Kapan SK yang memutuskan Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia ditetapkan?
Hal itu diputuskan pada Konsili di Efesius Juni 431 M (400 tahun setelah Yesus wafat) yang disponsori oleh Kaisar Romawi, Theodosius II.
[“We confess therefore our Lord Jesus Christ, the only begotten Son of God to be perfect (100%) God and perfect (100%) man”]
(Oleh karena itu kita mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus, anak Tunggal Tuhan, sebagai Tuhan yang sempurna (100%) sekaligus manusia yang sempurna (100%)
Keputusan ini kemudian diperkuat lagi oleh SK yang diterbitkan dalam Konsili di Chalcedon, Oktober 451 M yang disponsori oleh Kaisar Romawi saat itu, Marcion.
”Following the holy fathers we confess with one voice that the one and only Son, our Lord Jesus Christ, is perfect in Godhead and perfect in mahood, tryly God and tryly man…”
(Sesuai dengan ajaran para pemimpin gereja, kami bersaksi dengan suara bulat bahwa satu-satunya Anak, Tuan kita Yesus Kristus, adalah Tuhan sempurna (100%) dan manusia yang sempurna (100%), Tuhan yang sesungguhnya dan manusia yang sesungguhnya).
Prof. John Hick dalam bukunya The Myth of God Incarnate mengatakan :
”What the orthodoxy developed as the two natures of Jesus, divine and human coinhering in one historical Jesus Christ remains a form of words without assignable meaning… for to say without explanation that the historical Jesus of Nazareth was also God is a devoid of meaning..That Jesus was God the Son incarnate is not literally true since it has no literal meaning but it is an application to Jesus of a mythical concept whose function is analogous to that of the nation of divine son ship ascribed in ancient word to a king”
(Apa yang diciptakan oleh golongan Kristen Orthodoks tentang ke dwi sifat-an (dua kodrat) Yesus sebagai Khalik dan makhluk dalam diri Yesus hanyalah merupakan kata-kata tanpa arti… karena dengan mengatakan tanpa penjelasan bahwa manusia Yesus adalah juga Tuhan, adalah suatu yang tidak memiliki makna…Bahwa Yesus adalah inkarnasi Tuhan secara harfiah tiak benar, karena secara harfiah tidak ada artinya dan hanya dapat diterapkan kepada Yesus dalam mitos yang fungsinya mirip seperti pandangan tentang raja sebagai anak dewa dalam legenda).
Huston smith, pakar perbandingan agama dalam bukunya The World’s Religion hal. 340 mengomentari ke-dwisifat-an Yesus :
”to be fully devine mean one has to be free human limitation. If he has only one human limitation then he is not God. But according to the creed, he has every human limitation. How then can he be God?”
(Untuk sepenuhnya ilahi, berarti dia harus bebas dari segala keterbatasan manusia. Kalau dia memiliki satu kelemahan manusia, berarti dia bukan Tuhan. Tetapi berdasarkan kredo, dia (yesus) memiliki segala keterbatasan sebagai seorang manusia. Oleh sebab itu mana mungkin dia Tuhan?)
Randolph Ross dalam bukunya Common sense Christianity dengan tegas menyatakan:
”Not because it is difficult to understand, but because it can not be meaningfully be said..not only impossible according to our understanding of the laws of nature..but impossible according to the rule of logic upon which all our reasoning is based”
(bukan hanya karena sulit dimengerti, tetapi karena tidak ada maknanya..tidak hanya mustahil berdasarkan hukum alam tetapi juga mustahil berdasarkan akal sehat dimana logika berfikir kita didasarkan.
Namun walaupun ajaran yang tidak masuk akal ini mendapat tantangan dari ilmuwan dan pakar Alkitab, Gereja tetap mempertahankannya mati-matian karena umat Kristiani sudah terlanjur diajari bahwa dua kodrat Yesus merupakan syarat untuk menjadikannya sebagai Juru Selamat sesuai agama Yunani.
Apakah upaya yang dilakukan Gereja untuk menjadikan anak Allah sebagai Tuhan?
Dengan mengatakan bahwa Anak Allah (Tuhan) adalah Logosnya filsafat Yunani.
Siapa yang mengatakan bahwa Logos (Firman) adalah anak Allah (Tuhan)?
Yang mengatakan demikian adalah Philo dari Alexandria. Dia mendifinisikan Logos sebagai ”Protogenes huios theou”
Gelar anak Tuhan ini kemudian digunakan oleh Paulus untuk Yesus. Selanjutnya penyalin Injil yang umumnya adalah pengikut Paulus juga ikut-ikutan menyebut Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) dengan menambahkannya ke dalam ayat-ayat Injil.
“Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah“ (Markus 1:1)
”Jawabnya : “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah” (Kis. 8:37).
Kata “Anak Allah” dari kedua ayat tersebut di atas tidak ada dalam teks Injil Markus maupun Kisah Para Rasul yang diperkirakan ditulis pada tahun 325 M. Kata “Anak Allah” dalam kedua kitab diatas, baru diselipkan di akhir abad ke IV atau awal abad ke V.
Referensi :
1. (swaramuslim)
2. al-islahonline.com






March 21, 2009 at 7:08 am
Eh…
Bisa minta tolong buat mengungkap SUPERSEMAR sekalian nggak?
Sampai sekarang juga belum jelas, bingungin!
March 23, 2009 at 4:19 am
To Mas Kris
(Oleh karena itu kita mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus, anak Tunggal Tuhan, sebagai Tuhan yang sempurna (100%) sekaligus manusia yang sempurna (100%)
Keputusan ini kemudian diperkuat lagi oleh SK yang diterbitkan dalam Konsili di Chalcedon, Oktober 451 M yang disponsori oleh Kaisar Romawi saat itu, Marcion.
Yang saya sesalkan, keputusan ini bukan dari tuhan Yang maha kuasa dan bukan dari yesus.
April 10, 2009 at 12:55 pm
ha ha ha…orang buta berusaha menjelaskan gajah kepada orang epilepsi….nyadar bung….nyadar…..wkwkwkwkwk…
April 11, 2009 at 12:34 pm
to kirana
1. Orang Buta
2. Gajah
3. Epilepsi
Semua attribut itu, sadar tidak sadar andalah yang menyandangnya.
April 13, 2009 at 2:59 am
saya salut dengan niat-niat anda, tanpa sadar anda sendiri sebenarnya terobsesi oleh Kristus Tuhan kami. Terimakasih atas pujian anda. Semoga Tuhan memberkati.
April 18, 2009 at 6:27 am
To Ariest
Saya memang kagum dengan Yesus, dia adalah salah satu Nabi besar umat islam, tapi saya tidak terobsesi untuk menuhankan Yesus seperti layaknya anda, karena yesus tidak menghendaki dia dijadikan tuhan.
May 6, 2009 at 10:34 pm
assalamualaikum
Allahu Akbar….
ternyata kristiani banyak tidak mengetahui tuhannya sendiri
Hanya Allah Swt tuhan satu satunya
dia tidak beranak dan diperanakan
coba lihat kisah irene… yang masuk islam
dia mengatakan bahwa islam adalah agama yang sempurna.
bahkan sang pastur tidak mampu menjawab pertanyaan yang di lontarkan irene tentang hakikat tuhan…
bayangkan pemuka agamanya saja masih ragu tentang konsep tuhan….
islam is my way
be a good muslim or die as syuhada
wassalamualaikum
May 10, 2009 at 11:54 am
assalamu’alaikum..
agama Islam memang agama yg smpurna. setiap melakukan tindakan pasti ada do’anya. itu dilakukan agar kita umat Islam slalu mengingat tuhannya. subhanallah. tiada agama lain yg sesempurna itu. beruntunglah kita umat Islam yg telah dijanjikan surga oleh ALLAH SWT. entah itu kapan waktunya. karna kita tidak menyekutukan Allah dan tidak beranggapan bahwa Allah mempunyai anak yg bernama Yesus. ALLAHU AKBAR.. WALILLA ILHAM.. smoga kita mendapat syafaat nabi Muhammad di Yaumul Akhir. dan smoga kita ditempatkan pd orang2 yang beriman. AMIIN….
May 13, 2009 at 4:46 am
saya sebagai umat kristen tidak pernah diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk membela Dia, tetapi Dia yang akan bertindak kepada orang-orang yang menghina/menghujat Dia……karena Dia adalah hakim yang adil yang akan menghakimi setiap manusia. Saya hanya percaya kepada Tuhan Yesus….
May 13, 2009 at 7:55 am
to Jher..
Yesus bukan Tuhan Jher…
Yesus bukan Nabi Isa..
insyaAllah, bukti2 itu akan ditunjukkan pd anda sehingga anda dapat membuka mata anda yg masih buta.
Allah adl Esa.
Allah hidup dan tidak akan mati disalib.
May 13, 2009 at 3:13 pm
waaahhhh serrruu yaaa…. kalo liat filem bokep kok bintang pornonya pada banyak pake kalung salib kenapa ya??? hebatnya paulus tukang coli bisa ngibulin banyak orang….
May 14, 2009 at 8:03 am
emang paulus tukang coli artinya apa george???
udah masuk Islam beneran toh????
May 15, 2009 at 2:42 pm
udah 15 tahun Sherly… Sudah barang tentu mereka mengingkari kebenaran, pengalamanku dalam jemaat gereja sangat2 tabu membicarakan dan menanyakan arti anak Allah ( dan i yakin mereka juga menyadarinya namun sudah terlanjur aktif dengan gereja), yang ada hanyalah begitulah adanya tanpa ada penjelasan logis akan hal ini… akupun kala itu berniat diam2 masuk islam setelah terpesona keindahan penjelasan Quran tentang Theology, bukan dengan paksaan siapapun bukan pula dengan pedang seperti yang mereka issuekan. Kristen tercipta atas dasar kepentingan politik luar negeri romawi kala itu. semoga saja mereka segera paham, sehingga bisa membenahi agamanya dan berharap ada revolusi kristen menuju KRISTEN yang Berketuhanan sejati yg berTuhankan Allah SWT.
May 18, 2009 at 4:44 am
WEH………………KIRA-KIRA ALLAH YANG DI SURGA AKAN MERASA BAGAIMANA PERASAANNYA MELIHAT SAUDARA-SAUDARA SEMUANYA BERDEBAT MENGATASNAMAKAN ALLAH?
May 20, 2009 at 12:30 pm
yah selamat deh George, kmu uda dpt hidayah ALLAH..
Alhamdulillah mata hati kmu uda terbuka. hahaha…
kmu percaya ga klo Yesus itu Nabi Isa??? ak c ga percaya. krna Yesus mati disalib, sedang Nabi Isa diangkt ke langit ke7. dan itu semua tertulis jelas dlm Al-Qur’an… Injil yg skr tu uda ga asli, isinya uda diganti ma org2 Romawi. makanya di Al-Qur’an ada surat Ar-Rum ato bangsa romawi. nah itu buat memperjelas gimana org2 romawi mengubah isinya..
kmu masuk Islam sjak umur berapa???
to WATI
Allah ada di ‘arsy wati. bukan di surga. tp WALLAHU’ALAM… qt smua ga berdebat, hnya membukakan mata hati manusia yg msh tertutup. toh qt kan uda dpt pahala…
June 25, 2009 at 1:29 am
Dear penulis artikel dan komentator,
Yesus memang bukan Allah karena Dia manusia, namun Dia bisa dipahami sebagai Allah dalam konteks ketaatan dan kesubordinatan (Islam). Ruh Yesus itu dari Allah, demikian pula ruh tiap manusia. Ruh Yesus itu taat dan subordinat secara sempurna pada Allah sehingga Allah ngomong A, Dia akan ngomong A, Allah bertindak A, Dia akan bertindak A. Karena ketaatan yang sempurna itu maka AllahNya sangat mengasihi Dia dan mempercayakan padanNya kuasa sebagaimana kuasa Dia (delegation of authority). Ruh manusia mayoritas tidak taat, lebih memilih mencari kesenangan2nya sendiri (makan, seks dlsb).
