Yesus dalam ramalannya. Yunus tetap hidup selama tiga hari tiga malam, tetapi Yesus telah mati selama tiga hari tiga malam. Pernyataan ini juga dikemukakan oleh kaum Masehi.

Pernyataam kaum Nasrani ini amat berbeda dengan peristiwa yang telah terjadi terhadap Yunus padahal Yesus telah berkata: “Seperti Yunus”. Ia tidak berkata: “Berbeda dengan Yunus!” Pernyataan kebenaran ini merupakan kebenaran ukuran Yesus yang diberikan kepada dirinya sendiri. Yesus juga mengatakan bahwa ia bukan Mesias bangsa Yahudi yang sebenarnya.

Bila yang ditulis dalam Injil yang asli itu benar demikian, maka kenapa kita mencela penolakan bangsa Yahudi terhadap “Almasih”?

Tiga hari + tiga malam = 72 jam?!

Seorang doktor ketuhanan dan profesor dalam ilmu theologi berbicara tentang masalah paragraf (Matius 12:40) yang diperselisihkan itu. la mengatakan bahwa penekanannya lebih dititik-beratkan pada masalah faktor waktu: “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”

Profesor ini juga menambahkan. Katanya, “Saya meminta perhatian anda pada kata “tiga” yang diulang-ulang sebanyak empat kali untuk membuktikan bahwa Yesus merealisasikan ramalannya yang berkenaan dengan “lamanya waktu” yang akan dilaluinya di dalam kubur. lni bukan “seperti Yunus” yang berkenaan dengan keadaan hidup atau mati selama masa itu.”

Bila yang ditekankan Yesus di sini hanya fakxor waktunya saja, baiklah kita bertanya kepada sang profesor itu, “Apakah Yesus sudah merealisasikan janjinya kepada orang Yahudi? Maka si Nasrani yang dogmatis akan menjawab dengan lantang: “Sudah!”

E. Kapan Yesus Disalib?

Kini timbul pertanyaan: “Kapan Almasih disalib? Seluruh dunia Masehi akan mengatakan: “Pada hari jumat!”

Peristiwa inilah yang menyebabkan timbulnya pesta peringatan yang disebut “Good Friday” (hari jumat yang baik). Seluruh umat Masehi di Amerika hingga ke Zambia, di Afrika Selatan, dari Ethiopia sampai ke Zaire semua mengadakan hari besar resmi pada hari “jumat” yang mendahului hari raya Paskah.

Timbul pertanyaan, “Apa yang membuat “Good Friday” mempunyai tempat yang begitu terhormat di kalangan kaum Nasrani?”
Seluruh umat Masehi akan serempak mengatakan: “Karena kematian Almasih di atas kayu salib pada hari ini untuk membersihkan dosa-dosa kita.”

Tapi benarkah Yesus telah dibunuh di atas kayu salib pada hari jumat 1950 tahun yang lalu? Umat Masehi akan serentak menjawab: “Benar!”

Berdasarkan keterangan singkat yang ada di Injil, kami berkesimpulan kaum Yahudi sudah kegerahan benar ingin cepat-cepat membersihkan negerinya dari Yesus. Oleh karena itu, begitu Yesus tertangkap, ia langsung diadili secara kilat di tengah malam buta. Di pagi buta, pengadilan langsung mengirimkan Yesus dan menyerahkannya kepada Pilatus, wali negara itu.

Kami juga berkesimpulan, orang yang menangkap Yesus sebenarnya merasa takut, karena mereka tahu Yesus bukan saja dipandang sebagai pahlawan, tapi juga dipandang sebagai orang yang baik dan benar. Tapi sebaliknya, musuh-musuhnya sangat muak dan ingin cepat-cepat membunuhnya.

Musuh-musuhnya berhasil memaksa penguasa setempat untuk menyalibnya. Mereka jugalah yang ingin cepat-cepat menurunkan Yesus dari kayu salib sebelum matahari Jumat terbenam. Ini dilakukan demi menghormati hari Sabtu yang kudus bagi mereka (orang Yahudi). Bagi mereka hari Sabtu yang kudus dimulai sekitar pukul enam sore hari Jumat.

Untuk ini bangsa Yahudi sudah diperingatkan dalam Kitab surat Ulangan 21:23. Mereka dilarang menggantung mayat orang yang disalib yang dikutuk Allah (semalam suntuk) di atas kayu salibnya. Mayat itu harus segera dikuburkan pada hari itu juga supaya bumi Allah-tidak terkena najis.

Begitu besar perhatian mereka pada hari Sabtu. Demi mensucikan hari Sabtu maka mayat Yesus segera diturunkan dari atas kayu salibnya.

