Kebusukan Taurat Israel

Judul di atas sengaja disuguhkan untuk membuktikan bahwa “Taurat” yang sekarang adalah Taurat yang sudah dirombak oleh tangan2 Bani Israel. Namun demikian, di sini hanya disuguhkan 2 contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa “Taurat” sekarang sudah benar2 dirubah dan ditambah!

Sebelum masuk pada pembahasan ini, ada baiknya kita lihat dulu Kitab Kejadian berikut ini:

16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,

Dalam Kejadian 16, Ismail lahir ketika Abraham berumur 86 tahun. Sedangkan dalam Kejadian 21, Ishak lahir ketika Abraham berumur 100 tahun. Ini berarti selisih umur antara Ismail dan Ishak adalah 14 tahun.

Dalam Kejadian 25, Ismail dan Ishak secara bersama2 menguburkan bapaknya, Abraham.

Sekarang marilah kita lihat pembahasan berikut ini:

1. Peristiwa Terbentuknya Sumur Zam-Zam.

Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian 21:8-13, setelah menyapih Ishak, yang berarti Ismail berusia sekitar 16 tahun, Sarah cemburu dengan Ismail ketika melihat ia bermain bersama Ishak. Kemudian, ia meminta agar Abraham membuang Hagar dan Ismail. Abraham konon merasa tertekan dengan permintaan ini, tetapi Allah meyakinkan Abraham bahwa ia harus mengikuti permintaan Sarah. Kisah Alkitab kemudian dilanjutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:

“Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah dia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan peganglah erat-erat dengan tanganmu, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.” (Kejadian 21:14-19 – DRB 1582 & KJV 1611).

Dalam kutipan di atas, Hagar dengan berbagai cara harus memperlakukan Ismail dengan cara:

- meletakkan Ismail, roti dan sekirbat air di atas bahunya
- membuang Ismail ke bawah semak-semak (membaringkannya)
- mengangkat Ismail dari tempat ia terbaring dan memegang erat2 Ismail dengan tangannya.

Tindakan Hagar di atas, tidaklah pantas dilakukan untuk anak berusia 16 tahun. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap seorang balita yang belum disapih dan belum bisa berjalan. Padahal sebelumnya, Ismail sudah bisa bermain bersama dengan Ishak, yang berarti Ismail sudah besar dan sudah bisa berlari2.

Perhatikan juga nama tempat yang tertulis dalam Taurat adalah Bersyeba, padahal peristiwa tersebut terjadi di lembah Baka/Mekah. Tidak ada bukti sama sekali bahwa peristiwa tersebut terjadi di Bersyeba (Palestina dan sekitarnya), tetapi bukti2 itu justru dapat dilihat di Baka/Mekah, yaitu Bukit Shafa dan Marwah, dan Sumur Zam-Zam. Oleh karena Ismail, semenjak diungsikan hingga wafatnya adalah di kota Baka/Mekah.

Ketika itu, Ismail memang masih bayi yang baru beberapa hari dilahirkan. Untuk menghindari kecemburuan Sara, istri pertama Abraham, Allah memerintahkan Abraham untuk mengungsikan Ismail dan ibunya, Hagar, ke lembah Baka/Mekah. Sesampainya di lembah Baka/Mekah, Abraham diperintahkan oleh Allah untuk kembali ke Palestina (Kanaan) menemui Sara dan meninggalkan Ismail dan Hagar di lembah tersebut. Beberapa saat kemudian, Ismail menangis kehausan dan segala persediaan sudah habis. Hagar pun harus mondar mandir antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air dan tidak pula ia dapatkannya. Atas pertolongan Allah melalui malaikat Jibril, tiba2 muncullah mata air yang deras dari bawah kaki Ismail, dan Hagar pun berteriak kegirangan, “Zam Zam, Zam Zam!” Oleh karena itu, mukjizat Nabi Ismail ini sekarang dikenal sebagai Sumur Zam-Zam.

Indikasi peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di Baka/Mekah ini masih dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur berikut ini:

84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Jelas sekali bahwa kisah di atas merupakan salah satu bukti telah terjadinya perombakan di dalam Taurat. Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti bayi yang masih berumur 2 bulanan. Perombak Taurat tampaknya ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, oleh karena Ishak baru saja disapih yang berarti usianya sekitar 2 tahunan, sementara Ismail masih bayi (padahal usia Ismail sekitar 16 tahunan). Dengan demikian, perombak Taurat dapat mengarang kisah selanjutnya di bawah ini.

2. Kisah Penyembelihan dan Penyebutan Ishak sebagai Anak Tunggal.

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:1-13).

Dalam kisah di atas, terdapat 2 kejanggalan besar, yaitu:

1. Ishak disebut sebagai anak tunggal Abraham, padahal Ishak adalah adik Ismail.

2. Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukan seperti anak berusia 16 tahun ketika akan disembelih Abraham. Silahkan periksa kembali Kejadian 21 di atas. Di sana Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti anak yang baru berumur 2 bulanan. Dengan dasar ini, perombak Taurat ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, karena Ishak baru saja disapih sementara Ismail masih bayi. Karenanya, mereka dengan konyol menyebut Ishak sebagai anak tunggal Abraham. Padahal, bukti2 Alkitab sendiri sudah jelas, bahwa Ismail adalah kakak Ishak!

Kejanggalan2 di atas tampaknya diakibatkan oleh banyaknya tangan2 Bani Israel yang turut merombak, sehingga antara pasal yang satu dengan yang lain kelihatan tidak ada kesesuaian. Sangat mungkin, ketika mengumpulkan Taurat, mereka tidak meneliti sedemikian jauh sehingga kejanggalan itu tetap saja terlihat dengan jelas.

Umat Yahudi dan Kristen menganggap penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Abraham adalah karena Ishak merupakan anak dari istri yang sah, yaitu Sara. Padahal, dalam Kitab Kejadian 16:3 dikatakan bahwa Abraham mengambil Hagar sebagai istrinya. Ini berarti, Hagar juga adalah istri sah Abraham. Suatu alasan yang tidak masuk akal! Sesungguhnya, alasan tersebut sengaja dibuat oleh Bani Israel oleh karena mereka iri/dengki bahwa yang menjadi penerus agama samawi, sebagaimana masih dapat terlihat dengan jelas dalam “Taurat dan Injil”, adalah keturunan Ismail (Muhammad).

Dalam kisah versi Taurat di atas, peristiwa penyembelihan itu terjadi di Moria, padahal peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di Mina.

Sekarang, marilah kita lihat kisah penyembelihan Ismail menurut Al-Qur’an (QS. 37:102-112):

[102] Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
[103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
[104] Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
[105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
[108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
[109] (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.
[110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
[112] Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Lihat ayat 102, memang tidak tersebut nama Ismail, mungkin ini disebabkan oleh begitu populernya Ismail di Mekah pada saat itu. Sebut saja, adanya situs2 peninggalan Ismail berupa kuburan Ismail, Ka’bah, Hijir Ismail, Sumur Zam-Zam, dan Bukit Shafa dan Marwah, serta situs peninggalan Ibrahim, maqam Ibrahim. Tapi identifikasi Ismail ini tidak diragukan lagi, oleh karena pada ayat 112, Ishak baru dilahirkan. Jadi, anak tunggal pada waktu penyembelihan itu adalah ISMAIL, bukan Ishak sebagaimana tertulis dalam “Taurat” sekarang.

Perlu diketahui juga bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Perhatikan Firman Allah berikut ini (QS. 3:67-71):

[67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Kristen, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”
[68] Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
[69] Segolongan dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
[70] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
[71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

Lihat ayat 67, bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Bagi orang awam mungkin kelihatan aneh. Bagaimana mungkin Abraham disebut Yahudi ataupun Kristen sementara Yehuda dan Yesus belum lahir? Ayat di atas diturunkan sekaligus untuk memberi jawaban kepada golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) pada waktu itu yang mengklaim Abraham sebagai golongan mereka (hingga sekarang).

Lihat juga ayat 68, bahwa nabi yang paling dekat dengan Ibrahim adalah Nabi Muhammad. Karena hanya umat Muhammad-lah yang senantiasa memuliakan nabi Ibrahim (Sholawat Nabi dalam setiap sholat).

Wassalaam.

37 Responses to “Kebusukan Taurat Israel”

  1. muhaisin Says:

    semoga Allah tetap selalu menjaga kesehatanmu agar kau tetap selalu sehat dan mampu berda’wah lebih lama lagi.salut pada anda…..Allah akbar

  2. sukri Says:

    isi Alkitab kok dibalik balik. jelas2 yang duluan ditulis tuh Alkitab. di alkitab tertulis yang disembelih adalah Ishak, koq jadi Ismail. kacau nih yang merombaknya. kayanya lebih busuk lagi yang mengganti Ishak menjadi Ismail yang disembelih daripada orang Yahudi. beuh.. PARAH.

  3. Ronny Says:

    Itulah sulitnya kalau kitab suci yang nulis hanya satu orang. Suka-suka yang ngarang, siapa yang jadi peran utama. Beda dengan Alkitab, penulisnya banyak dan jangka waktu penulisan ratusan tahun namun…, semuanya saling melengkapi, trus… ilmu arkeologi dapat membuktikannya dan sampai saat ini ilmu arkeologi mendukung apa yang tertulis di Alkitab.
    Nah.., kalau al-Quran sepertinya belum ada dan kemungkinan karena isi al-quran 80 persen copy paste dan sedikit modifikasi dari alkitab. Makanya Sukri.., jangan kaget kalau isinya tebolak tebalik

  4. cio Says:

    Emangnya selain Islam ada agama yang lain?

