Kronologi perubahan Faham Nabi Isa yang bertuhan ESA menjadi Trinitas

February 5, 2010

Berikut ada artikel yang memuat kronologi perubahan Faham Nabi Isa yang Bertuhan Esa dan berubah menjadi Trinitas.

12 M Tersurat dalam Yohanes 20:17 … “Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu.”

57 M Paulus menulis “Tiada ada Allah lain, melainkan Yang Satu. Bagi kita hanya ada satu Allah, Sang Bapa, dan satu Yesus Kristus.”

96 M Clement I (Clemens Romanus), 88 – 97, uskup Roma, menulis “Kristus diutus oleh Tuhan dan para apostel (rasul) diutus oleh Kristus.”

120 M Rukun Iman para apostel (Apostles’ Creed) mulai dikenal Gereja. Bunyinya “Saya percaya akan Allah, Sang Bapa Yang Maha Kuasa.”

150 M Justin Martyr (juga dikenal dengan Justinus si Ahli Filsafah), kelahiran Syikhem di Palestina,

100 – 165 M, dengan ajaran Platonisme mulai merusak kesederhanaan Nasrani. Beliau adalah guru-besar Platonisme dan kemudian masuk Kristen tanpa membuang Platonisme, sebab perpaduan maka beliau dihukum mati.

170 M Kata “Trias” pertama kali terdapat dalam literatur Nasara.

200 M Kata “Trinitas” pertama kali digunakan oleh Tertullianus, seorang penulis tarikh gereja.

230 M Origines gelar Adamantios, kelahiran Iskandaria

185-254 M, bapa Gereja, dan penulis Gereja, menentang doa-doa ditujukan kepada Kristus.

260 M Sabellius, guru Nasrani, mengajar: Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus adalah tiga nama untuk Tuhan yang sama.

300 M Bentuk Trinitas dan doa belum dikenal Gereja.

310 M Lactantius Firmianus, bapa Gereja, menulis “Kristus tidak pernah menamakan dirinya Tuhan.”

320 M Eusebius, ahli tarikh Gereja dan uskup Caesarea, dan kawan Arius

260 – 340 M, menulis “Kristus mengajar kita untuk menamakan bapanya Tuhan yang benar dan untuk beribadat kepadaNya.”

325 M Muktamar Iznik (Nicene Council) bersepakat menamakan Kristus “Allah dari Allah, Tuhan benar dari Tuhan benar.”

350 M Pertentangan-pertentangan hebat dalam Gereja perihal ajaran Trinitas.

370 M Doxology (puja-puji) bagi Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus, disusun dan disesalkan sebagai suatu bid’ah (novelty).

381 M Muktamar Konstantinopel (kini Istambul) menyempurnakan ajaran “tiga oknum dalam satuTuhan.”

383 M Kaisar Theodosius I Agung (379-395) mengancam akan menghukum semua yang tidak percaya dan tidak ibadat terhadap Trinitas.

496 M Firman Paus Gelasius I (492-496) menghukum Injil Barnabas.
Barnabas adalah pembina jemaah di Antakia (Antiok). TRINITAS tidak ada dalam Bible. Trinitas merupakan synthesis yang dihasilkan oleh Gereja. Hubungan dengan Trinitas dari bangsa-bangsa jahilliyah yang melahirkan Trinitas faham Gereja. Perpaduan ini memudahkan Gereja menasranikan bangsa-bangsa jahiliyah yang bertrinitas.

Prof. Dr. G.J. Vossius [18] menerangkan bahwa Trinitasnya:
Orang-orang Indian Amerika: OTKON, MESSOU dan ATAHAUATA.
Orang-orang Hindu: BRAHMA, VISYNU dan SIVA, yang dirupakan satu badan berkepala tiga.
Orang-orang Mesir Kuno: EICTON, CNEPH (DEMIURGUS) dan PHTHA atau PTAH.
Bangsa-bangsa Greka (Yunani):
a)Orpheus: PHANES, URANOS dan KRONOS.
b)Plato: AGATHON, NOUS dan PSUCHE.
c)Pythagoras: MONAD, NOUS dan PSUCHE.
Orang-orang Parsi: OROMASDES. MITHRAS dan ARIMENES
Orang-orang Rumawi Kuna: JUPITER, MINERVA dan JUNO, Amor ac Delicium, Jovis, yaitu Roh Suci. Orang-orang Skandinavia (Norse, Anglo-Saxon, Jerman). ODIN (OTHIN atau WODAN), HAENIR dan LODUR.

Kiriman : chicholabus@yahoo.com


Firman itu adalah Allah

February 3, 2010

YOHANES 1:1 berbunyi: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Para penganut Tritunggal mengaku bahwa ini berarti “Firman itu” (Yunani, ho lo’gos) yang datang ke bumi sebagai Yesus Kristus adalah Allah Yang Mahakuasa sendiri.

Tetapi, perhatikan bahwa di sini pula ikatan kalimatnya memberikan dasar untuk pengertian yang benar. Ayat itu berbunyi “Firman itu bersama-sama dengan Allah.” (Cetak miring red.) Seseorang yang “bersama-sama” dengan pribadi lain tidak mungkin sama dengan pribadi yang lain itu. Sesuai dengan ini, Journal of Biblical Literature, dengan penyunting imam Yesuit Joseph A. Fitzmyer, mengomentari bahwa jika bagian akhir dari Yohanes 1:1 dianggap mengartikan Allah sendiri, hal ini “akan bertentangan dengan ungkapan sebelumnya,” yang mengatakan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah.

Perhatikan juga, bagaimana terjemahan-terjemahan lain menyatakan bagian dari ayat ini:
1808: “dan firman itu adalah suatu allah.” The New Testament in an Improved Version, Upon the Basis of Archbishop Newcome’s New Translation With a Corrected Text.
1864: “dan suatu allah firman itu.” The Emphatic Diaglott terjemahan baris demi baris, oleh Benyamin Wilson.
1928: “dan Firman itu adalah “suatu pribadi ilahi.” La Bible du Centenaire, L’Evangile selon Jean, oleh Maurice Goguel.
1935: “dan Firman itu ilahi.” The Bible -An American Translation, oleh J. M. P. Smith dan E. J. Goodspeed.
1946: “dan Firman itu memiliki sifat ilahi.” Das Neue Testament, oleh Ludwig Thimme.
1950: “dan Firman itu adalah suatu allah.” New World Translation of the Christian Greek Scriptures.
1958: “dan Firman itu adalah suatu Allah.” The New Testament oleh James L. Tomanek.
1975: “dan suatu allah (atau, memiliki sifat ilahi) Firman itu.” Das Evangelium nach Johannes, oleh Siegfried Schulz.
1978: “dan bersifat ilahi Logos itu.” Das Evangelium nach Johannes, oleh Johannes Schneider.

Dalam Yohanes 1:1 kata benda Yunani the-os’ (allah) muncul dua kali. Yang pertama memaksudkan Allah Yang Mahakuasa, dengan siapa Firman itu ada bersama-sama (“Firman itu [lo'gos] bersama-sama dengan Allah [bentuk dari the-os'"). The-os' yang pertama didahului oleh kata ton (bahasa Inggris, the), suatu bentuk kata sandang tertentu bahasa Yunani yang menunjuk kepada identitas yang pasti, dalam hal ini Allah Yang Mahakuasa ("Firman itu bersama-sama dengan Allah [bahasa Inggris, "(the) God"]“).

Sebaliknya, tidak ada kata sandang di depan kata the-os’ yang kedua dalam Yohanes 1:1. Jadi terjemahan yang aksara akan berbunyi, “Firman itu allah.” Namun kita telah melihat bahwa banyak terjemahan menyebutkan the-os’ (kata benda yang menjadi predikat) yang kedua ini sebagai “bersifat ilahi,” “seperti allah,” atau “suatu allah.” Dengan wewenang apa mereka melakukan ini?

Bahasa Yunani Koine (sehari-hari) mempunyai kata sandang tertentu (bahasa Inggris, the), namun tidak memiliki kata sandang tidak tentu (bahasa Inggris, a atau an, atau suatu). Jadi bila sebuah kata benda yang menjadi predikat tidak didahului oleh kata sandang tertentu, bisa jadi ini tidak tentu, bergantung pada ikatan kalimatnya.
Journal of Biblical Literature berkata bahwa istilah-istilah “yang mempunyai predikat [tanpa kata sandang] yang mendahului kata kerja, terutama mengandunq arti kualitatif [menunjukkan sifat sesuatu].” Seperti dikatakan Journal, ini menunjukkan bahwa lo’gos bisa disamakan dengan suatu allah. Juga dikatakan tentang Yohanes 1:1: “Kekuatan kualitatif dari predikatnya begitu menonjol sehingga kata bendanya [the-os'l tidak dapat dianggap tertentu."

Jadi Yohanes 1:1 menonjolkan sifat dari Firman, bahwa ia "ilahi," "seperti allah," "suatu allah," namun bukan Allah Yang Mahakuasa. Ini selaras dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab, yang menunjukkan bahwa Yesus, yang di sini disebut "Firman" dalam peranannya sebagai Juru Bicara Allah, adalah suatu pribadi lebih rendah yang taat, diutus ke bumi oleh Atasan-Nya, Allah Yang Mahakuasa.

Ada banyak ayat-ayat Alkitab lain yang oleh hampir semua penerjemah secara konsisten disisipi kata sandang "suatu" (bahasa Inggris, a) pada waktu mereka menerjemahkan kalimat-kalimat Yunani yang mempunyai susunan yang sama ke dalam bahasa-bahasa lain. Sebagai contoh, dalam Markus 6:
49, ketika murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air, King James Version menyatakan: "Mereka mengira bahwa ini adalah suatu roh." Dalam bahasa Yunani Koine, tidak ada kata "suatu" di depan "roh." Namun hampir semua terjemahan dalam bahasa lain menambahkan kata "suatu" agar cocok dengan ikatan kalimatnya. Dengan cara yang sama, karena Yohanes 1:1 memperlihatkan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah, ia tidak mungkin adalah Allah melainkan "suatu allah," atau "ilahi."

Joseph Henry Thayer, seorang teolog dan sarjana yang ikut mengerjakan American Standard Version, menyatakan dengan sederhana: "Logos itu ilahi, bukan Pribadi ilahi tertinggi itu sendiri." Dan imam Yesuit John L. McKenzie menulis dalam karyanya Dictionary of the Bible: "Yoh 1:1 harus dengan saksama diterjemahkan ... 'firman itu suatu pribadi ilahi.'"

Melanggar Aturan?
TETAPI, ada yang mengatakan bahwa terjemahan-terjemahan seperti itu melanggar suatu aturan dalam tata bahasa Yunani Koine yang diterbitkan oleh sarjana bahasa Yunani E. C. Colwell pada tahun 1933. Ia menegaskan bahwa dalam bahasa Yunani sebuah kata benda yang menjadi predikat "mempunyai kata sandang [tertentu] bila kata itu sesudah kata kerja; [tetapi] tidak mempunyai kata sandang [tertentu] bila mendahului kata kerjanya.” Dengan ini ia maksudkan bahwa sebuah kata benda yang menjadi predikat yang mendahului kata kerjanya harus dimengerti seolah-olah mempunyai kata sandang tertentu (bahasa Inggris, “the”) di depannya. Dalam Yohanes 1: 1 kata benda kedua (the-os’), predikatnya, sebelum kata kerjanya -”dan [the-os'] adalah Firman itu.” Jadi, kata Colwell, Yohanes 1:1 harus dibaca “dan Allah [bahasa Inggris, "(the) God"] adalah Firman itu.”

Namun pertimbangkan dua contoh yang terdapat dalam Yohanes 8:44. Di sana Yesus berkata tentang si Iblis: “Ia adalah pembunuh manusia” dan “ia adalah pendusta.” Sama seperti dalam Yohanes 1: 1, kata-kata benda yang menjadi predikat (“pembunuh manusia” dan “pendusta”) dalam bahasa Yunani mendahului kata kerja (“adalah”). Tidak ada kata sandang tidak tentu di depan masing-masing kata benda karena dalam bahasa Yunani Koine tidak ada kata sandang tidak tentu. Namun kebanyakan terjemahan menyisipkan kata “adalah” atau “adalah seorang” (bahasa Inggris, a) karena tata bahasa Yunani dan ikatan kalimatnya menuntut itu. -Lihat juga Markus 11:32; Yohanes 4:19; 6:70; 9:17; 10:1; 12:6.

Colwell harus mengakui ini sehubungan dengan kata benda yang menjadi predikatnya, karena ia berkata: “[Kata sandangnya] tidak tertentu ["suatu" atau "seorang"] dalam hal ini, hanya bila ikatan kalimatnya menuntut hal tersebut.” Jadi ia pun mengakui bahwa bila ikatan kalimat menuntut hal itu, para penerjemah dapat menyisipkan kata sandang tidak tentu di depan kata benda dalam susunan kalimat sejenis ini.

Apakah ikatan kalimatnya menuntut kata sandang tidak tentu dalam Yohanes 1: 1 ? Ya, karena bukti dari seluruh Alkitab menunjukkan bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa. Jadi, yang harus membimbing penerjemah dalam hal-hal seperti itu bukan peraturan tata bahasa dari Colwell yang meragukan, tetapi ikatan kalimatnya. Dan jelas dari banyak terjemahan-terjemahan yang menyisipkan kata sandang tidak tentu “suatu” dalam Yohanes 1:1 dan di ayat-ayat lain, bahwa banyak sarjana tidak menyetujui peraturan yang dibuat-buat seperti di atas, demikian juga Firman Allah.

1. Yesus menyatakan diri sebagai ‘Anak Allah’ atau menyatakan ‘Allah sebagai BapaNya.

dalam point diatas ada 2 kata yaitu anak allah dan bapa, tentu anak tidak sama dengan bapa… oke kita akan tinjau anak anak allah ini.
jika anak allaha adalah alasan untuk menuhankan yesus maka ini adalah sebuah ke maha naifan karena dalam alkitab banyak sekali orang yang lain yang disebut anak allah efraim juga anak Allah, israel juga anak allah, melkisedek juga anak allah dan bahkan melkisedek ini lebih hebat dari yesus

ibrani 7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

melkisedek si anak allah tidak berayah ibu, tidak bersilsilah, tiak berawal dan berakhir. sedangkan yesus adalah beribu, yesus adalah awal dan akhir, yesus punya silsilah. jadi melksedeek lebih pantas disebut tuhan jika anak allah adalah alasannya.

2. sangat banyak ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah.

dan postingan ayat pendukung yanga anda sebut bukanlah perkataan yesus sendiri tapi perkataan orang lain. misal saya mengatakan anda (maaf) bung suka bertanya adalah bencong atau waria apakah anda setuju dengan ini, tentu tidak karena anda sadar bahwa anda bukan bencong atau waria.

begitu juga yesus ia bukan tuhan dan akan menghakimi kalain di kedatangan nya yang kedua nanti, dalam injil matius 7 :21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

orang kristen masuk dianggap pembuat kejahatan oleh yesus jadi menurut ayat diatas orang kristen yang menuhankan yesus tidak akan masuk surga…. orang yang menuhankan yesus akan masuk neraka.

dan jangan kan disebut tuhan disebut guru yang baik saja yesus mengkoreksi

11. Markus 10:17-19

Markus 10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalananNya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapanNya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Seorang pemuda dengan lari tergopoh-gopoh dan nampaknya sangat ingin mengetahui kebenaran, karena dia telah bela-belain bercapek-capek untuk menemui Yesus. Hanya untuk bertanya kepadanya, apa yang harus dia lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal? Sang pemuda itu memanggil Yesus dengan sebutan guru “yang baik”.

kemudian…
[10:18] Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

Sebelum menjawab pertanyaan orang tersebut, Yesus lebih dulu mengoreksi kata-kata orang tersebut bahwa YESUS ITU BUKANLAH ORANG BAIK. Yang baik itu HANYA SATU (Baca kisah yang sama dalam Kitab Matius 19:17: Jawab Yesus: “…Hanya Satu yang baik…”) yaitu ALLAH (Markus 10:18 diatas). Sangat jelas disini Yesus dikatakan sebagai orang baik saja tidak mau, tentu apalagi kalau dia dikatakan sebagai Tuhan? Secara tersirat dan tersurat jelas, bahwa Yesus mengakui hanya satu yang baik atau hanya satu Tuhan yang ada yaitu Allah.

lanjut yesus menjelaskan

[10:19] Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah. Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!”

Kemudian barulah Yesus memberitahukan jawaban bagaimana cara untuk memperoleh hidup yang kekal itu yaitu perintah-perintah lama yang sudah dikenal sejak jaman dahulu (;Kitab Taurat atau Perjanjian Lama), namun yang pertama-tama Yesus katakan adalah (kisah yang sama dalam Kitab Matius):
[Matius 19:17] … turutilah segala perintah Allah.”

Kembali kepada Markus 10:19, Yesus tidak ragu lagi untuk menyatakan bahwa pemuda itu tentu mengetahui segala perintah Allah itu, yang sudah pasti dikenal pemuda itu sejak lama (tidak ada perintah baru!). Kemudian Yesus menjabarkan perintah-perintah Taurat itu, seperti jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri dan sebagainya.

Yang menarik, kalau memang cara untuk memperoleh hidup yang kekal itu adalah harus mengakui, menerima dan menyembah Yesus Kristus dan Roh Kudus sebagai Tuhan (juga bersama Allah), mengapa tidak Yesus katakan saja demikian kepada orang itu? Kalau perintah menyembah Allah saja kan memang sudah jelas diketahui oleh pemuda itu karena itu adalah perintah Allah sejak lama, maka tidaklah perlu Yesus menyinggung-nyinggung lagi. Melainkan kalau ada “perintah baru”, yang mana tidak disebutkan dalam Kitab Taurat, yaitu bahwa ternyata Yesus dan Roh Kudus itu adalah Tuhan juga, juga harusnya Yesus beritahukan kepada orang tersebut.

Pertanyaan saya, apakah Yesus sengaja membohongi pemuda yang sungguh-sungguh ingin bertanya itu? Kasihan sekali pemuda itu kalau ternyata rahasia untuk memperoleh hidup yang kekal itu adalah menyembah Yesus sebagai Tuhan, namun dari mulut Yesus sendiri kata-kata tersebut tak pernah dia keluarkan dari mulutnya, walaupun ketika sedang ditanyai secara langsung berhadapan muka dengan muka!

Kalau ternyata cara untuk memperoleh hidup yang kekal adalah kita harus menyembah Yesus sebagai Tuhan, berarti Yesus TELAH MEMBOHONGI, tapi saya tidak setuju jika yesus berbohong pada pemuda itu! Karena Yesus sama sekali tidak mengatakan demikian ketika sang pemuda menanyakannya.

Namun kalau Yesus tidak berbohong dalam ayat Markus 10:17-19 diatas, berarti selama ini umat Kristen yang mendogmakan Trinitas (dogma ciptaan Paulus) telah melakukan sesuatu kesesatan yang tidak pernah diperintahkan oleh Yesus sendiri, yaitu kalian menyembah Yesus dan Roh Kudus sebagai Tuhan!


Tafsir Al-Azhar QS. Ali Imran 52-58

January 12, 2010

oleh : Buya Hamka

Kaum Isa Tidak Mau Percaya

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللّهِ آمَنَّا بِاللّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

[3:52] Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

[3:53] Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

[3:54] Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

[3:55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواْ فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

[3:56] Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

[3:57] Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

ذَلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

[3:58] Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah.

فَلَمَّا أَحَسَّ عيسى‏ مِنْهُمُ الْكُفْرَ

“Maka tatkala telah terasa oleh Isa kekafiran mereka.” (pangkal ayat 52).

Segala seruannya dibantah dan ditolak, segala mu’jizat yang telah beliau perlihatkan hanya menambah keingkaran mereka belaka.

قالَ مَنْ أَنْصاري إِلَى اللهِ

“Berkatakan dia: siapakah yang akan menolongku pada Allah?”

Yaitu siapakah kiranya yang akan sudi menolong dan membelaku di dalam menegakkan Jalan Allah ini ?

قالَ الْحَوارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصارُ اللهِ

`Menjawablah Hawariyun: Kamilah penalong-penolong Allah!”

Artinya, kamilah yang akan berdiri di samping engkau, wahai Almasih, membela engkau di dalam menegakkan Jalan Allah itu.

آمَنَّا بِاللهِ وَ اشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Kami percaya kepada Allah dan kami naik saksi bahwa kami ini adalah menyerahkan diri:” (ujung ayat 52).

Siapakah yang akan sudi berkorban, meninggalkan kepentingan lain untuk menegakkan kehendak Allah? Siapa yang sudi menderita karena menegakkan kebenaran? Kadang-kadang terpisah dari keluarga yang dikasihi, kampung halaman dan kesukaan-kesukaan yang lain? Hawari telah menjawab bahwa mereka telah menyediakan diri untuk itu. Hawari ialah gelar kemuliaan yang diberikan kepada pemuda-pemuda yang telah menyediakan jiwa raga untuk membela Almasih karena kesucian ajarannya. Menurut cara sekarangnya ialah kader-kader pilihan yang telah tahan ditempa. Al-Qur’an tidak menjelaskan berapa bilangan mereka. Yang mengatakan bahwa bilangan mereka adalah 12 orang, 13 orang dengan Yudas yang mengkhianati beliau, lalu diganti dengan yang lain, adalah Injil-injil catatan orang Kristen. Hawari itu telah menyatakan iman kepada Allah dan telah menyerahkan diri, dan taat kepada Isa, walaupun apa penderitaan yang akan mereka tangguhkan. Sebagaimana diketahui bagi penyerahan diri yang sungguh-sungguh itu tidak ada kata lain melainkan Islam dan orang-orangnya ialah Muslimin.

رَبَّنا آمَنَّا بِما أَنْزَلْتَ

” Ya Tuhan kami! Kami telah percaya kepada apa yang Engkau turunkan.” (pangkal ayat 53)

Kami telah percaya kepada wahyu wahyu itu ataupun mu’jizat-mu’jizat itu. Satu pun tidak ada yang kami bantah atau mungkiri lagi.

وَ اتَّبَعْنَا الرَّسُولَ

“Dan kami pun telah mengikut Rasul itu.”

Yaitu Isa Almasih. Segala jejak-langkahnya telah kami ikuti, perintah Engkau yang disampaikannya telah kami junjung tinggi:

فَاكْتُبْنا مَعَ الشَّاهِدينَ

“Sebab itu tuliskanlah kiranya kami bersama-sama orang orang yang telah menyaksikan.” (ujung ayat 53).

Masukkanlah kami dalam dafrar orang-orang yang setia kepada Engkau, ya Ilahi. Karena segenap kehidupan kami ini telah kami sediakan buat Engkau, untuk mennegakkan jalan Engkau.

Demikianlah tiap-tiap Nabi mempunyai pembela, di samping orang-orang yang menolak dan menentang dia. Seperti pada Nabi Muhammad saw. dan para sahabat Muhajirin dan Anshar, bahkan ada yang bergelar Hawaii pula, yaitu Zubair bin Awwam, termasuk dalam sepuluh sahabat yang istimewa, maka

Nabi Isa Almasih mempunyai Hawari seperti tersebut itu. Nabi Isa Almasih tidak sanggup menyusun kekuatan bersenjata seperti Nabi Muhammad saw. karena beliau menghadapi dua kekuatan, pertama pemerintahan yang dipegang oleh Bangsa Romawi yang kuat di masa itu, kedua kaumnya sendiri Bani Israil, yang kadang kadang lebih suka mengambil-ambil muka kepada penguasa bangsa Romawi itu daripada menerima seruan Isa. Di saat yang begitulah amat penting pengikut setia yang sudi mengorbankan segala galanya, walau jiwa sekalipun.

وَمَكَرُوا

“Dan mereka telah membuat tipudaya.” (pangkal ayat 54).

Yaitu kaum Nabi Isa as, yang tidak mau percaya kepada risalat beliau itu, kaum Bani Israil. Mereka telah mengatur siasat-siasat yang buruk hendak menyingkirkan Nabi Isa Almasih dari muka bumi, tegasnya hendak membunuh beliau.

وَ مَكَرَ اللهُ

“Tetapi Allahpun telah menipudaya pula.”

Artinya tipudaya mereka yang busuk itu, hendak membunuh seorang Utusan Allah telah dibalas oleh Allah dengan tipudayaNya pula. Tipudaya si kafir dengan jalan yang jahat dan maksud yang jahat, sedang tipudaya Allah tidak lain daripada jalan yang baik dan maksud yang baik, sehingga Nabi Isa Almasih terlepaslah dari bahaya tipudaya mereka itu. Itu sebabnya maka tersebut di ujung ayat:

وَ اللهُ خَيْرُ الْماكِرينَ

“dan Allah adalah sepandai pandai (pembalas) tipudaya.” (ujung ayat 54).

Kalau manusia yang mempunyai maksud buruk mengadakan tipudaya agar maksud buruknya itu tercapai, maka Tuhan pun lebih pandai mengadakan tipudaya dengan maksudNya yang baik, sehingga kalahlah maksud tipudaya mereka itu oleh tipudaya Tuhan. Dengan ini nyatalah kalau di dalam al-Qur’an tersebut Tuhan membalas tipudaya manusia yang salah, bukanlah berarti Tuhan mengadakan tipudaya yang buruk seperti manusia yang bermaksud jahat itu.

Pada ayat selanjutnya diterangkan Tuhanlah bagaimana pandainya Dia menjawab tipudaya manusia yang jahat itu terhadap Nabi Isa Almasih Alaihis Salam, sehingga beliau terlepas dari bahaya maut yang telah mereka atur, yaitu supaya Nabi Isa hendaknya mati disalib.

إِذْ قالَ اللهُ يا عيسى‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذينَ كَفَرُوا

“(Ingadah) tatkala Allah berkata: Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir ” (pangkal ayat 55).

Artinya yang tepat dari ayat ini ialah bahwa maksud orang-orang kafir itu hendak menjadikan Isa Almasih mati dihukum bunuh, seperti yang dikenal yaitu dipalangkan dengan kayu, tidaklah akan berhasil. Tetapi Nabi Isa Almasih akan wafat dengan sewajarnya dan sesudah beliau wafat, beliau akan diangkat Tuhan ke tempat yang mulia di sisiNya, dan bersihlah diri beliau dari gangguan orang yang kafir-kafir itu.

Kata mutawwafika telah kita artikan menurut logatnya yang terpakai arti asal itu diambillah arti mematikan, sehingga wafat berarti mati, mewafatkan ialah mematikan. Apatah lagi bertambah kuat arti wafat ialah mati, mewafatkan ialah mematikan itu karena banyaknya bertemu dalam al-Qur’an ayat-ayat, yang disana disebutkan tawaffa, tawaffahumul-malaikatu, yang semuanya itu bukan menurut arti asal yaitu mengambil sempurna ambil, melainkan berati mati. Sehingga sampai kepada pemakaian bahasa yang umum jarang sekali diartikan wafat dengan ambil, tetapi pada umumnya diartikan mati juga.

Maka dari itu arti yang lebih dahulu dapat langsung difahamkan, apabila kita membaca ayat ini ialah: “Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada tipudaya orang yang kafir.”

Dia akan diangkat ke sisi Tuhan, ialah sebagai Nabi Idris yang diangkat derajatnya ke tempat yag tinggi, sebagai tersebut di dalam Surat Maryam (Surat 19 ayat 53). Seperti juga orang yang mati syahid di dalam Surat ali Imran ini juga ayat 169, dikatakan bahwa dia tetap hidup.

Tetapi meskipun demikian arti ayat ini yang mula-mula masuk langsung ke dalam pikiran setelah membacanya, namun dalam penafsirannya telah terjadi perselisihan pendapat atau khilafiyah yang panjang di antara ahli-ahli tafsir. Satu golongan besar ahli tafsir mengatakan bahwa arti ayat bukanlah sebagai yang mula-mula difahamkan itu. Tetapi inni mutawaffika artinya ialah sesungguhnya Aku akan mengambil engkau, jadi bukan berarti sesungguhnya Aku akan mematikan engkau. Tegasnya Nabi Isa Alaihis-Salam, tubuh dan rohnya dalam hidup-hidup diambil Tuhan dari alam ini warafi’uka ilayya dan mengangkat engkau kepadaKu, artinya sesudah beliau diambil dari dunia ini lalu diangkat ke langit hidup-hidup. Di langit itulah beliau sampai sekarang ini, dan di akhir zaman akan turun kembali ke dunia membunuh Dajjal.

Golongan ini menafsirkan demikian karena memang bertemu beberapa Hadits yang menerangkan bahwa di akhir Zaman Nabi Isa akan turun ke dunia kembali. Malahan mereka mengeluarkan pendapat bahwasanya ulama-ulama sejak zaman dahulu telah ijma mengatakan bahwa Nabi Isa telah diangkat ke langit, dan kelak dekat-dekat akan kiamat dia akan turun ke dunia membunuh babi dan menghancurkan salib.

Dan alasan mereka pula, ketika Nabi Muhammad saw. mi’raj, beliau bertemu Nabi Isa bersama Nabi Yahya. Tetapi oleh karena di dalam Agama Islam benar-benar ada kebebasan pikiran di dalam menafsirkan ayat-ayat Tuhan, meskipun yang menafsirkan demikian itu golongan besar yang disebut dalam istilah berita dengan jumhur; (hanya sekali) dan ada yang mengatakan bahwa faham menafsirkan itu telah ijma’, telah sama pendapat seluruh ulama, namun yang mengeluarkan pendapat berbeda sangat dengan tafsiran itu telah timbul pula.

Al-Alusi di dalam tafsirnya yang terkenal Ruhul Ma’ani, setelah memberikan keterangan beberapa pendapat tentang arti mutawwafika, akhirnya menyatakan pendapatnya sendiri bahwa artinya telah mematikan engkau, yaitu menyempurnakan ajal engkau (mustaufi ajalika) dan mematikan engkau menurut jalan biasa, tidak sampai dapat dikuasai oleh musuh yang hendak membunuh engkau.Dan beliau menjelaskan lagi bahwa arti warafi’uka ilayya, dan mengangkat engkau kepadaKu , telah mengangkat derajat beliau , memuliakan beliau, mendudukkan beliau, di tempat yang tinggi, yaitu roh beliau sesudah mati. Bukan mengangkat badannya.

Lalu al-Alusi mengemukakan beberapa kata rafa’a yang berarti “angkat” itu terdapat pula dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an yang tiada lain artinya daripada mengangkat kemuliaan rohani sesudah meninggal.

Syaikh Muhammad Abduh menerangkan tentang tafsir ayat ini demikian: Ulama di dalam menafsirkan ayat ini menempuh dua jalan. Yang pertama dan yang masyhur ialah bahwa dia diangkat Allah dengan tubuhnya dalam keadaan hidup, dan nanti dia akan turun kembali di akhir zaman dan menghukum di antara manusia dengan syariat kita. Dan kata beliau seterusnya: ” …….Dan jalan penafsiran yang kedua ialah memahamkan ayat menurut asli yang tertulis, mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata, yaitu mati seperti biasa, dan rafa’a(angkat), ialah rohnya diangkat sesudah beliau mati.

Dan kata beliau pula: ” Golongan yang mengambil tafsir cara yang kedua ini terhadap hadits-hadits yang menyatakan Nabi Isa telah naik ke langit dan akan turun kembali, mereka mengeluarkan dua kesimpulan (takhrij). Kesimpulan pertama: Hadits-hadits itu ialah hadits-hadits ahad yang bersangkut-paut dengan soal i’tikad (kepercayaan) sedang soal-soal yang bersangkutan dengan kepercayaan tidaklah dapat diambil kalau tidak qath’i (tegas). Padahal dalam perkara ini tidak ada sama sekali hadits yang mutawatir.”

Kemudian beliau terangkan pula takhrij golongan kedua ini tentang nuzul Isa (akan turun Nabi Isa di akhir zaman) itu. Menurut golongan ini kata beliau turunnya Isa bukanlah turun tubuhnya, tetapi akan datang masanya pengajaran Isa yang asli , bahwa intisari pelajaran beliau yang penuh rahmat, cinta dan damai dan mengambil maksud pokok dari syariat, bukan hanya semata-mata menang kulit, yang sangat beliau cela pada perbuatan kaum Yahudi seketika beliau datang dahulu, akan bangkit kembali.” Demikianlah keterangan Syaikh Muhammad Abduh. (Tafsiral-Manar, jilid III, 317, cet. ke 3.)

Sayid Rasyid Ridha pernah menjawab pertanyaan dari Tunisia. Bunyi pertanyaan: “Bagaimana keadaan Nabi Isa sekarang? Di mana tubuh dan nyawanya? Bagaimana pendapat tuan tentang ayat inni mutawwaffika wa rafi’uka ? Kalau memang dia sekarang masih hidup, seperti di dunia ini, dari mana dia mendapat makanan yang amat diperlukan bagi tubuh jasmani haiwani itu ? Sebagaimana yang telah menjadi Sunnatullah atas makhlukNya ? “

Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat- pendapat ahli tafsir tentang ayat yang ditanyakan ini, mengambil kesimpulan: “Jumlah kata, tidaklah ada nash yang sharih (tegas) di dalam al-Qur’an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup di sana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunnatullah tentang makan dan minum, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang makan beliau sehari-hari.

Dan tidak pula ada nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah akidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini dalam kalangan kaum Muslimin.”

Lalu beliau teruskan lagi: “Masalah ini adalah masalah khilafiyah sampaipun tentang masih diangkat ke langit dengan roh dan badannya itu.”

Dan berkata pula Syaikh Mustafa al-Maraghi, Syaikh Jami al-Azhar yang terkenal sebelum Perang Dunia ke-2, menjawab pertanyaan orang tentang ayat ini: “Tidak ada dalam al-Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa as. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya.

Adapun sabda Tuhan mengatakan: “Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada orang-or ang yang kafir itu!” Jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zahirlah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana Idris as. dikatakan Tuhan: “dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.” Dan inipun jelas pula, yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Allah, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-nabi yang lain juga.

Tetapi jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Allah dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada hadits yang memperkatakan ini, lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu.

Lalu kata beliau: “Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan nash al-Qur’an dan hadits-hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beri’tikad bahwa Isa Almasih hidup sekarang dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani akidah itu tidaklah kafir dari Syariat Islam.”

Berkata pula Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Jami’ Al-Azhar (meninggal tahun 1963), tentang hadits-hadits bahwa Nabi sa akan turun Demikian kata beliau: “Riwayat-riwayat itu adalah kacau balau, berlain-lain saja lafaznya dan maknanya yang tidak dapat dipertemukan. Kekacau-balauan ini dijelaskan benar-benar oleh Ulama Hadits. Dan di atas dari itu semua, yang membawa riwayat ini ialah Wahab bin Munabbih dan Ka’ab al-Ahbar, keduanya itu ialah ahlul-kitab yang kemudian memeluk Islam, dan sudahlah dikenal derajat keduanya dalam penilaian ahli-ahli jarh dan ta di/(ahli penyelidik nilai Hadits).

