Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi *
“Siapa yang percaya kepada perkataan Kami? Kepada siapa telah dinyatakan kuasa Tuhan? Tuhan menghendaki hamba-Nya itu seperti tunas yang tumbuh di tanah yang gersang. Tidak ada yang indah padanya untuk kita pandang; tak ada yang menarik untuk kita inginkan.
Kita menghina dan menjauhi dia, orang yang penuh sengsara dan biasa menanggung kesakitan. Tak seorangpun mau memandang dia, dan kita pun tidak mengindahkan dia. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu hukuman Allah baginya. Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita diselamatkan. Kita semua tersesat seperti domba, masing-masing mencari jalannya sendiri. Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua. Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menangguhnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang dibawa ke pembantaian atau induk domba yang dicukur bulunya. Ia ditahan dan diadili, lalu digiring dan dihukum mati. Tak ada yang peduli akan nasibnya; ia mati karena dosa bangsa kita.
Ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Tuhan menghendaki ia menderita, dan menyerahkan diri sebagai kurban penebus dosa. Maka ia akan berumur panjang dan melihat keturunannya melalui ia kehendak Tuhan akan terlaksana. Karena itu Tuhan berkata, “ Sesudah menderita sengsara, ia akan bahagia dan puas. Hamba-Ku itu, yang menyenangkan hati-Ku, telah menanggung hukuman orang banyak; demi dia Aku akan mengampuni mereka. Dengan rela ia menyerahkan hidupnya dan masuk bilangan orang-orang jahat. Ia memikul dosa orang banyak dan berdoa suapaya mereka diampuni. Maka Kuberi dia orang banyak sebagai hadiah, dan ia mendapat bagian bersama orang-orang benar.” (Yesaya 53: 1-12)
Dua belas dari Kitab Yesaya di atas diklaim oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Kristus benar-benar disalib. Ia seolah-olah seperti seekor domba yang dibawa ke ‘penjagalan’: tidak berkutik dan tidak bereaksi sama sekali. Ia pasrah untuk disembelih oleh sang tukang jagal.
Pada tulisan pertama, penulis telah memberikan bukti-bukti dari Bibel, yang menyatakan bahwa Kristus tidak disalib. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan interpretasi kritis atas ayat-ayat dari Kitab Yesaya di atas.
Pembacaan kritis terhadap ayat-ayat yang ada dalam Kitab Yesaya di atas, akan melahirkan beberapa pertanyaan yang harus terjawab. Benakah teks Kitab Yesaya tersebut berbicara tentang Kristus? Dan apakah teks di atas berbicara tentang penyaliban? Juga apakah ayat-ayat di atas merupakan nubuwat (ramalan) tentang masa datang, atau (malah) masa yang telah lalu?
Tiga pertanyaan pokok itu akan kita jawab dalam tulisan ini. Hanya saja, penulis hanya akan menjawab dua pertanyaan pertama dan kedua saja. Pertanyaan ketiga, insya Allah akan diulas dalam tulisan tersendiri.
Pertama, bahasa metafora. Adalah kebiasan Kristus berbicara lewat majaz. Itu pula sebenarnya yang harus lebih dahulu dipahami oleh umat Kristen. Bahwa Bibel banyak menggunakan bahasa kiasan.
Maka, pembacaan secara letterlijk terhadap teks-teks Bibel hanya akan melahirkan konklusi dangkal dan tidak tepat. Sebagai contoh adalah dalam Injil Matius, “Mengapa sampai kalian tidak mengerti bahwa Aku bukannya berbicara dengan kalian mengenai roti? Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki. Ketika itu para murid mengerti bahwa Yesus menyuruh mereka berhati-hati, bukan terhadap ragi yang dipakai untuk membuat roti, tetapi terhadap pengajaran orang-orang Farisi dan Saduki” (Matius 16: 11-12).
Ayat sebelumnya berbunyi demikian, “Waktu pengikut-pengikut Yesus sampai di seberang danau, baru ketahuan oleh mereka bahwa mereka lupa membawa roti. Yesus berkata kepada mereka, “Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki.” Mendengar kata-kata Yesus itu, pengikut-pengikutnya mulai berkata satu sama lain, “Ia berkata begitu karena kita tidak membawa roti.” Yesus tahu apa yang mereka bicarakan. Lalau ia berkata, “Mengapa kalian persoalkan tentang tidak punya roti? Kalian kurang percaya! Masih belum mengertikah kalian? Apakah kalian tidak ingat akan lima roti yang aku belah-belah untuk lima ribu orang? Berapa bakul kelebihan roti yang kalian kumpulkan? Dan bagaimana pula dengan tujuh roti untuk empat ribu orang itu? (Matius 16: 5-10).