Dalam konteks penggambaran sifat Allah, Yesus menggambarkan sifat sejati Allah (True nature of God). Allah Maha Besar, ini semua orang juga tahu. Allah Pencipta segala yang ada, semua juga tahu.
Bagaimana dengan sikap Allah pada manusia berdosa ? Nah kalau yang ini, masing-masing nabi berbeda-beda pendapat.
Yesus menggambarkan Allah yang tidak berkehendak menghukum pendosa tapi malah hendak menyelamatkan mereka. Lihat contoh sikap Yesus pada perempuan yang tertangkap zinah (Yoh 8), lihat perumpamaan anak yang hilang. Coba bandingkan dengan ajaran Musa perihal sikap AllahNya dia/deskripsi Allah yang diajarkannya pada umatnya, atau ajaran Muhammad SAW pada umatNya tentang deskripsi sikap Allah SWT pada umatnya yang berdosa.
Yesus membawa kasih AllahNya pada pendosa, Yesus membawa pengampunan AllahNya pada manusia berdosa.
AllahNya Yesus itu dan Yesus sikapnya sudah pasti, yakni pasti menerima siapapun pendosa yang mau datang pada mereka. Tidak ada hukuman, tidak ada penghakiman, lihat sekali lagi perumpamaan anak yang hilang, lihat sikap sang bapak pada anaknya.
Manusia yang berdosa sudah binasa sendiri ketika melakukan dosa. Analoginya seperti orang yang menahan nafas, tanpa dihukumpun, orang yang menahan nafas sudah akan mati sendiri.
July 10, 2009 at 3:31 pm
Umat Islam selalu mengatakan bahwa Islamlah agama yang paling benar, agama yang paling sempurna, terus dikatakan lagi dalam setiap tindakan ada doanya, TAPI…….., kenapa selalu berdoa “TUNJUKKAN KAMI JALAN YANG LURUS” ? Kenapa hayo ?
Kalian sendiri belum lurus, mau ngajak orang lain ngikut jalan yang bengkok gitu? KENAPA BENGKOK ? karena masih suka membakar rumah ibadah orang yang berlainan kepercayaan, dll, lalu mengikuti teladan nabi yang suka kawin, jadi pertanyaan saya, sudahkah umat Islam menemukan jalan yang lurus itu ?
Kalau saya sebagai umat Kristen sudah menemukan jalan yang benar dalam diri Yesus, karena Yesus sendiri katakan, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup, tak ada manusia yang sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.” Suatu kepastian.
Kalau Islam belum pasti, karena masih tanya-tanya sama Tuhan, Tunjukkan kami jalan yang lurus !
July 10, 2009 at 7:28 pm
AGAMA TIDAK DIPERLUKAN LAGI APABILA MANUSIA SUDAH KETEMU DAN DAPAT BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN ALLAH.
INTROSPEKSI . .. . . . . …… …
July 11, 2009 at 1:42 pm
Bos2 jgn berdebat soal mana yg benar intix berbuat baik dan byk kasih kepada sesama.End tunguh sja penghakiman terakhir tuhan siapa yg benar dan Hidup. Ok
July 16, 2009 at 2:11 pm
karna tanpa Yesus tak sssseorang pun yang sampai kedalam kerajaam sorga…..spa tidak memiliki anak ia tidak memiliki Bapak…..
July 16, 2009 at 2:17 pm
saudaraku islam cobalah berdoa spkah Allah yang kalian sembah….ya setan pun percaya akan adanya satu Allah…tapi terkutuk lah aku oleh Allah yamg kalian sembah dan memelihara iman didalamnya karna tanpa Yesus muhammmat nabi yang kalian agung2 kan itu pun tak kan pernah pernah melihat kerajaan Allah tanpa YESUS KRISTUS.
July 16, 2009 at 2:20 pm
ASs…Alaikum
wah wah, sadar dunk…Tuhan ko pake SK segala ngaco banget ha ha…
law gitu tinggian yang bikin SK dunk dari pada yang diberi SK…kayak PNS aza, entar di legalisir dulu SKnya…
maap law berlebihan, yang q tw Yesus itu ya Manusia biasa kayak kita gini…hanya ia menjadi salah satu manusia pilihan Allah untuk menjadi Nabi…
semoga kita semua terbuka pikirannya…
Wass…Alaikum
July 16, 2009 at 11:12 pm
Memang ngaco, masa Tuhan pake SK.
‘SK’ itu kan keputusan manusia.
Tuhan dari awal alam semesta sih tetap Tuhan, bukan menjadi Tuhan ketika manusia memutuskannya.
Sebagai contoh :
Bumi berputar mengelilingi matahari.
Dari awalnya juga seperti itu, bukan setelah SK baru bumi mengelilingi matahari.
Pengertian ‘SK’ itu setelah manusia menyadari hal tersebut secara resmi.
July 17, 2009 at 12:52 pm
to Ronny
Ronny
kenapa selalu berdoa “TUNJUKKAN KAMI JALAN YANG LURUS” ? Kenapa hayo ?
—————
satu saja untuk membungkam mulut anda yang cuap -cuap yang keluar hanya omong kosong!
kenapa selalu berdo “tunjukan kami jalan yang lurus” ?
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai(Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Kristen). (Al fatihah 7)
Kami berdoa agar tidak terjerumus dalam lingkaran kesesatan yang tanpa ujung.
to yanto
yanto
Memang ngaco, masa Tuhan pake SK.
——————————–
Lebih ngaco lagi karena tuhan dibuat oleh manusia pada Konsili di Efesius Juni 431 M (400 tahun setelah Yesus wafat) yang disponsori oleh Kaisar Romawi, Theodosius II, dan untuk ketuhanan roh kudus pada tahun 451 M.
July 18, 2009 at 6:32 am
To Hendra :
Apakah manusia yang membuat bumi berputar mengelilingi matahari?
Manusia sadar atau tidak, mengakui atau tidak, tetap bumi yang mengelilingi matahari.
Demikian juga Tuhan Yesus Kristus.
Diakui atau tidak oleh manusia, Ia tetap Tuhan, karena Roh Nya adalah Roh Allah.
Orang Atheis mengatakan bahwa Allah diciptakan oleh manusia yang putus asa dan ‘dibuatkan SK’ melalui kitab suci-kitab suci dari berbagai agama.
Apakah anda juga berpendapat bahwa Allah diciptakan ?
July 18, 2009 at 1:29 pm
Bener si Ronny,
Orang Islam, berdoa selalu gitu, ucapannya terus-menerus sama, “tunjukkan kami jalan yang lurus,” karena mereka berputar-putar di lingkaran kesesatan yang tanpa ujung. Hendra sendiri udah ngaku.
Masa dari jaman baheula, kuda gigit besi, masih aja berdoanya, “tunjukkan kami jalan yang lurus”
Rupanya belum ketemu jalan itu. Belum ketemu khan?
Tapi kalau baca komentar orang Kristen, mereka sudah menemukan jalannya, jadi nggak nanya-nanya. kalau saya dengar, mereka berdoa secara pasti, Bapa kami yang di surga, pasti, sudah pasti, yuakin banget lalu diakhiri dalam nama Yesus Juru Selamat. Amin. Mereka berdoa nggak pake nanya jalan lagi. Jalan ke surga itu bagi orang Kristen pasti Yesus.
Oh..ya, katanya muhammad menganjurkan kepada pengikutnya untuk selalu mendoakannya agar dapat diridloi oleh Allah. Lha… kalau nabinya saja pernyataannya seperti ini, bagaimana bisa yakin pengikutnya selamat ke Surga ? Pantesan aja doanya selalu “tunjukkan kami jalan yang lurus”
ya… udah, nanya terus aja, teriak-teriak yang keras.
July 18, 2009 at 2:07 pm
To Yanto
Apakah manusia yang membuat bumi berputar mengelilingi matahari?
Manusia sadar atau tidak, mengakui atau tidak, tetap bumi yang mengelilingi matahari.
———————————–
Anda tidak usah ber cuap – cuap menganalisa tentang tata surya, karena sudah dipastikan Alkitab anda salah dalam hal ini.
Yanto
Demikian juga Tuhan Yesus Kristus.
Diakui atau tidak oleh manusia, Ia tetap Tuhan, karena Roh Nya adalah Roh Allah.
——————————
Itu klaim anda aja, banyak kata roh Allah yang anda tidak bisa artikan secara harfiah bahwa itu juga roh Allah,
Bilangan 24
24:2 Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
II Tawarikh 15
15:1. Azarya bin Oded dihinggapi Roh Allah.
I Korintus 3
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
Roh Allah bukanlah Allah itu sendiri, bahwa semua tindak tanduk dari manusia itu sesuai dengan printah Allah, Terlepas dari itu semua Yesus tercipta dari
Kalimat Allah yang bisa dikatakan bahwa itu adalah Roh Allah, Karena berasal dari Allah (Allah yang meniupnya) bukan berarti Allah itu sendiri.
Yanto
Orang Atheis mengatakan bahwa Allah diciptakan oleh manusia yang putus asa dan ‘dibuatkan SK’ melalui kitab suci-kitab suci dari berbagai agama.
Apakah anda juga berpendapat bahwa Allah diciptakan ?
————————-
Saya bukan ateis.
to changchuet
Orang Islam, berdoa selalu gitu, ucapannya terus-menerus sama, “tunjukkan kami jalan yang lurus,” karena mereka berputar-putar di lingkaran kesesatan yang
tanpa ujung. Hendra sendiri udah ngaku.
Masa dari jaman baheula, kuda gigit besi, masih aja berdoanya, “tunjukkan kami jalan yang lurus”
Rupanya belum ketemu jalan itu. Belum ketemu khan?
————————–
Kamu ini cuap – cuap, tapi ga baca apa yang saya tulis, menurut terjemahan Alfatihah ayat ke 7
disebutkan bukan jalan orang – orang yang dimurkai, dan bukan jalan orang – orang yang sesat !
1. Jalan orang – orang yang dimurkai (Yahudi)
2. Jalan Orang – orang yang sesat (Kristen)
Anda bisa membaca tidak ? Maka dari itu kami meminta jalan yang lurus, bukan jalan Kalian! Yang perlu anda ketahui yesus adalah salah satu nabi besar yang kami imani, tidak sah keimanan orang islam jika tidak mempercayai yesus sebagai nabi.
Kami tidak seperti anda dan orang yahudi, menghendaki yesus mati ditiang salib! anda dan orang2 yang menyalibkan yesus sama2 biadab, menghendaki kematian yesus, hanya saja motivnya lain, yahudi benci dengan yesus, anda kira yesus menebus darah anda! padahal semuanya salah! yesus tidak mati dan yesus tidak menebus darah anda.
October 4, 2009 at 4:50 pm
seruuuuuu………………..