  5. ChangChuet Says:

    Ada agama lain selain Islam, itu lho…, Ahmadiyah

  6. Hendra Wijaya Says:

    Maaf, saya belum sempat bales untuk tread ini, begitulah Alkitab anda, sehingga orang kristen sendiripun menjadi bingung. tidak ada kristen berbobot yang mengomentarinya kecuali menyalahkan analisa yang ilmiah pada treahd diatas, dengan klaim bahwa alkitab saling melengkapi. disinilah letak kecurangannya, dimana waktu terjadi suatu kasus yang membutuhkan kelapangan hati untuk mengakui bahwa kitabnya memang seperti itu, di jawab dengan jawaban yang tidak berdasar.

    lalu ronny mengatakan bahwa ilmu arkeolog dapat mendukung pernyataan alkitab, bisakah anda menunjukkan kepada saya ? dan dengan tidak merasa malu dia mengatakan bahwa AQ adalah Copi paste dari Alkitab, apanya yang di copi paste ? Seluruh kisah nabi di dalam Al-Qur’an dan Alkitab yang memiliki kesamaan nama, saling berbeda kisah. Beberapa kisah tertentu terdapat di dalam Al-Qur’an, tetapi tidak terdapat di dalam Alkitab, demikian juga sebaliknya. Beberapa kisah juga berbeda pelaku antara yang terdapat di dalam Al-Qur’an dengan yang terdapat di dalam Alkitab. Demikian juga kisah yang dialami oleh masing-masing nabi, tidak sama antara Al-Qur’an dengan Alkitab.

    -Kisah nabi Idris (masa antara nabi Adam dan Nuh).
    - Kisah nabi Hud ( masa antara Nuh dan Shaleh).
    - Kisah nabi Shaleh (masa antara Hud dan Ibrahim).
    - Kisah nabi Dzulkifli (masa antara nabi Ilyasa’ dan Daud).
    - Kisah nabi Ilyas (masa antara nabi Sulaiman dan Yunus).
    - Perintah sholat, zakat, puasa, dan haji.
    - Syarat dan rukun haji.
    - Ajaran Tauhid (hanya ada satu Tuhan).
    - Bantahan ketuhanan Isa.
    - Kritik terhadap kebiasaan buruk orag-orang Yahudi (Bani Israel).
    - Kejadian manusia dari sperma hingga dewasa.
    - Syarat-syarat perkawinan.
    - Pembagian harta pusaka (warisan).
    - Dua mukjizat Yesus tercatat dalam Alquran, tetapi tidak tercatat dalam Alkitab, yaitu: berbicara ketika masih bayi dan menciptakan burung dari tanah liat.
    - Susunan Alqur’an yang jauh berbeda dengan Alkitab.
    - Gaya bahasa Al-Qur’an yang jauh berbeda dengan Alkitab.
    - Isi Al-Qur’an bersifat menyebar ke semua surat, sedangkan isi Alkitab bersifat sistematis (urut-urutan).

    Lihatlah terlalu banyak yang ada didalam AQ dan tidak ada dalam Alkitab orang kristen, bisakah orang – orang kristen berhenti Berdusta?

  7. nora Says:

    assalamualikum,…

    subhanallah,alquran memang luar biasa,…alquran terjaga kemurniannya dari sejak diturunkan sampai kiamat nanti,karena allah sendiri yang bersumpah akan menjaganya.(“sesungguhnya kami yang menurunkan alquran dan kami pula yang menjaganya”)

    alquran nggak pernah menjiplak alkitab,…
    tetapi alquran mengoreksi alkitab dan kitab-kitab sebelumnya yang udah diselewengkan,diganti-ganti isinya,dan ditambah sesuka hati.

    alquran,injil,taurat dan zabur satu penciptanya,allah SWT.jadi wajarkan kalau sang penciptanya melihat 3 kitab sebelumnya udah diselewengkan,mereka tulis sendiri(dengan penambahan dan pengurangan) terus mereka ngaku2 kalau kitab yg mereka “kerjain”tersebut dari allah,so allah turunkan yang paling baru,untuk membantah dan mengungkap kebohongan mereka.

    kalau ada bagian alkitab yang sama dengan alquran itu disebut jiplak?salah besar
    kalau alkitab itu bisa sama dengan alquran karena alqitab itu berisi, sebagian firman allah, sebagian karangan manusia.so wajarkan kalau yang sama itu bagian yg memang firman allahnya dlm alkitab,sama dengan alquran coz sama pengarangnya(allah swt)

  8. Yanto Says:

    Kalau anda berkeyakinan bahwa Alquran diberikan oleh Allah kepada anda, maka anda harus melakukan semua hukum yang tertulis dalam Alquran secara sempurna.

    Kalau tidak, maka itu artinya ‘DOSA’ dan dosa sedikit apapun tidak akan diijinkan untuk masuk Sorga, bukan karena Allah tidak Maha Pengampun, tapi karena Allah adalah Sempurna, Maha Suci, Maha Kudus, Maha Mulia.
    (Dasar pengampunan hanya anugerah dari Allah dalam penebusan Tuhan Yesus Kristus)

    Selamat berjuang!

  9. hendra Says:

    To yanto

    Anda tidak perlu cuap -cuap mengajari kami masalah Dosa, Pikirkan kenapa Alkitab anda seperti diatas ? semua kata-kata anda tidak bisa dibuktikan, secara spiritual mungkin anda mengalami, tidak hanya anda, kami pun mengalaminya. Bukankah alkitab itu yang berbicara ? kenapa anda tidak percaya ?

    Kami hanya membuktikan bahwa alkitab sudah mengalim perombakan, kitab tuhan sudah dirubah manusia. kenapa anda tidak ada empati sedikitpun ? bisakah anda menghargai kitab anda sendiri ?

  10. Yanto Says:

    Anda mengalihkan pembicaraan kita.
    Yang mana yang salah dalam tulisan saya di atas?

    Saya tuliskan lagi :

    Kalau anda berkeyakinan bahwa Alquran diberikan oleh Allah kepada anda, maka anda harus melakukan semua hukum yang tertulis dalam Alquran secara sempurna.

    Kalau tidak, maka itu artinya ‘DOSA’ dan dosa sedikit apapun tidak akan diijinkan untuk masuk Sorga, bukan karena Allah tidak Maha Pengampun, tapi karena Allah adalah Sempurna, Maha Suci, Maha Kudus, Maha Mulia.
    (Dasar pengampunan hanya anugerah dari Allah dalam penebusan Tuhan Yesus Kristus).

    Selamat berjuang !

  11. ChangChuet Says:

    To Yanto,
    Udahlah, nggak usah ngajari si Hendra itu tentang dosa, karena nggak akan masuk dalam logika si Hendra. Emangnya dosa itu apa sih ? Kalau di Alkitab jelas tertulis, dosa adalah melanggar hukum Allah. Kalau di Alquran mungkin tidak ada definisi tentang dosa, makanya orang Islam tidak takut berbuat dosa, contohnya, dihalalkan membunuh orang kafir. Yang berhak menyatakan bahwa seseorang / sekelompok orang itu adalah kafir, siapa ? Tidak ada. Di dunia ini tidak ada yang berhak mencap seseorang kafir. Hanya Tuhan. Tapi Tuhan saja tidak protes, tidak ribut,
    Kita, orang Kristen, sangat menghargai Alkitab. Ayat-ayat yang dikutib si Hendra itu memang benar, tapi…., logikanya itu yang salah. Alkitab sebagai Firman Tuhan, harus diterima dengan iman, sebagaimana Ibrahim yang dinyatakan sebagai bapak orang beriman dan iman Ibrahimlah yang menyelamatkannya, bukan perbuatannya. Ibrahim tetap orang berdosa. Kita orang Kristen sangat senang kalau disebut sebagai keturunan Ibrahim, bukan keturunan dalam jasmani tapi dalam hal rohani. Iman itulah yang dijadikan teladan oleh kita, orang kristen, bukan perbuatannya. Lihat saja perbuatan yang Ibrahim lakukan, gara-gara perselingkuhan yang direstui, maka muncul bangsa Arab, padahal ia dijanjikan akan punya anak dari istri yang sah, Sarah, dan akibatnya perang saudara tidak pernah selesai, perang antara Arab dan Israel, muncullah Yudaisme, Kristen dan Islam. sejarah ini dicatat di Alkitab, agar kita jangan tersandung pada dosa yang sama. Tapi di alquran malah diijinkan berpoligami, bahkan sampai 4 istri, makanya masalah orang Islam nggak selesai-selesai, mulutnya seperti perempuan, karena banyak istri.

  12. ChangChuet Says:

    To Hendra

    Anda menulis
    - Dua mukjizat Yesus tercatat dalam Alquran, tetapi tidak tercatat dalam Alkitab, yaitu: berbicara ketika masih bayi dan menciptakan burung dari tanah liat.
    ——————
    Kalau memang Yesus dapat menciptakan burung, maka tentu Yesus adalah Tuhan, karena hak untuk mencipta kehidupan adalah hanya pada Tuhan.
    Jadi secara tidak langsung anda mengakui Yesus adalah Tuhan, karena Yesus dapat mencipta. Secara logika bener nggak ?
    atau apakah anda tahu bahwa di alam semesta ini ada yang berhak untuk menciptakan kehidupan selain Tuhan?
    Kalau tidak ada, berarti Yesus adalah termasuk golongan Tuhan, karena Ia dapat menciptakan burung, sesuai dengan yang tertulis di Alquran.