Meskipun Hadits yang dirawikan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun ada pula, apabila Hadits itu shahih, namun dia adalah Had its Ahad. Dan Ulama telah ijma’ bahwasanya hadits ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar akidah dan tidak sah dipegang dalam urusan-urusan yang ghaib.

Tentang Nabi Muhammad s.a.w bertemu Nabi Isa dan Yahya ketika Mi’raj, bukanlah alasan yang kuat buat membuktikan bahwa Isa as. hidup di langit, tetapi itu hanyalah pertemuan kerohanian belaka, bukan pertemuan tubuh. Keterangan tentang ini dapat dilihat dalam kitab Fathul-Bari dan Zadul Ma ad.

Akhirnya Syaikh Syaltout menutup fatwanya demikian:

01 – Tidak ada dalam al-Qur’an yang mulia dan tidak pula dalam Sunnah yang suci suatu alasan yang jitu, yang baik untuk dijadikan dasar akidah, yang dapat menimbulkan ketenteraman dalam hati bahwasanya Isa diangkat ke langit dengan tubuhnya, dan sampai sekarang dia masih hidup di langit dan bahwa dia akan turun ke bumi di akhir zaman.

02 – Kesimpulan yang diperdapat daripada ayat yang berkenaan dengan soal ini ialah bahwa Allah menjanjikan kepada Isa bahwa Dia akan mewafatkannya menurut ajalnya, dan mengangkatnya daripada tipudaya orang yang kafir, dan bahwa janji Tuhan ini memang telah terjadi, maka tidaklah dia mati dibunuh oleh musuh-musuhnya dan tidaklah dia disalibkan, tetapi disempurnakan Allah ajalnya dan diangkat derajatnya.

03 – Barangsiapa yang tidak percaya bahwa Isa telah diangkat dengan tubuhnya ke langit dan bahwa dia mengingkari dalil yang qath’i (jelas dan nyata), maka tidaklah dia keluar dari Islam dan Iman, dan tidaklah boleh dia dihukum murtad, bahkan dia Mus lim dan Mu’min, disembahyangkan seperti menyembahyangkan orang beriman yang lain, dikuburkan di pekuburan orang mu’min, dan tidak rusak imannya di sisi Allah. Dan Allah terhadap hambaNya adalah,Maha Tahu, lagi memandang.

Sekian kita salinkan pendapat Syaikh Syaltout dalam kitab al-Fatawa beliau (cetakan AI-Azhar tahun 1959).

Adapun ulama Indonesia yang menganut faham seperti demikian dan menyatakan pula faham itu dengan karangan ialah guru dan ayah hamba Dr. Syaikh Abdul Karim Amrullah di dalam bukunya al-Qaulush-Shahih, pada tahun 1924. Beliaupun menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya yang dibawa ke langit.

Demkianlah, oleh karena al-Qur’an selalu terbuka buat difahamkan, meskipun golongan yang menafsirkan ayat ini bahwa Nabi Isa diangkat dengan tubuhnya ke langit disebutkan jumhur, tidaklah tertutup pintu buat menilai pokok pendirian orang yang menafsirkan ayat menurut lahirnya itu, sehingga mungkin di satu waktu, tafsiran jumhur itu hanyalah sebagai catatan saja, bahwa pernah banyak orang menafsirkan demikian, tetapi tafsir yang kedua diterima oleh pendapat umum.

Kaum Ahmadiyah untuk menguatkan pendiriannya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi, dan dialah Nabi Isa Almasih yang dijanjikan akan turun di akhir zaman itu, maka merekapun menguatkan pendapat bahwa Nabi Isa telah mati. Mereka mau berdebat bertukar fikiran berhari-hari bermalam-malam untuk mempertahankan pendirian bahwaNabi Isa Almasih telah mati dan bukanlah diangkat ke langit dengan tubuhnya dan nyawanya.

Maka jika ada orang yang berpendapat bahwa Nabi Isa Almasih telah mati, bukan tubuh dan nyawanya yang diangkat ke langit, bukanlah berarti bahwa orang itu telah menganut faham Ahmadiyah. Syaikh Muhammad Abduh, Sayid Rasyid Ridha, Syaikh Muhammad Mustafa al-Maraghi dan Syaikh Mahmud Syaltout dan guru serta ayah saya Dr, Syaikh Abdul Karim Amrullah bukanlah orang Ahmadiyah, malahan mereka itu menolak keras akidah Ahmadiyah yang mematikan Al-masih untuk melapangkan jalan bagi menghidupkan Mirza Ghulam Ahmad buat menggantikan tempat Nabi Isa menjadi Almasih.Kemudian datanglah lanjutan ayat:

وَ جاعِلُ الَّذينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذينَ كَفَرُوا إِلى‏ يَوْمِ الْقِيامَةِ

“Dan akan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau lebih atas dan orang-orang yang kafir itu sampai hari kiamat”

Artinya, bahwasanya orang-orang yang teguh memegang ajaran Nabi Isa Almasih yang asli, yaitu tauhid, akan tetap lebih atas karena kebenarannya tidak dapat dijatuhkan, dan kepercayaan-kepercayaan yang kuat itu kian lama kian hilang pasarannya dari muka bumi ini. Pengetahuan manusia akan bertambah maju. Kemajuan pengetahuan akhir-kelaknya tidaklah akan sampai kepada mengatakan bahwa Allah itu bertiga dalam satu dan satu dalam tiga. Bertambah orang menyelidiki kebenaran dan suka membebaskan dirinya dari paksaan taqlid kepada pemimpin agama dan pendeta, bertambahlah akan nampak kemenangan orang-orang yang benar-benar mencari kebenaran dalam dunia ini. Sebab Allah itu sendiri adalah kebenaran: Al-Haq.

ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ

“Maka kepada Akulah tempat kamu kembali.”

Artinya, meskipun betapa perselisihan dan pertengkaran, yang satu mengatakan dia saja yang benar dan yang lain tidak mau menerima jika semuanya akan kembali kepadaNya, untuk mempertanggungjawabkan segala keyakinan dan anutan kita pada masa hidup di dunia yang fana ini:

فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فيما كُنْتُمْ فيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Maka akan Aku putuskan nanti antara kamu, dari hal apa-apa yang telah kamu perselisihkan padanya itu.” (ujung ayat 55).

Ujung ayat ini sangatlah dalam artinya bagi mendidik kita di dalam menempuh pergolakan hidup. Adalah satu kenyataan bahwa kita telah terdiri dari berbagai golongan. Kadang-kadang kita bertengkar dan bertukar fikiran, kadang-kadang berebut pasaran dan pengaruh. Sehingga lantaran bertengkar kadang-kadang kita lupa akan kewajiban kita yang sebenarnya, yaitu mengabdikan diri kepada Tuhan. Lupa bahwa hidup di dunia fana yang pendek ini hendaklah diisi dengan amal yang baik, jasa yang berguna, ilmu yang berfaedah. Ujung ayat memberi ingat, janganlah terlalu banyak berselisih di antara kamu.

Kalau kamu merasa bahwa agamamulah atau ajaran kamulah yang paling benar, cobalah kerjakan dan amalkan dengan baik. Kalau waktu hanya kamu habiskan dengan bertengkar, niscaya amalan akan terbengkalai dan umurmu habis percuma, sedang yang kamu banggakan dengan mulutmu tidak membekas dalam amalmu. Di muka Allah nanti, di hadapan Qadhi Yang Maha Adil, segala yang kamu perselisihkan akan diselesaikan sendiri oleh Allah.

فَأَمَّا الَّذينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذاباً شَديداً فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ

” Maka adapun orang-orang yang kafir itu , maka akan Aku siksalah mereka dengan siksaan yang sangat di dunia dan di akhirat” (pangkal ayat 56).

Di dalam ayat ini nampak bahwasanya ajaran agama bukanlah semata-mata untuk keselamatan akhirat saja. Bahkan terlebih dahulu siksaan dunia akan dirasainya. Di dalam Ilmu Akhlak diterangkan betapa hidup yang lurus di dunia ini, dengan kebersihan akhlak, moral dan mental. Tanggungjawab kepada Allah dan tanggungjawab kepada sesama manusia. Kufur, tidak mau percaya kepada Allah sebagai unit, sebagai pusat dan pokok pangkal tempat bertolak di dalam hidup, akan menyebabkan hidup itu sendiri penuh dengan siksaan. Kekayaan, pangkat danjabatan yang tinggi, harta-benda yang melimpah-limpah dan kekuasaan yang dirasai tidak berbatas, tidaklah akan dapat menolong menyelubungi siksaan batin karena tadinya memilih jalan yang sesat.

Di ayat ini terlebih dahulu diterangkan betapa hebatnya siksaan dunia, baik mengenai diri pribadi atau mengenai kelompok masyarakat. Meskipun yang mula-mula diceritakan ialah kejahatan orang Yahudi yang hendak membunuh Nabi Isa Almasih, dan mereka digagalkan oleh Tuhan, namun dia tidak menjadi pedoman bagi seluruh manusia, bahwasanya menolak kebenaran Allah adalah siksaan, baik siksaan ketika hidup di dunia, ataupun siksaan sesudah mati dalam akfrrat.

وَ ما لَهُمْ مِنْ ناصِرينَ

“Dan tidaklah ada bagi mereka or ang-orang yang akan menolong.” (ujung ayat 56).

Cobalah kita fikirkan baik-baik, siapakah yang akan dapat menolong kita kalau sekiranya kita sendiri yang dari semula telah memilih jalan salah ? Kita telah menentang Al-Haq (kebenaran), sedang kebenaran itu hanya satu, Allah itu sendiri bernama Kebenaran. Maka siapakah orang lain yang akan sudi menolong kita di dalam menempuh jalan yang di luar kebenaran itu? Padahal kebenaran itu hanya satu? Maka orang kufur menolak kebenaran, akan sepilah jiwanya sendirian dan tidak akan ada orang yang membela dia. Siapa yang akan tampil ke muka membela orang yang salah? , Apatah lagi di akhirat kelak, di tempat yang sega:a sesuatu terpulang kepada Allah.

وَأَمَّا الَّذينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ

Dan adapun orang-orang yang beriman dan mengamalkan perbuatan perbuatan yang shalih, maka akan Dia sempurnakan ganjaran-ganjaran mereka.” (pangkal ayat 57).

Kalau pada ayat yang terdahulu dikatakan bahwa orang yang menolak ajaran Allah akan mendapat siksaan di dunia dan di akhirat, maka orang-orang yang mengerjakan perbuatan perbuatan yang shalihpun akan diberi Allah ganjaran dengan sempurna, sejak dari dunia sampai ke akhirat. Bila iman telah tumbuh di dalamjiwa, belumlah mereka akan puas kalau itu belum dibuktikan dengan amal.

Bilamana satu amal sudah selesai dengan baik, sebab kewajiban yang timbul dari dalam seruan batin telah dilaksanakan. Amal usaha yang banyak memberikan kepuasan di dalam diri sendiri, sebab hidup telah bernilai. Dan kelak di akhirat akan mendapat bahagia lipat-ganda lagi.

Inilah didikan kepada manusia seterusnya, selama alam ini masih terkembang dan selama manusia masih di dalamnya, yaitu supaya manusia lebih banyak menuruti suara hati nuraninya. Jangan memperturutkan hawanafsu. Kalau di zaman dahulunya jangan membunuh nabi-nabi dan jangan menganiaya, baik aniaya terhadap orang lain ataupun terhadap diri sendiri.

وَ اللهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمينَ

“Dan Allah tidaklah suka kepada orang-orang yang aniaya.” (ujung ayat 57).

Sebesar-besar aniaya ialah mendustai diri sendiri. Beriman dan beramal shalih sebanyak-banyaknya adalah suara dari hati nurani. Hawa nafsu manusia menyebabkan suara hati suci-murni itu mereka bantah atau mereka tekankan saja. Lalu mereka menempuh jalan yang salah, susahlah membebaskan diri dari pengaruhnya. Di situlah timbul aniaya kepada diri sendiri.

Di sini Tuhan memperingatkan bahwa Dia tidak suka kepada orang-or ang yang aniaya. Ayat ini menjelaskan bahwa kalau kita menganiaya diri, adalah itu di luar kesukaan Allah. Melainkan pilihan kita sendiri. Kalau Tuhan telah menyatakan tidak menyukainya, tandanya kita dilarang mendekat kepada sikap aniaya. Sebab itu tidaklah layak kita berkata bahwa saya ini menjadi orang yang aniaya, karena takdir Tuhan. Mengapa Tuhan akan mentakdirkan perkara yang dilarangNya?

Sebab itu kita sendirilah yang hendaknya berusaha menjauhi aniaya.

ذلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ

“Demikianlah telah kami bacakan dia kepada engkau .” (pangkal ayat 58).

Yaitu telah diceritakan betapa Bani Israil, tegasnya Yahudi mencoba segala tipudaya mereka hendak menjerumuskan Isa Almasih ke dalam lembah kesengsaraan, bahkan hendak membunuhnya sekali, karena mereka telah kafir tidak mau menerima Risalat Nabi Isa. Maksud mereka hendak menghinakan beliau tidak tercapai; bahkan Almasih bertambah dimuliakan Tuhan. Mereka hendak membunuh beliau, namun Allah memeliharanya. Dan si penolak kebenaran itu, tidaklah berdaya dalam usahanya, melainkan mendapat kegagalan total. Yang dikisahkan Tuhan kepada Nabi Muhammad saw ini adalah;

مِنَ الْآياتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكيمِ

“Sebahagian dari ayat-ayat dan peringatan yang amat bijaksana.” (ujung ayat 58).

Dijelaskan di ujung ayat ini bahwasanya kisah kemuliaan ini barulah sebahagian kecil saja dari ayat-ayat Allah, yaitu tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Isinyapun ialah satu peringatan bahwasanya kecurangan pasti gagal dan seorang yang dimuliakan 0leh Allah, tidak ada makhluk yang sanggup menghinakannya. Lalu ditekankan di ujung ayat tentang hal bijaksana. Yaitu, kalau kita pelajari dari hanya sebahagian ayat yang dikisahkan Tuhan ini dan kita bandingkan pula kepada kejadian-kcjadian yang lain, akan selalu kelihatan betapa kebijaksanaan Ilahi di dalam mengatur siasatNya. Dan semuanya ini telah disampaikan Tuhan dengan amat halus dan penuh hikmat kebijaksanaan, sehingga terbuka pulalah jalan seluas-luasnya bagi barangsiapa yang hendak menyelidiki jalan sejarah hidup manusia dalam alam dunia ini.

Wassalam


Debat Syehk Ahmad Deedat dengan DR. Anis Shoroh Bag.1

January 10, 2010

Moderator Membuka Acara

Bismillahirrahmaanirrahiim

“Selamat datang saya ucapkan pada hari ini, di Auditorium Royal Albert Hall, semoga Allah SWT., senantiasa mengaruniakan kebahagiaan kepada anda. Amien.

Di antara perkara-perkara yang terpent dalam sebuah perdebatan semacam ini adalah, memahami sifat pertemuan yang karenanya kita telah hadir. Saya kira ini merupakan moment bersejarah yang membuka kesempatan bagi pengikut dua agama, baik dari kalangan Nasrani maupun Islam, untuk mende ngarkan sudut pandang pihak yang lain.

Malam ini saya berbicara sebagai moderator. Saya adalah pengikut ajaran Nasrani yang konsekwen, nama saya adalah Clay Karphin. Saya aktif sebagai sekretaris jendral pada organisasi Perhimpunan Injil.

Saya merasa sangat berbahagia menyambut kehadiran anda sebagai wakil dari kedua pembicara; yang tentunya juga merasa sangat bergembira karena penuhnya auditorium ini. Di sini saya akan memperkenalkan kedua pembicara kita pada malam hari ini kepada anda semua. Seperti yang telah saya katakan tadi, bahwa kami sangat bergembira dengan keikutsertaan anda berdua dalam perdebatan yang penting ini.

Selanjutnya, saya mohon kesediaan tuan Ahmed Thomson untuk memperkenalkan tuan Ahmed Deedat secara singkat kepada kita semua.”

(Saudara Ahmed Thomson dari Islamic Center berbicara):

Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat sore. Saya kira sebagian besar dan anda telah mengenal tuan Ahmed Deedat. Sebab sebelumnya beliau telah beberapa kali datang ke Inggris, dan pada bulan Juli tahun ini beliau juga ikut serta dalam perdebatan yang serupa dengan yang sedang kita laksanakan pada malam hari ini. Tuan Ahmed Deedat adalah direktur Islamic Propagation Centre International di Dorban, Afrika Selatan. Beliau telah lama mempelajari Bible dan al-Qur’an al-Karim, dan tentunya -sebagai seorang muslim- beliau percaya bahwa al-Qur’an adalah wahyu terakhir yang diturunkan Allah kepada penutup sekalian nabi dan rasul untuk umat manusia.

Kebanyakan sudut pandang yang akan dipaparkan oleh beliau, bersandarkan kepada apa yang tersebut di dalam al-Qur’an al-Karim. Bersamaan dengan itu, beliau juga memusatkan perhaaan untuk mempelajari Bible yang tidak lagi berisikan Injil nabi Isa yang berbahasa asli, yaitu bahasa Aram,1) sekalipun Bible dipandang sebagai dokumen yang menarik perhatian.

Saya ingin mengarahkan perhatian anda kepada ayat 61 dari surah Alii ‘Imran, yaitu ayat yang pada awalnya ditujukan kepada nabi Muhammad saw, kemudian dituiukan pula kepada seluruh kaum muslimin:

Siapa yang membantahmu (tentang kisah Isa) sesudah datang kepadamu ilmu, maka katakanlah (kepadanya), ‘Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak -anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian, kemudian kita bermubahalah kepada Allah, Ialu kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kapada orang-orang yang ingkar’”. (QS. Ali Imran: 61)

Maka, sebagai wakil dari tuan Ahmed Deedat dan seluruh kaum muslimin, saya ingin mengatakan, semoga laknat Allah menimpa kita jika informasi -informasi yang diisyaratkan oleh al-Qur’an al-Karim adalah bohong”.

Moderator melanjutkan:

“Kami juga sangat berbahagia dengan kehadiran pendeta Fred Mashobney dari wilayah Florida, yang secara umum ikut serta dalam gerakan penginjilan. Beliau datang pada malam hari ini sebagai pendamping DR. Anis Shorosh. Sekarang, saya akan memperkenalkan dengan singkat tentang DR. Anis kepada anda semua.

DR. Anis adalah seorang yang berkebangsaan Palestina. Beliau menjadi seorang pengungsi di Yordan pada tahun 1948. Kemudian beliau berangkat ke Amerika Serikat dan menimba ilmu di wilavah Mississipi, di mana beliau berhasil meraih gelar Bachelorius sastra dan theologi. Beliau telah menikah dan mempunyai tiga orang putra dan seorang putri. Sejak tahun 1966, DR. Anis telah bekerja di bidang penginjilan, beliau tinggal di kota Mobile, wilayah Alabama, dan beliau adalah penggondol gelar doktor dalam bidang theologi. Malam ini kita mengucapkan selamat datang untuk DR Anis.. .

Beberapa saat lagi, kita akan mendengarkan orasi dari kedua pembicara kita pada malam hari ini, keduanya akan berbicara selama lima puluh menit. Ketika waktu yang telah ditentukan tinggal dua menit lagi, saya akan mengingatkan dengan menyentuh lengannya, dan apabila waktu yang ditentukan telah habis, maka saya akan berdiri dan mempersilahkannya untuk duduk. Akan tetapi saya percaya bahwa hal tersebut tidak akan diperlukan.

Baiklah, untuk pembicara pertama, kami persilahkan kepada DR. Anis Shorosh untuk menyampaikan orasinya.

(tepuk tangan hangat dari pada hadirin).

Orasi DR. Anis Shorosh

Saudara-saudari yang terhormat!

Mampukah anda untuk menafsirkan kepada saya urutan angka tiga dalam kondisi-kondisi berikut ini, jika yang dimaksudkan bukanlah isyarat kepada rahasia Trinitas?!

Mesias telah menciptakan tiga keajaiban yang berkaitan dengan nelayan di Laut Jaliel, beliau telah menghidupkan kembali tiga orang yang telah mati, seorang anak putri, seorang pemuda dan seorang laki- laki tua sebagai tanda kecintaan beliau kepada semua orang dengan berbagai perbedaan umur mereka.

Petrus telah mengingkari tuannya (Mesias) tiga kali dan menyatakan kecintaannya kepada tuannya sebanyak tiga kali. Dan, kemunculan Mesias juga disaksikan oleh tiga orang dari murid-murid beliau.

Lama masa risalah beliau di atas muka bumi adalah tiga tahun, dan beliau adalah orang ketiga dari tiga or ang yang telah disalib pada waktu itu. Salah seorang mereka disalib dengan sebab dosa, yang lainnya dengan dosa, dan beliau disalib sebagai penebus dosa. Kemudian beliau bangkit dari antara orang-orang yang mati pada hari yang ketiga.8 Apakah ada di antara anda ada orang yang sanggup mengingkari penyampaian dari Allah ini!?. Ataukah anda menyangka bahwa Allah sengaja telah menyesatkan kita dan berdusta kepada kita!?. Jauh sekali.

Sebab, Allah mungkin menjadikan atau tidak menjadikan, berbuat atau tidak berbuat.

Yesus yang tidak pernah berdusta dan tidak pernah sekalipun berbuat kesalahan, telah mengakhiri risalah penebusan dosanya dengan keterangan jelas yang disebutkan dalam Injil Matius:

“Yesus mendekati mereka dan berkata, ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi “. (Matius 28: 18)

Nabi mana yang berani mengucapkan perkataan semacam ini!?.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman “. (Matius 28: 19-20)

Jutaan orang Masehi menamakan pesan ini ‘pesan penginjilan tugas yang agung’, dan kebanyakan kami memulai upacara-upacara keagamaan dengan ungkapan ‘atas nama Bapa, Anak dan Roh Kudus’.

Sekarang marilah kita beralih kepada tema yang sedang kita perbincangkan, yaitu apakah Mesias itu adalah Tuhan?.

Biar saya tegaskan kepada anda, seandainya Yesus dilahirkan dengan cara yang sama seperti saya dilahirkan, bukan dengan cara yang luar biasa dari seorang wanita perawan, hidup dan mati seperti semua manusia, tidak bangkit dari antara orang-orang yang mati dan tidak naik ke langit, maka persolannya pasti tidak akan begini dan Mesias adalah seorang pembohong besar.

Adapun pertanyaan sesungguhnya yang harus dilontarkan pada malam ini adalah, apakah Allah itu adalah Mesias?.

Jika kita mengakui bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu, maka kita akan menghadapi masalah. Dari satu sisi kita percaya bahwa Allah mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki, karena kemampuan-Nya tidak terbatas. Dan, dari sisi lain kita menafikan kemampuan ini dari-Nya ketika mengingkari hak-Nya untuk menjadi seorang manusia. Manusia tidak mampu menjadi Tuhan!. Ini adalah kafir dan tajdif.9 Akan tetapi Allah mampu menjadi manusia, dan namanya adalah Tuhan Yesus, penebus dosa, raja diraja, dan tuan segala tuan.

DR. Stanley Johns yang diberi julukan ‘Utusan kepada orang-orang Hindu’ ada menjelaskan tentang jenis-jenis agama yang terdapat di dunia:

(1). Jenis pertama: kesimpulannya bahwa Allah menyingkapkan zat-Nya dengan sebuah kitab suci.

(2). Jenis kedua: bahwa Firman menjadi syari’at atau sekumpulan hukum-hukum.

(3). Jenis ketiga: bahwa Firman menjadi jasad.

Seandainya manusia adalah perpustakaan -perpustakaan, niscaya kitab adalah cara terbaik untuk berinteraksi dengan mereka. Seandainya mereka adalah undang-undang dan hukum-hukum internal, niscaya mereka merespon sekumpulan hukum-hukum dengan sebaik-baiknya. Dan karena kita adalah manusia, Allah menghendaki agar Firman menjadi jasad, sebagaimana yang kita baca dalam Injil Yohanes:

Firman itu telah menjadi jasad, dan diam diantara kita, dan kita melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran1 “. (Matius 1: 14) 10

Bagi anda yang mengetahui kisah Ibrahim, biarkan saya menggugah kembali ingatan anda pada malam ini.

Sesungguhnya Allah telah datang kepada Ibrahim dalam bentuk seorang manusia, seribu lima ratus tahun sebelum Allah datang ke Betlehem dalam bentuk seorang anak kecil.

Mari kita lihat dalam pasal 18 dari kitab Kejadian, di mana disebutkan:

“Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Serudah dilihatnya, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata, ‘Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini “. (Kejadian: 18: 1-4)

Kemudian kita baca dalam ayat 13 dari pasal yang sama:

“Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Abraham, ‘Mengapakah Sara tertawa dan berkata: sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?. Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan? pada waktu, yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau. Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki -laki “. (Kejadian: 18: 13-14)

Tersebut dalam ayat 22-25 pada pasal yang sama:

“Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom. Tetapi Abraham masih berdiri di hadapan Tuhan. Abraham datang mendekat dan berkata, “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik ?. Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu?. apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?. Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian itu dari pada -Mu. Masa Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil!? “. (Kejadian 18: 22-25)

Dan pada akhir ayat pasal 18 dari kitab Kejadian, gambaran Tuhan alam dilukiskan dalam bentuk manusia:

“Lalu pergilah Tuhan setelah la selesai berfrman kepada Abraham, dan kembalilah Abraham ketempat tinggalnya “. (Kejadian 18: 33)

Saya bertanya kepada anda saudara-saudaraku yang budiman, seandainya Tuhan tidak menghendaki keterikatan dengan ikatan tempat, masa, jarak dan berhadap-hadapan, lalu bagaimana Dia mampu meninggalkan Ibrahim?!.

Apa yang akan kita tentang Melkisedek yang merupakan jelmaan terakhir Yesus, Mesias!?.

“Tersebut dalam Surat Kepada Orang Ibrani:

“Sebab Melkisedek11 adalah raja Salem dan imam Al lah Yang Maha Tinggi, ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya, Melkisedek. adalah pertama -tama raja kebenaran , dan juga raja Salem, yaitu damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu dan tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam selama-lamanya”. (Ibrani 7: 1-13)

Dia diciptakan dari tanah bumi, demikian pula kita diciptakan dari tanah bumi. Sedangkan Yesus dilahirkan dari Roh Kudus.

Dalam bukunya yang berjudul “Apa nama-Nya?”, Tuan Deedat mengeluarkan segenap pendapat untuk membuktikan bahwa di antara sifat-sifat “Tuhan yang paling khusus adalah tidak pernah makan sama sekali.

Anda siapa dan mereka orang-orang primitif itu siapa, sehingga kalian mrngatakan apa yang mungkin dilakukan oleh Tuhan atau tidak dilakukan-Nya, apa yang dikatakan-Nya dan apa yang tidak, apa yang dijadikan-Nya apa yang tidak!!?.

Pasal 18 dari kitab Kejadian bercerita tentang tiga orang pengunjung yang datang dari langit kepada Ibrahim. Lalu beliau bercerita dengan pimpinan mereka dengan berkata: Wahai tuan, dan beliau berdiri di samping mereka ketika mereka sedang makan. Beberapa abad setelah itu, Yesus -Khalil Ibrahim dan Tuhannya- makan bersama murid-muridnya, sebelum dan sesudah kebangkitannya.

Karna inilah yang dipilih-Nya, dan karena Dialah Allah. Barangkali masalah yang ada di hadapan anda wahai kaum muslimin, kendati anda mengulang-ulang kalimat Allahu Akbar sebanyak 40 kali dalam sehari, akan tetapi Allah dalam pandangan anda tidak cukup besar untuk menciptakan keajaiban-keajaiban yang luar biasa.

Saya akan bertanya kepada anda, sampai kapan anda akan membiarkan Allah jauh dari kita, tanpa peduli dengan kita, bersikap sombong terhadap kita, padahal Dialah yang telah menaptakan kita dalam bentuk dan rupa-Nya!!?.

Orang-orang tersebut telah muncul menunjukkan diri kepada Ibrahim dan mereka berjalan ke arah Sodom. Salah seorang dari mereka tertinggal di belakang, dan dialah yang disapa oleh Ibrahim dengan ucapannya: Wahai Tuan.

Dengan penuh keikhlasan, secara sistematis dan jelas, biarkan saya menunjukkan kepada anda sebagian dari sifat-sifat utama yang dimiliki Allah, dan anda dengan sendirinya akan melihat bahwa semua sifat-sifat ini ada pada Yesus, Mesias, dan beginilah keberadaan Yesus dari sejak azali.

Tersebut dalam Injil Yohanes:

“Oleh sebab itu ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada”. (Yohanes 17: 5)

Dalam ceramah yang disampaikannya pada bulan Juli yang lalu di kota Birmingham, tuan Deedat mengatakan bahwa dia mempercayai setiap kalimat yang diucapkan oleh Mesias di dalam Injil. Jadi, hendaknya dia menjelaskan sikapnya yang kontradiksi ini.

Kemudian kita baca dalam Injil Yohanes:

“Abraham bapamu bersuka cita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersuka cita. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya,`Umur-Mu belum lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?’. Kata Yesus kepada mereka, ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi; Aku telah ada”: (Yohanes 8: 56-58)

Jika anda membaca ayat 13 dan ayat sesudahnya dari pasal 3 kitab Kejadian, anda akan memahami sebabnya:

“Lalu Musa berkata kepada A!lah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu “. (Keluaran: 3: 13)

Kemudian kita baca dalam ayat 2 pasal 5 dari kitab Mikha tentang nubuat yang berkaitan dengan Betlehem, tanah kelahiran Mesias yang ditunggu, raja Yahudi. Pada ujung ayatnya tersebut:

“…yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”. (Mikha, 5: 2).

Apakah sifat ini cocok untuk orang biasa? ataukah ini adalah sifat Allah yang mulia, lalu Dia datang kepada kita dalam bentuk manusia?

Dalam Injil Yohanes terdapat ayat yang berkenaan dengan keberadaan Mesias sebelum permulaan alam.

“Sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan”. “. (Yohanes 17: 24).

Sekarang mari kita perhatikan kandungan ayat-ayat pasal pertama dari Injil Yohanes:

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah “. (Yohanes 1: 1-14)

Coba dengarkan kata-kata Sulaiman dalam kitab Amsal, di mana kita baca:

“Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamannya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu “. (Amsal: 30: 4)

Mana jawabannya?, atau apa jawaban atas pertanyaan itu?

Sepuluh abad setelah nubuat ini berlalu, Tuhan Yesus memberikan jawabannya kepada kita. Jawabannya ada dalam Injil Yohanes:

‘Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia”. (Yohanes 3: 13)

Bible menyebutkan bahwa Yesus tetap senantiasa dalam keadaannya yang kemarin, sekarang dan selamanya, dan itulah sifat yang hanya duniliki oleh Allah.

Kita membaca dalam kitab wahyu kepada Yohanes:

“Aku adalah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan. Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa”. (Wahyu 1: 8).

Kemudian di dalam pasal yang sama, pada ayat 17-18 disebutkan:

17. “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi la meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: `Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaat maut. ” (Wahyu Kepada Yohanes, 1: 17-18).

Apakah ayat-ayat, atau penjelasan, atau berita- berita yang disebutkan di dalam al-Kitab di atas, menunjukkan bahwa Yesus yang dilahirkan secara luar biasa, hanya sebagai manusia biasa atau apakah ayat- ayat, atau penjelasan, atau berita-berita tersebut benar -benar menunjukkan bahwa Yesus adalah “Tuhan yang menjelma dalam bentuk manusia?

Di antara sifat-sifat Allah Yang Maha Tinggi dan Menguasai adalah mengetahui peristiwa-peristiwa akan datang yang belum terjadi, dan Yesus dapat mengetahui hal itu. Saya yakin bahwa mayoritas para hadirin, kaum terpelajar yang ada di tempat ini sudah mengetahui tentang kisah seorang wanita Samiri yang disebutkan di dalam Pasal empat dari Injil Yohanes. Mengapa wanita tersebut dapat yakin dan percaya ketika Yesus mengatakan kepadanya bahwa ia adalah Mesias Al -Muntazhar?

“16. Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggilah suamimu dan datang ke sini. 17. Kata perempuan itu: “Aku tidak mempuryai suami. “Kata Yesus kepadanya: `Tepat katamu bahwa engkau tidak mempunyai suami. ” 18. Sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu, dalam hal ini engkau berkata benar. ” (Yohanes 4: 16-18).

Wanita itu dipenuhi rasa takut, maka ia pun pergi ke kota dan mengatakan kepada manusia:

“29. “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkin dia Kristus itu?”30. Maka mereka pun pergi ke luar kota !a!u datang kepada Yesus. ” (Yohanes 4: 29-30).

Mereka mengatakan:

“45. Filipus bertemu dengan Natanae! dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus anak Yusuf dari Nazaret. ” (Yohanes 1: 45).

“47. Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepadanya, lalu berkata teatang dia: “Lihat inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” 48. Kata Natanael kepadanya: “Bagaimana engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. ” 49. Kata Natanael kepadanya: “Rabi, Eagkau anak Allah, Engkau Raja orang Israel. ” (Yohanes 1: 47-49).

Mengapa Yesus dapat melihat Natanael, padahal belum ada seorang pun vang dapat melihatnva selain Allah.

Yesus telah mengetahui tentang pengkhianatan yang akan dilakukan muridnya, ia juga telah mengetahui tentang peristiwa penyalibannya, kematiannya, dan saat saat kembalinya, secara detail dan terperinci, hingga murid-muridnya sendiri pun pada awalnya tidak mampu untuk mempercayainya. la dapat mengetahui bahwa Butras akan mengingkarinya sebanyak tiga kali, padahal Butras adalah salah seorang muridnya yang sangat setia. Ia juga dapat mengisahkan secara terperinci tentang berbagai macam peristiwa kehancuran yang akan terjadi di Baitul Maqdis, tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi setelah tiga puluh tahun penyalibannya, dan lain sebagainya. Di samping itu, ia juga telah berbicara tentang hari akhir, dan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan akan datangnya hari akhir tersebut, yaitu persitiwa-peristiwa yang sedang kita alami malam ini di London dan di kota-kota lain di seluruh dunia.

Pada acara makan malam bersama murid -muridnya, yang disebut dengan makan malam terakhir, ia mengisahkan kepada mereka tentang kematiannya, kebangkitannya, dan saat-saat dimana ia akan kembali lagi ke dunia.