October 5, 2009 at 4:35 am
To : Anymous / changchuet / Ronny
Coba buktiin kalo pada saat anda berdoa dg menggunakan 3 oknum Tuhan yaitu : Bapa, Putra dan Roh Kudus, bisa gak mereka dibolak-balik???? Misalnya dari Putra dulu atau dari Roh Kudus dulu ??? Kalo emang bisa, boleh dilanjut diskusi tentang penyelamatan Yesus melalui darah-Nya yang sering kalian agung2 kan itu. Kalo benar juga anda meyakini Iman kepada Kristus bisa menyelamatkan, maka perhatikan Iman pada Bible berikut ini :
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20).
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya (beriman, ed.): mereka akan mengusir setan-setan demi namaku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya di atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:17-18).
Dengan kondisi di atas, siapa yang saat ini di antara kalian yg bisa melakukan semua hal tersebut di atas.
Terima kasih.
October 6, 2009 at 2:12 am
to all kristiani
kami umat islam meminta selalu setiap hari supaya Allah menunjukkan kami jalan yang lurus,karena setiap manusia tentulah dapat lupa dan melenceng dari jalanNya,oleh karena itu kami terus berdoa agar kasih sayang Allah tetap bersama kami agar kami tetap menempuh jalanNYA yaitu kebenaran
jika kalian sudah puas dengan diri kalian wahai umat kristen bahwa kalian sudah bisa menjamin 100 persen diri kalian itu bersih takkan berbuat dosa dan selalu berada dalam jalanNYa tak akan melenceng sedikitpun,itu urusan kalian.
yang pasti kami itu disuruh Allah untuk berdoa seperti itu karena Allah sendirilah yang mengajarkan kami melalui firmanNYa untuk berdoa seperti itu.dan kami sadar sebagai manusia haruslah selalu berdoa,memohon agar tuhan selalu memasukkan kami kepada jalanNYA bukan jalan yang Dia murkai maupun jalan yang sesat.
October 6, 2009 at 2:25 am
orang kristen tidak akan sampai akalnya dan hatinya untuk memahami kebesaran dan kesucian dan keesaan Tuhan Allah,mereka cuma sampai akalnya kalo tuhan Allah itu harus keliatan,harus menitis berbentuk manusia hidup.dan tuhan itu harus lebih dari satu.ada bapak,anak,dan roh kudus???bahwa tuhan anakan itu berjenggot berambut pirang,kaya orang bule.padahal siapa tahu yesus itu berkulit hitam,rambut hitam kaya orang negro….seenaknya menggambarkan yesus berdasar imajinasi.
orang kristen takut jika tuhan itu menyuruh ibadah,berdoa supaya dosa kita diampuni,mereka pengennya tuhan itu menebus dosa sehingga mereka bebas berbuat apa saja.mereka ingin tuhan itu sesuai dengan kepentingan duniawi mereka.lebih aneh lagi untuk membiarkan mereka lepas dari dosa maka sudah seharusnya tuhan mereka harus dibunuh dulu….?????YA ALLAH!!!!
cape deh…
October 7, 2009 at 6:06 am
“Tunjukilah kami jalan yang lurus”
Ini adalah ayat ke -6 dari surat Al-Fatihah.
Banyak sodara kita Non Muslim, hanya mendapatkan sebagian terjemahan dari surat Al-Fatihah ini, baik disengaja ataupun tidak disengaja.
Tapi setidaknya perlu disyukuri karena mereka sudah membaca dan mengakui keberadaannya.
Agar lebih jelas, coba saya sampaikan secara lengkap
Terjemahan Surat Al Fatihah;
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
4. Yang menguasai hari pembalasan
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan).
Dalam hal ini, dengan ringkas dan jelas sodaraku Hendra menjelaskan bahwa;
1. Jalan orang – orang yang dimurkai (Yahudi)
2. Jalan Orang – orang yang sesat (Kristen)
Semoga hal ini dapat memberikan sedikit pencerahan kepada saudara saudaraku non Muslim dan semoga pula Hidayah akan segera menyertai sodara sodaraku sekalian.
Salam
October 7, 2009 at 11:52 pm
Kristen mengira dengan logikanya bahwa jika meminta jalan yang lurus, maka jalan kita belum lurus, memang sederhana . ^_^
Umat Islam Diajarkan Filsafah Doa yang terangkum dalam Surat Al-Fatihah yang harus dibaca pada tiap-tiap shalat, ini menunjukan Bahwa Allah Maha Segalanya dan kita ini hanyalah sebatas Makhluk, dikatakan didalam Alkitab manusia itu hanya Belatung!, Yang Bergantung semuanya Kepada Allah, Melepaskan Sifat Sombong dan Keangkuhan kita dihapadan Allah, yang utama yaitu diberi ampunan dan PetunjukNya.
Sewaktu Yesus Akan ditangkap oleh orang2x yahudi, Yesus berdoa :
“Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari BapaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukuehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”[Matius 26: 38-39]
Lihatlah seorang Rasul dan Nabi Besar saja merendahkan diri dengan tidak sombong dan berdoa kepada Allah Bapa, bagaimana dengan kita ini yang belatung ?
Logikanya : Jika seseorang meminta dan berdoa kepada Tuhan maka dia bukan Tuhan. Sederhana.
Salam
October 10, 2009 at 11:41 am
Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :
1. Yesus menyatakan dirinya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama)
2. Yesus menyatakan sebagai mesias
3. Yesus menerima penyembahan
4. Otoritas perkataan-perkataan Yesus
5. Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
Yesus menyatakan diri sebagai Jehovah
Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata ‘tuhan’ dengan huruf besar semua).
Misal dalam Keluaran 6: 2-3,
‘Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.’
Orang Yahudi menganggap nama Jehovah (TUHAN) begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain itu adalah berhala atau tuhan yang palsu. Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.
Yesaya menulis,
‘Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.”‘(Yesaya 44:6).
‘Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. ‘(Yesaya 42:8).
‘Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain’. (Yesaya 48:11).
TUHAN(Jehovah) tidak akan membagikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Yang menarik adalah perkataan-perkataan Yesus dan tindakan-tindakan-Nya membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu menuduh Yesus menghujat(menyamakan diri-Nya dengan TUHAN).
Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:
* Yesus mengatakan, ‘ Akulah gembala yang baik’(Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, ‘TUHAN adalah gembalaku’(Mazmur 23:1).
* Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).
* Yesus mengatakan, ‘Akulah terang dunia’ (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ”TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu” (Yesaya 60:19).
* Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Yohanes 17:5)
* Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).
Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58,
‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada’ (Yohanes 8:58). Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini . Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan sama dengan Tuhan. Ini menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus.
Dalam beberapa peristiwa Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan dengan cara yang lain misal dalam memberikan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan.
Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa:
‘Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa’.
Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja.
‘Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.’ (Yohanes 5:21)
‘Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.’ (Yohanes 5:25)
Yesus mengatakan bahwa ’supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa’ (Yohanes 5:23). Dalam kategori yang sama Yesus mendorong murid-murid-Nya, ‘percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku’ (Yohanes 14:1). Yesus tanpa meninggalkan keraguan, menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah.
Pernyataan Yesus sebagai mesias yang dijanjikan
Perjanjian Lama memberikan janji kedatangan mesias. Mesias berarti yang diurapi, seseorang yang diurapi Tuhan untuk melakukan penggenapan rencana keselamatan bagi umat manusia. Perjanjian Lama memberikan gambaran keilahian mesias. Ketika Yesus menyatakan bahwa Dia menggenapkan nubuat tentang mesias, secara langsung menyatakan keilahian-Nya.
Sebagai contoh Yesaya berbicara mengenai Mesias
‘Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.’ (Yesaya 9:5)
‘Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!”‘ (Yesaya 40:9)
Dalam Daniel 7:13-14 dikatakan,
‘Dalam penglihatanku pada malam itu, kulihat sesuatu yang seperti manusia. Ia datang dengan dikelilingi awan lalu pergi kepada Dia yang hidup kekal dan diperkenalkan kepadanya.
Ia diberi kehormatan dan kekuasaan sebagai raja, sehingga orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya akan bertahan selama-lamanya, pemerintahannya tidak akan digulingkan’.
Ayat ini yang dikutip Yesus ketika imam besar menanyakan apakah Dia mesias.
‘Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”
Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” ‘(Markus 14:61-62).
Ketika Perjanjian Lama berbicara mengenai mesias, Perjanjian Lama juga berbicara mengenai keilahiannya. Ketika Yesus menyatakan Dia adalah kegenapan Perjanjian Lama mengenai mesias (Lukas 24:27,44; Matius 26:54), Yesus mengkaitkan diri-Nya sebagai Mesias yang menggenapkan apa yang telah tertulis di dalam Perjanjian Lama. Ini sekaligus menegaskan keilahian-Nya.
Yesus menerima penyembahan
Perjanjian Lama melarang penyembahan kepeda siapapun kecuali kepada Tuhan (Keluaran 20:1-5; Ulangan 5:7-9). Yesus tercatat menerima penyembahan paling sedikit sembilan kali:
1. Sebelum disembuhkan, seorang sakit kusta menyembah Dia (Matius 8:2).
2. Sebelum anaknya dibangkitkan Yesus, seorang kepala rumah ibadat menyembah Dia (Matius 9:18).
3. Setelah Yesus melakukan mujizat berjalan di atas air, orang-orang yang berada di dalam perahu menyembah Dia (Matius 14:33).
4. Sebelum anaknya yang kerasukan setan disembuhkan, seorang perempuan Kanaan menyembah Dia (Matius 15:25)
5. Sebelum seorang kerasukan setan disembuhkan, ia menyembah Yesus (Markus 5:6).
6. Seorang buta yang telah disembuhkan menyembah Yesus (Yohanes 9:38)
7. Anak-anak Zebedeus dan ibu mereka menyembah Yesus (Matius 20:20)
8. Setelah kebangkitan-Nya, murid-murid menyembah Dia (Matius 28:9)
9. Sebelum memberikan perintah untuk mengabarkan Injil, murid-murid menyembah Dia (Matius 28:17)
Yesus tidak menolak penyembahan, dengan demikian Yesus tidak menolak orang-orang memperlakukan Dia sebagai Tuhan, ini menyatakan keilahian-Nya.
Otoritas perkataan-perkataan Yesus
Yesus memperlakukan perkataan-perkataan-Nya sejajar dengan perkataan-perkataan Tuhan yang mempunyai otoritas.
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28: 18-20).
Tuhan telah memberikan 10 Perintah Allah kepada Musa, tetapi Yesus menambahkan,’Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi.’ (Yohanes 13:34) .
Yesus memperlakukan perkataan-perkataan-Nya sebagai perkataan yang kekal,’ Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu’ (Matius 24:35).
Berbicara kepada yang menolak Dia, Yesus berkata,’Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman’. (Yohanes 12:48).
Yesus mengakui mempunyai segala kuasa di sorga dan di bumi, Yesus memperlakukan perkataan-Nya sejajar dengan Firman Tuhan, perkataan-Nya kekal, perkataan-Nya akan menjadikan hakim. Siapakah yang berani melakukan hal ini kecuali Tuhan sendiri? Jelas-jelas Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan.
Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
Yesus tidak hanya memerintahkan supaya manusia percaya kepada Dia (Yohanes 14:1) dan taat pada perintah-Nya (Yohanes 14:15), tetapi juga berdoa di dalam nama Yesus.
‘Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.’ (Yohanes 14:13).
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.’ (Yohanes 14:14).
