Kristus Tidak Mati Untuk ‘menanggung dosa seluruh bangsa’

April 12, 2009

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi *

“Siapa yang percaya kepada perkataan Kami? Kepada siapa telah dinyatakan kuasa Tuhan? Tuhan menghendaki hamba-Nya itu seperti tunas yang tumbuh di tanah yang gersang. Tidak ada yang indah padanya untuk kita pandang; tak ada yang menarik untuk kita inginkan.

Kita menghina dan menjauhi dia, orang yang penuh sengsara dan biasa menanggung kesakitan. Tak seorangpun mau memandang dia, dan kita pun tidak mengindahkan dia. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu hukuman Allah baginya. Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita diselamatkan. Kita semua tersesat seperti domba, masing-masing mencari jalannya sendiri. Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua. Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menangguhnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang dibawa ke pembantaian atau induk domba yang dicukur bulunya. Ia ditahan dan diadili, lalu digiring dan dihukum mati. Tak ada yang peduli akan nasibnya; ia mati karena dosa bangsa kita.

Ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Tuhan menghendaki ia menderita, dan menyerahkan diri sebagai kurban penebus dosa. Maka ia akan berumur panjang dan melihat keturunannya melalui ia kehendak Tuhan akan terlaksana. Karena itu Tuhan berkata, “ Sesudah menderita sengsara, ia akan bahagia dan puas. Hamba-Ku itu, yang menyenangkan hati-Ku, telah menanggung hukuman orang banyak; demi dia Aku akan mengampuni mereka. Dengan rela ia menyerahkan hidupnya dan masuk bilangan orang-orang jahat. Ia memikul dosa orang banyak dan berdoa suapaya mereka diampuni. Maka Kuberi dia orang banyak sebagai hadiah, dan ia mendapat bagian bersama orang-orang benar.” (Yesaya 53: 1-12)

Dua belas dari Kitab Yesaya di atas diklaim oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Kristus benar-benar disalib. Ia seolah-olah seperti seekor domba yang dibawa ke ‘penjagalan’: tidak berkutik dan tidak bereaksi sama sekali. Ia pasrah untuk disembelih oleh sang tukang jagal.

Pada tulisan pertama, penulis telah memberikan bukti-bukti dari Bibel, yang menyatakan bahwa Kristus tidak disalib. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan interpretasi kritis atas ayat-ayat dari Kitab Yesaya di atas.

Pembacaan kritis terhadap ayat-ayat yang ada dalam Kitab Yesaya di atas, akan melahirkan beberapa pertanyaan yang harus terjawab. Benakah teks Kitab Yesaya tersebut berbicara tentang Kristus? Dan apakah teks di atas berbicara tentang penyaliban? Juga apakah ayat-ayat di atas merupakan nubuwat (ramalan) tentang masa datang, atau (malah) masa yang telah lalu?

Tiga pertanyaan pokok itu akan kita jawab dalam tulisan ini. Hanya saja, penulis hanya akan menjawab dua pertanyaan pertama dan kedua saja. Pertanyaan ketiga, insya Allah akan diulas dalam tulisan tersendiri.

Pertama, bahasa metafora. Adalah kebiasan Kristus berbicara lewat majaz. Itu pula sebenarnya yang harus lebih dahulu dipahami oleh umat Kristen. Bahwa Bibel banyak menggunakan bahasa kiasan.

Maka, pembacaan secara letterlijk terhadap teks-teks Bibel hanya akan melahirkan konklusi dangkal dan tidak tepat. Sebagai contoh adalah dalam Injil Matius, “Mengapa sampai kalian tidak mengerti bahwa Aku bukannya berbicara dengan kalian mengenai roti? Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki. Ketika itu para murid mengerti bahwa Yesus menyuruh mereka berhati-hati, bukan terhadap ragi yang dipakai untuk membuat roti, tetapi terhadap pengajaran orang-orang Farisi dan Saduki” (Matius 16: 11-12).

Ayat sebelumnya berbunyi demikian, “Waktu pengikut-pengikut Yesus sampai di seberang danau, baru ketahuan oleh mereka bahwa mereka lupa membawa roti. Yesus berkata kepada mereka, “Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki.” Mendengar kata-kata Yesus itu, pengikut-pengikutnya mulai berkata satu sama lain, “Ia berkata begitu karena kita tidak membawa roti.” Yesus tahu apa yang mereka bicarakan. Lalau ia berkata, “Mengapa kalian persoalkan tentang tidak punya roti? Kalian kurang percaya! Masih belum mengertikah kalian? Apakah kalian tidak ingat akan lima roti yang aku belah-belah untuk lima ribu orang? Berapa bakul kelebihan roti yang kalian kumpulkan? Dan bagaimana pula dengan tujuh roti untuk empat ribu orang itu? (Matius 16: 5-10).

Sekarang bagaimana dengan ayat-ayat dalam Kitab Yesaya di atas? Sebuah analis kritis dari Yasir Anwar dalam bukunya Âlâm al-Masîh (2004) sangat menarik untuk disebutkan di sini.

Kedua, seputar penyaliban. Sebelum berbicara seputar penyaliban, ada bebera poin yang harus diungkap. Ayat tersebut berbicara tentang sifat fisik seseorang: tidak ada yang indah untuk dipandang, tak ada yang menarik untuk diinginkan, karena orangnya hina dan sengsara.

Sekarang mari kita terapkan sifat itu kepada Kristus! Ternyata, sifat-sifat tersebut tidak sesuai satupun untuk Kristus. Karena menurut umat Kristen, Yesus itu ganteng (tampan).

Tapi kebanyakan gambaran Yesus, kutip Yasir Anwar, bisa Anda lihat di film-film, batu lukis, dinding-dinding gereja dan kubah-kubahnya. Yesus juga bukan orang yang hina dan sengsara. Ia adalah orang mulia. Bukankah ia disebut sebagai “guru”, bahkan tuan dan tuhan? Lalu, jika disebutkan sifat hina dan sengsaraitu sifat siapa? Sifat nabi Yeremiakah? Bisa jadi. Atau kaisar Faris, Koruskan? Mungkin saja.

Coba terapkan kepada nabi Yeremia! “Aku diolok setiap orang, dihina dari pagi sampai petang” (Yeremia 20: 7). “Tuhan, aku dihina dan diejek setiap waktu, karena menyampaikan pesan-Mu” (Yeremia 20: 8).

Juga soal karakteristik kejiwaan. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu hukuman Allah baginya. “Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita…
Sifat-sifat inipun sesuai untuk nabi Yeremia. Ia berkata;…hatiku hancur dan aku gemetar Tuhan, dan tulang-tulang terasa gemetaran” (Yeremia 23: 9)

“Mengapa aku harus dilahirkan? Kalau hanya untuk menderita kesukaran. Dan supaya hidupku berlalu semata-mata dalam malu”(Yeremia 20: 18). Ini adalah ayat yang menyatakan karakteristik kejiwaan sosok yang ada dalam Kitab Yesaya di atas. Sesuaikah bagi Yesus? Kehidupan Yesus berlalu bukan untuk menanggung malu.

Yang terakhir reaksinya. Apa reaksinya? Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menanggungnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang dibawa ke pembantaian…

Apakah teks di atas berbicara dan menunjukkan tentang peristiwa penyaliban? Ternyata tidak, bahkan jauh. Karena teks tersebut berbicara tentang “kelemahan” dan ketidakberdayaan diri dalam menghadapi kejahatan.

Jadi tidak ada kaitannya dengan Yesus. Lalu bagaimana dengan nabi Yeremia? Ternyata lebih tepat teks tersebut untuk disandang olehnya. “Namun aku seperti domba yang tanpa curiga dibawa ke tempat pembantaian (penjagalan)…” (Yeremia 11: 19).

Sekali lagi kita bertanya lagi kepada umat Kristen: Apakah nabi Yeremia dibunuh, disembelih? Apakah dia disalib? sebagaimana ayat di Mazmur ini, “…kami terus terancam maut, dan diperlakukan seperti domba sembelihan” (Mazmur 44: 23); “ Orang-orang dungu dan bodoh sama-sama binasa…” (Mazmur 49: 11); “ Seperti domba mereka ditentukan untuk mati” (Mazmur 49: 15).

Penulis berasumsi dan sangat yakin, bahwa tidak ada seorangpun dari umat Kristen yang berani menyatakan bahwa Yesus “bodoh” dan “dungu”. Lagi-lagi, ayat-ayat alam Perjanjian Lama tersebut tidak bisa dipahami secara harfiyyah, karena hasilnya akan salah.

Sejatinya, ayat-ayat tersebut tentang “minim” siasat dan “lemah diri” dalam menghadapi kejahatan, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian terdahulu.

Kemudian kata “dibawa”, merupakan sifat dari “domba”. Domba tersebut “dibawa ke pembantaian (penjagalan)”. Padahal, umat Kristen meyakini bahwa Yesus tidak pernah dibawa “ke penjagalan”, berati itu sungguh-sungguh sebuah “paralogisme”.

Lalu sifat orang itu adalah, “Seperti domba yang diam di depan hukumannya, ia tidak membuka mulutnya”. Sifat ini juga tidak sesuai dengan Yesus. Ia lebih tepat dialamatkan kepada nabi Yeremia. “Mengenai diriku, memang ada dalam kuasa kalian. Lakukan apa saja menurut kemauan kalian” (Yeremia 26: 14).

Karena dalam Injil, sifat Yesus adalah mengeluh, marah, menangis, menyesal dan murka. “…apakah Aku ini penjahat, sampai kalian datang membawa pedang dan pentungan untuk menangkap Aku”? (Matius 26: 55).

Bahkan, menurut keyakinan Kristen –ayat ini telah kita batalkan pada tulisan pertama—ketika di tiang salib berseru, ““Eloi, Eloi lama sabakhtani?” yang berarti, “Ya Tuhan -Ku, ya Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Markus 15: 34).

Mari kita kembali kepada teks! ” Dalam kesesakan ia ditangkap. Dalam bangsanganya, siapa yang mengira bahwa ia ditebang dari tanah kehidupan dan dimusnahkan demi masyarakatku”. Teks ini tidak sesuai bagi Yesus. Ia lebih tepat untuk nabi Yeremia.

““Segera setelah Yeremia selesai mengumumkan pesan Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya, mereka (pemimpin kepala, para nabi dan seluruh rakyat) menangkapnya sambil berkata: “Kau harus mati!” (Yeremia 26: 8).

“Aku tidak tahu bahwa akulah yang menjadi sasaran rencana jahat mereka. Mereka berkata, “Mari kita tebang pohon ini sementara masih dapat menghasilkan buah; kita musnahkan dia supaya namanya dilupakan orang” (Yeremia 11: 19)

Ketika Yeremia sampai di Pintu Gerbang Benyamin, komandan tentara yang bertugas di situ menahannya dan mengangkapnya seraya berata, “Engkau mau lari ke pihak orang Kaldea! (Perwiran itu bernama Yeria anak Selemya cucu Hananya). Yeremia menjawab, “Tidak benar! Aku tidak bermaksud lari ke pihak musuh.” Namun Yeria tidak mau mendengarkan perkataan Yeremia, malah ia menangkapnya dan membawa Yeremia ke hadapan pemerintah. Pemerintah itu marah kepadanya, mereka memukulinya dan mengurungnya di rumah Yonatan, sekretaris negara yang sudah dijadikan penjara oleh mereka” (Yeremia 37: 13-15).

Dalam teks, ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Sesuaikah ayat ini bagi Yesus? Sekali lagi, tidak!

Teks ini pada hakikatnya tidak sesuai bagi Yeremia juga bagi Kristus, karena Kristus –menurut pengakuan mereka—diletakkan dalam kuburnya sendiri. Maka, di hadapan mereka tidak ada cara lain kecuali melakukan takwil (interpretasi) atas kata “kuburan” kepada “salib”.

Bersamaan dengan itu, Kristus tidak disalib bersama-sama dengan orang jahat, tidak pula dengan orang kaya, tetapi bersama dua orang pencuri; satu orang diantara mereka mengejeknya dan seorang lagi percaya kepadanya (menurut riwayat Injil Lukas). Lalu ia (penjahat yang percaya pada Yesus) berkata, “Yesus, ingatlah saya, kalau Engkau datang sebagai Raja!” Lalu Yesus berkata: “Percayalah, hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus (Lukas 23: 42-43)

Tidak ada orang kaya pada saat kematian Yesus. Jika mereka tidak memiliki jalan keluar dari penakwilan, maka kitapun akan menakwilkan teks tersebut kepada Yeremia.

Kata kubur dan mati digunakan dalam bentuk yang sebenarnya (denotasi) juga dalam bentuk metaforis. Jika digunakan dalam bentuk denotasi, maka teks tersebut dari awal hingga akhirnya tidak sesuai pada seorang manusiapun. Karena di akhir teks akan tampak jelas bahwa pemilik teks tersebut telah menikah, melahirkan dan memerangi.

Artinya, ia belum mati secara benar-benar, namun hanya dalam bentuk metaforis (majaz). Begitu juga kata kubur dipakai dalam bentuk majaz untuk menjelaskan rasa “putus asa”, “frustasi” dan ketidak beruntungan (sial).

Bisa jadi artinya adalah penjara atau sumur yang dalam (Arab; al-jubb) yang diletakkan di dalamnya Yeremia (sekali ia dimasukkan ke dalam penjara, kemudian ia juga dimasukkan ke dalam sumur sekali). Dan sudah dapat dimaklumi bahwa isi penjara adalah orang-orang jahat, pendosa, kriminal, orang kaya dan orang miskin.

Mereka lalu mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam sumur milik Malkia putra raja dengan menggunakan tali. Di dalam sumur itu tidak ada air, yang ada hanya lumpur, dan Yeremia dimasukkan ke dalam lumpur itu (Yeremia 38: 6)

Lalu raja memerintahkan Ebed-Melekh (seorang Ethiopia/Sudan), “Bawalah tiga orang dan keluarkanlah Yeremia dari sumur itu sebelum ia mati (Yeremia 38: 10).

Penulis kira, itulah interpretasi yang benar. Kalau Kitab Yesayal ini dipaksakan agar sesuai untuk Yesus Kristes, namanya “pemerkosaan” teks. Karena pasti hasilnya akan “melenceng”.

