Menggugat Ketuhanan Yesus

Baik pemeluk agama Kristen maupun Islam, dalam aktivitas pendalaman agama masing-masing, akan menemui isu krusial mengenai figur Isa atau Yesus. Mayoritas orang Kristen menuhankan Yesus, sementara orang Islam menyatakan bahwa ia hanyalah seorang nabi Allah yang terpelihara dari segala kesalahan. Doktrin Trinitas menyatakan bahwa tiga unsur yang berbeda dalam ketuhanan adalah Tuhan.[1] Secara khusus, Yesus dikatakan sebagai “Tuhan Anak” atau “Anak Tuhan”. Ketika orang Islam mempertanyakan kejelasan teologi ini, biasanya orang Kristen menjawabnya dengan memberikan penjelasan umum tentang perbedaan antara Islam dan Kristen. Mereka mengatakan bahwa orang Islam tidak memahami Trintas secara utuh, dan bahwa umat Islam telah menuduh orang Kristen sebagai penganut bid’ah.

Dalam usahanya mencari jawaban yang jelas tentang ajaran tersebut, orang Islam selalu bertanya, “Bagaimana mungkin Trinitas itu bisa mewujud ?” Pada umumnya, orang Kristen tetap bersikeras bahwa istilah “Anak Tuhan” tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Sekalipun “Anak” dan “sifat ketuhanan” merupakan atribuat yang penting, seiring dengan itu, keduanya pun saling berbeda. Yang pertama (anak) menggambarkan recipient (penerima) kehidupan, sedangkan yang kedua (sifat ketuhanan) menggambarkan Dia yang tidak membutuhkan kehidupan dari siapa pun. Jadi terlihat adanya dua prinsip yang pada hakikatnya memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Dapat ditegaskan, jika sesuatu menjadi “Anak”, maka dia bukanlah “Tuhan” dan Tuhan bukanlah anak seseorang.

Terhadap masalah tersebut, orang Kristen membela diri dengan berkata, “Masalah ini tidak dapat sepenuhnya kami pahami.” Sesungguhnya tanggapan seperti itu merupakan suatu bentuk pengakuan akan lemahnya dasar argumentasi mereka. Pada akhirnya ini memaksa mereka berusaha menciptakan taktik lain untuk menjelaskannya.

Orang Kristen mengeluh bahwa Islam menolak untuk menerima sesuatu yang tidak mereka pahami. Namun, sebenarnya mereka hany berusaha mengalihkan perhatian. Dalam kaitan ini, konsep verifikasi (pembuktian) dan pemahaman bisa dijadikan ilustrasi. Misalnya, suatu reaksi kimi bisa diverifikasi (dibuktikan), akan tetapi atom tidak bisa dipahami dengan cara yang sama. Sejumlah fakta bisa didaftarkan tetapi tidak selalu bisa dijelaskan. Perbedaan inilah yang menjadi kunci sanggahan umat Islam dalam usaha meluruskan penyimpangan.

Permasalahan pokok kita telah mendasar daripada sekadar memecahkan keganjilan doktrin Trinitas. Kita tidak mempertanyakan bagaimana Trinitas itu, tetapi mengapa ia harus ada. Kita mempertanyakan, “Mengapa Yesus harus menjadi Tuhan?” Bisakah kita menguji konsep ini.

Posisi Muslim
Beberapa abad yang lalu, para filosof Eropa secara umum merumuskan bahwa suatu dugaan menjadi terbukti apabila telah memenuhi tuntutan yang dibuat oleh Aristoteles dalam usahanya menemukan kebenaran. Demikian pula, kita menyandarkan alasan pembenaran Trinitas pada apa yang dikatakan orang-orang mengenai Yesus tidak dapat diandalkan keabsahannya.

Tujuan kita disini hanyalah menggambarkan betapa keimanan Kristen kepada Trinitas hanya didasarkan pada penafsiran Gereja. Sejumlah orang Kristen mengakui hal ini, sedangkan yang lain menyatakan dengan tegas bahwa ajaran Trinitas langsung berasal dari Yesus. “Silahkan mereka menunjukkan bukti-bukti mereka”, adalah anjuran yang berulang kali dikemukakan al-Qur’an. Maksudnya, tunjukkan bukti bahwa Yesus mengklaim dirinya sebagai Tuhan yang sempurna. Sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an QS 21:24. jika bukti tersebut ternyata tidak bisa ditunjukkan, berarti penafsiran Gereja diragukan.

Orang Kristen tidak dapat mengelak dari pertanyaan orang Islam mengenai dasar keyakinan mereka. Orang Kristen tidak mempunyai landasan argumentasi untuk mempertahankan posisi yang tidak logis itu, kecuali jika ia cukup puas dengan semata-mata mengandalkan pendapat Gereja dan orang lain. Jika mereka tidak menggali lebih dalam, berarti dialog Islam-Kristen sudah selesai dengan “kekalahan” dipihak Kristen.

Orang Kristen sering kali menunjukkan bukti-bukti tentang ucapan Yesus berdasarkan bahan-bahan yang tertulis didalam alkitab semata-mata. Sehubungan dengan ini, al-Qur’an menyatakan:

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS Al Maidah 68)

Orang kristen diminta mendukung pernyataan dengan mengambil sumber kitab sucinya. Orang Islam percaya bahwa tidak ada satu ucapan Yesus yang bisa digunakan sebagai bukti yang menunjukkan bahwa ia mempunyai kedudukan yang setara dengan Tuhan. Dengan demikiam, isu yang sebenarnya “bukan Yesus itu Tuhan atau bukan”, melainkan “Manakah ucapan Yesus yang menyatakan bahwa ia setara dengan Tuhan?”