  13. Hendra Says:

    To Yanto
    Saya tidak hendak menyalahkan tulisan anda tentang dosa, tapi perkataan anda ini : “Kalau tidak, maka itu artinya ‘DOSA’ dan dosa sedikit apapun tidak akan diijinkan untuk masuk Sorga, bukan karena Allah tidak Maha Pengampun”

    Bukan dosa yang sedikit yang tidak akan masuk surga, bukan itu yang jadi masalah buat saya, Jika timbangan amal baiknya dia lebih banyak daripada dosanya maka juga masuk surga.

    semua statement anda merujuk kepada akhir dari kalimat anda “(Dasar pengampunan hanya anugerah dari Allah dalam penebusan Tuhan Yesus Kristus).”
    Inilah tulisan yang salah dari anda menurut saya, pengampunan tuhan bukan dengan cara pembunuhan anak manusia.

    to changchuet
    Kita, orang Kristen, sangat menghargai Alkitab. Ayat-ayat yang dikutib si Hendra itu memang benar, tapi…., logikanya itu yang salah. Alkitab sebagai Firman Tuhan, harus diterima dengan iman,
    ———————————–
    Iman yang mana yang anda maksud ? ada banyak statement dalam alkitab karena pengarangnya banyak, masalah khitan, haramnya minuman keras dll jika hanya diimani tetapi tidak dijalankan adalah sia -sia. karena konsep yang benar adalah diyakini dalam hati dan diimplementasikan dalam perbuatan.

    changchuet
    sebagaimana Ibrahim yang dinyatakan sebagai bapak orang beriman dan iman Ibrahimlah yang menyelamatkannya, bukan perbuatannya. Ibrahim tetap orang berdosa.
    ————————-
    Nabi ibrahim tidaklah seperti yang anda tuduhkan kepadanya, dia adalah seorang yang benar dan suci. tidak berdosa sama sekali. Perselingkuhan yang mana yang anda maksudkan ? dalam kitab suci anda arti “gundik” dan “isteri” adalah sinonim. saya akan tunjukan ayatnya :

    [1 Tawarikh 1:32] Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yokasan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.

    [Kejadian 25:1] Abraham mengambil pula seorang istri, namanya Ketura.

    Istri, dan Gundik adalah sinonim dalam kitab suci anda, apanya yang tidak sah?? Bisakah anda berhenti berdusta ??? jika tidak maka ini dalah sebuah kontradiksi.

    Masalah poligami saya tidak akan membahasnya disini, terlalu panjang, dan sudah barang tentu anda tidak menerima argumentasi saya, karena apa ? menikah atau tidak entah itu dikatakan zina atau bukan bagi anda tidaklah masalah karena apa ? “Segala sesuatu halal bagiku”(I Korintus 6:12)

    anda tidak fair dan sangat picik mempolitisir kata – kata yang saya gunakan untuk mendukung argumen anda yang bobrok. Yesus dapat membuat burung dari tanah liat adalah karena izin Allah, tidak hanya itu semua mukjizat yang ada pada diri yesus adalah karena izin dari Allah.

    Di AQ dan di Alkitab dikatakan bahwa yesus ketakutan, yesus berdoa, tidur, yesus makan. ini jelas membuktikan bahwa dia bukan Tuhan. Karena tuhan Tidak membutuhkan hal yang seperti itu. Bisakah anda berhenti berdusta ?

    changchuet
    makanya orang Islam tidak takut berbuat dosa, contohnya, dihalalkan membunuh orang kafir. Yang berhak menyatakan bahwa seseorang / sekelompok orang itu adalah kafir, siapa ?
    ——————————
    Ini adalah bentuk kedunguan orang kristen seperti anda, memahami arti kafir saja anda salah kaprah, semua tuduhan anda adalah tidak berdasar. Kafir artinya tidak percaya atau inkar. Seperti dalam tubuh kristen, bahwa protestan menyebut katolik sebagai kafir, katolik menyebut protestan sebagai kafir, karena tidak mempercayai alkitab versi protestan maupun sebaliknya. tdk benar membunuh seorang yang kafir jika dia tidak memerangi terlebih dahulu. anda pahami dulu makna dari kata, baru cuap – cuap, biar ga ketahuan seperti kristen yang goblok.

  14. Yanto Says:

    Hendra :
    ………………………. , jika timbangan amal baiknya dia lebih banyak daripada dosanya maka juga masuk surga.

    To Hendra :
    Maksud anda, amal baik dapat menebus dosa (jika amal baik lebih banyak dari dosanya) ?
    Coba anda renungkan, apa hubungan antara amal baik dengan dosa sehingga dapat saling mengurangi ?
    Sebagai ilustrasi : jika dalam segelas air dicampurkan garam sehingga sangat asin, dapatkah anda mengurangi atau menghilangkan rasa asin air tersebut dengan menambahkan gula ke dalam air tersebut ?
    Ilustrasi lain : jika anda misalnya membunuh orang. Apakah orang tersebut dapat hidup lagi jika anda melakukan perbuatan baik bahkan seumur hidup anda? Apakah orang tersebut dapat hidup lagi jika anda dihukum, bahkan dihukum mati sekalipun ?
    Begitu juga dengan dosa.
    Dosa adalah melanggar perintah Allah, bersalah kepada Allah.
    Apakah Dosa tersebut dapat ditebus dengan berbuat baik?
    Apakah Allah memerlukan ‘amal baik’ anda?

    Hendra : …………………………… , kasih Allah bukanlah pembunuh anak manusia, hal ini sungguh biadab dan keji.
    ——————
    Pembunuhan Yesus memang biadab dan keji.
    Yesaya 53:10. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
    TUHAN menghendaki agar manusia yang dikasihiNya memperoleh keselamatan.
    Untuk hal itu, Allah dalam Tuhan Yesus Kristus membayar dengan begitu mahal, yaitu dengan DarahNya.
    Sebegitu besarnya Kasih Allah kepada manusia yang dikasihiNya, hingga menebus dosa manusia yang begitu mengerikan.

  15. Hendra Wijaya Says:

    To yanto
    anda tidak dapat memberikan contoh garam dan dan gula diatas, karena dosa dan amalan baik tidak lah tercampur kecuali dicatat sebagai dua hal yang terpisah. Jika kita bertaubat dan mengadakan perbaikan maka dengan sendirinya Allah akan menghapus dosa – dosa kita, maaf yanto anda terlalu “manusiawi” dalam mengartikan “hapus”, “tebus” , kita tidak tahu bagaimana cara Allah menghapus dosa dan menebus amalan buruk kita dengan amalan baik kita, anda benar jika Allah tidak membutuhkan amalan baik kita, maka dari itu amalan itu sendiri yang kembali kepada kita. bukan kepada Allah.

    Masalah pembunuhan, tidaklah seperti yang anda maksudkan, mati dan hidup adalah kehendak Allah, anda tidak dapat menghidupkan orang yang sudah mati walaupun anda sudah melakukan kebaikan, melakukan kebaikan hanya dapat digunakan untuk bertaubat demi mencari pengampunan Allah.

    Yesaya:
    1:27 Sion akan Kubebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan Kubebaskan dengan tindakan yang benar.

    kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang (Al Baqarah 160)

    Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

    Untuk pembahasa kitab yesaya sudah saya sampaikan sebelumnya.

  16. ryan Says:

    PETUNJUK KE JALAN LURUS
    UNTUK AHLI KITAB DALAM AL-QUR’AN
    ( 1 )

    Artinya :
    “Wahai ahli kitab ! Telah datang kepadamu utusanku memberikan keterangan kepadamu banyak soal-soal yang kamu sembunyikan dari pada kitab dan banyak juga yang dimaafkan. Telah datang kepadamu dari Allah cahaya dan kitab yang nyata-nyata”
    “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 1 44)

    “Hai Yerusalem, Yerusalem yang membunuh Nabi-Nabi dan yang merejam segala orang yang disuruhkan kepadamu. Berapa banyak kali aku sudah berkehendak menghimpunkan anak-anakmu seperti seekor ibu ayam menghimpunkan anak-anaknya di bawah sayapnya tetapi tidak kamu mau, sesungguhnya rumahmu kelak tertinggal sunyi senyap” (Injil Matius 23 : 37-38)

    “Mereka menghendaki memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka sedangkan Allah menyempurnakan cahayaNya, walau dibenci orang-orang kafir” (Al-Qur’an surat Ash-Shosaf : 8)

    Kehendak Allah pasti terlaksana walau orang-orang musyrik dan orang-orang kafir tidak menyukainya.

    Junjungan kita Nabi Isa a.s. mengabarkan mengenai Muhammad Rasulullah s.a.w., katanya :

    “Akan tetapi bila ia sudah datang, yaitu roh kebenaran maka ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang” (Injil Yahya 16 : 13).

    Petrus chalifah Yesus dipermukaan bumi ini menguatkan perkabaran ini katanya :

    “Memang Musa sudah mengatakan : Bahwa Allah Tuhanmu, akan mendatangkan bagimu seorang Nabi dari antara saudara-saudaramu seperti aku ini, maka kepadanyalah hendak kamu dengar akan segala sesuatu apapun yang ia akan bersabda kepadamu” (Kisah Rasul-Rasul 3 : 22)

    “Maka Yesus itu juga batu yang dicelakakan oleh kamu tukang-tukang rumah sudah menjadi batu penjuru”

    “Wahai ahli ktab telah datang kepadamu tentang banyak soal-soal yang kamu sembunyikan dari pada kitab dan banyak juga yang dimaafkan. Telah datang kepadamu dari Allah cahaya dan kitab yang nyata” (Al-Qur’an surat Al-Maidah : 15).

    “Tidak Aku turunkan kitab kepadamu kecuali supaya kau menjelaskan kepada mereka soal-soal yang menjadi perselisihan mereka. Disamping itu juga sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang mau percaya” (Al-Qur’an surat Annahl : 64).