Dari analisa-analisa yang dipaparkan di atas, jelas sudah bahwa Kristus benar-benar tidak disalib. Ia tidak mati untuk ‘menanggung dosa seluruh bangsa’, apalagi seluruh umat manusia. []. (Cairo, 20 Desember 2005/hidayatullah.com)

*) Penulis adalah mahasiswa di Universitas Al-Azhar-Cairo, Mesir, Fakultas Ushuluddin-jurusan Tafsir. Penulis juga pemred Jurnal OASE, ICMI-Orsat Mesir dan salah seorang peminat kristologi. Tulisan ini dimuat di http://www.hidayatullah.com)/


Kebusukan Taurat Israel

April 5, 2009

Judul di atas sengaja disuguhkan untuk membuktikan bahwa “Taurat” yang sekarang adalah Taurat yang sudah dirombak oleh tangan2 Bani Israel. Namun demikian, di sini hanya disuguhkan 2 contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa “Taurat” sekarang sudah benar2 dirubah dan ditambah!

Sebelum masuk pada pembahasan ini, ada baiknya kita lihat dulu Kitab Kejadian berikut ini:

16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,

Dalam Kejadian 16, Ismail lahir ketika Abraham berumur 86 tahun. Sedangkan dalam Kejadian 21, Ishak lahir ketika Abraham berumur 100 tahun. Ini berarti selisih umur antara Ismail dan Ishak adalah 14 tahun.

Dalam Kejadian 25, Ismail dan Ishak secara bersama2 menguburkan bapaknya, Abraham.

Sekarang marilah kita lihat pembahasan berikut ini:

1. Peristiwa Terbentuknya Sumur Zam-Zam.

Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian 21:8-13, setelah menyapih Ishak, yang berarti Ismail berusia sekitar 16 tahun, Sarah cemburu dengan Ismail ketika melihat ia bermain bersama Ishak. Kemudian, ia meminta agar Abraham membuang Hagar dan Ismail. Abraham konon merasa tertekan dengan permintaan ini, tetapi Allah meyakinkan Abraham bahwa ia harus mengikuti permintaan Sarah. Kisah Alkitab kemudian dilanjutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:

“Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah dia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan peganglah erat-erat dengan tanganmu, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.” (Kejadian 21:14-19 – DRB 1582 & KJV 1611).

Dalam kutipan di atas, Hagar dengan berbagai cara harus memperlakukan Ismail dengan cara:

- meletakkan Ismail, roti dan sekirbat air di atas bahunya
- membuang Ismail ke bawah semak-semak (membaringkannya)
- mengangkat Ismail dari tempat ia terbaring dan memegang erat2 Ismail dengan tangannya.

Tindakan Hagar di atas, tidaklah pantas dilakukan untuk anak berusia 16 tahun. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap seorang balita yang belum disapih dan belum bisa berjalan. Padahal sebelumnya, Ismail sudah bisa bermain bersama dengan Ishak, yang berarti Ismail sudah besar dan sudah bisa berlari2.

Perhatikan juga nama tempat yang tertulis dalam Taurat adalah Bersyeba, padahal peristiwa tersebut terjadi di lembah Baka/Mekah. Tidak ada bukti sama sekali bahwa peristiwa tersebut terjadi di Bersyeba (Palestina dan sekitarnya), tetapi bukti2 itu justru dapat dilihat di Baka/Mekah, yaitu Bukit Shafa dan Marwah, dan Sumur Zam-Zam. Oleh karena Ismail, semenjak diungsikan hingga wafatnya adalah di kota Baka/Mekah.

Ketika itu, Ismail memang masih bayi yang baru beberapa hari dilahirkan. Untuk menghindari kecemburuan Sara, istri pertama Abraham, Allah memerintahkan Abraham untuk mengungsikan Ismail dan ibunya, Hagar, ke lembah Baka/Mekah. Sesampainya di lembah Baka/Mekah, Abraham diperintahkan oleh Allah untuk kembali ke Palestina (Kanaan) menemui Sara dan meninggalkan Ismail dan Hagar di lembah tersebut. Beberapa saat kemudian, Ismail menangis kehausan dan segala persediaan sudah habis. Hagar pun harus mondar mandir antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air dan tidak pula ia dapatkannya. Atas pertolongan Allah melalui malaikat Jibril, tiba2 muncullah mata air yang deras dari bawah kaki Ismail, dan Hagar pun berteriak kegirangan, “Zam Zam, Zam Zam!” Oleh karena itu, mukjizat Nabi Ismail ini sekarang dikenal sebagai Sumur Zam-Zam.

Indikasi peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di Baka/Mekah ini masih dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur berikut ini:

84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Jelas sekali bahwa kisah di atas merupakan salah satu bukti telah terjadinya perombakan di dalam Taurat. Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti bayi yang masih berumur 2 bulanan. Perombak Taurat tampaknya ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, oleh karena Ishak baru saja disapih yang berarti usianya sekitar 2 tahunan, sementara Ismail masih bayi (padahal usia Ismail sekitar 16 tahunan). Dengan demikian, perombak Taurat dapat mengarang kisah selanjutnya di bawah ini.

2. Kisah Penyembelihan dan Penyebutan Ishak sebagai Anak Tunggal.

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:1-13).

Dalam kisah di atas, terdapat 2 kejanggalan besar, yaitu:

1. Ishak disebut sebagai anak tunggal Abraham, padahal Ishak adalah adik Ismail.

2. Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukan seperti anak berusia 16 tahun ketika akan disembelih Abraham. Silahkan periksa kembali Kejadian 21 di atas. Di sana Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti anak yang baru berumur 2 bulanan. Dengan dasar ini, perombak Taurat ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, karena Ishak baru saja disapih sementara Ismail masih bayi. Karenanya, mereka dengan konyol menyebut Ishak sebagai anak tunggal Abraham. Padahal, bukti2 Alkitab sendiri sudah jelas, bahwa Ismail adalah kakak Ishak!

Kejanggalan2 di atas tampaknya diakibatkan oleh banyaknya tangan2 Bani Israel yang turut merombak, sehingga antara pasal yang satu dengan yang lain kelihatan tidak ada kesesuaian. Sangat mungkin, ketika mengumpulkan Taurat, mereka tidak meneliti sedemikian jauh sehingga kejanggalan itu tetap saja terlihat dengan jelas.

Umat Yahudi dan Kristen menganggap penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Abraham adalah karena Ishak merupakan anak dari istri yang sah, yaitu Sara. Padahal, dalam Kitab Kejadian 16:3 dikatakan bahwa Abraham mengambil Hagar sebagai istrinya. Ini berarti, Hagar juga adalah istri sah Abraham. Suatu alasan yang tidak masuk akal! Sesungguhnya, alasan tersebut sengaja dibuat oleh Bani Israel oleh karena mereka iri/dengki bahwa yang menjadi penerus agama samawi, sebagaimana masih dapat terlihat dengan jelas dalam “Taurat dan Injil”, adalah keturunan Ismail (Muhammad).

Dalam kisah versi Taurat di atas, peristiwa penyembelihan itu terjadi di Moria, padahal peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di Mina.

Sekarang, marilah kita lihat kisah penyembelihan Ismail menurut Al-Qur’an (QS. 37:102-112):

[102] Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
[103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
[104] Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
[105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
[108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
[109] (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.
[110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
[112] Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Lihat ayat 102, memang tidak tersebut nama Ismail, mungkin ini disebabkan oleh begitu populernya Ismail di Mekah pada saat itu. Sebut saja, adanya situs2 peninggalan Ismail berupa kuburan Ismail, Ka’bah, Hijir Ismail, Sumur Zam-Zam, dan Bukit Shafa dan Marwah, serta situs peninggalan Ibrahim, maqam Ibrahim. Tapi identifikasi Ismail ini tidak diragukan lagi, oleh karena pada ayat 112, Ishak baru dilahirkan. Jadi, anak tunggal pada waktu penyembelihan itu adalah ISMAIL, bukan Ishak sebagaimana tertulis dalam “Taurat” sekarang.

Perlu diketahui juga bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Perhatikan Firman Allah berikut ini (QS. 3:67-71):

[67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Kristen, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”
[68] Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
[69] Segolongan dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
[70] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
[71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

Lihat ayat 67, bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Bagi orang awam mungkin kelihatan aneh. Bagaimana mungkin Abraham disebut Yahudi ataupun Kristen sementara Yehuda dan Yesus belum lahir? Ayat di atas diturunkan sekaligus untuk memberi jawaban kepada golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) pada waktu itu yang mengklaim Abraham sebagai golongan mereka (hingga sekarang).

Lihat juga ayat 68, bahwa nabi yang paling dekat dengan Ibrahim adalah Nabi Muhammad. Karena hanya umat Muhammad-lah yang senantiasa memuliakan nabi Ibrahim (Sholawat Nabi dalam setiap sholat).

Wassalaam.


Proklamasi Kristen & Ketuhanan Yesus

April 4, 2009

Dalam kitab Yohanes, Yesus berkata:

Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (Yohanes 16:2)

Menyimak ayat Bibel di atas, bagi orang yang paham tentang sejarah awal umat Kristiani, ucapan Yesus tersebut justru ditujukan kepada Paulus (Saulus dari Tarsus) dan pengikutnya yang telah membunuh pengikut-pengikut setia Yesus. Umat Kristiani menyangka bahwa ia (Paulus) berbuat bakti bagi Allah, sehingga dia diangkat sebagai Bapak Gereja sedunia. Padahal dialah orang pertama yang menodai ajaran Yesus.

Yesuspun memberikan perumpamaan:

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” (Matius 13:24-30)

Siapakah penabur benih lalang sebagaimana disinyalir oleh Yesus yang tercantum dalam Matius 13:24-30 di atas? Tidak lain dia adalah Paulus, seorang pengkhianat yang menyusup seolah-olah menjadi murid Yesus. Kemudian mengadakan kudeta terhadap ajaran Yesus dan mendirikan agama yang dia beri nama Kristen pada tahun 40 Masehi1 di kota Antiokhia.

Simaklah informasi Bibel berikut ini:

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26)

Terlepas dari persoalan perspektif Islam maupun Yudeo-Kristen, dan mengingat Yesus (dalam Bibel) tidak pernah memberi nama kepada ajaran/agama yang dibawanya, maka agar lebih netral, kita sebut saja agama yang dibawa Yesus sebagai agama Nasrani.

Kemudian, marilah kita perbandinkan:

1. Agama yang dibawa Yesus bernama agama Nasrani. Nasrani dari kata Nazaret, yaitu nama sebuah desa tempat kelahiran Yesus

(Yohanes 7:31,41-42).
Ajaran agama Nasrani antara lain:
a. Yesus dikhitan pada umur 8 hari (Kejadian 17:14; Lukas 2:21).
b. Yesus meninggal dunia diberi kain kafan (Matius 27:59; Yohanes 19:40).
c. Yesus tidak minum khamar (Matius 5:17-20; Imamat 10:9).2
d. Yesus tidak makan babi (Matius 5:17-20; Imamat 11:1-47).
e. Yesus tidak makan darah (Matius 5:17-20; Imamat 17:12).
f. Yesus adalah utusan Allah (Matius 10:5-6; 15:24; Yohanes 11:42; 17:3).

Pengikut Yesus disebut kaum Khawariyun yaitu yang kemudian disebut kaum Unitarian dan habis dibantai oleh para pengikut Paulus dengan penjagalan yang disebut “Lembaga Inkuisisi”.

2. Agama yang dikembangkan oleh Paulus disebut agama Kristen, dilahirkan pada tahun 40 Masehi -sekitar 10 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus- di kota Antiokhia.
Diantara ajarannya adalah:
a. Khitan tidak perlu (Galatia 5:6; 1 Korintus 7:19).
b. Meninggal dunia berpakaian pengantin (tradisi turun-temurun dari Paulus hingga sekarang).
c. Khamar halal (1 Korintus 6:12).
d. Babi halal (1 Korintus 6:12).
e. Darah halal (1 Korintus 6:12).
f. Yesus adalah Tuhan (1 Korintus 8:6).

Pengikut Paulus disebut Kristiani. Dengan uraian tersebut di atas, hendaknya para pembaca dengan cermat bisa membedakan antara agama Nasrani yang dibawa oleh Yesus dan agama Kristen yang dibawa oleh Paulus, orang yang membunuhi pengikut-pengikut setia Yesus.

Maka jelas sekali, yang dimaksud oleh Yesus dalam Matius 13:24-30 di atas, tidak lain adalah Paulus.

Selanjutnya para pembaca juga harus cermat membedakan bahwa agama Nasrani yang dibawa Yesus disebut agama Samawi atau agama Langit, namun agama Kristen yang dibawa oleh Paulus, tidak bisa disebut agama Samawi atau agama Langit. Kristen adalah agama bumi karena hasil olahan Paulus yang ayahnya orang Romawi dan ibunya orang Yahudi.

Namun demikian, meski istilah Kristen muncul pada tahun 40 Masehi, Kristen baru menemukan identitasnya dan secara resmi menjadi sebuah agama -dimana Yesus sebagai salah satu oknum Tuhannya- pada tahun 367 Masehi3 ketika untuk pertama kalinya dilakukan kanonisasi Perjanjian Baru atas usul uskup Athanasius dari Aleksandria.

Keterangan:

1. Hj. Irene Handono, Islam Dihujat: Menjawab Buku The Islamic Invasion (Karya Robert Morey), 2003.
2. Penting dicatat bahwa berkenaan dengan pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20, maka Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dirangkai menjadi satu dalam bentuk Alkitab/Bibel. Namun, anehnya umat Kristen dipimpin Paulus Tarsus menolak melaksanakan hukum Taurat, padahal Yesus memerintahkan untuk melaksanakan hukum Taurat (baca Matius 5:17-20).
3. DR. Jerald F. Dirks, Salib di Bulan Sabit (The Cross and The Crescent), 2003.

Wassalaam

 


Kebohongan Paulus Tarsus!

March 28, 2009

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. 2:79) 

Paulus, seorang dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi dan Yunani atas bangsa Palestina, adalah PEMBOHONG nomor wahid dalam ajaran Yesus, yang telah menyesatkan sebagian umat manusia. Ajarannya, kemudian dikenal dengan sebutan “Kristen”. Ajaran Kristen dan Gereja, sama sekali bukan dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus! Seluruh surat2 Paulus yang berjumlah 14 kitab, yang tergabung dalam Perjanjian Baru, adalah BOHONG BESAR! 

Agama Kristen, kelahirannya dibidani oleh Paulus dalam GALATIA: 

2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, [b]supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. 

Paulus, sama sekali bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus! Bahkan, Paulus pun tidak pernah bertemu dengan Yesus! Paulus adalah seorang penyesat ajaran Yesus demi kepentingan penjajah Romawi dan Yunani yang menguasai Palestina. Ia bukanlah orang dimana Yesus mengemban misinya. Namun demikian, setelah terangkatnya Yesus ke langit, ia mengaku2 sudah bertobat dan mengaku2 sebagai rasul. Padahal, Yesus tidak pernah menyebut, menunjuk, mengenal, mengangkat, dan melihat manusia yang bernama Paulus dari Tarsus! Bahkan, ciri2nya pun Yesus tidak pernah menyebutkannya! Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang “Lukas” yang diberi nama “Kisah Para Rasul” (nama versi Alkitab Indonesia). 

Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Jika kita bahas seluruh ajaran Paulus ini, rasanya terlalu membuang2 waktu, karena akan memakan tulisan yang sangat melelahkan untuk dibaca. 

Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA: 

1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. 

1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 

1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 

1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 

1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 

1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 

1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 

1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 

1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 

1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 

1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. 

1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 

1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 

1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 

1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku. 

Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus: 

1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2! 

2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! 

3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan “dibantai” di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol! 

Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS: 

5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 

Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus. 

Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus: 

1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan.

1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 

Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel.

ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. 

MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” 

MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 

12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 

YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 

 

2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting. 

GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. 

Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini? 

Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21). 

KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” 

 

3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa.

GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini: 

YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. 

MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14). 

Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur! 

 

4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal.

1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7); dan lain-lain.

Cicak Medan


Siapakah Yesus ?

March 26, 2009

Siapakah orang Kristen itu? Apakah mereka yang sekedar pergi ke gereja atau mereka yang mengikuti ajaran Yesus Kristus? Secara sepintas memang keduanya nampak sama, namun dengan mempelajari Bible dansejarah berdirinya agama Kristen secara lebih seksama, keduanya akan nampak jelas perbedaanya.

Bukan hal yang aneh bahwa banyak orang Kristen yang belum pernah membaca Injil secara utuh, apalagi sejarah tentang berdirinya Kristen itu sendiri. Paling “paling kebanyakan mereka hanya akan pergi ke Gereja dan mendengarkan ceramah dari pemimpin lokal ataupun pendeta, tetapi tidak pernah menanyakan ataupun menyelidiki tentang kebenaran dari yang mereka kotbahkan. Bermacam-macam ajaran yang mereka terima hanya dipercaya apa adanya sebagai suatu hal yang benar,tanpa pernah menyelidiki atau mempelajari apakah hal itu memang berasal dari sumber Injil atau tidak.

Jika kita memulai Kriten sebagai suatu agama, kapan dimulainya serta siapa yang menemukan/ mengajarkan, maka kita akan menemukan beberapa fakta. Orang-orang pertama yang mempercayai serta menjadi pengikut Yesus adalah orang-orang Yahudi.. Yesus sendiri hidup sepenuhnya sebagai seorang Yahudi. Semua pengikut Yesus yang pertama dan selama 200 th mereka melakukan kebaktianya didalam Synegog. Bahkan Gereja pertama yang diketahui keberadanya baru dibangun pada tahun 232 AD, atau dua abad setelah Yesus wafat. Gereja tsb berada diDuraeuphrates 1# (The history of Christianity, a Lion handbook, page 76).

Sampai ahir wafatnya Yesus, Kristen sebagai suatu agama tidak pernah bebas dari agama Yahudi. Bahkan Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk mendirikan agama baru, tetapi dia datang untuk melengkapi profercy dari Kitab suci Yahudi (Perjanjian Lama)

” Jangan berfikir bahwa Aku datang untuk menhapuskan hukum yang ada, Aku datang bukan untuk menghancurkan, tetapi melengkapi” (Matius 5:17-18)

Doktrin-doktrin (ajaran-ajaran) yang menjadi dasar agama Kristen, seperti Trinitas, sama sekali tidak berasal dari Injil.  Ajaran tentang keimanan kristen yang dipakai sampai abad ke 2 adalah:

” Aku beriman kepada Tuhan yang Maha Agung” (Articles of the Apostolic Creed, Theodore Zahn, p. 33-37) Kemudian antara th 180 dan 210 AD kata Bapa ditambahkan didepan kata Yang Maha Agung. Penambahan kata Bapa ini ditentang oleh banyak Bishops. Bishop Victor dan Zephysius yang serentak menentang penambahan kata Bapa tsb dan mengatakan bahwa merupakan suatu Dosa untuk menampah atau mengurangi sesuatu dari kitab suci. Pada saat itu 

Rohul Kudus masih diimani sebagai Malaikat yang berderajat tinggi, dan bukan sebagai salah satu kesatuan dengan Tuhan. Arius sebagai seorang sesepuh yang dihormati, adalah merupakan salah seorang yang percaya bahwa kata Bapa adalah Tuhan, sedangkan kata Anak tidak mempunyai hak atau alamiah yang merupakan kualitas Keabadian, Kesucian dan Keagungan/Ketinggian. 

Dengan logika Arius sama saja mengatakan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Ada waktu dimana Yesus itu tidak ada, sehingga Yesus itu tidak abadi, dan karena Tuhan itu Abadi maka Yesus bukanlah Tuhan.. #4 (The History of Christianity, a Lion handbook, p. 164).

Arius juga menjelaskan alasanya berdasarkan kitab suci : Yesus mengatakan : 

“Bapaku lebih Besar dari pada aku “

“My Father is greater than I” #5 (John 14:28),

“Tidak ada seorang utusan yang lebih besar dari Yang Mengutusnya”

“No messenger is greater than the one who sent him” #6 (John 13:16)

Dengan demikian mempercayai bahwa Yesus itu sama dengan Tuhan merupakan penyangkalan terhadap kebenaran Injil itu sendiri.Pemakaian konsep Trinitas hanya dilakukan setelah terjadinya oposisi/ perlawanan dari para Bishop yang tidak setuju, serta terjadinya Pertemuan akbar Nicaea pada th 325 AD. Pertemuan Nicaea menghasilkan suatu piagam atau pernyataan dengan mengesampingkan pendapat dan pandangan dari Arius, piagam ini dikenal dengan Piagam Nicaea.

THE CREED OF NICAEA – Piagam Nicaea 

“We believe in one God the Father, Almighty, maker of all things visible and invisible; and in one Lord Jesus Christ, the Son of God, begotten of the Father, only begotten that is, from the substance of the Father; God from God, light from light, Very God from Very God”..” #7 (The History of Christianity, a Lion handbook, p. 177).

Council tsb juga membuat keputusan untuk membakar semua gospel/versi Injil yang mengandung pertentangan dengan piagam diatas. Dengan keputusan yang demikian memiliki kitab yang memuat ajaran yang berbeda dengan yang telah disetujui oleh council merupakan tindakan yang melanggar hukum. Hasilnya adalah sebuah kesadisan maximum yang pernah terjadi pada umat manusia, pada tahun tahun itu jutaan umat Kristen dibantai dengan biadab, keji dan tanpa rasa perikemanusiaan oleh orang-orang pendukung Piagam Nicaea.

Untuk mengetahui implikasi lebih jauh dari Piagam tersebut, orang pasti akan bertanya dengan pertanyaan sbb:

Jika Yesus diciptakan dengan Zat yang sama dengan Zat Tuhan, seperti yang disebut dalam piagam, maka Yesus pasti juga Tuhan; dan jika Ia adalah Tuhan, apakah Ia merupakan Tuhan yang berbeda? Jika ya, maka berati ada dua Tuhan, tetapi Piagam tsb juga menyebutkan , Kita hanya percaya satu Tuhan. “We believe in one God” . Jika Yesus adalah tuhan yang sama dengan Tuhan, maka Dia pasti Tuhan itu sendiri. Kalau hal ini benar, bagaimana mungkin dia diturunkan (begotten), bukankah Tuhan itu abadi?

Dua kemungkinan diatas, yang mana kedua-duanya tidak masuk akal (Irasional), sangat bertentangan dengan Bible/ Injil.Kemungkinan pertama, dimana Yesus adalah tuhan yang berbeda dengan Tuhan bertentangan dengan :

“The first of all the commandments is Hear, O Israel, the Lord our God is One.” #8 (Mark 12:29)

Kemungkinan kedua adalah bahwa Tuhan itu hanya satu dan datang ke dunia dalam bentuk manusia. Jika ini benar, dan karena Tuhan itu satu maka kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan dan Yesus itu Satu kesatuan bukan dua yang terpisah sendiri-sendiri, Namun hal ini tidak sesuai dengan banyak ayat Injil yang secara jelas menyebutkan bahwa Tuhan dan Yesus itu merupakan dua hal hidup yang berbeda.

Jika Tuhan turun ke Bumi sebagai manusia, orang tentu akan mengharapkan bahwa setelah mati dari kehidupanya di Bumi, dan ketika Dia pulang ke surga, Dia tentu akan menjadi satu bukan dua. Hal ini bertentangan dengan ayat di Injil:

“So then after the Lord had spoken unto them, he was received up into heaven, and sat on the right hand of God” #9 (Mark 16:19)

Ayat ini yang menyebutkan kejadian setelah Yesus diangkat ke surga, dengan jelas mengindikasikan bahwa Tuhan dan Yesus bukan satu yang sama, karena bagaimana mungkin Tuhan duduk di atas tangannya sendiri.

2- “”"”"and he often withdrew into the wilderness and prayed” #10 (Luke 5:16) 

“And when he had sent the multitudes away, he went up on a mountain by himself to pray” #11 (Mathew 14:23)

Dua ayat diatas merupakan ayat yang sangat penting. Bagaimana mungkin Yesus itu Tuhan jika dia menyembah Tuhan seperti orang biasa. Kepada siapa dia berdoa?Gereja bisa saja mengatakan bahwa Yesus hanya berdoa secara symbolis untuk mengajarkan bagaimana orang seharusnya berdoa. Namun argumen ini tidak bisa diterima karena kata “Wilderness” (tempat yang terpencil sunyi) dan kata “himself” (sendiri) menunjukkan waktu yang spesifik, bahwa Yesus melakukan berdoa sendirian. Dia tidak sedang melakukan pengajaran thd orang lain.

3- “and Jesus “”".for forty days in the wilderness was tempted by the devil” #12 (Luke 4:1) Di dalam Injil juga bisa dibaca:  ”God cannot be tempted by the devil” #13 (James 1:13)  Jika Tuhan tidak bisa kemasukan setan, dan Yesus kemasukan setan maka Yesus pasti bukan Tuhan.

4- Yesus sendiri menolak untuk disebut sebagai anak Tuhan pada beberapa kesempatan, Jesus himself refused to be called son of God on a number of occasions. Pada ayat yang tertulis dalam Injil dibawah ini, Yesus melarang orang yang memanggil dia sbg anak Tuhan, tetapi memilih dipanggil msbg seorang pembawa peringatan (Messiah). 

“And devils came out of many, crying out and saying, “You are the son of God!” And he, rebuking them, did not allow them to speak, for they knew that he was the Messiah” #14 (Luke 4:41). 

Penolakan Yesus untuk disebut sbg anak Tuhan dan memilih dipanggil sbg anak manusia biasa juga terjadi pada saat persidangan di Sanhedrian. Ketika dia ditanya bahwa dia mengklaim sbg anak Tuhan, dia menjawab:

“So you say. But I tell you this: from now you shall see the son of man seated at the right hand of God” #15 (Mathew 26:64)  (in some Bibles the words “the words are yours” instead of “so you say”)

Pada banyak sekali kesempatan, Yeus memperkenalkan diri sbg seorang Nabi: 

“A prophet is not without honour except in his home town and his own house” #16 (Mathew 13:57) (Mark 6:4) and (Luke 4:24) Seorang Nabi akan selalu dihormati, kecuali di Kota dan di Rumahnya sendiri.

Kita juga membaca: 

“I must journey today, tomorrow and the day following for it cannot be that a prophet should perish outside of Jerusalem” #17 (Luke 13:33)

“This is the prophet Jesus” #18 (Mathew 21:11) ( Ini adalah seorang Nabi, Yesus) 

Yesus juga mengatakan bahwa dia adalah utusan Tuhan: 

“Whoever welcomes me welcomes the one who sent me. Whoever welcomes God”s messenger because he is God”s messenger will share in his reward.” #19 (Mathew 10:40) 

“No messenger is greater than the one who sent him” #20 (John 13:16) 

Pada ayat ini Yesus dengan jelas membedakan antara dirinya dan Yang mengutusnya. Perbedaan ini lagi dijelaskan pd ayat berikut

“And this is eternal life, that they may know you, the only true God, and Jesus Christ whom you have sent.” #21 (John 17:3)

Ayat ini dengan jelas menyebutkan tentang dua hal yang berbeda., dengan demikian mengatakan Yesus dan Tuhan itu satu sama dengan mengatakan bahwa ayat di Injil ini cuma bualan yang tidak ada artinya sama-sekali.

7- Di bagian-bagian lain di Injil, Yesus di katakan sebagai hamba Tuhan: 

“Here is my servant whom I have chosen” #22 (Mathew 12:18) 

“To you first, God having raised up His servant Jesus, sent him to bless you” #23 (The Acts 3:26).

Dua ayat diatas yang merupakan pelengkap Isaiah 42:1-4, menyatakan bahwa YESUS ADALAH HAMBA TUHAN dan BUKAN Tuhan itu sendiri.

Gereja biasanya mengatakan bahwa perkataan Nabi & Hamba hanya merupakan kata simbolis yang tidak bisa di telan atau diartikan sperti apa adanya. Argumen ini tentunya tidak apa-apa dan bisa diterima, asalkan diberlakukan untuk hal-hal penting yang lain.namun demikian kita bertanya, kenapa jika pd saat Injil menyebut “anak Tuhan” Gereja selalu memaksakan bahwa kalimat tsb harus diterima apa adanya!

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang Nabi, seorang utusan Tuhan dan bahkan hambanya Tuhan, merupakan bukti kuat bahwa Yesus adalah manusia biasa, kecuali kalau Injilnya sendiri salah. Yesus tidak pernah berpikir bahwa dirinya itu sempurna, dia menyatakan sendiri hal ini, karena dia mengetahui bahwa yang sempurna itu hanya lah Tuhan

“Why do you call me good? No one is good but one, that is God.” #24 (Mark 10:18) (kenapa kamu katakan bahwa aku sempurna? 

Tidak ada seorangpun sempurna kecuali satu, yaitu Tuhan) Kalimat ini jelas sekali bukan diucapkan oleh orang yang merasa dirinya sbg Tuhan yang datang ke dunia sebagai manusia, bahkan dikalimat tsb Yesus dengan tegas membuat perbedaan antara dirinya dan Tuhan.

9- Didalam Injil TIDAK ADA satupun ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang turun ke dunia, bahwa dia sempurna atau bahwa dia harus disembah. Namun Yesus malah kebalikanya menyuruh orang untuk menyembah Tuhan yang ada di Surga.