‘Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.’ (Yohanes 15:7)
Yesus juga menegaskan, ‘Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’ (Yohanes 14:6).
Manusia manakah yang bisa dan berani menyatakan diri menjadi pengantara manusia dengan Tuhan? Hanya Yesus yang bisa dan berani menyatakan, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
October 10, 2009 at 1:49 pm
@ Darto
Wah Mas Darto, Lama tidak berdiskusi dengan saya, baru muncul langsung menyerang dan menghujat Nabi Kami di Treahd Ayat2x Yang Ragu2x, Sip.. Bener2x ciri kristen sejati. ^_^
Anda Memberikan Beberapa Point untuk kami bahwa Yesus menghendaki keilahiannya ? Tentunya dengan Sedikit memperkosa Ayat2x anda sendiri.
Ok, Mas Darto Kita bahas satu2x,
1. Yesus menyatakan dirinya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama)
salah satu dari 5 Buku perjanjian Lama yang anda comot dan perkosa maknaya itu yaitu Keluaran, Bukankah buku itu milik Musa ? Bagaimana Yesus ada disana ? Ya anda memplintir ayat alkitab anda demi nubuat tuhan Yesus, sungguh ciri kristen sejati. Lihat Lanjutan Yohanes 10:11 yang anda comot :
Yohanes:
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
10:15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
Sudah Jelas Bahwa ayat yang anda comot dan perkosa itu menjelaskan tentang Umat Israel yang di majaskan oleh Yesus dengan kata “Domba”, Yesus mengatakan :
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Kita tahu bahwa yesus selalu menggunakan bahasa Majas untuk menjelaskan kepada kaumnya, bahwa yesus mau mengorbankan apa saja demi misi sucinya yaitu mensucikan bani israel, Yesus juga mengatakan :
Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
Bahwa tugas dan misi suci itu dari Bapanya [Allah] bukan dirinya sendiri, anda juga tahu bahwa yesus tidak berkata dari dirinya sendiri, tetapi dari Allah.
Darto:
Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31)
———————————
Didalam Yoh 5:27 Tidak ditakatan Segala Bangsa, anda Memperkosa ayat anda lagi.
Didalam Matius 25:31, mari kita baca ayatnya :
“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Anak Manusia, Bukan Anak Allah, ataupun Allah.
Darto:
Yesus mengatakan, ‘Akulah terang dunia’ (Yohanes 8:12),
———————–
Ini adalah saat dimana setelah yesus tidak menghakimi wanita yang dituduh berzina oleh orang2x yahudi, dan yesus disuruh merajamnya, ternyata yesus tidak merajamnya, lalu yesus berkata kepada orang2x farisi di sekitarnya melalui cerita yoh 8:12 :
8:12. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
8:13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.”
8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun,
8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”
Orang2x farisi mengatakan bahwa kesaksian yesus sebagai “terang dunia’ artinya sebagai Nabi dan Rosul yang membawa Bendera kebenaran tidaklah Sah karena yesus bersaksi tanpa ada persaksian dari orang lain, tetapi yesus mengatakan
sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
Anda tau siapa yang mengutus dia darto? Allah lah yang mentus yesus, anda tau apa arti utusan ? Rosul adalah Utusan. dipertegas oleh yesus dalam akhir dialognya :
Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”
Anda salah dalam menyikapi Alkitab anda sendiri, Yang mengutus adalah Allah yang diutus adalah Yesus, bukan seperti klaim anda bahwa yesus mengaku menjadi Tuhan. anda berdusta.
Darto:
Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya
——————————–
Tuhan tidak pernah berdoa kepada yang lainnya. Setiap yang berdoa, maka dia bukan Tuhan.
Mengenai (Wahyu 1:17) Ternyata Darto salah membacanya, Disebutkan ayat2x sebelumnya bahwa Yohanes menceritakan Yesus Kristus, dan pada wahyu 1:17 itu adalah perkataan Allah, bukan perkataan yesus, lalu darto mengatakan bahwa perkataan Allah itu adalah perkataan Yesus. Darto salah membaca kitabnya. mungkin anda belum dibimbing roh kudus darto. berdoa lebih giat lagi.
Mengenai (Yohanes 8:58). tidak hanya Yesus yang dijadikan sebelum Abraham, Nabi2x seperti elia juga lebih ajaib daripada yesus. Klaim dan pemerkosaan ayat anda ini tidak relevan darto.
Mengenai Pengampunan Dosa oleh Yesus,
‘Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa’.
Pertama ini membuktikan kisah Salib untuk menebus dosa manusia adalah bualan dan hanya omong kosong, karena tidak perlu disalibpun dosa sudah bisa diampuni, tetapi orang2x seperti anda tidak puas jika yesus tidak mati. Ingat. Yesus juga pernah berkata bahwa “Telah diberikan Kuasa di sorga kepada ku” siapa yang memberikan ?
dan yesus juga pernah berkata, “Aku tidak dapat berbuat apa2x terhadap diriku sendiri” Aku berbuat menurut kehendak Bapaku.
Sekali lagi ini tidak membuktikan Yesus sebagai Tuhan. darto masih tetap memperkosa ayat2xnya.
Darto:
‘Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”
Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” ‘(Markus 14:61-62).
——————————————-
Apakah Mesias itu tuhan darto??
…kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa …
Anak manusia akan duduk di sebelah kanan yang mahakuasa ? Siapa anak manusia ? siapa yang maha kuasa ?
darto:
Yesus menerima penyembahan
—————————–
Di Kraton Yogya juga menerima penyembahan, apakah yang di sembah itu tuhan ? atau sebagai tanda penghormatan ?
Kata “pemujaan” dalam Markus 5: 6 dan di banyak tempat lainnya berarti menyembah, memuja secara berlebihan, patuh. Bandingkan ayat yang sama dengan Lukas 8:28 dimana kata “pemujaan” dinyatakan dengan “tersungkur di hadapan-Nya.”
Darto:
Manusia manakah yang bisa dan berani menyatakan diri menjadi pengantara manusia dengan Tuhan? Hanya Yesus yang bisa dan berani menyatakan, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
———————————————-
Jika anda mengatakan bahwa Yesus adalah penjelmaan dari tuhan, ini tidak lebih dari kepercayaan kuno kaum pagan yang di pelopori oleh paulus.
Tidak ada pernyataan yang jelas bahwa Yesus pernah berkata bahwa dia adalah Tuhan maka sembahlah aku, yesus tidak pernah berkata seperti itu, anda menfitnahnya dan anda memperkosa ayat2x anda dengan keji untuk menginjak2x misi yesus yang sebenarnya.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus [Yesus Kristus]
October 10, 2009 at 2:55 pm
BAGIKU AGAMAKU, BAGIMU AGAMAMU
October 18, 2009 at 2:57 am
saya seorang katholik,saya memang tidak prnah di ajar Tuhan Yesus secara langsung .tapi Dia begitu berharga bagi saya krena mngajari hidup secara langsung mski berat dan menyakitkn . Dia lah kekuatan dlm hidupku ..
dan aku percaya pda hari yang akan tiba nanti aku,keluargaku dan semua orang yang percaya padaNya akan selamat .. Jesus is one way ..
October 18, 2009 at 3:11 am
@ Francisca Devi
Terima Kasih Telah Mampir,
Sayapun Mencintai Yesus, anda tidak bisa membayangkan bagaimana kami umat muslim sangat mencintai Yesus, Kami semua Mencintai Nabi2x kami..
Anda Jesus is One way.. Memang, tetapi sayangnya anda tidak memahami Perkataannya..
Howbeit when he, the Spirit of truth, is come, he will guide you into all truth: for he shall not speak of himself; but whatsoever he shall hear, that shall he speak: and he will shew you things to come. [Yoh
16:13 ]
Salam.
October 18, 2009 at 3:42 am
To ; Darto
Cuma segt doang jawabannya, buset berarti udah kehabisan kata2 ya…… Makanya jadi orang itu intelijen dikit …….. mau debat, punya dalil yang kuat terus diskusi disini… Kalo udah ada sinyalemen kehabisan ide mulai nyerang sisi Islam dari berbagai sisi hahahahaha, ciri2 Kristen Sejati bener tuh kata sadara Hendra.
To : Fransisca Devi
Sayangnya agama yang anda anut adalah agama pemberian orang tua, bukan melalui penggalian agama secara lebih mendalam, tapi its ok, anda lebih sopan dibandingkan saudara Minke yang nyerang gak ada juntrungannya hehehehe. By the way, Moeslem love Jesus as a Prophet not as a GOD or SON OF GOD. Sorry
October 22, 2009 at 3:41 am
kog ada bayi lahir udah punya dosa???
knapa nabi adam dan siti hawa yang harusnya kita hormati malah dituduh mewariskan dosa???
knapa tuhan sejahad itu,, sampai2 dosa diwariskan??
lalu ayat apa, dan brapa dalam injil yang berfirman bahwa yesus mengaku tuhan??? jika tuhan itu 1 dan tuhan itu 3.. adakah penjelasan yang bisa di terima akal tanpa ada tanya??? kenapa saat akan di salib yesus minta tolong pada ely (tuhan)?? katanya dy rela di salip demi pengampunan dosa manusia???? aq pengen tau siapa bapaknya yesus menurut injil????
October 22, 2009 at 3:56 am
To wonk :
Wuih semangat betul anda, tapi ok juga tanggapannya. Salam kenal dari saya dan bro Hendra ( si pengasuh blog ini ).
Wassalam
October 22, 2009 at 4:03 am
al kaafiruun…
October 22, 2009 at 4:04 am
ok boz.. salam kenal juga..
October 22, 2009 at 4:46 am
Siapa tuh yang di maksud al kafirun di atas ?
^_^
October 23, 2009 at 7:13 am
hehe…artikan sendiri bozz…. ^^
October 23, 2009 at 7:36 am
oow iy.. pengen tau.. konsep pengakuan dosa tu ya’apa??
terimah kasih…
October 23, 2009 at 9:13 am
Menurut versi apa ya ? Islam atau Kristen
Saran saya tanya aja dengan para Pendeta dan Pastur, mungkin dia bisa menjawabnya kali…. masalahnya dijelasin juga nanti takutnya gak ngerti ^_^
Wassalam
October 26, 2009 at 3:02 am
okeh boz… trims… ^^
October 28, 2009 at 11:41 am
Orang Muslim pusing amat dengan Imannya Orang Kristen, ya…urus diri sendiri gitu…lebih baik, biar ada damai sejahtera didunia ini dan dihatimu…
October 28, 2009 at 1:34 pm
@ Bonar
Thanks Udah mampir, silahkan baca Page Tentang Saya, anda akan mengetahui alasan saya menyusun blog ini.
Terima Kasih
November 9, 2009 at 3:56 am
saya harap setiap orang saling menghargai agama orang lain
setiap orang punya pilihan
setiap orang mampu menentukan apa yang terbaik untuk hidupnya
kita diharapkan untuk percaya pada YESUS
JESUS IS MY LOVE
November 9, 2009 at 6:01 am
TO : Anonymous
Trima kasih atas sarannya, cuma sekali lagi mohon maaf, bahwasanya kami juga sangat mencintai Yesus, tapi bukan sebagai seorang Tuhan; atau Anak Tuhan, tetapi sebagai orang Pilihan yang diutus Tuhan dengan berbekal mukjizat dan hal2 yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa.