    Dari landasan-landasan dan karinah-karinah ini terang jelaslah tidak bisa diragukan lagi, benar-benar merupakan titik peralihan dalam sejarah risalah-risalah Allah s.w.t. yaitu :

    Mengenai pilihan Allah s.w.t. kepada Muhammad Rsulullah cucu junjungan kita Ismail a.s. itu saudara Ishak a.s. kedua-duanya anak Ibrahim a.s. Ibrahim berdoa kepada Allah s.w.t. :

    “Wahai Tuhan kami ! Jadikanlah kami berserah diri kepadamu dan jadikanlah pula dari keturunan kami suatu umat yang berserah diri kepadamu. Tunjukkanlah kepada kami amalan-amalan ibadah kami ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 128)

    Mengenai beralihnya tanah suci dari Palestina tempat lahir Nabi-Nabi ke tanah Hijaz, Mekkah Al Mukarramah tanah tumpah darah Rasulullah. Maka marilah kita memulai berbicara tentang kisah dari permulaan sehingga terbuka bagi kita rahasia peralihan yang penting ini. Allah s.w.t, berfirman :

    “Wahai bani Israil ! Ingatlah kamu akan nikmatKu yang telah Aku kurniakan kepada mu. Sungguh aku lebihkan kamu atas manusia alam. Dan takutlah kepada suatu masa yang disitu satu sama yang lain tidak bisa saling membantu, dan tidak bisa minta diadili lagi dan tidak bisa tertolong lagi” (Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 122,123).

    Nabi Musa telah memberikan peringatan dan ancaman kepada bani Israil, agar supaya tidak menyimpang dari jalan Allah, katanya :

    “Maka apabila kamu sudah beranak dan bercucu, bercicit dan kamu sudah menjadi tua dalam negeri itu, lalu kamu membawa dirimu kepada kebiasaan dengan memperbuat segala rupa patung dan gambar barang sesuatu serta berbuat akan perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan Allahmu sehingga kamu membangkitkan murkaNya. Bahwa pada hari ini juga aku memanggil langit dan bumi akan saksi atas kamu, bahwa dengan segera juga kamu akan hilang dari dalam negeri yang kamu tuju sekarang dengan menyeberang Yarden hendak mengambil dia akan milik pusaka, maka tiada kamu akan melanjutkan umurmu di dalamnya, melainkan tidak akan kamu binasakan sekali. Maka kamu akan diceraiberaikan oleh Tuhan diantara segala bangsa-bangsa kafir, yang Tuhan akan membuang kamu ketengahnya” (Kitab Ulangan : 4 : 25-27).

    Walaupun mereka sudah diberi ancaman dan diberi peringatan mereka masih juga kembali keperbuatan dosa maka wajar dan sejoyanya Tuhan marah dan murka kepada mereka itu.

    Pada tahun 701 sebelum Masehi, Tuhan laksanakan hukumanNya atas mereka, Nabi Yesea mengatakan dalam Perjanjian Lama :

    “Siapakah diantara kamu yang memberi telinga akan perkara ini, yang mendengar dia dan mencamkan kesudahannya? Siapakah dia yang sudah menyerahkan Yakub akan dirampasi, dan Israil kepada penjarah? Bukankah ia itu Tuhan yang kepadanya kita sudah berdosa? Karena mereka itu tiada mau berjalan pada jalannya dan tiada mau mendengar akan Toratnya” (Yesea 42:23-25).

    Kemudian dia kembali menyanggah mereka, dengan katanya :

    “Bahwasanya lengan Tuhan tiada singkat, sehingga tiada dapat ia menolong kamu, dan telinganyapun tiada menjadi terlalu berat, sehingga tiada dia dapat mendengar. Tetapi segala kejahatanmu sudah menceraikan kamu dari pada Allahmu dan sebab sgala dosamu disamarkannya wajahnya dari padamu sehingga tiada didengarnya akan kamu” (Yesea 59:12).

    Allah s.w.t berfirman dalam Al-Qur’an surat Ambiya 11-14, sebagi berikut :

    “Berapa banyak penduduk negeri yang Kubinasakan habis, karena mereka aniaya dan Kujadikan kemudiannya suatu bangsa yang lain. tatkala mereka itu merasakan siksaanKu tiba-tiba mereka itu melarikan diri, pulanglah kamu kembali, kepada nikmat yang telah dikurniakan kepadamu dan ketempat kediamanmu semoga kamu dapat diperiksa. Mereka itu berkata : Amat celaka nasib kamu, sesungguhnya kami orang-orang yang aniaya” (Al-Qur’an surat Ambiya 11-14).

    Tidak ragu-ragu lagi bahwasanya kehendak Allah itu pasti diterapkan walaupun bagaimana manusia itu bermasa bodoh terhadap kehendak yang Azali dan abadi.

    Sebagaimana Yermia Nabi Perjanjian Lama telah meramalkan tentang hancurnya Baitul Maqdis dan porak porandanya Israil katanya :

    “Apabila sebanyak bangsa itu melalui negeri ini, serta katanya seorang pada seorang, mengapa dibuat Tuhan demikian akan negeri sebesar ini? Lalu akan sahutnya yaitu sebab dilupakannya perjanjian Tuhan, Allahnya, dan mereka itu sudah menyembah sujud kepada dewa-dewa dan sudah berbuat bakti kepadanya” (Yermia 22: 8,9).

    Datanglah Al-Masih Isa anak Maryam, maka apakah yang dia dapat? Dia telah mendapati ;

    Pendeta-pendeta dan tempat peribadatan (Bait Allah) “Maka masuklah Yesus kedalam Bait Allah serta mulai mengusir segala orang yang berjual-jualan disitu sambil berkata kepada kepada mereka itu : Adalah tersurat bahwa Rumahku akan menjadi rumah tempat berdoa, tetapi kamu ini menjadikan dia gua penyamun” (Injil Lukas 19 : 45,46).

    Pendeta-Pendeta dan ikatan bersumpah :

    “Wai (celaka) bagi kamu, hai pemimpin yang buta yang berkata : barang siapa yang bersumpah demi Bait Allah, tiada mengapa ; tetapi barang siapa yang bersumpah demi emas Bait Allah maka bertanggunglah. Hai orang bodoh dan buta! Apakah yang lebih besar emaskah atau Bait Allah yang menguduskan emas itu? Dan lagi katamu : Barang siapa yang bersumpah demi tempat korban, tiada menagapa, tetapi barang siapa bersumpah demi persembahan atau tempat korban yang diatas tempat korban itu, maka bertanggunglah. Hai orang buta apakah yang lebih besar : persembahan atau tempat korban yang menguduskan persembahan itu? Sebab itu siapa yang bersumpah demi tempat korban ialah bersumpah demi tempat korban itu juga, dan demi segala sesuatu yang diatasnya. Barang siapa yang bersumpah demi Bait Allah, ialah bersumpah demi Bait Allah itu juga dan demi Tuhan yang diam di dalamnya. Dan siapa yang bersumpah demi syurga ialah bersumpah demi arasy Allah, dan demi Tuhan yang duduk diatasnya” (Injil Matius 23 : 16-22).

    Rakyat dan Pendeta-Pendeta :

    “Bahwa bangsa ini yang menghampiri aku dengan mulutnya dan dengan lidahnya juga dimuliakan akau, tetapi hatinya jauh dari pada aku; adapun peri mereka itu berbuat ibadat kepadaku ia itu pengajaran hukum-hukum manusia belaka” (Yahya 29 :13).

    Al Masih dan Pendeta-Pendeta :

    “Jangan sangkakan aku ini menuduh kami di hadapan Bapa itu. Memang ada seorang yang menuduh kamu, yaitu Musa yang kamu harapkan. Karena jikalau kamu percaya akan daku, sebab Musa telah menyuratkan tentang aku ini. Tetapi jikalau tiada kamu percaya akan segala kitab Musa bagaimanakah kelak kamu percaya akan perkataanku” (Injil Yahya 5 : 44-47).

    Al Masih dan para murid-murid (hawari-hawari) :

    “Maka sahut Simon Peterus kepadanya : Ya Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Hanya Tuhan sajalah yang menaruh perkataan hidup yang kekal. Kami ini sudah percaya dan yakin bahwa Tuhanlah yang kudus datang dari pada Allah. Maka jawab Yesus kepada mereka : Bukankah aku sudah memilih kamu kedua belas ini. Tetapi seorang diantara kamu menjadi suatu iblis” (Injil Yahya 6 : 68-70).

    Al Masih dan Iblis :

    “Iblis berkata kepadanya : Sekalian ini aku berikan kepadamu jikalau engkau sujud menyembah aku Lalu kata Yesus kepadanya : Nyahlah engkau dari sini, hai Iblis karena telah tersurat : Hendaklah engkau menyembah Allah, Tuhanmu dan beribadat hanya kepadaNya sahaja. setelah itu maka undurlah Iblis dari padanya” (Injil Matius 4 : 9-11).

    Al Masih dan Pengadilan :

    “Tuduhan yang mereka hadapkan kepadanya. Oleh sebab ia mengatakan dirinya anak Allah” (Injil Yahya 19 : 7).

    Al-Qur’an tidak membenarkan syubhat ini dan menjauhkan dari Al Masih Isa anak Maryam, firmanya dalam Al-Qur’an surat Attaubah : 31, dan surat Al Imran 52, sebagai berikut Artinya :

    “Mereka jadikan pendeta-pendeta dan padri-padri mereka itu tuhan-tuhan selain Allah dan Al Masih anak Maryam,. Mereka tidak diperintah kecuali menyembah Tuhan Yang Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Maha Suci Allah dari pada yang mereka sekutukan” (Al-Qur’an surat Attaubah : 31).
    “Setelah Isa merasa mereka kafir, berkatalah dia; siapa pembantu-pembantuku kepada Allah? Para hawari menjawab : Kami pembantu-pembantu Allah, kami percaya kepada Allah dan saksikanlah bahwasanya kami muslim” (Al-Qur’an surat Ali imran 52).

    Pendirian Nabi Isa terhadap penyimpangan dari agama ini, dia bersikap positif tatkala murid-muridnya menghadap Isa untuk memperlihatkannya bangunan tempat peribadatan berkatalah Isa kepada mereka :

    “Bukankah kamu nampak sekalian ini? Dengan sesungguhnya aku berkata kepadamu, tiadalah akan tinggal tersusun disini sebuah batu diatas yang lain, yang tiada akan dirombak kelak” (Injil Matius 24 : 1 : 2).

