”Saya ingin mengetahui tentang manusia paling berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia ini… Saya semakin bertambah yakin bahwa kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang. Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya dan ketidaktakutannya, hingga keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya. Inilah semua dan bukanlah jalan pedang yang mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika saya menyelesaikan Bab kedua dari biografi sang Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi kehidupan agung lain yang bisa saya pelajari.” – Mahatma Gandhi, Young India, 1922.
”Adalah tidak mungkin bagi seseorang yang mempelajari kehidupan dan karakter seorang Nabi besar dari bangsa Arab itu -yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan menjalani hidup- hanya akan tiba pada sekedar rasa hormat saja atas kemuliaan Nabi yang menakjubkan ini, salah seorang utusan Tuhan yang teragung. Dan walau pun dalam karya-karya saya yang mungkin dikenal banyak orang, saya menulis banyak tentangnya, tetap saja ketika saya membacanya berulang kali, rasa hormat, penghargaan dan takjub saya tak pernah ada habisnya bagi mahaguru dari bangsa Arab itu.” – Annie Besant, The Life and Teachings of Muhammad, Madras, 1932, p.4.
”Citra baiknya mengalahkan ketenaran raja-raja. Nabi yang diutus Tuhannya ini melakukan pekerjaan sehari-hari. Ia menyalakan api, menyapu lantai, memeras susu kambing, dan menambal sendiri sepatu dan pakaiannya yang terbuat dari wol. Seakan menolak pencitraan dirinya sebagai seorang pertapa suci yang diagungkan, ia menjalani hidup seperti seorang bangsa Arab dan seorang prajurit – dengan sedikit makan.” – Edward Gibbon, The History of the Decline And Fall of The Roman Empire, Vol. VI, London: The Folio Society, p.264.
”Dia adalah kepala negara sekaligus pemimpin agama, dia adalah Kaisar dan Paus jadi satu. Tapi, dia adalah Paus tanpa kekuasaan kepausan, dan Kaisar tanpa pasukan kekaisaran, tanpa bala-tentara yang siap tempur, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pemasukan yang tetap.” – Bosworth Smith, Mohammad and Mohammadanism, London, 1874, p. 92.
“Seorang laki-laki yang jujur dan setia. Jujur dalam perbuatan, perkataan dan pemikirannya. Mereka mencatat bahwa beliau selalu bersungguh-sungguh terhadap segala sesuatu. Seorang laki-laki yang pendiam. Diam apabila tidak ada yang harus dikatakan, tetapi selalu bijak dan tulus apabila berbicara. Selalu menerangi setiap persoalan. Ini adalah bagian dari apa yang disebut perkataan yang bernilai.” (Hero and Hero-worship, halaman 69).
”Sejarah mengenal banyak para tokoh pembaharu di bidang agama, yang memiliki posisi untuk memainkan peran politik. Namun sering mereka terbukti tak mampu beradaptasi pada bekerjanya kekuatan-kekuatan ”political interplay” yang ada. Mereka telah gagal bertindak pada saat dan tempat yang diperlukan, mereka tidak tahu cara bagaimana ”membaca” berbagai tujuan jangka panjang, dan juga tidak berhasil menjalankan kegiatan praktis yang terus-menerus dapat berubah, untuk memenuhi kebutuhan yang juga terus-menerus berubah sesuai kebutuhan pada saat itu juga. Terkadang para pemimpin agama itu pun harus bekerjasama dengan orang yang memiliki kepiawaian menyiasati – yang tinggi tingkat kesulitannya – dan yang mampu mewujudkan rencana-rencana. Tetapi Muhammad menemukan dalam dirinya semua hal itu: dia memiliki semua bekal yang dibutuhkan untuk memenuhi peran gandanya tersebut. Di Medina, sang penyeru kebenaran abadi tersebut telah muncul pula sebagai seorang politisi yang ulet dan handal. Mampu mengendalikan perasaannya dan tidak memperbolehkan perasaan tersebut terlihat kecuali pada waktunya yang tepat. Mampu menunggu sekali pun untuk waktu yang lama, dan bertindak cepat jika saat yang tepat datang… Dengan cara yang sama – sebagian besarnya – dia juga telah membuktikan dirinya sebagai jendral piawai, yang mampu, dalam merancang peperangan secara cerdik, dan mengambil langkah tepat yang diperlukan di setiap pertempuran”. – Maxime Rodinson, Muhammad, diterjemahkan dari bahasa Prancis oleh Anne Carter, London.