Anda juga benar bahwa setiap orang itu punya pilihan, dan semoga pilihan anda tidak didapat dari doktrin yang mengakar kuat apalagi doktrin itu membenci suatu agama tertentu,
Trims
November 9, 2009 at 11:40 am
iman tak dapat dipaksakan.seseorang akan menerima kebenaran hanya jika hatinya disinari oleh cahaya hidayah yang datangnya dari Allah untuk menerima islam.tugas kita mengabarkan dan memperkenalkan agama ini kepada seluruh manusia.dan hanya dari hidayah Allah yang membuatnya menerima islam.
November 9, 2009 at 2:59 pm
Hal senada dengan ryan.
Saya memberitakan kabar sukacita, pengampunan dosa dalam Tuhan Yesus Kristus.
Kalau ada orang yang tidak bisa diterima, pasti karena Tuhan tidak mau memberikan penebusan untuk orang tersebut.
November 9, 2009 at 3:28 pm
To Anonymous
Saya memberitakan kabar sukacita, pengampunan dosa dalam Tuhan Yesus Kristus.
————————————
Saya:
Jika kabar itu datangnya dari Yesus saya tidak akan segan – segan untuk mengimaninya, Seperti ucapan Yesus, Sembahlah Tuhan, Allahmu!
tetapi nampaknya anda salah kaprah dengan kabar yang dibawa yesus sehingga kabar itu menjadi distorsi, lalu anda ikut membawakan kabar yang sudah distorsi tersebut.
Any:
Kalau ada orang yang tidak bisa diterima, pasti karena Tuhan tidak mau memberikan penebusan untuk orang tersebut.
—————————–
Saya:
Bisa diterima dan tidak bisa diterima itu masalah lain, sesuatu yang tidak bisa diterima mempunyai alasan yang kuat, kami punya alasan kenapa kami tidak bisa menerima kabar anda tentang penebusan [Penebusan Dosa Oleh Yesus]! yang pertama jelas Karena Yesus tidak mengajarkannya. Jika pembawa kabar saja tidak mengajarkan Penebusan, bagaimana saya akan mengikutinya ?
Anda bisa lihat treahd diatas, bagaimana mekanisme pengangkatan Yesus sebagai tuhan, dan juga banyak artikel disini yang bisa anda kritisi tentang ketuhanan yesus. Bukan main engkel2xlan tanpa argumentasi.
Salam
November 10, 2009 at 11:09 pm
Jika anda tidak dapat menerima kabar sukacita tersebut, artinya anda tidak dipilih.
Kalau anda mau selamat, silahkan melakukan hukum yang diperintahkan Allah dengan sempurna. Karena Allah adalah sempurna dan Allah tidak akan mengijinkan sedikitpun dosa yang lolos dari hukuman kekal.
Kalau tidak bisa, itulah nasib anda.
November 10, 2009 at 11:51 pm
To Anonymous
Anonymous
Kalau anda mau selamat, silahkan melakukan hukum yang diperintahkan Allah dengan sempurna. Karena Allah adalah sempurna dan Allah tidak akan mengijinkan sedikitpun dosa yang lolos dari hukuman kekal.
Kalau tidak bisa, itulah nasib anda.
—————————–
Saya:
Anda jangan berkesimpulan bahwa kami tidak akan sanggup untuk melakukan semua tugas / syariat dari Allah, semua itu sudah ditentukan sebatas kemampuan manusiannya :
“Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” (QS. al-Mu`minuun: 62)
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-A’raaf: 42)
Anda orang – orang kristen berfikir bahwa semua amal perbuatan kita umat muslim adalah sia-sia karena kami tidak mempercayai Yesus kristus sebagai tuhan, kami tidak mempunyai keselamatan, sedangkan anda semua mengklaim diri anda mempunyai jaminan karena anda mengatakan telah percaya kepada penebusan yesus, padahal semua itu angan-angan kosong dan janji semu lagi bias.
Ingat, kami tidak berfikiran picik seperti itu, semua amal perbuatan baik walaupun sekecil apapun akan menerima pembalasannya dan amal buruk walaupun sekecil apapun akan menerima pembalasannya.
”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat [balasan] nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat [balasan]nya pula. [QS. Al Zalzala ayat 7-8]
Semoga anda bisa mengerti sistem yang adil didalam islam ini, agar diskusi anda dengan saya lebih baik dan fair.
Salam
November 11, 2009 at 12:44 am
Kalau anda merasa sanggup, artinya anda tidak perlu penebusan, karena anda merasa layak untuk masuk surga.
Allah memang adil. Amal baik, amal buruk, pasti akan dibalaskan.
Anda merasa, amal baik anda melayakkan anda untuk masuk surga?
Jika dikatakan adil, jika anda masih diberi nafas sampai hari ini, amal ibadah anda yang seumur idup juga tidak dapat ‘membayar’ kasih Allah yang memberikan nafas kepada anda sampai sekarang tersebut.
Contoh lain. Anda tidak dapat ‘membayar’ kasih ibu anda yang telah mengandung dan melahirkan anda dengan memberikan semua uang yang anda miliki.
Anda tidak dapat membandingkannya.
Demikian juga Kasih Allah.
Anda tidak layak untuk menuntut apapun dari Allah berdasarkan ‘perbuatan baik’ anda.
November 11, 2009 at 3:24 am
Benar yang anda katakan itu bung any, kami tidak memerlukan penebusan dalam bentuk apapun juga, karena kami meyakini Tuhan yang Maha Adil dengan segala Sifat-Nya yang mulia.
Contoh kecil saja, apakah anda sudah bekerja ? Pada awal bulan, anda akan mendapatkan upah / gaji atas jasa yang anda lakukan dalam suatu perusahaan kan ? Apabila tidak masuk sehari, mungkin hilang uang makannya sehari……Bila sistem tersebut sudah dapat berjalan dan dapat dipatuhi oleh setiap karyawannya, mengapa harus ada sistem yang lain yang memberlakukan anda istimewa ??? Misalnya bila anda sakit flu atau demam, apakah karena rasa kasihan “Bos” anda lalu anda tetap mendapatkan hak uang makan anda ? Prestasi anda dibayar “lunas” dengan tunjangan dan insentif, Anda sakit dan rawat inap pun, pimpinan dan manajemen perusahaan tidak bisa menanggung semua biaya tersebut karena “kasihan…..”
Lalu kenapa anda mempertanyakan sistem keadilan Tuhan di dalam agama Islam kepada kami ? Dan memaksakan statement anda bahwa kami tidak layak menuntut apapun karena perbuatan baik ?
Di dalam agama Islam, semua hisab dihitung dengan jelas, walaupun sebesar zahrah. Dan bagi kami, ini sudah janji Allah SWT kepada kami yang sangat ADIL.
[QS. Al Zalzala ayat 7-8]
November 11, 2009 at 12:19 pm
To Mas Dany
Terima Kasih mas Dany atas penjelasannya, si om Anony ini mirip sekali dengan Yanto, yang ngeyel tentang dipilih dan tidak dipilih dalam konteks “Penebusan Oleh Yesus”, meskipun jelas konsep tersebut di ciptakan oleh paulus, bukan oleh Yesus apalagi oleh Tuhan Allah.
Namun kita hanya bisa berusaha menyampaikan apa yang mesti kita sampaikan, masalah beriman atau tidak itu urusan Allah, dan kita juga menyampaikan bahwasanya dengan berbuat baik akan menambah karunia Allah kepada kita.
To Anony
Saya sadar betul mengenai “amal perbuatan” atau “Muamalah” atau “syariat” atau apapun namanya, suatu ketentuan yang diberikan oleh Allah kepada kita pastinya tidak akan sia – sia. didalamnya terdapat suatu hikmah besar, dan dialamnya terdapan pengampunan oleh Allah.
Saya tekankan sekali lagi, Kita sama2x menghendaki pengampunan dari Tuhan, yang jadi persoalan fundamental anda dengan saya adalah, siapa yang anda maksud dengan Tuhan dan dengan cara bagaimana Tuhan mengampuni anda dan saya. didalam iman kita tentunya berbeda, anda harus mengakui bahwa Yesus adalah tuhan, mati ditiang salib lalu dengan cara itulah dosa anda akan di tebus.
Didalam islam tidak ditemui konsep seperti itu, jelas pengampunan dosa didalam konsep islam dapat dilakukan dengan Taubatan Nasuha. Tobat dengan benar2x taubat. anda bisa mencari referensi tentang Taubatan Nasuha.
Mengenai Iman anda tentang penebusan dosa oleh Yesus kristus, apakah Yesus pernah menyampaikannya bahwa dia adalah Penebus semua dosa manusia ?
atau semua penebusan yang anda bicarakan ini tertuang dalam surat – surat paulus ?
tolong dijawab dulu.
Salam
November 11, 2009 at 12:32 pm
To anonymous
Pernyataan anda yang menginjak2x iman kami dengan menanyakan, apakah dengan amal perbuatan kalian [umat muslim] mendapatkan jaminan Masuk Surga ??
Ini adalah jenis pertanyaan yang telah menginjak2x sabda yesus sendiri,
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19)
Semua hukum yang ada, adalah tidak berarti bagi anda karena anda “merasa” sudah tidak lagi berada dibawah hukum! karena anda berfikiran hukum itu telah lenyap dengan disalibnya yesus! Hal ini jelas karena doktrin paulus,
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16)
Hanya dalam Iman kepada Yesus Kristus, anda akan masuk sorga ? Paulus mengatakan Hanya dengan iman anda bisa masuk sorga! Bukankan ini yang anda gembar – gemborkan kepada saya ??
Yakobus
2:14 “ Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati”
Apa yang akan anda perbuat ?? Semua Hukum taurat tidak dibenarkan untuk anda lakukan!
Salam
November 11, 2009 at 1:39 pm
Dengan apakah manusia mengagungkan manusia?
Dia mengasihi seluruh umat manusia. Kedatangan Isa Almasih di dunia bukan untuk agama tertentu.
Tapi teman dan sahabatku moslem….Isa Almasih datan juga untuk jenengan. Karena Surga dan Neraka adalah suatu pilihan, dengan apa orang akan di terima oleh Allah untuk berada di sisi-Nya. Apakah hanya dengan amal saleh?Bertobatlah sahabatku terimalah Dia dalam hatimu dan percayakanlah bahwa hanya Isa Almasih sebagai jalan yang lurus itu.
November 11, 2009 at 1:50 pm
To Hari
Terima Kasih atas saran anda, tetapi bagaimana pendapat anda tentang ayat ini ?
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
Salam
November 11, 2009 at 5:26 pm
Isa adalah Roh Allah dan FirmanNya
“Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan FirmanNya”
“Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu”
(Hadits Anas bin Malik hal. 72)
November 12, 2009 at 7:33 am
isa almasih adalah jalan yg lurus begitu juga nabi muhammad saw.keduanya adalah orang pilihan Allah diantara hamba hambaNya yang membawakan firman2Nya,pengikut isa almasih sebelum datangnya nabi muhammad disebut muslim.agama yang diturunkan Allah itu agama yang satu.tuhan adalah Allah dan takkan berubah mulai awal dunia sampai akhir.jika ada ajaran seorang manusia yang dianggap sebagai tuhan dimuka bumi ini.maka hal itu adalah kepalsuan dan bukanlah agama ataupun sesuatu yang datangnya dari Tuhan Allah.