“You shall worship the Lord your God, and him only you shall serve” #25 (Luke 4:8) (kamu semua seharusnya menyembah Yang Maha Kuasa, Tuhanmu, dan hanya kepada-Nya kamu harus mengabdi)

Apakah Yesus Tuhan yang datang ke dunia dan tidak menyadari dirinya sendiri? Yang jelas ajaran tentang ketuhanan Yesus tidak pernah diajarkan oleh Yesus itu sendiri dan tidak berasal dari Injil, tetapi diadopsi lama setelah Yesus meninggal dunia/wafat. Sebagai tambahan terhadap bukti dari perjanjian baru yang menetang ketuhanan Yesus di atas, dapat pula dikemukakan bahwa ketuhanan Yesus merupakan hal yang sangat bertolak belakang dengan ajaran Messiah/ juru selamat yang ada di perjanjian lama.Yesus adalah seorang yahudi yang hidup dan menyembah Tuhan sesuai dengan Hukumnya Musa. Yesus sendiri mengatakan:

“Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” #26 (Mathew 5:17-18) (Jangan berfikir bahwa aku datang untuk mengganti hukum yang ada, aku datang tidak untuk menghancurkan tetapi untuk melengkapi) Kata melengkapi ditujukan oleh Yeus terhadap Kitab sucinya orang Yahudi.kitab ini mengajarkan akan datangnya sang Messiah /Juru selamat, raja orang Yahudi. Kita tidak mendapatkan ajaran yang menyatakan akan datangnya Tuhan dalam bentuk manusia atau orang suci anak dari Tuhan. Semua ajaran menyatakan akan datangya Raja Yahudi bukan Tuhan.

The “God Incarnate” concept 

Konsep reinkarnasi Tuhan yang datang kedunia sebagai seorang manusia, mungkin diterima oleh sebagian besar orang Kristen karena merupakan bayangan Tuhan yang nyata, konsep ini jauh lebih mudah untuk dimengerti daripada konsep Tuhan yang abstrak yang tidak mungkin bisa di lihat. Berfikir dengan konsep Tuhan sebagai manusia paling tidak bisa membantu untuk mendapatkan sesuatu untuk bergantung. Konsep inkarnasi Tuhan ini bagaimana sempurnanya kelihatan di permukaan, pada kenyataanya tidak benar/konsisten secara  filosofi ketuhanan karena alasan-alsan sbb:

Konsep Inkarnasi Tuhan merupakan kesalahan, karena konsep ini mengarahkan pendekatan manusia kepada Tuhannya hanya secara fisik.. Tujuan penurunan ayat adalah untuk memberi inspirasi agar manusia bisa mendekatkan diri secara bathin kepada Tuhannya, dan bukan Tuhan datang sendiri kedunia secara fisik untuk meyakinkan manusia. Merupakan suatu ketidak adilan jika Tuhan harus datang sendiri hanya kepada seklompok manusia tertentu, sedangkan untuk  manusia-manusia yang lain Tuhan hanya mengutus utusanya. Kita selalu diajarkan bahwa Tuhan mencintai semua orang tanpa membeda-bedakan, tetapi kenapa Tuhan harus menurunkan seseorang sebagai anugerah bagi sekelompok orang sedangkan yang lainya tidak?

Rencana global pengiriman utusan-utusan Tuhan ke dunia sepanjang sejarah adalah untuk memberi peringatan kepada manusia. Oleh karena itu turunya Tuhan kedunia dan menjelma sebagai seorang manusia mrp bentuk pengakomodasian kesalahan-kesalahan manusia dengan mengadakan perubahan rencana yang mendasar disisi Tuhan. Bahkan dengan mengadopsi perbuatan hanya untuk meng akomodasi keperluan manusia, merupakan tindakan yang menyebabkan Tuhan itu menjadi mempunyai sifat yang lemah. Konsep Tuhan datang ke dunia dan mengalami penderitaan sendiri bertentangan dengan sifat Maha tinggi Tuhan itu sendiri.  Alasan bahwa Tuhan sangat cinta kpd manusia shg Dia yang harus memikul penderitaan manusia karena kesalahanya, merupakan lasan yang sukar deterima, karena cinta Tuhan kpd manusia tdk berarti bertambah dengan Menukar penderitaan manusia kpd diri Tuhan itu sendiri. Konsep ini merupakan konsep ortodock dan tdk perlu, karena Cinta Tuhan kpd manusia sudah diberikan dengan  sifatNya Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Konsep ini sama dengan seorang ayah yang karena cinta pd anaknya dan ingin memaafkan kesalahan anaknya mengatakan: anakku aku sangat mencintaimu, oleh karena kamu telah melakukan kesalahan terhadap diriku , maka aku akan memaafkan kamu dengan cara memukuli diriku sendiri”

Konsep Tuhan ber Inkarnasi, merupakan konsep yang bertentangan, karena orang yang diimajinasikan sebagai reinkarnasi tuhan yaitu Yesus, mempunyai dua sifat yang sangat bertolak belakang. Perbedaan ini antara dunia disini yaitu Bumi dengan Dunia sana”Surga” pertama dikemukakan oleh Plato. Ia menyatakan bahwa Dunia itu berubah, tdk sempurna dan terbatas, sedangkan Surga tidak. Konsep sama juga berlaku untuk perbandingan manusia dan Tuhan. . #27 (The Debate about Christ, Don Cuppit, p.25)

Pada konsep Yesus sebagai inkarnasi Tuhan, Yesus dianggap sebagai pemersatu dua kutub yang berbeda. Sebagai Tuhan dia adalah tidak terbatas, sempurna dan Maha kuasa, tetapi sebagai manusia dia adalah terbatas, tidak sempurna dan tidak Maha Kuasa. Karena Yesus itu satu orang, maka dia menyandang dua sifat berurutan yang bertentangan sebagai orang yang terbatas dan tak terbatas, tidak mampu mengatasi semua keinginan dan mampu mengatasi semua keinginan, tidak sempurna dan sempurna dst. Jika ajaran itu sendiri mengandung pertentangan didalamnya, maka konsep bahwa Tuhan Berinkarnasi menjadi Yesus, bukan cume sekedar salah, tetapi merupakan bentuk kebohongan yang besar.

Konsep Inkarnasi Tuhan menjadi Yesus sebagai juru selamat yang mengajarkan bahwa penebusan dosa hanya bisa dicapai jika mempercayai Yesus, juga merupakan konsep yang tidak adil, karena berarti orang yang hidup sebelum Yesus mirip orang-orang tidak beruntung yang tidak bisa ditebus dosanya.

7- Konsep Tuhan berinkarnasi menjadi Yeus bertentangan dengan ayat sebagai berikut:

“No man shall see me and live” #28 (Exodus 33:20) (Tdk seorangpun bisa melihatku dan hidup)

Jika Tuhan datang kedunia menjelma sebagai seorang manusia, terlihat oleh manusia, bisa diraba oleh manusia, maka ayat diatas harunya salah serta tidak ada mempunyai arti.

8- Konsep Yesus sebagai reinkarnasi Tuhan, juga mengundang pertanyaan serius tentang kemampuan Tuhan. Tuhan sebagai Yang Maha Sempurna, tidak pernah gagal dalam melakukan sesuatu. Dia hanya perlu mengatakan Jadi maka Jadilah. Dengan mengatakan Yesus adalah Tuhan yang datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari dosa dan menjadikan semua orang-orang yang berdosa menjadi orang yang beriman, kita dengan segera akan mendapatkan delima baru:

Tak seorangpun menyangkal tentang ajaran yang dibawa Yesus untuk semua manusia, impact serta pengaruhnya dalam kehidupan manusia, ataupun kitab sucinya yang dibawanya dari Tuhan. Namun demikian kenyataanya sampai sekarang di dunia masih banyak orang yang tidak percaya pada Yesus. Esensi dari Kebebasan tuhan adalah berbeda dengan esensi dari kebebasan manusia, seperti  yang ditulis Don Cupitt. #29 (The Debate about Christ, Don Cuppit, p. 19).

Tuhan disebut bebas/Kuasa esensinya bahwa Tuhan tidak pernah melakukan kegagalan dalam menjalankan keinginanya, Kemampuan-Nya tidak pernah sekalipun tertandingi, tergantung ataupun terbatasi. Jika Tuhan Berkata: Saya akan berinkarnasi dan menyelamatkan manusia, maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menyetopnya. Kegagalan dalam bentuk apapun ataupun betapa kecilnyapun merupakan bentuk tidak konsistent yang bertentangan dengan sifat kesempurnaan Tuhan. Lebih jauh Gereja mempunyai tiga lagi alasan untuk mendukung konsep “Yesus Anak Tuhan” yaitu:

1- Yesus diberkahi dengan Roh- Kudus atau Roh Suci. 

2- The virgin birth / Kelahiran dari Sang Prawan 

3- The nature of his miracles/ Sifat alam dari Mukjiyatnya 

Injil memang dengan jelas mnyatakan bahwa Yeus diberkahi dengan Roh Kudus. Namun demikian Injil juga ternyata menyebutkan bahwa bukan cuma Yesus yang diberkahi dengan Roh Kudus, ayat berikut menyatakan bahwa John (Yahya) juga diberkahi dengan Roh Kudus:

“He will also be filled with the Holy Spirit.” #30 (Luke 1:15) (Dia juga diberkahi dengan Roh Kudus)

Kita juga di ajari hal yang sama tentang Zakaria , ayah Yahya yang lurus. Dia juga diberkahi dengan Roh Kudus 

“filled with the Holy Spirit” #31 (Luke 1:67) 

Sekarang marilah kita lihat apa arti sebenarnya dari Roh Kudus. Pada waktu 200 th pertama setelah Yesus wafat, ketika Konsep trinitas belum dipakai / diadopsi oleh Gereja, Roh Kudus masih dimengerti sebagai Malaikat yang berkedudukan tinggi, bukan sebagai salah satu unsur dari Tuhan. Definisi ini didukung oleh beberapa ayat didalam Injil . Ayat-ayat tsb antara lain adalah :

“Now the birth of Jesus Christ was as follows: After his mother Mary was betrothed to Joseph, before they came together, she was found with child of the Holy Spirit” #32 (Mathew 1:18)

Sekarang perhatikan ayat ini: 

“Now in the sixth month the angel Gabriel was sent by God to a city of Galilee called Nazareth, to a virgin betrothed to a man called Joseph of the house of David. The virgin’s name was Mary.” #33 (Luke 1:26-27)

Dari dua ayat tsb kita mengetahui bahwa Roh Kudus dan Jibril merupakan dua hal yang sama.

Dengan demikian arti bahwa seseorang itu diberkahi dengan Roh Kudus sama dengan arti bahwa Tuhan menolong/mensuport orang tsb dengan Malaikat Jibril sebagai pelindungnya.

Yesus Diberkahi oleh /dengan Roh Kudus. 

The “Virgin Birth” 

Gereja memakai konsep Kelahiran dari gadis sebagai upaya kuat untuk mendukung konsep “Anak Tuhan”. Ajaranya adalah: Karena Yesus tidak mempunyai ayah manusia, ayahnya pasti Tuhan di Surga, dengan demikian dia adalah anak tuhan”. Argumen sederhana untuk melawan tsb adalah mengemukakan argumen tentang Adam. Menurut Genesis, Adam tidak punya ayah atau ibu, sehingga dia adalah juga anak Tuhan. Dan memang Adam menurut Injil adalah Anak Tuhan:

“Adam the son of God” #34 

(Adam Anak Tuhan) (Luke 3:38)

Dengan demikian karena kita keturunan Adam, apakah kita juga berhak disebut sebagai anak-anak Tuhan? Memang demikaian , kita semua adalah anak-anak Tuhan seperti disebut dalam Injil:

“Kita semua adalah anak-anak Tuhan” #35 (Romans 8:16) 

“Kamu semua adalah anak dari Tuhan yang Hidup.” #36 (Hosea 1:10) 

“Diberkahi bagi orang-orang yang membuat perdamaian dan mereka adalahg anak-anak Tuhan” #37 (Mathew 5:9)

“Mereka yang dituntun oleh Rohnya Tuhan adalah Anak-anak Tuhan” #38 (Romans 8:14) 

Apakah Gereja masih akan menyangkal ajaran Yesus bahwa kita adalah anak-anak Tuhan? Dan jika demikian maka Yesus pun mengatakan hal itu:

“I ascend to my father and your father, to my God and your God.” #39 (John 20:17) (Aku naik kepada Bapa-ku dan Bapa-mu, Tuhan-ku dan Tuhan-mu) (Yahya 20:17)

Penyaliban. 

Banyak riset telah dilakukan tentang penyalipan Yesus. Apakah yesus benar-benar di salib? Apakah Yesus mati di atas salib? Merupakan pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab. Orang-orang kristen tradisional yang hanya mengikuti kepercayaan, mempercayai bahwa Yesus disalib dan mati untuk mengambil dosa-dosa kita. Memang Injil memberikan bukti kuat bahwa Yesus disalib, namun Injil juga memberikan bukti kuat bahwa Yesus tidak mati disalib.

Kita membaca di Injil bahwa setelah Yesus ditangkap, atau mungkin sesaat sebelum ditangkap, Yesus memanjatkan Doa secara serius kepada Tuhan untuk menyelamatkan dia dari kematian:

“In the days of his earthly life, he offered up prayers, with loud cries and tears to God who was able to save him from death” #47 (Hebrews 5:7) (Pada hari-hari terahir kehidupanya di Bumi, Dia berdo kepada Tuhanya yang telah menyelamatkan dia dari kematian, sambil menagis keras dan mencucurkan air mata.)

Ayat ini merupakan ayat yang sangat penting yang menyatakan bahwa, begitu mendengar doanya Yesus, Tuhan lalu menyelamatkan dia dari kematian. Dengan kata lain Yesus tidak mati di atas salib. Gereja bisa saja mengatakan bahwa doa tsb di panjatkan Yesus kepada Tuhan semesta alam di dalam kuburan sebelum dia dibangkitkan. Namun hal ini bertentangan dengan kalimat  ”kehidupanya di bumi”. Kalimat ini menunjukan kehidupanya di muka bumi bukan mati di dalam kuburan.