Dengan seluruh bukti-bukti yang sangat jelas tersebut, apakah masih ada di antara kita orang yang sanggup untuk mengatakan dengan ketulusan hatinya dan kejernihan nuraninva bahwa Yesus bukan Tuhan yang menjelma dalam bentuk manusia?.

Bahkan al-Qur’an al-Karim sendiri, sebagai kitab suci umat lslam, turut mengatakan bahwa Yesus dapat mengetahui kapan akan terjadinya hari kiamat.12

Di dalam Injil Matius disebutkan bahwa ketika jenderal dari para pembesar ‘Timur sampai di Baitlehem, mereka menanyakan, ‘dimanakah orang yang dilahirkan untuk menjadi raja?’

Bukankan suatu keanehan, jika anak yang dilahirkan itu (Yesus) disebut sebagai raja, padahal julukannya yang benar adalah Amir (pemimpin).

Di dalam Injil Matius, kita juga dapat membaca bahwa ketika mereka melihat seorang anak kecil yang bersama Maryam, mereka segera bersujud kepadanya, dan orang-orang yang berakal pun hingga hari ini masih bersujud kepadanya (Yesus)13. Sedangkan tentang ketiga hadiah yang mereka berikan kepadanya (anak kecil yang bersama Maryam) adalah hadiah-hadiah yang menunjukkan akan hal-hal tertentu; emas yang mereka berikan menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja, pakaian yang mereka berikan menunjukkan bahwa ia adalah Tuhan, dan kepahitan yang mereka berikan kepadanya menunjukkan akan kematiaannya di dalam kapan yang tidak sama seperti kapan manusia.

Umat jin dan setan pun mengetahui Yesus, dan mereka sujud kepadanya, seperti yang disebutkan di dalam Injil Markus.

“6. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya 7. dan dengan keras ia berteriak: `Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Demi Allah, jangan siksa aku. ” (Markus 5: 6-7).

Dalam ayat ke 41 dan setelah, dari pasal 20 Injil Lukas, terdapat beberapa bukti akan keberadaan Yesus sebagai Tuhan, di antaranya adalah sujudnya musuh musuhnya kepadanya.

“41. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesaias adalah anak Daud. 42. Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: “Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, 43. Sampai Kubuat musuh-musuh Mu menjadi tumpuan kaki Mu. 44. Jadi Dauxd menyebut dia Tuannya, bagaimana mungkin ia anaknya pula?” (Lukas 20: 41 -44).

Dalam Injil Yohanes pasal 9 juga disebutkan bahwa Yesus dapat menyembuhkan seorang pemuda yang dilahirkan dalam keadaan buta. Selanjutnya mari kita baca ayat 35 sampai 38 dari pasal yang sama tentang akhir daripada kisah yang mengesankan ini.

“35. Yesus mendengar bahwa iu telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada anak manusia?” 36. Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya. ” 37. Kata Yesus kepadanya; “Engkau bukan saja melihat Dia, tetapi Dia sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” 38. Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” lalu ia sujud menyembah-Nya. ” (Yohanes 9: 35-38).

Ijinkan saya membuka rasionalitas dan nurani anda dengan membahas dan mengingatkan anda akan beberapa fenomena tentang Yesus yang disebutkan di dalam Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose.

“13. la telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14. di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. 15. la adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16. karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan, yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18. Ialah kepada tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga ia lebih utama dalam segala sesuatu. ” (Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose 1: 13-18).

Orasi DR. Anis Shorosh

Di antara sifat-sifat Allah adalah Kuasa terhadap segala sesuatu. Lalu siapa di dunia ini yang mampu untuk mengatur perputaran udara dengan kekuatan murninya?, jelas anda akan mengatakan ‘Allah’. Jika demikian, maka katakanlah kepada saya, siapakah Yesus yang memiliki kemampuan untuk menentramkan badai topan di lautan luas, sebagaimana yang disebutkan di dalam Injil Lukas?14 Lalu apa pula yang akan anda katakan tentang kemampuannya untuk berjalan di atas air, dan berita tentang naiknya beliau ke langit dengan kekuatan luar biasa setelah selesai menunaikan risalah pengorbanannya di muka bumi, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Kisah Para Rasul?!. Saudara-saudara sekalian! Jika Eliya sebagai seorang nabi diangkat ke langit dengan kereta kuda yang terbuat dari api, maka Yesus dapat naik ke langit dengan kekuatannya sendiri, sebab ia memiliki kemampuan untuk itu, sebagaimana ia memiliki kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan.

Di dalam Injil Matius kita dapat membaca:

“18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. 19. Dekat jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu; “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. 20. Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?” (Matius, 21: 18-19).

Yesus memiliki kekuasaan terhadap orang yang sudah mati, sebagaimana yang disebutkan di dalam kisah Ezra pada keseluruhan pasal 11 dari Injil Yohanes:

“Ada seorangyang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit. ” 4. Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu anak Allah akan dimuliakan. ” 5. Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. 6. Namun setelah di dengarnya, bahwa Lazarus rakit, ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, dimana ia berada; 7. tetapi sesudah itu ia berkata kepada murid-murid Nya: “Mari kita kembali ke Yudea”. 8. Murid-murid itu berkata kepadanya: “Rabi, baru-baru ini orang -orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali kesana?” 9. Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. 10. Tetapi jikalau seorang berjalan di malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya. ” 11. Demikianlah perkataannya, dan sesudah itu ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi aku pergi kesana untuk membangunkan dia dari tidurnya. ” 12. Maka kata murid-murid itu kepadanya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh. ” 13. Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. 14. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; 15. Tetapi sukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya. ” 16. Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan dia. ” 17. Maka ketika Yesus tiba, didapatinya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. 18. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. 19. Disitu banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. 20. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkannya. Tetapi Maria tinggal di rumah. 21. Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saurdaraku pasti tidak mati. 22. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadamu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya. ” 23. Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit. ” 24. Kata Marta kepadanya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman. ” 25. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati untuk selama -lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”27. Jawab Marta: “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia. ” 28. dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: “Guru ada disana dan ia memanggil engkau. ” 29. Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. 30. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. la masih berada di tempat Maria menjumpai dia. 31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi keluar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. 32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepadanya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati. ” 33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masyghullah hatinya. Ia sangat terharu dan berkata: 34. “Dimanakah dia kamu baringkan? ” jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!” 36. Maka menangislah Yesus. 36. Kata orang-orang Yahudi: “lihatlah, betapa kasihnya kepadanya!” 37. Tetapi beberapa orang diantaranya berkata; “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah ia bertindak, sehingga orang ini tidak rnati?” 38. Maka masyghullah pula hati Yesus, lalu la pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. 39. Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepadanya: “Tuhan, ia sudah berbau sebab sudah empat hari ia mati. ” 40. Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: “Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” 41. Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri disini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. “43. Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah keluar!” 44. Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kajan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain -kain itu dan biarkan ia pergi. “

Persepakatan untuk membunuh Yesus

(Mat. 26: 1-5; Mrk. 14: 1-2; Luk. 22: 1-2)

45. Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percayalah kepadanya. 46. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Parisi dan menceriterakan kepada mereka, apayang telah dibuat Yesus itu. 47. Lalu imam-imam kepala dan orang -orang Parisi memanggil mahkamah agama untuk berkumpul dan mereka berkata; “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. 48. Apabila kita biarkan dia, maka semua orang akan percaya kepadanya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita ” 49. Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, 50. dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa. ” 51. Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai imam besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 52. dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak AI­lah yang tercerai berai. 53. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh dia. 54. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum diantara orang-orang Yahudi, ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota bernama Efrain, dan di situ ia tinggal bersama-sama murid-muridnya. 55. Pada waktu itu hari raya paskah orang-orang Yabudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum paskah itu. 56. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata kepada orang lain: “Bagaimana pendapatmu ? Akan datang jugakah ia ke pesta?” 57. Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Parisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu drmana dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia. “

Yesus juga memiliki kekuasaan terhadap setan dan kaumnya.

Di dalam Injilnya, Lukas menyebutkan sebuah kisah tentang pertemuan antara Yesus dengan dunia ruh-ruh jahat:

“26. Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. 27. Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki -laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal di dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. 28. Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: `Apa urusan-Mu denganku hai Yesus Anak Allah Yang Maha tinggi? Aku memobon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku. ” (Lukas, 8: 26-28).

Selain itu, Yesus juga memiliki kekuasaan terhadap penyakit. Sesungguhnya seruan yang telah disam paikannya kepada seluruh umat manusia, sama sekali tidak ada bandingannya sepanjang sejarah umat manusia.

“28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. ” (Matius 11: 28).

Yesus telah menjadikan orang yang buta dapat melihat, menyembuhkan orang yang lumpuh, menghidupkan orang yang mati, dan menyembuhkan banyak manusia dari berbagaimacam penyakit yang lain.

Banyak golongan manusia yang mengikutinya, dan dia menyembuhkan mereka semua. Di samping semua itu, Yesus juga memiliki kekuasaan untuk mengampuni dosa-dosa manusia.

Tentang hal ini kita dapat membacanya di dalam Injil Markus dan Matius:

“3. Ada orang-orang datang mernbawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang ada di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu berbaring. 5. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus, 2: 3-5).

Siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain daripada Allah SWT ? Inilah yang saat itu mereka yakini dengan seketika, yaitu ketika ia (Yesus) merasakan keraguan yang bergemuruh di dalam hati mereka, ia berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal itu di dalam hati?

Manakah yang lebih mudah, apakah mengatakan kepada orang yang sedang dalam kegundahan hati, ‘dosa-dosamu telah diampuni’, atau ‘berdiri dan bawalah tempat tidurmu?’.

Yesus telah mengampuni wanita yang berbuat dosa, dan mengampuni pencuri yang disalib bersamanya. Hanya saja, pencuri itu tidak mengharapkan ampunan untuk dirinya sendiri walau sekali pun. Yesus juga telah berdoa kepada Allah agar mengampuni orang-orang yang telah mengazabnya.

Yesus memiliki kekuasaan untuk menciptakan. Bahkan Allah telah memberikan keistimewaan kepadanya dengan penguasaan terhadap seluruh makhluk. Hal ini dapat terlihat ketika Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima rusa dan dua ikan. Di dalam kesempatan lain, beliau juga dapat memberi makan empat ribu orang dengan sepotong rusa dan sedikit ikan.

Tentang hal ini, Yohanes menguatkannya di dalam risalahnya yang pertama:

“20. Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengeritan kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. ” (Surat Yohanes yang Pertama, 5: 20).

Saudara-saudaraku sekalian, para pendengar budiman!!.

Apakah pada malam hari ini, atau kapan saja, kita dapat mengingkari tentang hakikat yang telah diwahyukan kepadanya? Sesungguhnya lembaran lembaran yang membuktikan akan keberadaan Yesus sebagai Penolong sangat jelas adanya. Para nabi dahulu telah memberitakan tentang kedatangannya, dan seluruh berita-berita tersebut telah terbukti dengan sangat terperinci.

Tuhan Bapa telah menegaskan tentang hubungannya dengan Yesus, yaitu dengan mengatakan bahwa ia (Yesus) adalah anaknya yang tercinta. Keajaiban-keajaibannya adalah bukti atas kekuatan dan kekuasaannya, dan Ruhul Kudus telah menjelaskan akan kebenaran ini, yang dipersaksikan oleh para rasul dan perjanjian baru.

Izinkan saya menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah pada hakikatnya adalah Yesus. Sesungguhnya, dalam perjalanan panjang sejarah umat manusia banyak orang yang dijadikan sebagai Tuhan, akan tetapi Yesus lah Tuhan yang sebenarnya, dialah yang pertama, dan dialah yang esa, yang menjelma ke dalam bentuk manusia. Yesus datang mencari saya dan anda-anda sekalian untuk memberikan kehidupan yang abadi. Harga yang telah dibayarkan Yesus untuk mensucikan kita dari bermacam-macam dosa adalah kematiannya, karena itulah Allah memberikan kepada kita Tuhan Yesus kehidupan abadi Rahasia tentang hal ini akan lebih jelas jika anda mendengar apa yang dikatakan Yohanes kepada Yesus:

“29. Pada kesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes, 1: 29)” dan saya telah bersaksi bahwa ia adalah anak Allah.

Barangkali anda sekalian masih merasa bingung, bagaimana mungkin Mesias bisa mendapatkan tempat. Sesungguhnya Adam yang pertama mengalami kekalahan ketika berperang, akan tetapi Adam yang kedua (Yesus) mendapatkan kemenangan dalam peperangan. Peristiwa penyaliban yang dialaminya adalah bentuk kemenangan baginya.

Mengapa orang-orang Yahudi pada zaman dahulu melakukan pengorbanan? Mengapa al-Qur’an juga memerintahkan umatnya untuk melakukan hal itu? Jawabnya adalah tidak ada pengampunan dosa tanpa penumpahan darah.

Bukankah ini merupakan perbuatan yang aneh? Allah memerintahkan perbuatan baik karena kesucian, bukan untuk mencari kesucian. Kami tidak wajib untuk pergi ke bumi yang suci, baik itu Baitul Maqdis, atau Mekkah 15, atau Roma. Sebab tempat-tempat tersebut sama sekali tidak ada artinya dibanding kemuliaan Allah. Allah mencintai kita semua, dan akan mengampuni seluruh dosa-dosa kita dengan nikmat Nya melalui keimanan kita terhadap Tuhan Yesus, Mesias. Karena kebesaran antara Allah terhadap alamlah, Dia mengorbankan anak satu-satunya, agar seluruh umat manusia yang beriman kepadanya (Yesus) tidak mengalami kebinasaan, bahkan sebaliknya, akan mendapatkan kehidupan yang abadi.

Terimakasih atas perhatian anda sekalian….

<<Selanjutnya [Bag.2]


Debat Syehk Ahmad Deedat dengan DR. Anis Shoroh Bag.2

January 10, 2010

Pembawa Acara melanjutkan:

“Terimakasih, kami ucapkan kepada tuan Shorosh, atas pidatonya yang begitu semangat dan atas ketepatannya dalam mengalokasikan waktu selama 49 menit 5 detik.

Saya ucapkan, selamat datang di Royal Albert Hall kepada tuan Ahmed Deedat, yang sebentar lagi akan kita dengarkan orasinya yang pertama, selama lima puluh menit. Kepada tuan Ahmed Deedat kami persilahkan dengan segala hormat…..

(Disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin )

Orasi Syeikh Ahmed Deedat

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang durjana.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan semata-mata yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.” (QS. Al-Anbiya’: 18)

Saudara moderator… tuan Shorosh yang saya hormati. . .

Saudara-saudaraku sekalian, permasalahan yang akan kita bahas pada malam hari ini adalah: “Apakah Yesus itu Tuhan?” Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah, dengan mengajukan pertanyaan yang berbalikan dengannya, yaitu: “Apakah Yesus pernah mengaku sebagai Tuhan?” Apakah Yesus pernah mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan”? Apakah Yesus pernah mengatakan: ‘Sembahlah Aku’?

Para hadirin sekalian! Percayalah, bahwa di dalam enam puluh enam kitab yang terdapat di dalam Bible Kristen Protestan, atau di dalam tujuh puluh tiga kitab yang terdapat di dalam Bible Katolik, tidak disebutkan sekali pun kalimat yang menyatakan bahwa Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhan, atau sembahlah Aku”. Tidak terdapat satu kalimat pun di dalam ke dua Bible itu yang menyatakan bahwa Yesus pernah mengatakan demikian. Yesus sama sekali adak pernah mengatakan: “Aku-lah Tuhan, atau sembahlah Aku”.

Saya sebagai seorang muslim, dan kita sebagai kaum muslimin, percaya bahwa Yesus adalah Mesias, termasuk salah seorang dari Ulil Azmi para rasul. Kami percaya bahwa kelahirannya merupakan suatu peristiwa yang luar biasa, bahwa ia adalah Mesias16, bahwa ia dapat menghidupkan yang mati dengan izin Allah, dan dapat menyembuhkan penyakit bisu dan kusta dengan izin Allah. Di sinilah letak perbedaan pendapat antara kaum muslimin dan umat nasrani, kaum muslimin beriman dengan semua kemukjizatan Isa as., namun mereka tidak menganggapnya sebagai Tuhan, sementara umat nasrani menjadikan kemukjizatan tersebut sebagai bukti bahwa Isa as. adalah Tuhan.

Karena itulah, di sini akan saya katakan bahwa saudara kita, tuan Shorosh, dalam penyampaian orasinya tadi, sama sekali belum menyebutkan satu kalimat pun yang menunjukkan bahwa Yesus pernah berkata: “Aku-lah Tuhan, atau sembahlah Aku”.

Selama hidupnya di muka bumi ini, Yesus tidak pernah sekali pun mengatakan perkataan tersebut. Dengan demikian, maka tentunya tuan Shorosh akan diben kesempatan kembali untuk menjawab pertanyaan saya tadi. Apabila tuan Shorosh memang pernah mendengar bahwa Yesus ada mengatakan demikian, maka beliau akan dapat menjelaskannya.

Dari penjelasan yang beliau sampaikan tadi, ungkapan yang paling mendekati tema ini adalah kalimat yang beliau kutip dari kitab Wahyu Kepada Yohanes, dimana beliau menganggap bahwa Yesus pernah mengatakan: “Aku adalah Alif dan Ya”‘. Artinya akulah yang pertama dan yang terakhir.

Kitab Wahyu Kepada Yohanes adalah penjelasan tentang mimpi yang dialami oleh Yohanes, dimana di dalam mimpi tersebut, Yohanes melihat berbagai macam hewan. Mimpi seperti ini dapat saja dialami oleh setiap manusia, khususnya apabila ia makan terlalu banyak. Sedangkan Yesus, selama hidupnya, ia sama sekali tidak pernah mengatakan demikian. Berikut ini akan kami jelaskan tentang setiap perkataan dan perbuatan Yesus…

Pertama, kita akan membahas tentang konsep Holy Trinity. Konsep ini banyak diimani oleh mayoritas orang kulit hitam dan umat nasrani; baik mereka dari pengikut golongan Angelisme, atau Katolikisme, atau Luterime17, atau Mesudisme18.

Secara umum, umat nasrani beriman dengan suatu konsep yang disebut Holy Trinity, dan di dalam ajaran ajaran nasrani yang disampaikan oleh gereja-gereja, mereka mengatakan:

“Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Kudus. Namun mereka bukanlah tiga Tuhan, akan tetapi satu Tuhan”.

Tuhan Bapa memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, Tuhan Anak memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, dan Tuhan Roh Kudus memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, namun mereka bukanlah tiga Tuhan yang memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu, akan tetapi satu Tuhan yang memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu.

Tuhan Bapa adalah seseorang, Tuhan Anak adalah seseorang, dan Tuhan Roh Kudus adalah seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Saya akan bertanya, bahasa apakah ini? Apakah ia bahasa Inggris? Sepertinya begitu, akan tetapi ia bukanlah bahasa Inggris. Anda mengatakan: “seseorang, seseorang, dan seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Bahasa apakah ini?!! Katakan kepada saya, wahai orang-orang Inggris, orang-orang Amerika. Apa defenisi seseorang dalam bahasa kalian?.

Jika anda memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan dengan ketiga saudara anda, kemudian salah seorang dari saudara anda melakukan tindakan kriminal, maka apakah anda atau saudara anda yang lain, yang tidak melakukan kesalahan juga dihukum? Tentu anda akan menjawab: “Tidak”.

Mengapa tidak, sedangkan kalian semua sama? Anda akan katakan: “Tidak”, sebab dia orang lain, bukan kami. Lalu apa yang menjadikannya orang lain? Anda akan mengatakan: “Kepribadiannya”. Jika karena kepribadiannya berbeda anda katakan dia orang lain, maka ketika umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, saya akan katakan: “Bahwa secara logika mereka adalah tiga orang yang berbeda”.

Ketika anda mengatakan Bapa, tentu yang anda maksudkan bukanlah Anak, dan ketika anda mengatakan Anak, tentu yang anda maksudkan bukanlah Roh Kudus, bukankah demikian?. Rasionalitas kita jelas tidak dapat menerima tiga orang yang berbeda sebagai satu orang, ia akan tetap menganggap ketiga orang yang berbeda tersebut sebagai tiga orang. Jika akal saja tidak dapat menerima hal itu, maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa tiga gambar yang kita lihat seperti satu? Tiga selamanya akan tetap tiga. Keyakinan yang menganggap bahwa setiap makhluk hidup adalah Tuhan, atau sama dengan Tuhan, dalam pandangan kaum muslimin adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah! Baik itu pemahaman yang menganggap bahwa Allah memiliki jasad atau bahwa Allah menjelma sebagai manusia, maupun pemahaman-pemahaman yang lain.

Di dalam al-Qur`an, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam” ; padahal AI-Masih sendiri berkata: “Hai bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. ” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan setuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. ” (QS. al-Ma’idah: 72)

Yesus mengatakan tentang Bapa yang ada di langit, Dia-lah Bapa kalian dan Bapa saya, selamanya.

Pada pasal pertama dari Injil Matius, disebutkan ayat yang sangat bertentangan dengan apa yang kalian katakan, yaitu bahwa kata: “Bapa kalian, Bapa kamu, telah disebutkan sebanyak tiga belas kali, sebelum Yesus sendiri mengatakan Bapaku, sungguh sesuatu yang sangat aneh!!

Yesus telah mengatakan kepada kalian sebanyak tiga belas kali drngan kiasan bahwa Allah adalah Bapa setiap manusia, sebab Dia-lah Sang Pencipta, yang memberi nikmat, dan yang membagi rizki kepada seluruh makhluk-Nya. Namun ia tidaklah dilahirkan di dunia, sebab kelahiran adalah perbuatan manusia, karena ia sangat berhubungan drngan unsur-unsur seks.

Keinginan untuk melakukan hubungan seksual adalah fitrah makhluk hidup, rendah, dan sangat tidak patut jika kita lekatkan fitrah ini kepada Allah SWT, meskipun demikian, orang-orang nasrani tetap saja selalu mengatakan:

“Anak Allah, Anak Allah, Anak Allah”. Saya bertanya: “Berapa banyakkah anak Allah?! Mayoritas orang kulit hitam yang beragama nasrani mengatakan bahwa Allah hanya memiliki satu anak. Maka saya katakan: “Jika demikian berarti kalian sama sekali tidak membaca kitab suci kalian, atau kalian tidak membacanya sebagaimana mestinya. Tahukah kalian bahwa di dalam kitab suci kalian disebutkan, Allah memiliki anak-anak yang tidak terhitung jumlahnya? Di dalam kitab Kejadian disebutkan:

“1. Ketika manusria itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik -cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3. Berfirmanlah Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja. ” 4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purba kala, orang-orang yang kenamaan. (Kejadian, 6: 1 – 4).

Di dalam kitab Keluaran disebutkan:

“4. Muka engkau harus berkata kepada Firaun: “Beginilah firman Tuhan: `Israel ialah anak-Ku, anak-Ku, yang sulung. ” (Keluaran, 4: 22).

Di dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma, disebutkan:

Di dalam kitab Yeremia disebutkan:

“9. Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, dlmana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (Yeremia, 31: 9).

“14. Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. (Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma, 8: 14).

Apabila anda taat kepada Allah dan mengetahui ajaran-ajaran-Nya, maka anda adalah seorang pendidik, atau yang semacamnya. Di dalam bahasa dan istilah- istilah orang Yahudi, mereka ada yang mengatakan: “Anak Allah”. Sedangkan orang-orang nasrani mengatakan: “Tidak, sekali-kali tidak, Yesus bukanlah anak Allah, ia dilahirkan, akan tetapi ia bukanlah makhluk.” Saya katakan kepada anda: “Dapatkan anda menjelaskan kepada saya tentang hal ini, dapatkah anda memahamkan saya tentang apa yang ingin anda kukuhkan ketika anda mengatakan bahwa Yesus dilahirkan, namun bukan makhluk sebagaimana yang lainnya?! Apakah yang akan anda katakan kepada saya?!

Percayalah kepada saya! Bahwa selama empat puluh tahun ini tidak seorang nasrani pun yang dapat menjelaskan kepada saya tentang maksud dari kalimat tersebut. Ada satu orang Amerika yang pernah mencoba untuk menjelaskannya kepada saya. Ia mengatakan: “Yang dilahirkan artinya bahwa Allah-lah yang telah melahirkannya.” Saya katakan kepadanya: “Apa?!!” Sebelum saya melanjutkan perkataan saya, ia mengatakan: “Tidak, anda telah bertanya kepada saya tenang arti kalimat tersebut, dan saya telah menjelaskannya kepada anda, akan tetapi saya sendiri tidak percaya bahwa Allah melahirkan anak.”

Dengan demikian, maka perkataan tersebut adalah dusta, dan di dalam pandangan kaum muslimin, mengatakan bahwa Mesias itu Allah adalah bentuk kekafiran.

Di samping itu, ada juga bentuk keanehan lain dalam pandangan umat nasrani, yaitu keyakinan mereka terhadap Holy Trinity. Sekalipun golongan mereka berbeda-beda, dari mulai Ingilikan, Artsudzukis, Katolik, dan Maitsudiyah, akan tetapi keseluruhan mereka beriman dengan Holy Trinity. Mereka mengatakan bahwa Yesus adalah oknum kedua dari ketiganya. Anda mungkin pernah mendengar umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.” Akan tetapi anda tidak akan pernah mendengar mereka mengatakan: “Dengan nama Roh Kudus, Anak, dan Bapa. Atau dengan nama Anak, Roh Kudus, dan Bapa.”

Anak selalu dijadikan sebagai oknum ke dua dalam ketiga Trinitas tersebut, dan apabila ada seorang nasrani yang mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa, maka perkataan ini dianggap sebagai satu dosa besar dalam pandangan gereja dan agama Nasrani.

Sedangkan di dalam pandangan Islam, meletakkan sifat-sifat KeTuhanan kepada makhluk apa pun adalah perbuatan kafir.

Akan tetapi menurut pandangan agama nasrani dan gereja-gereja Angelisme, atau Luterisme, atau Mesudisme, dan gereja-gereja lainnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa merupakan satu dosa besar.

Padahal ia adalah mitos klasik yang sengaja dibuat oleh gereja Katolik, dan keberadaannya telah ada sejak seribu tahun lebih. Saya tidak mengerti mengapa saudara Shorosh menyembunyikan hakikat tersebut. Padahal beliau sendiri beriman bahwa Yesus adalah Tuhan.

Orasi Syeikh Ahmed Deedat

Di dalam bukunya yang berjudul “Al-Masih Al -Mutaharrir” (Mesias Yang Merdeka), mungkin beliau lupa, akan tetapi saya membawa buku itu. Maaf, maksud saya buku “Al-Falisthini Al-Mutaharrir” (Palestina Merdeka). Pada bagian belakang sampul buku tersebut anda dapat melihat gambar bintang Daud, saya tidak mengerti, apakah yang dimaksud di situ adalah bebas dari orang-orang Yahudi atau dari apa?

Pada halaman ke delapan dari buku itu beliau mengatakan:

“Wahai Bapa di Sorga yang penuh cinta kasih, aku bersyukur kepadamu atas segala keajaiban yang telah Engkau jadikan di dalam kehidupanku, dan keajaiban yang paling besar adalah bahwa Engkau mencintaiku hingga Engkau mati untukku.”

Ungkapan ini ada di dalam sejarah gereja, dan sebagai seorang Doktor, saya yakin saudara Shorosh dapat membuktikan hal itu. Ungkapan tersebut adalah mitos klasik yang disebut dengan nama Baterbatsaniyah, atau Munariyatsayaniyah, atau Siliyaniyah. Anda tidak perlu bingung dengan istilah-istilah ini, sebab ia tidak lebih dari sekedar mitos-mitos klasik yang muncul dari gereja sejak lebih dari seribu tahun silam. Dan, Yesus telah menentang mitos ini, Ia mengatakan:

“9. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu bapamu, yaitu Dia yang di sorga. (Matius, 23: 9).

Yesus adalah manusia yang berjalan di muka bumi ini, dan dia telah bersaksi atas Petrus tersebut di dalam kitab Kisah Para Rasul:

“22. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Para Rasul, 2: 22).

Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus sama sekali tidaklah memiliki kemampuan untuk melakukan keajaiban-keajaiban, akan tetapi Allah-lah yang telah melakukan keajaiban-keajaiban tersebut kepadanya, maka dia bukanlah Bapa.

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi:

“37. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku, Kamu tidak pernah mendengar suara Nya, rupa-Nya pun tiduk pernah kamu lihat. (Yohanes, 5:37).

Orang-orang Yahudi pada waktu itu melihat Yesus dan mendengar perkataannya.

Benar bahwa mereka tidak mempedulikan risalahnya, akan tetapi mereka telah mendengar perkataannya. Tidak semua orang Yahudi itu tuli, buktinya mereka memberi respon terhadap risalahnya, mereka mendengarnya, melihatnya, dan mereka ingin merajamnya, hingga Yesus pun lari dari mereka dan bersembunyi di suatu tempat, sebagaimana yang disebutkan sendiri oleh Bible. Dengan demikian, maka sangat tidak masuk akal jika Yesus dikatakan sebagai Tuhan, juga sangat tidak masuk akal jika dia dikatakan sebagai Allah.

Di dalam Bible juga disebutkan tanda-tanda tentang segala sesuatu selain Allah, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur`an: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” Artinya bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat anda pikirkan atau khayalkan sebagai zat yang menyerupai Allah. Di dalam al-Qur`an, disebutkan sembilan puluh sembilan nama-nama Allah Yang Mulia, seperti Yang Maha Mulia, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Adil, Yang Maha Suci, dan lain sebagainya. Akan tetapi Allah bukanlah nama yang ini atau yang itu.

Di dalam Bible juga dijelaskan tentang hal serupa.

Di dalam kitab Ayub disebutkan:

“2. “Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?” (Ayub, 9: 2).

Artinya; bagaimana mungkin kita dapat membandingkan antara manusia dengan Tuhan? Bagaimana mungkin kita dapat mensucikan seseorang yang dilahirkan wanita? Setiap manusia yang dilahirkan oleh wanita, sangat tidak pantas untuk dibandingkan dengan Allah; baik itu Musa, atau Yesus, atau Muhammad, atau Rama, atau Krisna, atau Budha.

Setiap manusia yang dikandung di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, tidak mungkin menjadi Tuhan! Inilah yang dikatakan Taurat.

“5. Sesungguhnya, bahkan bulan pun tidak terang, dan bintang-bintang pun tidak cerah di mata-Nya. (Ayub, 25: 5).

Apa itu bulan? Apa itu bintang-bintang? Keduanya bukanlah sesuatu bagi Allah!.

Orang-orang nasrani mengatakan: “Yesus dilahirkan oleh seorang wanita, itu benar, akan tetapi kelahirannya adalah mukjizat.” Kita sepakat dengan hal itu.

Di dalam Bible, disebutkan:

“6. Lebih- lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!” (Ayub, 25: 6).

Apabila matahari, bulan, dan bintang-bintang saja sama sekali tidak berarti apa-apa bagi Allah! Lalu siapa manusia? Siapa saya, anda, dan kita semua?

“6. Lebih- lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!” (Ayub, 25: 6).

Tahukah anda apa itu berenga! Akan lebih baik jika anda mencari maknanya di dalam kamus-kamus bahasa! Berenga adalah ulat-ulat yang ada pada manusia yang telah mati. Kita semua adalah berenga, dan anak manusia adalah seekor ulat. Siapakah seeokor ulat itu? Ia adalah Yesus Mesias!. Ayat di atas adalah penjelas yang sangat gamblang apabila masih ada keraguan di dalam hati kalian bahwa Yesus merupakan pengecualian di dalam konteks ayat tersebut. Allah telah mengatakan kepada kalian: “Bahwa Dia tidaklah demikian”. Di dalam Perjanjian Baru, Yesus disebutkan sebanyak 83 kali dengan ungkapan sebagai anak manusia:

“Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala Nya. ” (Matius, 8: 20).

Sebagaimana Yunan (Yunus) dapat berada selama tiga hari tiga malam di dalam perut ikat paus, maka anak manusia hanya dapat berada di perut bumi selama tiga hari tiga malam.

Sedangkan tentang anak Allah, hanya ada disebutkan sebanyak 13 kali.

Apabila anda bertanya kepada siapa pun dari kaum missionaris nasrani, siapakah anak manusia? Dia pasti akan menjawab: “Anak manusia adalah Yesus”, ia tidak akan kembali menjadi berenga! Sedang kita adalah yarqaat, lebih hina daripada ulat. Dengan kata lain, janganlah kalian berangan-angan, sebab segala sesuatu yang dilahirkan oleh seorang wanita adalah berenga!!

Di dalam Injil Lukas disebutkan bahwa, setelah usia Yesus mencapai delapan hari, maka mereka pun mengkhitannya. Apakah ada Allah yang dikhitan?!!

(Para hadirin pun bertepuk riuh)

Saya harap anda dapat menjaga ketenangan sebagaimana yang diharapkan oleh moderator sebelumnya!

“Dan ketika genap dalapan hari dan la harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum la dikandung ibu-Nya. ” (Lukas, 2: 21).

Siapakah orang yang berada di dalam perut ibunya? Ia adalah Yesus. Bagaimana ia keluar dari perut itu? Sama seperti keluarnya saya dari perut ibu saya, dan anda dari perut ibu anda. Lalu siapakah Allah?!!

Apabila ada salah seorang dari kita yang berprofesi sebagai seorang suster, mungkin anda akan berpikir, bagaimana mungkin anggapan seperti ini telah ada sejak lebih dari seribu tahun di dalam Ishthabal, ketika Maryam berusaha untuk melahirkan seorang anak? Apakah akan terpikir oleh anda, walau sejenak, bahwa anak yang dilahirkan tersebut adalah seorang Tuhan?! Astagfirullah.

Rasio kita tentu akan menafikan pemikiran seperti ini. Apalagi anak yang dilahirkan itu telah membuat ibunya bernajis selama empat puluh hari, seperti yang disebutkan di dalam Bible.

Inikah yang disebut sebagai Tuhan Yang Suci?! Tidak, ia adalah anak manusia yang dikandung di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, sama seperti saya, dan anda.

Para pengikut Angelisme yang ada di Inggris saat ini, jauh lebih rasional daripada para pengikut Injil. Dalam jajak pendapat para pastur yang diadakan pada bulan Juni tahun lalu di Amerika, lebih dari separuh pastur yang hadir pada saat itu mengatakan:

“Umat Nasrani tidak diwajibkan untuk berkeyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan” jika demikian, maka setelah hari ini anda tidak memiliki kewajiban untuk berkeyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan. Apabila kesimpulan saya dan anda ada pada titik ini, maka ini adalah kesimpulan anda sebagai seorang nasrani Anda berkeyakinan bahwa Yesus wajib mati sebagai seorang Tuhan, tidak sebagai seorang manusia. Dengan alasan bahwa tidak mungkin seorang manusia dapat memikul beban dosa seluruh alam dengan kematiaannya di atas tiang salib.