November 12, 2009 at 9:13 am
QS 61 : 6
Dan ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad .” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”
Penafsiran anda bung any di ( Hadits Anas bin Malik hal. 72) sangat dangkal sekali. Padahal yang dimaksud dengan dua kata tersebut adalah sebagai berikut:
‘Ruh Allah’ ialah ruh dari ciptaan Allah atau ruh pemberian dari Allah Swt. Bukan ruh yang ada dalam diri Allah yang masuk ke dalam Yesus (Isa as) dan menjelma jadi manusia.
‘Firman Allah’ ialah perkataan atau ucapan atau kalam dari Allah yang tak lain yaitu ‘KUN’ artinya ‘jadilah’. Maksudnya, jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah Dia katakan “kun” (jadilah) maka jadilah.
Dan coba anda liat lagi di Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 hal 37 yang mengatakan bahwa Isa akan turun menyelesaikan perselisihan orang yahudi & nasrani, mematahkan salib-salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah.
Jadi menurut anda, siapa yang diuntungkan dalam hal ini ? Ingat kami juga sangat mencintai Nabi Isa / Yesus, tapi bukan sebagai Tuhan, melainkan seorang utusan yang agung yang dipilih oleh Tuhan.
November 12, 2009 at 9:47 am
To Anonymous
Terimakasih buat Mas Dani atas penjelasanya yang gamblang, disini juga sudah dijelaskan sebelumnya diskusi saya dengan yanto, mungkin saudara anonym tidak membacanya, saya juga sudah menanggapinya lagi :
http://islambisa.wordpress.com/2008/07/06/muslim-yang-bodoh/#comment-1844
salam
November 12, 2009 at 3:23 pm
Kalian boleh saja berargumentasi.
Tapi, bagi saya Roh Tuhan Yesus Kristus adalah Roh Allah.
Itulah sebabnya saya dapat menerima pengampunan dosa dari Allah melalui penebusan oleh Tuhan Yesus Kristus.
November 12, 2009 at 4:25 pm
To Anonymous
Kalau hanya begitu si saya juga bisa, jika anda tidak punya argumentasi untuk mendukung klaim anda, saya sarankan anda duduk manis saja dirumah, dan berhenti mengunjungi blog ini.
Anda mengklaim A dan saya mengklaim B, saya tidak omong kosong tanpa bukti dan saya tidak mengada2x, saya mempunyai argumentasi, bukankah kita disini untuk berdiskusi ? berdiskusi tidaklah semata-mata menentukan menang dan kalah, bukan juga tempat ngeyel tanpa argument, kesimpulan saya, anda disini cuma bisa Hoax!
salam
November 13, 2009 at 2:38 am
Bro Hendra, bisa anda liat di sini. Bung Any ini adalah orang yang buta akan pengetahuan agama tapi berani komentar bahwa dia mendapat pengampunan.
Darimana anda tau, anda sudah mendapat pengampunan ? Hanya dengan masuk Kristen, dibabtis, lalu hilang dosa2 anda ?
Bung Any, perbuatan yang mengarah kepada dosa itu lebih banyak dibandingkan perbuatan yang mengarah kepada kebaikan, dan hal itu terus ada di hidup kita selama kita masih hidup di dunia ini. Tidak mudah, meminta ampun kecuali kepada Yang Maha Kuasa untuk sebenar2nya tobat.
Saran saya, lebih baik anda duduk manis dan diam seperti saran saudara Hendra. Karena klaim anda, tidak membuktikan apa2 di thread ini.
November 13, 2009 at 6:29 am
apa jadinya jika semua dosa telah ditebus.maka semua kejahatan bagi kaun kristen adalh bukan dosa.maka sesungguhnya kristen adalah agama yang membolehkan segalanya tak mengenal dosa dan merupakan “agama” agar orang menjadi nyaman melakukan dosa.atau agama agar nyaman menjadi orang yang tidak baik.
November 13, 2009 at 2:49 pm
dosa adalah tidak melakukan perintah Allah.
Kalau Allah membebaskan seorang manusia dari hukum, maka orang tersebut tidak berdosa lagi.
Orang yang berada di bawah hukum yang diberikan Allah, maka orang tersebut harus melakukan hukum tersebut dan jika melanggar, maka disebut orang tersebut berbuat dosa.
November 13, 2009 at 4:45 pm
To Anonymous
Anda tidak melakukan perintah Allah, anda merasa diri anda telah ditebus dosanya, anda merasa sok suci, merendahkan Nabi bahkan menfitnahnya.
Anda dengan sombongnya merasa tidak mempunyai dosa, karena tidak berada dalam hukum Allah. Anda keliru, anda sendiri bahkan tidak tahu diri anda telah ditebus atau tidak.
Dari semua diskusi kita ini anda cuma mendoktrin diri sendiri, tidak menanggapi bahkan melenceng dari topik, ciri kristen sejati, licik seperti ular.
November 14, 2009 at 3:28 am
Bung Any sepertinya anda harus ditanya mengenai kejiwaan anda dulu, sebelum anda bicara banyak mengenai dosa.
Sejak kapan anda mempunyai “mind” atau “thought” bahwa anda adalah orang yang dipilih untuk ditebus dosanya ? Berarti anda udah gak perlu lagi dong ke gereja, berkidung, membaca alkitab dll nya ? Dengan percaya pada Yesus sajakah, anda meyakini Penebusan sudah berada pada genggaman anda ?
Sepertinya anda perlu rehat sejenak, untuk berpikir apakah ada yang keliru hidup anda selama ini.
Wassalam
November 14, 2009 at 5:39 am
Menurut anda, definisi dosa apa?
Mengenai pengampunan dosa saya, saya dapat merasakan Kasih Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.
Rom 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
Rom 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Lebih baik daripada ‘mudah-mudahan’ amal baik diterima Allah.
Anda bangga akan amal baik yang membuat anda merasa layak untuk masuk sorga?
Dibandingkan dengan dosa anda ??
November 14, 2009 at 7:05 am
Sy akan bahas satu-satu, dan anda bisa pilih disini, kira2 anda masuk dosa di kategori yang mana apabila membuat Fitnah bahwa seorang nabi besar / utusan Tuhan seperti Yesus, diangkat menjadi “Tuhan”.
Istilah dosa di dalam al-Qur’an disebutkan dengan beragam, Namun disini hanya dibatasi pada lima kata saja, yakni khati’ah, jarmun, zanbun, ismun dan junah}.
1. Kata khati’ah menunjukkan sebuah kesalahan yang bersifat umum (Q.S. al-Fath (48):2), bisa saja kesalahan tersebut memuat dosa jenis zanbun ataupun ismun dan terkadang juga kata ini menunjukkan jenis kesalahan yang tidak disengaja (Q.S. as-Syu’ara’ (26):14).
2. Kata jarmun digunakan untuk menunjukkan dosa yang sudah berlebihan atau keterlaluan atau digunakan untuk menunjukkan pelaku dosa yang sudah berulang kali sehingga terbiasa melakukan dosa (Q.S. al-An’am (6):124).
3. Kata ismun meliputi bentuk dosa melawan Allah, Rasul, mengingkari ayat-ayat-Nya, tidak beriman kepada Allah, melanggar segala sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah dan perbuatan yang mendatangkan keburukan, permusuhan, kekejian dan menjauhkan dari manfaat, pahala dan kebaikan (Q.S. Al-Baqarah (2):85 dan 181-182). Namun seringkali kata ini digunakan untuk dosa yang berhubungan dengan hal-hal yang sudah diharamkan (Q.S. Al-Baqarah (2):173).
4. Kata zanbun seringkali disebutkan dalam konteks menunjukkan jenis dosa yang sudah lampau dan melawan atau menentang Allah (Q.S. Ali Imran (3):11). Kata zanbun mencakup makna dosa, akhir sesuatu, keterbelakangan, kehinaan, perilaku buruk yang mendatangkan akibat atau siksa.
5. Kata junah sering digunakan untuk suatu perbuatan yang dulu kelihatan tidak pantas dan cendrung dosa padahal perbuatan tersebut bukanlah merupakan dosa (Q.S al-Baqarah (2):158). Kata ini memiliki makna ‘cenderung pada dosa atau tidak sampai pada dosa’ atau ‘cenderung pada permusuhan.’ Efek dari kata junah seringkali menawarkan dua pilihan, yakni pilihan untuk melakukan perbuatan tersebut ataupun tidak.
Mekanisme penghapusan dosa dalam ajaran Islam bisa dirumuskan kepada hal berikut :
1. Meminta ampun dan melakukan taubat nasuha (taubat dengan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut), namun sebagai manusia kadang kita kembali lupa lalu melakukan dosa lagi, maka kita diharuskan kembali meminta ampun.
2. Selain meminta ampun kepada Allah, kita juga diwajibkan meminta maaf kepada orang lain atas kesalahan kita terhadap mereka. Al-Qur’an mengajarkan bahwa memberi maaf atas kesalahan orang lain adalah suatu keutamaan.
3. Dalam kondisi kita sudah meminta ampun kepada Allah, sudah berusaha untuk meminta maaf kepada sesama manusia, maka selanjutnya tindakan kita adalah memperbanyak amal saleh kita dan menjauhi perbuatan dosa, gunanya ketika sampai waktunya hari penghakiman, saat amal baik dan dosa kita ditimbang, kita ada dalam kondisi ’surplus’ amal baik. Perbuatan baik tersebut seyogyanya terkait dengan kesalahan apa yang kita lakukan, seorang koruptor misalnya, selain meminta maaf kepada orang-orang yang dirugikannya, juga harus diikuti perbuatan baiknya untuk menyerahkan harta yang telah dikorupsinya dan jangan sampai punya pikiran :”Yang penting khan sudah minta maaf, harta yang terlanjur sudah saya ‘kumpulkan’ menjadi milik saya donk…”, berhati-hatilah karena bisa-bisa taubat dan permintaan maaf anda tidak ada artinya. Perbuatan baik akan menghapus dosa anda.
Yang harus diingat adalah perbuatan baik dan dosa jangan dilihat dari sisi kuantitasnya saja melainkan kualitasnya juga, karena bisa saja 1 dosa menghapus perbuatan baik anda yang telah dilakukan bertahun-tahun.
4. Ada ‘harga yang pantas’ diakherat nanti, di mana tidak ada dari perbuatan kita yang luput dari penilaian Allah.
Konsep tersebut menghasilkan pengaruh positif dalam kehidupan di dunia :
1. Setiap Muslim menjadi berhati-hati dalam berbuat, selalu memperbanyak ibadah penyembahan kepada Allah, memperbanyak perbuatan baik dan menjaga diri dari dosa sekecil apapun karena akan berpengaruh terhadap keselamatan.
2. Setiap waktu meminta ampun kepada Allah (dalam Al-Qur’an ada panduan cara-cara meminta ampun dan kata-kata yang harus diucapkan) karena kodrat manusia, selalu tergelincir dalam kesalahan. Sekarang bertaubat dan beriman (sesuai istilah anda artinya percaya dan diikuti perbuatan baik) besok lupa lagi dan tergelincir lagi, dan kita tidak tahu kapan kita mati, sehingga mendorong Muslim setiap waktu meminta ampun kepada Allah.
3. Berhati-hati dalam berbuat terutama terhadap orang-orang yang ada disekeliling, orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga dan lingkungan karena kezaliman kita terhadap mereka akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan kita.
4. Mempunyai sikap yang tegas terhadap kecenderungan penyakit masyarakat yang mengarah kepada kehancuran, prostitusi, homoseksual. dll dan bersikap tegas terhadap orang-orang yang MEMULAI menyerang ajaran Islam.
