Semua Referensi ini Berasal dari Kitab Suci Injil
l. Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan men-dapatkan anak darinya. (Injil – Kejadian 19: 30-36).
2. Anaklaki laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).
3. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).
4. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil – 2 Samuel 13: 5-14)
5. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).
6. Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).
7. Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)
Jika cuplikan kecil ini tidak memuaskan Anda, maka bukalah pasal-pasal dan ayat-yat Injil berikut ini di rumah.
(a) “Dia memegang dan menciumnya ….
“Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ….” (Injil – Amsal 7: 7-22)
(b) Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya…. “
‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewaktu dia berbaring pada buah dadaku “. ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).
(c) Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. “… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir.” (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)
(d) “Lihatlah, cantik engkau, manisku
bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi .. ..
buah dadamu seperti anak rusa ….
Lingkar pahamu seperti permata ….
… Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).
(e) “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengannya). “(Injil – Hakim-hakim 16: 1).
George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan ter-kunci: larang anak-anak Anda membacanya.”
Dan majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengatakan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”
Sumber :
The Choice (Ahmed Deedat)


March 26, 2009 at 6:10 am
[...] Pornografi [...]
May 13, 2009 at 3:30 pm
gw aja konak mbacanya….pantesan artis bokep pada pake kalung salib
July 21, 2009 at 5:59 am
ya bener, kayak buku2 pornografi,…kalau kitab suci itu habis kita baca makin bertambah keimanan kita,tapi yang ini bikin makin hancur iman.
July 23, 2009 at 12:40 am
Hal-hal tersebut adalah realitas dari dunia yang jahat ini dan kenyataan, bahwa tidak ada orang yang bisa sempurna.
Jika anda merasa cocok dengan orang-orang yang dituliskan di atas, maka anda termasuk orang yang jahat tersebut.
Anda harus bertobat.
Dalam kisah dalam agama Islam, hal tersebut biasanya kisah orang-orang jaman jahiliah. Jangan-jangan anda sisa-sisa orang jaman jahiliah yang belum bertobat.
July 23, 2009 at 5:01 am
To yanto
Anda yang salah, atau kitab anda yang salah ? disisi lain alkitab mengatakan bahwa nabi tidak berdosa sama sekali, dan disisi lain alkitab menfitnah para nabi dengan tindakan yang anda sendiri jijik melakukannya. apakah anda merasa lebih suci dari nabi anda ?
Lantas jika anda tidak merasa lebih baik dari nabi anda, bisakah anda berhenti berbohong ?
July 23, 2009 at 1:39 pm
Siapa bilang nabi tidak berdosa??
Ayat mana dalam Alkitab yang menuliskan nabi tidak berdosa ?
Tulisan saya yang mana yang menuliskan nabi tidak berdosa ??
Kalau Tuhan Yesus, memang tidak berdosa, karena Dia Allah.
Tapi, tidak ada seorang manusiapun yang tidak berdosa.
Jika ada satu orang saja yang dapat tidak berdosa, maka Tuhan Yesus tidak perlu menebus dosa manusia. (karena jika ada satu orang saja (mau dia nabi atau bukan) dapat tidak berdosa, maka dia akan menjadi tolak ukur bagi setiap manusia untuk dapat selamat.)
July 25, 2009 at 8:36 am
Yanto, kamu benar, semua nabi berdosa, nabi Muhammad saja minta selalu didoakan oleh pengikutnya biar selamat masuk surga, dan mengajarkan doa, “tunjukkan kami jalan yang lurus” Secara logika orang Islam belum lurus jalannya, makanya si Hendra seneng banget nunjukin jalan yang nggak lurus agama yang lain.
Luruskan dulu jalanmu Hendra, baru kasi tahu yang lain.
Baru bisa merangkak aja, udah cuap-cuap.
July 27, 2009 at 1:05 pm
to changchuet
Anda tidak sebenarnya tidak perlu menonjolkan logika anda, karena dalam pemahaman Alkitab anda sendiri yang bgitu gamblang mengatakan bahwa yesus adalah hanya utusan Allah saja logika anda tidak bisa menerima kenyataan ini, karena logika anda sedang sakit. bagaimana saya bisa mempercayai logika anda tentang penjabaran “terjemahan AQ” yang anda kutip sedangkan logika anda sedang sakit?
to yanto
Siapa bilang nabi tidak berdosa??
Ayat mana dalam Alkitab yang menuliskan nabi tidak berdosa ?
———————-
Yanto, yang mengatakan adalah Alkitab anda sendiri, jika anda menginginkan bukti silahkan baca argumentasi saya,
“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Matius 5:45).
“Seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus” (Lukas 1:70).
“Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar” (Lukas 13:28).
“Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya” (Surat Yohanes Yang Pertama 5:18).
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga ………. Sebab demikian juga yang teraniaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Matius 5:10-12).
Statemen 1, Jelas bahwa dalam perjanjian baru disebutkan jika manusia itu dikelompokkan menjadi dua, yaitu yang jahat dan yang baik, bukan semua manusia berdosa. jika anda tidak menerimanya maka anda telah mendustai alkitab anda. Nabi – nabi disebutkan dalam Alkitab bahwa mereka tidaklah berdosa, mereka kudus. tidak pernah menentang melawan Allah walapun mereka dianiaya.
Sebagai bukti bahwa Nabi-nabi tidaklah berdosa, maka anda bisa melihatnya dalah kitab anda sendiri :
1. Yohanes (Yahya) Pembaptis
Yohanes Pembabtis dikatakan di bahwa dia suci, tidak bernoda sama sekali.
“Sebelum ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya” (Lukas 1:15).
“Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melingunginya” (Markus 6:20).
“Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis’” (Markus1:4).
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripadanya’” ( Matius 11:11)
Jika anda masih ngotot bahwa semua nabi adalah berdosa, maka dosa apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembabtis menurut kitab suci anda? bukankah yesus dibabtis oleh yohanes ? jikalau yohanes berdosa mengapa dia bisa membabtis orang yang tak berdosa ?
2. Habel anak Adam
“Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakaria anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah” (Matius 23:55).
“Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya dia membunuh? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar” (Yohanes 3:12).
3. Zakharia dan isterinya
Tentang keduanya dalam Injil ditulis: “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak tercacat” (Lukas 1:6).
4. Samson bin Monaheh
“Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah” (Hakim-Hakim 13:4-7).
Statemen 2, Nabi dan orang orang yang saya sebutkan adalah tidak berdosa menurut Alkitab, jika anda merasa mampu menunjukan dosa mereka menurut Alkitab maka silahkan tunjukan, jika tidak. anda sdh menfitnah para nabi dan orang suci.
Tapi mas hendra… semua manusia adalah berdosa karena Nabi adam berdosa, semua manusia adalah dari keturunan adam, kecuali yesus, dia tidak melalu nutfah laki-laki. jadi mereka semua berdosa. jika kalimat ini yang hendak anda sampaikan, maka pemikiran semacam ini adalah suatu kejahatan kemanusian, sungguh biadab. dan hal ini tidak selaras dengan apa yang dikatakan Alkitab.
“Jangan ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri” (Ulangan 24:16).
“Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: ‘ Janganlah ayah mati karena anaknya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.” (II Tawarikh 25:4).
“Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap orang yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu” (Yeremia 31:29,30).
“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:4).
“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Tetapi jkalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia idak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya” (Yehezkiel 18:20-22).
Statemen 3, Alkitab anda mengatakan bahwa setiap dosa harus ditanggung oleh dirinya masing-masing, tidak ada yang namanya dosa turunan.
Jika anda masih ngotot bahwa yesus lah orang yang tidak berdosa, karena dia tidak dilahirkan melalui nutfah (benih) dari laki – laki, maka maria ibu yesus adalah berdosa, karena dia lahir dari nutfah laki – laki juga, dan otomatis yesus mewarisi dosa tersebut dari maria. dan sebenarnya jika dogma dosa itu diterapkan maka perempuanlah yang seharusnya menanggung dosa lebih besar.
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya” (Kejadian 3:6).
Paulus mengatakan: “Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh dalam dosa” (I Timotius 2:14).
Dari Ke tiga statement yang saya kemukakan bisakah anda menjawabnya ? anda tidak fair jika anda mengatakan bahwa debat atau diskusi kita seperti diskusi atheis dan bukan, karena semua rujukan itu dari kitab suci anda sendiri.
July 30, 2009 at 10:35 am
Roma 3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
Roma 3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
Roma 3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Roma 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Roma 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Roma 3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Roma 5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
Roma 5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
Roma 5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
Roma 5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
Roma 5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
Jika kita percaya bahwa kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, dosa kita dihapuskan dan kita tidak berbuat dosa lagi.
1 Yohanes 3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
1 Yohanes 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
1 Yohanes 5:18. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
1 Yohanes 5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
Note : Anak Allah (Tuhan Yesus) membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis dengan mengalahkan Iblis dengan cara setia menjadi korban bagi penebusan dosa manusia.
Orang yang ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, lahir dari Allah dan tidak dapat berbuat dosa lagi.
Mengenai nabi yang anda katakan tidak berbuat dosa atau tidak bersalah, sebenarnya bukan berarti tidak berdosa (dosa turunan) dan tidak berbuat dosa secara sempurna di sepanjang hidupnya.