Metodelogi Pembahasan
Teks tertulis Alkitab merujuk kepada ucapan-ucapan Yesus yang sangat sedikit. Dan tidak ada satu pun dari teks asli tersebut yang menyatakan ketuhanannya. Semua pernyataan Yesus tentang hal tersebut bersifat implisit dan memerlukan penafsiran. Kita dihadapkan pada apa yang dikatakan Yesus, lalu harus menafsirkan apa yang dimaksudkan dengan ucapan tersebut. Sehubungan dengan hal ini, metodelogi pembahasan yang akan kita gunakan sangat sederhana.

Bukanlah keinginan atau keharusan bagi kita untuk menafsirkan kembali alkitab, kita hanya melakukan pembuktian bahwa interpretasi Kristen tidak memadai, mendua, bahkan mustahil. Argumentasi kita sebagai berikut:

1. Sungguhpun arti suatu pernyataan dianggap jelas, ia belum bisa dijadikan bukti bahwa Yesus mengklaim diri mempunyai kedudukan yang setara dengan Tuhan.
2. Pernyataan-pernyataan lain yang disebutkan masih terbuka terhadap berbagai penafsiran, atau sifatnya mendua.
3. Masih banyak pernyataan lain yang ditafsirkan tidak sebagaimana mestinya.

Artinya, bukti-bukti tentang ketuhanan Yesus adalah tidak mencukupi, tidak meyakinkan, dan tidak dapat diterima.

Bukti Yang Tidak Memadai
Yesus lahir dalam keadaan suci. Orang Kristen sering menyebut berbagai keajaiban yang ditunjukkannya sebagai bukti ketuhanannya. Jelas, dasar pemikiran ini lemah. Di dalam Alkitab dikisahkan penciptaan Adam tanpa ayah dan ibu, juga tentang mukjizat Nabi Elisa (Kejadian; 2 Raja-raja 4,5,6). Meskipun kedua nabi tersebut secara umum memiliki kualifikasi yang sama dengan Yesus, tidak ada seorang Kristen pun yang menuhankannya.

Beberapa orang Kristen bertahan pada pandangan bahwa Yesus adalah Tuhan karena kitab-kitab Yahudi telah meramalkan kedatangannya. Namun, pendapat ini pun lemah karena kitab-kitab Yahudi juga disebut-sebut telah meramalkan peranan Yohanes Sang Pembaptis (Maleakhi pasal 4).

Kami kemukakan tiga argumentasi lebih dahulu untuk menunjukkan bahwa klaim Kristen secara sengaja melupakan bagian tertentu kitab suci. Mereka mengetahui fakta kesucian kelahiran Yesus sebagaimana mereka juga mengetahui asal-usul Adam. Mereka memberikan penafsiran yang bersifat ketuhanan pada yang pertama (Yesus), tetapi mengabaikannya pada yang kedua (Adam).

Sekarang kita ajukan pertanyaan. Adakah didalam alkitab pernyataan Yesus yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan ? Didalam teks Alkitab, Yesus menggunakan istilah “anak manusia”, “anak Tuhan”, “mesias”, dan “saviour” (juru selamat), namun istilah-istilah tersebut juga digunakan untuk merujuk orang-orang selain dia. Misalnya, Yehezkiel disebut sebagai “anak manusia” (Yehezkiel 3:1). Selain itu, Yesus menyebut para pembawa kedamaian sebagai “anak-anak Tuhan” (Matius 5:9). Cyrus (Koresy), raja Persia disebut mesias (Yesaya 45:1). Sikap mendua para penerjemah Alkitab terlihat dengan diterjemahkannya kata “mesias” yang tidak menunjuk kepada Yesus sebagai “yang diurapi”. Sedangkan ayat-ayat Alkitab yang merujuk kepada Yesus, mereka terjemahkan dengan “mesias” atau padanan kata Yunani yakni “Christ” (Kristus). Dengan cara ini mereka berusaha memberi kesan bahwa hanya ada satu mesias. Untuk orang selain Yesus, mereka menggunakan kata “saviour” (penolong), seperti yang tercantum dalam 2 Raja-raja 13:5. Disamping itu, orang Kristen sering menunjuk Yesaya pasal 43 sebagai bukti hanya ada satu juru selamat.

Lebih jauh lagi, para penerjemah berusaha mengaburkan fakta bahwa Tuhan adalah satu-satunya penyelamat dalam pengertian bahwa Dia adalah satu-satunya pemberi rezeki dan pelindung kita, meskipun dalam pengertian yang berbeda-beda, tugas-tugas seperti itu bisa juga dikenakan kepada manusia biasa. Dengan bersandar pada pernyataan didalam Yesaya itu, para penerjemah Alkitab mengharapkan kita percaya bahwa Tuhan juga sama dengan juru selamat sehingga Yesus sama dengan Tuhan.

Persekongkolan jahat dalam aktivitas penerjemahan Bible dapat dibuktikan dengan mudah. Alkitab King James Version (KJV) yang terbit tahun 1611 tersebar secara luas. Bandingkan Alkitab tersebut dengan revisi Alkitab yang lebih akhir, misalnya New American Bible. Pada Alkitab KJV, kitab 2 Raja-rajha 13:5 kita dapatkan kata saviour. Namun demkian, kata saviours (bentuk jamak dari saviour ) dapat dijumpai dalam Obaja 21 dan Nehemia 9:27. Kasus ini sekali lagi membuktikan bahwa konotasi ketuhanan yang dikaitkan dengan saviour dipertahankan oleh versi terjemahan Alkitab modern, meskipun melalui penerjemahan yang kurang jujur.