Sekarang bagaimana dengan ayat-ayat dalam Kitab Yesaya di atas? Sebuah analis kritis dari Yasir Anwar dalam bukunya Âlâm al-Masîh (2004) sangat menarik untuk disebutkan di sini.
Kedua, seputar penyaliban. Sebelum berbicara seputar penyaliban, ada bebera poin yang harus diungkap. Ayat tersebut berbicara tentang sifat fisik seseorang: tidak ada yang indah untuk dipandang, tak ada yang menarik untuk diinginkan, karena orangnya hina dan sengsara.
Sekarang mari kita terapkan sifat itu kepada Kristus! Ternyata, sifat-sifat tersebut tidak sesuai satupun untuk Kristus. Karena menurut umat Kristen, Yesus itu ganteng (tampan).
Tapi kebanyakan gambaran Yesus, kutip Yasir Anwar, bisa Anda lihat di film-film, batu lukis, dinding-dinding gereja dan kubah-kubahnya. Yesus juga bukan orang yang hina dan sengsara. Ia adalah orang mulia. Bukankah ia disebut sebagai “guru”, bahkan tuan dan tuhan? Lalu, jika disebutkan sifat hina dan sengsaraitu sifat siapa? Sifat nabi Yeremiakah? Bisa jadi. Atau kaisar Faris, Koruskan? Mungkin saja.
Coba terapkan kepada nabi Yeremia! “Aku diolok setiap orang, dihina dari pagi sampai petang” (Yeremia 20: 7). “Tuhan, aku dihina dan diejek setiap waktu, karena menyampaikan pesan-Mu” (Yeremia 20: 8).
Juga soal karakteristik kejiwaan. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu hukuman Allah baginya. “Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita…
Sifat-sifat inipun sesuai untuk nabi Yeremia. Ia berkata;…hatiku hancur dan aku gemetar Tuhan, dan tulang-tulang terasa gemetaran” (Yeremia 23: 9)
“Mengapa aku harus dilahirkan? Kalau hanya untuk menderita kesukaran. Dan supaya hidupku berlalu semata-mata dalam malu”(Yeremia 20: 18). Ini adalah ayat yang menyatakan karakteristik kejiwaan sosok yang ada dalam Kitab Yesaya di atas. Sesuaikah bagi Yesus? Kehidupan Yesus berlalu bukan untuk menanggung malu.
Yang terakhir reaksinya. Apa reaksinya? Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menanggungnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang dibawa ke pembantaian…
Apakah teks di atas berbicara dan menunjukkan tentang peristiwa penyaliban? Ternyata tidak, bahkan jauh. Karena teks tersebut berbicara tentang “kelemahan” dan ketidakberdayaan diri dalam menghadapi kejahatan.
Jadi tidak ada kaitannya dengan Yesus. Lalu bagaimana dengan nabi Yeremia? Ternyata lebih tepat teks tersebut untuk disandang olehnya. “Namun aku seperti domba yang tanpa curiga dibawa ke tempat pembantaian (penjagalan)…” (Yeremia 11: 19).
Sekali lagi kita bertanya lagi kepada umat Kristen: Apakah nabi Yeremia dibunuh, disembelih? Apakah dia disalib? sebagaimana ayat di Mazmur ini, “…kami terus terancam maut, dan diperlakukan seperti domba sembelihan” (Mazmur 44: 23); “ Orang-orang dungu dan bodoh sama-sama binasa…” (Mazmur 49: 11); “ Seperti domba mereka ditentukan untuk mati” (Mazmur 49: 15).
Penulis berasumsi dan sangat yakin, bahwa tidak ada seorangpun dari umat Kristen yang berani menyatakan bahwa Yesus “bodoh” dan “dungu”. Lagi-lagi, ayat-ayat alam Perjanjian Lama tersebut tidak bisa dipahami secara harfiyyah, karena hasilnya akan salah.
Sejatinya, ayat-ayat tersebut tentang “minim” siasat dan “lemah diri” dalam menghadapi kejahatan, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian terdahulu.