Ilustrasi : kita sering mendengar ungkapan : peperangan membuat penderitaan bagi orang-orang yang tidak berdosa. Maksud ungkapan tersebut sudah jelas tidak berarti orang-orang tersebut tidak mempunyai dosa sama sekali dalam hidupnya.
Contoh : Abraham mengambil Hagar sebagai gundik supaya ia mempunyai anak, karena Sarai mandul. Itu adalah bukti ketidak percayaan akan janji Allah yang mengatakan kepadanya, bahwa keturunannya (Abraham) melalui Sarai, istrinya yang sah, banyaknya seperti bintang di langit. Ketidak percayaan juga adalah dosa.
Simson terlena oleh Delilah memberitahukan rahasia kekuatannya dan rambutnya digunting, sehingga kekuatannya hilang. Hal ini adalah dosa.
Yohanes pembaptis, ketika di dalam penjara, mulai bimbang, apakah Tuhan Yesus adalah benar Mesias yang dijanjikan Allah.
Memang tidak semua nabi perjalanan hidupnya dituliskan dengan detil. Yang kita tahu, tidak ada seorang manusiapun yang sempurna.
Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Contoh yang anda tuliskan :
II Tawarikh 25:4 Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: “Janganlah ayah mati karena anaknya, janganlah juga anak mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.”
Itu adalah perintah TUHAN yang tertulis dalam kitab Musa. Hukum manusia terikat pada hukum tersebut.
Tetapi, TUHAN tidak terikat akan hukum tersebut. Hukum tersebut untuk manusia, bukan untuk TUHAN.
Keluaran 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Ulangan 5:9 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
TUHAN akan membalaskan dosa manusia kepada keturunannya.
Itulah yang disebut kutuk keturunan.
Bukti bahwa karena dosa Adam, semua manusia menjadi berdosa adalah : semua manusia dikuasai oleh maut (Rom 5:12-19, saya telah kutip di awal surat ini).
Semua nabi (kecuali Henokh dan Elia yang diangkat oleh Allah. Hal ini juga bukan berarti mereka tidak berdosa) mengalami kematian, termasuk Abraham, termasuk Muhamad. Tuhan Yesus Kristus menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib untuk menebus manusia yang dikasihiNya. Pada hari ke tiga (tiga hari setelah kematianNya), Tuhan Yesus Kristus bangkit dari kematian.
Mengenai Tuhan Yesus, ketika lahir sebagai manusia, saya tidak mau memperdebatkan teknis mengenai bukti bahwa Tuhan Yesus tidak berdosa secara dosa keturunan.
Tetapi sesuai dengan keyakinan saya, Tuhan Yesus adalah Tuhan karena Roh Tuhan Yesus Kristus adalah Roh Allah.
Karena Roh Tuhan Yesus adalah Roh Allah, maka Tuhan Yesus tidak berdosa.
July 30, 2009 at 1:54 pm
to yanto
Anak Allah (Tuhan Yesus) membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis dengan mengalahkan Iblis dengan cara setia menjadi korban bagi penebusan dosa manusia.
Orang yang ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, lahir dari Allah dan tidak dapat berbuat dosa lagi.
————————————
Perbuatan Iblis tidaklah dikalahkan dengan penebusan, semua perintah Allah dalam kitab anda adalah jawabannya yaitu menuruti semua perintah Allah, iblis adalah makhluk yang inkar, dia tidak menuruti kehendak Allah, untuk mengalakannya adalah dengan cara menuruti perintah Allah, bukan penetrasi anda tentang pembunuhan yesus. anda salah yanto.
Lalu paulus mengatakan : Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
Bagaimana mungkin hukum yang dibuat oleh Allah sendiri tidak dibenarkanNya? sedangkan yesus sendiri mengatakan bahwa dia datang tidak untuk menghilangkan hukum taura, dia datang untuk menggenapinya.
Yanto
Contoh : Abraham mengambil Hagar sebagai gundik supaya ia mempunyai anak, karena Sarai mandul. Itu adalah bukti ketidak percayaan akan janji Allah yang mengatakan kepadanya, bahwa keturunannya (Abraham) melalui Sarai, istrinya yang sah, banyaknya seperti bintang di langit. Ketidak percayaan juga adalah dosa.
————————————-
Gundik dan Istri dalam kitab anda adalah sinonim, apanya yang melanggar hukum Tuhan ? Apanya yang tidak sah ?
[1 Tawarikh 1:32] Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yokasan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.
[Kejadian 25:1] Abraham mengambil pula seorang istri, namanya Ketura.