Kesimpulan yang sama bisa ditarik dari kalimat terkenal di Psalms: 

“Tuhanku-Tuhanku, mengapa engkau melupakan aku? Sejak Aku engkau jadikan dengan dilahirkan dari rahim ibuku. Engkau selalu menjadi Tuhanku, Janganlah Engkau menjauhiku karena bahaya telah mendekatiku, karena tidak ada seorangpun yang akan menolong. Karena aku telah dikelilingi anjing-anjing, karena orang-orang yang jahat telah mengepungku, tetapi Engkau, o Tuhan janganlah engkau tinggalkan aku “” Engkau telah menjawab do’a ku(Psalms 22)

Kalimat Engkau telah menjawab do’aku menunjukan bahwa Tuhan telah menolong Yesus dari kematian. Ayat-ayat lain menyatakan bahwa Tuhan telah mengangkat Nyawa/Rohnya Yesus sebelum penyaliban dilaukan, shg yang disalib oleh  pasukan Roma tidak lebih cuma jasad yang tidak bernyawa (seperti dlm keadaan koma sebelum mati) Pandangan yang menunjukan Tuhan maha penyayang ini di dukung oleh ayat-ayat lain sbb:

“Tetapi Engkau, Tuhan kasihanilah aku, dan angkatlah aku keatas, shg aku bisa mebalasnya “. Musuh-musuhku tidak menguasai aku”(Psalms 41:10-11) kalimat angkatlah aku keatas shg musuhku tidak menguasai aku juga mendukung pernyataan bahwa Yesus diangkat keatas sebelum  musuhnya menguasai dirinya.Bukti lain yang menguatkan pandangan ini adalah ditemukanya sebuah Guci dari tanah merah pd th 1945 oleh seorang petani Mesir di desa “Nag Hammadi”, yang berisi 13 gulungan papyrus yang berisi tulisan apa yang sekarang terkenal dengan Injil Thomas. 

Arti penting dari Injil ini karena Injil ini bebas dari revisi dan sensor dari Orang-orang/Pemerintah Roma ortodox. Dalam  cuplikan berikut Yesus berbicara sbg orang pertama:

(Aku tidak menyerah kepada mereka seperti yang mereka rencanakan “.. dan tidak pula aku mati secara sungguh-sungguh tetapi cuma nampaknya saja, biarkan aku dipermalukan oleh mereka “.. karena kematianku yang mereka sangka , sesungguhnya mereka dalam kesalahan dan dalam kebutaan, karena mereka sering mengirim orangya kekematian “.. ini bukan kasus yang seperti itu) “ 

#50 (The Holy blood and the Holy Grail, Baigent, Leigh and Lincoln p. 403)

Kalimat “aku tidak mati sungguh-sungguh” membenarkan bahwa Roh/Nyawa Yesus diangkat sebelum Yesus disalib.

Disisi lain, Injil Barnabas, bukan seperti 4 Injil lainya yang terkenal (Mathius, markus, Lukas dan Yohanes), merupakan Injil yang ditulis oleh orang yang hidup semasa nabi Isa /Yesus masih hidup. Barnabas dinyatakan dalam Injil dengan kalimat:

“Barnabas was a good man, full of the Holy Spirit and faith.” #51 (The Acts 11:24) (Barnabas adalah orang yang baik, penuh dengan iman dan Roh Kudus)

Yang menarik disini, walaupun Injil barnabas ini menyokong pendapat bahwa Yesus tidak mati di atas Salib, namun mengungkapkan interprestasi lain. Menurut Injil ini terjadi penggantian dimana Yudas di dimripkan seperti Yesus olah Tuhan, sehingga dia yang di tahan dan kemudian di salib oleh Orang Roma. Di awal th 1907, terjemahan Injil Barnabas dlm bahasa Inggris di terbitkan oleh Oxford University Press, namun secara misterius semua cetakan terjemahan Injil ini menghilang dipasaran. Sekarang Injil Barnabas ini hanya tersisa dua buku yang satu tersimpan di British Museum dan yang satu di Perpustakaan Congress di Woshington.

Pentingnya perbedaan kata Rising/Kenaikan dan Resuraction/Kebangkitan: 

Kenaikan Yesus bisa terjadi sewaktu Yesus masih hidup, shg dia diselamatkan, sedangkan kebangkitan , kita menemukan, bahwa tidak mungkin terjadi sebelum Yesus wafat terlebuh dahulu. Dari sudut pandang semua ayat yang menyatakan tentang kenaikan 

Yesus dan diselamatkanya dari kematian, bukti ini lebih menguatkan bahwa kenaikan Yesus oleh Tuhan adalah dalam keadaan hidup dengan maksud untuk menyelamatkan dari kematian.

Paus ” sang Koruptor ajaran Kristen 

Konsep “kebangkitan Yesus” didalam Injil tdk dianggap sehingga kejadian yang unik, sehingga kejadian ini tidak bisa dijadikan bukti untuk menguatkan ketuhanan Yesus.

“And the graves were open; and many bodies of the Saints who had fallen asleep were raised, and coming out of the graves after his resurrection, they went into the holy city and appeared to many.” #52 (Mathew 27:52-53) (Dan kubur-kubur itu dibuka; dan mayat-mayat dari murid murid yang tertidur itu bangkit dan keluar dari kuburan setelah dibangkitkan, mereka lalu pergi ke kota dan terlihat oleh orang banyak)

Konsep dari kebangkitan sebenarnya diperkenalkan oleh Paus yang tidak pernah melihat Yesus waktu hidup. “Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel.” #53 (2 Timothy 2:8) (Ingat bahwa Yesus Kristus anak dari david dibangkitkan dari kematianya menurut Injil ku)

Paus lah yang juga mula-mula menyatakan bahwa Yesus itu anak Tuhan: 

“Immediately he (Paul) preached the Christ in the synagogues, that he is the son of God.” #54 (The Acts 9:20) (Kemudian  dengan segera dia (Paus) mengajarkan Kristus di synegog-synegog, bahwa dia adalah anak Tuhan) Agama kristen sekarang sebagian besar merupakan ajaran dari Paus bukan ajaran Yesus. Kebebasan yang dimiliki Paus dalam  mengubah ajaran Yesus sesungguhnya sangat mengkhawatirkan. Konsep tentang kebangkitan dan ketuhanan Yesus adalah salah satu  ajaran utama yang ajarkan oleh Paus . Sedangkan hal-hal penting lain yang dianggab Suci oleh orang yahudi sayangnya justru di hapuskan oleh Paus. Perhatikan hal berikut:

“God said to Abraham, “You must agree to keep the covenant with me, both you and your descendants in future generations. You and your descendants must agree to circumcise every male among you”"”" every male who is not circumcised will no longer be 

considered one of my people, because he has not kept the covenant with me.” #55 (Genesis 17:9-14) (Tuhan mengatakan kepada Ibrahim, Kamu harus setuju untuk menjaga perjanjian denganKu, kamu dan keturunan-keturunanmu generasi yang akan datang. Kamu dan keturunan-keturunanmu harus setuju untuk melakukan Sunat bagi setiap laki-laki diantaramu”"Setiap laki-laki yang tidak disunat tidak akan diakui sebagai pengikutku, karena dia sudah tidak menepati perjanjian denganku)

Pertama, Paus dengan mudah menyepelekan tentang sunat, yang dianggap ritual suci oleh orang Yahudi:

“Whether or not a man is circumcised means nothing” #56 (1 Corinthians 7:19) (Disunat atau tidak, lelaki itu sama saja (tidak mempunyai arti apa-apa)

Kemudian, Paus secara terbuka menentang praktik itu: 

“I, Paul, tell you that if you allow yourself to be circumcised, it means that Christ is of no use to you at all” #57 

(Galatians 5:2) (Saya, Paus, mengingatkan kamu jika kamu merelakan dirimu untuk disunat, itu berarti bahwa Kristus tidak berguna untukmu sama sekali)

Tidak mempunyai nilai sama sekali bahwa Yesus sendiri sebenarnya disunat. 

Mungkin Paus menganggap dirinya sebagai utusan atau orangnya Tuhan, namun beberapa dari kalimanya sendiri menentang bahwa dia seorang yang punya intregritas:

“I robbed other Churches, taking wages from them to minister to you.” #58 (2 Corinthians 11:8) (aku merampok gereja-gereja, mengambil upah dari mereka untuk menolong kamu)

“What I am saying now is not what the Lord would want me to say; in this manner of boasting I am really talking like a fool.” 

#59 (2 Corinthians 11:17) (yang aku katakan sekarang adalah bukan yang Tuhan kehendaki saya untuk mengatakanya, dengan sikap yang kuat ini saya sesungguhnya bicara seperti orang culun/bego/idiot)

“For you gladly tolerate anyone who comes to you and preaches a different Jesus.” #60 (2 Corinthians 11:4) (karena kamu dengan senang mentoleransi orang yang datang dan mengajarkan tentang Yesus yang berbeda/lain)

Sedihnya kalimat-kalimat itu sekarang menjadi landasan terbesar dari ajaran Kristen.Paus mengajarkan, bahwa untuk menjadi orang Kristen yang baik tidak perlu mengikuti hukum-hukum Musa, dan malah ini menjadi satu-satunya syarat agar dosa-dosanya bisa diampuni (iman penebus dosa) Jika itu masalahnya, kita mungkin bertanya, lalu apa gunanya Yesus menghabiskan hidupnya yang terbaik untuk mengajarkan apa  yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan untuk bisa memasuki kerajaan surga? Ide naiv yang mengatakan cukup  percaya pd Yesus dan otomatis akan mendapatkan tempat di surga adalah bertentangan dengan ajaran Yesus itu sendiri.

“Not everyone who calls me Lord will enter the kingdom of heaven, but only those who do what God in heaven wants them to do.” 

#61 (Mathew 7:21) (Tidak semua orang yang memanggilku tuhan akan memasuki surga, tetapi cuma mereka yang mengerjakan apa-apa yang Tuhan disurga mengharuskan mereka untuk mengerjakanya) Ini juga bertentangan dengan ajaran di Perjsanjian Lama dan Baru: 

Perjanjian Lama: 

“Also to you O Lord, belong mercy; for you render to each one according to his work.” #62 (Psalms 62:12) (Juga kepadaMu oh 

Tuhan, cinta kasih dimiliki, kepadamu pembalasan akan dilakukan pd seeorang sesuai dengan apa yang dikerjakan) 

“And will he not render to each man according to his deeds?” #63 (Proverbs 24:12) (apakah dia tidak akan memberi balasan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatanya?) “The righteousness of the righteous shall be upon himself, and the wickedness of the wicked shall be upon himself.” #64 (Ezekiel 18:20)

Perjanjian Baru: 

“Each of us shall give an account of himself to God.” #65 (Romans 14:12) (Setiap orang akan mempertanggung jwabkan dirinya sendiri kepada Tuhan)

“Each one will receive his own reward according to his own labour.” #66 (1 Corinthians 3:8) (Setiap orang akan menerima  ganjaran sesuai dengan perbuatanya sendiri)

Ayat-ayat ini mnyatakan bahwa iman saja tidak cukup , tetapi ganjaran juga sangat tergantung dari pekerjaan, amal, kejujuran serta perbuatan.

Yang paling mengejutkan, bahwa dua ayat terahir (dari Roman dan Corintian), adalah merupakan kalimat dari Paus sendiri. Ini menunjukan bahwa paus tidak cuma menentang ajaran Yesus tetapi juga ajaranya sendiri.

Paus menyatakan bahwa ajaranya merupakan ajaran yang diturunkan secara langsung dari Yesus melalui sebuah visi. Ini tentunya menimbulkan pertanyaan penting sbb:

Apakah ajaran serta ayat yang diajarkan oleh Yesus itu tidak lengkap, Apakah dia harus melengkapinya setelah mati lewat orang lain? Yesus hidup dan menjalani hidupnya sepanjang hayat dan mengikuti hukum Musa, bahkan dia selalu memelihara , dia datang bukan untuk mengubah hukum yang sudah ada)

“Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” #67 (The Bible, Mathew 5:17-18)

Dilain sisi, Paus membawa ajaran yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus dan bertentangan dengan hukum/ajaran Musa. Pertentangan ini membuat kita harus memilih satu diantara dua, karena tidak mungkin dua-duanya benar. Tentunya tanpa perlu  dikatakan bahwa ajaran Yesuslah yang benar , dan siapa saja yang sungguh-sungguh percaya akan Yesus tentu akan mengikuti ajaranya, bukan ajaran Paus yang nonsense. Karena perbedaan besar antara ajaran suci yang dibawa Yesus dengan inovasi korup yang dibawa Paus, maka ada benarnya jika  Paus disebut oleh Heinz Zehmt sebagai ” Sang Koruptor dari Injilnya Yesus” #68 (The Jesus Report, Johannes Lehman, p. 126),  sementara Werde menyebut Paus sebagai “Penemu kedua AJARAN Kristen” #69 (Ibid. p.127).

Tuduhan terhadap Paus yang dinyatakan Injil adalah sbb: 

“This man is trying to persuade people to worship God in a way that is against the law.” #70 (The Acts 18:13) (Orang ini  mencoba untuk membujuk orang-orang dalam menyembah Tuhan dengan cara yang bertentangan dengan Ajaran yang benar) Tuduhan serius ini tidak bisa di abaikan begitu saja, mengingat peryataan Yesus: 

“Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” (jangan berfikir aku datang untuk  menghancurkan hukum yang ada, aku datang bukan untuk merusak, tetapi untuk menyempurnakan) Yesus hidup sepanjang hayatnya sebagai seorang Yahudi, dia sering ceramah disynegog-synegog, dan pengajaran kristen pada  awalnya semua memakai synegog-synegog tsb. Tidak ada satupun bukti yang tertulis didalam Iinjil yang menunjukkan bahwa Yesus menganggab dirinya sebai penemu agama baru.

Pengajaran dasar setelah Yesus wafat masih mengikuti hukum/ajaran Yahudi. Kita mengetahui sbg contoh bahwa Simon Peter (Petrus) waktu berceramah setelah Yesus wafat masih mengatakan dirinya seorang Yahudi yang mengikuti agama Yahudi.

“I need not tell you that a Jew is forbidden by his religion to associate with one of another race.” #71 (The Acts 10:28)  (Saya tidak perlu mengatakan bahwa seorang Yahudi itu dilarang untuk bergaul dengan orang selain Yahudi). Selanjutnya setelah wafatnya Yesus, ketika agama Kristen baru ditemukan dan diselewengkan dari ajaran Yesus yang benar,Paus,  Barnabas dan pengikutnya diusir dari synegog-synegog karena mereka dituduh telah meracuni serta menyalahkan ajaran yang benar.

“But the Jews “”"” raised up persecution against Paul and Barnabas, and expelled them from their region.” #72 (The Acts 13:50) (Tetapi orang-orang Yahudi “. Menghukum Paus dan Barnabas, dan mengusir mereka dari daerahnya)

Perlu diingat bahwa waktu itu Barnabas masih melakukan perjalanan dan pengajaran dengan Paus, namun ahirnya mereka berpisah setelah Paus menyimpang dari Injil yang asli. Ajaran tentang Kebangkitan yang merupakan ajaran baru yang diajarkan Paus, kemudian ajaran ini ditentang disetiap synegog.