    “Tatkakal ia sudah dekat serta nampak negeri itu iapun menangislah akan dia, sambil berkata: Jikalau kiranya pada hari ini saja engkau sudah mengetahui akan barang yang dapat membawa sejahtera kepadamu. Tetapi sekarang ini semuanya itu terlindung dari pada matamu. Karena harinya akan datang atasmu yang segala musuhmu berkubu sekeliling engkau serta mengepung engkau dan mengimpit dari segala pihak dan engkau diempaskannya sehingga rata dengan tanah beserta dengan anak-anakmu yang ada padamu dan tiada ditinggalkannya tersusun sebuah batupun diatas yang lain di dalam negerimu oleh sebab engkau tiada sadar akan masa yang engkau dilawat” (Injil Lukas 19 : 41-44).

    Ia diminta diturunkan tak kuat keatasnya katanya :

    “Hai Yerusalem, Yerusalem yang membunuh nabi-nabi dan yang merejang segala orang yang disuruhkan kepadamu berapa banyak kali sudah aku berkehendak menghimpum anak-anakmu, seperti seekor ibu ayam yang menghimpunkan anak-anaknya di bawah sayap-sayapnya tetapi tidak kamu mau. sesungguhnya rumahmu kelak tertinggal sunyi senyap” (Injil Matius 23 : 37,38).

    Inilah cerita dari awal sampai akhirnya Allah murka kepada Israil, berpindahlah hatinya dari Baitul Maqdis, maka bagaimanakah terjadi semua ini, Tuhan berjanji kepada Nabi Ibrahim a.s. :

    “Maka dalam benihmu segala bangsa yang dibumi itu akan diberkati” (Injil Matius 22 : 18)

    Allah menjelaskan persoalan ini dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah :

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim” (Al-Qur’an surat Al-Baqarah 124).

    Disinilah tiba giliran perkabaran Isa mengenai Muhammad Rasulullah :

    “Maka kata Yesus kepadanya : belum pernah kamu membaca di dalam Al-Kitab : bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang ialah sudah menjadi batu penjuru, demikianlah perbuatan Tuhan maka hal itu ajaiblah pada mata kita. Sebab itu aku berkata kepadamu bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan diberikan kepada suatu bangsa yang menerbitkan buahnya” (Injil Matius 21 : 42 : 43).

    Dan disini juga tiba giliran penghiburan malaikat kepada Nyonya Hajar sewaktu lari api perbudakan di bawah penghinaan Sarah isteri Ibrahim a.s.

    “Karena aku hendak jadikan dia suatu bangsa yang besar” (perjanjian lama, Kitab kejadian 21: 18)

    Dan disini pula datanglah giliran penghiburan Tuhan kepada Nabi Ibrahim a.s. dikala nampak bagi Ibrahim anaknya yang sulung Ismail, terusir dari perbudakan yang dilakukan oleh Nyonya Sarah (isteri Ibrahim a.s.)

    “Maka anak sahaya itupun akan kujadikan satu bangsa, karena iapun dari pada benihmu” (Perjanjian Lama Kitab Kejadian 21 : 13)

    Allah menguatkan soal ini dengan firmannya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah 125 Artinya :

    “Dan perhatikanlah sewaktu kujadikan Bait (Ka’bah) ini sebagai tempat tempat bagi manusia dan terdapat kemanan. Dan ambillah daripadanya makam Ibrahim sebagai tempat sembahyang dan telah aku berjanji kepada Ibrahim dan Ismail, sucikanlah rumahku untuk orang-orang yang bertawaf dan orang-orang yang ber’iktikaf dan orang-orang yang rukuk sujud” (Al-Qur’an surat Al-Baqarah 125).

  17. ryan Says:

    Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (Surah-Ali ‘Imran 3:3)

    Hai Ahli Kitab mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? (Surah-Ali ‘Imran 3:65)

    “Kemudian Kami iringkan dibelakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka kami berikan kepada orang-orang yang beriman diantara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang yang fasik.” (Surah-Al Hadiid 57:27)

    “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya…” (Surah-Al-Fat-h 48:29)

    “Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (Surah-Al Maa idah 5:47)

    “Katakan (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (Surah-Al Baqarah 2:136)

    “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati.” (Surah-Al Maa idah 5:69)

    Katakanlah: “Hai, Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. (Surah-Al Maa idah 5:68)

    Abu Huraira mengatakan bahwa setelah Rasulullah menyatakan bahwa ia mendapat wahyu dari Allah Yang Maha Tinggi ” Aku telah mempersiapkan pelayanku, yang belum pernah dilihat, belum pernah didengar, dan yang belum pernah dipikirkan oleh manusia,” ia menambahkan ‘” Tak ada yang mengetahui bahwa sang Penghibur telah datang kepada mereka.” (Bukhari dan Muslim)

  18. Yanto Says:

    To Hendra
    Maaf Hendra, justru saya yang hendak mengatakan bahwa anda terlalu “manusiawi” dalam mengartikan “hapus”, “tebus”, kita tidak tahu bagaimana cara Allah menghapus dosa.

    Mungkin perbedaan pandangan kita dalam masalah dosa adalah :
    Posisi anda adalah sebagai hamba Allah. (jangan tersinggung, ya, hamba Allah lebih mulia bahkan daripada raja di dunia).
    Anda adalah orang berdosa, bertaubat, meminta ampun, mengadakan perbaikan, menjadi hamba Allah, jika berdosa setelah itu, maka tidak ada cara lain selain bertaubat lagi, meminta ampun lagi, mengadakan perbaikan dan berusaha tidak berdosa lagi. Tergantung dari Allah, mau mengampuni atau tidak, baik waktu pertama kali bertaubat untuk menjadi hamba Allah maupun taubat-taubat setelah itu.
    Saya juga adalah orang berdosa, bertaubat, dipilih untuk menjadi anak Allah oleh Kasih Allah, ditebus Allah dalam Tuhan Yesus Kristus dari dosa-dosa saya. Allah memberikan Roh Kudus kepada saya untuk membimbing saya untuk mengetahui isi hati Allah. Sebagai anak Allah, saya tidak dapat berbuat dosa lagi (kecuali murtad). Memang saya juga masih melakukan kesalahan, tapi bukan dosa lagi. (kalau saya terus-terusan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, saya akan menjadi was-was, apakah saya benar-benar telah menjadi anak Allah atau hanya mengaku-aku saja sebagai Anak Allah).

  19. ryan Says:

    to yanto
    bangga sekali kau menganggap dirimu lepas dari dosa.
    siapakah yang Maha Berkehendak,kau atau Tuhan?

  20. ryan Says:

    to yanto
    jangan sombong,anda menganggap diri anda anak Tuhan dan kami sebagai hamba.
    belum tentu Allah seperti yang anda angan angankan…

    gini aja deh.
    maukah kau bersumpah demi Allah bahwa apa yang kau yakini tentang Isa itu adalah kebenaran?
    dan maukah kau bersumpah semoga laknat Allah ditimpakan kepadamu jika kau adalah termasuk orang yang berdusta dan salah tentang Isa?

  21. Darto Says:

    To Ryan,

    Orang Kristen dilarang untuk bersumpah, karena Yesus sudah ajarkan, “jangan kamu bersumpah demi apapun, kalau ya, jawablah y, kalau tidak, katakan tidak, lebih dari itu berasal dari si jahat (Iblis)”

    Jadi kalau anda menanyakan bahwa apakah kami (Nasrani) percaya bahwa Yesus (Isa) adalah kebenaran? 100 %, bahkan bisa setrilyun % YA.

    Kalau perbuatan kami, orang Kristen, adalah jahat maka kami berdusta tentang Yesus. Kami berbuat baik, karena Yesus telah berbuat baik kepada kami, yaitu menyelamatkan kami dari dosa, ada pengharapan. Itulah sebabnya kenapa orang Kristen suka menyanyi ? suka memuji Tuhan ? karena keselamatan yang pasti yang telah Yesus janjikan.

    Apakah Muhammad memberi jaminan seperti itu ? Apakah dalam alquran ada pernyataan kepastian seperti itu ? Paling-paling jawabnya KALAU TUHAN BERKENAN. KALAU TUHAN MENGINJINKAN. Siapa yang tahu pikiran Tuhan, selain Tuhan sendiri ? Apakah sudah pasti Tuhan mau mengampuni dosamu ? kalau Tuhan tidak mau, apakah anda bisa protes ?

    Kalau kami umat Kristen, punya keyakinan, karena ada JANJI. Janji-janji Tuhan sangat banyak di Alkitab. dan Janji-janji itulah yang kami pegang, masakan Tuhan akan ingkar janji-Nya sendiri ?
    Saya berani nyatakan ini, karena saya sudah merasakannya, bagaimana Tuhan selalu menepati janji-Nya, dan yang lebih membahagiakan saya pribadi adalah bahwa saya termasuk anak perjanjian sesuai dengan pernyataan Paulus yang terdapat dalam buku Galatia 4 : 28 “Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji”

    Saya adalah perjanjian, yang punya hak warisan, bukan seperti Ismael, anak budak yang diusir semasa Tuannya masih hidup dan tidak mendapat warisan, hanya menerima pemberian sekedarnya.

  22. Hendra Says:

    To Darto

    Orang Kristen dilarang untuk bersumpah, karena Yesus sudah ajarkan, “jangan kamu bersumpah demi apapun, kalau ya, jawablah y, kalau tidak, katakan tidak, lebih dari itu berasal dari si jahat (Iblis)”
    —————————
    Sumpah apa yang anda maksud ? apakah orang kristen dilarang untuk bersumpah demi kebenaran? Sekarang siapa yang berdusta ? Jika anda benar maka anda yang beruntung dari pada kami, jika kami yang benar maka semoga lakat Allah menimpa orang yang berdusta.