“Mereka (pengkritik Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) melihat api bukannya cahaya, mendapat kebodohan bukan kebaikan. Mereka mengubah setiap kebaikan dengan kejahatan yang besar. Ha1 ini menggambarkan kebejatan moral mereka….kritikan tersebut adalah buta. Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya pedang Muhammad adalah pedang kemurahan hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk memafkan pedang yang menaklukan musuh-musuhnya dan membersihkan hati mereka. Pedangnya lebih tajam daripada pedang baja.” {Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri, pada suatu rapat di Gorakhpur (India), 1928}.
”Sebuah gambaran kesuksesan yang dramatis. Dialah Muhammad, sang Nabi; dialah Muhammad sang pejuang; Muhammad sang pekerja (penggembala kambing, pedagang); Muhammad sang negarawan; Muhammad sang orator; Muhammad sang pembaharu; Muhammad sang pengayom para yatim; Muhammad sang pelindung para budak; Muhammad sang emansipator kaum wanita; Muhammad sang hakim yang adil; Muhammad sang orang suci. Pada keseluruhan aktifitas kemanusiaan yang ada, ia bagaikan seorang pahlawan.” – K.S Ramakhrisna Rao, Profesor Filosofi di India dalam bukunya: ”Muhammad, The Prophet of Islam”.
“Beliau memilih untuk hijrah daripada harus berperang melawan rakyatnya sendiri; tetapi ketika penindasan mereka sudah di luar batas toleransi barulah beliau mengangkat pedang untuk membela diri. Mereka yang percaya bahwa suatu agama bisa disebarkan dengan kekerasan adalah orang yang bodoh yang tidak tahu jalannya suatu agama ataupun jalannya dunia. Mereka bangga dengan kepercayaannya karena mereka berada di suatu jalan, jalan yang jauh dari kebenaran” (Seorang jurnalis Sikh dalam Nawan Hindustan, New Delhi, 17 November 1947).
”Dia seorang diri, mampu menyatukan suku-suku yang sedang berperang menjadi suatu kesatuan bangsa yang kuat dan besar dalam waktu kurang dari dua dekade saja.” – Thomas Calyle, Heroes And Hero Worship.
”Pemimpin harus memenuhi tiga fungsi –Menyediakan kesejahteraan bagi pengikutnya, menyediakan organisasi sosial di mana rakyatnya merasa aman, dan menyediakan mereka dengan suatu bentuk kepercayaan. Orang-orang seperti Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam fungsi yang pertama. Orang-orang seperti Gandhi dan Confucius, di satu pihak, dan Alexander atau Caesar di pihak lain, adalah pemimpin yang memenuhi fungsi yang kedua atau mungkin yang ketiga. Yesus dan Buddha memenuhi fungsi ketiga. Mungkin pemimpin yang terbesar sepanjang waktu adalah Muhammad yang mengkombinasikan ketiga fungsi. Untuk kriteria yang sama, Musa menduduki tempat kedua.” – Jules Masserman, Psikoanalis Amerika, Majalah Time, 15 Juli, 1974.
”Menurutku, Muhammad adalah seorang lelaki biasa. Dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia buta huruf. Kita membicarakan masa 1.400 tahun yang lalu. Dimana sesorang yang buta huruf membuat pernyataan-pernyataan menakjubkan, yang secara ilmiah luar biasa akurat. Saya secara pribadi tidak bisa melihat hal ini sebagai sebuah kebetulan belaka. Terlalu banyak akurasi yang dia berikan, seperti Dr. Moore, saya tidak punya keraguan dalam fikiran saya bahwa adalah wahyu Tuhan yang membimbing Muhammad dalam membuat pernyataan-pernyataan itu” – Dr. TVN Persaud, Profesor Anatomi, Ahli Kesehatan dan Penyakit Anak, Kanada. Mempublikasikan lebih dari 181 tulisan ilmiah. Tahun 1991 menerima penghargaan tertinggi bidang anatomi di Kanada.