Kami mengatakan bahwa pada hakikatnya mereka tidaklah membunuhnya, dan tidak pula menyalibnya. Dan tentang hal ini, kami telah menjelaskannya secara rinci pada bulan Juni kemarin, karenanya di sini kami tidak akan membahasnya kembali.

Allah telah mati. Apakah anda benar-benar yakin bahwa Allah telah mati?!

Bukankah kalian sendiri mengatakan bahwa Allah itu kekal? Jika ia mati, lalu apa yang akan terjadi pada makhluk-makhluk-Nya? Anda tahu bahwa listrik yang ada dalam ruangan ini berasal dari satu mesin pembangkit listrik, apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut apa yang akan kita lakukan di sini? Acara akan berakhir, dan kita semua diliputi oleh kegelapan.

Apabila cahaya Allah telah padam, lalu siapa yang akan mengatur perkara-perkara alam, siapa yang akan memudahkannya selama tiga hari tiga malam ketika ia berada di dalam kubur, seperti yang anda katakan, siapa yang akan mengendalikan alam selama masa itu?

Saya katakan bahwa Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, dan dia juga tidak pemah mengatakan kepada seorang manusia pun, sembahlah aku! Sebaliknya, ia justru mengatakan: “Bapaku lebih mulia dariku”. “Bapaku lebih mulia dari segala sesuatu”. “Aku tidak dapat melakukan sesuatu pun dengan diriku, namun Allah dapat melakukan segala sesuatu”.

Saudara Shorosh mengatakan: “Allah dapat menjelma sebagai manusia, karena ia dapat melakukan segala sesuatu.” Saya katakan: “Allah tidak dapat melakukan itu”, apakah dengan demikian saya telah mengingkari kemampuan Allah?

Tidak. Saya menantang siapa saja, untuk membuktikan kepada saya bahwa Allah mampu untuk menciptakan Tuhan yang lain. Sebab Allah bukanlah makhluk, Dia adalah Tuhan, Dia dapat menciptakan makhluk, bukan Tuhan. Dia Maha Kekal, Tidak Berawal dan Tidak Berakhir, dan tidak dapat menciptakan Tuhan lain yang Kekal seperti Dia.

Inilah hukum rasionalitas yang normal.

Allah tidak dapat menciptakan Tuhan yang lain. Lalu apakah mungkin Allah dapat menciptakan Bapa lain sehingga ada dua Bapa, kemudian menciptakan serentetan Bapa-bapa. Dengan demikian dapat saya katakan bahwa rasionalitas anak-anak bibi saya, orang -orang India sana, jauh lebih baik lagi. Sebab mereka beriman dengan banyak Tuhan, dimana menurut mereka bahwa segala sesuatu memiliki Tuhan tersendiri. Mengapa anda tidak menggunakan rasio anda saat anda mengecualikan seorang makhluk sebagai Tuhan? Mengapa Tuhan itu tidak banyak, padahal di dalam Bible disebutkan bahwa anak-anak itu banyak, dan anak-anak itu adalah Tuhan?.

Allah tidak dapat mengeluarkan saya dari kekuasaan-Nya. Adakah tempat di alam ini yang berada di luar kekuasaan-Nya, sehingga Dia dapat mengeluarkan saya dari wilayah kekuasaan-Nya, pernahkah anda berpikir demikian? Kemana Dia akan meletakkan saya?

Allah dapat melakukan segala sesuatu, akan tetapi ia tidak akan melakukan sesuatu apa pun kecuali perkara-perkara keTuhanan. Karena Allah tidak mungkin berbuat sia-sia.

Saya tidak yakin bahwa saudara Shorosh datang kemari untuk sekedar berbual atau mengatakan hal- hal yang sia-sia. Anda juga tidak yakin bahwa saya datang kemari untuk melakukan hal itu. Apakah mungkin orang yang telah menempuh beribu-ribu mil dari Afrika, dan orang yang telah menempuh beribu- ribu mil dari Amerika, datang kemari hanya untuk mengatakan hal-hal yang sia-sia? Menurut anda, apa yang kami ingin dengan semua ini? Jika ada seseorang yang mengatakan: “Tuan Deedat dan Shorosh datang kemari untuk berjoget bersama di hadapan kita”, apakah anda akan percaya? Jika anda menyampaikan perkataan itu kepada orang lain, apakah mereka akan percaya? Jelas anda akan mengatakan: “Kami tidak yakin, bahwa kedua orang yang taat beragama tersebut datang kemari untuk berjoget bersama”.

Allah SWT hanya melakukan perkara-perkara keTuhanan, bukan perkara-perkara yang tidak berhubungan dengan keTuhanan. Yesus berkata:

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Lukas, 11: 20).

Ia juga berkata:

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Matius, 12: 28).

Kekuasaan yang kita bicarakan adalah kekuasaan yang mampu untuk melakukan ini dan itu, kekuasaan yang mampu untuk mengampuni dosa-dosa.

Tanyakanlah, dari manakah ia mendapatkan itu? Ia akan menjawab:

“Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. ” (Matius, 28: 18).

Jika demikian maka semua itu bukanlah kekuasaannya, akan tetapi Bapa yang di langitlah yang telah memberikan kekuasaan itu kepadanya. Dia telah memberikan kepadanya kekuasaan untuk dapat menyembuhkan penyakit bisu dan kusta, dapat menghidupkan orang yang mati, dan dapat membunuh seribu babi, seperti yang disebutkan di dalam Bible.

Dia juga memiliki kekuasaan untuk mengeringkan pohon tiin dari akarnya dan dapat menenangkan badai topan di lautan. Dan manakah semua kekuasaan itu datang kepadanya? Dari Allah!! Jika demikian, maka kemuliaan itu hanva milik Allah.

Salah seorang dan mereka telah menunjukkan hasil telaahnya di dalam perjanjian baru, yaitu ketika Yesus melakukan salah satu keajaiban, ia mengatakan: “Kemuliaan hanya milik Allah, Dialah yang telah memberikan kekuasaan itu kepada manusia.”

Saudara Shorosh mengatakan: “al-Qur’an al Karim sendiri ada yang menyebutkan bahwa Yesus mengetahui kapan datangnya hari kiamat.” Menurut saya, ini hanya anggapan beliau. al-Qur’an ada di sini, di hadapan anda sekalian. Anda dapat membuktikan kebenaran apa yang saya katakan. Saya harap, dalam kesempatan yang ke dua nanti saudara Shorosh bersedia menunjukkan kepada kita, di ayat mana al-Qur’an ada menyebutkan tentang hal itu.

Sedangkan Bible sendiri menentang statement beliau tadi. Di dalam Injil Markus disebutkan:

“Tentang hari dan kiamat itu, maka tidak ada seorang manusia paa yang mengetahuinya, baik para malaikat yang ada di langit, maupun Tuhan Anak, kecuali Tuhan Bapa.”

Artinya; menurut ilmuku, kekuasaanku tidaklah seperti kekuasaan Allah, dan aku tidaklah seperti Dia. Inti permasalahannya adalah dimanakah Yesus pernah mengatakan: “Aku adalah Allah, atau sembahlah Aku, atau Aku dan Allah adalah satu.” Adakah di antara para hadirin sekalian, khususnya yang beragama nasrani, yang dapat menunjukkan kepada saya ayat yang mengatakan bahwa Yesus pernah berkata: “Aku dan Allah adalah satu?!!

Salah seorang hadirin berdiri dan berkata: “Saya akan tunjukkan kepada anda. Dalam Yohanes, pasal 14 ayat 6.

Syeikh Deedat berkata: “Apa bunyi ayat dalam pasal 14?”

Ia menjawab: “Ayat itu mengatakan: “Aku dan Allah satu”.

Syeikh Deedat menjawab: “Baik, penyebutan tentang letak ayat tersebut tidak benar, sebab ayat tersebut terdapat di dalam pasa114 ayat 6, akan tetapi penukilan yang disampaikan benar. Letak yang benar untuk ayat tersebut adalah pada pasal 10 ayat 30 dari Injil Yohanes.

(Para hadirin pun bertepuk tangan riuh)

Orasi Syeikh Ahmed Deedat

Saya harap, para hadirin sekalian tetap menjaga ketenangan.

Berikut saya akan bacakan kepada anda sekalian bunyi ayat tersebut dengan hafalan saya, dan saudara Shorosh sendiri telah mengingatkan saya bahwa ayat tersebut terletak pada pasal ke sepuluh dari Injil Yohanes.

Sekarang, apakah bunyi ayat tersebut?

Saya telah menghabiskan selama empat puluh tahun umur saya untuk membahas tentang hal ini dengan umat nasrani, akan tetapi setiap kali ia mengatakan perkataan Yesus: “Aku dan Bapa adalah satu”, dan saya bertanya: “Dalam konteks apakah ayat itu disebutkan? Ayat tersebut ada di dalam Bible, dan kita tidak dapat mengingkarinya. Akan tetapi selama empat puluh tahun itu pula, saya belum pernah menemukan seorang ulama nasrani pun yang dapat mengatakan kepada saya tentang konteks apa ayat itu disebutkan.

Bukanlah Bible anda, sebab tanpa membuka Bible anda tidak akan pernah dapat mengerti tentang batasan yang terdapat dalam konteks ayat tersebut.

Sekarang saya akan membacakan bunyi ayat itu dengan hafalan saya…

Konteks atau jalan cerita ayat tersebut dimulai dari ayat ke dua puluh tiga…

“23. Dan Yesus berjalan jalan di Bait Allah, di rerambi Salomo. 24. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami. ” 25. Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku. 26. tetapi kami tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. 2?. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan rnerebut mereka dari tangan-Ku. 29. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan tidak seorangpun yang dapat merebut mereka dari tangan Bapa, 30. Aku dan Bapa adalah satu. ” (Yohanes, 10: 23-30).

Mereka menganggap bahwa perkataannya (Yesus) tidak jelas, sebab ia tidak menyampaikan perkataannya dengan jelas. Anggapan seperti ini jelas anggapan yang salah, sebab kita ketahui bahwa perkataannya tidaklah rabun (tidak jelas).

Ia telah mengatakan dengan jelas: “Bahwa dirinya adalah Mesias”, akan tetapi orang-orang Yahudi menginginkan khitab (ungkapan sebagai Tuhan) tersebut kepadanya, dan mereka tidak suka sesuatu apa pun yang mempersempitnya.

Hingga Yesus mengatakan kepada mereka dengan ungkapan sebagai berikut:

“Wahai anak-anak Ular, wahai kuburan-kuburan zygot, wahai generasi yang jahat lagi fasik, wahai orang-orang edit moderator*)!!” Inginkah kalian mendengar ungkapan seperti ini dari orang lain? Orang-orang Yahudi pun, jelas tidak mudah melupakan ungkapan tersebut. Karena itulah, ketika mereka bertemu dengan Yesus, mereka segera melambaikan tangan-tangan mereka ke wajahnya, dan mengatakan: “Kemari, kemari, katakanlah kepada kami, mengapa engkau tidak mengatakannya kepada kami?” Sesungguhnya mereka (orang-orang Yahudi) hanya ingin bertengkar dengannya, maka untuk menggerakkan hati mereka, dan agar mereka merasa lebih terpukul, Yesus mengatakan kepada mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kalian, akan tetapi kalian tidak percayal!”

“Pekerjaan pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku. . . ” (Potongan ayat di atas).

Akan tetapi orang-orang Yahudi ingin berselisih dengannya, jika anda memiliki keinginan untuk mencari akan hal itu, anda akan mendapatkannya sangat dekat dengan anda.

“Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus, 32. Kata Yerus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 33. Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia staja, menyamakan diri Mu dengan AIIah. ” (Yohanes, 10: 31-33).

Ini adalah contoh anggapan salah yang lain. Jika anggapan salah pertama adalah bahwa perkataan Yesus itu rabun, maka anggapan kedua adalah bahwa Yesus mengaku Tuhan. Inilah tuduhan yang dikatakan orang -orang Yahudi. Orang-orang Nasrani mengikuti jejak Yahudi, yaitu dengan mengatakan bahwa Yesus mengaku sebagai Tuhan, hanya saja orang-orang nasrani mengatakan bahwa Yesus mempunyai hak untuk itu.

Mari kita simak apa yang dikatakan Yesus kepada orang-orang Yahudi:

“34. Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah befirman: “Kamu adalah Allah? 35. Jikalau mereka, kepada siapa, firman itu disampaikan, disebut Allah -sedang Kltab Suci tidak ada dibatalkan-, ” (Yohanes, 10: 34-35).

Artinya bahwa di dalam bahasa Yahudi para nabi disebut dengan Tuhan.

“Allah berfirman kepada Musa: “Berfirmanlah Tuhan kepada Mura: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. ” (Keluaran, 7: 1).

Dan, di dalam kitab Mazmur Allah berfirman:

“Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak -anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.” (Mazmur, 82: 6).

Demikianlah kejeniusan bahasa Ibrani. Ketika anda menggunakan kata Allah, maka yang dimaksud disitu bukanlah Allah. Dalam Surat Paulus Yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus, disebutkan:

“Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (Surat Paulut Yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus, 4: 4).

Demikianlah bahasa kalian, dan seperti itulah makna ungkapan kalian. Karena setan memiliki pengaruh di alam ini, maka kalian pun mengatakan bahwa dia adalah ilah.

Musa disebut sebagai ilah bagi Firaun, dan kalian sendiri, wahai orang-orang Yahudi adalah ilah. Demikianlah kejeniusan bahasa Ibrani.

Anda tentu tidak dapat menuhankan Mesias berdasarkan ucapan-ucapan seperti:

34. Mesias berkata, “Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?. 35. Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan disebut Allah -sedang kitab suci tidak dapat dibatalkan-” (Yohanes, 10: 34-35).

Artinya kamu tidak dapat mendustakan aku.

“Masihkah kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutusnya ke alam duaia: Engkau megghujat Allah! karena aku telah berkata: Aku anak Allah. ” (Yohanes 10: 36).

Mesias menolak orang-orang Yahudi, ia berkata,

“Tidak mengapa terhadap apa yang telah aku katakan, A!!ah mempunyai anak-anak yang tidak terhitung jumlah mereka dalam bahasa kita, maka mengapa kamu menyalahkan aku jika kukatakan aku anak A!!ah pada saat yang lain dipanggil Tuhan-Tuhan di dalam kitab kamu”

Saudara Anis Shorosh meminta saya agar mengirimkan buku-buku saya kepadanya, itu telah sava lakukan, saya telah mengirimkan semua buku-buku yang telah saya tulis dan semua persiapan, dan saya katakan kepadanya, “Anda dapat melakukan sesuatu bertitik tolak dari buku-buku saya tersebut, anda mudah untuk menolak berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada anda, karena semua perkataan saya telah tertulis di depan mata anda, jelas anda telah mengetahui hujjah  hujjah saya sebelumnya, saya tidak takut karena menurut pengetahuan saYa tidak ada satu hujjah pun dari hujjah-hujjah ini yang dapat jelaskan akal.

Dengarkanlah Allah SWT. berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an, ini dengan ungkapan lain:

“Al-Masih (Mesias) putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya bIaSa memakan makanan “. (QS. al-Ma ‘idah (5): 75).

Apa yang aneh di dalam ayat ini? Semua kita makan makanan, bukankah demikian? Ayat ini merupakan isyarat pada suatu pemikiran yang mengatakan bahwa nabi Isa as. dan Maryam adalah Tuhan atau taraf mereka di atas taraf manusia. Orang-orang Katolik menyebut Maryam sebagai ibu Tuhan, Yesus adalah anak Tuhan, demikian juga Tuhan, sebagaimana yang diyakini saudara Shorosh dan sebagian besar penganut Kristen, mereka adalah Tuhan dalam bentuk manusia!!

Jika nabi Isa as. dan Maryam makan makanan, maka itu menunjukkan bahwa mereka juga buang air besar. Jika anda makan makanan, maka cepat atau lambat anda mesti pergi ke toilet, anda mencari tanah lapang atau batu besar, tidak ada tempat lari dari itu.

Allah SWT berfirman:

“. ..perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (kami)”. (QS. al-Ma’idah (5): 75).

Artinya nabi Isa as. dan Maryam makan.

“Kemudian perhatikan bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu “. (QS. al-Ma’idah (5): 75).

Jika demikian, mengapa mereka masih menyimpang dari jalan yang lurus. Mereka menisbatkan tabiat makhluk hidup kepada Allah, Dia seperti manusia, sedangkan kita adalah makhluk-makhluk yang diciptakan dalam berbagai bentuk, dalam bentuk apa saja, di antara berbagai bentuk ini ada yang dalam bentuk monyet, semua kita adalah monyet-monyet yang mengalami perbaikan, di antara kita ada yang mirip simpanse, yang lain ada yang mirip kera besar, ada pula yang mirip gorilla.

Apakah bentuk-bentuk ini yang diceritakan Allah SWT?

Mereka menjawab, “Ya”.

Allah berfirman dalam ayat ketiga, pasal pertama dalam Kejadian, sebagaimana yang digunakan oleh saudara Shorosh dalam argumentasinya tadi.

“Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang. “Lalu terang itu jadi.” (Kejadian 1: 3).

Saya bertanya, apakah Tuhan berfirman dengan mulutnya?

Mereka akan menjawab, “Ya”.

Apakah Tuhan mengeluarkan kata-kata lewat mulut?

Mereka menjawab, “Ya”.

Kalau begitu, Tuhan memiliki mulut!,

Mereka menjawab, “Ya”.

Kalau Tuhan memiliki mulut, tentunya ia juga memiliki gigi-gigi.

Apakah tergambar oleh kita kalau Tuhan itu ompong, tidak memiliki gigi, misalnya?

Kalau begitu Tuhan harus memiliki gigi, lidah, tenggorokan dan dua paru-paru.

Mereka menjawab, “Ya”.

Kalau demikian, Tuhan berbicara dengan planet- planet, matahari, bulan, bintang-bintang dan jutaan makhluk, ia terus berbicara hingga tenggorokannya kering, oleh sebab itu ia membutuhkan cairan untuk membasahi mulutnya, mereka menjawab, “Ya”.

Ketika cairan masuk ke dalam mulutnya, tentunya cairan itu mesti keluar, bukankah demikian? Dapatkah anda menggambarkan hal itu? Bagaimana kamu menurunkan posisi Tuhan kepada posisi serendah ini dan menyamakannya dengan manusia?

Kemudian saudara Shorosh berbicara tentang bentuk kata jamak kata Elohim dalam bahasa Ibrani yang terdapat dalam kitab Kejadian yang berarti Allah. Benar, saya katakan bahwa kata tersebut dalam bentuk jamak dalam bahasa Ibrani. Terdapat dua bentuk kata jamak, beliau menekankan hal itu, juga terdapat kata mutsanna, tunggal dan jamak, sama-sama terdapat dalam bahasa Arab dan bahasa Ibrani. Kata tersebut adalah kata Elohim yang artinya adalah Tuhan-Tuhan, akan tetapi saya tidak pernah melihat satu kitabpun di antara ratusan terjemahan Bible yang menterjemahkan ayat tersebut begini, “Berfirmanlah Tuhan-Tuhan: “Jadilah terang”, seharusnya diterjemahkan Tuhan-Tuhan, bukan Tuhan. Saya bertanya, apakah arti im yang terdapat di akhir kata Elohim, tanyakan kepada orang-­orang Yahudi dan orang-orang Arab. Ketika maksudnya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, kita tidak mengetahui makna im yang sebenarnya adalah bentuk jamak yang bermakna mengagungkan, sebagaimana yang terdapat dalam bahasa Ibrani dan bahasa Arab. Dua bentuk jamak persis seperti yang terdapat dalam bahasa Ibrani. Ketika Alah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Karni benar-benar memeliharanya “. (QS. AI-Hijr (15): 9).

Tanyakanlah kepada seorang muslim yang awam sekalipun, berapa Tuhan di sini? Ia akan menjawab, “Satu”. Kalau demikian, apakah perbedaan antara kata ana dan nahnu?, tanyakan kepada orang-orang Arab. Tidak ada seorang Arabpun yang menuduh kaum muslimin sejak 1400 tahun, bahwa mereka menyembah lebih dari satu Tuhan. Allah SWT berfirman dalam al -Qur’an:

“Kaatakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Era. Allah adalah Tuhan tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengannya”. (QS. AI-Ikhlas (112): 1-4).

Mengapa anda tidak bertanya kepada saudara -saudara kita yang berasal dari Arab tentang makna kata ana dan nahnu. Tentu mereka akan menjawab, apakah anda tidak tahu bahwa di dalam tata bahasa Arab terdapat dua bentuk jamak:

1. Jamak yang menunjukkan jumlah.

2. Jamak yang menunjukkan makna keagungan.

Dan bentuk kata jamak yang terdapat dalam ayat ini adalah bentuk jamak yang menunjukkan keagungan menurut bahasa kami.

Saya berharap, kiranya DR. Shorosh bersedia untuk mengkoreksi apa yang saya katakan, atau mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat lebih dari satu Tuhan, saya ingin mendengar hal itu dari anda. Saya katakan, terdapat dua bentuk kata jamak, bentuk jamak yang bermakna keagungan dan bentuk jamak yang berarti jumlah, demikian menurut bahasa Arab dan bahasa Ibrani.

Yesus makan dan ibunyapun makan, dikatakan di dalam Bible:

“Kemudian anak manusia datang, ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum.. ” (Matius 11: 19).

Ini adalah kata-kata Yesus, dan itu jugalah apa yang dikatakan orang banyak tentang Yesus, kalau demikian, apakah yang menjadikannya sebagai Tuhan? Apakah kelahirannya?! Karena ia terlahir tanpa ayah seorang manusia, lantas ia pasti memiliki seorang ayah, dan ayahnya itu adalah Tuhan. Al-Qur’an menolak hal itu dengan cara yang sangat sederhana:

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah (seorang manusia) maka jadilah dia “. (QS. Ali ‘Imran (3): 59).

Jika Yesus adalah Tuhan atau anak Tuhan yang hakiki karena ia tidak memiliki ayah seorang manusia, maka nabi Adam as. adalah Tuhan yang lebih agung dari Yesus, karena nabi Adam as. tidak memiliki ayah dan ibu. Ini tidak sesuai dengan logika akal yang sederhana. Mereka mengatakan bahwa Adam diciptakan dari debu, sedangkan Yesus terlahir dari seorang perawan.

Sebelumnya saudara Shorosh berargumentasi dengan Melkisedek Raja Salem yang agung yang disebutkan di dalam surat untuk orang-orang Ibrani, “Karena Melkisedek ini adalah Raja Salem Imam Allah yang maha tinggi, tanpa ayah, tanpa ibu, tanpa nasab, tidak berawal dan tidak ada akhir hidupnya”. Siapa orang ini? Dialah Allah, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, tidak berayah dan tidak beribu, yang hidup kekal dan abadi. Akan tetapi ia adalah seorang kahin yang agung, Abraham membayar 1/10 pajak agama kepadanya. Yesus memiliki awal saat ia berada di kandang domba, ia juga memiliki akhir yang nyata di atas tiang salib, sedangkan orang ini tidak memiliki awal dan akhir, manakah yang lebih agung antara Yesus dengan Melki Shadiq? Saya bertanya, mengapa kamu tidak menyembahnya, ia berhak untuk disembah sebagai Tuhan kalau ia memiliki sifat-sifat itu. Yesus berteriak di atas kayu salib berseru kepada Allah, ia berkata, “Eli, Eli, Lama sabakhtani. Artinya, Tuhanku, Tuhanku, mengapa engkau meninggalkan aku”. Siapakah yang ia seru? Apakah ia menyeru dirinya sendiri? Apakah ia sedang memerankan peran sandiwara? Jika dia adalah Tuhan, mengapa dia menghinakan dirinya? Dalam Injil Markus terdapat ungkapan yang sama, maka dengan siapakah Yesus meminta tolong? Ia menjerit, “Eli, Eli”, artinya adalah, “Allah, Allah”.

Saya bertanya kepada golongan “Saksi-saksi Yahwe”, apakah kata-kata Yesus, “Eli, Eli, lama syabakhtani”, sama dengan, “Yahwe, Yahwe, lama Syabakhtani?”. Mereka menjawab, “Tidak”. Apakah sama dengan, “Aba, Aba, lama Sabakhtani?”, Aba dalam bahasa Ibrani adalah Bapa, tentu tidak. Dengarkanlah, “Eli, Eli, lama sabakhtani”, sama dengan “Allah, Allah, lama taraktani” (Allah, Allah mengapa engkau meninggalkan aku) dalam bahasa Arab, kedua ungkapan ini sama.

Dalam (Wahyu 19), tentang mimpi yang dilihat oleh Yohanes Al-Lahuti, ia mendengarkan malaikat langit bersenandung, “Haleluya”. Ketika orang-orang Kristen di Afrika Selatan merasa sangat gembira, mereka berteriak, “Haleluya, Haleluya’, saya bertanya kepada mereka, apakah artinya? Apakah artinya, “Hai, hai hore”?, tentu saja tidak. Ya dalam bahasa arab adalah huruf yang dipakai untuk menyeru dan huruf yang menunjukkan kekaguman terhadap sesuatu, dalam bahasa Arab dan bahasa Ibrani. Kita juga menggunakan huruf seruan ini, seperti wahai saudaraku, wahai ibu, ya Allah. Sedangkan orang-orang barat, mereka menyingkatnya dengan menggunakan tanda seru (!), mereka mengatakan, “Berhenti!”, mereka letakkan tanda seru di akhir kalimat, mereka mengatakan, “Tembakkan senjata!”, di akhir kalimat terdapat tanda seru. Inilah cara orang barat untuk menyatakan ungkapan dan inilah kehebatan bahasa mereka. Jadi arti Haleluya adalah Ha ya Allah, Lu ya Allah, Huwa ya Allah.

“Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara.. “. (QS. AI-Hasyr (39): 23).

Bukan seorang bayi yang terlahir dari wanita Yahudi, apakah yang menjadikannya sebagai Tuhan? Saya ingin tahu, apakah kelahirannya? Hal itu tidak berarti sesuatu, keajaiban-keajaibannya yang dikatakan kepada kita bahwa ia mampu mengembalikan kehidupan kepada Lazarus. Apakah benar dia yang telah mengembalikan kehidupan kepada Lazarus?. Tidak, tidak demikian, sebelum ia menyeru Lazarus, apakah yang ia katakan?

“Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku. 42 Aku tahu, bahwa engkau selalu rnendengarkan aku “. (Yohanes, 11: 41-42).

Artinya: Sesungguhnya Engkau yang telah memperkenankan aku, yang memberikan kepadaku apa yang aku minta, Engkaulah yang melakukannya, akan tetapi untuk semua yang ada. Saya katakan, mereka manusia-manusia yang percaya dengan khurafat, mereka orang-orang dungu yang akan mengatakan bahwa akulah yang mengembalikan kehidupan kepada orang-orang mati. Mereka akan mengatakan bahwa aku adalah Allah, oleh sebab inilah aku berkata-kata dengan suara tinggi. Sebelum itu:

“Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11: 35). “Maka masygullah hati-Nya, ia sangat terharu” (Yohanes 11: 33).

Ia mengadu kepada Tuhan dan berkata:

“41.Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”. Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku. 42. Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku” (Yohanes 11: 41-42).

Akan tetapi demi semua yang ada, aku berkata, “Agar mereka percaya bahwa engkau telah mengutus aku”. Yesus berkata, “Tidak ada utusan yang lebih baik daripada pengutusnya”. Ia berkata, “Aku tidak mampu untuk melakukan sesuatu dari diriku sendiri”. Ia juga berkata, “Kata-kata yang kamu dengar bukanlah milikku, akan tetapi milik Bapa yang mengutusku”. Ia berkata, “Bapa yang telah mengutus aku memberikan wasiat kepadaku, apa yang harus kukatakan dan apa yang mesti aku ucapkan”.

Bila terdapat ungkapan-ungkapan seperti ini, kita sebagai muslim tidak bimbang untuk membe narkannya, karena kita mengetahui bahwa Yesus adalah seorang utusan yang agung dari Allah SWT iru tidak akan mengurangi kesempurnaan anda.

Pertanyaan yang terlontar dari argu mentasi Dr. Anis Shorosh adalah: apakah Yesus itu seorang pendusta yang (* edit moderator *) atau memang ia adalah Tuhan? Mengapa hanya ada dua pilihan, antara pendusta dan Tuhan? bukan sebagai seorang utusan yang agung dari Allah?. Kita membaca berulang kali bahwa Yesus, apakah ia sebagai seorang pendusta atau dajjal, atau sebagai Tuhan. Apakah kata pendusta merupakan lawan dari kata Allah?, tentu tidak. Apakah kata dajjal atau (* edit moderator *) merupakan lawan dari kata Allah?, tentu saja tidak. apakah lafaz Allah memiliki lawan kata? Mengapa anda mengatakan ini dan itu? Mengapa tidak seperti yang ia katakan bahwa ia adalah utusan Allah. Dengan sifat ini, anda harus mengikutinya saat ia berkata,

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid  Nya: “Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti aku”. (Matius 16: 24).

Bawalah salib kamu dan ikutilah aku, jika kamu telah mengikuti aku maka kamu akan mendapatkan hidup yang abadi. Dengarkanlah dia dan diamlah terhadap apa yang ia katakan dan ia ajarkan, itulah pembebasan. Jika kamu tidak melakukan itu, maka aku katakan kepada kamu, jika kamu tidak menambah perbuatan baik kamu terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Parisi, kamu tidak akan memasuki alam langit. Kamu tidak akan masuk surga selama kamu tidak lebih baik daripada orang-orang Yahudi, dan kamu tidak akan lebih baik daripada orang-orang Yahudi selama kamu ddak menjaga namus dan wasiat. Dengarkanlah ia dan ikutilah ia, jika kamu mengikuti dia, maka tidak ada tempat lari daripada kamu melainkan menjadi orang-orang yang berserah diri.

Akhir doa kita adalah segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam.

<<Sebelumnya [Bag.1] [Bag.3] Selanjutnya>>


Debat Syehk Ahmad Deedat dengan DR. Anis Shoroh Bag.3

January 10, 2010

Komentar-komentar

Kita ucapkan terima kasih kepada Ustadz Ahmed Deedat. Sekarang saya minta kepada kedua pembicara untuk memberikan argumentasinya, maksimal delapan menit untuk menolak argumentasi lawan masing-masing. Setelah itu kita akan bertolak berdasarkan dari pertanyaan- pertanyaan yang muncul. Diharapkan untuk tenang dan terima kasih banyak atas kebaikan, penghargaan dan penghormatan saudara-saudara terhadap DR. Anis Shorosh. Sekarang kita minta beliau untuk Ustadz Ahmed Deedat.

KOMENTAR DR. ANIS SHOROSH:

Saudara-saudara adalah para peserta debat yang benar-benar menyenangkan. Saya sangat gembira dapat berada di hadapan saudara-saudara, saya akan menolak argumen sahabat saya Ahmed Deedat, hal-hal yang berkaitan dengan ucapan terus-terang dari Yesus yang menyatakan diri bahwa ia adalah Tuhan. Pertama saya ingin agar anda memperhatikan Injil Yohanes:

“Kamu menyebut aku guru dan Tuhan” (Yohanes 13: 13).

Harap anda ingat! Andai ratu Inggris memasuki tempat ini, ia tidak mesti mengingatkan anda bahwa ia adalah seorang ratu, demikian juga Yesus, ia tidak mesti mengatakan kepada orang banyak setiap apa yang ia lakukan bahwa ia adalah Tuhan.

“Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami , itu sudah cukup bagi kami “. Kata Yesus kepada-Nya: “Telah sekian lama aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.” (Yohanes 14: 8-9).

Sahabat saya Ahmed Deedat memberikan argumentasi dengan ayat yang lain yang mengandung makna yang sama.

Adapun yang berkaitan dengan perhatian saudara kita Ahmed Deedat dengan Wahyu Kepada Yohanes, maka saya bertanya apakah para nabi juga melihat wahyu? Bukankah Allah memperlihatkan lewat wahyu dan mimpi. Tuhan berbicara melalui wahyu dan mimpi, tidak ada interfensi hawa nafsu dalam hal itu, baik itu kata-kata laknat maupun ungkapan-ungkapan sia-sia, akan tetapi Allah SWT kuasa untuk melakukan hal itu, jika ia mau maka ia melakukannya.

Saya juga ingin mengingatkan anda dengan sesuatu yang berkaitan dengan Trinitas. Menurut saya masalah yang dihadapi saudara-saudara kami yang muslim adalah, mereka tidak tahu bahwa kami juga seperti mereka, kami juga menolak Trinitas yang dikenal ketika arab muncul di panggung sejarah. Ada perbedaan antara para heretik yang memeluk agama Kristen setelah menyembah berhala, sekte ini meyakini bahwa Maryam adalah malaikat langit dan Tuhan menikahinya, maka ia melahirkan Yesus. Demi Allah, saudara-saudara harus mengerti bahwa Yesus bukanlah anak Tuhan seperti seseorang yang terlahir akibat dari hubungan seksual, itu adalah gelar spritual, ia datang karena ia menghukum (menetapkan hukuman-edt.).

Harap tenang hingga penjelasan ini berakhir (setelah tepuk tangan yang riuh).

Oleh sebab itu sekte ini berada dalam kesesatan, sama seperti sekte lainnya. Keimanan kami dengan Trinitas adalah iman dengan Bapa, anak dan Roh Kudus sebagai satu Tuhan. Bukankah aneh jika kita tidak menemukan di antara nama-nama Allah -acma’ al-husna-yang sembilan puluh sembilan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an tidak terdapat satu namapun tentang kasih sayang 19, atau tentang Bapa. Kami tidak menggambarkan bahwa Allah menguasai kita dan kita adalah hamba-hamba-Nya. Allah dalam pandangan kami adalah Bapa yang menginginkan agar kami semua adalah anak-Nya.

(harap tenang dan tidak menyulitkan).