    Darto:
    kalau anda menanyakan bahwa apakah kami (Nasrani) percaya bahwa Yesus (Isa) adalah kebenaran? 100 %, bahkan bisa setrilyun % YA.
    ——————
    Kebenaran apa darto ?? Kebenaran menurut anda tidak lain adalah menuhankan Yesus, anda menganggap bahwa Yesus adalah Tuhan! dan Kami umat muslim hanya menganggap yesus sebagai Nabi Tuhan, Tidak Lebih. Jika anda berdiri diatas kebenaran, kenapa anda takut untuk bersumpah dengan kami?

    Darto:
    Kalau perbuatan kami, orang Kristen, adalah jahat maka kami berdusta tentang Yesus. Kami berbuat baik, karena Yesus telah berbuat baik kepada kami, yaitu menyelamatkan kami dari dosa, ada pengharapan. Itulah sebabnya kenapa orang Kristen suka menyanyi ? suka memuji Tuhan ? karena keselamatan yang pasti yang telah Yesus janjikan.
    ——————————-
    Kenapa jika perbuatan jahat di pisahkan dengan dosa (Menurut Yanto dan darto mungkin setuju)? sedangkan perbuatan baik dapat menyelamatkan dari dosa ? anda jangan main tipuan monyet dengan kami.

    Di dalam Islam tidaklah berpangku tangan seperti ajaran anda darto, hanya modal percaya, percaya apa ?

    1. Percaya Yesus Sebagai Tuhan
    2. Percaya Yesus Menebus Dosa Manusia di tiang salib.

    Inti ajaran anda adalah itu, tidak usah dipungkiri lagi, ajaran keselamatan anda ya dua itu, karena sumua hukum yang diberikan kepada Nabi Musa dan Isa (Yesus) anda sudah hapuskan berdasarkan perintah Paulus,

    Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16)

    Padahal Yesus sendiri mengatakan :
    “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

    Lantas Janji yang anda kemukakan akan mendapatkan surga itu dari siapa ? Janji siapa Darto? Yesus ? Tidak Mungkin! anda sudah mendeprak dengan tidak merasa malu sabda yesus dengan ucapan Paulus. Lalu dengan tidak ada rasa malu sedikitpun juga anda menuntut janji kepada Yesus ? Jangan omong kosong dengan saya.

    Darto:
    Saya adalah perjanjian, yang punya hak warisan, bukan seperti Ismael, anak budak yang diusir semasa Tuannya masih hidup dan tidak mendapat warisan, hanya menerima pemberian sekedarnya.
    ———————————–
    Anda merasa diri anda lebih suci dari Nabi Ismail Keturunan Nabi Ibrahim, anda sungguh umat tersombong! Padahal Allah tidak melihat status dari umatnya melainkan (iman dan perbuatannya(Takwa))(Jika pernyataan darto itu benar tentang keturunan Nabi Ismail), tetapi sayang perkataan darto itu hanya Fitnah dari sekian Fitnah – finahnya yang Besar.

    Anda tidak bisa menjawab dengan logika yang sehat mengenai treahd diatas, karena memang logika anda sakit!. anda hanya mengatakan bahwa Keturunan ismail Hanya keturunan Pembantu, Tidak mendapat Hak Waris!dan cacian anda lainnya, anda tidak bisa membuktikan kenapa Nabi Ismail adalah keturunan pembantu, apkaha karena Ibunya adalah Gundik Ibrahim menurut Alkitab anda ? Jawab Darto, saya ingin anda menjadi kristen yang jantan unuk menunjukan bahwa gundik dan istri adalah 2 hal yang berbeda dalam alkitab anda, sehingga anda membuat keputusan dengan mempermasalahkan keturunan daripada Nabi Islmail. Saya harap ucapan anda tidak omong kosong, buktikan bahwa ajaran kristen adalah bukan omong kosong.

  23. ryan Says:

    to darto
    sekali lagi saya tekankan bahwa saya hanya menganggap diri saya hamba Allah takbisa lebih dari itu.
    dan janji Allah untuk kami umat islam itu ada dan anda tak tahukan?dan janji Allah adalah benar.
    dan janji Allah hanya akan diberikan kepada orang orang yang juga memenuhi janji kepadaNya,walaupun dia budak sekalipun.keturunan siapapun!
    dan saya tidak bisa menjamin diri saya selamat atau tidak,surga atau neraka yang saya masuki karena sayapun belum tahu apakah saya ini telah benar benar berjalan dijalanNya dan berhak untuk mendapatkan janjinya.maka dari itu saya terus berdoa 5 kali sehari supaya tetap menjalani jalan yang lurus itu.jika Allah tidak mengampuni saya,saya hanya bisa memohon dan memohon ampunanNya.saya berusaha keras mengikuti jalan sesuai firmanNya dan apa yang diajarkan utusanNya kepada kami.
    saya adalah hamba Allah bukan seperti engkau darto mengklaim kau anak perjanjian yang mewarisi.
    sudahkah kau mendengar Allah menjamin dirimu selamat?sungguh ketidaktahuan atau kebodohanmu yang besar darto.keselamatanmu hanyalah angan anganmu,
    dan tahukah kau darto orang yang paling merugi?
    yaitu orang orang yang menganggap dirinya berbuat kebaikan,tetapi Allah tidak melihat adanya kebaikan dalam dirimu.apa yang kau anggap baik didunia ini belum tentu baik dihadapan Tuhanmu darto!
    ini yang ingin kusampaikan:
    BAHKAN YESUS KRISTUS/ISA ALMASIH TIDAKLAH ENGGAN DATANG KEPADA ALLAH MELAINKAN SEBAGAI SEORANG HAMBA.PERNAHKAH ENGKAU MENDENGAR BAHWA YESUS BERDOA KEPADA ALLAHNYA?APAKAH DIA MERASA BANGGA AKAN DIRINYA SENDIRI SEPERTI ENGKAU MEMBANGGAKAN DIRIMU DIHADAPAN ALLAH???ENGKAU MENGHARDIK ISMAEL?SAUDARA YESUS DARI ABRAHAM?SEPERTINYA YESUS LEBIH BERHAK MARAH KEPADAMU DARIPADA SAYA.JANGAN KAU MENGHINA ISMAEL KARENA JANJI ALLAHPUN ADA PADANYA.PERNAHKAH YESUS MERENDAHKAN SEORANG HAMBA ATAU BUDAK???????

  24. Darto Says:

    To Hendra,

    Saya hanya mau mengikuti apa yang Yesus perintahkan, dan Yesus katakan di Matius 5 : 34 “Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah sekali-kali bersumpah …….”
    Jawaban lengkapnya ucapan Yesus itu bisa anda baca sendiri di Matius 5 : 34 – 37.
    Disini Yesus menekankan kejujuran, dan kejujuran tidak perlu pakai sumpah. Untuk apa bersumpah demi kebenaran? Udah jelas benar !!! Kalau pakai sumpah, bisa jadi sumpah serapah. Dijauhkannyalah kiranya dari hal itu.

    Saya sebagai umat Kristen, sangat percaya bahwa Yesus adalah kebenaran, karena Yesus sendiri mengatakan dalam Yohanes 14:6 “Kata Yesus kepadanya :”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
    Saya percaya akan perkataan Yesus, dan hal inilah yang membuat saya akrab denganNya.
    Yesus mengajarkan berdoa, “Bapa kami yang ada di surga ….” Ucapan inilah yang mengajarkan saya, bahwa TUHAN ALLAH bisa didekati sebagai mana anak dengan ayahnya. Kata-kata yang menunjukkan suatu keakraban kekeluargaan dan saya sebagai anak tentu punya polah tingkah yang beragam dan kalau bebuat salah, pasti BAPA akan menegor bahkan mendisiplin saya agar saya bertobat. Tapi kalau saya berbuat baik, menurut peraturan BAPA, maka saya tentu dapat pahala, hadiah, berkat. Saya ingin seperti itu, sebagai anak yang dibanggakan oleh Bapanya, seperti Ayub. Di kitab Ayub 1:8 “Lalu bertanyalah TUHAN kepada iblis :”Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”.
    Sebagai anak, saya ingin menjadi kebanggan BAPA saya, tapi saya pun tidak ingin BAPA saya dipermalukan oleh kelakuan saya, apalagi Saudara Tua saya, Yesus, tentu Ia akan lebih sedih. Karena itulah, saya kalau kemana-mana berdoa dalam nama Tuhan Yesus, agar Yesus selalu bersama dengan saya sehingga saya dijauhkan dari klejahatan dan perbuatan jahat.
    Saya beriman bahwa Yesus adalah Tuhan, dan darah-Nya yang tercurah di bukit Golgota menebus saya dari dosa. Kalau anda, Hendra, tidak percaya itu masalah anda sendiri, dan jangan paksa saya untuk mengikuti jalan anda, yang mana anda sendiri kalau berdoa selalu menyebutkan “tunjukkan kami jalan yang lurus” berartikan anda belum lurus jalannya, jadi jangan ngajak yang belum tentu benar kepada saya.

    Mengenai Ismael, sudah jelas dikatakan di Alkitab, bahwa ia adalah anak pembantu, makanya Ibrahim tidak terlalu ngurusi si Ismael. Lihat Ishak, untuk istrinyapun Ibrahim yang carikan, tapi Ismail, Ibrahim nggak ambil pusing, bahkan mengusirnya beserta ibunya yang pembantu itu.

    Istri dan gundik itu berbeda, kalau istri, dapat surat resmi dan tidak akan seenaknya suami mengusirnya, tapi kalau gundik, atau istri simpanan tidak ada ikatan resmi, makanya Ibrahim tidak salah kalau mengusir mereka. Di hukum Islam kan ada juga kawin resmi dan kawin siri? Apakah wanita yang dikawini secara siri dapat menuntut suaminya di pengadilan, kalau ada masalah di antara mereka? Nggak Khan? Makanya saya sering sedih lihat di TV, banyak wanita muslim tidak bisa menuntut suaminya karena dia dulu dinikahi secara siri. Hal seperti ini bisa berakibat tidak baik, karena menunjukan Islam tidak menghargai wanita,
    Ibrahim tidak pernah memberikan warisan pada Ismael, tetapi Janji TUHAN kepada Ibrahim tetap berlaku pada Ismael makanya Tuhan berfirman di Kejadian 21 : 17-20. Dan bagian Ismail adalah padang gurun, bukan tanah Palestina yang subur itu. Buktinya sampai sekarang, orang Arab tinggalnya di gurun Pasir. Tanah Palestina itu, memang Tuhan janjikan pada Ibrahim untuk keturunanya dari istrinya yang sah, Sarah.
    Jadi gundik, istri hasil siri, tidak dapat warisan, tapi istri yang dinikahi secara sah yang mendapak hak.