Kemudian kata “dibawa”, merupakan sifat dari “domba”. Domba tersebut “dibawa ke pembantaian (penjagalan)”. Padahal, umat Kristen meyakini bahwa Yesus tidak pernah dibawa “ke penjagalan”, berati itu sungguh-sungguh sebuah “paralogisme”.
Lalu sifat orang itu adalah, “Seperti domba yang diam di depan hukumannya, ia tidak membuka mulutnya”. Sifat ini juga tidak sesuai dengan Yesus. Ia lebih tepat dialamatkan kepada nabi Yeremia. “Mengenai diriku, memang ada dalam kuasa kalian. Lakukan apa saja menurut kemauan kalian” (Yeremia 26: 14).
Karena dalam Injil, sifat Yesus adalah mengeluh, marah, menangis, menyesal dan murka. “…apakah Aku ini penjahat, sampai kalian datang membawa pedang dan pentungan untuk menangkap Aku”? (Matius 26: 55).
Bahkan, menurut keyakinan Kristen –ayat ini telah kita batalkan pada tulisan pertama—ketika di tiang salib berseru, ““Eloi, Eloi lama sabakhtani?” yang berarti, “Ya Tuhan -Ku, ya Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Markus 15: 34).
Mari kita kembali kepada teks! ” Dalam kesesakan ia ditangkap. Dalam bangsanganya, siapa yang mengira bahwa ia ditebang dari tanah kehidupan dan dimusnahkan demi masyarakatku”. Teks ini tidak sesuai bagi Yesus. Ia lebih tepat untuk nabi Yeremia.
““Segera setelah Yeremia selesai mengumumkan pesan Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya, mereka (pemimpin kepala, para nabi dan seluruh rakyat) menangkapnya sambil berkata: “Kau harus mati!” (Yeremia 26: 8).
“Aku tidak tahu bahwa akulah yang menjadi sasaran rencana jahat mereka. Mereka berkata, “Mari kita tebang pohon ini sementara masih dapat menghasilkan buah; kita musnahkan dia supaya namanya dilupakan orang” (Yeremia 11: 19)
Ketika Yeremia sampai di Pintu Gerbang Benyamin, komandan tentara yang bertugas di situ menahannya dan mengangkapnya seraya berata, “Engkau mau lari ke pihak orang Kaldea! (Perwiran itu bernama Yeria anak Selemya cucu Hananya). Yeremia menjawab, “Tidak benar! Aku tidak bermaksud lari ke pihak musuh.” Namun Yeria tidak mau mendengarkan perkataan Yeremia, malah ia menangkapnya dan membawa Yeremia ke hadapan pemerintah. Pemerintah itu marah kepadanya, mereka memukulinya dan mengurungnya di rumah Yonatan, sekretaris negara yang sudah dijadikan penjara oleh mereka” (Yeremia 37: 13-15).
Dalam teks, ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Sesuaikah ayat ini bagi Yesus? Sekali lagi, tidak!
Teks ini pada hakikatnya tidak sesuai bagi Yeremia juga bagi Kristus, karena Kristus –menurut pengakuan mereka—diletakkan dalam kuburnya sendiri. Maka, di hadapan mereka tidak ada cara lain kecuali melakukan takwil (interpretasi) atas kata “kuburan” kepada “salib”.
Bersamaan dengan itu, Kristus tidak disalib bersama-sama dengan orang jahat, tidak pula dengan orang kaya, tetapi bersama dua orang pencuri; satu orang diantara mereka mengejeknya dan seorang lagi percaya kepadanya (menurut riwayat Injil Lukas). Lalu ia (penjahat yang percaya pada Yesus) berkata, “Yesus, ingatlah saya, kalau Engkau datang sebagai Raja!” Lalu Yesus berkata: “Percayalah, hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus (Lukas 23: 42-43)
Tidak ada orang kaya pada saat kematian Yesus. Jika mereka tidak memiliki jalan keluar dari penakwilan, maka kitapun akan menakwilkan teks tersebut kepada Yeremia.
Kata kubur dan mati digunakan dalam bentuk yang sebenarnya (denotasi) juga dalam bentuk metaforis. Jika digunakan dalam bentuk denotasi, maka teks tersebut dari awal hingga akhirnya tidak sesuai pada seorang manusiapun. Karena di akhir teks akan tampak jelas bahwa pemilik teks tersebut telah menikah, melahirkan dan memerangi.