Bagaimanakah Maryam mengandung? Dari Roh Kudus! Siapakah Roh Kudus? Bukankah namanya adalah Jibril? Saya menantang saudara-saudara! Hampir 75% teks AI-Qur’an yang mengagumkan dalam bahasa Arab yang hebat terilhami oleh Bible.20

Saya harap agar anda melihat Bible untuk mencari sumbernya dan untuk menghargai nikmat-nikmat yang ada, inilah Tuhan yang mencintai anda dan mencintai saya persis seperti sekumpulan semut yang mencoba untuk pergi dari titik ini menuju titik lain namun kembali lagi. Anda datang dan berkata biarkan saya memperlihatkan kepadanya jalan yang benar, namun usaha anda gagal. Anda berkata, saya akan mem bantunya, anda mencoba untuk memperlihatkan jalan kepadanya, anda mendorong semut ini dan ekor semut itu, namun selamanya ia akan kembali kepada tradisi lamanya. Maka anda akan berkata, satu-satunya cara adalah, saya akan menjadi semut atau semut-semut itu akan menjadi manusia. Tapi anda harus ingat bahwa semut-semut tidak dapat berubah menjadi manusia karena ia tidak memiliki kemampuan untuk itu, menurut perkiraan kita, anda mampu menjadi seekor semut, apakah anda mampu memperlihatkan kepadanya jalan yang lurus? Jawabannya adalah tidak dan seribu kali tidak. karena ketika anda berubah menjadi semut anda akan merasa kalau anda adalah seekor semut. Oleh sebab itu Yesus adalah Tuhan yang datang dalam bentuk manusia dan menjadi manusia, makan seperti manusia, tidur seperti manusia dan lelah seperri manusia, akan tetapi ia juga menggunakan gelar anak manusia agar sama seperti anda dan saya. Dapatkah anda melihat bagaimana anda membayar harga kesalahan anda? Bagaimana anda membebaskan diri dari krnyataan tersebut?

Saudara Ahmed Deedat memberikan argumen dengan apa yang terdapat dalam Injil Ayub dan menafsirkannya drngan tafsiran vang keliru. Ungkapan tersebut dengan jelas mengatakan: “Bagaimana manusia dapat melepaskan diri dari-Nya”. Artinya, bagaimana manusia mrnjadi lepas dari pandangan Tuhan, tidak seorangpun mampu teriepas dari pandangan Tuhan tanpa seruan dari jalan darah Yesus, anak Tuhan yang berfirman:

“Aku datang supaya mereka mempunyai hidup. ” (Yohanes 10: 10).

Maka darah Yesuslah yang telah mensucikan anda dari segala kesalahan, anda harus ingat, ketika para malaikat memberikan kabar gembira kepada Maryam dengan berkata: “Sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut Kudus, anak Allah..” (Lukas 1: 35). Apakah anda ingin mengatakan kepada saya bahwa para malaikat berdusta atau Tuhan itu keliru. Yesus mencintai anda dan menyeru anda pada malam itu sambil berkata:

“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” (Matius 11: 28).

Perhatikan saya dan bebaslah seluruh sudut-sudut bumi, karena pembebasan tidak terbatas hanya terhadap orang-orang muslim, Yahudi atau selain mereka, bahkan untuk semuanya. Tuhan mencintai kita, oleh sebab itu ia menjadi anak, dengan sifat ini ia menjadi manusia agar para manusia menjadi anak-anak Tuhan karena ia menginginkan mereka.

Adapun ucapan anda: “Bapaku lebih agung daripada Aku”, itu adalah sikap rendah hatinya yang mendorongnya untuk mengatakan hal itu. Ketika ia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu”, maka ia memperlihatkan hakikatnya secara nyata. Saya harapkan anda harus ingat bahwa Tuhan adalah Tuhan, apakah itu cang disepakati para pendeta Anglikan ataupun tidak. Tuhan mengatakan kebenaran dan semua manusia mendustakannya, mereka harus bertaubat dan percaya dengan firman Tuhan yang hidup, bangunkanlah semangat agama di tengah-tengah umat ini, mereka harus tercegah dari segala kejahatan dan kerusakan mereka, mereka mesti bertaubat dari segala perbuatan mereka dan mengikuti Tuhan, karena dia mesti menghukum hingga semua musuh bersimpuh di bawah telapak kakinya. Saya menyeru anda semua untuk menyingkap hakikat, dialah Tuhan di dalam diri Mesias, dialah yang ingin memperbaiki dunia dengan dirinya, sehingga seorang muslim menjadi muslim yang hakiki dan seorang Kristen menjadi penganut Kristen yang hakiki. Jadi, terimalah pemberian Tuhan, Yesus Mesias anak Tuhan yang hidup.

Ungkapan yang diminta oleh saudara Ahmed Deedat untuk dijelaskan adalah kata “dilahirkan”, ungkapan ini dalam teks bahasa Yunani adalah “Monogoms parapatras” artinya adalah anak Tuhan yang tunggal dari jenis ini. Dengan ungkapan lain maka Yesus adalah yang tunggal menurut jenisnya yang terlahir dari Tuhan yang telah datang untuk memperlihatkan cinta kasih Tuhan.

Terima kasih kepada anda semua yang telah menyebabkan saya merasa gembira dengan keberadaan saya bersama anda, agar cinta kasih Tuhan kembali kepada kita, itulah kasih yang abadi, Tuhan yang abadi, mengembalikan kita kepada Mesias yang berkata: “Marilah kepada-Ku, aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Saya ucapkan terima kasih banyak untuk saudara saudara.

(Tepuk tangan hangat)

Terima kasih saya ucapkan kepada DR. Anis Shorosh, dan sekarang giliran Ustadz Ahmed Deedat untuk menolak argumen DR. Anis Shorosh.

(Tepuk tangan hangat)

USTADZ AHMED DEEDAT MENOLAK ARGUMEN DR. ANIS SHOROSH

Kita mulai dengan ayat ke sembilan, dari pasal ke empat belas, dari Injil Yohanes yang digunakan saudara Dr. Anis Shorosh sebagai argumen, Yesus berkata kepada Filipus:

“Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”. (Yohanes 14: 9).

Orang-orang Kristen menyimpulkan dari ayat ini bahwa Yesus adalah Bapa, akan tetapi jika kita melihat kepada ayat sebelumnya, dalam alur ceritanya sekali lagi, kita perhatikan dari awal pasal terdapat kesalah pahaman dari murid-murid Yesus terhadap kata-kata Yesus. Pada ayat ke empat belas dan selanjutnya Yesus berkata kepada mereka:

(Yohanes 14: 4-5) “Dan kemana aku pergi kamu tahu jalan kesitu. Kata Tomas kepadanya: `Tuhan, kami tidak tahu kemana engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”.

Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Yesus, ia bercerita tentang perjalanan spritual, sedangkan para murid memikirkan tentang letak geografis kota Dante, New Casde dan South Hamphton. Yesus bercerita tentang Tuhan dan cara menuju Tuhan, maka ia berkata:

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.” (Yohanes 14: 6).

Hal ini terlalu besar untuk dapat ditangkap oleh pemahaman mereka, oleh sebab itu Filipus berkata kepadanya: “Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”. Mereka ingin melihat Tuhan secara nyata, Yesus menjawab: “Telah sekian lama aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?”.

Artinya engkau adalah bangsa Yahudi, dengan sifat ini, semestinya engkau tidak meminta permintaan seperti ini, tidak ada manusia yang melihat Tuhan dan masih hidup, engkau telah menemani aku selama tiga tahun dan belum mengerti risalahku, engkau ingin melihat Tuhan dengan mata kepalamu sedangkan engkau tidak mampu melihat matahari. “Siapa yang melihat Aku sungguh ia telah melihat Bapa”, artinya, jika kamu memahami aku, maka kamu memahami Allah, inilah yang dikatakannya selalu, mereka tidak melihat dengan penglihatan dan mendengar dengan pendengaran, mereka juga tidak mengerti. Melihat bukan berarti melihat dengan mata kepala, akan tetapi maksudnya adalah memahami, maksudnya adalah: Jika kami memahami siapa aku maka kamu akan memahami Allah!

(Suara riuh dan tepuk tangan dari hadirin).

Jadi, Yesus tidak menyatakan diri bahwa ia adalah Bapa, saya ingin tahu siapakah di antara anda yang mendengar ayat ini?

“Sebab ada tiga yang memberi ketaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” (Surat Yohaner pertama 5: 7).

Apakah anda membaca ayat ini di dalam Bible?! DR Anis Shorosh menjawab, “Ya, ini adalah frrman dan merupakan teks ayat ke tujuh dari pasal ke lima dari Surat Yohanes Yang Pertama”.

(Tepuk tangan dan suara riuh dari para hadirin)

Ayat ini terdapat dalam teks Bible yang diakui oleh gereja Katolik, demikian juga dalam teks Bible yang diakui oleh gereja Protestan, yang telah diizinkan penyebarannya oleh King James I, akan tetapi ayat ini dihapus dari cetakan yang telah direvisi terhadap teks milik King James I dan dianggap sebagai teks yang disusupkan. 21

Demikian juga seluruh terjemahan Bible modern masih mengandung teks ini. Yang menghapusnya bukanlah ulama umat Islam, bukan ilmuwan Yahudi dan bukan pula orang-orang Hindu, akan tetapi tiga puluh dua orang ilmuwan yang merupakan ilmuwan terkemuka Kristen yang berasal dari lima puluh sekte bekerja sama untuk menterjemahkan teks yang telah direvisi. Demikian juga dalam masalah naiknya Yesus ke langit, hal ini tidak disebutkan kecuali hanya terdapat pada dua tempat dari Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Markus berkata: “Terangkatlah ia ke sorga”. (Markus 16: 19)22 Lukas berkata: “Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga”. (Lukas 24: 5 1).

Saudara Shorosh berargumentasi menggunakan satu ayat dari Kisah Para Rasul, akan tetapi kedua ayat ini juga dihapus dalam teks revisi karena dianggap sebagai kalimat-kalimat yang disusupkan.

(Tepuk tangan dan teriakkan “Allahu Akbar”).

Saudara Shorosh mengatakan bahwa kata “Aab” (Bapa) tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Memang Allah SWT: memiliki 99 nama, akan tetapi kata “Aab” (Bapa) tidak terdapat di dalamnya, walaupun pengucapan kata “Aab” dalam bahasa Arab jauh lebih mudah daripada pengucapan kata “Rabb” (Tuhan), mengapa hal itu terjadi? Untuk menghindari pemikiran yang keliru tersebut. Jutaan manusia yang ada di permukaan bumi ini memahami kata “Aab” dengan pemahaman harfiah, bahwa “Aab” (Bapa) langit ini memiliki seorang anak, hasil dari proses kehidupan yang masuk dalam ruang lingkup hubungan intim, hal itu merupakan insting makhluk hidup yang ada di dunia, oleh sebab itu kata “Aab” tidak terdapat sama sekali di dalam Al-Qur’an.

(Tepuk tangan hangat)

Saudara Shorosh menyebutkan dalam bukunya bahwa anaknya berkata kepadanya setelah mengeluarkan air dari kamar mandi dan mengosongkan air yang ada di dalam bak. Sekarang ia mengetahui bagaimana turunnya hujan. Ayahnya bertanya: “Bagaimana hal itu terjadi?”

Anak itu menjawab, “Ketika Yesus mandi di langit dan mengosongkan bak mandi maka hujanpun menenggelamkan bumi, terjadilah angin topan dan petir di permukaan bumi. Ketika anak tersebut mengatakan hal itu, ayahnya memeluk dan menciumnya!! Gambaran seperti ini melekat di dalam pikiran, lalu mereka mengkhayalkan “Aab” seperti itu, melakukan pekerjaan yang sama. Untuk mencegah penyamaan Tuhan dengan manusia, maka Al-Qur’an menghindari penggunaan setiap kata yang menyebabkan terlintasnya gambaran yang keliru di benak manusia. Jadi, kata “Aab” tidak terdapat dalam Al-Qur’an karena kata tersebut tidak sesuai dengan keagungan Tuhan yang memiliki seorang anak, atau seorang Bapa langit petualang cinta yang membunuh anaknya sebagai penebus dosa-dosa manusia. Kamulah yang telah melakukan dosa, ia tidak mampu untuk memperbaiki kesalahan kamu, lalu apa yang ia lakukan? Membunuh anaknya!! Itukah yang dinamakan cinta? Seorang laki-laki memasuki rumah anda untuk mencuri, membunuh istri anda, atau anak anda, memperkosa putri anda, sedangkan anda tidak mampu untuk melawannya, lantas apakah yang anda lakukan? Apakah anda akan membunuh anak laki-laki anda dan itu dinamakan dengan cinta? Ini adalah gambaran yang keliru untuk memahami keadilan dan etika, jika gambaran anda benar, maka tindakan anda juga benar.

Telah tiba masanya di Amerika suatu zaman, dimana 60% manusia di dalamnya melakukan hubungan seks pra nikah, akan tetapi kita membaca dalam buku saudara Shorosh yang diberi judul “Al -Falisthini Al-Mutaharrir” (Palestina Merdeka), ia berjalan di jalan raya didampingi dua orang gadis di kiri dan kanannya, tindakannya ditolak oleh seorang ibu rumah tangga yang baik dan ia diajak ke rumahnya untuk merayakan cuti akhir pekan. Saudara Shorosh pergi ke rumah wanita yang baik tersebut untuk merayakan akhir pekan, namun ayah sang gadis menanti kedatangannya dengan senapan di tangan, saudara kita Shorosh segera beranjak mundur. Jika anda memperlihatkan prinsip-prinsip etika seperti gambaran ini, maka tidak aneh 60% dari rakyat Amerika menurut data statistik saat ini setuju dengan hubungan seks pra nikah!!

Dikatakan kepada kita bahwa Kristen bukanlah agama, Kristen adalah hubungan. Akan tetapi cobalah anda perhatikan apa yang dikatakan Yesus:

“Setiap orang yang memandang perempuan dan menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. (Matius 5: 28).

Saudara-saudara yang saya hormati, tuan dan nyonya sekalian dan moderator.

Tema ini luas sekali, kita dapat melanjutkan cerita ini hingga tidak terbatas. Akan tetapi saya menghormati peringatan moderator bahwa waktu saya telah habis. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada saudara -saudara.

<<Sebelumnya [Bag. 2]


‘Tuhan’ Yesus vs Tuhannya Yesus

January 4, 2010

Jesus

Jesus

Dalam buku A Question that Demans an Answer (Jawaban yang Disingkap kan), seorang misionaris yang menamakan diri Abd Al-Masih membanding-bandingkan antara Yesus dan Muhammad. Perbandingan ini dilakukan secara licik dengan mencomot dalil-dalil Al-Qur‘an dan Hadits yang tidak semestinya. Dengan komparasi yang tidak memadai, akhirnya disimpulkan bahwa Yesus lebih hebat daripada Nabi Muham mad, karena Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Penebus Dosa.

Perbandingan yang dilakukan oleh Penginjil Abd Al-Masih ini salah sasa ran dan tidak logis, karena berang kat dari logika yang keliru. Jika menurutnya Yesus adalah tuhan dan Muhammad adalah manusia biasa (bukan Tuhan), maka menim bang dan membanding-bandingkan keduanya adalah tindakan yang ngawur. Membanding kan manusia dengan tuhan adalah perbuatan yang sia-sia, karena sudah sangat jelas keduanya jauh berbeda.

Seharusnya, jika Penginjil Abd Al-Masih mengakui Yesus sebagai Tuhan, maka lawan perbandingan yang sejajar adalah Tuhan Allah SWT. Mari kita bandingkan secara ilmiah, antara Yesus yang dipertahankan oleh umat Kristen dengan Tuhannya Yesus yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

..jika umat Kristen mengakui Yesus sebagai Tuhan, maka lawan perbandingan yang sejajar adalah Tuhan Allah SWT. Mari kita bandingkan secara ilmiah, antara Yesus yang dipertahankan oleh umat Kristen dengan Tuhannya Yesus yaitu Allah SWT…

Pertama, Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

“…Demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (II Korintus 6:18).

“Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat” (Yesaya 40:26).

Sedangkan Yesus tidak maha kuasa, karena dia tidak berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah.

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehen dakku sendiri, melainkan ke hendak Dia yang mengutus aku” (Yohanes 5:30).

Kedua, Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan.

“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mazmur 34:19).

Sedangkan Yesus dalam Bibel minta keselamatan kepada Tuhan (Yohanes 12:27), dan tidak bisa menyelamatkan dirinya ketika disiksa, diolok-olok, diludahi dan dibunuh (Markus 10:33-34).

..Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan, sedangkan Yesus dalam Bibel tidak menyelamatkan, tapi minta keselamatan kepada Tuhan…

Ketiga, Allah adalah Tuhan Yang Maha Tahu.

“Karena Tuhan itu Allah yang Maha Tahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji” (I Samuel 2:3).

Sedangkan Yesus tidak maha tahu, karena ia tidak tahu kapan hari kiamat (Matius 24:36), tidak tahu musim (Markus 11:13), tidak tahu siapa yang menjamahnya (Lukas 8:45-46), kesaksiannya salah (Yohanes 5:31), dan ramalannya meleset (Lukas 22:34, Matius 26:34, Yohanes 13:38 & Markus 14:67-72).

Keempat, Allah adalah Tuhan yang tidak dapat dicobai oleh yang jahat.

“Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat” (Yakobus 1:13).

Sedangkan Yesus dicobai oleh iblis yang jahat di padang gurun.

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1).

Kelima, Allah adalah Tuhan Yang mengabulkan doa.

“Engkau (Allah) yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup” (Mazmur 65:3).

“Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya” (Amsal 15:29).

Maka tidak layak jika Tuhan berdoa minta sesuatu kepada yang lain.

Sedangkan Yesus berdoa kepada Allah.

“Maka Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Matius 26:39).

Keenam, Allah adalah Tuhan Yang Maha Hidup dan tidak takluk kepada maut.

“Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal!” (I Timotius 6:16).

Sedangkan dalam Bibel diceritakan Yesus mati terbunuh mengenaskan jam tiga sore di atas gantungan tiang salib hanya mengenakan sehelai kain yang menutupi kemaluannya (Lukas 23:44-46).

..Allah adalah Tuhan Yang Maha Hidup dan tidak takluk kepada maut, sedangkan dalam Bibel diceritakan Yesus mati terbunuh mengenaskan jam tiga sore…

Ketujuh, Allah adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi yang tidak tidur dan tidak terlelap.

“…Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel” (Mazmur 121:2-4).

Sedangkan Yesus tidur seperti manusia biasa lainnya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur” (Matius 8:24).

“Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridnya membangunkan dia dan berkata kepadanya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Markus 4:38).

Siapa yang layak kita sembah, Yesus atau Tuhannya Yesus?

Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Menyelamatkan, Maha Tahu, Maha Hidup, dan Mengabulkan doa. Karenanya, Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan tidak butuh tidur.

Sedangkan Yesus tidak sama dengan Tuhan karena dia hanyalah seorang manusia yang dipilih menjadi nabi utusan Tuhan. Yesus juga tidak maha kuasa, karena dia tidak berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah dan tidak maha hidup karena ia takluk kepada maut (menurut Bibel, Yesus mati tragis jam 3 sore di atas gantungan tiang salib). Karenanya, menurut Bibel, pantas jika Yesus bisa dicobai oleh iblis yang jahat dan tidak bisa menye lamatkan dirinya dari siksaan dan pembunu han di tangan orang kafir.

..Jika Penginjil Abd Al-Masih beserta jemaat dan umat Kristen mengaku sebagai pengikut Yesus, seharusnya mereka bertuhan kepada Tuhannya Yesus yaitu Allah SWT…

Karena bukan Tuhan melainkan hanya utusan Tuhan, maka Yesus selalu berdakwah meng ajak umatnya untuk bertauhid menyem bah Allah, Tuhan Yang Esa.

“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12: 29).

Dakwah tauhid Nabi Isa kepada kaumnya ini dicatat dalam Al-Qur‘an:

“Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus” (Qs Maryam 36).

Jelaslah bahwa Yesus bukan Tuhan. Yesus berdoa dan beribadah kepada Tuhannya yaitu Allah SWT. Jika Penginjil Abd Al-Masih beserta jemaat dan umat Kristen mengaku sebagai pengikut Yesus, seharusnya mereka bertuhan kepada Tuhannya Yesus yaitu Allah SWT. [taz/A. Maria Mumtazah/voa-islam.com]


Dasar Kitab Suci sebagai “BUKTI TERKUAT KATA-KATA TUHAN”

January 2, 2010

Tujuan artikle ini bukan untuk hina agama Kristen, tapi sekedar hak beladiri muslim dari serangan Kristenisasi yang telah melampaui batas kemanusiaan, pemurtadan, hinaan mereka pada islam oleh para Kafir Kristen sejak zaman penjajahan. Dan juga untuk perkuat & buktikan hanya Islam yg benar.

Hidup ini hanya sementara, harta, tahta, cinta, ketenaran, semuanya hanyalah sementara. Harta tidak ikut dibawa mati, pangkat jabatan & tahta pun tidak ikut dibawa mati. Anak, Istri, Kekasih, Suami, dan orang lain yang kita cintai pun akan memikirkan keselamatan dirinya sendiri di akhirat kelak saat mereka ditunjukkan surga dan neraka sebelum diadili satu persatu. Semua takut pada neraka & hanya mencari selamat untuk dirinya sendiri pada saat nanti di akhirat.

Dari itu, hanya diri kita sendirilah yang sebaiknya bersiap-siap untuk memikirkan masa depan kita di akhirat, sengsara selamanya atau bahagia selamanya?

[Daniel 12:2]   Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

[Matius 19:16]   Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

[Matius 25:46]   Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Awalnya, kebanyakan dari kita dalam beragama hanya mengikuti orang tua, tanpa dipikir dulu benar atau salah. Kita Islam rata2 sebab orang tua kita Islam. Jika orang tua Kristen, mungkin sampai sekarang masih Kristen. Juga dgn Kristiani, jika orang tuanya Islam, mungkin sampai sekarang masih Islam. Begitu pula jika kita lahir di Tibet, mungkin kita, juga wanita, botak jadi biksu Budha. Kita tak bisa pilih orang tua.

Lalu kita dewasa & punya akal. Jika ada 6 agama & semua pemeluknya yakin kbenaran agama masing2 dgn seyakin2nya,lalu apakah ada 6 Tuhan?

Ada Tuhan-nya Islam, ada Tuhan-nya Kristen, Tuhan Hindu, Budha atau Tuhan lain?

Tentu tidak! Tuhan itu cuma 1! Jika Tuhan cuma 1, pasti “Tuhan” lainnya salah, dan agama dari Tuhan pun pasti cuma satu! Tidak mungkin Allah menurunkan 2 aturan agama yang saling bertentangan antara 1 dengan lainnya. Lalu darimana kita tahu 1 agama itu benar & agama lainnya pasti salah?

Kebenaran 1 agama tidak dari pernyataan Pendeta, Haji, Biksu sebab mereka manusia yang tak sempurna. Kata pendeta, kristen itu satu-satunya yang benar! Tapi apa buktinya? Kata pak Haji, Islam itu satu-satunya yang benar! Tapi apa buktinya? Juga tidak bisa menilai agama dari koran, media masa atau TV & radio, sebab ia ciptaan manusia yang tak sempurna, apalagi TV kita yang sering menjelekkan Islam. Kebenaran agama tak dinilai dari situasi umatnya.

Contoh: Orang miskin Indonesia rata2 Islam,tapi tidak berarti Islam jelek sebab di Philipin yang miskin rata2 Katholik. Penjahat Di Indonesia,pencopet, pembunuh dll rata2 Islam, tapi tidak berarti Islam jelek sebab di Mexico yang jadi penghuni penjara ialah Kristiani. Semua tadi perilaku & kata orang yang tak sempurna!

Perkataan seseorang tidak dapat dijadikan dasar atau pembuktian kebenaran sebuah agama karena:

1.      Perkataan / pendapat / pemikiran manusia kurang tepat & tidak sempurna.

2.      Jika kita berbicara agama, maka tidak dapat diambil dari kata/pendapat/menurut seseorang karena ada 3 milyar penduduk dunia, & lain orang lain pikirannya. Mungkinkah agama didasarkan kepada pendapat 3 milyar orang yang berbeda satu sama lain? 1 orang berkata begini, lain orang berkata lain pula.

Bukti kebenaran agama bukan dilihat dari “Kata Orang”, tapi dilihat dari “Kata Tuhan” / “Pendapat Tuhan” / “Firman Tuhan”, tapi kita sekarang tidak dapat bertanya secara langsung pada Tuhan. Jadi bukti terkuat ialah dilihat dari Kitab “Suci”nya, sebab Kitab Suci inilah yang diakui sebagai “KATA² TUHAN atau FIRMAN TUHAN”! Jika benar kitab suci sebuah agama dari Tuhan, maka 100% KATA² TUHAN pasti benar, tak ada pertentangan antar ayat 1 dengan ayat lainnya, tidak bertentangan dgn bukti ilmiah, tak setitik kesalahan pun didalamnya & harus unggul dari segalanya.

Dari segi sastra & keindahan kata maka Kitab Suci harus unggul sebab mustahil manusia bersastra lebih indah dari Tuhan! Dari segi ilmu pengetahuan harus sejalan, tak berlawanan & lebih terdepan dari bukti ilmiah! Dari segi Matematika & kode2 angka, nasehat, psikologi, Kimia, Fisika, Biologi, Kedokteran, Geologi, Oceanografi, Keindahan Sastra, tata negara, hukum, dll harus paling unggul & pantas bagi pedoman hidup manusia & harus berlaku sepanjang masa.

Sebuah kitab suci tidak dapat dan tidak boleh dirubah oleh manusia dan harus terjaga kesucian seluruh kata dan bahkan seluruh huruf asli-nya karena terjemahan saja bisa menghasilkan arti yang lain dari bahasa aslinya dan malah salah dan keluar dari maksud aslinya.

Kitab Suci harus jelas sejarahnya, penerima wahyu, tahun penulisan & penulis, tempat turun wahyu, bahasa aslinya dll. Jika bahasa asli hilang, maka maksud Kitab Suci kurang tepat, lain arti & malah bisa salah! Apalagi terjemahan diterjemah berkali2.

Mengapa menyembah Tuhan ini menjadi 1 dasar yang SANGAT WAJIB & SANGAT MUTLAK sekali? Karena baik dalam alkitab maupun alqur’an itu menerangkan bahwa orang yang salah / keliru menyembah Tuhan maka amal baik lainnya akan rusak & gugur.

Mengapa menyembah Tuhan ini paling utama & sangat penting??? Karena ini merupakan batu dasar pondasi utama baik dalam kristen maupun islam. Karena jika salah menyembah Tuhan, maka amalan lainnya sia-sia. Dan ini bukan pernyataan saya, tapi pernyataan Yesus sendiri dalam alkitab:

[Matius 7:24] “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

[7:25] Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

[7:26] Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

[7:27] Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

Jadi menyembah Tuhan ibarat Pondasi awal pertama sebuah bangunan, jika pondasi bagus maka rumah akan kokoh & kuat. Jika pondasi salah maka seluruh bangunan akan rubuh & rusak percuma. Ini Kata Yesus sendiri dalam Alkitab, bukan kata-kata dari saya. Jika tidak setuju maka jangan protes pada saya, tapi protes-lah pada Yesus atau Kitab “Injil”.

Kalau pondasinya salah, lenyap bangunan itu, lenyap amalan-amalan baik kita. Hal ini pun dinyatakan pula dalam Qur’an…

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. 2 Al-Baqarah:217)

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. 24 An-Nuur:39)

Ini jika dilihat dari segi ayat.

Jika dilihat dari segi hakikat, maka manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk paling mulia. Mengapa? Karena manusia itu kecil & lemah, diberi akal & nafsu, diberi kebebasan memilih mana yang baik atau salah menggunakan akalnya. Berbeda dengan Malaikat yang kuat, terbuat dari cahaya, besar & mampu bergerak bagaikan cahaya, tidak memiliki nafsu sehingga selalu patuh pada apa yang diperintahkan oleh Allah.

Sebagai makhluk paling mulia, tentu dia harus menyembah hanya pada Yang Jauh Lebih Mulia yaitu Allah, Tuhan yang sesungguhnya. Disaat manusia mampu menggunakan akalnya & menyembah Tuhan yang tepat, maka dia lebih mulia dari malaikat, tapi disaat dia keliru menyembah Tuhan yang tepat dan malah menyembah Nabi yang masih juga manusia, atau menyembah batu, atau menyembah hewan atau lainnya yang derajatnya lebih rendah dari manusia, maka dia sama dengan merendahkan derajat & martabat dirinya sendiri dan juga merendahkan derajat & martabat penciptanya yaitu Allah, Tuhan langit & bumi. Dan akhirnya manusia lebih rendah dari binatang karena binatang tidak tahu karena tidak diberi akal, tapi manusia sudah diberi akal tapi tidak dipakai dan hanya mendahulukan nafsu & egois dalam menyembah pada Tuhan yang salah.

Orang yang salah menyembah Tuhan, dia telah merendahkan derajat dirinya, derajat Nabi Adam sebagai nenek moyangnya, derajat & kemuliaan Allah Penciptanya.

Sekarang, APA DASAR PONDASI YANG PALING AWAL YANG DIHARUSKAN OLEH YESUS? APA IMAN YANG PALING UTAMA DALAM BERIBADAH MENURUT YESUS?

[Markus 12:29] Jawab Yesus:“Hukum terutama ialah: Dengar, hai orang israel,tuhan Allah kita,Tuhan itu esa.

Terutama = paling utama, Paling pertama, Nomor utama, Nomor pertama, Terdepan, paling penting.

Jadi menurut Yesus yang Ter-utama ialah Tuhan itu Esa, Yesus tidak bilang : Tuhanmu adalah aku ! atau Tuhan itu Trinitas ! Sembahlah aku ! 3 dalam 1 atau 1 dalam 3 ! Yesus tidak pernah berkata demikian.

Tak ada 1 ayat pun di “Injil” Yesus berkata: “Akulah Tuhan!” atau “Sembahlah aku!”, yang ada malah Yesus suruh sembah cuma pada Allah saja & dia hanya Rasulullah atau utusan Allah!

kalaupun ada hukum Trinitas, maka itu bukan yang paling utama/terutama karena hukum yang TERUTAMA itu Tuhan Esa ! Jadi hukum Tuhan Trinitas masih kalah oleh Tuhan itu Esa.

Yesus bilang: “Tuhan Allah kita.”artinya=Tuhanmu & Tuhanku!

Tuhanmu & Tuhanku, artinya Yesus bertuhan, dan setiap yang bertuhan berarti bukan Tuhan.

Contoh : saya berTuhan, saya memiliki Tuhan, berarti saya bukan Tuhan. Tuhan kita ialah Allah, berarti Tuhanku & Tuhanmu ialah Allah, artinya saya bukan Allah.

Yesus gak bilang: Tuhanmu itu Aku! atau Tuhan itu Trinitas!

Sabda Yesus sama dengan sabda Nabi Musa dalam Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israil: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!

Ayat Hukum TER-UTAMA (PONDASI RUMAH PERTAMA) ini pun terdapat dalam :

[Matius 22:36]  ”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

[22:37]  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

[Lukas 10: 27]  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

[Markus 22:29]  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel , Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

[22:30]  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Harap diingat bahwa pada ayat diatas terdapat kalimat bahwa beriman itu harus menggunakan seluruh / segenap akal fikiran, jangan hanya keimanan membabi buta tanpa dasar saja. Gereja sangat melarang menggunakan akal karena jika seseorang tidak paham dengan dogma gereja & ketika bertanya pada paderi / pendeta maka paderi / pendeta tersebut kurang lebih akan berkata :

Paham atau tidak, kamu harus percaya ! Jangan banyak tanya & jangan ditanyakan, karena kalau kamu bertanya maka artinya ragu, dan jika kamu ragu, artinya kamu berdosa ! Titik !

Padahal, Yesus saja menyuruh menggunakan akal fikiran, tapi kenapa gereja melarang bertanya hal-hal yang meragukan dihati ? Jika seseorang tidak boleh / dilarang / tidak menggunakan akalnya, maka ia seperti hewan saja. Padahal kelebihan manusia daripada hewan adalah karena manusia ber-akal fikiran.

Didalam Alkitab, malah ada ayat yang berkata bahwa manusia tidak memiliki kelebihan atas binatang :

[ Pengkhotbah 3:19]  Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia.

Maukah saudara dianggap sama dengan binatang ? Jika saudara mau dianggap sama dengan binatang, maka berarti saudara juga menjadikan anak istri orang tua, nenek moyang sehingga Nabi Adam yang mulia adalah sama dengan binatang ? Dan ini pun saudara berarti telah menghina Allah karena menghina ciptaan Allah yang paling mulia ?

Silahkan berpikir, maukah saudara jika manusia disamakan dengan binatang ?

Banyak ayat alkitab lain pun yang menyuruh manusia berpikir menggunakan akalnya. Saya ambil beberapa contoh saja :

[Hakim 19:30] Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: “Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang. Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!”

Bukti ayat lain dimana Yesus menyuruh menyembah HANYA kepada Allah saja :

Matius 4:10 & Lukas 4:8 Kata Yesus padanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab tertulis: Engkau  harus menyembah Tuhan, Allahmu, & hanya pada Dia saja kau berbakti!”

Jelas Yesus gak bilang: Tuhanmu adalah Aku ! Engkau harus sembah Aku atau Trinitas!

Kalau Yesus memang Tuhan, atau Allah yang menjelma maka dia akan berkata: Sembahlah aku! Aku Tuhanmu! Tapi ternyata Yesus malah menyuruh menyembah HANYA pada DIA! HANYA pada ALLAH saja!

[Yesaya 45:6] Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai ter-benamnya, jika tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN & tidak ada yang lain.

[ Yesaya 43:10] “…jika Aku tetap Dia.Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, & sesudah Aku tidak akan ada lagi.”,

Jika seusai Allah tidak ada Tuhan lagi, lalu kenapa ada Tuhan Yesus & Tuhan Roh Kudus?

Ditambah dalam [Mar 13;32] Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.”

[Mat 24;36] Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Yesus tak tahu kapan kiamat, yang tahu cuma Allah. Jadi Yesus bukan Tuhan sebab tidak Maha Tahu! Jelas terbukti Kristen salah!

Masih ratusan banyaknya ayat lain yang membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan & Hanya Allah-lah Tuhan yang pantas disembah, tapi untuk sementara, kita beralih dahulu ke topik pembicaraan lainnya.

BUKTI-BUKTI JIKA KRISTEN SALAH

Pertama kali, kita buktikan jika Alkitab Kristen (“Taurat”, “Zabur atau Mazmur” & “Injil”) milik orang Kristiani ialah sudah jelas tidak suci lagi. Kenapa??? Sebab:

1.Ratusan ayat baik Perjanjian Lama + Perjanjian Baru menolak Ketuhanan Yesus

2.Alkitab tolak “Dosa Waris” & tolak cuma Yesus “Anak”Allah.

3.Terdapat sekitar 350an Ayat Porno.

4.Minimal 600, mungkin lebih, pertentangan antar ayat.

5..Ada sekitar 100an ayat yang berlawanan dengan iptek modern.

6.Ratusan ayat palsu & Puluhan ayat dirubah makna & arti

7.Puluhan ayat Mustahil (Allah kalah, capek, dll).

8.Ajaran2 bertentangan & tak dipraktekkan unt pedoman hidup.