“And they took him (Paul) to the Areopagus saying: May we know what this new doctrine is of which you speak?” #73 (The Acts 17:19) (Dan mereka membawa Paus kepada Areopagus dan mengatakan, Bolehkah kita tau tentang doktrin baru yag kamu ajarkan itu?)

Tentang Trinitas. 

Tentang trinitas ini kita telah mengetahui bahwa tidak ada kata-kata tentang Trinitas di dalam Injil dan tidak pernah  diajarkan oleh Yesus. Dengan pengetahuan ini, maka kita menjadi sangat heran kenapa konsep ini justru menjadi dasar yang  sangat kuat di dalam ajaran Kristen sekarang ini. Jika menjadi seorang Kriasten berarti harus berpegang teguh thd ajaran Yesus, maka memegang teguh prinsip Trinitas yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tentunya bukan merupakan orang kristen yang sebenarnya.

Memang didalam Injil disebutkan tentang Bapa, Anak dan Roh Kudus seperti didalam Injil King James yang ditulis th 1611: ”For there are three that bear witness in heaven, the Father, the Word and the Holy Spirit and those three are one. And there are three that bear witness on earth; the Spirit the water and the blood, and these three agree as one.” #74 (First Epistle of John 5:7-8) (Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu. Dan mereka bertiga yang bersumpah di muka Bumi, Roh air dan Darah, dan ketiganya setuju bahwa mereka adalah satu) Namun demikian, kalimat: (Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah  satu” telah dihilangkan di Versi standard yang direvisi th 1952 dan 1971, serta di Injil-Injil lain seperti terbitan yang punya tambahan di dalam huruf yunani.

Ayat yang sama dalam Injil berbunyi: 

“And it is the spirit who bears witness, because the spirit is truth. For there are three that bear witness, the spirit and  the water and the blood, and the three are in agreement.” #75 (The American Standard Bible, First Epistle of John 5:7-8) 

Di Injil Lain ayat yang sama: 

“For there are three witness bearers, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement.” #76 (New World Translation of the Holy Scripture, First Epistle of John 5:7-8)

Lebih jauh, Konsep Trinitas menawarkan hal yang sangat tidak masuk akal ketika membicarakan Bapa sebagai sang pencipta, Anak sebagai Penebus dosa dan Roh sebagai sang Spirit as Sanctifier!Konsep tidak masuk akal ini yang membawa kita kpd kepercayaan bahwa Tuhan itu tiga dengan masing-masing fungsinya, tentunya sangat bertentangan dengan konsep bahwa Tuhan itu satu yang kekal tiada bandingya..

Konsep Trinitas dirumuskan oleh Athanasius (seorang yang keblinger dari Alexandria Mesir) #77 (The History of Christianity, a Lion Handbook, p.172-177). Rumusan ini kemudian diterima pd pertemuan Nicaea th 325 AD atau tiga abad setelah wafatnya Yesus. Sehingga tidak aneh jika Paganisme roma berpengaruh besar pd ajaran ini yaituTiga kesatuan Tuhan. (the Triune God). Hari Sabath yang jatuh jhari sabtu diganti hari Minggu, Kelahiran Anak-Tuhan yang bernama Mithra pd tgl 25 Desember dikenalkan sebagai hari lahirnya Yesus. Serta banyak ajaran tradisi yang kemudian di transfer menjadi ajaran Kristen, seperti penggunaan Lilin, incense and garlands. Tradisi-tradisi ini pada awalnya ditentang oleh Gereja karena merupakan simbol dari tradisi 

Jahiliah, namun sekarang hal ini menjadi hal yang lumrah. Tradisi jahiliah yang diadopsi sebagai ajaran Kristen dan dsangat bertentangan dengan Injil adalah pengambilan pohon yang dihiasi untuk perayaan Natal. Didalam Injil disebutkan:

“For the customs of the people are in vain; for one cutteth a tree from the forest “”"they decorate it with silver and Gold.” # 78 (Jeremiah 10:2-5)

Itulah beberapa konsep yang diadopsi ke agama Kristen dari tradisi jahiliah Roma, yang sama sekali tidak mempunyai dasar dari Injil.

Apakah Konsep Ketuhan Yesus merupakan penyelesaian Politik? 

Untuk menganalisa alasan kenapa Gereja mau mengadopsi kosep ketuhanan Yesus pd waktu itu yaitu sesudah wafatnya Yesus, sementara semua Kitab menyatakan dengan tegas bahwa Yeus adalah seorang Nabi seperti yang diterangkan diatas, dan bahkan Yesus sendiri tidak pernah mengklaim ketuhanan itu sendiri, orang akan berpikir :

Pada waktu itu Gereja mempunyai tugas ganda . yang pertama sebagai lembaga yang menyediakan bimbingan keagamaan dan sebagai tempat orang untuk melaksanakan peribadatan. Dan yang kedua, Gereja terlibat dalam pemerintahan dan pengaturan tnegara. Agama dan politik waktu itu merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Seseorang yang berani menentang Gereja akan dengan kejam dihukum.

Gereja sudah sangat menyadari tentang sejarah Israel, mengetahui bahwa banyak Nabi telah diturunkan dan berahir serta dilupakan orang. Gereja juga menyadari bahwa inti ajaran keimanan adalah figure dariYesus , maka untuk menjaga keberadaanya Gereja harus menjaga hubunganya dengan Yesus. Dengan demikian garansi agar Yesus tidak terlupakan shg Gereja tetap berkuasa, maka diciptakan konsep tentang Ketuhanan Yesus, karena sebagai seorang Nabi saja mungkin bisa dilupakan, tetapi sebagai tuhan tentu tidak pernak akan terlupakan. Sehingga jika Yesus diangkat sebagai figure tuhan, Gereja tentu tidak pernah akan kehilangan pengaruh dan authoritasnya.

Ketuhanan Yesus diadopsi bersamaan dengan konsep Trinitas yang merupakan bentuk rekonsiliasi dengan Penguasa Roma. Namun demikian jika ditanyakan bagaimana mungkin Tuhan itu satu tapi tiga atau sebaliknya, atau bagaimana mungkin Tuhan sebg Bapa dan sebagai anak pada waktu yang bersamaan, Gereja akan menjawab : “Percaya saja (beriman saja), itulah misterinya”. (”Just have faith!” and “That is the mystery of it!” Atau “Tutuplah matamu dan ikuti aku.”

Tidak perduli apakah itu masuk akal atau tidak selama kamu percaya apa yang mereka katakan. Tetapi tentu saja apapun  konsepnya, jika berisi tentang sesuatu yang misterius dan tidak rasional , pasti mengandung suatu kesalahan pada intinya, karena kebenaran tidak pernah tidak masuk akal.

Secara sejarah, konsep Trinitas merupakan bentuk penyelewengan kitab suci, tidak bisa dipertanggungjawabkan secara filosofi, dan juga secara matematik merupakan konsep yang tidak bisa dimengerti dan salah. Ajaran lain yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus adalah ajaran tentang Dosa Asal. Menurut konsep ini kita semua harus memikul dosa yang dilakukan Adam . Dengan demikian kita semua terlahir dengan dosa bawaan yang harus kita tanggung. Ajaran ini yang mengklaim bahwa bayi yang baru lahir juga telah membawa dosa, bertentangan dengan ayat-ayat dlm injil tersebut diatas, yang menyatakan dengan tegas bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan sendiri dan perbuatanya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang akan menaggung dosa orang lain. Lebih parah lagi ajaran ini bertentangan dengan kalimat Yesus yang tertuang pd ayat berikut:

“Let the children come to me, and do not forbid them; for of such is the kingdom of heaven.” #94 (Mathew 19:14)

Karena di surga tidak ada dosa , dengan demikian anak-anak merupakan kerajaan surga, maka kita mengetahui bahwa anak-anak itu bebas dari segala macam dosa. Ajaran tsb tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tetapi merupakan tambahan ajaran yang dilakukan setelah Yesus wafat, dengan demikian hal ini menyebabkan suatu delima thd orang kristen yang mencoba melakukan reconsiliasi thd penerimaanya thd  Perjanjian lama dan penolakanya thd Judaism (Ajaran agama Yahudi). Hal ini menjadi lebih terbukti jika kita mengikuti  pertanyaan sbb:

Bagaimana mungkin Tuhan yang Tunggal spt disebut di Perjanjian lama tiba-tiba pd konsep Trinitas menjadi tiga tetapi satu? Apakah Tuhan memang tiga tetapi satu sperti konsep itu ?, jika demikian kenapa pengetahuan semacam ini tidak pernah diajarkan kpd orang-orang Israel (Yahudi)? Bukankah didalam Perjanjian-lama diceritakan tentang Para Nabi dengan semua Kitab Sucinya yang berasal dari tuhan? Kenapa semua Nabi tsb selalu mengajarkan bahwa Tuhan itu Satu (Tunggal)? Apakah konsep Trinitas (Tiga tetapi satu) itu merupakan ajaran rahasia yang kemudian dengan tiba-tiba dimunculkan kepermukaan?.Barangkali karena pertanyaan-pertanyaan ini tidak pernah terjawab secara memuaskan, maka kita jangan heran jika mendapatkan Gereja-Gereja (di  barat) sekarang ini selalu dalam keadaan kosong . Jangan heran jika gereja juga dituduh mempunyai kepercayaan ganda (Double  think) yang oleh George Orwell kepercayaan ganda ini diterjemahkan sebagai::

(Kepercayaan ganda (double think) adalah kekuatan untuk meyakini dua macam kepercayaan yang bertentangan sekaligus, dan menerima kedua-duanya). #95 ( “1984″, George Orwell, page 220)

Akar masalah dari kepercayaan ganda ini adalah mempercayai konsep Trinitas (Tiga tetapi satu) dan KeEsaan Tuhan secara bersamaan. Kasus lain yang merupakan bukti dari kepercayaan ganda terlihat pd Artikel ke VII dari 39 artikal Church of England yang menyatakan : “Perjanjian Lama tidak bertentangan dengan Perjanjian Baru” . Namun demikian seperti yang telah diterangkan diatas, banyak konsep yang tertulis pd surat-surat Paus bertentangan dengan Perjanjian Lama. yang harus ditekankan disini tetapi adalah fakta bahwa ajaran-ajaran Yesus itu tidak ada yang bertentangan dengan apa yang ada di perjanjian Lama. Bahkan Yesus sendiri menyatakan:”Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” #96 (The Bible, Mathew 5:17-18)

Berdasarkan fakta diatas, maka bukan hal yang aneh jika banyak ilmuwan (scholars ) terkemuka yang secara terang-terangan menentang konsep ganda seperti Trinitas. Kelompok ilmiwan kristen yang lebeih dikenal sebagai Kelompok “Unitarians” hanya mempercayai konsep Ke Esaan Tuhan, dan menentang penggunaan kata “Anak”. Kelompok ilmuwan ini antara lain adalah Iranaeus, Diodorus, Lucian and Arius.

Iranaeus (130-200 A. D.), yang dihukum mati pd th 200 A. D., secara sengit menentang Paus yang menyuntikan filosofi Pagan (jahiliah) dan Platonic kedalam ajaran Kristen .

Lucian yang karena kepercayaanya juga dengan sadis dihukum mati pd th 312 A. D. menentang tendensi pengartian Kitab Suci dengan memakai simbol-simbol dan mitos-mitos. Dia hanya percaya bahwa Yesus adalah lebih rendah dari Tuhan.

Arius (250-336), murid besar Lucian, merupakan pengeritik besar dari Gereja Pauline.Ajaran “Unitarian” kristen ini terus berkembang dan dilanjutkan ilmuwan-ilmuwan beasr ternama . Dalam Catatan sejarahnya, Sir  Isaac Newton (1642-1727) memberikan pernyataan thd konsep trinitas sbb:

“Let them make good sense of it who are able. For my part I can make none.” #97 (Biarkan mereka menerima ajaran itu bagi yang bisa, untuk ku aku tidak bisa melakukan itu) (Anti-Trinitarian Biographies III, A. Wallace, page 428)

Joseph Priestly (1733-1804), sang penemu oxyangen, juga menentang Trinitas dan menyatakan bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa.. Para ilmuwan lain yang mengikuti jejak ini termasuk Milton (1608-1674), William Channing (1780-1842) , serta John  Locke (1632-1704).

Gereja bukanlah konsep yang didirikan oleh Yesus. Beliau tidak pernah sekalipun membangun konsep hirarcy tentang Pastur atau Pendeta, yang bertindak sebagai mediator antara manusia dan Tuhan. Tetapi Gereja sekarang mengajarkan kpd pengikutnya bahwa penebusan dosanya akan diterima jika mereka melakukan apa yang Gereja katakan saperti itu . Dari mana Gereja mendapatkan Autoritas ini? Penolakan tentang berlakunya otoritas Gereja itu sekarang ini terjadi dengan sekala yang luar biasa besarnya melebihi penolakan thd Gereja yang pernah terjadi sebelumnya. Titik tolaknya terjadi th 1755 dimana saat itu terjadi gempa bumi di Lisbon yang menewaskan ratusan orang kristen yang sedang mengikuti misa di Gereja, bersamaan dengan lahirnya zaman baru yang disebut “The Age of Reason”. Kejadian ini telah menjadikan konsep “Penebusan dosa atau penyelamatan (salvation)  mengalami penyerangan tidak percaya yang begitu dahsyat #98 (The Case against God, Gerald Priestly, page 16)

 

Apakah Konsep Ketuhan Yesus merupakan penyelesaian Politik? 

George Harrison dari Beatles memberikan ringkasan tentang penolakan itu dg kalimat yg sangat manis ”When you”re young you get taken to Church by your parents and you get pushed into religion at school. They”re trying to put something into your mind. Obviously because nobody goes to Church and nobody believes in God. Why? Because they haven”t  interpreted the Bible as it was intended. You”re taught just to have faith, you don”t have to worry about it, just believe  what we are telling you.” #99 (Christianity on Trial, Colin Chapman, page 37). (Ketika kamu masih kecil, kamu dibawa ke Gereja oleh orang tuamu, dan dipaksa melakukan kegiatan agama disekolah. Mereka berusaha mencekoki sesuatu kedalam otakmu. Tentu saja karena tdk ada seorangpun yg mau pergi ke Gereja dan mau mempercayai Tuhan. Kenapa? Karena mereka tdk mengitrepestasikan Injil sebagaiman seharusnya. Kamu hanya diajari hanya untuk beriman, Kamu tdk perlu khawatir tentang hal itu, Percaya saja apa yg kita katakan kepadamu).