Artinya, ia belum mati secara benar-benar, namun hanya dalam bentuk metaforis (majaz). Begitu juga kata kubur dipakai dalam bentuk majaz untuk menjelaskan rasa “putus asa”, “frustasi” dan ketidak beruntungan (sial).
Bisa jadi artinya adalah penjara atau sumur yang dalam (Arab; al-jubb) yang diletakkan di dalamnya Yeremia (sekali ia dimasukkan ke dalam penjara, kemudian ia juga dimasukkan ke dalam sumur sekali). Dan sudah dapat dimaklumi bahwa isi penjara adalah orang-orang jahat, pendosa, kriminal, orang kaya dan orang miskin.
Mereka lalu mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam sumur milik Malkia putra raja dengan menggunakan tali. Di dalam sumur itu tidak ada air, yang ada hanya lumpur, dan Yeremia dimasukkan ke dalam lumpur itu (Yeremia 38: 6)
Lalu raja memerintahkan Ebed-Melekh (seorang Ethiopia/Sudan), “Bawalah tiga orang dan keluarkanlah Yeremia dari sumur itu sebelum ia mati (Yeremia 38: 10).
Penulis kira, itulah interpretasi yang benar. Kalau Kitab Yesayal ini dipaksakan agar sesuai untuk Yesus Kristes, namanya “pemerkosaan” teks. Karena pasti hasilnya akan “melenceng”.
Dari analisa-analisa yang dipaparkan di atas, jelas sudah bahwa Kristus benar-benar tidak disalib. Ia tidak mati untuk ‘menanggung dosa seluruh bangsa’, apalagi seluruh umat manusia. []. (Cairo, 20 Desember 2005/hidayatullah.com)
*) Penulis adalah mahasiswa di Universitas Al-Azhar-Cairo, Mesir, Fakultas Ushuluddin-jurusan Tafsir. Penulis juga pemred Jurnal OASE, ICMI-Orsat Mesir dan salah seorang peminat kristologi. Tulisan ini dimuat di http://www.hidayatullah.com)/


June 4, 2009 at 5:24 pm
hai iblis diamlah dan enyahlah.
penyesat umat kau!!!!
pembuat kejahatan!!
BERTOBATLAH sebab kerajaan Allah sudah dekat.
jangan cari2 ayat Alkitab cuma untuk diputarbalikan kebenarannya. tapi carilah Ayat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar engkau selamat di akhirat nanti
June 25, 2009 at 1:42 am
Dear penulis artikel,
Yesus memang bukan Allah karena Dia manusia, namun Dia bisa dipahami sebagai Allah dalam konteks ketaatan dan kesubordinatan (makna Islam = berserah diri).
Ruh Yesus itu dari Allah, demikian pula ruh tiap manusia. Ruh Yesus itu taat dan subordinat secara sempurna pada Allah sehingga Allah ngomong A, Dia akan ngomong A, Allah bertindak A, Dia akan bertindak A. Karena ketaatan yang sempurna itu maka AllahNya sangat mengasihi Dia dan mempercayakan padanNya kuasa sebagaimana kuasa Dia (delegation of authority). Ruh manusia mayoritas tidak taat, lebih memilih mencari kesenangan2nya sendiri (makan, seks dlsb).
Dalam konteks penggambaran sifat Allah, Yesus menggambarkan sifat sejati Allah (True nature of God). Allah Maha Besar, ini semua orang juga tahu. Allah Pencipta segala yang ada, semua juga tahu.
Bagaimana dengan sikap Allah pada manusia berdosa ? Nah kalau yang ini, masing-masing nabi berbeda-beda pendapat.
Yesus menggambarkan Allah yang tidak berkehendak menghukum pendosa tapi malah hendak menyelamatkan mereka. Lihat contoh sikap Yesus pada perempuan yang tertangkap zinah (Yoh 8), lihat perumpamaan anak yang hilang. Coba bandingkan dengan ajaran Musa perihal sikap AllahNya dia/deskripsi Allah yang diajarkannya pada umatnya, atau ajaran Muhammad SAW pada umatNya tentang deskripsi sikap Allah SWT pada umatnya yang berdosa.
Yesus membawa kasih AllahNya pada pendosa, Yesus membawa pengampunan AllahNya pada manusia berdosa.
AllahNya Yesus itu dan Yesus sikapnya sudah pasti, yakni pasti menerima siapapun pendosa yang mau datang pada mereka. Tidak ada hukuman, tidak ada penghakiman, lihat sekali lagi perumpamaan anak yang hilang, lihat sikap sang bapak pada anaknya.