    To Ryan,
    ———————
    sudahkah kau mendengar Allah menjamin dirimu selamat?sungguh ketidaktahuan atau kebodohanmu yang besar darto.keselamatanmu hanyalah angan anganmu,
    ———————-
    Janji Tuhan itu pasti, Yesus katakan dalam Yohanes 3 :16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barang siapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”
    Ini janji Tuhan, percaya kepada Yesus, Anak-Nya, akan selamat, beroleh hidup yang kekal. Ada nggak janji Tuhan seperti itu di AlQuran?
    Jadi saya yakin saya akan selamat, tinggal sekarang bagaimana saya menjaga perilaku saya di hadapan Allah dan manusia. Orang lain silakan mengatakan saya pemfitnah, pembohong dsb, tapi kalau yang saya sampaikan seperti ada yang tertulis di kitab suci, saya tidak salah di hadapan Tuhan.

    Yesus tidak pernah merendahkan seorang manusiapun. Tidak pernah, bahkan orang yang bersama-Nya disalibkan minta pengampunan/bertobat, Yesus mengampuninya bahkan menjanjikan bahwa dia akan berada di Firdaus.
    Saya hanya menyatakan kebenaran yang ada di Alkitab dan AlQuran. Bahkan di Alkitab tertulis di buku Kejadian 16:11-12 “Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya :”Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. (12) Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu: tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
    Dan sekarang coba perhatikan perilaku dan nasib keturunan Ismael, tidak berbeda jauh dengan yang difirmankan Tuhan itu bahkan (maaf) penganut agama yang diturunkan melalui Ismail itu, tingkah polahnya tidak jauh dari situ, kecuali yang bertobat.

  25. Hendra Says:

    TO Darto
    Anda memang tidak berani bersumpah, padahal yesus mengatakan jangan sumpah demi langit, demi bumi, dll. Yesus tidak mengatakan tidak boleh bersumpah demi kebenaran, kebenaran adalah Milik Allah, jika diantara kita yang berdusta yaitu menuhankan yesus dan segala doktrin yang ada pada anda, padahal yesus tidak mengajarkan demikian, maka salah satu diantara kita adalah berdusta besar. Dan ternyata anda memang tidak berani.

    Darto :
    :”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
    ————————–
    Jelas sekali, tujuan dari manusia adalah Bapa, bukan Yesus, anda tujuan terakhirnya adalah Yesus, padahal yesus adalah jalan, sama halnya dengan umat – umat terdahulu bahwa nabi – nabi mereka adalah jalan bagi kaumnya untuk menemui tuhan, yesus adalah jalan bagi orang – orang bani israel, karena yesus diutus hanya kepada bangsa israel,

    Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Injil Matius 10:5-6).

    Yesus adalah jalan dari pada bani israel, yesus bukanlah tujuan dari manusia, hanya Tuhan tujuan manusia.

    Anda mengatakan bahwa yesus mengajarkan doa “Bapa kami yang ada di surga ….” Jelas yesus berdoa kepada Tuhan, ini membuktikan bahwa dia adalah hamba dan nabi Allah saja, karena tuhan tidak mungkin berdoa kepada tuhan, jika masalah sembahyang adalah masalah pembersihan roh, maka tidak ada alasan bagi anda mengtakan bahwa yang berdoa adalah jasad yesus, jika demikian maka anda pun pada hakekanya jika berdoa demikan hanya mendoakan jasad anda, sedangkan jiwa anda adalah masih kotor.

    Lalu anda juga mengatakan “Di kitab Ayub 1:8 “Lalu bertanyalah TUHAN kepada iblis :”Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”.

    Ya, Tidak kah anda berfikir ? Bahwa bualan paulus yang mengatakan,

    “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dunia oleh satu orang, dan oleh dosa Itu juga maut, begitulah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”(Roma. 5:12).

    Perkataan anda mengenai nabi ayub membuktikan bahwa dia tidaklah berdosa, berarti secara otomatis omongan paulus diatas adalah dusta besar. Anda dan saya menjadi saksi itu, jika kebenaran menurut anda tidak perlu bersumpah, maka kita dapat mengetahui siapa yang bersdusta diantara Paulus dan Allah?

    Mengenai “Tunjukilah kami jalan yang lurus..”Saya sudah pernah mengatakan kepada anda, bacalah Alfatihan hingga ayat ke 7, maka anda akan mendapati terjemahan disana bahwa “bukan jalan orang yang dimurkai (Yahudi), dan bukan pula jalan orang yang sesat (Kristen).”

    Darto:
    Di hukum Islam kan ada juga kawin resmi dan kawin siri? Apakah wanita yang dikawini secara siri dapat menuntut suaminya di pengadilan, kalau ada masalah di antara mereka? Nggak Khan?
    ——————————-
    Anda terlalu mengada ada, hukum Allah lah yang paling benar, hak suami tidak akan merusak hak istri, begitu pula sebaliknya, sudah ada hukum yang mengatur itu dalam AQ. Hanya dalam islamlah wanita sangat dihargai, diluar islam mereka hanya property publik yang tidak memiliki status karena ajaran anda tidak membenarkan poligami, anda hanya mempermainkan mereka tanpa memberikan hak dan status yang jelas, seperti habis manis sepah dibuang.

    Darto:
    Istri dan gundik itu berbeda, kalau istri, dapat surat resmi dan tidak akan seenaknya suami mengusirnya, tapi kalau gundik, atau istri simpanan tidak ada ikatan resmi, makanya Ibrahim tidak salah kalau mengusir mereka.
    ————————-
    Benarkah demikian? siapa yang mengatakan demikian ? sudah pasti hanya darto belaka, Jika isteri adalah ibu yang sah dari seorang anak yang dilahirkan menurut alkitab, siapa yang berani menentangnya ? Tidak Ada, tetapi si darto dengan sangat tidak takut ternyata menentang nya.

    Lihat Ayat Alkitab dibawah ini:
    [1 Tawarikh 1:32] Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yokasan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.

    [Kejadian 25:1] Abraham mengambil pula seorang istri, namanya Ketura.

    istri dan gundik adalah istilah yang sinonim dalam Injil. Jika tidak, itu sebuah kontradiksi. Jika kata itu adalah sinonim, berarti Isteri ataupun gundik adalah ibu yang sah dari perkawinan yang menghasilkan anak. Bagaimana anda menjelaskan ini?

    Darto:
    Janji Tuhan itu pasti, Yesus katakan dalam Yohanes 3 :16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barang siapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”
    Ini janji Tuhan, percaya kepada Yesus, Anak-Nya, akan selamat, beroleh hidup yang kekal. Ada nggak janji Tuhan seperti itu di AlQuran?
    ——————————–
    Saya sudah pernah sampaikan kepada anda mengenai ayat tuhan yang anda kutip diatas. Janji tuhan di AQ tidak menjadikan anaknya sebagai korban atas kekejaman orang – orang yahudi, yang anda klaim untuk menebus dosa dosa anda, karena untuk menebus dosa anda harus bertaubat, lagipula di dalam AQ Allah tidak mempunyai anak.

    Sudah jelas jika ocehan anda diatas tidak menafikan bahwa anda mengakui Yesus sebagai Nabi tidak sebagai Allah, dan treahd kebusukan taurat israel pun anda menerimanya karena memang demikan adanya, tangan – tangan yahudi merobah ayat – ayat Allah agar nubuat tentang Nabi Muhammad tidak ditemukan, akhirnya manusia seperti anda yang pecaya kepada ayat yang sudah diolah orang tangan – tangan laknat!, anda percaya pada sebagian isi alkitab anda, dan anda ingkar sebagian daripadanya. Orang – orang yahudi merobah ayat2 Allah seperti diatas agar nubuat tersebut tidaklah terjadi, tetapi kata anda Janji Allah adalah benar, dan memang benar terjadi,

    “… dan Ibrahim menamai anak yang dilahirkan Hajar itu Ismail. “(Kejadian 16:15). “Dan, Ibrahrim memanggil Ismail, anaknya…. ” (Ke-jadian 17: 23). “Dan, Ismail, anaknya, berumur 13 tahun ketika dikerat kulit khatannya. “(Kejadian 17: 25). Sampai usia 13 tahun Ismail adalah satu-satunya anak dan benih Ibrahim, ketika perjanjian disahkan antara Tuhan dan Ibrahim. Tuhan memberi Ibrahim anak laki-laki melalui Sarah, yang dinamakan Ishak, yang sangat muda dibandingkan Ismail.

    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperli engkau ini…”(Ulangan 18: 18)

    Jika Alkitab ini diturunkan kepada Bangsa Yahudi, keturunan Ishak, maka kata “…dari antara saudara mereka,…”

    Saudara mereka(Yahudi/Keturunan Ishak) berarti bukan mereka (Yahudi /Keturunan Ishak), Melainkan Ismael yaitu bangsa arab. Jika pernajian lama menubuatkan seorang nabi yang akan datang menyelamatkan umat manusia, maka apa alasan anda untuk mengingkari alkitab anda sendiri ?

  26. ryan Says:

    to darto

    stri dan gundik itu berbeda, kalau istri, dapat surat resmi dan tidak akan seenaknya suami mengusirnya, tapi kalau gundik, atau istri simpanan tidak ada ikatan resmi, makanya Ibrahim tidak salah kalau mengusir mereka.
    —————————
    g salah kamu bilang ibrahim punya gundik??hati hati ucapanmu dapat menjadi fitnah bagi abraham/nabi ibrahim a.s.