Demikianlah yang telah dilakukan oleh murid-murid rahasia Yesus kepada Pilatus. Mereka meminta agar diperbolehkan menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya menurut adat bangsa Yahudi. Mereka memandikannya, mengafaninya dengan kain lenen dan membubuhinya dengan rempah-rempah sesuai tradisi bangsa Yahudi (Yohanes 19:39). Setelah itu mereka memasukkan mayat yang sudah dikafani itu ke dalam tanah galian kuburan menjelang malam.

Di antara berbagai golongan dan mazhab yang beraneka ragam dalam agama Masehi terdapat banyak perselisihan dan perbedaan. Namun untuk mengatasi perselisihan itu mereka telah bersepakat untuk menduga bahwa Yesus berada dalam kubur pada Jumat malam, seperti dugaan mereka Yesus masih berada di dalam kuburnya pada pagi hari Sabtu. Mereka juga menduga Yesus masih di dalam kuburnya pada Sabtu malam. Mengenai dugaan ini umat Masehi telah bersepakat dengan sepenuh hati.

Kami sengaja mengulang-ulang kata “menduga atau dugaan” hingga tiga kali, karena terhadap kejadian ini semua Injil hanya berdiam diri terutama dalam menetapkan kepastian waktu Yesus ke luar dari kuburnya.

Ada kemungkinan Yesus telah dibawa pergi oleh “murid-murid rahasianya” pada malam Jumat ke suatu tempat yang lebih aman. Tapi dalam hal ini kami tidak mempunyai hak untuk berprasangka terhadap para pengarang Injil. Oleh karena itulah saya sengaja mengulang kata “menduga dan dugaan” sampai tiga kali.

Sekarang marilah kita melihat pemecahan terakhir tentang kebenaran Yesus (telah tinggal) dalam kuburnya selama tiga hari tiga malam.

Perhitungan Hari Kebangkitan Yesus

Perhitungan Hari Kebangkitan Yesus

Dalam kitab suci umat Nasrani sendiri dikatakan bahwa Yesus dikubur sore hari jumat menjelang matahari terbenam, dan sudah tidak diketemukan lagi mayatnya dalam kubur pada pagi hari Ahad sebelum matahari terbit (lihat uraian dalam tabel). Dengan demikian jelaslah, Yesus tinggal di dalam kuburannya bukan tiga hari tiga malam (seperti yang dikatakan para penginjil), tetapi hanya sehari dua malam!

Dari pengamatan terhadap keterangan kitab suci kaum Masehi itu kita melihat untuk kedua kalinya Yesus telah gagal “membuktikan janjinya”. Pertama, ketika Yesus berbeda dengan Yunus. Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam dalam keadaan hidup. Tapi Yesus sebaliknya. la mati kemudian bangkit dari tengah-tengah orang mati itu.

Kedua, ketika terungkap bahwa tiga hari tiga malam yang dinyatakan dengan tegas oleh semua Injil itu setelah diselidiki ternyata hanya sehari dua malam. Maria Magdalena pergi ke kuburannya menjelang fajar menyingsing pagi hari ahad, tetapi Yesus sudah tidak ada lagi di kuburannya.

Keluarga Armstrong telah mengeksploitasi seluruh dunia Masehi. Tampaknya keluarga itu telah mempelajari ilmu hitung dengan baik.

Dalam majalah “Plain Truth”, Mr. Robert Fahey menguraikan ceramahnya sewaktu di hotel Holiday inn di Durban. Dalam ceramahnya itu Mr. Robert Fahey berusaha meyakinkan para pendengarnya yang kristen, bahwa Yesus disalib pada hari Rabu bukan hari jumat, seperti yang diduga kaum Masehi Orthodoks selama dua ribu tahun yang lalu.

Berdasarkan pengamatan dan anggapannya itu, ia mengemukakan bahwa kalau seseorang menghitung mundur dari pagi hari Ahad, maka akan ditemukan tiga hari tiga malam. Karena itu, penyaliban harus ditetapkan hari Rabu bukan Jumat.

Saya mengucapkan selamat kepada Mr. Robert Fahey atas kemahirannya. Lantas saya bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan upacara “Good Friday” yang telah dirayakan kaum Masehi sejak dua ribu tahun yang lampau, apakah akan ditukar dengan “Good Wednesday”? Tapi bagaimana mungkin. Dewasa ini hampir di seluruh dunia kaum Masehi yang berjumlah lebih dari 2,2 milyar tidak mengetahui waktu yang sebenarnya Yesus disalib. Ini berarti gereja kaum Katolik yang mengaku memiliki rangkaian tidak terputus dalam kepausan sejak Petrus sampai hari ini berdasarkan pengakuan atau penemuan Mr. Fahey semuanya telah tersesat.