Manusia yang berdosa sudah binasa sendiri ketika melakukan dosa. Analoginya seperti orang yang menahan nafas, tanpa dihukumpun, orang yang menahan nafas sudah akan mati sendiri.
Yesus Kristus membawa berita sukacita, Allah menyelamatkan. Allah bukan semata memberikan ajaran kepada manusia dan kemudian meninggalkan manusia itu berupaya sendirian. Allah secara aktif mencari dan menyelamatkan manusia. Ini dijelaskan dengan ucapan Yesus yang menyatakan akan menyertai manusia sampai kepada akhir jaman. Yesus bilang pekerjaanNya adalah pekerjaan AllahNya yang terjadi melalui Dia, ini artinya ya AllahNya Dia lah yang menyertai manusia sampai kepada akhir jaman.
Kalaupun kematian Yesus dulu adalah untuk murid-muridnya saja, atau untuk orang-orang Yahudi saja, yang bisa dilihat mata saat ini adalah murid2 sudah bukan cuma orang Yahudi saja tapi sudah seluruh bangsa. Dan kalau kita baca di Yoh 17, yakni doa Yesus, Yesus mendoakan bukan hanya murid2Nya namun juga orang-orang yang menjadi percaya atas pemberitaan murid-muridNya itu, artinya keselamatan, atau Yesus atau AllahNya Yesus adalah untuk semua manusia.
Yesus dan AllahNya adalah untuk semua manusia, karena Allah adalah untuk semua manusia, Allah mengasihi semua manusia.
July 7, 2009 at 3:39 pm
Saya bersyukur atas iman yang saya yakini KEKRISTENAN, karena dalam kekristenan dinyatakan bahwa Allah yang mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa, mulai dari jaman Adam hingga detik ini, panggilan Tuhan adalah sama ” Hai manusia ( Adam ) dimanakah engkau ?” Yohanes 3 : 16
Amazing Grace How Sweet the Sound
Tugas kita hanya menyampaikan, dan bila mereka menolak itu urusannya dengan Tuhan
Beda dengan agama, agama apa saja termasuk Islam, adalah bagaimana usaha manusia untuk selamat dan masuk surga/nirwana makanya hukum islam tidak jauh beda dengan hukum taurat, sama-sama menyatakan bahwa agamanyalah yang paling benar dan para pengikutnya sama-sama tegar tengkuk
August 24, 2009 at 8:14 am
to Ronny
seenaknya kau menganggap Tuhan itu mencari dan menyelamatkanmu dari dosa?untuk apa tuhan mencarimu?Tuhan maha tahu,tak mungkin Dia mencari apapun.
siapakah kau dihadapan Allah?
kau tidak lebih salahsatu dari sekian miliaran atau lebih dari ciptaanNya,kau tidak lebih besar dari debu dihadapanNya,kau dan aku sama sama dihadapanNya sebagai makhluk tak berdaya,tak ada kekuatan kita kecuali yang diberikan Allah kepada kita.
siapa yang menentukan dirimu diselamatkan?siapa yang menentukan dirimu dibinasakan?dapatkah kau memilih dimana Allah menciptakanmu,dari rahim siapa dan bagaimana rupamu,bagaimana dan kapan kau mati,,surga atau nerakakah tempatmu nanti? dapatkah kau menentukan sendiri?Allahlah yang telah menciptakan kita,menentukan takdir kita,kehendak kita tak dapat mendahului kehendakNya,ketetapan kita tak dapat mendahului ketetapanNya.
jangan sombong umat kristiani,engkaupun menganggap dirimu paling suci dan juga paling benar,tertebus dosa,kau mengaku sebagai anak anak tuhan,apakah sudah kau pastikan akan begitu kebenarannya?
kau dan aku sama,.hanya manusia.untuk selamat kau harus berusaha,berusaha menjadi baik dan berharap Tuhan memberikan KasihsayangNya,
kami percaya bahwa Allah menurunkan hukum untuk kebaikan diri kami sendiri
dan kaupun percaya bahwa tak ada hukum yang mengikatmu untuk kebaikan dirimu sendiri
biarlah kami menjalankan hukum yang diturunkan Allah kepada kami agar kami menjadi manusia yang baik dan semoga Allah menjadikan kami selamat.
dan engkau biarlah engkau berbuat semaumu tanpa ada hukum yang mengikatmu,dan semoga Allah berbuat menurut kehendakNya terhadap kalian.
tugaskupun hanya menyampaikan…..