5. Berhati-hati dalam mengelola lingkungan karena berbuat kerusakan terhadap lingkungan merupakan dosa yang besar akibat menyengsarakan banyak orang, berhati-hati menjadi pemimpin, karena pemimpin yang zalim juga akan menyengsarakan banyak orang (anda bisa bayangkan ratusan juta orang yang disengsarakan nantinya akan balik menuntut, amal saleh yang anda kumpulkan di dunia bakal tidak ada artinya)
Semuanya karena penebusan dosa dalam ajaran Islam dilihat dari ‘proses’ bukan dari ‘hasil’. Tidak bisa dosa anda dicuci hanya karena anda mulai beriman atau percaya, lalu digembar-gemborkan ‘terlahir baru’. Ketika anda menclaim diri anda sudah beriman atau terlahir baru maka bukan otomatis anda terlepas dari ‘kuasa/potensi dosa’, karena potensi tersebut masih melekat selama anda masih menjalani kehidupan dan besok lusa ketika keimanan anda ‘turun’, anda bisa kembali berbuat dosa. Proses penebusan dosa dalam ajaran Islam terjadi setiap waktu, setiap hari, setiap detik kehidupan anda tergantung dari kesadaran anda yang dekat dengan Tuhan.
Itu aja dulu penjelasan saya. Wassalam
November 14, 2009 at 4:43 pm
To Yanto
Saya rasa anda orang yang sama dengan Anonymous, sudah hampir satu tahun saya berdiskusi dengan anda yanto, sifat anda tidak bisa di sembunyikan Ngeyel dan menginjak2x sabda yesus yang suci dengan surat2x paulus.
Yanto
Lebih baik daripada ‘mudah-mudahan’ amal baik diterima Allah.
Anda bangga akan amal baik yang membuat anda merasa layak untuk masuk sorga?
Dibandingkan dengan dosa anda ??
————————————
Saya:
Kami mengatakan Insya Allah, atau jika Allah menghendaki, adalah bukan berarti amal perbuatan kami tidak diterima, anda harusnya lebih bijak dengan masalah satu ini, makanya belajar islam dulu jika ingin “menghancurkan” islam. biar diskusi ini lebih hidup, daripada muter2x ngandelin ego pribadi.
Lihat ayat Alkitab ini :
“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan beruat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yak 4:13-17)
Paulus yang “Bijaksana” pun mengatakan Insya Allah atau Jika Allah Menghendaki (Kis 18:21), (1 Kor 4:19)
Ini senada dengan AQ:
“Maka tatkala mereka masuk menemui Yusuf, Yusuf membawa ibu bapaknya ke tempatnya dan berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. ” (Qs 12 Yusuf 99)
“Musa berkata, “Insya Allah engkau akan mendapati aku orang yang sabar dan aku tiada mengingkari perintahmu. ” (Qs 18 Al Kahfi 69)
“Maka tatkala anak mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim berkata, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” Dia berkata, “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (Qs 37Ash Shaaffaat 102)
Jika Allah Menghendaki, didalam Alkitab dan AQ dijelaskan bahwa sesuatu yang tidak kita tahu akhirnya maka dianjurkan untuk mengatakan Insya Allah [Jika Allah Menghendaki], Permasalahan Masuk Surga dan Neraka kami hanya mengikuti apa yang Allah perintahkan dan Allah itu maha Adil, Allah akan memberikan balasannya kepada kita. Tetapi anda kan sudah merasa PASTI masuk Surga! merasa PASTI dosa2xnya sudah ditebus! anda merasa Hidup diatas Rel Alkitab! ternyata anda Buta dengan kitab anda Sendiri.
Anda menganggap kami berbuat dosa2x yang tidak mungkin diampuni, terbukti kata2x anda “Dibandingkan dengan Dosa anda” anda menghakimi kami dengan mengatakan dosa kami banyak! dan anda tidak karena anda percaya kepada Ucapan PAULUS mengenai ketuhanan yesus dan penyalibannya, sedangkan kami tidak! kami punya alasan kuat untuk tidak mempercayainya karena yesus tidak mengatakannya.
Salam
November 15, 2009 at 12:00 am
Menghancurkan Islam?
Saya dapat menerima pandangan lain selain pandangan saya sendiri. Saya terbuka untuk hal-hal tersebut. Melalui hal tersebut justru saya dapat melihat Kasih Allah pada saya.
Saya juga suka mengatakan ‘jika Tuhan menghendaki’.
Banyak hal yang disembunyikan oleh Tuhan mengenai masa depan.
Tapi, mengenai keselamatan, kita harus berpatokan pada :
Iman pada pengharapan akan Kasih Allah.
Bukan pada kekuatan kita sendiri (seperti dari amal ibadah kita).
Jadi (berdasarkan kedua dasar untuik memandang keselamat di atas), siapa yang pasrah kepada Allah dan siapa yang congkak ??
November 15, 2009 at 4:46 am
Anonymous
Menghancurkan Islam?
—————————
Saya:
Lihat tanda petik dua yang saya sisipkan pada kalimat itu, bagaimana anda mengerti tentang sabda yesus, jika tulisan seperti itu saja anda tidak mengerti, pantes anda salah kaprah.
Anonymous
Iman pada pengharapan akan Kasih Allah.
Bukan pada kekuatan kita sendiri (seperti dari amal ibadah kita).
————————–
Saya:
Ingat bung, saya sudah berkali2x mengatakan bahwa amal ibadah kita khususnya dalam islam memang tidak memberikan jaminan masuk surga, tetapi semua itu adalah syariat yang memang Allah wajibkan kepada kita, sama dengan Nabi Musa, Yesus dan Nabi Muhammad semua perbuatan baik kita ini dianjurkan oleh Allah melalui Nabi dalam kitab suci, Maka dari itu umat islam mempunyai Hukum, yaitu Hukum dari Allah, semua amal kita akan dikembalikan kepada kita.
Tetapi didalam kristen kan tidak, anda sudah Hakul Yakin dosanya ditebus, dan anda sudah yakin akan masuk surga hanya dengan Iman kepda Ketuhanan Yesus, Perbuatan Baik itu tidak ada gunanya didalam ISlam menurut anda, karena anda berfikir islam tidak punya keselamatan! Hanya di kristen saja yang punya keselamatan, anda salah besar. Konsep keselamatan anda itu masih prematur, semu dan Bias! anda sendiri bingung menjelaskan kepada kami tentang konsep itu, anda terus mencekoki kami dengan surat2x paulus, itu wajar karena memang dari sana konsep itu muncul!
Pasrah kami itu ya melakukan semua perintah Allah dengan sebaik2xnya, baik syariat maupun Muamalah. dan menjauhi semua larangannya, Diterima dan tidak itu Urusan Allah, kami tidak mengetahui yang gaib! Pasrah anda itu cuma percaya kepada Ketuhanan Yesus yang bias. Ini jelas Berbeda !
Keselamatan anda terletak pada :
1. Ketuhanan Yesus, sampai detik ini anda tidak bisa membuktikan ketuhanan Yesus dari Alkitab anda sendiri.
2. Penyaliban Yesus, sampai detik ini pun anda tidak bisa membuktikan bahwa yesus benar2x disalib!
3. Penebusan oleh darah Yesus, ini pun masih bias dan semu, karena ucapan ini ada dalah surat2x paulus, dan paulus bukan Tuhan, surat2xnya juga bukan firman Tuhan. lalu apa yang harus saya percayai ?
Dari ketiga “syarat” keselamatan dalam kristen, anda tidak bisa membuktikan apa2x.
Yang congkak ya jelas orang yang sudah yakin dosanya ditebus oleh Allah dan sudah pasti masuk Surga! Tanpa berbuat baik dan tanpa mematuhi hukum, itu orang yang congkak!
November 15, 2009 at 3:48 pm
Iman pada pengharapan akan Kasih Allah.
Itulah kepasrahan penuh akan Kasih Allah, karena Allah yang menentukan, mana manusia yang diampuni dosanya dan mana yang tidak.
Anda mengatakan amal ibadah anda bukan jaminan masuk sorga.
Jadi, artinya juga : tidak ada hubungan, antara amal ibadah dengan masuk sorga.
Jadi, pengharapan anda untuk dapat masuk sorga apa?
November 15, 2009 at 3:53 pm
Berbuat baik walaupun tidak diperintahkan, mematuhi hukum walaupun tidak berada di bawah hukum, itulah tanda orang yang diampuni dosanya.
Berbuat baik, mematuhi hukum, tidak akan membuat orang masuk Sorga.
November 15, 2009 at 5:35 pm
anonymous
….
bertakwa(menjalani perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarangNya) adalah suatu jalan.
jika ALLAH menghendaki manusia itu mencapai jalan keselamatan dan hendak memasukkan kedalam syurgaNya tentulah Allah Maha berkehendak.tak ada apapun yang dapat menjamin seseorang masuk syurga kecuali Allah.
takdirpun tidak lebih kuat daripada Allah…
saya sebagai seorang muslim menyadari dengan bertakwa (bertakwa meliputi bebuat baik dan meninggalkan yang jahat) Allah memberi janji akan syurgaNya.tentu saja saya tidak dapat mengukur ketakwaan saya 100 persen sehingga saya tahu bahwa saya benar benar mendapat JanjiNYa,oleh karena itu hari demi hari seorang muslim yang baik akan senatiasa berusaha melakukan ketakwaan berharap dosa dan kesalahannya diampuni dan bersyukur akan semua hal yang dianugrahkan tuhan,agar memperoleh syurga dari Allah,,bukankah itu manusiawi bahwa manusia berbuat kebaikan dan meninggalkan kejahatan lalu berharap Tuhan membalasnya dengan syurga??
tidak semua serta merta tujuan adalah syurga…
ada seorang muslim yang berbuat ketakwaan,ibadah dengan mengharap syurga.
ada seorang muslim yang bertakwa,ibadah dengan hati ikhlas,mengharap ridho Allah(mungkin bahasa kristen pengharapan kasih Allah).
ada seorang muslim yang bertakwa,ibadah dengan tak berharap apa apa,hanya sebagai ungkapan syukur atas semua anugrah Tuhan dan karena mencintai Allah saja
jadi anonymous.
1.mengharapkan kasih karunia Allah dengan berbuat baik dan ibadah lebih baik daripada mengharapkan kasih karunia Allah tanpa berbuat baik dan ibadah atau tidak melakukan apa apa.yaNG LEBIH BURUK mengharapakan kasih karunia Allah dengan melakukan kejahatan.
2.berbuat baik mematuhi hukum dan ibadah tetapi sombong dan yakin bahwa dirinya masuk syurga lebih buruk daripada tidak berbuatbaik(tidak berbuat baik belum tentu berarti berbuat jahat lho) dan tak ibadah tapi selalu mengharap kasih Allah agar memperoleh syurga,tidak putus asa akan rahmat Allah.
3.yang melakukan dosa tetapi sadar akan dosanya dan senantiasa meminta ampunan Allah lebih baik daripada orang yang berbuat baik dan ibadah lalu merasa dirinya takberdosa.