F. Siapa Yang Menyesatkan Kaum Maselii?

Timbul lagi pertanyaan: “Siapa yang telah menyesatkan kaum Masehi selama dua ribu tahun yang lalu, Allah atau Setan?

Mr. Robert Fahey menjawab dengan tegas: “Setan!”

Lantas saya berkata lagi kepada Mr. Fahey, “Begitu mudahnya setan mengaburkan hal-hal yang prinsip dalam akidah mereka. Perayaan yang sudah beribu tahun mereka namakan “Good Friday” dengan segera dapat diganti dengan “Good Wednesday. Kalau begitu, sudah sejauh mana upaya penyesatan terhadap kaum Masehi di sekitar hakikat keesaan Allah, baik ketuhananNya maupun kekuasaanNya, yang tampaknya jauh lebih mudah dilakukan?

Mendengar pertanyaan saya ini, Mr. Robert Fahey tidak memberi komentar apa-apa. Ia malah berlalu dan pergi.

Kalau demikian rupa keimanan guru akidah Masehi dunia dewasa ini, apakah tidak pada tempatnya bila kita mengajukan pertanyaan lagi: “Apakah ini bukan suatu tipu daya. terbesar dalam sejarah?”

Sumber : Disini


Injil Membantah Ketuhanan Yesus

October 11, 2009

Injil Membantah Ketuhanan Yesus

Injil Membantah Ketuhanan Yesus

Islam adalah satu-satunya agama yang menyatakan dan meyakini adanya Tuhan yang sempurna. Artinya, bahwa Dia tiada memiliki sekutu baik dalam tabiat maupun sifat-sifat-Nya. Seperti dalam firman-Nya

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (Al-Ikhlash: 1-4)

Baru-baru ini di Benoni, Afrika Selatan, ada seorang penginjil yang kurang mahir dalam ilmu agama, tapi ia suka mengagung-agungkan waham pribadinya. Dia menyatakan bahwa dirinya adalah utusan Al Masih, yang ditugaskan Allah untuk mengkristenkan kaum Muslimin. Karena ia seorang advokat, tentu saja ia memiliki kemahiran dalam bersilat lidah. Ia malah berani menggunakan Al-Qur’anul Karim sebagai dalil khotbahnya, meskipun menyimpang dari tujuan dan pengertian yang sebenarnya.

Ia memang sama sekali tidak memahami sepatah katapun bahasa Arab. Ia ingin agar kaum muslimin mengimani bahwa Isa As adalah Tuhan juga, padahal ini suatu akidah yang amat buruk bagi kita, kaum muslimin. Akidah ini amat bertentangan dengan kesempurnaan Allah Ta’ala yang mutlak.

Dengan berbagai cara orang ini berupaya memutar-balikkan jalan kebenaran. Namun Allah Swt berfirman:

“Katakanlah (Muhammad): “Telah datang kebenaran (Islam) dan telah hancur kebatilan. Sesungguhnya yang batil Itu pasti akan hancur.” (A1-Isra: 81)

Dengan demikian jelaslah, segala daya upaya orang tidak akan berhasil, karena jalur kebenaran itu tidak dapat diputar-balikkan dan ini sesuai dengan janji Allah dalam firman-Nya.

Dua Alasan

Dalam memutar-balikkan ayat-ayat Allah, penginjil itu mengemukakan dua alasan mengenai pernyataannya tentang Isa Alaihissalam adalah Allah, yaitu:

1. Ketika kita mengatakan bahwa Isa itu Tuhan ( atau meskipun Dia adalah Allah yang sebenarnya), namun kita tidak akan menjadikan-Nya Tuhan Bapak! Ia adalah satu dengan Tuhan Bapak, karena itulah Dia bersekutu dalam tabiat-Nya.

2. Dia (Isa Alaihissalam) ditinjau dari berbagai sisi seperti Tuhan Bapak, tapi bukan Tuhan Bapak itu sendiri.

Alhasil, berdasarkan keterangan si advokat itu, Isa Alaihissalam adalah Allah, karena Dia bersekutu dalam tabiat Allah dan dari berbagai sisi seperti Allah.

Demikianlah ia mengemukakan kedua alasannya itu untuk membuktikan ketuhanan Isa Alaihissalam. Suatu alasan yang dangkal dan tidak layak dikemukakan oleh orang yang berprofesi sebagai advokat.