August 24, 2009 at 8:28 am
engkau mengatakan kebohongan
engkau bersukacita atas penyaliban yesus
yang dengan itu kau katakan tertebuslah dosa dosamu dihadapan Allah
sungguh keji engkau
menempatkan yesus ditiang salib
dan memuja kematiannya
lalu kaupuja dia meninggalkan Allahmu
kau buat berhala yesus dan berlutut dihadapannya
seperti kaum musa menyembah dan berlutut didepan patung anak sapi
ketika musa meninggalkan mereka sejenak.
sungguh keji engkau memfitnah yesus
engkau bilang yesus menghapuskan hukum taurat yang Allah turunkan,
engkau bilang yesus menghalalkan segalanya
perzinahan,minuman keras.
dan dengan dalih penebusan dosa kau mengabaikan dosa yang kau perbuat
sungguh keji engkau
dengan dalih monogami
kau mengijinkan perselingkuhan,dan perzinahan tanpa ikatan pernikahan,pergaulan bebas.
dengan dalih2mu kau mengatakan sesuatu yang zalim tentang Allah
Tuhanku dan tuhanmu….
August 24, 2009 at 8:33 am
semoga yesus kristus,Isa almasih putera maryam akan datang kepada kami umat muslim untuk membersihkan segala fitnah fitnah kalian umat kristiani.dan Allah akan menunjukkan cahaya kebenaranNya.
August 24, 2009 at 8:50 am
iblis bersuka cita terhadap kalian karena iblis telah berhasil menyesatkan kalian untuk menjauh dari Allah kalian yang satu untuk memuja tuhan yang lain(yesus kristus),dan untuk memperanakkan Allah.(yesus anak Allah)dan membuat sekutu dalam kerajaanNya(trinitas)
Iblis bersukacita karena kalian telah menganggap diri kalian lepas dan bebas dari dosa
iblis bersukacita karena kalian telah membuang hukum hukum Allah yang telah diberikan Allah kepada kalian
Iblis bersukacita karena kalian meninggalkan perjanjian kalian dengan Allah tuhan kalian dan menggantinya dengan perjanjian iblis
iblis bersukacita karena dia(iblis) bisa memperdaya umat yesus kristus,
karena dia (iblis)benci sekali dengan yesus kristus,seorang nabi dan rasul Allah yang suci dan disucikan yang lahir dari rahim maryam perawan suci,dan yesus mendapat tempat yang mulia disisi Allah.yang menunjuki manusia kejalan kebenaran dan cahaya Allah yang membenarkan akan datangnya nabi setelahnya yaitu Muhammad
wahai pengikut iblis sadarlah,kembalilah kepada jalan yang benar bersama kami
dengan cahaya islam
semoga Allah akan menerimamu dan menghapus kesalahan kesalahan dan dosamu
marilah kita mencapai satu kalimat yang tidak ada keraguan lagi sejak dulu dan sekarang:
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
August 25, 2009 at 7:33 am
Saya hanya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juru selamat umat manusia dan Ia ingin saya juga selamat dalam namanya sesuai dengan yang telah tertulis dalam Alkitab dan AlQuran.
Di AlQuran tertulis
1. ISA AS. LAHIR – MATI DAN DIHIDUPKAN KEMBALI
“Dan sejahtera atasnya pada hari ia dilahirkan, pada hari dia wafat, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali”
“Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma ammutu,
wa yauma ub’atsu hayaa”
(Qs. 19 Maryam 33)
2. ISA AS. MATI – DIANGKAT, DAN PENGIKUTNYA DI ATAS ORANG KAFIR
“Ingatlah tatkala Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepadaKu, dan akan menyucikan engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat”
“Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati”
(Qs. 3 Ali Imran 55)
Dengan pernyataan AlQuran keyakinan saya bertambah bahwa Yesus sudah mati untuk keselamatan saya dan umat manusia lainnya termasuk umat yang menentang kematian-Nya
August 25, 2009 at 10:41 pm
Darto :
Disini lagi si darto ingin menunjukkan bahwa AQ juga berbicara tentang yesus, sudah pasti AQ berbicara tentang yesus, lebih banya nama nabi Isa disebutkan didalam AQ dari pada nama nabi Muhammad, ini membuktikan dan dapat membungkam mulut orang – orang kristen bahwa AQ adalah autobiografi nabi Muhammad.