Sekali lagi kita melihat pola pembenaran yang lemah. Ternyata bahwa istilah-istilah yang dikatakan “mengandung konotasi ketuhanan” itu juga digunakan untuk orang-orang selain Yesus.

Ada pernyataan lain yang dapat disebutkan disini. Dalam Yohanes 8:58 dikatakan “… Sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Seandainya Yesus bermaksud – dengan kata-kata tersebut – mengklaim ia telah hidup sebelum Abraham, apakah itu merupakan alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa ia adalah Tuhan ? Bahwa Yesus hidup di Surga kemudian turun ke bumi merupakan suatu peristiwa yang luar biasa, tetapi hal itu tidak cukup untuk menetapkan dia sebagai “Tuhan yang turun ke bumi”.

Selain itu harus dicatat bahwa teks Alkitab diatas sangat terbuka terhadap berbagai penafsiran. Orang Kristen mungkin tidak menyangka bahwa nabi Yeremia juga telah mengalami kehidupan sebelum manusia (Yeremia 1:5). Seharusnya, mereka menafsirkan pernyataan didalam Yeremia sama ketika mereka menafisirkan Yohanes 8:58, yaitu secara harfiah. Namun, mengapa mereka tidak menerapkan pemahaman yang sama ?

Bukti Yang Mendua
Sejumlah sarjana Kristen menegaskan bahwa sudah selayaknya Yesus mendapatkan predikat Tuhan. Dalam Keluaran pasal 3 dikatakan bahwa Tuhan berkata kepada Musa, “I am what I am” (Aku adalah Aku), sebagaimana hampir semua Alkitab berbahasa Inggris menerjemahkannya dari naskah berbahasa Ibrani. Didalam Yohanes 8:58 Yesus mengatakan, “Before Abraham was, I am” (sebelum Abraham jadi, Aku ada) yang merupakan terjemahan Alkitab bahasa Inggris dari naskah Yunani. Disinilah terlihat kecurangan lainnya. Asal naskah yang pertama (keluaran pasal 3) adalah berbahasa Ibrani, sedangkan yang naskah yang kedua (Yohanes 8:58) adalah berbahasa Yunani.

Semua sabda Yesus, kecuali sedikit diantaranya tercatat dalam bahasa Yunani. Kira-kira sekitar 200 tahun sebelum masa Yesus, orang Yahudi memakai terjemahan Yunani untuk kitab-kitab suci mereka, Septuaginta. Mereka menerjemahkan kata I am (aku) dalam Keluaran dengan Ho On. Sementara itu, sabda Yesus I am didalam Yohanes 8:58 diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan Ego Eimi. Jika pengarang Yohanes 8:58 bermaksud bertutur kepada orang-orang berbahasa asli Yunani bahwa Yesus identik dengan Tuhan, maka seharusnya ia menggunakan kata-kata yang sudah lazim didalam Septuaginta untuk menyatakannya. Jika tidak, maka maksud pokoknya akan hilang. Kesimpulannya adalah Yohanes 8:58 merupakan bukti yang tidak meyakinkan.

Ada kata Yunani lain yang patut dibicarakan. Didalam Yohanes 10:30 Yesus mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu”. Bahasa Yunani menerjemahksan satu dengan Hen. Beberapa sarjana Kristen menegaskan bahwa satu-satunya pemahaman yang mungkin dari kata tersebut adalah “satu esensi dalam wujud”. Namun, pernyataan itu tidak berdasar. Satu contoh untuk membantahnya sudah cukup. Kata-kata yang sama dipakai oleh Yesus didalam Yohanes 17:11,21,22,23 menunjukkan bahwa dia dan murid-muridnya berada didalam satu kesatuan.

Kalimat lain yang sering dikemukakan oleh kalangan Kristen adalah apa yang dikatakan sebagai pernyataan Yesus didalam kitab Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…”[2] Orang Kristen mengatakan bahwa kata “tunggal” dalam ayat itu secara khusus mengacu kepada Yesus, bukan “anak-anak Tuhan” yang lain. Ini juga menunjukkan sikap mereka yang tidak konsisten, sebab kata “tunggal” juga terdapa dalam Ibrani 11:17, padahal ia mengacu kepada Ishak. Sedangkan Alkitab mencatat kakaknya Ishak bernama Ismael hidup lebih lama dari ayahnya (Kejadian 25:9). Dengan demikian Ishak tidak pernah secara tegas mengatakan dirinya sebagai anak tunggal Abraham. Sadar akan kejanggalan ini, Sarjana Kristen tidak menafsirkan kata tersebut secara harfiah. Namun, mengapa hal itu tidak mereka terapkan juga pada Yohanes 3:16 ? Sekali lagi sikap mendua ini membuktikan bahwa Yohanes 3:!6 adalah bukti yang tidak meyakinkan.

Diakui atau tidak, istilah “Bapa” yang dipakai Yesus ketika ia berbicara dengan Tuhan juga menimbulkan kontroversi. Tetapi pada kesempatan ini, kami sekadar ingin menunjukkan bahwa penggunaan istilah tersebut oleh Yesus bukanlah bukti yang meyakinkan bahwa Tuhan adalah Bapa dari Yesus.

Semua orang Kristen memakai kata “Bapa” ketika menyebut Tuhan. Bahkan orang Yahudi pun memakai istilah itu (Yohanes 8:41). Selain itu, Yesus berkata, “Iblislah yang menjadi Bapa mu … “ (Yohanes 8:44). Tentu saja yang dimaksudkan disini bukanlah pengertian “Bapa” secara literal.