”Dari penelitian-penelitian saya dan apa yang telah saya pelajari dari konferensi ini, saya percaya bahwa segala yang telah ditulis di Qur’an 1.400 tahun yang lalu adalah kebenaran yang dapat dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Karena Muhammad tidak dapat menulis dan membaca, Muhammad pastilah seorang utusan yang menyampaikan kebenaran yang diwahyukan kepadanya sebagai pencerahan dari yang Maha Pencipta.” – Profesor Tagata Tagasone, Mantan Kepala Fakultas Anatomi dan Embriologi di Universitas Chiang Mai, Thailand.
”Pilihan saya terhadap Muhammad untuk menempatkannya pada nomor teratas pada daftar Manusia Paling Berpengaruh di Dunia mungkin mengejutkan banyak pembaca dan menimbulkan pertanyaan bagi lainnya, tetapi Ia adalah satu-satunya dalam sejarah yang sangat sukses baik dalam urusan religi maupun keduniawian.” – Michael H. Hart, The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York, 1978, P. 33.
“Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang orang di sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu, dalam bukunya The Prophets of the East (Nabi-nabi dari Timur), Calcutta 1935, halaman 122.)
”Apabila tujuan yang luar biasa besar, dengan bekal memulai yang amat minim, dan hasil yang juga luarbiasa besar, adalah tiga syarat untuk sesorang disebut jenius, siapa yang berani membandingkan manusia hebat mana pun dalam sejarah modern ini dengan Muhammad? Orang-orang yang paling terkenal hanya menghasilkan senjata, hukum dan kekaisaran. Mereka menemukan tak lain hanya kekuatan material yang seringkali lenyap begitu saja di depan mata. Orang ini tidak hanya mengendalikan pasukan, undang-undang, kerajaan-kerajaan, orang-orang dan dinasti, tetapi jutaan manusia di sepertiga dunia yang dihuni masa itu; dan lebih dari itu. Dia menggoyangkan altar-altar, dewa-dewa, agama-agama, ide-ide, kepercayaan-kepercayaan dan jiwa-manusia… keuletannya untuk mencapai kemenangan, tekadnya… kesemuanya semata dicurahkan untuk satu gagasan mulia, dan samasekali bukan untuk membangun sebuah kekaisaran. Filosof, orator, rasul, pembuat undang-undang, pejuang, pencetus ide-ide, pelestari ajaran yang rasional dan keyakinan tanpa simbol-simbol, pendiri duapuluhtiga kerajaan dengan satu agama, itulah Muhammad. Dengan menggunakan standar manusiawi apa pun, kita boleh bertanya, ADAKAH ORANG YANG LEBIH HEBAT DARI DIA?” – Lamartine, Histoire de la Turquire, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277.





October 30, 2009 at 7:06 pm
sebenernya gak penting tau bahas2 agama orang kalo NGGA MENGERTI komposisi dari agama tersebut..^_^..
makanya pindah agama aja…^_^..biar ngerti…
oia 1 lagi…di alkuran,ditulis ya klo bahas2 agama orang lain dapet pahala yang banyak??padahal klo aku denger sih “tuhan mu,ya tuhan mu….Tuhan ku,ya Tuhan ku…
hhihhi…
October 31, 2009 at 1:52 am
Trims udah mampir ke sini. Seperti yang anda liat di thread ini, kita gak menjudge agama tertentu.
Kalo anda bilang, kami NGGA MENGERTI , mungkin ada benarnya, karena kami gak ngerti kenapa kalian terlalu percaya ama Doktrin Paulus mengenai keselamatan yang ditebus melalui Darah Yesus Kristus di tiang salib untuk keselamatan umat Kristen.
Untuk itu terima kasih atas penawaran untuk pindah agamanya, karena anda sendiri aja mungkin masih bingung kalo menjelaskan kitab anda sendiri ^_^
Dan juga kami gak ngerti, di AQ pada surat dan ayat berapa, bila membahas agama orang lain dapat pahala.
Tolong pencerahannya ^_^……
Mengenai Tuhan mu dan Tuhan ku, jelas gak sama, kami gak mengenal 3 oknum yang mempunyai kedudukan setara ( Bapa, Putra & Roh Kudus ), tapi kami hanya mengenal 1 Zat dengan 99 sifat agung-Nya.