9.Banyak ramalan kedatangan Islam & Nabi Muhammad baik di Perjanjian Lama & Baru

Jika ada ayat alkitab kristen yang mampu membuktikan keajaiban ilmiah sesuai ilmu pengetahuan modern, maka tak ada salahnya dipercayai sebagai firman Tuhan, karena Islam pun percaya bahwa kitab itu pernah diturunkan pada Nabi-nabi terdahulu meski sekarang sudah banyak sekali dirubah oleh tangan-tangan manusia. Akan tetapi bagaimana dengan sungguh teramat banyak sekali banget ayat-ayat yang salah & tidak pantas? Apa semua itu kesalahanTuhan?

Terlalu banyak jika diurai semua, kita buka beberapa contoh saja.

Contoh pertama: [1 Tawarikh 19:18] tapi orang Aram itu lari dari orang Israel, & Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu kuda kereta & empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; Sofakh, panglima tentara, dibunuhnya.

[2 Samuel 10:18] tapi orang Aram itu lari dari orang Israel, & Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta & empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima mereka, dilukainya sedemikian, sehingga ia mati di sana.

Mana yang benar? 700 atau 7000? Pasukan berkuda atau berjalan kaki? Sobakh atau Sofakh? 3 pertentangan dalam 1 ayat! Pada jaman dahulu belum dikenal angka NOL, jadi angka 700 ditulis tujuh ratus, dst.

Contoh kedua: 2 Tawarikh 9:25 Salomo punya empat ribu kandang

1 Raja 4:26 Salomo punya kuda empat puluh ribu kandang

Mana benar? 4.000 atau 40.000? Padahal 1 ekor Kuda milik Prabowo harganya 1 Milyar Rupiah, apalagi Kuda milik Nabi & Raja terkaya seluruh zaman!!! Jika harga 1 Kuda milik Prabowo harganya 1 milyar, maka anggaplah harga kuda milik Nabi & Raja terkaya sepanjang zaman itu berharga 2 Milyar. Maka, perbedaan 36.000 kuda dalam alkitab itu bernilai Rp.72.000.000.000.000. Uang sebanyak 72 Trilyun itu lebih dari cukup untuk membayar hutang pemerintah indonesia. Apakah kesalahan hitung ini dilakukan Tuhan? Apakah alkitab Kristen ngajari Korupsi 36 Trilyun Rupiah?

Jika kristen berkata:“Pertentangan itu tak rubah maksud Alkitab!”, lalu kenapa 1 Raja-raja 4:26 terbitan baru, kata “Empat Puluh Ribu” diganti jadi “empat ribu”? Agar cocok & tidak bertentangan? Merubah Firman?

Dalam Kitab 1 Raja 4:26

Alkitab tahun 1928 berkata: Empat Puluh Ribu kandang.

Alkitab tahun 2006 berkata: Empat Ribu Kandang??????????

Allah sedikitpun tak lengah & tak lelah jaga Trilyunan galaksi. Ukuran Oksigen di bumi ini 21% dari udara, jika O2 lebih rendah 1% maka nafas kita sesak, sirkulasi udara & fotosintesis tak lancar, tapi jika Oksigen 22%, maka mudah kebakaran & ledakan dimana². Begitu juga jarak Matahari, tebal atmosfir, rotasi bumi dll.

Hal ini sesuai dengan Qur’an bahwa segala sesuatu itu ada ukurannya: Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (Qs.25 Al-Furqan:2)

Hal ini, tentang segala sesuatu telah diukur oleh Allah, juga difirmankan dalam Qs.13 Ar-Ra’d:8, Qs.15 Al-Hijr:19 & 21, Qs.54 Al-Qamar:49.. Dan banyak lagi ayat bahwa Allah Maha cepat menghitung, Lalu mungkinkah Tuhan keliru berfirman antara 4.000 & 40.000? Antara 700 & 700 dll?

Bagaimana dengan Kesalahan Matematika ini anak kecil umur 5 tahun ini?

Yosua 19:2  Sebagai milik warisan mereka menerima: Bersyeba, Syeba, Molada,

3  Hazar-Sual, Bala, Ezem,

4  Eltolad, Betul, Horma,

5  Ziklag, Bet-Hamarkabot, Hazar-Susa,

6  Bet-Lebaot dan Saruhen: tiga belas kota dengan desa-desanya.

Silahkan saudara meminta anak kecil berumur 5 Tahun untuk menghitung ada berapa kota dari ayat 2 sampai ayat 6? Anak kecil tersebut pasti mengatakan ada empat belas (14) kota. Tapi mengapa pada akhir ayat 6 hanya ditulis tiga belas (13) kota saja?

Apakah kesalahan matematika anak kecil ini berasal dari Allah? Mungkinkah Anak kecil lebih pintar daripada Allah? Jawaban yang betul adalah ayat ini tidak berasal dari Allah! Entah pada bagian mana ayat yang salah, tapi yang jelas alkitab christian sudah tidak bersih / tidak suci lagi dari kesalahan.

Apa mungkin Tuhan yang mewahyukan Alkitab christian tidak dapat berhitung sehingga angka 14?

Bagaimana dengan persoalan matematika yang lebih mudah ini:

Yosua 19:7 En-Rimon, Eter, dan Asan: empat kota dengan desa-desanya

Silahkan anak kecil berumur 5 tahun tadi agar mundur dan silahkan cari anak yang berumur 3-4 tahun, dan coba minta agar dia menghitung kota pada ayat diatas. Pasti jumlahnya ada tiga (3) kota, tapi mengapa masih pada ayat yang sama malah ditulis empat (4) kota?

Harap saudara perhatikan bahwa En-Rimon itu 1 kota, bukan 2 kota! Contohnya dapat saudara lihat dalam ayat 2 sampai ayat 6 diatas.

AYAT-AYAT CINTA dalam Alkitab Christian

Amsal 5:19  rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah BUAH DADANYA selalu memuaskan engkau, dan engkau SENANTIASA BIRAHI KARENA CINTANYA.

MARILAH MEMUASKAN BIRAHI, BERSAMA-SAMA MENIKMATI ASMARA… SEBAB SUAMIKU SEDANG TIDAK ADA DIRUMAH….

AMSAL 7: 16  Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.

17  Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.

18  Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.

19  Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,

SUSUNYA DIJAMAH2, DADA KEPERAWANNYA DIPEGANG2, ZAKARNYA SEPERTI ZAKAR KUDA???

Yehezkiel 23:1  Datanglah firman TUHAN kepadaku:

2  “Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu.

3  Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.

4  Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.

5  Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat birahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang,

6  berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda.

7  Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia birahi dan dengan berhala-berhalanya.

8  Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.

9  Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia birahi.

10  Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.

11  Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih birahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya.

12  Ia birahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasan kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng.

13  Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; kelakuan mereka berdua adalah sama.

14  Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam,

15  pinggangnya diikat dengan ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihatan seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahiran mereka.

16  Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia birahi kepada mereka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim.

17  Maka orang Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka..

18  Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya.

19  Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.

20  Ia birahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.

21  Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

Hakim-hakim 19:25  Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.

Yehezkiel 16:25  Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah.

26  Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku.

27  Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu.

28  Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas.

29  Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas.

30  Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, engkau yang melakukan segala-galanya ini, yaitu perbuatan seorang perempuan sundal jahanam,

31  yang membangun tempatmu yang tinggi pada setiap persimpangan jalan dan membuat bukit pengorbananmu di tiap-tiap tanah lapang. Tetapi engkau tidak seperti sundal biasa, oleh karena engkau menolak upah sundal.

32  Hai isteri yang berzinah, yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri.

33  Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal.

34  Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu. 35  Oleh karena itu, hai perempuan sundal, dengarkanlah firman TUHAN!

36  Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menghamburkan kemesumanmu dan auratmu disingkapkan dalam persundalanmu dengan orang yang mencintaimu dan dengan berhala-berhalamu yang keji dan oleh karena darah anak-anakmu yang engkau persembahkan kepada mereka,

37  sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu.

SEORANG NABI BERZINA DENGAN 2 PUTRINYA SAMPAI HAMIL KE22NYA????

Kejadian 19:30  Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.

31  Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.

32  Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

33  Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.

34  Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

35  Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.

36  Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.

37  Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.

38  Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

SEORANG NABI MENGINTIP WANITA MANDI, TERANGSANG, BERSETUBUH, HAMIL?????

2 Samuel 11:1  Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

2  Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.

3  Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

4  Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

5  Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”

PERINTAH TUHAN AGAR NABI MENGAWINI PELACUR SUNDAL?????

Hosea 1:2  Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.”

3  Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki.

BIARLAH ISTRI-KU BERSETUBUH & DITIDURI ORANG LAIN???

Ayub 31:10  maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia.

PERINTAH TUHAN PADA NABI AGAR NABI BERJALAN TELANJANG SELAMA 3 TAHUN???? PANTATNYA KELIHATAN?????

Yesaya 20: 2  pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.

Berfirmanlah TUHAN: “Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia,

4  demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.

NABI TELANJANG BULAT, REBAH DIMUKA UMUM????

1 Samuel 19: 23  Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.

24  Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: “Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?”

TIDAK KAKAKKU, JANGAN PERKOSA AKU…!!! TAPI ENAK JUGA DEH, DISURUH PERGI GA MAU…

2 Samuel 13:5  Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: “Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.”

6  Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: “Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya.”

7  Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: “Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya.”

8  Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu.

9  Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon: “Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku.” Lalu keluarlah setiap orang meninggalkan dia.

10  Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: “Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu.” Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar.

11  Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.”

12  Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.

13  Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”

14  Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

15  Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: “Bangunlah, enyahlah!”

16  Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: “Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia.

ANAK BERSETUBUH DENGAN IBUNYA…

Kejadian 35:22 Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. (35-22b) Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya.

23  Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.

TELANJANG BUGIL SAMPAI ANU-NYA KELIHATAN

Yehezkiel 23:29  Mereka akan memperlakukan engkau dengan kebencian dan akan merampas segala hasil jerih payahmu dan meninggalkan engkau telanjang bugil, sehingga aurat persundalanmu kelihatan.

TANGAN PEREMPUAN PEGANG BURUNG-NYA ORANG LAIN HARUS DIPOTONG, JANGAN MERASA KASIHAN!

Ulangan 25: De 25:11  “Apabila dua orang berkelahi dan isteri yang seorang datang mendekat untuk menolong suaminya dari tangan orang yang memukulnya, dan perempuan itu mengulurkan tangannya dan menangkap kemaluan orang itu,

12  maka haruslah kaupotong tangan perempuan itu; janganlah engkau merasa sayang kepadanya.”

NABI BILANG: PERKOSALAH ANAKKU…?????

Hakim-hakim 19:24  Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang  tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda.”

DADA PEREMPUAN ASING & BIRAHI PADA PEREMPUAN JALANG!!!

Amsal 5:20 Hai anakku, mengapa engkau birahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing?

DADA ADIK PEREMPUANKU RATA…

Kidung Agung 8:8  –Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?

BUAH DADA KERING…

Hosea 9:14  Berilah kepada mereka, ya TUHAN–apakah yang hendak Kauberi? Berilah kepada mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering.

MENGHAMPIRI PEREMPUAN SUNDAL…

Hakim-hakim 16:1  Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.

ANAK SUNDAL KURANG AJAR!!!

1 Samuel 20:30  Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: “Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu?

DAHI WANITA SUNDAL TAK TAHU MALU!!!

Yeremia 3:3  Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.

MENGHAMBURKAN AURAT BAGI SETIAP ORANG YANG LEWAT…

Yehezkiel 16:15 “Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu dan engkau seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat.

MEMPERKOSA WANITA-WANITA & GADIS-GADIS…

Ratapan 5:11 Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda.

ENGKAU DIPERKOSA!!!

Yeremia 13:22  Dan apabila engkau bertanya dalam hatimu: “Mengapakah semuanya ini menimpa aku?” Karena banyaknya kesalahanmulah maka disingkapkan ujung kainmu dan engkau diperkosa!

CATATAN: Masih banyak terdapat ayat-ayat cinta lainnya dalam alkitab, jumlah ayat-ayat cinta tersebut mencapai lebih dari 350 ayat, saya sendiri belum menghitungnya karena baru baca beberapa ayat saja sudah ngos-ngosan & ingin segera menemui istri tercinta, maklum, ayat-ayat cinta-nya sangat mendalam sekali & mudah mengetuk hati & jiwa.

Ayat-ayat lucah, porno, mesum & kasar diatas tidak menutup kemungkinan bagi lembaga alkitab untuk merubahnya perlahan demi perlahan.

Buktinya: Ayat di Yehezkiel pada tahun 1928 berbunyi:

MATA SUSUNYA DIPERMAINKAN, PELIRNYA SEPERTI PELIR KELEDAI DAN PANCARANNYA SEPERTI PANCARAN KUDA

Tapi pada alkitab terbitan baru 2006 telah diganti menjadi:

SUSU KEGADISANNYA DIJAMAH-JAMAH! AURATNYA SEPERTI AURAT KELEDAI DAN ZAKARNYA SEPERTI ZAKAR KUDA.

ini jelas lain pak… antara “mata susu” dengan “susu kegadisan” itu lain!

“MATA SUSUNYA DIPERMAINKAN” jelas mengandung arti yang lebih DAHSYAT & LEBIH MESUM / LEBIH LUCAH / LEBIH MERANGSANG LIBIDO & GAIRAH BIRAHI ASMARA dibanding dengan kata-kata “SUSU KEGADISANNYA DIJAMAH-JAMAH.”

lebih parah lagi, penghalusan kata-kata ini tidak terjadi pada 80 atau 90 ayat, tapi pada seluruh kitab dari kidung agung sejak pasal pertama ayat pertama hingga pasal terakhir ayat terakhir!

Ada seorang pendeta / paderi kristen yang dihukum karena menterjemahkan kidung agung langsung dari bahasa aslinya. Mengapa dihukum? karena arti yang sesungguhnya adalah …maaf… bulu kelamin pria…bulu kelamin wanita…. batang kemaluan pria… daging kelamin wanita… pucuk mata puting payudara wanita … melumat batang kelamin pria … menyedot daging kelamin wanita… kakak beradik kandung bersetubuh… keelokan & mulusnya tubuh wanita… dst dsb… terlalu banyak jika dibahas karena hampir seratus ayat cinta yang dirubah… ♀♂

waduh… saya lagi puasa ni pak… tapi biarlah, al imannu bin niat… amal itu tergantung niat…

itulah mengapa meski agama Yahudi yang mengakui Perjanjian lama / Old Testament, tapi mereka sama sekali tidak mengakui kitab Kidung Agung / Songs of Solomon ini sebagai bagian dari FIRMAN TUHAN / KATA-KATA TUHAN.

Orang christian berkata bahwa segala tulisan yang diwahyukan “roh kudus” berguna untuk memberi pelajaran, tapi mengapa ayatnya dirubah? Apakah lain roh kudus maka lain pendapat? bagaimana pelajaran bisa tepat jika ayatnya dirubah? apa roh kudus lain lebih memiliki moral, norma, adab & sopan santun sehingga mengilhami orang lain lagi untuk merubah & menghaluskan kata-katanya?

Juga, apa gunanya ratusan ayat dari kidung agung mulai pasal pertama ayat pertama hingga pasal terahir ayat terakhir??? Tidak ada gunanya sama sekali meski telah kata-katanya telah dirubah & diperhalus. Isinya hanyalah puisi bercinta, cara merayu wanita, kenikmatan cinta & kenikmatan anggota tubuh dalam adegan seksual.

Lagipula, jika umat christian mengakui itu sebagai bagian dari Firman Tuhan, mengapa mereka malu membacanya? Mengapa kata-katanya dirubah menjadi halus? Yang sudah dirubah dihaluskan pun masih terlihat kasar! Mengapa mereka tetap malu membaca ayat versi yang telah dirubah? Mengapa malu untuk membangga-banggakannya? malu menyampaikan ayat-ayat cinta ini pada umat agama lain bahkan pada putra-putri gadisnya sendiri atau malah malu pada dirinya sendiri?

Apakah ini berarti manusia lebih memiliki moral & adab sopan santun dibanding Tuhan yang “katanya” telah memfirmankan & mewahyukannya???????

Hanya ada 2 pilihan:

1. tetap percaya 100% itu Firman Tuhan

2. Merubah ayatnya secara perlahan

3. Tidak percaya ayat-ayat itu sebagai Firman Tuhan.

Silahkan, pilih, saudara memiliki akal untuk memilih & menguji mana yang terbaik.

ini kenyataan pak… apa artinya? Alkitab christian sudah tidak suci lagi.

harap diingat, perubahan ayat ini tidak hanya terjadi pada hal-hal diatas, tapi juga pada praktek ibadah, terutama dalam menyembah pada 1 Allah saja.

Bagi sudara terutama saudari yang masih umur tanggung, belia, gadis & remaja, silahkan nilai sendiri, mungkinkah Tuhan berfirman seperti ayat-ayat ini? Menurut saudara-saudari, apakah ayat tidak senonoh, lucah, kasar, cabul, kejam, sadis, syair, leceh, adegan biru ini Stensil porno atau Firman TUHAN? Apakah bacaan seperti berpengaruh baik pada jiwa & Psikolog? Bagaimana dengan 350 ayat lainnya?

Pendeta bilang ayat itu agar tidak berzina! Jika ayat ini cegah zina, kenapa sedikit orang Kristen tahu? Kenapa tidak tahu sejak dini? Kenapa ayat2 itu & 350an ayat porno lainnya tak dibacakan ke anak SD atau SMP Kristen agar kelak SMU & Mahasiswa tidak berzina?

Banyak sekali orang barat buat film cerita tentang Yesus, Musa, Ibrahim, samson dan lainnya yang ceritanya diambil dari alkitab. Lantas kenapa orang kristen tidak membuat film berdasar ayat-ayat diatas adegan-adegan cabul penuh penghayatan TANPA DISENSOR dan disebarkan serta diputar di sekolah-sekolah TK, SD, SMP & SMU agar remaja Kristen kelak jika mahasiswa akan jauh dari zina? Jika berhasil, maka pantaslah gereja membanggakan alkitabnya karena metode film ini. Apa susahnya menyewa bintang film yang cantik & ganteng untuk memerankannya, bukankan dana gereja didukung dari barat & vatikan?

Tidak benar semua agama sama, hanya 1 agama yang benar! Dalam Al-Qur’an :

Artinya: Siapa cari agama selain Islam,maka sekali2 tidak diterima dari-nya, & dia di akhirat termasuk orang2 rugi (QS.3 Ali ‘Imran:85).
Nabi Isa as pun di “Injil” Yohanes14:6 Kata Yesus: “Akulah jalan, kebenaran & hidup. Tak seorang pun datang pada Allah, kalau tidak melalui aku.”
Ayat ini berarti tak ada orang ke surga Allah jika tak ikuti ajaran Nabi Isa, artinya: Cuma 1 agama benar! Kita wajib meng-amin-kan sabda Nabi Isa AS di “Injil” tsb sebab terbukti Islam-lah yang ikuti ajaran Nabi Isa AS, sedang Kristen malah tidak mengikuti bahkan mengingkari  & mengkhianati Yesus & Alkitabnya sendiri.
Pendeta berkata: “Taurat cuma berlaku sampai Yesus disalib dgn dalil Efesus 2:15 & Roma 7:4-6,

Artinya: Siapa cari agama selain Islam,maka sekali2 tidak diterima dari-nya, & dia di akhirat termasuk orang2 rugi (QS.3 Ali ‘Imran:85).

Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Roma 7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

7:6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Padahal ayat diatas bukanlah kata Yesus, tapi ayat ini dari Paulus, lihat saja Roma 1:1 & Efesus 1:1.

Roma 1:1. Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

Efesus 1:1.. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.

Jelas sekali bahwa itu bukan perkataan Yesus, tapi Paulus. Sedangkan kata Yesus ialah:

Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Matius 5:17-18 “Jangan kamu menyangka jika aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakan, tapi untuk menggenapinya. Sebab aku berkata padamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit & bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semua terjadi.”

Yesus berkata Taurat tak batal sampai Kiamat! Islam tak hapus Taurat, terbukti Islam ikuti Yesus! Sedang Kristen siapa yang diikuti? Ikuti Yesus atau Paulus?

Dalam Bibel atau Alkitab-nya orang Kristen, dibagi menjadi 2 bagian, Yaitu:

1.Kitab Taurat dan kitab para Nabi-nabi sebelum Yesus seperti Nabi Daud, Nabi Sulaiman, & Nabi-Nabi kecil sampai Kitab Maleakhi dari Bani Israil disebut sebagai Perjanjian Lama. Dan Perjanjian Lama ini menurut garis besarnya dibagi lagi menjadi 2. Yaitu menurut Kristen Katholik & Kristen Protestan. Beda Kitab antara 2 agama tersebut ialah, Perjanjian Lama Katholik memiliki Kitab lebih banyak, sedang Perjanjian Lama menurut Protestan lebih sedikit karena umat Protestan tidak mengakui beberapa kitab sebagai “Firman” Tuhan dan mereka mengeluarkannya dari Alkitab.

2.Kitab “Injil” “menurut” Matius, “menurut” Lukas, “menurut” Markus, “menurut” Yohanes, Surat-surat dari Paulus yang malah lebih banyak dari “Injil” dll sampai Kitab Wahyu disebut Perjanjian Baru.

Pendeknya, kitab yang di “akui” sejak masa Yesus ialah Perjanjian Baru, dan kitab sebelum masa Yesus disebut Perjanjian Lama.

Jika diamati, ini masalah serius sekali karena sebab menghapus hukum taurat ini maka masalah yang diakibatkannya lebih banyak lagi. Contoh: Perjanjian lama menulis Babi haram, Alkohol haram, patung haram, tata cara shalat, wudhu, sujud, menghadap kiblat, buka alas kaki masuk rumah ibadah dll dst dsb malah dihapuskan oleh mereka.

Jadi mereka seenaknya makan babi, minum alkohol, tidak sujud, tidak menghadap kiblat, masuk ke gereja pakai sepatu, dll dst dsb karena menurut Paulus Taurat dihapus, padahal menurut Yesus tidak akan pernah sampai kiamat! Lebih mudah Kiamat daripada satu titik hukum Taurat dihapus. Silahkan pilih! Mau ikut Yesus atau ikut Paulus? Kalau tidak setuju, berarti membantah ucapan Yesus sendiri di Alkitab.

Dalam Kitab terbitan lama, bunyi Imamat 11:7 Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

Jelas ayat diatas menulis jika BABI itu HARAM! Tapi ayatnya dirubah-rubah oleh tangan kotor manusia!

Alkitab Tahun 1928 – Babi Haram!

Alkitab Tahun 1962 – Babi Haram!

Alkitab Tahun 1971 – Babi Haram!

Alkitab Tahun 1979 – BABI HUTAN HARAM???

Alkitab Tahun 1985 – Babi Haram!

Alkitab Tahun 1990 – Babi Haram!

Alkitab Tahun 2006 – BABI HUTAN HARAM??? plin-plan!!!

Itulah kenapa Kristen makan babi sebab mereka pikir Taurat telah dihapus & yang haram itu Babi Hutan! Sedang Babi ternak, babi kota, mereka pikir itu Halal, mau saja ditipu gereja ribuan tahun! Di Lukas 5:13 & Matius 8:32,Yesus bunuh 2000 babi. Islam ikuti Yesus mengharamkan Babi hingga detik ini & bahkan sampai kiamat, tapi kenapa Kristen makan Babi? Malah Babi menjadi makanan kegemaran & kebanggaan? Sejarah telah membuktikan banyak sekali penyakit yang mematikan yang diakibatkan oleh babi ini, contohnya saja flu babi yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan di media massa.

Satu hal lagi yang mecolok dalam Kristen, yaitu ibadah dengan meminum alkohol, padahal alkohol dilarang.

Imamat 10:9 “Janganlah minum anggur atau minuman keras, engkau & anak2mu, bila masuk Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itu ketetapan untuk selamanya bagimu turun-temurun

Hakim 13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.

Hakim 13:14 Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau minuman yang memabukkan tidak boleh diminumnya dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia harus berpegang pada segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

Yesaya 5:11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!

Amsal 20:1 Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

Amsal 23:20 Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging

Hosea 4:11 Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir.

Lukas 1:15 Sebab ia akan besar dihada-pan Tuhan & ia tidak akan minum anggur atau minuman keras & ia akan penuh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya…..

Yesus pun tolak Anggur atau Alkohol:

Mar 15:23 Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepadanya, tetapi ia menolaknya.

Mat 27:34 Lalu mereka memberi anggur campur mur kepadanya,tapi ia menolaknya

Jika Taurat sampai Kiamat tidak dibatalkan & Anggur  atau alkohol ialah HARAM, lalu kenapa Kristen malah wajib minum alkohol saat ibadah dalam Ekaristi Perjamuan Kudus??? Siapa pengikut Yesus yang sebenarnya??? islam haramkan alkohol!!! Amerika saja th 1930 melarang alkohol! tapi tidak didukung gereja! Kenapa?? Lho kalo alkohol dilarang, nanti Ekaristi perjamuan kudus mau minum apa?? Es buah??? Es Campur??? Terbukti Kristen Salah!

Kel 23:24, Ula 4:23 Hati-hatilah, supaya jangan kamu lupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dgn kamu & mem-buat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh Tuhan, Allahmu, dilarang kauperbuat… Ima 16:1, Bil 33:52, Ula 5:8, 7:25, 9:12, 27:15 jelas larang buat patung. Tak ada 1 ayatpun Yesus suruh buat patungnya atau ibunya. Malah dilarang pakai patung sebagai sarana ibadah. Islam pun larang gambar makluk, apalagi patung! Kenapa di gereja banyak gambar & patung? Siapa ikuti Yesus?

Luk 23:53,Yoh 19:40, Mat 27:59-60 & Yusufpun mengambil mayat itu,mengapaninya dgn kain lenan putih bersih,lalu membaringkan di kuburnya yang baru,yg digali di bukit batu & usai menggulingkan se-buah batu besar ke pintu kubur itu,pergilah ia… Perhatikan! Yesus dikubur cuma dengan kain kafan putih, tanpa peti, segera dikubur & batu diatasnya,begitu juga umat Islam! tapi Kristen? Pakai jas, dasi, gaun pengantin, didandani, diawetkan berhari2, pakai peti mati, makam dibeton. Islam ikuti Yesus! Kristen malah khianati Yesus!

Kejadian 17:9-14 firman Allah pada Abraham:“Dari  pihakmu, kau harus pegang perjanjian-Ku,kau &keturunanmu turun temurun Haruslah dikerat kulit khatanmu & itu akan jadi tanda perjanjian antara Aku & kamu. Anak yang berumur 8 hari harus disunat,yakni setiap laki2 diantaramu,turun temurun: baik yang lahir di rumahmu… Org yang lahir dirumahmu & org yang kau beli dgn uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku jadi perjan-jian yang kekal & orang yang tidak disunat… maka org itu harus dilenyapkan dari orang2 sebangsanya: ia telah ingkari pjanjianKu.”

Yesus taat Taurat & disunat,Luk 2:21 saat genap 8 hari & Ia harus disunatkan… Tuhan disunat? Tuhan berkelamin? Kelamin Tuhan segede apa?Kita tak hina Nabi Isa, tapi ketuhanannya yang kita gugat!

Kisah Rasul 15:5 “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat & diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”…

Paulus saja disunat!

Tapi Orang murtad & kafir, jika mereka bersunat, maka akan celaka= Galatia 5:2-6 Aku,Paulus,berkata padamu: Jika kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tak berguna bagimu.

Ibrahim disunat! Musa disunat! Yoshua, Harun,Yohanes,Paulus,  Yesus pun disunat! Muslim jelas disunat! Terbukti Kristen gak ikuti jalan, hidup & kebenaran yang dicontohkan Yesus & para Nabi!!!

Yosua 5:15, Keluaran 3:5 & Kisah Rasul 7:33 Lalu firman Allah kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, ialah tanah yang kudus.”

Muslim buka alas kaki masuk Masjid! Kristen apa buka sepatu???

Musa & Harun wudhu atau mentahirkan atau sucikan diri sebelum ke kemah suci (Kel 40;31-32), Paulus pun wudhu sebelum masuk Bait Allah (Kisah 21;26), Muslim wudhu sebelum ke masjid! Kristen wudhu???

Umat Non-Islam, sering kali menghina Islam dengan mengatakan Islam menyembah batu Hitam di Ka’bah, atau menyembah kotak Hitam Ka’bah itu sendiri dengan alasan umat Islam selalu menghadap Ka’bah dalam melaksanakan Shalat 5 waktu, Shalat Sunnat & berdoa pun dianjurkan menghadap Ka’bah. Umat Islam pun dilarang buang air kecil maupun besar dengan mengahadap Ka’bah.

Padahal, justru mereka umat Non-Islam itu sendiri lah yang mengingkari Kitabnya yang ada ditangan mereka sendiri karena perintah menghadap Kiblat ini telah diperintahkan pula pada Nabi-Nabi sebelum Rasullullah Muhammad SAW baik dalam Perjanjian Lama maupun perjanjian baru. Bahkan setiap Nabi memiliki Kiblat & tugu batu untuk melakukan Thawaf atau mengelilingi batu tersebut, hanya mereka umat non-Islam saja yang tidak pernah membaca Kitab mereka sehingga secara tidak sadar mereka malah menghina Kitab yang ada ditangan mereka sendiri.

Mengapa mereka tidak pernah membaca kitab mereka? Setidaknya ada 2 alasan:

1. Bagi umat Katolik, membaca Kitabnya merupakan hal yang tabu karena membaca Alkitab harus dibimbing oleh Pastur & dihindari membaca Alkitab secara sendiri.

2. Mereka telah merasa aman dan tidak perlu membaca alkitab secara keseluruhan karena doktrin gereja yang menjamin mereka masuk surga asal bermodal percaya & mengakui saja.

Dalam Alkitab mereka sendiri, jelas tertulis bahwa Shalat itu harus menghadap kiblat, ini ayatnya:

Mazmur 5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Jelas disitu tertulis bahwa:

  1. Beribadah itu dengan Sujud, muka ke tanah, mengapa umat Non Islam tidak pernah sujud?
  2. Beribadah itu dengan menhadap ke Kiblat, mengapa umat Non Islam tidak pernah menghadap Kiblat?
  3. Disamping sujud maka ada pula berlutut, duduk diantara dua sujud, mengapa umat Non Islam tidak berlutut?
  4. Setidaknya dilaksanakan tiga kali sehari, mengapa umat Non Islam tidak setiap hari? Malah hanya satu kali per minggu?
  5. Setelah Shalat (Pray=berdoa) lalu dilanjutkan dengan memuji Allah (berdzikir), Umat mana yang melaksanakan ke lima hal ini? Umat Islam!

Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Al-Qur’an:

QS.2: 148. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS.2: 142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.”

Dalam Alkitab christian pun jelas tertulis bahwa nabi-nabi terdahulu pun memiliki bait Allah masing masing… banyak sekali ayatnya… lebih dari 100 ayat dan termasuk perjanjian baru pada masa Nabi Isa sekalipun…

Dan Yesus pun tidak pernah menghapus Taurat meski satu titik kecil sekalipun, artinya Hukum Taurat & kitab-kitab para Nabi terdahulu masih tetap berlaku:

Matius 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Lalu mengapa mereka malah menghina Sujud menghadap Bait Allah? Mengapa mereka menghina Shalat & mengatakan nunggang nungging? Padahal Yesus pun Shalat dengan bersujud muka ke tanah dan Yesus pun berlutut serta merebahkan diri ke tanah persis bagaimana Muslim melaksanakan Shalat dengan Sujud, berlutut, merebahkan diri ke tanah:

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Markus 14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

Dari dua ayat diatas maka dapat disimpulkan:

  1. Yesus sujud kepada Allah, sebagaimana orang Islam sujud. Tidak ada tatacara ibadah dengan sujud muka ke tanah kecuali umat Islam. Kenapa umat non Islam menghina Sujud dengan mengatakan nungging? Padahal Yesus pun sujud! Bibir mereka memuji Yesus, tapi hatinya jauh dari Yesus:

Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

  1. Yesus menyembah pada Allah, berdoa kepada Allah. Setiap yang berdoa pada Allah berarti bukan Allah & bukan Tuhan, sebagaimana saudara berdoa pada Allah, berarti saudara bukan Allah. Hanya umat Islam-lah yang murni berdoa HANYA pada Allah langsung tanpa melalui perantara Yesus, tanpa perantara Malaikat, tanpa perantara Bunda Maria, tanpa perantara Rasul atau Santo.

Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

  1. Yesus maju sedikit dari ke dua muridnya sebelum sujud, artinya Yesus menjadi Imam shalat bagi ke dua muridnya. Hal semacam ini pun hanya dilaksanakan oleh umat Islam, dimana imam maju sedikit, 1 shaft didepan para makmum lainnya. Adakah umat agama lain yang melaksanakan hal demikian?
  2. Yesus tidak meminta sesuai kehendak dirinya, tapi sesuai kehendak Allah, artinya Yesus berserah diri pada Allah, berserah diri pada Allah ini artinya Muslim. Banyak sekali ayat dalam alkitab dimana Yesus berserah diri kepada Allah. Kata “Muslim” dalam bahasa arab pun berarti berserah diri pada Allah.

Dalam alkitab christian pun jelas menulis bahwa:

Nabi Ibrahim bersujud:

Kejadian 17:3  Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya…..

Nabi Lot bersujud:

Kejadian 19:1  Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang.. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nabi Ezra bersujud:

Ezra 10:1  Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Nabi Yosua bersujud:

Yosua 5:14 Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?

Nabi Daud bersujud:

Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita

Nabi Musa bersujud

Keluaran 34:8  Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

Nabi Harun bersujud

Bilangan 20:6  Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Nabi Elia bersujud:

1 Raja 18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.

Yesus pun sujud:

Matius 26:39; Markus 14:35; Lukas 22:41-42 Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud & berdoa

“Tuhan” kok berdoa? Yesus & Nabi2 sujud hadap kiblat! Islam Sujud hadap Kiblat! Apa pernah Kristen sujud hadap kiblat? Masih banyak ayat sujud lainnya!

Nabi Ibrahim bersujud, Nabi Daniel bersujud, Nabi Musa bersujud, Nabi Harun bersujud, Nabi Daud bersujud, Nabi Sulaiman bersujud, Nabi Yosua bersujud, Nabi Yehezkiel & para Nabi lain pun bersujud, bahkan Yesus pun bersujud!!!

Lalu mengapa orang christian menghina muslim bersujud dengan hinaan nunggang nungging? Mengapa mereka sendiri tidak pernah sujud? Apa mereka tidak ingin mengikuti jalan para Nabi terdahulu & Nabi Isa sendiri dengan bersujud muka ke tanah? Mengapa mereka menginkari sujud yang dicontohkan para Nabi terdahulu?