Sarjana Kristen lain menggunakan Markus 14:36 (yang didalamnya Yesus menggunakan kata Abba untuk Bapa) sebagai landasan argumentasi. Menurut mereka, penggunaan kata Abba menunjukkan adanya hubungan yang sangat unik antara Yesus dan Tuhan, yaitu antara Tuhan Anak dan Tuhan Bapa. Namun argumentasi ini sangat lemah karena Roma 8:15 dan Galatia 4:6 menyebutkan bahwa setiap orang kristen dianjurkan memakai istilah Abba jika menyebut Tuhan.

Bukti Yang Lemah
Dalam Yohanes 20:28 disebutkan bahwa Thomas mengatakan, “My Lord and my God” (Tuanku dan Tuhanku). Orang Kristen bersikukuh bahwa Tomas menyebut Yesus dengan sebutan itu. Orang Islam tidak keberatan terhadap istilah lord karena kata tersebut mempunyai arti kata “tuan”.[3] Sara juga memanggil suaminya dengan sebutan “tuan” (1 Petrus 3:6). Pendapat yang menyatakan bahwa Tomas menyebut Yesus secara harfiah sebagai “Tuhan” adalah masalah lain.

Alkitab juga menunjukkan bahwa Yohanes 10:34 mencatat bahwa Yesus menyebut orang lain sebagai Allah, selain itu dalam Mazmur 82:6 sang pengarang menyebut orang lain sebagai Allah. Dalam 1 Korintus pasal 8, Paulus memberikan aturan baru dengan mengatakan bahwa memang ada banyak tuan dan tuhan, namun bagi kita hanya ada satu Tuhan ( theos ) saja yaitu Bapa (pater) … dan satu tuan ( kurios ) yaitu Yesus Kristus.

Menurut doktrin Trinitas, perbedaan antara Bapa dan Anak adalah esensial. Namun prinsip ini dikaburkan oleh Yohanes 14:9. Disini Yesus berkata kepada Filipus sebagai berikut, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Pernyataan ini mengandung doktrin yang sulit diterima, yaitu Yesus adalah Bapa. Para penafsir mengatakan bahwa “Bapa” ( Pater ) adalah sinonim “Tuhan” ( Theos ). Kita bisa memahami maksud ucapan Yesus sebagai “melihat dia adalah sama dengan melihat Tuhan karena ia adalah Tuhan”. Padahal didalam Yohanes 5:37 terdapat pernyataan sebaliknya. Dalam ayat ini, Yesus berkata mengenai Bapa kepada orang banyak, “kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.”

Bukti Yang Menyeluruh
Sering diakui bahwa ayat-ayat yang menyangkut individu tidak memadai, tidak meyakinkan, dan tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk membenarkan ketuhanan Yesus. Namun demikian, suatu ayat dapat dijadikan alat pembuktian jika ia digabngkan dengan ayat lainnya. Ini sama halnya dengan memperlihatkan kesalahan proses berpikir. Seharusnya, setiap ayat dapat membuktikan kebenaran tentang suatu hal, dan kalu tidak, ayat tersebut harus digugurkan. Kita harus mengetahui dengan tepat, apa yang ditunjukkan oleh sebuah ayat dan mengapa demikian adanya.

Telah dikemukakan bahwa penafsiran Kristen dan keterangan tradisional terhadap kitab suci sungguh tidak masuk akal. Alasan dan kesimpulan tidak ditetapkan secara jelas. Demikian pula, apakah yang dimaksud dengan “penebusan dosa manusia” masih belum jelas sampai sekarang.

Orang Kristen bersandar pada Yohanes 5:18 sebagai berikut, “ … karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-nya dengan Allah.” Namun lagi-lagi orang Kristen melewatkan ayat-ayat selanjutnya yang menjelaskan bahwa Yesus menundukkan dirinya dihadapan Tuhan dan menjelaskan posisinya dihadapan Tuhan.

Cukup mengherankan bahwa Gereja Kristen membuat cerita yang membingungkan. Kitab-kitab Yahudi membuat referensi tentang mesias, lalu Gereja mengatakan bahwa mesias itu baru berarti jika ia adalah Tuhan yang mewujud. Ketika Yesus berkata bahwa dirinya adalah mesias, ia dianggap melampaui batas, karena menurut kitab-kitab Yahudi, tidak seorang pun bisa menjadi Tuhan.

Dalam Markus pasal 2, Yesus berkata pada seseorang, “Hai anakku, dosamu sudah diampuni.” Beberapa orang ahli Taurat yang hadir disitu merasa kaget dan bertanya-tanya dalam hati, “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?” Sementara itu dalam Yohanes 12:49 Yesus menafikkan inisiatif pribadi dengan berkata, “Sebab aku berkata berkata-kata bukan dari diriku sendiri, tetapi Bapa yang mengutus aku, Dia lah yang memerintahkan aku untuk mengatakan apa yang harus aku katakan dan aku sampaikan.” Lihat juga Yohanes 8:40 dan Yohanes 14:10.

Penutup
Kita tidak menggunakan Alkitab semata-mata untuk memenuhi keinginan kita. Ayat-ayatnya kita kutip secara jujur dan apa adanya. Maksud kita hanyalah menunjukkan cacat yang terkandung dalam keyakinan Kristen bahwa “Yesus mengklaim dirinya sama dengan Tuhan.” Jika kita mengolah bukti-bukti yang mereka ajukan untuk memperkuat pendirian tersebut, kita akan menemukan betapa bukti-bukti yang diajukan Kristen itu bermutu rendah, lemah, dan hanya tampak luarnya yang bagus.