Itu aja……trimakasih
October 31, 2009 at 7:46 am
@ PembalutLuka
Salam, pertama silahkan perkenalkan nama anda, biar enak kita saling sapa. terima kasih udah mampir ya…^_^
PL:
sebenernya gak penting tau bahas2 agama orang kalo NGGA MENGERTI komposisi dari agama tersebut..^_^..
—————————-
Saya:
Penting ga penting itu relatif, bener kata mas dani kalo treahd diatas ga bahas masalah agama lain, disitu dibahas masalah Nabi Muhammad.
Emang apa komposisi agama anda ? biar kita bahas menurut presepsi anda.
PL:
makanya pindah agama aja…^_^..biar ngerti…
———————–
Saya:
anda pingin tau bagaimana Maling itu mencuri ? Anda harus jadi pencuri!
Kenapa jika ingin mempelajari agama lain harus masuk agama itu ? Mohon pencerahannya.
November 10, 2009 at 10:42 am
jika anda mengetahui dan mengenal nabi muhammad.pribadi dan kehidupannya.maka akan anda dapati beliau adalah suri tauladan,manusia suci dan agung.beliau hidup mengemban tugasnya sebagai utusan Allah.beliau sangat sabar dan tak kenal lelah dan pantang menyerah mengajak manusia kejalan kebaikan dan agama kebenaran yaitu islam.musuh musuh beliau kagum terhadap keindahan budipekerti dan akhlak beliau.beliau orang yang sederhana.jujur.berani.adil.sabar.pemalu.pemaaf dan tak mudah marah.beliaulah rasul Allah
November 10, 2009 at 3:38 pm
anda mengatakan tidak membahas agama lain tetapi mengapa ada judul “Jesus is not Allah”? seberapa yakin anda dgn pendapat anda? mari kita buktikan saja nanti pada saat akhir jaman, siapa yang terkecoh : anda atau kami pengikut Kristus. untuk saat ini jangan membahas atau memberi pernyataan bertentangan ttg agama lain, jalani saja agama anda sesuai dgn yg anda yakini. kalau anda memang yakin dgn agama sendiri tidak perlu membuat pernyataan spt di atas. tetapi kalau ternyata kami yg benar, ingatlah bahwa kami pernah memberi-tahukan anda.
sukses untuk anda!
November 10, 2009 at 11:17 pm
To Paul
Oh itu ya maksudnya ? Mungkin anda salah, coba lihat page tentang saya, nantinya anda akan tahu mengapa saya menyusun blog ini.
Kalo mau membuktikan akhir zaman siapa yang benar dan siapa yang salah it’s ok, kalau itu mau anda, tetapi kalau mau berdiskusi sekarang juga juga tidak masalah.
Seperti yang anda katakan, jika anda sudah memberitahukan, kami juga sudah mengingatkan kepada anda, bahwa yesus hanyalah seorang utusan. Maka pada waktu akhir zaman nanti, yesus akan mengatakan dengan jelas siapa yang menfitnahnya.
salam
November 11, 2009 at 3:52 pm
@ Hendra
saya senang dengan jawaban anda, itu menandakan anda adalah orang yang terbuka & berwawasan. kita memang berbeda pendapat ttg hal ini but it s ok sepanjang kita bisa saling menerima perbedaan tsb tanpa harus saling menyerang. kebenaran yg sesungguhnya akan terungkap nanti pada saat kita sama2 menghadap pencipta kita. jadi ga perlu ribut2 saat ini atau membuat pernyataan yg memancing krn bagi umat kristiani Yesus itu adalah Tuhan. tentunya juga anda akan protes kalau seandainya kami membuat pernyataan “Muhamad itu bukan nabi”.
esensi agama kita masing2 bukan disitu letaknya saya kira melainkan bagaimana kita hidup menjadi lebih baik di dunia ini yg hanya sementara dan mempersiapkan diri untuk hidup dalam kekekalan nanti.
saya sendiri sebenarnya mengharapkan pada akhirnya kita bisa sama2 benar dan diterima. tapi kemungkinan itu rasanya kecil….pasti salah satu dari kita ada yg salah. siapa yg berhak menentukan? pasti pencipta kita dan/atau Isa Almasih (Yesus Sang Mesias) yg akan datang utk ke 2 kali sebagai Hakim Agung.
salam.