Darto:
ISA AS. LAHIR – MATI DAN DIHIDUPKAN KEMBALI
———————-
Si darto mencoba menghubungkan “kebangkitan yesus” yang tiga hari – tiga malam menurut klaimnya dengan AQ, ini sungguh pemikiran yang bagus, tetapi menggunakan akal dan logika yang sesat.
Kata ‘wa yauma amuutu diterjemahkan ‘pada hari aku (akan) meninggal’, bukan diterjemahkan ‘pada hari aku (telah) meninggal (died)’, karena kata itu (amuutu) menunjukkan masa yang akan datang (future tense), dan ‘pada hari aku dibangkitkan kembali’.
Darto:
ISA AS. MATI – DIANGKAT, DAN PENGIKUTNYA DI ATAS ORANG KAFIR
————————
Coba anda baca konteks dari ayat tersebut, ayat sebelum dan sesudahnya, anda tidak akan menjumpai selain yang tidak anda bisa nafikan yaitu, yesus akan dibersihkan namanya (dianggap Allah/Tuhan) dari perkataan orang – orang kristen.
Tidak ada sama sekali AQ menganggap yesus sebagai Tuhan, Darto Berdusta Lagi. Mengenai Treahd diatas mungkin darto sudah frustasi, karena “Penebusan dosa nya” tidak untuk seluruh bangsa, hanya terbatas kepada bani israel!ini dengan kata lain membuktikan bahwa darto tidak ditebus oleh Yesus.
“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6)
August 26, 2009 at 10:59 am
to ryan
Itulah bedanya keyakinan anda dengan keyakinan orang Kristen. Allah orang Kristen sangat mengasihi orang yang dipilihNya. Tidak ada manusia yang dapat menerima penebusan Tuhan Yesus Kristus dengan kepintarannya sendiri. Semua karena Kasih Allah kepada orang yang dapat menerima penebusan tersebut. Jadi, memang tidak ada yang dapat disombongkan oleh orang yang menerima penebusan tersebut.
Jika anda tidak dipilih, maka memang anda tidal lebih salah satu dari sekian milar atau lebih dari ciptaanNya, tidak lebih besar dari debu di hadapanNya dst … dst … seperti yg anda tuliskan.
Orang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus telah dibebaskan dari hukum dosa dan hukum maut.
Bukan semua hukum.
Dan orang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus melakukan keinginan Tuhan (tidak menyembah allah lain, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mengucapkan saksi dusta, dst) bukan lagi karena takut dosa, tapi karena ada Roh Allah di dalam dirinya yang terus mengingatkannya dan membimbingnya.
Ingat, ilustrasi hamba dengan anak ?
Rasanya, saya sudah menuliskannya berkali-kali, apakah anda tidak dapat membaca tulisan saya? atau berlaga tidak bisa baca?
Tapi, …. memang, orang yang tidak dipilih tidak bisa mengerti akan Kasih Allah ini.
August 26, 2009 at 3:38 pm
ya yanto
semoga saja Allah saya memilih saya agar selalu mengikuti jalanNya yang lurus.
bukan saya tidak bisa baca atau berlagak tidak bisa baca tapi yang saya baca dari tulisan anda tidaklah menggoyahkan iman saya bahwa yesus kristus tidaklah menebus dosa saya tetapi Allahlah yang akan mengampuni semua dosa dosa dan kesalahan saya,dan siapa lagi yang dapat menghapuskan dosa dan mengampuni saya kecuali Allah yang maha pengasih dan penyayang,yang memiliki ampunan yang luasnya seluas langit dan bumi bahkan lebih luas dari itu.
siapalah saya,saya hanya bisa memohon agar selalu diberi bimbingan olehNya agar didunia ini saya selalu menempuh jalan yang lurus yaitu jalanNya.karena saya tidaklah tahu akan kesurga atau neraka kelak Allah akan menempatkan saya.biarlah saya menjadi hambaNya dan saya tidaklah berani menganggap lebih dari itu….
August 26, 2009 at 3:42 pm
jika kaum kristen menganggap bahwa hanya dirinyalah yang dikasihi dan dipilih oleh Allah,dan dosanya telah ditebus oleh yesus kristus,,,dan menganggap mereka sebagai anak anakNya,monggo saya tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu kebenaran.