Kita telah mengutip sejumlah ayat Alkitab yang paling sering digunakan dan menjelaskannya dengan gamblang kepada orang Kristen, namun mereka tidak mau menerimanya. Bahkan seandainya ayat-ayat lain kita ajarkan pula, mereka tetap akan menolak segala argumetasi kita, lalu mengajukan bukti-bukti untuk menguatkan pandangan mereka. Jika orang Kristen membangun alasan atas dasar hal-hal selain sabda Yesus, mereka akan mengulangi apa yang menjadi pokok keberatan kita. Yaitu, mereka – disadari atau tidak – justru menunjukkan bahwa pokok ajaran agama Kristen didasarkan pada apa yang dikatakan orang tentang Yesus, bukan apa kata Yesus.

Sekali lagi kita bertanya kepada orang kristen, Mengapa Yesus harus dipandang sebagai Tuhan?” Kita mempersoalkan mengapa orang Kristen mau mempercayai hal itu.

Orang kristen akan menjawab bahwa Yesus adalah Tuhan karena kematiannya merupakan penebusan bagi dosa-dosa manusia. Dalam pola penyelamatan manusia menurut Kristen, dipercayai bahwa kematian yang suci adalah penting agar umat manusia diselamatkan. Tanyakan kepada mereka, mengapa kematian orang biasa tidak mencukupi ? Orang Kristen akan menjawa karena semua manusia tidak sempurna. Tanyakan mengapa mereka tidak sempurna ? Akan dijawab bahwa orang biasa itu adalah warisan dari ayah kita, sedangkan Yesus tidak memiliki ayah. Dengan pola pemahaman tersebut, Yesus tampil sebagai “korban suci” yang tidak bercela.

Orang Kristen menambahkan, si penebus haruslah Tuhan agar ia dapat diterima oleh orang-orang yang ditebusnya. Kita bertanya, “Apakah Tuhan mati ?” Mereka akan cepat-cepat menjawab, “Tidak, hanya manusia Yesus yang mati.” Yesus dikatakan sebagai manusia Tuhan, dan yang mengalami kematian adalah komponen kemanusiaannya. Dengan demikian, sebenarnya mereka mengakui bahwa kematian manusia itu dapat menebus dosa.

footer
======
[1] Satu-satunya ayat yang memuat doktrin Trinitas di Bible yakni 1 Yohanes 5:7 sudah direvisi.

1 Yohanes 5:7 - King James Version (KJV)
"For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one."

Bandingkan dengan revisi Bible terakhir dalam Bible English Standard Version (ESV) untuk ayat yang sama 1 Yohanes 5:7
http://www.gnpcb.org/esv/search/?q=1+John+5

[2] Yohanes 3:16 sekarang telah terbukti palsu dan statusnya hanya menjadi catatan kaki dalam revisi Bible terkini. Lihat http://www.gnpcb.org/esv/search/?q=John+3

[3] Yohanes 20:28 interlinear english-greek: "And (kai) Thomas (Thomas) answered (apokrinomai) and (kai) said (epo) unto him (autos), My (mou) Lord (kurios) and My (mou) God (Theos)." Kata “kurios” dalam bahasa Yunani artinya adalah “Tuan” dan bukan “Tuhan”. Jadi “kurios” lebih tepatnya diterjemahkan “sir”. Karena “Sir” artinya adalah “Tuan”. Sedangkan “Lord” artinya bisa “Tuan” bisa pula “Tuhan”.

Sumber :
"Bibel Menurut Mantan Kristen G. Miller”, Oleh G. Miller, Penerbit Qalam, Cetakan keenam Juli 2001.”
http://menganalisiskristen.blogspot.com,al-islahonline.com

19 Responses to “Menggugat Ketuhanan Yesus”

  1. Yanto Says:

    Silahkan baca tulisan-2 saya (Yanto) dalam diskusi di

    http://islambisa.wordpress.com/2008/07/06/apakah-yesus-anak-allah/

  2. deky Says:

    jika Anda Ingin Bukti memang Tuhan KAmi tidak dapat dilihat TApi KAmi orang kristen dapat merasakan Bahwa Tuhan KAmi ada dan nyata, Saya yang dari kecil umur 3 bulan Sudah pisah dengan orang tua tapi sampai sekarang Tuhan ku memelihara Aku. Aku yakin NAbi Kamu Muhamad adalah utusan dari Tuhan KAmi seperti Nabi Elia Dan Nabi Yunus

  3. yoon Says:

    suatu hari Yesus dicobai ahli taurat dengan bertanya..dengan kuasa apakah Engkau melakukan semua ini?
    Yesus balik bertanya…,menurutmu dengan kuasa apakah Yohanes pembabtis memberikan baptisan?
    Mereka terdiam karena pikir mereka, jika mereka katakan dari kuasa manusia mereka takut pada rakyat banyak, karena banyak yang percaya bahwa Yohanes pembaptis adalah utusan Allah. namun bila mereka katakan dari ALlah mereka akan mempermalukan diri mereka di depan umum karena tak percaya padanya.
    Suatu hari lagi Yesus bertanya pada murid-muridnya, siapakah Aku ini? jawab mereka.Reinkarnasi nabi Elia, dsb.. namun Petrus menjawab, sungguh engkau adalah anak Allah. Yesus pun berkata pada Petrus, hai simon anak alfeus, apa yang kau katakan ini bukan apa yang berasal dari perkataan manusia, tapi oleh kuasa Allah.
    Kemudian pada kesempatan yang lain murid-murid Yesus bertanya pada Yesus. Apakah engkau mesias yang dijanjikan itu? Yesus hanya terdiam.
    Lalu ketika Yesus berada di tengah laut, berkatalah Yesus, hati-hatilah terhadap ragi orang farisi dan ahli taurat, barang siapa yang memiliki telinga baiklah ia mendengar..banyak orang merindukan hal yang kamu alami saat ini.
    Suatu saat ada seorang anak yang kerasukan, dan murid-murid Yesus berkata padaNya..guru mengapakah kami tak bisa menyembuhkannya? Jawab Yesus..harus berapa lama lagi aku bersama kalian orang bebal? Yang satu ini hanya bisa dsembuhkan dengan iman.
    Ketika Yesus diadili di hadapan mahkamah agama, Dia ditanya..apakah benar engkau ini anak Allah? Yesus berkata, engkau sendiri telah mengatakannya.

    jika ada orang bijak yang berdiri di tengah orang yang belum memiliki pengertian oleh kata-kata, haruskah ia terus berkata-kata?

    manakah yang penting? pernyataan atau penyataan?