November 12, 2009 at 7:57 am
ya Allah bukankah kami telah menyampaikan Sebagian firman2Mu dan kabarMu kepada orang orang yang menjadikan nabi/utusanMu sebagai tuhan selain Engkau?.kami menyeru bahwa sesungguhnya tiadalah tuhan lain selain Engkau ya Allah pencipta segalanya.ampunilah dosa dan kesalahan kami Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha penyayang dan pengampun dosa2
November 12, 2009 at 9:19 am
To Paul
Pernyataan Anda mengetan “Nabi Muhammad adalah Nabi Palsu” memang sudah sering kami dengar, tuduhan anda ini jelas tidak berdasar, berbeda dengan pernyataan saya yang mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan, Jika Alkitab anda yang mengatakan itu tentunya anda tidak dapat menolaknya.
Memang, menurut hukum logika tidak mungkin keduanya benar, salah satu diantara kita pastinya akan salah. Kami hanya menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.
Salam
November 13, 2009 at 1:48 am
@ Hendra
Mohon anda baca sekali lagi kalimat “tentunya juga anda akan protes kalau seandainya kami membuat pernyataan “Muhamad itu bukan nabi”.”
saya tidak mengatakan atau menuduh, hanya mengandaikan. karena memang saya tidak mengenal & mempelajari ttg nabi Muhamad lalu dari mana saya berani dan dapat mengatakan Muhamad itu bukan nabi? tentunya tidak akan berdasar tapi hanya ego semata. sebaliknya anda sudah berani mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan hanya dengan mengambil 1 ayat dari Alkitab. sudahkah anda benar2 membaca keseluruhan Alkitab dan mempelajarinya dengan seksama dari Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru? di Perjanjian Lama telah dinubuatkan bahwa akan datang Mesias (Yesus) juruselamat manusia, Tuhan yg menjelma menjadi manusia.
saya tahu anda bernama Hendra Wijaya, lahir di Jakarta, 20 Mei 1988, background IT. tentunya teman2 anda ada yg protes atau menertawakan seandainya saya bilang anda adalah seperti ini atau itu, anda bukanlah ini melainkan itu. apakah saya obyektif? tentu saja tidak! dari mana saya bisa mengatakan itu semua benar sedangkan saya tidak benar2 mengenal anda, bergaul dengan anda. pernyataan saya tentu dangkal sekali dan tidak berlandaskan.
PC/notebook anda kemungkinan besar menggunakan sistem windows ya? kalo anda canggih di windows lalu bagaimana anda bisa memberikan penilaian ttg linux kalau anda tidak pernah memperdalaminya?
so di bidang apapun, anda hrs memperdalaminya dulu sebelum memberikan kesimpulan atau ulasan.
saya menghargai keinginan anda untuk menjadi Muslim yg baik. Itu bagus sekali! tapi menjadi Muslim yg baik saya pikir tidak perlu sampai hrs membahas agama lain atau membuat pernyataan yg bisa melukai hati pemeluk agama lain karena anda tidak pernah benar2 memperdalami agama tsb. mengapa header “Jesus bukan Allah” tidak anda ganti saja dengan pernyataan mengenai Muhamad yg memang paling relevan dgn blog anda dan memang sangat anda ketahui/kenal?
have a blessing day!
November 13, 2009 at 2:30 am
To : Bung Paul
Kalo pernyataan anda dikarenakan saudara Hendra yang hanya mengutip 1 ayat dari Alkitab, anda katakan berani tanpa mempelajarinya, pernahkah anda juga masuk ke blog imankristen.wordpress asuhan Cosmic Boy dari negara Malaysia. Di situ hanya dengan berdasarkan logika tanpa tafsir dari Alquran, kajian kitab, maupun hadits, dia berani menjudge bahwasanya nabi Muhammad pernah beragama Kristen.