4.INGAT SEMUA PERBUATAN TERGANTUNG PADA NIATNYA
ADA PERBUATAN BAIK DENGAN NIAT JAHAT,ADA PERBUATAN JAHAT DENGAN NIAT BAIK,ADA PERBUATAN BAIK DENGAN NIAT BAIK,ADA PERBUATAN JAHAT DENGAN NIAT JAHAT…
kata anda berbuat baik,mematuhi hukum,tidak akan membuat orang masuk syurga adalah salah…
lebih benar berkata berbuat baik,mematuhi hukum,”mungkin saja “membuat orang masuk syurga atau masuk neraka.
jaminan ada pada TUHAN
1.tinggal anda pilih mengharapkan kasih Allah dengan perbuatan baik dan mematuhi hukum,meminta ampunan atas dosa dan kesalahan anda>inilah jalan yang lurus>
2.atau dengan tak berbuat baik dan tak mematuhi hukum,dan tak tahu apakah dosa itu.>inilah jalan yang sesat>
3,atau mengharapkan kasih Allah dengan perbuatan jahat dan melawan/melanggar hukum?dan merasa telah bebas dari dosa?? >inilah jalan yang dimurkai>
4.atau tak mengharapkan kasih Allah??>ini bukan jalan>
.
November 16, 2009 at 2:14 pm
Ryan, anda memang jauh lebih memahami ajaran agama anda daripada dani dan hendra, yang hanya bisa ngotot dan tarik urat doang.
Kalau saya :
beriman pada pengharapan akan Kasih Allah dalam penebusan Tuhan Yesus kristus.
Mengenai berbuat baik dan mematuhi hukum :
Saya dapat berbuat baik karena Kasih Allah pada saya, bukan karena diperintahkan.
Saya dapat mematuhi hukum juga karena Kasih Allah pada saya, bukan karena saya berada di bawah hukum.
Dan ….
Saya tidak dapat berbuat baik atau mematuhi hukum dengan kekuatan/kepintaran/kesalehan diri saya sendiri. Jadi, tidak ada yang dapat saya sombongkan.
November 16, 2009 at 5:44 pm
Wah salut saya sama mas Hendra, dani, sabar banget ngadepin devil2, salut, tugas kita memang menyampaikan kebenaran kepada Domba domba yang masih tersesat.kasihan mereka, otaknya belum sampe,mudah2an dibukakan hatinya.salam kenal
November 16, 2009 at 5:52 pm
For All. kristiani : mustinya kalo agama kamu banyak kejangalan, bertentangan dan mengada ada, terus tanya dung pada pendeta,pastor,paus dll.jangan percaya doktrin gitu aja. Biasanya kata doktrin di pake oleh para diktator loh….
November 17, 2009 at 3:38 am
Katakan lah anda dengan gak sengaja berbuat dosa, misalnya mencuri, zinah, korupsi, kesemua itu termasuk Kasih Allah juga gak ?
Kalo semua Kasih Allah bisa menuntun orang untuk berbuat baik, maka dunia ini aman tentram, gak ada maling, pelacur, dll.
Loe selama bernafas dan hidup, apakah yakin gak pernah berbuat salah dengan sesama atau orang tua atau bahkan orang di sekeliling ? Terus apa yang loe lakukan setelah loe merasa berdosa ? Minta pengampunan ama Tuhan doang…. terus orang2 yang loe sakiti dan loe rugikan perlu gak loe minta maaf ?
Bung, di Islam, fokusnya adalah proses menuju perbuatan baik serta terus mencoba untuk tidak melakukan hal2 yang jahat, dan harapan kami hasil akhir darinya adalah Ampunan. Sehingga pengaruh positif nya kami dapat lebih berhati2 dalam bertindak, berkata2 yang dapat menyakiti orang dan merugikan lingkungan sekitar.
Postingan saya 14 November dibaca dong, jangan buat hiasan doang. Ngeyel mulu sih ente.
November 17, 2009 at 1:47 pm
Bukan ketika orang berbuat dosa merupkan Kasih Allah, tetapi ketika orang sadar akan dosanya, meminta ampun dan bertobat, itulah Kasih Allah.
November 18, 2009 at 5:32 am
Tambah ngaco bung, kalo gt nunggu sampe berapa lama dia sadar dan Kasih Allah sampe padanya ??
Sadar gak sih, di setiap saat dan di setiap kita bernafas, perbuatan kita ini dapat mengakibatkan kerugian baik keluarga, dan masyarakat. Contoh kecil dan realita aja di masyarakat , secara gak sengaja si A naksir sama wanita yang sudah bersuami, setelah lama si A melakukan pendekatan, si A akhirnya bisa mengajaknya untuk ” berhubungan intim “. Saat itu kerugian sudah pasti didapat oleh suami yang dikhianati, wanita tersebut bakal hamil akibat hubungan zinah, lingkungan masyarakat yang mulai resah karena ada warganya yang melakukan hal yang gak bener, dan masih banyak lagi.
Kalo anda bilang sadarnya si penzinah ini mengakibatkan dia meminta ampun dan bertobat karena Kasih Allah, jelas ini adalah ” Kasih Allah yang terlambat “. Seharusnya dengan lebih mawas diri, individu bisa menjaga dirinya, menahan nafsunya, hal ini tidak mungkin terjadi. Oleh karenanya :
1. Setiap Muslim menjadi berhati-hati dalam berbuat, selalu memperbanyak ibadah penyembahan kepada Allah, memperbanyak perbuatan baik dan menjaga diri dari dosa sekecil apapun karena akan berpengaruh terhadap keselamatan.
2. Setiap waktu meminta ampun kepada Allah (dalam Al-Qur’an ada panduan cara-cara meminta ampun dan kata-kata yang harus diucapkan) karena kodrat manusia, selalu tergelincir dalam kesalahan. Sekarang bertaubat dan beriman (sesuai istilah anda artinya percaya dan diikuti perbuatan baik) besok lupa lagi dan tergelincir lagi, dan kita tidak tahu kapan kita mati, sehingga mendorong Muslim setiap waktu meminta ampun kepada Allah.
3. Berhati-hati dalam berbuat terutama terhadap orang-orang yang ada disekeliling, orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga dan lingkungan karena kezaliman kita terhadap mereka akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan kita.
4. Mempunyai sikap yang tegas terhadap kecenderungan penyakit masyarakat yang mengarah kepada kehancuran, prostitusi, homoseksual. dll dan bersikap tegas terhadap orang-orang yang MEMULAI menyerang ajaran Islam.
5. Berhati-hati dalam mengelola lingkungan karena berbuat kerusakan terhadap lingkungan merupakan dosa yang besar akibat menyengsarakan banyak orang, berhati-hati menjadi pemimpin, karena pemimpin yang zalim juga akan menyengsarakan banyak orang (anda bisa bayangkan ratusan juta orang yang disengsarakan nantinya akan balik menuntut, amal saleh yang anda kumpulkan di dunia bakal tidak ada artinya)
Semuanya karena penebusan dosa dalam ajaran Islam dilihat dari ‘proses’ bukan dari ‘hasil’. Tidak bisa dosa anda dicuci hanya karena anda mulai beriman atau percaya, lalu digembar-gemborkan ‘terlahir baru’.
( G posting lagi biar loe baca ).
Jelas kan ……
November 22, 2009 at 10:06 am
Entar lagi Idul Adha, apa masih yakin yang dikorbankan itu Ismail ? Di Al-Quran tidak tertulis tuh !
Untuk dipikirkan’
Kalau memang perayaan kurban itu penting dan wajib dilaksanakan, kenapa tidak tertulis dengan jelas di Al-Quran siapa yang dikorbankan pada saat itu ? malah di Alkitab jelas tertulis Ishak, bukan Ismail dan jalan ceritanya jelas.
Lalu yang dikorbankan koq bisa-bisanya kambing atau sapi, padahalkan pengganti korban itu adalah domba jantan. Apakah tertulis di AlQuran seperti itu boleh ganti “model” ? malah sekarang bisa dibuat kornet, sah nggak tuch korban seperti itu ? Kalau sah, saya mau usul nich, gimana kalau kalian solat tidak pakai peci, tapi pakai topinya mbah Surip, ngetrend khan ?!!!
Lagian…, Tuhan Yesus ditanya SK-nya. Baca Quran dan Alkitab baik-baik. Tuhan koq, digugat.
November 22, 2009 at 10:39 am
To Editya
Editya
Entar lagi Idul Adha, apa masih yakin yang dikorbankan itu Ismail ? Di Al-Quran tidak tertulis tuh !
———————————-
Saya:
Pertama, Al-Qur’an tidak memuaskan kehendak anda pribadi. kedua, Bukankah anda tidak mempercayai AQ lalu kenapa saya harus menunjukkan siapa yang sebenarnya di korbankan oleh Nabi Ibrahim menurut AQ ?
Editya
Kalau memang perayaan kurban itu penting dan wajib dilaksanakan, kenapa tidak tertulis dengan jelas di Al-Quran siapa yang dikorbankan pada saat itu ? malah di Alkitab jelas tertulis Ishak, bukan Ismail dan jalan ceritanya jelas.
——————————————
Saya:
Siapa yang bilang Wajib dilaksanakan ?? Anda yang tidak tahu menahu tentang Kurban lalu langsung menghakim dengan kata “Wajib”??? Hukum Kurban itu sunat muakkad atau sunah yang penting untuk dikerjakan. makanya jangan Sok tahu.
Untuk Lebih memahami nya silahkan baca link dibawah ini :
Makna dan hakekat Kurban :
http://www.dakwatuna.com/2008/idul-adha-dan-ibadah-kurban/
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/hikmah/1242-memahami-makna-idul-adha-
Macam2x Hewan Kurban :
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-kurban.htm
disitu dijawab kenapa unta, Kambing dan domba dll
Lihat PL dibawah ini :
Kejadian 16:16
Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
Sewaktu Ismail Lahir, Nabi Ibrahim berumur 86th
Kejadian 21:5
Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
Nabi Ibrahim berumur 100th sewaktu Ishak Lahir, berarti ada selisih 14th antara Ismail dan Ishak! dengan kata lain Ishak Bukan Anak Tunggal. Tetapi kenapa dalam pasal berikutnya dikatakan, Ishak anak yang tunggal ??
Kejadian 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Anda mengatakan Ishak ? dari mana anda bisa berkesimpulan bahwa yang di dikorbankan adalah Ishak ? saya pernah berdiskusi dengan Darto, tetapi sampai sekarang dia tidak bisa membuka mulutnya untuk menerangkan kepada saya mengapa Ishak disebut anak Tunggal, padahal Nabi Ibrahim mempunyai Dua anak, yang pertama adalah Ismail! bisakah anda jelaskan ?
Domba Jantan ?? Anda mengatakan Yesus sebagai domba Jantan??
Mengenai Sholat, sebaiknya anda mempelajarinya dl.
Editya
Lagian…, Tuhan Yesus ditanya SK-nya. Baca Quran dan Alkitab baik-baik. Tuhan koq, digugat.
———————–
Saya:
Harusnya, Anda yang membaca Alkitab dengan baik, Manusia kok diangkat jadi Tuhan oleh manusia. Konyol.
Salam
November 23, 2009 at 2:04 am
Bung Editya,
Dengan meliat anda berpendapat aja, berarti anda telah menambah beban kami yang lebih berat yaitu MENGAJARKAN ANAK SD UNTUK MEMBACA. Tapi its ok lah, karena ada termasuk golongan orang yang asal CUAP2 GAK KARUAN.
Makanya belajar Islam dulu deh, terus kalo ada yang gak berkenan, posting aja disini. Jadi ketauan pinternya gt loh bung Editya.
Wassalam