Terlebih lagi, Nabi-nabi terdahulu selalu mendirikan tugu yang kemudian akan didekatnya akan didirikan Rumah Allah / Bait Allah / Betel / Baitullah.

Ge 31:13  Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

Kejadian 28:18  Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.

Kejadian 28:22  Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

Kejadian 31:45  Kemudian Yakub mengambil sebuah batu dan didirikannya menjadi tugu.

Kejadian 31:51  Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: “Inilah timbunan batu, dan inilah tugu yang kudirikan antara aku dan engkau–

Kejadian 31:52  timbunan batu dan tugu inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.

Kejadian 35:14  Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.

Matius 23:16  Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Jadi, mengapa mereka menghina ibadah Haji & Thawaf Keliling Ka’bah jika itu semua jelas terdapat dalam kitab mereka sendiri & juga dilakukan serta dicontohkan oleh para nabi terdahulu?

Didalam Islam, menghadap Ka’bah bukanlah merupakan suatu kebaikan, sebagaimana tertulis:

QS.2: 177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Ayat ber-haji pun terdapat baik dalam perjanjian baru maupun perjanjian lama

Terkadang, kita terlalu sombong & berani mengatakan apa yang bukan dibawah kekuasaannya.

Contoh: “Setelah shalat aku akan kerumahmu!”, padahal belum tentu dia masih hidup beberapa menit kemudian.

Dengan itulah dianjurkan mengatakan insya Allah dalam setiap kegiatan yang akan datang karena kita belum tahu apa yang akan terjadi detik-detik kedepan.

Ada sebagian umat agama lain yang sangat membenci sekali jika ada muslim berkata “insya Allah”, dia berdalih bahwa dalam islam itu “serba tak pasti” karena sedikit-sedikit berkata “Insya Allah.”, padahal perintah insya Allah itu tidak hanya tertulis dalam alkitab, melainkan juga DIHARUSKAN oleh alkitab christian yang ada ditangan mereka sendiri.

Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,

4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

4:15 Sebenarnya kamu HARUS berkata: “INSYA ALLAH, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah SALAH.

Kisah Para Rasul 18:21 Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, INSYA ALLAH.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.

1 Korintus 4:19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, INSYA ALLAH. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka

Saudara saudari, dalam alkitab terbitan lama tahun 1964 atau ejaan lama, jelas tertulis “INSYA ALLAH”, hanya saja dalam terbitan sekarang ini sudah diganti menjadi “JIKA TUHAN MENGHENDAKINYA” dan ”JIKA ALLAH MENGHENDAKINYA” yang artinya sama juga dengan Insya Allah. Jika saudara-saudarai / handai tolan memiliki alkitab lama, coba dilihat pada ayat tersebut.

Di dalam Al-Qur’an pun jelas tertulis demikian:

QS.18:23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, 18:24.. kecuali: “INSYA ALLAH“. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.”

QS.48:27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, INSYA ALLAH dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

QS.2:70. Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu samar bagi kami dan sesungguhnya kami INSYA ALLAH akan mendapat petunjuk.”

QS.12:99. Maka tatkala mereka masuk ke Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: “Masuklah kamu ke negeri Mesir, INSYA ALLAH dalam keadaan aman.”

QS.18:69. Musa berkata: “INSYA ALLAH kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.

QS.37:102. Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; INSYA ALLAH kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Jelas baik dalam alkitab Christian maupun Al-Qur’an sama-sama MEWAJIBKAN / MENGHARUSKAN mengucapkan Insya Allah jika hendak melakukan sesuatu kemudian. Juga baik dalam alkitab Christian maupun Al-Qur’an sama-sama MELARANG mengatakan kepastian akan sesuatu kejadian yang akan datang dimana tidak dibawah kekuasannya.

Mengapa dikatakan berdosa?

1. Karena dia telah SOMBONG berani memastikan apa yang belum tentu dibawah kekuasannya, padahal sombong ialah pangkal dosa utama yang menggelincirkan Iblis dari derajatnya sebagai pemimpin Malaikat menjadi terkutuk.

2. Juga karena dia tidak berserah diri pada Allah atas apa yang akan terjadi.

Dan apa manfaat mengatakan Insya Allah?

1. Pasrah atas kehendak Allah diwaktu yang akan datang.

2. Hati tenang & tentram, tidak tergesa-gesa mengharuskan sesuatu terjadi.

3. Mensucikan hati & jiwa karena tidak sombong & berani memastikan apa yang tidak dibawah kuasanya.

4. dan lainnya silahkan masukan dari saudara-saudari.

Kenapa Al-Qur’an lebih menekankan pada mensucikan jiwa? Karena jiwa inilah yang akan dimintai tanggung jawab di akhirat kelak. Kendaraan yang menabrak tidak akan dituntut tapi pengemudinya-lah yang akan dimintai tanggung jawab. Begitu juga dengan raga ini, raga ini hanya menjadi saksi, tapi jiwa-lah yang akan dimintai tanggung jawab.

Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad saw yang mengatakan jika hati seseorang itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, tapi jika hati seseorang itu kotor, maka kotorlah seluruh tubuhnya.

Mari, kita mulai terapkan SEGALA IBADAH apakah itu puasa, shalat, zakat, sedekah, berkata insya Allah dan lainnya agar dapat “MENSUCIKAN JIWA” kita dari sifat sombong, kikir, serakah, amarah, dengki dan sebagainya.

Setidaknya, silahkan saudara-saudari baik muslim maupun bukan muslim, agar mulai sekarang tidak benci lagi jika ada muslim berkata “Insya Allah”, malah saya sarankan tidak ada salahnya bagi saudara-saudarai non muslim untuk mulai mengamalkan & melaksanakan apa yang ditulis dalam alkitab dengan mulai mengatakan “INSYA ALLAH” atau “JIKA ALLAH MENGHENDAKI” sedari sekarang. Apa salahnya mengikuti apa yang tertulis di alkitab & mengikuti apa yang diajarkan Yesus pada para muridnya?

Mudah2an hidayah Allah Pencipta Alam semesta berkenan turun pada saudara-saudari dan sekitarnya dibulan mulia Ramadhan penuh berkah ini.

Islam membenarkan / meluruskan / membetulkan apa yang tidak diamalkan & apa yang telah hilang dari Taurat, Mazmur/Zabur & Injil..

Tanya pada Kristen, Mukjizat terhebat apa oleh Yesus? Mereka jawab membangkitkan orang mati! Padahal dalam Alkitab christian minimal ada 5 orang yang bisa bangkitkan mayat:

Nabi Elia atau Ilyas:

1 Raja 17:21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.” 17:22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.

Nabi Elisa atau  Ilyasa:

2 Raja 13:21 Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.

Nabi Isa

Yoh 11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”

11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

Petrus,murid Yesus

Kis 9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

Nabi Yehezkiel

Yeh 37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.

37:3 Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”

37:4 Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

37:5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

37:6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

37:7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

37:8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

37:9 Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”

37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

Malah Nabi Yehezkiel bangkitkan ribuan orang dalam sekali waktu, semua berdoa minta izin Allah.

Yoh 11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus me-nengadah ke atas & berkata: “Bapa, aku mengucap syukur padaMu, sebab Engkau telah mendengarkanku…. Jika Yesus itu Allah, dia tak menatap langit & akan berkata sendiri: Wahai Aku di bumi! Aku bersyukur pada Aku!Gak perlu Tuhan syukur pada Tuhan lainnya. Apalagi dalam Qur’an dijelaskan jika Nabi Ibrahim & Nabi Musa pun diberi mukjizat hidupkan makhluk mati, lihat QS. 2:260 & 2:73. Mukjizat lewat perantara Nabi, tapi tetap dari Allah!!!

Malah di Qur’an jelaskan jika Nabi Ibrahim & Nabi Musa pun diberi mukjizat hidupkan makhluk mati:

QS. 2:260. Dan ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap. Allah berfirman: “Ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

QS. 2:73. Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti.

Mukjizat lewat perantara Nabi, tapi tetap dari Allah!!!

Ibadah haji, Thawaf kelilingi Bait Allah, banyak dilakukan para nabi bani Israil sebelum Nabi Muhammad saw. Kejadian 28:16-22

Kejadian 35:4-15, Kejadian 31:45-49. kenapa Kristen suka menghina Thawaf?

Salah satu doktrin Gereja ialah semua orang sejak lahir telah menanggung dosa warisan nabi Adam sebab makan buah terlarang, Jadi Kristen tak hargai amal baik sebab dosa ini tidak bisa hilang meski beramal baik sampai mati, kecuali ditebus Yesus dengan cara mati di tiang salib & harus akui Yesus sebagai Tuhan. Padahal Islam akui anak belum baligh & bayi itu terlahir suci dari dosa apapun.

Yehezkiel 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak turut menanggung kesalahan ayahnya & ayah tidak turut me-nanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, & kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya … Ayat ini & puluhan ayat lainnya jelas2 menolak dosa waris!

Matius 19:14 Tapi Yesus berkata: “Biarkan anak2 itu, jangan halangi mereka datang padaku;sebab orang2 yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” … Saat itu belum ada penebusan dosa lewat tiang salib sebab Yesus belum disalib. Yesus aja bilang anak kecil itu suci dari dosa & berhak masuk surga! Muslim sejalan dgn Yesus jika anak terlahir SUCI!! Kristen repot2 bawa dosa waris?!?

Lagipula Yesus di Matius 6:12 & Lukas 11:4

jelas berkata jika minta ampun dosa itu langsung kepada Allah,=muslim, bukan dosa ditebus dirinya atau org lain. Yesus tak pernah suruh org berdoa minta ampun padanya. Jika dosa waris tak ada & minta ampun itu langsung ke Allah,maka penebusan dosa di tiang salib pasti bohong! Terbukti Islam benar! Kristen salah! Samakah semua agama?

1.Korintus 11: 5-13Tapi stiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dgn kepala yang tidak bertudung, menghina kepala,sebab ia sama dgn perempuan yang dicukur rambutnya . Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia menggunting rambut-nya. Tapi jika bagi perempuan ialah penghinaan, jika rambutnya di-gunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa dikepala-nya oleh sebab para malaikat. Pertimbangkanlah: Patutkah perempuan berdoa pada Allah dgn kepala tidak bertudung?

Bunda Maria berjilbab! Muslimah berjilbab! Siapa ikuti ajaran Yesus?? & siapa ingkari Alkitab? Jika berjilbab itu wajib, mana ajaran kristen batasan yang wajib ditutupi & yang boleh terlihat? Ajaran kristen tak lengkap

Yesus pun bersyahadat=

Yoh 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, & mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus”.

Satu-satunya Allah yang benar, Allah yang lain salah!

Allah yang lain salah, Yesus utusan Allah!

Tidak ada tuhan selain Allah, Yesus Rasulullah!

Yesus berkata satu-satunya Tuhan itu cuma Allah! Islam berkata satu-satunya Tuhan cuma Allah! Titik! Kenapa Kristen bilang Tuhan itu 1 tapi 3 dan 3 dalam 1??? Kata pendeta, Yesus itu manusia & Tuhan, tapi di Bilangan 23:19 ”Allah bukan manusia

Allah berpikir? (Kej 18:17),

Langit punya Tiang? (Ayub 26:11, Maz 75:3-4),

Bumi datar sudut 4? (Mat 4:8,24:31,Luk 4:5,Daniel 4:11 & Yes 11:12,&25 ayat lainnya),

Makan Roti tahi Manusia? Jijik! (Yeh 4:12-15)

Allah beristirahat? (Kel 31:17),

Unggas kaki 4? (Ima 11:21-23)

Allah lupa?(Rat 2:1),

Allah menyesal & tidak Maha Tahu (Kej 6:6)

Manusia lebih rendah dari hewan? (Pengkhotbah 3:19)…dll,dst

Allah kalah lawan orang? (Kej 32:28) Apa ayat2 ini dari Tuhan?!

Tak ada 1 ayat pun di “Injil” Yesus berkata: “Akulah Tuhan!” atau “Sembahlah aku!”, yang ada malah Yesus suruh sembah cuma pada Allah saja & dia hanya Rasulullah atau utusan Allah!

Matius 4:10 & Lukas 4:8 Kata Yesus padanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab tertulis: Engkau  harus menyembah Tuhan, Allahmu, & hanya pada Dia saja kau berbakti!”

Jelas Yesus gak bilang: Engkau harus sembah Aku atau Trinitas! Hanya kepadaku saja engkau berbakti !

Markus 12:29 Jawab Yesus:“Hukum terutama ialah: Dengar, hai orang israel,tuhan Allah kita,Tuhan itu esa. …Terutama = paling utama, Tuhan itu Esa, kalaupun ada hukum Trinitas, maka itu bukan yang paling utama/terutama karena hukum yang TERUTAMA itu Tuhan Esa !

Yesus bilang: “Tuhan Allah kita.”artinya=Tuhanmu & Tuhanku!

Yesus gak bilang: Tuhanmu itu Aku! atau Tuhan itu Trinitas!

Sabda Yesus sama dengan sabda Nabi Musa dalam Ulangan 6:4= Dengarlah, hai orang Israil: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!

Yesaya 45:6 Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai ter-benamnya, jika tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN & tidak ada yang lain.

Yesaya 43:10 “…jika Aku tetap Dia.Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, & sesudah Aku tidak akan ada lagi.”,

Jika seusai Allah tidak ada Tuhan lagi, lalu kenapa ada Tuhan Yesus & Tuhan Roh Kudus?

Ditambah dalam Mar 13;32, Mat 24;36 Yesus tak tahu kapan kiamat, yang tahu cuma Allah. Jadi Yesus bukan Tuhan sebab tidak Maha Tahu! Jelas terbukti Kristen salah!

Nabi Daud anak sulung Allah (Maz 89:28), Efraim anak sulung Allah (Yer 31:9), Nabi Yakub anak sulung Allah (Kel 4:22). Kenapa tak dianggap Tuhan? Yesus anak Allah bungsu? Tuhan bungsu?

Pendeta kepepet paling2 berkata: “Pokoknya saya percaya! TITIK!”, padahal dari awal dibahas jika ada lima beda keyakikan dengan SEYAKIN-YAKINNYA maka tidak berarti ada lima Tuhan! Tuhan cuma 1 & Lainnya salah! Jika MAHA SATU masih bisa dibagi 3 maka itu namanya bukan MAHA ESA!

Yesus akui dia tidak mati disalib, Juga jelas Yesus akui jika dia bukan tuhan dgn berkata: “Tuhanku & Tuhanmu. … Yohanes 20:17  Kata Yesus padanya: “Jangan engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa,tapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, jika sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Yohanes 10:29 Bapa-Ku lebih besar daripada siapapun…

Yohanes 14:28 …sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Tambah jelas Yesus bukan Tuhan! Andai Yesus itu Tuhan, maka Yesus tidak sempurna sebab ada lagi yang lebih Maha Besar, & yang lebih kecil tidak sempurna itu sudah pasti bukan Tuhan!!!

Amsal 15:29. TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya… Maz 6:9 jelaskan jika Tuhan tidak berdoa, tapi menerima doa, tapi Yesus berdoa, artinya Yesus bukan Tuhan! Banyak sekali ayat Yesus berdoa & sebelum bermukjizat. Pendeta berkelit jika Yesus sedang mengajari cara berdoa, padahal waktu sendirian pun Yesus berdoa. Yesus “Tuhan” berdoa ke Tuhan yang mana lagi? Tuhan Semalaman penuh berdoa ke Tuhan?

(Luk 6:12) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa & semalam-malaman Ia berdoa kpada Allah. (Matius 14:23) setelah orang byk itu disuruhnya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. (Luk 5:16) Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. (Mar 1:35) Pagi2 benar, waktu hari masih gelap,Ia bangun & pergi keluar.Ia pergi ke tempat sunyi & berdoa disana …. Muslim shalat Tahajud & Shubuh pagi2 benar saat hari masih gelap! Apa Kristen Tahajud atau Shubuh? Tuhan bangun pagi? Tuhan Tahajud atau Shubuh? Tuhan berdoa ke Tuhan yang mana lagi?

Kis 2:32,4:10,10:40,13:37,Roma 6:4 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, & tentang hal itu kami semua ialah saksi.

Tuhan mati? Gak bisa bangkit sendiri? Dibangkitkan Tuhan lain? Siapa mengatur alam selama Tuhan mati 3 hari??? Masih banyak alasan jika Kristen itu penghianat Yesus & ratusan Ayat Alkitab sendiri yang buktikan jika Yesus bukan Tuhan. Jika anda Kristen, baca & pikir alkitab anda! Jika akal tak dipakai,apa beda dgn hewan?

Di akhirat,orang yang memanggil Yesus Tuhan & Orang yang tak ikut perintah Allah & Yesus akan diusir= Mat 7:21-23 Bukan setiap org yang berseru pada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,melainkan dia yang lakukan kehendak Bapa-Ku di sorga. Pada hari terakhir byk org akan berseru pada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukan-kah kami bnubuat demi nama-Mu, & usir setan demi nama-Mu & ada-kan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itu Aku terus terang pada mereka & berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Semua ini diperkuat dgn Mazmur 89:35 Aku tak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tak akan Kuubah.

Jadi tidak betul jika Perjanjian lama dihapus oleh Perjanjian Baru.

Allah ramalkan jika penerus Yesus ialah Nabi dgn agama islam, bukan kristen! contoh=Yeremia 28:9 Tapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, jika nabi itu benar2 diutus oleh TUHAN.”

Kata damai dalam bahasa Ibrani aslinya ialah “El-Shalom” & tidak ada kata lain di bahasa Arab selain As-Salam atau Islam! & di Luk 12:51 & Mat 10:34 Yesus akui bukan Nabi pembawa Islam : “Jangan kamu menyangka, jika Aku datang untuk bawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang..”

Kristen bukan agama Yesus sebab baru ada usai Yesus meninggal & yang membentuk & beri nama bukan Yesus, lihat Kisah Rasul 11:26.

Ini diperkuat dgn banyak sekali ayat yang ramalkan Rasulullah Muhammad SAW baik Perjanjian lama & baru. Salah satunya ialah Ulangan 33:2 Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai & terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran & datang dari tengah2 puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.

Sinai ialah gunung dimana Nabi Musa terima Taurat, SEIR ialah gunung dimana Nabi Isa terima injil & PARAN ialah Gurun sekitar Mekkah dimana Nabi Muhammad diberi Al-Qur’an,datang dgn 10.000 orang saat taklukkan Mekkah tanpa perlawanan.Terjemah “Api yg menyala” di ayat diatas kurang tepat, tepatnya diterjemahkan jadi “Hukum yang berapi-api”,yaitu Syariat Islam! Dalam Kej 21:19-21 ditulis kisah sumur Zamzam & nabi Ismail tinggal di gurun PARAN.

Ada org kafir & munafik yang ngaku islam tapi ingkari atau kafir pada sebagian ayat Qur’an ttg poligami,padahal di Alkitab para nabi  & Nabi Isa pun berpoligami. Di Quran 13:38 jelas ditulis jika Rasul-rasul dulu itu diberi istri-istri & anak-anak,tak ada pengecualian! Diperkuat alkitab baik PLama & PBaru. Ibrahim istri 3, Yakub istri 4, musa istri 2, bahkan Nabi Sulaiman difitnah beristri 1000. Tak ada 1 ayat alkitab pun melarang poligami,malah dicontohkan para Nabi.

Jika orang kafir fitnah Islam kejam sebab hukum potong tangan, maka Alkitab mereka malah jauh lebih kejam sebab hukum dilempar batu sampai mati, potong tangan &kaki,congkel mata,bunuh wanita, anak, orang tua, binatang, pecahkan kepala bayi, bakar seluruh kota &pohon juga,makan anak & orang,perut hamil dibelah,penggal kepala, perkosa ramai2 sampai mati & dipotong2 tubuhnya dll.

Hosea 13:16 Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, BAYI-BAYI AKAN DIREMUKKAN, DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG MENGANDUNG AKAN DIBELAH PERUTNYA.

BAYI DIREMUKKAN? BUKAN KASIH TAPI KEJAM…

PEREMPUAN HAMIL DIBELAH PERUTNYA? BUKAN KASIH TAPI GA PUNYA OTAK & AKAL…

Yosua 11:11 SEMUA MAKHLUK YANG ADA DI DALAMNYA DIBUNUHNYA DENGAN MATA PEDANG, SAMBIL MENUMPAS ORANG-ORANG ITU. TIDAK ADA YANG TINGGAL HIDUP DARI SEMUA YANG BERNAFAS DAN HAZOR DIBAKARNYA. 11:12 Selanjutnya segala kota kepunyaan raja-raja itu dan semua rajanya dikalahkan Yosua dan DIBUNUHNYA DENGAN MATA PEDANG. MEREKA DITUMPASNYA SEPERTI YANG DIPERINTAHKAN Musa, hamba TUHAN itu.

ORANG DIBAKAR? BUKAN KASIH TAPI KASIH”AN”…

SEMUA MAKHLUK DIBUNUH? BUKAN KASIH TAPI KASIH”AN”…

Yosua 8:25 Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN, ada DUA BELAS RIBU ORANG, semuanya orang Ai. 8:26 Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum SELURUH PENDUDUK KOTA AI DITUMPASNYA.

Kasih?

Kejadian 38:24 Lalu kata Yehuda: “Bawalah perempuan itu, supaya DIBAKAR.”

Kira-kira kejam tidak jika perempuan dibakar?

Hamim 10:17 Setelah Yehu sampai di Samaria, maka ia MEMBUNUH SEMUA ORANG yang masih tinggal dari keluarga Ahab di Samaria; ia memunahkannya, SESUAI DENGAN FIRMAN yang diucapkan TUHAN kepada Elia.

1 Samuel 15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, TUMPASLAH SEGALA YANG ADA PADANYA, DAN JANGANLAH ADA BELAS KASIHAN KEPADANYA. BUNUHLAH SEMUANYA, LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK MENYUSU, LEMBU MAUPUN DOMBA, UNTA MAUPUN KELEDAI.”

ANAK-ANAK, BAYI MENYUSU DITUMPAS MATI? LEMBU, DOMBA, UNTA, KELEDAI YANG GA PUNYAK AKAL JUGA DITUMPAS???

Ulangan 32:25 Pedang di luar rumah dan kengerian di dalam kamar akan MELENYAPKAN TARUNA MAUPUN DARA, ANAK MENYUSU SERTA ORANG UBANAN.

BAYI MENYUSU SAJA DILENYAPKAN???

Yehezkiel 9:5. Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: “Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan PUKULLAH SAMPAI MATI! JANGANLAH MERASA SAYANG DAN JANGAN KENAL KASIHAN. 9:6 ORANG-ORANG TUA, TERUNA-TERUNA DAN DARA-DARA, ANAK-ANAK KECIL DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN, BUNUH DAN MUSNAHKAN! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci. 9:7 Kemudian firman-Nya kepada mereka: “NAJISKANLAH BAIT SUCI ITU DAN PENUHILAH PELATARAN-PELATARANNYA DENGAN ORANG-ORANG YANG TERBUNUH. PERGILAH!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.

JANGAN MERASA SAYANG & JANGAN KENAL KASIHAN PADA ANAK-ANAK KECIL & PEREMPUAN!

Bilangan 31:17 Maka sekarang BUNUHLAH SEMUA LAKI-LAKI DIANTARA ANAK-ANAK MEREKA, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki HARUSLAH KAMU BUNUH.

HARUS BUNUH SEMUA ANAK LAKI?

Ulangan 20:13 dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka HARUSLAH ENGKAU MEMBUNUH SELURUH penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.

BUNUH SELURUH PENDUDUK?

Hakim 20:21 Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi DUA PULUH RIBU ORANG dari antara orang Israel pada hari itu.

Ulangan 3:6 Kita MENUMPAS SELURUH PENDUDUKNYA, seperti yang kita lakukan terhadap Sihon, raja Hesybon, dengan menumpas penduduk setiap kota: laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Bilangan 31:7. Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu MEMBUNUH SEMUA LAKI-LAKI mereka. 31:8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, MEREKAPUN MEMBUNUH JUGA RAJA-RAJA MIDIAN, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.

2 Samuel 4:12 Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk MEMBUNUH MEREKA; TANGAN DAN KAKI MEREKA DIPOTONG, KEMUDIAN MAYAT MEREKA DIGANTUNG DI TEPI TELAGA HEBRON. TETAPI KEPALA ISYBOSET DIAMBIL dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

Lukas 12:49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

Lukas 19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, BAWALAH MEREKA KEMARI DAN BUNUHLAH MEREKA DI DEPAN MATAKU.”

Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; AKU DATANG BUKAN UNTUK MEMBAWA DAMAI, MELAINKAN PEDANG. 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Hakim 19:29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, DIPOTONG-POTONGNYA MENURUT TULANG-TULANGNYA MENJADI DUA BELAS POTONGAN, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel.

Matius 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, CUNGKILLAH (MATA-MU) DAN BUANGLAH, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, PENGGALLAH (TANGAN-MU) DAN BUANGLAH, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Hakim 20:5 Mereka bermaksud membunuh aku, tetapi gundikku DIPERKOSA MEREKA, SAMPAI MATI.

Ulangan 20:12 Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya;

20:13 dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.

20:14 Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh JARAHAN itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan JARAHAN yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.

Apakah hanya segini ayat-ayat “kasih” yang mengerikan ini? Oh, tidak. MASIH BANYAK ayat kasih yang lainnya.

Silahkan pikir karena kelebihan manusia dari binatang yaitu kita memiliki akal, kecuali, kalau ada segolongan umat yang mempercayai derajatnya sama dengan binatang.

Pengkhotbah 3:19 Karena NASIB MANUSIA ADALAH SAMA DENGAN NASIB BINATANG, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, DAN MANUSIA TIDAK MEMPUNYAI KELEBIHAN ATAS BINATANG, karena segala sesuatu adalah sia-sia.

Tentang WTC 11 sept, siapa bilang pelakunya Osama? Apa yang amerika bilang tentang WTC 11 september 2001?

Pesawat menabrak gedung, gedung kebakaran, lalu GEDUNG RUBUH KARENA API MERUSAK KONSTRUKSI GEDUNG DALAM TEMPO 1 JAM

Sekali lagi: Penyebab gedung rubuh adalah KARENA API MERUSAK KONSTRUKSI GEDUNG DALAM TEMPO 1 JAM

Ada lelucon, Jika ada orang membeli organ otak dari yayasan donor tubuh, maka otak orang asia harganya lebih mahal dibanding otak orang eropa! Lho mengapa bisa demikian? Karena otak orang asia masih baru dan tidak pernah dipakai, sedangkan otak orang eropa itu sudah second hand karena sering sekali dipakai!!

Apakah anda paham maksud lelucon diatas? Kita sering langsung menelan mentah-mentah berita atau kejadian apa saja yang masuk tanpa dipikir lebih panjang, tentu saja dipikir menggunakan akal. Itulah kelebihan manusia dibanding hewan, jika ada umat yang mengakui manusia adalah sama dengan hewan maka itu lain cerita…

Kembali ke laptop… Tapi apa kenyataanya, apakah betul gedung rubuh karena api?

Prof. Jonathan Barnett, An American Fire Protection Engineering berkata:

“Dalam keadaan api normal, tidak mungkin gedung akan rubuh. Tapi pada kejadian 11 september 2001, saya tidak percaya struktur baja berpelindung bisa rubuh, dimanapun di dunia ini.”

(Video wawancara dapat di download di youtube.com, termasuk pernyataan2 & banyak sekali siaran-siaran langsung dari TV lokal amerika pada saat kejadian WTC 11 september 2001 dibawah ini)

Konstruksi baja “High rise steel protected structure” manapun tidak akan rubuh hanya karena api, sebesar apapun api itu. Baja bisa saja patah, tapi dalam waktu yang lama sekali dan itupun tidak dapat meledak, apalagi menjadi abu, apalagi “HIGH RISE STEEL PROTECTED STRUCTURE”, apalagi hanya dalam tempo 1 jam saja, apalagi bagian tengah gedung & bagian bawah gedung yang jauh dari api pun jadi ABU, apalagi rubuhnya hanya dalam tempo beberapa detik saja, apalagi secara keseluruhan gedung sampai dasarnya pun menjadi abu. Bagaimana mungkin abu dari runtuhan gedung bisa mencapai ratusan meter jauhnya ke segala jika tidak didorong atau ditiup oleh ledakan yang sangat besar dari dalam gedung? Tidak masuk akal sama sekali bagi orang eropa! Bagi orang indonesia sangat mungkin masuk akal!…

Silahkan tanyakan kepada mahasiswa teknik sipil dari universitas manapun!

Seorang rektor universitas di Amerika pun berkata di mimbar civitas akademika: “The collapses of the twin towers & building No.7 had to have been example of controlled demolition from about like thousand of explosives placed through out each buildings. Many people in the building stated that they thought or heard explosion.”

“Runtuhnya gedung menara kembar WTC & Gedung WTC No.7 adalah contoh dari penghancuran terkontrol yang diakibatkan oleh semacam ribuan bahan-bahan peledak yang sengaja dipasang didalam setiap bangunan. Sungguh banyak sekali orang-orang di dalam gedung yang menyatakan bahwa mereka melihat atau mendengar ledakan-ledakan.”

DAN KENYATAANNYA MEMANG BANYAK SAKSI, REKAMAN VIDEO AMATIR, PARA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN, PARA PETUGAS POLISI, KORBAN YANG SELAMAT, REPORTER, SIARAN-SIARAN LANGSUNG STASIUN TV YANG MEREKAM & MENYATAKAN BAHWA DIA MELIHAT, MENDENGAR, MENYAKSIKAN, DAN MENJADI KORBAN DARI BOM-BOM DAN BAHAN-BAHAN PELEDAK LAINNYA YANG DIPASANG DIDALAM GEDUNG WTC BAIK UTARA & SELATAN.

Lantas bagaimana tega amerika berbohong bahwa gedung itu rubuh oleh api hasil tabrakan Padahal untuk merubuhkan gedung itu diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari besar kecilnya seluruh konstruksi yang ada agar keseluruhan gedung menjadi abu agar mudah dibersihkan. Apalagi konstruksi WTC yang sangat tinggi dan besar!

Lantas bagaimana mungkin selama berbulan-bulan “teroris” dapat keluar masuk gedung dengan membawa & memasang serta merakit bahan peledak yang sangat banyak sekali tanpa diketahui keamanan sedikitpun kecuali pemasangan peledak terkontrol itu memang direncanakan sendiri oleh amerika?

Seluruh kompleks WTC disewa baru beberapa bulan sebelum rubuh dan sebelum rubuh pun sudah sengaja di asuransikan. Jika diperhatikan rekaman runtuhnya tampak seperti teratur dari atas ke bawah, persis seperti penghancuran gedung-gedung tua untuk dibangun yang baru, tapi jika diperhatikan dengan seksama dalam gerakan video yang sangat lambat, maka bisa jelas bahwa ada beberapa bom-bom yang meledak sebelum saatnya. Hal ini jelas sekali terlihat dan silahkan saudara download dari youtube.com dengan kata kunci “911 bomb”.

Dalam siaran langsung, dimana reporter WCBS menyatakan bahwa Pesawat yang menabrak itu tidak memiliki jendela dan ada logo lingkaran biru di daerah depan serta jelas sekali bukan berasal dari daerah amerika. Padahal, pemerintah amerika menyatakan bahwa pesawat yang dibajak adalah pesawat penumpang komersil umum “American Airline”, yang namanya pesawat penumpang ya jelas memiliki jendela, bahkan banyak sekali jendelanya. Sekarang, jika bukan pesawat penumpang komersil berjendela, berarti hanya ada 2 kemungkinan: pesawat cargo atau pesawat militer!

Dave VonKleist, reporter Amerika berkata: Tidak sulit bagi Amerika untuk mengendalikan pesawat dengan remote kontrol. banyak sekali bukti2 lainnya. Silahkan download film2 ini dari youtube.com dengan kata kunci: 911 bomb

MEREKA TELAH KEJAM MEMBUNUH 200.000 WARGANYA YANG TIDAK BERDOSA DIDALAM GEDUNG WTC DENGAN CARA YANG SANGAT SADIS SEHINGGA MAYATNYA PUN BERANTAKAN TIDAK BERWUJUD LAGI. LEBIH KEJAM LAGI MEREKA MEMFITNAH ISLAM SEBAGAI DALANGNYA. LEBIH TIDAK PUNYA AKAL LAGI MEREKA MENYERANG AFGANISTAN & IRAK DENGAN FITNAH ANAK INGUSAN. DAN SEKARANG MASIH SAJA MEMFITNAH ISLAM DI INDIA, IRAN, DAN INDONESIA DENGAN ISU-ISU “TERORIS-TERORIS” DAN BOM-BOM YANG SAMA SEKALI JAUH DARI RASA KEMANUSIAAN.

Mari pakai akal, jika WTC itu kerjaan amerika,lalu siapa dalang asli teroris di indonesia yg “katanya” sih berhubungan dengan Al-Qaeda/Osama?

Jika sudah yakin kebenaran islam, maka ikutilah ayat Qs.2:208

masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhan! Jangan setengah2 & jangan malu atau ragu.Tegakkan shalat 5 waktu berjamaah di MASJID, anak istri berjilbab, jangan menghina poligami, tegakkan syariat islam, dst.

QS. 3:20 Apa kamu mau masuk Islam? QS.16:82, 5:92, 64:12 & 24:54 Kewajiban kita sampaikan dengan baik, Rasul saw pun sampaikan Islam ke kafir mekah, negara2 tetangga, bahkan ke penjuru dunia & ajak seluruh manusia. Jika Islam tak disampaikan ke pemeluk agama lain,mungkin saat ini kita masih Hindu atau Budha atau Kristen! Jika mereka berpaling, baru bilang:“untukmu agamamu,untukku agamaku!”

QS. 61 Ash-Shaff:9…Islam menang atas segala agama.

QS. 6:162 Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hi-dupku & matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Disitu tidak ditulis hidupku setengah dunia setengah akhirat, tapi hidup matiku hanya untuk Allah. Semua untuk Allah!

QS.47:7 Hai orang2 mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, pasti Dia menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Qs.13:11, Keadaan tak akan berubah tanpa usaha! Jadi, untuk melawan kristenisasi, jangan cuma ibadah untuk sendiri, pikirkan orang lain & fotokopi kertas ini, minimal simpan kertas ini, mungkin ada Kristenisasi atau ”semua agama sama” atau  Murtad di keluarga, sobat atau sekitar. Iman & Islam=Nikmat terbesar! Islam jangan ditukar harta, indomie, tahta, cinta, Kafir atau motto “semua agama sama”!!

QS.49 Al-Hujuraat:15 Sesungguhnya orang2 beriman itu hanya orang2 yang percaya Allah & Rasul-Nya,lalu mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta & jiwa di jalan Allah. mereka Itulah orang2 yang benar…..

Wahai Kristiani, ikutilah Yesus! Yohanes 14:15. “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahku.