Istri dan Gundik dalam injil adalah sinonim, jika tidak maka ini adalah kontradiksi. Jika abraham mengambil istri dikatakan berdosa, dimana pikiran anda ?
Yanto,
Yohanes pembaptis, ketika di dalam penjara, mulai bimbang, apakah Tuhan Yesus adalah benar Mesias yang dijanjikan Allah.
———————————
Mana Ayat dalam Alkitab yang mengatakan demikian ?
Jika anda maksudkan orang bimbang berdosa, maka alasan anda tidaklah bisa diterima oleh akal sehat.bimbang adalah masalah manusiawi, anda tidak bisa mengatakan bahwa hal tersebut berdosa menurut Allah.
Jika yohanes berdosa, kenapa dia bisa membabtis yesus ??
Bagaimana nubuat Alkitab bisa dibenarkan tentang penebusan dosa oleh yesus sedangkan Alkitab sendiri tidak bisa membuktikan kesalahan para nabi2 ?
Habel anak Adam
“Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakaria anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah” (Matius 23:55).
“Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya dia membunuh? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar” (Yohanes 3:12).
Zakharia dan isterinya
Tentang keduanya dalam Injil ditulis: “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak tercacat” (Lukas 1:6).
Samuel Nabi: Di hadapan seluruh Bani Israel mengemukakan kesuciannya sebagai tantangan menguji kebenarannya dan orang-orang menjadi saksi atas kesuciannya itu seperti berikut:
“Di sini aku berdiri, berikanlah kesaksian menantang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang ku-urapiNya…Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu” Jawab mereka: “Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun.” Lalu berkatalah ia kepada mereka “TUHAN menjadi saksi kepada kamu dan orang yang diurapiNya pun menjadi saksi kepada kamu, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku.” Jawab mereka: “Dia menjadi saksi” (Samuel 12:3-5).
Simon. Penulis Lukas mengatakan tentang dia: “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya” (Lukas 2:25).
Yusuf, suami Maryam. Tentang dia Injil menyebutnya dengan kata suci Dikatakan: “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulis hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” (Matius 1:19).
Adalah jadi sia – sia jika anda mengatakan bahwa paulus mengatakan semua orang berdosa, padahal anda tidak bisa membuktikan bahwa semua orang berdosa menurut Alkitab. bisakah anda berfikir ?
Yanto
TUHAN akan membalaskan dosa manusia kepada keturunannya.
Itulah yang disebut kutuk keturunan.
—————————–
Tidak ada istilah seperti yang anda kemukakan diatas, ini adalah salah satu kepercayaan kuno yang disebut pagan. dalam Alkitab dikatakan,
“Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: ‘ Janganlah ayah mati karena anaknya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.” (II Tawarikh 25:4).
“Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap orang yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu” (Yeremia 31:29,30).
“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:4).
Ini jelas sekali pengertiannya bahwa dosa ditanggung oleh pribadi orang itu sendiri, bukan keturunannya. anda terlalu mengada – ada.
Yanto
Mengenai Tuhan Yesus, ketika lahir sebagai manusia, saya tidak mau memperdebatkan teknis mengenai bukti bahwa Tuhan Yesus tidak berdosa secara dosa keturunan.
Tetapi sesuai dengan keyakinan saya, Tuhan Yesus adalah Tuhan karena Roh Tuhan Yesus Kristus adalah Roh Allah.
Karena Roh Tuhan Yesus adalah Roh Allah, maka Tuhan Yesus tidak berdosa.
—————————
Jawaban seperti ini tidaklah berarti bagi saya. anda tidak bisa membantah argumentasi saya bahwa maria juga mewarisi benih dosa dari orang tuanya, dan begitupula yesus dari ibunya.
Jelas dikatakan bahwa para nabi dalam Alkitab tidaklah berdosa, dan paulus mengatakan semua orang berdosa, bukankah ini sebuah kontra diksi ? anda tidak bisa menunjukkan menurut Alkitab nabi adalah Berdosa, anda mau tunjukan dari mana ? alasan anda bahwa Alkitab tidak mencatatnya secara detail. lantas anda mau cari dimana ? bukankah Alkitab ini bukti paling otentik menurut anda ? Saya pernah berdiskusi dengan orang kristen lain, dan dia secara gamblang mengatakan bahwa bayi yang baru lahir tidaklah berdosa. hal ini secara defakto menggugurkan dogma penebusan dari ajaran kristen itu sediri.
Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma (dosa waris dan penebusan) hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata kepada jemaat di Roma.
“Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku
masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?” (Roma 3:7)
Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:
Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab
banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan
menyesatkan banyak orang. (Matius 24:4-5).