    Aku adalah anak Allah. semua mesias palsu mengatakan itu..,tapi nyatanya perbuatan mereka tidak menggenapi apa yang telah dinubuatkan kitab suci.
    Yesus berbuat serta menggenapi seluruh nats mengenai mesias dan menjawab dengan perumpamaan, namun ia Tak berkata bahwa terang-terangan Ia Anak Allah.

    mengapa? karena Ia sendiri berkata: carilah maka engkau akan mendapat.”

    bahkan ada kamus orang “anda”

    tidak baik memberi ikan, lebih baik memberi pancingan.

    anda telah mencari namun belum mendapat, karena sebelum pencarian anda telah membentuk persepsi.

    itu sebabnya Yesus berkata, barang siapa tidak seperti anak-anak ini..maka ia sungguh sulit menerima kerajaan sorga.

    artinya hanya dengan pikiran polos dan terbukalah anda akan mengerti bahwa apa yang dituliskan Alkitab.

    bukan dengan kecurigaan bahwa alkitab telah terkontaminasi dan tidak asli lagi..kemudian mengatakan bebrapa ayat atau injil lain yang mendekati kebenaran. Bagaimana bisa anda meneliti jika anda berpegan pada bukti yang diragukan?

    carilah ayat dari tulisan saya di atas, karena saya percaya anda akan menemukan alur mengapa Yesus tidak mengatakan secara terbuka bahwa Ia anak Allah, karena yang penting adalah pernyataan, bukan perkataan. sekian dan terimakasih

  4. yoon Says:

    Penyataan, adalah karya yang dilakukan
    Penyataan,adalah apa yang dikatakan dan dituliskan mengenai suatu hal
    sebagai editan
    karena yang penting adalah penyataan, bukan perkataan. sekian dan terimakasih

  5. Hendra Wijaya Says:

    @ Yoon

    Terima Kasih, saya setuju dengan penjabaran anda bahwa Yesus berkata kepada umat israel dengan gaya bahasa perumpamaan, mereka tidak memahami ucapan yesus bahkan menuduhnya menghujat tuhan, saya harap anda mengartikanya dengan benar. Anak Allah, adalah perumpamaan.

    Jika saya membentuk presepsi tentang Alkitab, maka anda juga membentuk presepsi tentangnya. Jika kesimpulan anda berada dalam koridor yesus Anak Allah, maka secara hakikat Yesus bukanlah Allah.

    salam

  6. Darto Says:

    —–
    Iblis Mencoba Yesus menggunakan ayat2x alkitab ? mana buktinya ? Tuhan Pencipta Alam semesta ditawarin kemegahan Yarusalem? Yang benar saja darto, anda mengutip alkitab yang pencatatnya tidak mengetahui keadaan bumi.
    ——–

    Ini… loh, pernyataanmu Ndra, bahwa kamu mengakui Yesus adalah Tuhan Pencipta Alam semesta.

    Mau berdusta ?

  7. DANI Says:

    To ; Darto

    Kenapa sih begonya belum ilang2. Maksud dari saudara Hendra itu, ialah masa Tuhan Pencipta Alam semesta ditawarin kemegahan Yerusalem, sedangkan dunia dan isinya bisa dibuat dengan Firman-Nya?

    Terlalu kecil kaleeeee….. kalo cuma Yerusalem doang mah…….., dasar orang bodoh……. cape deh…….

    Udah pake logika lah………, kalo bisa bawa sekalian dalil2 Alkitab anda…..ya, terus diskusi diforum ini.

  8. ryan Says:

    mungkin gini caranya meruntuhkan pendapat bahwa yesus itu tuhan dan konsep trinitas dengan ilmu pemahaman tauhid akan keesaan Allah yang baru sedikit menggambarkan kemaha besaran Allah.sebagian umat islam mugkin tak sependapat dengan saya,maka tidaklah mengurangi ikatan persaudaran sesama muslim.
    :
    Allah meliputi yesus tapi yesus tidaklah meliputi Allah.Allah meliputi seluruh mahkluknya tapi mahkluknya tidaklah meliputi Allah.firman Allah adalah yesus tapi Allah itu bukanlah firman itu sendiriataupun yesus.
    Allah adalah awal,permulaan,dan akhir tapi Allah juga tak ada awal.pertengahan,maupun akhirnya.

    awal,pertengahan,dan akhir adalah waktu,sedangkan waktu adalah CiptaanNya dan ciptaanNya tidak membatasi dan meliputi Ia.tapi Ia meliputinya.

    yesus berada didalam Allah tapi Allah tidaklah berada didalam tubuh yesus.

    Allah itu berada dilangit,disorga,Arasy dengan bersamaan Iapun berada dimana mana disetiap ruang.tapi semua tempat tidaklah menampungNYa tapi Ia menampung semua tempat(ruang).Ia terbebas dari ruang.ruang tidak membatasinya.karena jasad atau materi(dzat) yang mengisi ruang adalah mahkluk dan jasad atau materi tidaklah membatasiNYA.Ia lebih tinggi daripada itu.