    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji[87] Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”[88]. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah[198] tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

    Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

    Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya[90] di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

    Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.

    ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah[92] yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

    doa ibrahim kepada Allah:
    Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
    Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

    Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

    dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),

    Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

    Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
    Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.

    lagipula darto apa hubungan keselamatan dengan keturunan???kaupun bukan keturunan ishaq,kenapa kau mencaci saudaranya ishaq yaitu ismail,dan menghina ibunya ismail adalah gundik.

    kau ini seperti orang israel/yahudi.

    kaupun taklebih baik dari seorang budak dan gundik

    siapa tahu kau keturunan pelacur…

  27. ryan Says:

    siapa ayah yesus?
    kamu mempermasalahannya juga darto?

  28. ryan Says:

    darto suka memperbodoh dirinya sendiri

  29. Darto Says:

    to Ryan,

    Saya bilang gundik karena si Hendra mempertanyakannya, apa bedanya istri dengan gundik ? Dan yang pertama menyebutkan kata GUNDIK itu adalah si Hendra.
    —————————–
    bahwa Keturunan ismail Hanya keturunan Pembantu, Tidak mendapat Hak Waris!dan cacian anda lainnya, anda tidak bisa membuktikan kenapa Nabi Ismail adalah keturunan pembantu, apkaha karena Ibunya adalah Gundik Ibrahim menurut Alkitab anda ? Jawab Darto,
    ——————————–
    Sebelumnya, saya tidak pernah mengatakan itu. Yang saya katakan adalah Ismail keturunan pembantu.

  30. Hendra Says:

    To Darto

    Saya tidak pernah mengetahui kata itu (baca:Gundik) sebelumnya, tapi setelah saya membaca Alkitab. saya memang menyebutkannya dengan maksud menanyakan kepada anda, kenapa Nabi Ismael di cemoohkan (baca: diusir, tidak diurus, tidak mendapat warisan dll) apakah karena dia itu anak dari isteri yang tidak sah (baca:Gundik) menurut Alkitab ???

    Saya hanya menanyakan itu.

    Andalah yang menatakan bahwa Nabi Ismail adalah Anak yang tidak sah (baca:anak dari Gundik), Ini buktinya :

    Darto:
    pada komentar (August 27, 2009 at 11:38 am), membuat pernyataan :

    1.Mengenai Ismael, sudah jelas dikatakan di Alkitab, bahwa ia adalah anak pembantu, makanya Ibrahim tidak terlalu ngurusi si Ismael. Lihat Ishak, untuk istrinyapun Ibrahim yang carikan, tapi Ismail, Ibrahim nggak ambil pusing, bahkan mengusirnya beserta ibunya yang pembantu itu.

    Statement :
    a. Nabi Ismael adalah Anak Pembantu
    b. Nabi Ibrahim tidak terlalu mengurusi Ismael
    c. nabi Ibrahim Mengusir dia (baca: Nabi Ismael dan Ibunya)

    Lalu, pernyataan ke dua dari Darto :
    2. Istri dan gundik itu berbeda, kalau istri, dapat surat resmi dan tidak akan seenaknya suami mengusirnya, tapi kalau gundik, atau istri simpanan tidak ada ikatan resmi, makanya Ibrahim tidak salah kalau mengusir mereka.

    Statement :
    a. Isteri dan Gundik Berbeda
    b. Kalo Isteri dapat surat resmi (baca: Tidak seenaknya suami mengusirnya)
    c. Kalo Gundik tidak dapat surat resmi (baca : Nabi Ibrahim tidak salah mengusir mereka (baca :Nabi Ismael dan Ibunya)

    Kesimpulan :
    1. Darto Mengatakan bahwa Gundik boleh diusir (baca :Ibu Nabi Ismail) oleh karena itu juga Nabi Ismail tidak mendapatkan hak waris dan hanya mendapatkan caci maki saja.

    Nah Sekarang siapa yang mengatakan nya (baca: Nabi Ismail adalah Anak Gundik) ? Bisakah anda berhenti berdusta ?

    Anda menfitnah Nabi Ismail dengan mengatakan demikian (baca : Anak Gundik) padahal Nabi Ismail jauh Lebih mulia akhlaknya dari pada anda, bisakah anda berfikir ? Jelas anda tidak berfikir. Ini jelas sekali, karena Nabi Ismael adalah akan menurunkan keturunan yang akan memerintah dunia dengan ma’ruf, maka kedengkian dari orang – orang yahudipun muncuat. lalu mereka merubah kitabnya. Dan ini wajar, wong Yesus (baca : Tuhannya Sendiri) saja yang tidak mempunyai silsilah dikasih silsilah oleh Kitabnya (baca:injil) padahal konon bapaknya adalah roh kudus (baca : Tuhan menurut iman darto). tapi ironisnya roh kudus tidak ada di dalam silsilah yesus. Bagaimana orang – orang kristen memberikan silsilah orang yang tidak bersisilah ? Itu karena logikanya sakit (1=3).

  31. Darto Says:

    Saya hanya menyatakan apa yang tertulis dan apa yang menjadi kenyataan mengenai Ismail dan keturunannya.
    Seperti yang telah saya nyatakan dan saya sampaikan kembali;
    ———
    di buku Kejadian 16:11-12 “Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya :”Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. (12) Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu: tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
    Dan sekarang coba perhatikan perilaku dan nasib keturunan Ismael, tidak berbeda jauh dengan yang difirmankan Tuhan itu bahkan (maaf) penganut agama yang diturunkan melalui Ismail itu, tingkah polahnya tidak jauh dari situ, kecuali yang bertobat.
    ———
    Saya tambahkan lagi, bahwa tidak akan ada dari keturunan Ismail itu yang akan memerintah dunai dengan ma’ruf. Jangan mimpi. Yang ada adalah
    “Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu: tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

  32. Hendra Says:

    To Darto

    Kalo sudah tidak bisa berkutik berlagak mengkambing hitamkan kitab sucinya sendiri, mengatakan bahwa kitab sucinya memang mengatakan demikian, pdhl komentar sebelumnya dengan sangat gigih menuduh saya yang mengatakan bahwa Nabi Ismail adalah Anak gundik, tetapi sekarang dia (baca : darto) malah menyalahkan kitab sucinya.

    Anda mengatakan bahwa Sifat dari Nabi Ismail adalah seperti keledai Liar, jangan – jangan sebaliknya ? Lihat dan baca treahd diatas lagi, perlakuan ishak dan ismail di dalam “kitab suci tuhan” diselewengkan, dirobah – robah, anda membacanya tidak ?

    Bagaimana jika yang mempunyai sifat keledai liar itu adalah keturunan dari ishak ? tetapi saya tidak berfikir demikan, semua nabi (termasuk Ishak,Yakub, Yesus, Ismail, dan Muhammad) adalah maksum, orang – orang dengan logika jongkok saja yang merasa dengki yang menuliskan demikian dan mengatakan ini dari Allah.

  33. Darto Says:

    to Hendra,

    Saya tidak pernah menyalahkan kitab suci, tapi saya hanya menyatakan apa yang tertulis dalam Alkitab. Anda saja yang mengada-ngada.

    Logika yang jongkok seperti onta saja yang selalu memutar balikan kenyataan.

  34. Hendra Says:

    To Darto

    Darto:
    Saya tidak pernah menyalahkan kitab suci, tapi saya hanya menyatakan apa yang tertulis dalam Alkitab. Anda saja yang mengada-ngada.
    —————————-
    Saya:
    Sudah jelas anda menyalahkan kitab suci, anda mengatakan bahwa saya telah menuduh Nabi Ismail adalah anak Gundik, Padahal anda yang mengatakan Nabi Ismail anak gundik [boleh diusir, boleh dicaci maki, boleh tidak dikasih harta warisan tidak dicarikan jodoh, dan sgala penghinaan anda untuk mereka], Setelah itu anda katakan bahwa Alkitab anda sendiri yang mengatakannya.

    Kesimpulan :
    Pertama anda menuduh saya mengatakan bahwa Nabi Ismail adalah anak gundik [ padahal anda yang mengatakan], Lalu anda berdalih bahwa ternyata Alkitab sendiri yang mengatakan demikan[mengkambing hitamkan Alkitab], ingat darto, omongan anda yang mengatakan bahwa nabi Ismali anak gundik akan dicatat oleh Allah, dan anda akan mendapat siksa karena berdusta atas nama nabi.

    Sekarang siapa yang loginya jongkok? anda kalau berfikir itu menggunakan otak, jangan asal nyembur ga karuan.

  35. ryan Says:

    salam dan rahmat,berkah semoga selalu tercurah kepada nabi ibrahim beserta keluarganya.

    salam dan rahmat,berkah semoga selalu tercurah kepada nabi ishaq

    salam dan rahmat,.berkah semoga tercurah kepada nabi ismail

    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah[198] tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

  36. ryan Says:

    kita ini hanya menyembah ALLAH,kenapa keturunan dijadikan masalah dalam menyembahNYA?
    darto bukan keturunan ibrahim begitu juga hendra dan saya.

    ismail dan ishaq adalah 2 anak ibrahim
    mereka saudara

    siapa tahu yesus marah ama darto karena menghujat dan memfitnah ismail yg adalah saudara kakek moyangnya(ishaq)dan anak kakek moyangnya (ibrahim)

  37. ryan Says:

    sudahlah kita tidak akan lagi memandang dari sisi islam adalah keturunan ismail dan kristen, yahudi adalah keturunan ishaq.

    karena ini perdebatan kuno yang g relevan lagi zaman sekarang.

    agama kok disambung2kan ama ras,suku,keturunan,warisan

    biarlah masalah itu jadi masalah orang arab dan israel

    toh kita bukan arab maupun israel

    kita adalah muslim dan kristen

Leave a Reply