Lalu liat diblog-blog sarapan pagi, febrina.wordpress, ladang Tuhan, dll disana mereka mencerca nabi Muhammad sebagai seorang yang gila kawin, nyikat mantunya sendiri, dan masih banyak lagi. Kalo anda cuma menilai blog saudara Hendra sebagai blog yang mungkin “gak nyaman” anda kunjungi, tanyakan juga perasaan kami saat mengunjungi blog2 Kristian yang banyak mencerca agama dan nabi kami. Kalo saya tanya lagi pada anda, apakah para Kristian juga mempelajari Islam ? Tentu kami jawab tidak, karena mereka cuma bisa copy paste pada link2 yang membenci Islam, dan mereka sama bodohnya dengan yang mempostingkan artikel2 yang menyudutkan Islam.
Pertimbangkan lagi penilaian anda, mana yang gak lebih masuk akal dalam hal menjudge suatu masalah tanpa berdasarkan apa2.
Maaf bung, di sini kami tidak membenci Yesus karena kami pun mencintai Yesus. Tapi satu hal yang pasti kami mencintai Yesus sebagai seorang utusan yang dipilih Tuhan yang sangat diberikan banyak mukjizat, yang kelahirannya pun juga suatu keajaiban ( tanpa seorang ayah biologis ).
November 13, 2009 at 2:54 am
To Mas Dani
Terima Kasih Mas Dani… anda memang sangat mengerti saya..
To Paul
Ternyata anda tidak mengetahui maksud saya, saya menyarankan anda untuk membaca page tentang saya bukan untuk mengkopi paste data pribadi saya disini, tetapi agar anda tahu kenapa saya menyusun blog ini. Saya tidak sedang menfitnah agama manapun, saya hanya muak dengan ketidak adilan terhadap islam, seperti yang mas Dani katakan, anda lebih baik tidak menutup mata dengan menghakim blog saya yang “sok tahu” tentang kekristenan, jika anda lihat blog dan website yang menginjak2x islampun tidak terhitung banyaknya, lantas apa yang anda lakukan untuk “saudara” anda itu ?? diam saja ? Bukan urusan anda ?? jika anda tidak nyaman dengan blog saya ini, anda punya hak untuk tidak mengunjunginya.
Tetapi satu hal yang perlu anda ketahui, saya tidak menghakimi Jesus sebagai Nabi Karena satu ayat dari Alkitab, saya tidak butuh pengaruh dari Alkitab untuk membuktikan kenabian Yesus. Tetapi anda2x semua ini kan tidak percaya selain dari Alkitab ? maka dari itu saya “mencoba”, saya tidak pernah mengaku lebih tahu mengenai kristen daripada anda, jika anda punya pendapat lain silahkan tuangkan disini, tidak ada paksaan harus menang dan kalah, tujuan kami bukan itu. kami hanya ingin meluruskan apa yang seharusnya lurus.
Salam
November 13, 2009 at 5:44 pm
@ mas Dani & Hendra
saya katakan sejujurnya bahwa sebelumnya saya ga pernah mengunjungi blog siapapun juga. saya masuk ke blog hendra secara tidak sengaja. sebenarnya saya sedang mencari “hendra wijaya” yg lain melalui google, namun saya tergoda untuk meng-click blog hendra setelah saya baca kalimat Yesus is not Allah.
Kalau ada orang kristen yg mengatakan bhw Muhamad pernah beragama kristen itu adalah sangat sangat bodoh dan kekristenannya pun patut dipertanyakan. saya jg ga pernah tuh mengunjungi blog2 berbasis kristen apalagi membahas, mencaci, menjelek2an agama lain. ga penting banget! apa sih yg kita dpt kan? memperkuat iman jg ga sama sekali, malah bikin dosa. buat saya beragama itu pilihan. kalau memang kita sudah yakin dengan pilihan kita mengapa kita hrs membahas pilihan orang lain? untuk menambah iman bacalah kita suci masing2.
saling serang tidak akan ada habisnya. mengapa kita tidak mulai dari diri kita sendiri untuk menghentikan? sama seperti hendra, saya jg ingin meluruskan yg seharusnya lurus (menurut saya lho) bhw Yesus is Allah. kalau anda tidak setuju yah kembali lagi itu pilihan anda. tapi lebih bijaksana agar anda tidak membuat pernyataan menentang yg semua orang bisa baca. yah…banyak pertikaian hanya karena semua merasa diri paling benar & tidak mau menerima perbedaan. apakah kita sampai harus meng-”iman”-i lagu imagine dari john lennon utk menghindari pertikaian? walau menurut saya lagu itu sangat argueable.