    Allah itu adalah tunggal,satu,tidak terbagi tapi bersamaan seolah olah terbagi dan banyak..karena manusia memiliki pandangan dualitas sedangkan dualitas tak berlaku untuk Allah.

    Allah itu meliputi roh kudus,yesus, tapi roh kudus dan yesus itu bukanlah Allah.

    kata kata Yesus adalah kata kata Allah tapi Yesus bukanlah Allah itu sendiri.

    jadi Allah murni dari segala konsep trinitas

    Allah mengetahui diriNYa dengan diriNya sendiri

    makadari itu:tidak ada seorangpun dan APAPUN yang menyerupainya.Mahasuci,Maha Agung,Maha besar,Maha tinggi,Tanpa pamrih menciptakan dunia dan mengurusnya,tapi urusan menciptakan dan mengurus tidak meliputinya dan membebaniNYA dan tidak menyibukanNYA maupun mengurangi kekuatanNYA.

    dan TIDAK ADA YANG LEBIH TINGGI DARINYA TIDAK ADA TUHAN SELAINNYA.

    TIADA TUHAN SELAIN ALLAH,apa apa yang selain Allah bukan Tuhan.

  9. Darto Says:

    to Brother Ryan,

    Di Al-Quran surat ke 7 ayat 54, menyatakan bahwa hak mencipta itu hanya pada Allah.
    Kemudian diperkuat lagi dalam QS 22:73, menyatakan bahwa hanya Allah yang mampu mencipta.

    Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa hak preogratif mencipta hanya ada pada Allah.

    Sekarang bagaimana dengan ayat Quran yang tertulis di surat 3 : 49, yang menyebutkan bahwa Isa dapat membuat burung dari tanah liat, kemudian meniupkannya sehingga menjadi burung yang hidup.

    Kalau hak mencipta itu hanya pada Allah, seperti yang tertulis di QS 7:54, kenapa Isa bisa menciptakan juga, Isa bisa membuat kehidupan ?
    Berarti Isa adalah Allah, atau QS 7:54 dan QS 22:73 SALAH.

    Kalau disebutkan Isa membuat kehidupan atas ijin Allah, tak ada gunanya hak preogratif Allah itu. Hak preogratif tidak bisa diwakilkan.

    Bila disebutkan “atas ijin Allah”, kalimat itu sudah menjadi kebenaran umum, karena di seluruh bumi dan jagat raya ini, tidak ada yang bisa bergerak ataupun hidup tanpa ijin Allah, tanpa Allah kehendaki.

    Jadi, sebenarnya di Al-Quran pun menyebutkan Isa adalah Allah.

    Isa bukan hanya sebagai nabi, tetapi juga Allah dan Juru selamat, Allah yang dapat menghakimi pada saat kedatangan-Nya ke dua kali.

    Your brother

  10. DANI Says:

    Ya ampun masih gak sadar2 juga, makanya kalo baca Alquran jangan dipotong2, Capelah orang ngeladenin loe… nih bacaan lengkapnya :

    QS 3:49.

    Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

    Diatas dipertegas, Isa sebagai Rasul dan semua tanda berupa mukjizat itu semata2 pemberian Allah SWT….
    Kynya gak perlu kyai, cukup g aja lah yang ngeladenin orang2 macem loe kaya gini

    Hahahahahaha

  11. Hendra Wijaya Says:

    @ Ryan

    Bagaimana menjelaskan kepada darto sang penghujat semua nabi ini agar dia bisa mengerti ? Mungkin dia terlalu banyak di cekoki dan diperkosa mentalnya, sehingga dia membalasnya dengan memperkosa ayat2x nya sendiri bahkan ayat2x orang lain.

    @ Darto
    Kitab Taurat Mencatat beberapa Nabi yang diberikan Mukjizat sama seperti Yesus :

    Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Kenapa dia tidak Menjadi Tuhan ?

    Logika Anda terlau Dangkal mengatakan AQ berbicara Yesus Adalah Tuhan, dari Ayat yang anda perkosa jika dibaca seutuhnya seperti yang di kutip sodara Dani, maka celoteh anda itu tidak berguna.

    Darto:
    Isa bukan hanya sebagai nabi, tetapi juga Allah dan Juru selamat, Allah yang dapat menghakimi pada saat kedatangan-Nya ke dua kali.
    —————————————-
    Dimanapun anda menunjukan ayat AQ dan anda perkosa, maka akan sia2x jika maksud anda mengtakan bahwa AQ menyetujui ketuhanan Yesus! Karena apa ? Karena Alkitab anda sendiiri Menolak! Yesus Menolak! AQ Menolak! dan Umat Islam seleruhnya Menolak! bukan karena bertaqli Buta! tetapi menggunakan Nash dan Logika!

    Liat Treahd diatas ? TOlong disanggah sedikit saja, biar diskusi ini fair, anda tidak hanya sekedar absen disini untuk menghujat Nabi Kami, tunjukan jika Kristen itu punya moral dan etika, tidak asal seperti keledai.

  12. ryan Says:

    kebiasaan darto mengutip2…ha

    aku g tahu lagi dah gmna cara membuat darto paham bahwa apa yang disembahnya itu: yesus dan roh kudus bukanlah tuhan sejati keduanya hanya hamba dan mahkluk diantara mahkluk2nya.dalam ajaran manapun yang Allah turunkan sejak adam sampai masanya yesus dan setelahnya.tak ada dalam ajaran itu konsep trinitas,konsep itu baru dan dibuat2.

  13. Darto Says:

    Terima kasih untuk semua tanggapannya, namun saya tahu kepada siapa saya percaya, karena Penebusku hidup, dan itu semua ku tahu dari Firman Tuhan yang ada di Alkitab dan diperkuat di Al-Quran.