Di bawah ini akan kami paparkan beberapa bukti dari kitab sucinya sendiri untuk meyakinkan bahwa Isa As tidak bersekutu dengan tabiat Allah dan dilihat dari segala sisinya, ia tidak menyerupai Allah. Karena itulah Allah tidak mungkin diperilahkan.

Kami akan memberikan contoh-contohnya dari kitab suci mereka sendiri tanpa banyak komentar karena menurut anggapan umat Nasrani kitab itu merupakan bukti kebenaran dirinya!

Sesungguhnya perkataan yang mengatakan bahwa Isa Alaihissalam Itu adalah Allah, bukan hanya merupakan cemooh terhadap (salah satu) ketuhanan, tetapi merupakan bentuk terendah dari kekafiran, sekaligus penghinaan terhadap kecerdasan akal manusia!

Semua kutipan ayat-ayat dipetik dari kitab suci yang berlaku dan dinyatakan sah. Pada tiap kepala karangan dan isinya, sebutan nama Isa Alaihissalam sengaja kami beri lafdhul jalalah. Nama kebesaran Allah dalam kurung sebagai berikut (Allah), untuk lebih menarik perhatian orang yang sudi berpikir lebih jauh dan mendalam. Alangkah dangkalnya kotbah si advokat itu yang menyatakan bahwa Isa Alaihissalam adalah Allah!

Anda Bisa Membaca Buku Lengkapnya Disini

Sumber : Disini

Salam


Kumpulan Fakta Pendeta Mengedit Alkitab II

October 10, 2009

Postingan Sebelumnya tentang Kumpulan Fakta Pendeta Ngedit Alkitab I, bisa anda lihat Disini , Untuk Fakta ke III, bisa anda lihat Disini

Pendeta Kristen Ngedit Yohanes 2:4
mengedit kata “wanita” menjadi “ibu”

(KJV) Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.

Bandingkan Dengan

(CEV) Jesus replied, “Mother, my time hasn’t yet come! You must not tell me what to do.”

(BIS) Yesus menjawab, “Ibu, jangan menyuruh Aku. Belum sampai waktunya Aku menyatakan diri.”

Pendeta Kristen Ngedit 2 Korintus 12:16
menyisipkan kalimat palsu “may be”; “you say”; “someone will say”; “ada yang berkata”.

(KJV) But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.

Bandingkan Dengan

(CEV) You agree that I wasn’t a burden to you. Maybe that’s because I was trying to catch you off guard and trick you.

(ESV) But granting that I myself did not burden you, I was crafty, you say, and got the better of you by deceit.

(GNB) You will agree, then, that I was not a burden to you. But someone will say that I was tricky, and trapped you with lies.

(BIS) Nah, kalian setuju bahwa saya tidak pernah menyusahkan kalian. Namun ada yang berkata bahwa saya ini licik; bahwa saya mendapat keuntungan dari kalian karena tipu daya saya.

Pendeta Kristen Ngedit Lukas 24:42
menghapus kalimat “and a honeycomb” (dan sebuah sarang madu)

(KJV) And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.

Bandingkan Dengan

(CEV) They gave him a piece of baked fish.

(ESV) They gave him a piece of broiled fish,

(GNB) They gave him a piece of cooked fish,

(BIS) Mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Pendeta Kristen Ngedit Matius 12:18
mengedit kata “gentiles” (nonYahudi) menjadi “nations” (bangsa-bangsa)

(KJV) Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgment to the Gentiles.

Bandingkan Dengan

CEV) “Here is my chosen servant! I love him, and he pleases me. I will give him my Spirit, and he will bring justice to the nations.

(BIS) “Inilah utusan-Ku yang Kupilih, Orang yang Kukasihi dan yang berkenan di hati-Ku. Roh-Ku akan Kuberikan kepada-Nya, keadilan-Ku akan diwartakan-Nya kepada bangsa-bangsa.

Pendeta Kristen Ngedit Mazmur 84:5
Menyisipkan kalimat palsu “ke Gunung Sion”

(KJV) Blessed is the man whose strength is in thee; in whose heart are the ways of them.

Bandingkan Dengan

(BIS) Bahagialah orang yang mendapat kekuatan daripada-Mu, dan yang berhasrat mengadakan ziarah ke Gunung Sion.

(GNB) How happy are those whose strength comes from you, who are eager to make the pilgrimage to Mount Zion

Bersambung…


Tidak Benar, Manusia Berevolusi dari Kera.

October 9, 2009

manusia_purba_sejarah_dan_evolusi

Evolusi, Teori Darwin, manusia berevolusi dari kera, tampaknya terbantahkan dengan analisis terbaru tim ilmuwan internasional atas kerangka manusia purba yang hidup 4,4 juta tahun lalu.