Kingkong kan lebih kuat! Kenapa bukan kingkong yang diamanahi oleh Allah? Sebab kita ber-akal! Yesus pun suruh kita pake akal! “Kasihilah Allah-mu … dengan segenap akal budimu.” (Mat 22:37, Mar 12:30 & Luk 10:27)

Silahkan pikir karena kelebihan manusia dari binatang yaitu kita memiliki akal, kecuali, kalau ada segolongan umat yang mempercayai derajatnya sama dengan binatang.

Pengkhotbah 3:19 Karena NASIB MANUSIA ADALAH SAMA DENGAN NASIB BINATANG, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, DAN MANUSIA TIDAK MEMPUNYAI KELEBIHAN ATAS BINATANG, karena segala sesuatu adalah sia-sia.

DAN NABI ISA PUN MENYURUH ORANG BERPIKIR MENGGUNAKAN AKAL…

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan SEGENAP AKAL BUDIMU.

Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap SEGENAP AKAL BUDIMU dan dengan segenap kekuatanmu.

Lukas 10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan SEGENAP AKAL BUDIMU, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Siapa yang mau mengikuti Nabi Isa yang mulia bagi umat Islam?

Siapa mau bersunat seperti Yesus bersunat mentaati perintah Allah?

Siapa mau sujud seperti Yesus sujud kepada Allah?

Siapa mau meminta ampun seperti Yesus meminta ampun dosa langsung HANYA kepada Allah?

Siapa mau bersuci tubuh sebelum berdoa pada Allah?

Siapa mau membuka sandal sepatu sebelum masuk rumah ibadah?

Siapa mau menghadap kiblat saat berdoa seperti Para Nabi utusan Allah?

Siapa mau berbakti & menyembah HANYA kepada Allah saja?

Yohanes 14:15. “Jikalau kamu mengasihi aku, kamu akan menuruti segala perintahku.

Allahummahdina fiman hadait! Ya Allah! Berikan kami Hidayah-Mu! …

Jika monyet telanjang, maka dapat kita maklumi karena monyet tidak memiliki akal. Tapi jika ada manusia sehat jasmani rohani tapi telanjang tidak memakai atau hanya memakai two piece segitiga yang hanya menutupi kelamin & puting payudara dimuka umum, maka ia dianggap kurang waras jalan atau cara berpikirnya, termasuk orang yang suka melihat dan membela orang telanjang dimuka umum dengan dalih hak azasi manusia. Manusia seperti ini bisa dikatakan lebih rendah dari binatang karena binatang tidak tahu sebab tidak memiliki akal, tapi manusia punya akal tapi tidak digunakan maka dia lebih rendah dari binatang.

QS.. 13:11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergantian, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka berusaha merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Dalam alkitab christian pun banyak menyuruh kita agar menguji segala sesuatu & diambil yang baik:

1 Tesalonika 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Matius 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Matius 19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

Dalam alkitab christian sendiri pun menulis bahwa perintah Yesus untuk mencapai HIDUP KEKAL di surga ialah dengan menuruti perintah Allah, dan Yesus pun ikut menuruti perintah Allah. Beliau bersunat, beliau berdoa kepada Allah, beliau meminta ampun akan dosanya kepada Allah, Beliau berpuasa sehingga lapar dahaga, Beliau bersyahadat bahwa TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH & ISA (YESUS) RASULULLAH, Beliau memerintahkan Zakat pada fakir miskin (bukan pada gereja), Beliau Sujud kepada Allah, Beliau merencanakan pergi berhaji dan lain-lainnya.

Sumber :

www.muallaf.com

- Melawan Kristenisasi


Mantan Pemain Liverpool Itu Masuk Islam

December 24, 2009

Faisal Xavier
Faisal Xavier

Abel Xavier, mantan pemain sepakbola terkenal dari Liverpool memutuskan pensiun dari sepakbola, dan kemudian masuk Islam. Ia pun serta merta mengganti namanya.

Bintang asal Portugal ini mengganti namanya menjadi Faisal Xavier dan akan memulai proyek-proyek kemanusiaan.

Dia terakhir bermain untuk LA Galaxy (Amerka) pada 2008 dan kini telah memutuskan untuk berhenti di dunia sepakbola.

Xavier, 37, bergabung dengan Liverpool dari Everton pada tahun 2002 dan mencetak dua gol dalam 21 penampilan bagi klub Merseyside ini. Selain di Liverpool dan Everton, ia bermain juga di Middlesbrough.

Ia pindah ke klub Major League Soccer LA Galaxy bersama David Beckham.

Xavier berkata: “Ini perpisahan emosional dan saya berharap untuk ikut serta dalam sesuatu yang sangat memuaskan dalam tahap baru hidup saya.

Pada saat-saat sedih, saya telah menemukan kenyamanan dalam Islam. Perlahan-lahan, saya belajar agama yang penuh dengan perdamaian, kesetaraan, kebebasan dan harapan.”

Barokallah, Senhor! (sa/football.uk)


Verifikasi Peristiwa Penyaliban

December 24, 2009

Tulisan dalam Kategori “Membongkar Kebobrokan dan Kepalsuan Iman Kristen” ini disusun oleh :

Dimitry A. (YBT)

dimitry19yesusbukantuhan@yahoo.com

yesusbukantuhan@myquran.com

Peristiwa penyaliban, tidak bisa tidak,memiliki posisi yang amat penting dalam iman Kristen. Dengan matinya Yesus dipalang salib (menurut keyakinan Kristen) maka dosa umat manusia telah tertebus dengan pengorbanan Yesus tersebut. namun ternyata, peristiwa pwnyaliban itu sendiri memiliki berbagai keganjilan yang mendasar. Umat Islam jelas memiliki panduan Al-Qur’an dalam memandang hal ini.

Firman Allah :

“Dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, “Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah  Isa. (QS 4:157)

Crucifixion

Crucifixion

Namun, untuk membangun dialog yang adil, maka baiklah kita akan menguji peristiwa penyaliban dengan mengacu pada keyakinan Kristen bahwa yang ditangkap di taman Getsemani dan kemudian disalib di golgota adalah Yesus. Penting untuk mengkaji ulang peristiwa penangkapan Yesus di taman Getsemani yang merupakan hasil pengkhianatan Yudas Iskariot. Untuk itu saya akan lampirkan kembali posting saya mengenai Yudas Iskariot.

Menarik dan perlu dipertanyakan, kemanakah dan bagaimana nasib Yudas setelah ditangkapnya “Yesus”.

1. Mengapa Yudas menghilang dan tak disebut-sebut lagi setelah ditangkapnya “Yesus”

2. Bukankah Yudas sebagai  informan penangkapan  Yesus, mestinya  ikut serta  dengan  pasukan  penangkap  Yesus  dan  ikut datang melapor? tapi Yudas hilang begitu saja dari ke 4 injil tepat setelah ditangkapnya “Yesus”! kemana Yudas pergi?  Dan yang  lebih  penting lagi,  saya minta  anda  perhatikan 2 ayat dari PB yang sangat berbeda isinya dalam memberitakan nasib Yudas Iskariot!

Menurut Matius 27:3-7 : Yudas melemparkan uang perak (bayarannya sebagai informan penangkapan Yesus) ke dalam bait suci, pergi dan mati gantung diri! setelah itu para imam mengambil uang perak tersebut dan membeli sebuah tanah yang akhirnya di sebut “Tanah Darah!”——–TAPI——– perhatikanlah! menurut Kisah Para Rasul 1:18 : Yudaslah yang membeli tanah dengan uang perak hasil kejahatannya!(sementara di Matius 27, para imamlah yang membeli tanah tsb!) lalu Yudas mati dengan jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar, (sementara di Matius 27, Yudas mati gantung diri!) dan itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem! hanya 2 ayat tersebut didalam PB yang menceritakan nasib Yudas dan kedua-duanya BERTENTANGAN satu sama lain! selain ayat itu yudas seolah-olah lenyap ditelan bumi, bahkan cerita dalam Matius tentang yudas sama sekali tidak terdapat di ke 3 Injil lainnya!

PERTANYAAN PENTING! :

1. Kemana sesungguhnya Yudas setelah Yesus ditangkap, kenapa dia seolah-olah lenyap ditelan bumi?

2. Mana yang benar? Yudas mati gantung diri atau karena jatuh tertelungkup sehingga isi perutnya terburai semua?

3. Siapa yang membeli tanah darah? para imam atau Yudas? ditambah lagi dengan adanya pernyataan “seluruh penduduk Yerusalem mengetahuinya”

4. Mengapa periwayatan Matius dan Kisah Rasul bisa berbeda? mana yang betul dan salah, atau mungkinkah kedua sumber itu hanya bualan belaka?

Lagipula ke 3 injil lain tidak sedikitpun menyinggung nasib Yudas setelah penangkapannya, bukankah posisi Yudas sebagai informan penangkapan “Yesus”adalah sangat penting? bila tidak ada Yudas, mungkin “Yesus” tidak tertangkap, bila ”Yesus” tidak tertangkap maka “Yesus” tidak disalib! dan darimana herodes yakin bahwa orang yang ditangkap itu adalah Yesus? bukankah Herodes menanyai-nanyai Yesus, sementara Yesus sendiri tidak menjawab apa2! karena itu Yudas Iskariot sebagai murid yang kenal dekat dengan Yesus dan sebagai informan mestinya ikut hadir untuk memastikan semuanya bahwa orang yang ditangkap adalah benar2 Yesus! tapi dimana Yudas??? dia lenyap sama sekali setelah, orang yang disangka Yesus itu ditangkap!!! silahkan tanggapi pertanyaan2 di atas!

Walaupun terdapat berbagai keanehan, seperti saya paparkan diatas, tapi baiklah…sekali lagi kita harus mencoba menyelami alam pikiran iman Kristen yang meyakini bahwa yang ditangkap di Getsemani adalah benar-benar Yesus, (sesungguhnya dengan merujuk pada QS 4:157, maka sesungguhnya dengan rupa yang telah diserupakan dengan Yesus, maka memang sudah wajar bila semua orang pada saat itu terkecoh dengan penampilan orang yang sudah diserupakan dengan Yesus tersebut, sehingga mereka mengira orang itu adalah betul-betul Yesus). Sampai peristiwa penangkapan di Getsemani sesungguhnya bila mengasumsikan bahwa penulis Injil 4 adalah betul2 murid Yesus, maka terputus sudah mata rantai pengisahan, karena pada saat Yesus ditangkap, seluruh muridnya lari berhamburan meninggalkan dia. APALAGI BILA TERNYATA YANG MENULIS INJIL SINOPTIK BUKAN SUNGUH2 MURID YESUS! hal ini akan kita buktikan nanti dalam bagian tentang Injil.

Markus 14:50 : Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.

Matius 26:56: …lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri.

Dengan demikian, semua yang dilakukan oleh “Yesus” dan apa yang dikatakannya sesudah ditangkap sampai disalibkan, sesungguhnya dituliskan berdasarkan persangkaan belaka dan dasarnya sangat lemah, sehingga sesungguhnya kita tidak tau pasti apa saja yang dilakukan dan dikatakan orang yang diyakini sebagai Yesus itu setelah ditangkap sampai disalibkan, mengingat tidak ada satupun murid Yesus yang dianggap sebagai penulis Injil menyertai Yesus pada saat itu.hal ini terbukti dari banyaknya ketidaksesuaian dan kontradiksi periwayatan antara 4 injil tersebut. karena itu kami akan melakukan verifikasi langsung ke saat penyaliban. mungkin ada baiknya bila saya copykan kembali salah satu artikel lama saya, darimana orang2 yang mengenal Yesus yakin bahwa yang disalib itu Yesus?  tentu harus ada saksi bukan? siapakah saksi tersebut? dan tentu saja semestinya untuk lebih memastikan bahwa yang disalib adalah Yesus, saksi2 tersebut harus melihat dari dekat. Sudah terpenuhikah syarat2 tersebut?mari kita buka ayat2 injil dan kita kaji bersama.

SAKSI-SAKSI PENYALIBAN YESUS DAN JARAK PENGLIHATAN MEREKA :

Crucifixion

Crucifixion

—–MENURUT——- :

Injil Matius——— : Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, ibu anak-anak Zebedeus MEREKA MELIHAT DARI JAUH!

Injil Markus——– : Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yoses MEREKA MELIHAT DARI JAUH!

Injil Lukas———- : Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat (siapa???) dan perempuan2 yang mengikutinya dari Galilea (namanya tak disebutkan) dan MEREKA SEMUA BERDIRI JAUH-JAUH KETIKA MELIHAT ITU!

Injil Yohanes——- : Maria Magdalena bersama Maria Bunda Yesus (percakapan Yesus dengan Bundanya hanya ada dalam Injil Yohanes dan tidak ada di ke 3 Injil lain!) MEREKA MELIHAT DARI DEKAT! (PERHATIKAN PERBEDAANNYA! TERLALU MENYOLOK!)

PERTANYAAN :

1. Versi mana yang benar dan versi mana yang salah?

2. Bila versi yang benar adalah mereka yang melihat dari jauh, lalu bagaimana mereka begitu yakin kalau yang disalib itu betul-betul Yesus?

3. Bila versi Yohanes yang benar, mengapa hanya ada pada Injil Yohanes? sekali lagi versi mana yang benar?

4. Mengingat ke 4 Injil tersebut dijamin keabsahan dan kesuciannya oleh gereja, maka tentu adanya kesalah versi dalam periwayatan akan menodai Injil sendiri.

Jadi siapa yang salah dan berbohong? : GEREJA, INJIL DAN PENULISNYA, ATAU PERISTIWA PENYALIBAN “YESUS” MEMANG TIDAK PERNAH TERJADI??? atau mungkin ke 3 pernyataan diatas benar semuanya??? bahwa GEREJA TELAH BERBOHONG, INJIL DAN PENULIS INJIL BERBOHONG DAN PERISTIWA PENYALIBAN”YESUS”MEMANG TIDAK PERNAH TERJADI! mengingat bukti2 yang telah saya paparkan maka pernyataan ke 2 lebih masuk akal! tapi sekali lagi, walaupun sudah disodorkan bukti-bukti yang jelas, umat Kristen akan mengatakan mati-matian kalau yang disalib pada saat itu adalah Yesus!maka baiklah,dengan kerangka pemikiran tersebut,kita kaji lebih lanjut. Yang menjadi pokok permasalahan adalah bahwa untuk menyokong doktrin penebusan dosa Kristen, maka tidak bisa tidak,Yesus harus mati karena penyaliban. Namun, betulkah “Yesus” mati karena disalib? Yesus berada di kayu salib sejak jam 12 siang dan pada jam 3 ia melepaskan nyawanya….(Matius 27:46) waktu diatas serupa dengan catatan Injil Lukas 23:44-46, Injil Markus 15:33-37 juga mencatat waktu yang kurang lebih sama. namun, Injil Yohanes tidak mencatat kapan tepatnya Yesus mati. “Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati,  maka ia memanggil kepala pasukan, dan bertanya kepadanya,”apakah Yesus sudah mati? (Markus 15:44)

Kecurigaan dan keheranan Pilatus tampaknya beralasan, karena dia tahu berdasarkan preseden yang sudah-sudah, secara normal, tidak ada orang yang meninggal secepat itu (3 jam)karena disalib, kecuali bila kematian dipercepat dengan cara mematahkan kaki dan hal ini tidak dilakukan terhadap Yesus. “…melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya”.(Yohanes 19:33) darimana mereka tahu bahwa Yesus telah mati dengan hanya “MELIHAT?” —–” Tetapi seseorang dari antara prajurit itu menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air ” (Yohanes 19:34) Aliran darah dan air membuktikan -secara medis- bahwa Yesus masih hidup! Ensiklopedia Biblica, pada artikel “cross” kolom 1960 mengatakan : “Yesus hidup kembali jika penikaman ini benar” tentu saja umat Kristen meyakini kebenaran Injil Yohanes yang meriwayatkan penusukan Yesus dengan tombak sehingga memancar air dan darah segar bukan?, karena itu Yesus belum mati dan masih hidup! Ralph O. Munchaster dalam bukunya “What is the proof for the ressurection” hal. 20 mengatakan: “Al-Kitab mengimplikasikan bahwa penyebab kematian Yesus adalah Cardiac Arrest (gagal jantung) di indikasikan oleh darah dan air yang mengalir keluar dari luka tikaman tombak (para pakar medis mengkonfirmasikan ini). Pendapat ini juga disebutkan dalam buku “Manusia kain kafan” Sementara, pendapat yang agak berbeda datang dari Dr.W.B Primrose : “Air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban”.

Pertanyaannya : Lalu bila mereka meyakini bahwa Yesus mati. Apa penyebab kematiannya? mati karena disalib atau mati karena gagal jantung? mungkinkah gagal jantung tersebut disebabkan proses penyaliban? bila ya, tapi bagaimana dengan memancarnya darah dan air dari lambung Yesus yang menandakan bahwa ia masih hidup? untuk memenuhi Doktrin Penebusan Dosa, tentu Yesus harus mati karena disalib bukan??? tapi ternyata periwayatan Injil sendiri telah menyodorkan bukti-bukti yang meragukan tentang betul/tidaknya Yesus mati karena disalib! Doktrin Penebusan Dosa tidak membutuhkan penjelasan medis mengenai kematian Yesus, demi Penebusan Dosa Yesus harus mati karena disalib !TITIK! bukan karena gagal jantung , (pernyataan ini sesungguhnya semakin merendahkan kualitas keIlahian yang diyakini umat Kristen terhadap Yesus) bukan karena adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal, DSB DST, penjelasan2 semacam itu adalah suatu reduksi luar biasa dan tak menyelesaikan masalah!

Sesudah itu Injil menjelaskan, bahwa Yusuf dari Arimatea, meminta dan menurunkan mayat Yesus (Yohanes 19:38, Lukas 23:53, Markus 15:46, Matius 27:57-60) Sampai disini timbul pertanyaan…bila yang diturunkan dari salib itu memang Yesus, masih hidup atau sudah matikah ia ketika diturunkan??? ternyata diantara umat Kristen masih tidak ada kesepakatan! bila memakai interpretasi sesuai Ensiklopedia Biblica misalnya, maka Yesus masih Hidup! tapi bila memakai interpretasi sebagian besar umat Kristen bahwa Yesus Mati, mati karena apa? karena gagal jantung? karena gangguan syaraf pembuluh darah lokal? atau karena ditusuk tombak?…doktrin penebusan dosa menghendaki Yesus yang mati disalib!…tapi ternyata sangat meragukan bahwa dalam 3 jam dipalang salib, “Yesus” menemui ajalnya! kakinya juga tidak dipatahkan! kemudian ketika ditusuk tombak, memancar air dan darah segar sebagai tanda Ia Masih Hidup! lalu kapan ia mati sesungguhnya sesuai keyakinan Kristen? kapan persisnya Yesus mengatakan “sudah selesai???” bukankah tidak ada saksi yang melihatnya dari dekat?, lalu darimana datangnya fantasi penulis Injil ini? siapapun dia, jelas bahwa dia tidak menyaksikan proses penyaliban, karena Injil sendiri meriwayatkan semua murid lari tunggang langgang saat Yesus ditangkap di Getsemani. Kemudian, bila Yesus masih hidup sebelum ditusuk tombak, apakah ia mati karena ditusuk tombak tersebut?…atau sesungguhnya “Yesus” juga masih hidup pada saat diturunkan oleh Yusuf? pertanyaan2 ini sangat penting dijawab oleh umat Kristen sedunia! mengingat peristiwa penyaliban dipenuhi oleh berbagai misteri dan kontradiksi yang tak terjawab, terlebih lagi diriwayatkan dalam injil oleh mereka yang tidak menyaksikan langsung(entah itu para murid atau bahkan para murid) maka sesungguhnya tidak ada dasar dan pegangan yang kuat untuk meyakini bahwa Yesus telah mati disalib! karena itu gugurlah salah satu tonggak dasar terpenting keimanan Kristen. dengan begitu, keguguran kisah penyaliban berbanding lurus dengan runtuhnya pula doktrin penebusan dosa yang menghendaki matinya Yesus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia agar semua umat Kristen yang mengakui Yesus masuk ke surga seluruhnya! Namun, bukankah umat Kristen yakin dan percaya buta kalau mereka semua akan masuk surga karena telah ditebus oleh kematian “Yesus” di palang salib? maka, Perhatikanlah!

Firman Allah:

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (QS. Al-Baqarah 111)

Mengenai segala misteri yang menyelubungi kisah penyaliban yang dipercayai umat Kristen sebagai penebusan dosa mereka oleh Yesus, Allah SWT telah menjawabnya dengan amat jelas,

Firman Allah:

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. (QS 4:157)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Jelaslah bahwa mereka dalam hal ini umat Kristen tidak memiliki bukti apa-apa tentang penyaliban Yesus yang mereka yakini untuk menebus dosa-dosa mereka. Lalu mengapa mereka masih berpaling dan mendustakan ayat-ayat Allah yang Mulia, yang telah memberikan solusi yang jelas terhadap semua kerancuan dan kebingungan mereka dalam semua iman Kristen?

Firman Allah:

“Hai Ahli Kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah, jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Ali Imran 64)

Semoga kebenaran dapat membukakan hati dan fikiran kita semua, Amien.


Kata – kata Bijak Islami

December 24, 2009
In the name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful

Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus meski hanya sedikit. (Kanjeng Nabi)

Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu. (Imam Syafi’i)

Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur. (Lukman Hakim)

Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang tajam sekali. (Imam Ghozali)

Aku tak suka memakai baju baru, hal itu kulakukan karena aku takut timbul iri hati tetangga-tetanggaku. (Abu Ayub as-Sakhtayani).

Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehinga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku. (Ali BinAbu Thalib).

Andaikata seseorang mau memikirkan kebesaran Allah, maka ia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa. (Bisyir)

Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl)

Dalam shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah lupa mendo’akan guruku yang bernama Imam Syafi’i. Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan)

Orang yang beramal tanpa didasari ilmu, maka amalnya akan sia-sia belaka, karena tidak diterima oleh Allah. (Ibnu Ruslan)

Fikiran merupakan sumber dari ilmu, sedang ilmu itu sendiri merupakan sumber amal. (Wahb)

Orang yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa makrifat kepada Allah dengan ilmunya menyebabkan ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia bisa mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin bin Abdussalam)

Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali)

Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah. (Abul Hasan as-Sadzili)

Wahai Sayyidina Ali! Ketahuilah olehmu bahwa ada dua golongan yang celaka di hadapanmu. Pertama yaitu yang terlalu cinta kepadamu. Dan kedua yang terlalu benci kepadamu. (Kanjeng Nabi)

Orang yang bijak tidak akan terpeleset oleh harta, dan meski terpeleset, ia akan tetap mendapatkan pegangan. (Abdullah bin Abbas)

Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam. (Hasan Bashri)

Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut: Banyak makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual. (Imam Ghazali)

Barang siapa tidak mencintai untuk agama dan membenci untuk agama, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia tidak memiliki agama. (Abu Abdilah al- Shdiq)

Berhati-hatilah dari berteman dengan : Ulama yang bersikap tak peduli, pecinta ajaran sufi yang bodoh serta pemimpin-pemimpin yang lalai. (Sahl bin Abdullah)

Inginkan sesuatu dengan bakat yang kau miliki, dan jangan menginginkan sesuatu sesuai dengan nafsu atau seleramu. (Lukman Hakim)

Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang. (Syaikh Abdul Qodir Jailani)

Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama. (Umar bin Abdul Azis)

Teman yang tidak membabantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka. (Imam Syafií)

Lihatlah orang-orang yang dibawahmu dalam usrusan harta dunia, dan jangan sekali-kali melihat yang berada di atasmu, supaya kamu tidak meremehkan karunia Allah yang diberikan kepadamu. (Kanjeng Nabi)

Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah. (Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani)

Barang siapa senang menjadi pemimpin, maka ia tidak akan mendapat kemenagan untuk selama-lamanya. (Fudhail bin Iyadh)

Siapa yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya sendiri maka pada esok iapun akan memikirkan dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada hari ini memikirkan Allah maka besok ia akan selalu memikirkan Allah pula. (Abu Sulaiman)

Bersikap sabar kepada kawan yang berbuat jelek kepadamu sungguh lebih baik dari pada mencacinya. mencaci lebih baik dari pada memutuskan talisilaturahmi. Dan memutuskan tali silaturahmi lebih baik dari pada bertengkar. (Seorang Ulama)

Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu Abdullah)

Ketahuilah olehmu, sesungguhnya akal hanya merupakan sesuatu alat untuk mencapai segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan hamba atau manusia, bukan untuk mencapai Allah. (Ibnu Atha)

Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh kebajikan meski kelihatannya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan menampakkan wajah berseri-seri. (Kanjeng Nabi Muhammad)

Jika seseorang mati dalam keadaan punya hutang, padahal orang itu mampu membayarnya ketika masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun, jika memang tidak mampu membayarnya, maka hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si pemberi hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang. (Ibnu Abdusalam)

Jalan yang diajarkan syariát islam adalah jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. (Abdu Khodir jailani)

Hendaklah kamu tetap berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu. (Lukman Hakim).

Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh lalu aku dimasukkan kedalam syurga, tidak sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjaklan ibadah serta menerima apa apa yang telah di berikan Allah kepadaku. (Ali bin Abu Tholib)

Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu? (Hasan al Banna)

Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam al-Ghazali).

Ilmu menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang mengamalkannya, maka ilmu itu tetap ada. Namun sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu akan hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri).

Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang paling baik. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).

Bekerjalah untuk keperluan makanmu. Sedang yang paling baik bagi kau yaitu bangun di tengah malam dan berpuasa di siang hari. (Ibrahim bin Adham)

Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Kanjeng nabi Muhammad. Dalam pada itu, siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku berasal dari Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).

Orang yang tidak percaya bahwa Allah telah menjamin rezekinya, maka ia akan mendapat laknat dari Allah. (Hasanal-Bashri).

Dzikir seperti halnya jiwa dari semua amal, sedang keutamaan dan kelebihan dzikir tidak bisa dibatasi. (AL-Qusyairi).

Orang-orang yang tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsunya, maka tidak akan mendapat pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali).

Orang dermawan dekat kepada Allah, dekat pada rahmat-Nya, serta selamat dari siksa-Nya. Sedang orang kikir, jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat sekali kepada siksa-Nya. (Kanjeng Nabi).

Barang siapa tidak meghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya. (Siriy Assaqathi).

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan ketentuan hukum syara’ berarti menuju jalan kebahagiaan baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang yang ahli di bidang agama. (Syaikh Abdul Qadir Jailani).

Saya merasa heran kepada orang-orang yang mengerjakan shalat subuh setelah matahari terbit. Lalu bagaimana mereka diberi rezeki. (Ulama Shalaf).

Para pembuat peti jenasah mengira bahwa tidak ada yang lebih busuk melebihi mayat orang-orang yang beriman. Bahkan diterangkan oleh Allah : Perut ulama jahat sungguh lebih busuk baunya dari itu. (Al-Auzaí).

Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. (Imam Syafií).

Tanda tanda orang yang celaka antara lain: Bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram, menjauhi nasihat ulama dan selalu menyendiri jika mengerjakan shalat. (Kanjeng Nabi).

Manisnya akhirat mustahil diraih oleh orang-orang yang suka terkenal di mata manusia. (Bisyir).

Dengan pengalaman akan bertambah ilmu pengetahuannya, dengan berdzikir menyebabkan bertambah rasa cinta dan dengan berfikir akan menambah rasa taqwa kepada Allah. (Hatim).

Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-Ghazali).

Berfikir merupakan cermin untuk melihat apa-apa yang baik dan yang buruk pada dirimu. (Fudhail).

Ketahuilah bahwa satu majelis ilmu bisa menghapus dosa 70 majelis yang tidak ada gunanya. (Atha’bin Yassar).

Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan. (Imam Syafií).

Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan matamu dengan sering menangis. (AbuSulaiman ad-Darani).

Hidup didunia hanya merupakan tempat tinggal sementara untuk melanjutkan perjalanan nan jauh menuju keabadian. (Kanjeng Nabi).

Setiap manusia hendaknya memperhatikan waktu dan sekaligus mengutamakannya. (Umar bin Utsman al-Maliky).

Apabila kamu melihat seseorang sedang memanjatkan doá kepada Allah, tetapi disisi lain perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara’, maka jauhilah orang itu. (Abdul Qasim an-Nawwawi).

Kuakui bahwa dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosaku. (Abu Nawas).

Jika kamu berhadapan dengan gurumu, sesungguhnya secara hakikat kamu sedang berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka hormatilah gurumu. (Sebagian Ulama).

Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu : Pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya.( Mousthafaal-Gholayaini).

Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin Abu Thalib).

Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).

Siapa takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya. (Umar bin Khathhab).

Ya Allah! Seandainya Engkau akan mengadili kelak pada hari kiamat, maka jangan Kau adili aku di dekat Nabi Muhammad, karena aku merasa malu jika mengaku sebagai umatnya padahal hidupku penuh dengan perbuatan dosa. (Muhammad Iqbal).

Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu. (Kanjeng Nabi).

Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak atau berúzlah,. Katakan demikian, karena orang banyak bisa menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri al-Maliki).

Yang disebut orang sufi, yaitu orang yang hatinya bersih dan selalu mengingat Allah. (Basyar bin al-Harits).

Tidak ada suatu kebahagiaan bagi ornag-orang muslim setelah mereka memeluk Islam, seperti kebahagiaan mereka ketika itu. (Anas r.a.).

Telah kurangkum pendapat 70 orang shiddiqin. Mereka sebagaian besar berpendapat bahwa banyak minum bisa menyebabkan banyak tidur. (Ibrahim bin Khawwas).

Aku tidak pernah melihat orang yang berakal, melainkan kutemukan dia takut kepada mati dan merasa susah dengannya. (Hasan).

Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam Syafií).

Wahai pemburu dunia! Berbuatlah kebajikan dan hendaklah kamu meninggalkan dunia, karena hal itu lebih baik bagimu. (Nabi Isa).

Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaanpun baginya di sis Allah. (Adh-Dhahhak).

Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan zuhud atau tidak cinta kepada dunia. (Kanjeng Nabi).

Orang yang cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan dan bumi menjadi sempit baginya. Ya, dia mengenal Allah dengan penuh ma’rifat kepada-Nya, tenggelam di samudra rindu kepada-Nya dan merasa asyik bermunajat kepada-Nya. (Asy-Syubali).

Aku suka mendoákan saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu persatu dalam panjatan doáku itu. (Abu Darba).

Setiap manusia mempunyai orang yang dicintai dan yang dibenci. Tapi bagimu, jika ada maka berkumpullah kamu dengan orang-orang yang bertaqwa. (Imam Syafií).

Orang orang terdahulu jika pergi kerumah gurunya, maka mereka senantiasa memberi sesuatu untuk minta berkah. Bahkan mereka selalu menyenandungkan doá seperti ini: wahai Allah!”Ampunilah semua kesalahan guruku terhadapku, dan jangan sekalai-kali engkau menghilangkan berkah ilmunya untukku. (Sebagaian Ulama).

Jika aku mandapat ampunan dari Allah, maka hal itu merupakan rahmat yang sangat besar dari-Nya. Tetapi, jika sebaliknya, maka aku tidak akan mampu berbuat apapun. (Abu Nawas).

Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman Addarani).

Orang yang ma’rifat kepada Allah, maka ia terikat dengan cintannya, hatinya bisa melihat dan amal ibadahnya selalu bertambah banyak kepada-Nya. (Dzinnun al-Mishry).

Siapa yang memenuhi hatinya dengan kewaspadaan dan keikhlasan, maka Allah akan menghiasi badannya sebagai pembela agama dan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup.

Yang disebut dengan teguh hati adalah memegang dengan sungguh-sungguh apa-apa yang dibutuhkan oleh kamu dan membuang yang selain itu. (Aktssam bin Shaifi).

Orang yang terkaya yaitu orang yang menerima pembagian Allah dengan rasa senang. (Ali bin Husein).

Kerjakan apa saja yang telah menjadi hak dan kewajibanmu, karena kebahagiaan hidupmu terletak di situ. (Musthafa al-Gholayani).

Ada dua hal tidak tertandingi kejelekannya, yaitu: Berbuat syirik dan membuat rugi umat Islam. Begitu pula, terdapat dua perkara yang tidak tertandingi kebaikannya, ialah : Beriman kepada Allah, serta memberi manfaat kepada umat Islam. (Kanjeng Nabi).

Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya. (Jalaludin Rumi).

Aku membaca sebagian kitab kuno, yang kandungannya ialah : Bahwasannya sebagian hal yang dipercepat siksaannya dan tak dapat ditunda adalah amanat itu dikhianati , kebaikan ditutupi, keluarga diputuskan dan meninds manusia. (Kholid ar-Robaí).

Memerintah atau mengawasi diri sendiri jauh lebih sulit dan lebih baik dari pada memerintah dan mengawasi sesuatu negeri. (Ibrahim bin Adham).

Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak bertaqwa sama sekali. Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara pasti, maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu. (Imam al-Ghazali).

Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat didalamnya. Berapa banyak senda gurau anatara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian.Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga. (Abu Sulaiman ad-Darani).

Kehidupan seorang mukmin ibarat matahari, terbenam di suatu wilayah untuk terbit di wilayah lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup serta tak pernah terbenam selamanya. (Muhammad Iqbal).

Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul QadirJailani).

Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan adalah akhlak ular. Kebajikan yang dibalas dengan kejahatan adalah akhlak buaya. kebajikan yang dibalas dengan kebajikan adalah akhlak anjing. Kejahatan yang dibalas dengan kebajikan itulah akhlak manusia. (Nasirin).

Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui tingkah laku nafsu dan sifat-sifatnya baik sifat buruk maupun sifat yang terpuji. Jadi dari kisah sebuah gilingan tersebut di atas, maka jika diterapkan pada manusia yakni mempelajari nafsu manusia yang ada kaitannya dengan tingkah laku dan sifat-sifatnya. Mempelajari tasawauf hukumnya fardhuáin (wjib bagi setiap orang Islam yang mukalaf). Karena dapat dipergunakan untuk memperindah, memperbaiki dan memperbagus hati. Itulah seratus “Petuah Emas”orang-orang alim yang dapat kita jadikan sebagai pedoman hidup atau minimal bisa difungsikan sebagai pegangan dalam rangka membentuk pribadi-pribadi yang Islami secara kafah. Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang alim yang kelak berhak mendiami surga dan selamat dari siksa-siksa pedih di neraka. Hanya kepada Allah kita mengharap ridha, dan hanya kepada-Nya kita berpasrah diri. Amin, Amin, Ya, Rabbal álamin.

Mohon maaf apabila ada kesalahan itu semua murni kesalahan saya pribadi.
Sumber : Disini