Dg kalimat ini George Harrison sungguh telah membuka fenomena yg sangat serius. Banyak orang yg sekarang meninggalkan gereja serta agamanya, lebih dikarenakan adanya kesalahan sengaja didalam penterjemahan seperti yg digambarkan George Harrison daripada penyangkalan adanya Tuhan. Pengkultusan Yesus, konsep yg diadopsi gereja yg tdk pernah diajarkan oleh Yesus, juga menjadi penyebab utama kenapa orang Yahudi menolak percaya Yesus sbg seorang Mesiah (Juru selamat) yg telah dibicarakan pd kitab-kitab sucinya yg lalu. Pada Kitab perjanjian lama sang Juru selamat dan sang Raja Yahudi adalah seorang Nabi yg dikirim kepada orang Israel. Dia adalah seorang nabi berurutan dg Nabi-nabi sebelumnya. Ajaran asli yg belum terkorupsi memang  merefleksinya kenyataan ini. Hal ini tdk berbeda dg ajaran Ibrahim, Musa dan David (”.). Tetapi sayangnya ajaran terkorupsi yg diajarkan Gereja sekarang, yg lebih banyak merupakan ajaran Paus daripada Yesus, telah menjadikan orang Kristen terisolasi dari ajaran theology Yahudi. Trinitas, Inkarnasi(Penitisan) Tuhan kpd manusia, Kebangkitan dan penebusan dosa, serta doktrin-doktrin korup lainya, telah menjauhkan ajaran kristen dari aliran ajaran utama Kitab-kitab suci Yahudi.

Seorang filosouf ternama yang ateis Sir Ayer mengatakan : 

“Christianity is based on the notion of vicarious atonement which shocks me not only intellectually but morally. If I have a child I don”t punish his brother for what he did, and that is exactly what Christianity is based upon.”

Sir Ayer proceeds to show distaste for God’s massacre of the Jews throughout the Old Testament then he adds:

“Here you have your deity who did all this, and then he said suddenly, “People are behaving badly, I am going to transform myself into a human being and suffer vicariously. Sins have to be atoned for by a “sacrificial lamb”. So Christ is supposed to atone for the sins that other people committed. The whole thing is not only intellectually contemptible but thoroughly outrageous.” #100 (The Case against God, Gerald Priestland, page 18).

Karena lemahnya argumen dari doktrin-doktrin Kristen tsb, maka tdk aneh jika ajaran Kristen selalu berubah-ubah dalam  menghadapi tantangan baru.

T. S. Elliot merangkumkan ini dengan kalimat yang sangat indah : 

“Christianity is always adapting itself into something which can be believed.” #101 (The Myth of God Incarnate, edited by  John Hick, page IX). (Agama kristen selalu beradaptasi mengubah dirinya sendiri thd sesuatu yang bisa dipercaya) Sebagai kesimpulan, kiranya cukup jelas bahwa Yesus yang sesungguhnya seperti diterangkan oleh Injil, juga yang disebut sbg Yesus yang sesuai dengan sejarah, adalah hal yang sangat berbeda dengan ajaran salah yang diajarkan oleh Gereja. Tdk pernah diterangkan didalam Injil bahwa Yesus adalah bentuk inkarnasi Tuhan di dunia. Tidak pernah juga disebutkan didalam Injil bahwa Yesus mengklaim bahwa hanya lewat Dia satu-satunya jalan kebenaran. Tdk pernah juga ada bukti disebutkan dalam Injil tentang ajaran penebusan dosa , seperti juga bukti tentang ajaran yesus / kepercayaan tentang ketuhananya sendiri.

Ahirnya, sebagai penutup kita lihat kalimat Yesus yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak menyembah Tuhan, namun justru memberhalakan serta menyembah dirinya

“Tidak ada seorangpun yang memanggilku sbg tuhan akan masuk kedalam kerajaan Surga, kecuali mereka-mereka yang mengerjakan apa yang Tuhan kehendaki untuk mengerjakanya. Ketika hari Kiamat datang, banyak orang akan memanggilku, tuhan,tuhan! Dengan namamu kita berbicara Kalimat Tuhan. Kemudian aku (Yesus) akan berkata kepada mereka: Aku tidak pernah mengenalmu, pergi dari hadapanku hai orang sesat!” (mathius &:21-23).

Sumber

Swaramuslim.net


Silsilah Yesus

March 26, 2009

Perhatikan sekarang bagaimana orang Kristen mengurutkan silsilah Yesus yang ada di Perjanjian Lama ke dalam Perjanjian Baru. Yesus adalah seorang laki-laki yang tidak mempunyai garis keturunan, maka seseorang membuatkan baginya. Silsilah yang seperti apa? Enam orang pezina dan keturunannya adalah kakek moyangnya(Menurut Alkitab)

http://islambisa.wordpress.com/2009/03/22/pornografi/

Laki-laki dan perempuan yang pantas menerima hukuman dilempar batu hingga mati menurut hukum Tuhan seperti yang diwahyukan pada Musa, dan diasingkan serta dijauhkan dari rumah Tuhan dari generasi ke generasi (”Anak Haram tidak boleh masuk jamaah Tuhan bahkan sampai keturunannya yang kesepuluh (Ulangan 23:2))

Leluhur yang Hina Mengapa Tuhan memberikan ‘ayah (Yusuf)’ bagi ‘anak-Nya (Yesus)’. Dan mengapa harus leluhur yang begitu hina? “Di sinilah sifat Maha Kasih-Nya”, kata orang kafir itu. “Tuhan sangat kasih pada orang-orang yang berdosa sehingga Dia tidak keberatan memberikan leluhur seperti itu pada ‘anak-Nya’…”

Hanya Dua yang Membuat Dari empat penulis Kitab Injil, Tuhan hanya “memberi inspirasi” pada dua orang diantaranya untuk mencatat sisilah ‘anak-Nya’ . Agar mudah bagi Anda untuk mengetahui mana ayah dan kakek dari Yesus dalam dua daftar yang diberikan penulis Injil, saya hanya menuliskan nama-namanya saja dan menyisihkan yang tidak terlalu berhubungan langsung. Antara Daud dan Yesus, Tuhan ‘memberi inspi-rasi’ pada Matius untuk mencatat 26 moyang bagi ‘anaknya’. Tetapi pada Lukas ada 41 moyang bagi Yesus. Nama yang sama dari dua daftar tersebut hanyalah Yusuf yang dianggap ayah menurut Lukas 3:23. Nama ini sangat menyolok. Ia adalah Yusuf sang tukang kayu. Anda juga dengan mudah bisa melihat bahwa kedua daftar itu secara kasar tidak sama. Bisakah daftar seperti itu berasal dari sumber yang sama, misalnya Tuhan?

Memenuhi Ramalan? Matius dan Lukas terlalu bersemangat untuk menjadikan Raja Daud sebagai nenek moyang pertama Yesus karena dugaan yang salah bahwa Tuhan akan mendudukkan seorang keturunan Daud sendiri di atas tahtanya (Kisah Para Rasul 2: 30). Injil mengingkari ramalan ini, karena mereka mengatakan bahwa bukannya Yesus yang duduk di tahta Daud, tetapi Pontius Pilatus, gubernur Romawi, seorang penyembah berhala yang menghukum mati Yesus. “Tidak masalah” kata para penginjil. “Jika tidak pada kedatangan pertama, lalu pada kedatangannya yang kedua dia akan memenuhi ramalan ini”.

Matius 1: 6 mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud melalui Sulaiman, tetapi Lukas 3: 31 mengatakan bah-wa Yesus adalah anak Daud melalui Natan. Seseorang tidak perlu jadi ahli kebidanan untuk mengetahui bahwa tidak akan mungkin Daud bisa memberi keturunan pada ibu Yesus melalui Sulaiman dan Natan pada waktu yang bersamaan! Kita tahu bahwa kedua penulis Injil ini adalah pembohong yang mengacau karena Yesus dikandung ibunya secara ajaib tanpa adanya campur tangan laki-laki. Bahkan jika kita mengakui bahwa secara fisik Daud adalah leluhur Yesus, kedua penulis Injil ini tetap harus membuktikan alasannya benar.

SILSILAH DARI DAUD SAMPAI YESUS

Menurut Matius 1:6-16

DAUD
01. Sulaiman 02. Rehabean 03. Abia 04. Asa 05. Yosafat 06. Yoram 07. Uzia 08. Yotam 09. Ahas 10. Hizkia 11. Manasye 12. Amon 13. Yosia 14. Yekhonya 15. Sealtiel 16. Zerubabel 17. Abihud 18. Elyakim 19. Azor 20. Zadok 21. Akhim 22. Eliud 23. Eleazar 24. Matan 25. Yakub 26. YESUS

Menurut Lukas 3:23-31

DAUD
01. Natan 02. Matata 03. Mina 04. Melea 05. Elaykim 06. Yonam 07. Yusuf 08. Yehuda 09. Simeon 10. Lewi 11. Matat 12. Yorim 13. Eliezer 14. Yesua 15. Er 16. Elmadam 17. Kosam 18. Adi 19. Malkhi 20. Neri 21. Sealtiel 22. Zerubabel 23. Resa 24. Yohanan 25. Yoda 26. Yosekh 27. Simei 28. Matica 29. Maat 30. Nagai 31. Hesli 32. Nahum 33. Amos 34. Matica 35. Yusuf 36. Yanai 37. Malkhi 38. Lewi 39. Matat 40. Eli 41. Yusuf 42. YESUS

Sumber
Sarip


Kisah Penyaliban Al Masih AS (1)

March 26, 2009

Benarkah Isa Al Masih alaihissalam disalib dan meninggal pada kayu salib? Pertanyaan tersebut menarik untuk didiskusikan karena persoalan penyaliban akan membawa implikasi panjang pada aqidah umat. Sebab seperti kita ketahui, doktrin agama Kristen menegaskan bahwa Isa Al Masih yang oleh kalangan agama Kristen disebut dengan Yesus, meninggal di kayu salib.

Yang dimaksud dengan implikasi panjang adalah, karena konsep penyaliban tersebut menjadi tonggak aqidah umat Krsiten tentang kenaikkan dan kebangkitan Yesus, yang pada akhirnya mengarah pada pengakuan akan ketuhana Yesus.

Nah Isa Al Masih, menurut fakta sejarah, memang mendapat hukuman salib. Hukuman itu diterimanya karena beliau dianggap menghujat Allah dengan mengatakan bahwa dirinya adalah anak Allah. (Matius 26:63-65)

Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.

Tetapi ketika diajukan ke wali negeri, Isa Al Masih dituduh makar, sehingga Pilatus bertanya Engkau raja orang Yahudi? (Matius 27:11-20

Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.” Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.

Marilah kita telaah sejarah itu secara obyektif dan komprehensif. Dalam Injil dijelaskan sebagai berikut : (Yohanes 19:14) “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas….”.

Istilah Paskah sendiri berasal dari bahasa Ibrani, dari kata “pesah” yang artinya : “melewati”. Upacara ini seperti dijelaskan dalam Perjanjian Lama sebenarnya dilaksanakan sebagai peringatan pembebasan bangsa Israel dari bangsa Mesir (Keluaran 12:23-28) :
Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu. Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

Sedang dalam Perjanjian Baru, Yesuslah yang disebut-sebut sebagai “anak domba Paskah” (I Korintus 5:7) :
“Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

Dengan demikian menurut keyakinan Kristen sendiri Isa Al Masih harus disalib untuk menebus dosa umatnya sebagai akibat dari dosa yang diwariskan oleh Adam dan Hawa. Dengan penyaliban tersebut, maka manusia terbebas dari siksaan akibat dosa warisan tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya gereja menyatakan bahwa Paskah adalah hari Kebangkitan Yesus.

Dalam persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas, Pilatus selaku gubernur Romawi, memutuskan untuk menyerahkan Isa Al Masih kepada orang-orang Yahudi, agar disalib dibukit Golgota (Bukit Tengkorak). Maka Isa Al Masih dipaksa memanggul salib ke Bukit Golgota.

Setelah sampai di Bukit Golgota (Matius 27:46) “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Hari itu adalah hari persiapan Paskah dan besoknya adalah hari Sabat (Sabtu). Bagi umat Yahudi, hari Sabat adalah hari ketujuh, hari yang suci[/i dan Tuhan berhenti bekerja pada hari tersebut, sehingga orang Yahudi dilarang bekerja apapun [i]termasuk penyaliban (Keluaran 20:8-11), dan orang yang bekerja pada hari itu harus dihukum (Keluaran 31:12-14)

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

Pada saat itu, waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban, sebelum memasuki hari Sabat, tinggal 2.5 – 3 jam (ingat, bahwa pergantian waktu menurut tradisi Yahudi adalah terbenamnya Matahari, jadi bukan pada jam 00:00)

Terdesak oleh waktu, dan untuk mempercepat proses kematian orang-orang yang disalib tersebut orang-orang Yahudi ingin segera memastikan kematian dengan cara mematahkan kaki, yaitu meremukkkan kaki dengan batas bagian tempurung kaki kebawah.
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib–sebab Sabat itu adalah hari yang besar–maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. (Yohanes 19:31)

Daftar Pustaka
1. Injil, Lembaga Alkitab Indonesia 2002
2. Bibel, Al-Quran dan Sains Modern, Maurice Bucaille 1994
3. Isa dalam Al-Quran Muhammad dalam Bibel, Prof Dr. Bakry Hasbullah SH, 1968
4. Tafsir Al Azhar, Hamka, 1988


Kisah Penyaliban Al Masih AS (2)

March 26, 2009

Benarkah Isa Al Masih alaihissalam meninggal di kayu salib?

Tepat giliran Isa Al Masih, para serdadu Romawi ternyata tidak mematahkan kakinya, sebab mereka menyangka Isa Al Masih telah mati.

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,.. (Yohanes 19:32-33)

Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. (Markus 15:44)

Benarkah Isa Al Masih telah mati di kayu salib?. Itulah pertanyaan kritis, yang saat itu sempat membuat Pilatus Gubenur Romawi terheran-heran – lihat Markus 15:44 diatas. Berdasarkan catatan sejarah dan tinjauan sains, umumnya orang yang disalib baru mengalami kematiannya, minimal 2 hari dari saat orang yang bersangkutan disalib.

Kematian pada kayu salib baru bisa terjadi oleh dua hal yaitu :

1. Luka yang terinfeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa adanya perlindungan dari antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar keseluruh tubuh. Proses kematian kerena infeksi seperti ini, secara medis biasanya berlangsung sekitar 2 -3 hari

2. Mati karena kelaparan dan dahaga. Kematian pada kayu salib juga bisa terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh. Karena tidak adanya pasokan makanan, tubuh akan memobilisasi bahan simpanan makanan yang ada dalam tubuh. Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada dalam otot digunakan sebagai enerji siap pakai. Protein yang ada dalam otot akan berkurang sedemikian rupa, sehingga funsi sel pun akan terganggu dan akan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6 – 7 hari.