    Seperti yang pernah saya katakan, bahwa nanti Isa akan datang untuk menjemput orang yang beribadah pada hari Sabtu, bukan yang beribadah pada hari Jum’at, dan yang beriman kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

    Akhirnya apa yang tertulis di Alkitab dan pernah disampaikan oleh orang lain “Jangan beri mutiaramu kepada babi” dan “kebaskanlah debu di kakimu”

  14. Hendra Wijaya Says:

    @ Darto

    Anda boleh percaya kepada Alkitab anda tentang DOKTRIN ketuhanan Yesus dan penebusan dosanya, Tetapi anda tidak berhak Mengambil Ayat AQ dan anda memperkosanya untuk tujuan anda. Sekali lagi AQ tidak pernah menyatakan ketuhanan Yesus ataupun Penyalibannya.

    Dimana Nabi isa mengatakan akan datang pada hari sabtu ?

    Darto:
    “Jangan beri mutiaramu kepada babi” dan “kebaskanlah debu di kakimu”
    ——————————-
    Anda harusnya lebih dalam belajar lagi tentang alkitab, untuk siapa yesus berkata seperti itu ? Sehingga makna aslinya tidak terdistorsi, seperti anda ini mencomot ayat itu lalu anda perkosa dengan mengatakan ditujukan kepada non Kristen, padahal ayat2x semacam “anjing dan babi” itu ditujukan kepada yang bukan yahudi.

  15. ryan Says:

    berarti andapun tak dijemput,umat kristen beribadah pada hari minggu.
    ya dan saya yakin apa yang saya punya adalah mutiara.

  16. Darto Says:

    Ucapan malaikat Tuhan ribuan tahun lalu memang benar-benar terbukti, bahwa Ismail itu “seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya” Kejadian 16:12

    Fakta sudah membuktikan sampai saat ini, bila merasa diri terancam, teroris dianggap pahlawan (Amrozi cs) karena perbuatan seperti itu disetujui nabinya dan diteladani

  17. Hendra Wijaya Says:

    @Darto

    Kebencian semacam ini keluar dari mulut orang2x kristen itu sudah terbiasa, karena memang pencatat alkitab PL [Yahudi]tidak menghendaki lahirnya seorang Nabi dari keturunan Ismail, Nabi harus dari Keturunan Yahudi! maka dari itu mereka merubahnya dan mendeskrditkan Nabi Ismail, di katakan “anak gundik” dan “Keledai liar”, semua perkataan ini memang sudah terbiasa dalam Kitab kristen yang memuat ratusan rayuan Sex. dan diikuti oleh keledai sesat seperti darto ini.

    Siapa yang mengagpap perbuatan Amrozi cs itu pahlawan ? islam mainstream apakah berpendapat seperti itu ? Lihat fatwa bom bunuh diri, bagaimana islam menilai itu, anda tidak berhak menuduh kami tanpa bukti, atau memang sudah menjadi makanan sehari2x anda bahwa fitnah dan tuduhan keji itu memang halal bagi anda.

  18. Hendra Wijaya Says:

    Lihatlah si darto ini, mana bisa dia membuktikan Yesus adalah tuhan menurut Alkitabnya ? Setelah nyerah balik nyerang menghujat semua Nabi, ini lah sikap mental orang kristen sejati. Apakah dia tidak malu merasa dirinya lebih suci dari Nabi Ibrahim yang dikatakannya memiliki Gundik ? dan apakah dirinya lebih suci Dari Nabi Ismail yang dikatanya perilakunya seperti “Keledai Liar” ? Perkataan semacam ini dikarenakan tidak mempunyai otak untuk berfikir!

    Inilah umat tersombong yang merasa dirinya paling suci dan umat lain adalah “anjing dan babi”, padahal babi juga dimakannya tiap hari. Bagaiman mungkin Darto bisa merasa lebih suci dari Bapa Para Nabi yaitu Ibrahim ?

    Maukan si darto dikatakan memiliki Gundik ? Maukah keturunannya dikatakan berperilaku seperti Keledai liar ? Belum lagi dia menghujat Nabi Muhammad sehabis2x, menandakan kebencian yang sangat terhadap islam! pernahkah orang islam menghujat Nabi2x yang ada di Kitab Yahudi ? PL ? PB? Tidak ada! Hanya umat kristen yang melakukannya!

  19. DANI Says:

    Seperti yang pernah saya katakan, bahwa nanti Isa akan datang untuk menjemput orang yang beribadah pada hari Sabtu, bukan yang beribadah pada hari Jum’at, dan yang beriman kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

    Akhirnya apa yang tertulis di Alkitab dan pernah disampaikan oleh orang lain “Jangan beri mutiaramu kepada babi” dan “kebaskanlah debu di kakimu”
    =========================================================
    Wow lebih berpendidikan nih tanggapannya, tapi lagi2 TOLOL.

    Coba sih belajar dari sebuah kesalahan, dan belajar lebih kreatif lagi kalo mencerca Islam. Dasar dan dalil itu harus ada dong, PANDIR.

    Loe beraliran apa sih ? Atheis ya ? Kalo Kristen Katolik dan Kristen Protestan biasanya punya argumen yang bagus. Cuma loe doang nih, gak punya dalil, Islam dijelek2in…..

    Isa dateng aja loe pikirin, pikirin yang simple dulu, kira2 selama ini dosa loe udah seperti apa ? Terus dengan gampangnya, loe minta ampunan sama Pendeta , dan SIM SALABIM….. dosa loe terhapus….

    Hahahahahaha, udah gak jaman tau……. Minta ampunan kok pake perantara …….Cape dech

    Wah, g tambah yakin……loe bukan orang yang ngerti agama nih.

Leave a Reply