hendra, maaf kalo saya meng-copy-paste data pribadi anda disini, saya tidak bermaksud apa2 hanya memberi perumpamaan. untuk selanjutnya memang saya tidak akan berniat mengunjungi blog anda lagi. paling saya akan mengunjungi sekali lagi utk terakhir kalinya untuk membaca tanggapan anda atau mas dani (bila ada). saya tidak mencari kemenangan disini, saya hanya mengutarakan pendapat saya, dan saya tidak memaksa anda utk setuju dgn pendapat saya. saya hanya berusaha agar bibit2 permusuhan sedini mungkin ditiadakan. apapun agama kita jangan sampai kita menjadi radikal. lebih baik menjadi atheis apabila menyakiti demi agama itu disahkan dan dianggap tidak berdosa. bagaimana kita bisa dibilang mengasihi Tuhan kita (yg tidak keliatan) kalau dengan sesama kita saja (yg keliatan) kita tidak mengasihi?
sebenarnya ingin sekali saya menjabat erat tangan anda berdua, tanpa hrs kita berselisih-paham, mengabaikan perbedaan yg ada. karena sesungguhnya kita adalah saudara dari keturunan adam dan hawa. musuh kita sesungguhnya bukan sesama kita melainkan iblis. dia lah yg memecahkan umat manusia.
ok guys…hope you all will be a success people and make peace on earth wherever you are. God bless you!!
November 14, 2009 at 3:23 am
Trims bung Paul, anda adalah orang ketiga setelah bapak Joe Siagian, dan Bung Victor ( Pengasuh blog wilmana.wordpress ) yang masih menunjukkan kualitas seorang Kristian yang mempunyai sikap.
Terus terang saja, kami juga gak bermaksud untuk mencela agama tertentu atau pun hal2 yang kurang baik pada suatu agama. Sah2 aja anda menganggap Yesus adalah Tuhan, dan kami pun juga sah2 saja mempunyai pendapat yang lain.
Kedewasaan pola pikir anda kiranya dapat membantu para Kristiani untuk bersikap santun dalam hal memberikan pendapat pada blog ini.
Terimakasih pada anda bung Paul. Sukses juga untuk anda dan keluarga, semoga selalu diberikan kesehatan dan kesejahteraan selalu.
Wassalam
November 14, 2009 at 5:23 pm
To Paul
Kesimpulan alasan saya mengapa menyusun blog ini karena saya bener2x muak dengan orang2x kristen “Serampangan” terutama dalam web,milis dan forum sperti: Murtadin Kafirun, Faithfreedom Indonesia, Islam Expose, dan FF.org dll yang menginjak2x harga diri islam dengan sangat tidak adil, Ribuan Member Kristen dan ratusan Atheis sama saja! keduanya seperti dua sejoli tak terpisahkan, sama2x memperkosa kesucian Islam, menafsirkan ayat sesuka hati dan mengganggap kitab suci kami seperti dongeng dan bualan orang2x terdahulu! Suatu hari nanti anda
akan mengerti apa yang saya rasakan.
seperti yang saya sampaikan sebelumnya, menang kalah bukan tujuan. Kami sadar tidak ada yang bisa memberikan hidayah kepada kita semua kecuali dengan Izin Allah.
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? [QS.10:99]
Saya tegaskan lagi, mengenai pandangan Islam terhadap Yesus, seperti yang tercatat dalam AQ :
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. [QS.4:171]
Apakah anda tidak Percaya ? Itu Hak anda, Kami tidak memaksakan anda untuk percaya, kami hanya menyampaikan kebenaran dengan benar. tidak lebih.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. 2:256]
Kami sadar tidak ada paksaan dalam Agama, ya anda tidak salah baca, TIDAK ADA PAKSAAN DALAM ISLAM.
btw, paul…bagaimana sebenarnya menurut pengetahuan anda tentang Alkibat mengenai Yesus ?
Untuk Mas Dani, terima kasih atas penjelasannya.
salam