Dengan tinjauan medis seperti diatas, terbukti bahwa waktu 1 hari (saat itu hari Jum’at) belum cukup untuk membuat Isa Al Masih meninggal di kayu salib.

Disisi lain karena mengira Yesus sudah mati itulah seorang prajurit menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir darah dan air.

tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. (Yohanes 19:33-34)

Pertanyaan kritis selanjutnya adalah, apakah mungkin orang yang telah mati mengalirkan darah jika terkena tikaman??, bukankah secara medis semua fungsi organ tubuh manusia sudah tidak berfungsi lagi ketika manusia tersebut dinyatakan telah mati???

Keluarnya darah dari organ tubuh yang ditikam secara medis menandakan masih aktifnya aliran darah dalam sistem peredaran orang tersebut dan itu berarti jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh masih berfungsi dengan baik. Masih berfungsinya jantung tersebut, menandakan bahwa seseorang masih hidup!!!

Telaah cermat dan onbyektif terhadap ayat-ayat Injil di atas membuktikan bahwa saat itu Isa Al Masih belum meninggal. Ia hanya pingsan. Dan, kondisi pingsan itulah yang dilihat oleh para serdadu/tentara Romawi sebagai kondisi (ingat, pada kejadian tersebut para serdadu Romawi hanya melihat, bukan memeriksa bahwa Isa Al Masih telah mati).

Penjelasan Al Quran tentang Penyaliban Isa Al Masih

Lolosnya Isa Al Masih dari pematahan kaki yang berarti tidak dilakukan pemastian kematian oleh serdadu Romawi, karena serdadu Romawi tersebut telah yakin bahwa Isa Al Masih telah meninggal adalah merupakan suatu pertolongan Allah SWT kepada hambaNya yang senantiasa menegakkan agamaNya. [u]Pingsannya Isa Al Masih telah dilihat oleh serdadu Romawi sebagai kematian Isa Al Masih.

Kronologis peristiwa yang diungkapkan oleh Injil justru menunjukkan bahwa saat itu Isa Al Masih belum meninggal. Namun kebenaran ini justru ditolak oleh umat Kristiani demi melanggengkan konsep Ketuhanan Yesus yang dirumuskan dalam Konsili Nicea 325 Masehi. Sebab konsep ketuhana itu mengharuskan adanya proses [b]evolusi Ketuhanan Yesus sebagai berikut :penyalian, mati, bangkit (hidup kembali), duduk di surga di sebelah kanan Allah (Markus 16:19), dan menjadi Tuhan.

Al Quran secara tegas dan gamblang menjelaskan bahwa Isa Al Masih tidak mati dibunuh di kayu salib.

DAN KARENA UCAPAN MEREKA : ” SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MEMBUNUH AL MASIH , ISA PUTRA MARYAM , RASUL ALLAH ” , PADAHAL MEREKA TIDAK MEMBUNUHNYA , DAN TIDAK PULA MENYALIBNYA , TETAPI YANG MEREKA BUNUH IALAH ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ISA BAGI MEREKA . SESUNGGUHNYA ORANG – ORANG YANG BERSELISIH PAHAM TENTANG PEMBUNUHAN ) ISA , BENAR – BENAR DALAM KERAGU – RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU . MEREKA TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU , KECUALI MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA , MEREKA TIDAK PULA YAKIN BAHWA YANG MEREKA BUNUH ITU ADALAH ISA . TETAPI YANG SEBENARNYA , ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA KEPADA – NYA . DAN ADALAH ALLAH MAHA PERKASA LAGI MAHA BIJAKSANA . (An Nisa 157 -158)

Menurut Prof Dr. Hasbullah Bakry, SH dalam bukunya “Isa dalam Al Quran Muhammad dalam Bible” menyatakan penafsirannya tentang QS 4:157 sebagai berikut :

[i]Kalimat “Ma qotaluhu wama sholabuhu” yang berarti : Meraka tidak secara khusus membunuhnya dan tidak pula menyalibnya haruslah diartikan sebagai penguat kaqlimat satu dengan yang lain. Ma qotaluhu artinya [u]mereka tidak membunuh Isa dengan jalan apa saja. Ma sholabuhu mereka juga tidak membunuhnya dengan penyaliban.

Kalimat “Bar rafa ahullaahu ilaihi” yang berarti “Allah telah mengangkat Isa kepadaNya haruslah diartikan bahwa Allah tidak meninggalkan siapapun yang berjuang demi kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha baik seorang utusanNya.

Umat muslim harus yakin bahwa Isa Al Masih diselamatkan oleh Allah dari musuh-musuhnya. Bagaimana cara penyelamatannya, itu merupakan hak prerogative Allah Sang Khalik, Sang Maha Pencipta. Melalui ayat mengangkat Isa Al MAsih ke sisiNya, kiranya setiap manusia sadar bahwa betapapun kuat dan kuasa suatu kekuatan namun kemenangan pada akhirnya pasti diraih oleh kebenaran. Allah SWT tidak akan membiarkan hambaNya yang senantiasa menjalankan perintah dan ajaranNya – apalagi membiarkan dan menyia-nyiakan seorang rasulNya

Daftar Pustaka

1. Injil, Lembaga Alkitab Indonesia 2002

2. Bibel, Al-Quran dan Sains Modern, Maurice Bucaille 1994

3. Isa dalam Al-Quran Muhammad dalam Bibel, Prof Dr. Bakry Hasbullah SH, 1968

4. Tafsir Al Azhar, Hamka, 1988

5. Tafsir Al Misbah, 2000


Plagiarisme / Plagiat

March 22, 2009

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta, yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang. Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan / pendapat sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Orang yang melakukan plagiat disebut plagiator atau penjiplak.

Didalam Kitab Suci Tuhan, ternyata hal ini terjadi, yaitu didalam Injil kitab suci umat kristen.

1. II Raja-raja 19

2. Yesaya 37

Dengan kata lain, Yesaya 37 dan 2 Raja-Raja 19 kata demi katanya identik. Padahal keduanya diatributkan untuk dua penulis yang berbeda, terpisah berabad-abad, yang dinyatakan umat Kristen diinspirasikan oleh Tuhan.

II Raja -raja 19

Segera sesudah reja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.

[2] Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, Panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.

[3] Berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Hizkia, Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.

[5] Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya.

[10] Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yahuda: Janganlah Allahmu yang kau percayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan; Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur.

[11] Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?

[12] Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar?

[14] Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke iumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.

[15] Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.

[36] Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

[37] Pada suatu kali ketika ia sujud menyem-bah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esartadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Yesaya 37

Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.

[2] Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.

[3] Berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Hizkia, Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.

[5] Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya.

[10] Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yahuda: Janganlah Allahmu yang kau percayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan; Yerusalem tidak akan diserahkannt ke tangan raja Asyur.

[11] Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?

[12] Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar?

[14] Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke tumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.

[15] Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: 16 “Ya TUHAN, Allah Is-rael, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.

[37] Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

[38] Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

——————————————————————————————–

Siapa yang menyalin dan dari siapa? Siapa yang men-curi dan dari siapa? 32 Sarjana Injil RSV yang termahsyur mengatakan penulis kitab Raja-Raja “tidak diketahui!” Catatan dalam Injil ini dipersiapkan dan diedit oleh Pendeta David J. Fant, Litt. D., Sekretaris Umum perkumpulan Injil New York. Umumnya, jika pendeta Kristen yang baik mempunyai keyakinan bahwa Injil adalah Firman Tuhan, mereka juga akan mengatakan hal yang sama, tetapi dengan jujur (malu-malu) mereka mengakui: “Penulis – Tidak diketahui! ” Mereka dipersiapkan untuk membayar bualan terhadap kitab suci yang mungkin saja ditulis oleh Tom, Dick atau Harry dan berharap setiap orang menganggap semua ini sebagai Firman Tuhan!

Sumber : The Choice (Ahmed Deedat)


Pornografi

March 22, 2009

Semua Referensi ini Berasal dari Kitab Suci Injil

l. Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan men-dapatkan anak darinya. (Injil – Kejadian 19: 30-36).

2. Anaklaki laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).

3. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

4. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil – 2 Samuel 13: 5-14)

5. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).

6. Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).

7. Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)

Jika cuplikan kecil ini tidak memuaskan Anda, maka bukalah pasal-pasal dan ayat-yat Injil berikut ini di rumah.

(a) “Dia memegang dan menciumnya ….
“Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ….” (Injil – Amsal 7: 7-22)

(b) Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya…. “
‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewaktu dia berbaring pada buah dadaku “. ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).

(c) Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. “… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir.” (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)

(d) “Lihatlah, cantik engkau, manisku
bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi .. ..
buah dadamu seperti anak rusa ….
Lingkar pahamu seperti permata ….
… Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).

(e) “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengannya). “(Injil – Hakim-hakim 16: 1).

George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan ter-kunci: larang anak-anak Anda membacanya.”

Dan majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengatakan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”

Sumber :
The Choice (Ahmed Deedat)


SERIBU PERTENTANGAN AYAT-AYAT ALKITAB (2)

March 18, 2009

Kontradiksi Perjanjian Lama

89. Siapakah anak Daud yang kedua?

a. Kileab (II Samuel 3:2-3).
b. Daniel (I Tawarikh 3:1).

90. Berapa tahun kelaparan yang diberitahukan Gad kepada Daud?

a. 7 tahun kelaparan (II Samuel 24:13).
b. 3 tahun kelaparan (I Tawarikh 21:12).

91. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?

a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (II Samuel 5:13-16).
b. Tidak ! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja : (I Tawarikh 14:3-7).

92. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?

a. 11 orang (II Samuel 5:13-16).
b. 13 orang (I Tawarikh 14:3-7).

93. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?

a. Yoram (II Samuel 8:10).
b. Hadoram (I Tawarikh 18:9-10).

94. Dari orang bangsa mana Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan?

a. Aram (II Samuel 8:11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18:14-16).

95. Siapakah panitera (sekretaris) Daud?

a. Seraya (II Samuel 8:15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18:14-16).

96. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?

a. 1.700 orang (II Samuel 8:4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18:4).

97. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel?

a. 800.000 (II Samuel 24:9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

98. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda?

a. 500.000 orang (II Samuel 24:9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

99. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiaman)?

a. 3.300 mandor (I Raja-raja 5:16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

100. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo?

a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

101. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhhya?

a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
b. 70 jiwa (keluaran 1:5).

102. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan?

a. Kelinci (Imamat 11:6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14:6).

103. Yang diharamkan, babi ataukah babi hutan ?

a. Babi hutan (Ulangan 14:8; Imamat 11:7).
b. Babi (Yesaya 66:17).

104. Berapa orang bani Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?

a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

105. Berapa anak-anak Benyamin?

a. l0 orang (Kejadian 46:21).
b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
d. 5 orang (I Tawarikh 8:1-5).

Komentar : Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

106. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela)?

a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26:40).

Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

107. Tuhan menyesal atau tidak?

a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29; Bilangan 23:19).
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhirnya cenderung berbuat jahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah menjadikan Saul sebagai raja di Israel (I Samuel 15:10-11,35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16). Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia 26:3; 42:10; Keluaran 32:14).

108. Tuhan bisa dilihat atau tidak?

a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5:37; 1 Timotius 1:17; 6:16, Keluaran 33:20; 1 Yohanes 4:12).
b. Tuhan bisa dilihat dengan mata kepala (Keluaran 33:11,20; Kejadian 18:1; 26:24; Yohanes 5:37; I Timotius 6:16; 1:17; 1 Yohanes 4:12).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
e. Tuhan bisa dilihat dari jauh (Yeremia 31:3).

DAN LAIN SEBAGAINYA.

Kontradiksi Perjanjian Baru

Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3:23-38. Sementara Injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu-menahu tentang silsilah Yesus.

109. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?

a. Anak Hezron adalahArni (Lukas 3:33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1:3).

110. Siapakah kakek Yesus?

a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

111. Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus?

a. Salomo (Matius 1:6).
b. Natan (Lukas 3:31).

112. Yesus memasuki Yerusalem naik apa?

a. Seekor keledai (Markus 11:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Matius 21:7).

113. Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?

a. Ya! Sudan mati! (Matius 9:18).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5:23).

114. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?

a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

115. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan?

a. Di Gedara (Matius 8:28).
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

116. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus?

a. Ada 2 orang (Matius 8:28).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5:1-2).

117. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus?

a. Salam Rabi (Matius 26:49).
b. Rabi (Markus 14:45).
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

118. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respons para muridnya?

a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

119. Jam berapa Yesus disalibkan?

a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

120. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar?

a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9; Yohanes 3:17; 10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10:34-36).

121. Apa hukumnya bersunat?

a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14; 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat (Matius 5:17-20; Lukas 2:21). Yesus juga disunat (Lukas 2:21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 15:1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6; 1 Korintus 7:18-19).

122. Bolehkah makan babi?

a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8; Imamat 11:7; Yesaya 66:17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 4:4-5; 6:12; 10:25; Kolose 2:16, Roma 14:17).

123. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga?

a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pernah naik ke sorga (Yohanes 3:13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5:24; II Raja-raja 2:11).

124. Siapa orang yang mula-mula bertemu dengan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya?

a. Kefas (1 Korintus 15:5).
b. Maria Magdalena, ia tahu bahwa itu adalah Yesus (Markus 16:9).
c. Maria Magdalena dan Maria yang lain (Matius 28:9).
d. Kleopas dan yang lain (Lukas 24:15).
e. Maria Magdalena, ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus (Yohanes 20:14).

125. Apakah Yesus anak Daud?

a. Menurut Matius, Ya! (Matius 1:1).
b. Menurut Yesus, Tidak! (Matius 22:45; Markus 12:37; Lukas 20:44).

126. Apakah yang dibawa Yesus di atas bumi?

a. Menurut Matius, Pedang (Matius 10:34).
b. Menurut Lukas, Pertentangan (Lukas 12:51).

127. Bagaimana sikap Yesus ketika disalib?

a. Pasrah dan lapang dada (Lukas 23:46).
b. Ketakutan (Markus 15:34; Matius 27:46).

128. Apa yang dikatakan kepala pasukan Romawi ketika melihat kematian Yesus di tiang salib?

a. “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” (Markus 15:9; Matius 27:54).
b. “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” (Lukas 23:47).

129. Siapa orang yang memikul salib menuju Tempat Tengkorak (Golgota)?

a. Simon Kirene (Markus 15:21; Matius 27:32; Lukas 23:26).
b. Yesus sendiri (Yohanes 19:17).

130. Apa yang dikatakan Yesus terakhir kalinya sebelum mati di tiang salib?

a. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46).
b. “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30).

DAN LAIN SEBAGAINYA.

Wassalaam.