Ethiopia

Satu tim ilmuwan internasional pekan lalu melaporkan bahwa kerangka manusia purba yang hidup 4,4 juta tahun lalu memperlihatkan bahwa sebenarnya manusia tak berevolusi dari kera. Penyelidikan selama 17 tahun itu mengenai temuan kerangka yang sangat rapuh yang disebutnya sebgai “kera darat’ yang kecil, yang ditemukan di wilayah Afar, Ethiopia.

Penemuan ini dibeberkan didalam jurnal Science teribitan pekan lalu. Jurnal itu juga berisi 11 berkas mengenai temuan tersebtu. Fosil yang diberi nama panggilan Ardi itu adalah kerangka paling tua yang dikenal dari bagian manusia dari pohon keluarga priamta. Cabang itu meliputi homosapiens serta spesies yang lebih dekat denan manusia dibandingkan denan kera dan bonobo.

Temuan itu memberi pengertian baru mengenai bagaimana homind keluarga “kera besar” yang terdiri atas manusia, simpanse, gorilla dan orang utan mengkin telah muncul dari satu nenek moyang monyet. Sampai ditemukannya Ardi, tahap paling awal yang diketahui mengenai evolusi manusia adalah Australopithcus “Manusia Kera” yang bertoak kecil dan sepenuhnya berkaki dua yang hidup antara 4 juta tahun lalu.

Fosil Australopithecus yang paling terkenal adalah Lucy yang berumur 3,2 juta tahun. Lucy ditemukan pada 1974 di tempat sekitar 45 mil dari tempat Ardi belakgan ditemukan. Kerangka Ardi dan kerangka ardipithecus ramidus yang berkaitan, lebih tua dan lebih primitive dibandingkan dengan Australopithecus. Setelah temuan Lucy, ada perkiraan bahwa terdahulu ditemukan, semua itu akan berkumpul jadi anatomi mirip simpanse, berdasarkan kesamaan genetika manusia dan kera. Namun fosil Ardipithecus Ramidus tidak mendukung dugaan itu.

Kerangka ardi cukup lengkap tengkorak, gigi, tulang panggul, kaki, paha, lengan dan tangan untuk memperikrakan tinggi dan berat tubuhnya. Ardi berjalan dengan dua kaki di tanah,tetapi memanjat pohon dan juga menghabiskan waktu mereka di sana, dan barangkali adalah pemangsa segala.

Sesuatu yang mengejutkan ialah Ardi dan temannya tidak memiliki bagian tubuh seperti kera atau gorilla, tetapi lebih mirip dengan kera yang punah atau bahkan monyet dan kedua tangannya jugatidak mirip tangan simpanse atau gorilla, malah lebih berkaitan dengan kera yang punah sebelumnya. Banyak ilmuwan mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa hominid dan Kera Afrika, masing masing memilik jalur evolusi yang berbeda. “Kita tak lagi dapat menganggap kera sebagai ‘wali’ bagi nenek moyang terakhir bersama kita. “Ujar para Ilmuawan”.

Charles Darwin

Charles Darwin

Temuan Charles Darwin sangat bijaksana mengenai masalah ini, papar Tim White dari University of California Barkeley yang membantu memimpin tim penelitian tersebtu. “Darwin mengatakan kita harus berhati-hati. Stusatunya cara kita akan mengetahu seperti apa nenek moyant terakhir besama ini dan menukannya. Pada 4,4 juta tahun lalu, kita menukan sesuatu yang sangat dekat dengan itu, kata white.

Note :

Temuan Fosil Ardi

  • Kerangka paling tua yang dikenal dari cabang manusia dari pohon keluarga primata.
  • Penanda bahwa tahap paling awal yang diketahui mengenai evolusi manusia adalah Australopithecus, “Manusia Kera” yang berotak kecil dan sepenuhnya berkaki dua yang hidpu antara 4 juta tahun lalu.
  • Kerangka cukup lengkap, tengkorak, gigi , tulang panggul, kaki, paha, lenagan dan tangan untuk memperkirakan tinggi dan berat tubuhnya, berjalan dengan djua kai di tahan, tetapi memanjat pohon dan juga menghabiskan waktu mereka di sana, dan barangkali adalah pemangsa segala.
  • Tidak memiliki bagian tubuh seperti kera atau gorilla, tetapi lebih mirip dengan kera yang punah atau bahkan monyet dan kedua tangannya jugatidak mirip tangan simpanse atau gorilla, malah lebih berkaitan dengan kera yang punah sebelumnya.

Referensi:

Bali Post 8 Oktober 2009/hal. 18