Berhentilah Merokok!

October 22, 2009

Kandungan Rokok

Kandungan Rokok

Apakah anda termasuk penggemar rokok? Baiklah, sebelum anda merogoh saku anda dan mengambil uang untuk membeli rokok marilah kita berbicara barang sejenak dengan akal yang jernih dan pikiran yang tenang mengenai hal ini. Jangan sampai anda melakukan sesuatu yang justru membahayakan diri anda dan juga orang-orang di sekitar anda.

Berbicara soal rokok, ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan:

Pertama: Merokok itu tidak penting

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting baginya.” (HR. Tirmidzi [2239] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi [2317] as-Syamilah). Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Kesimpulan tersirat dari hadits ini adalah orang yang tidak meninggalkan perkara yang tidak penting baginya adalah orang yang jelek keislamannya.” (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 116).

Diriwayatkan dari Hasan al-Bashri rahimahullah, beliau mengatakan, “Salah satu tanda Allah telah berpaling meninggalkan seorang hamba adalah ketika Allah menjadikan dia sibuk dalam hal-hal yang tidak penting baginya.” (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 115).

Menjaga kesehatan merupakan perkara penting bagi setiap muslim. Orang yang dengan sengaja merusak kesehatannya telah melakukan sesuatu yang tidak penting dan bahkan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Padahal, Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Qs. al-Baqarah: 195)

Di sisi lain, orang yang merusak kesehatannya sendiri, maka dia telah menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah nikmat yang banyak manusia rugi karena tidak bisa menggunakannya yaitu; kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari [6412] dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma). Hadits ini menunjukkan bahwa kesehatan merupakan nikmat dari Allah, oleh sebab itu kita harus mensyukuri nikmat tersebut.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.” (Qs. al-Baqarah: 152). Syukur adalah mengakui dengan hati kita bahwa nikmat tersebut berasal dari Allah, memuji Allah dengan lisan, kemudian menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan, bukan untuk kemaksiatan. Apakah merokok termasuk maksiat, nanti akan kita bicarakan! Yang jelas semua orang -yang masih sehat akalnya- bahkan para dokter dan pemerintah sekalipun mengakui bahwa merokok merugikan kesehatan.

Kedua: Merokok menyia-nyiakan harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah membenci untuk kalian; menyebarkan berita yang tidak jelas, terlalu banyak bertanya yang tidak perlu, dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Muslim [3236] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, as-Syamilah). Yang dimaksud menyia-nyiakan harta adalah menggunakan harta untuk keperluan yang tidak dibenarkan oleh syari’at, demikian keterangan an-Nawawi rahimahullah (Syarh Muslim [6/144] as-Syamilah).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang melakukan tabdzir itu adalah saudara-saudara syaitan, sedangkan syaitan adalah makhluk yang senantiasa kufur kepada Rabbnya.” (Qs. al-Israa’ : 27). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Tabdzir adalah membelanjakan harta bukan dalam perkara yang haq.” Ibnu Abbas juga mengatakan demikian. Qatadah mengatakan, “Tabdzir adalah membelanjakan harta untuk bermaksiat kepada Allah ta’ala, untuk keperluan yang tidak benar atau untuk mendatangkan kerusakan.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim, 5/53)

Keterangan di atas menunjukkan bahwa orang yang membelanjakan hartanya untuk keperluan yang sia-sia, menimbulkan kerusakan, atau dalam rangka bermaksiat pada hakikatnya sedang menjalin ukhuwah syaithaniyah. Padahal kita semua tahu bahwa syaitan adalah musuh kita, lalu bagaimana mungkin kita menjadikannya sebagai saudara? Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya syaitan adalah musuh kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh. Sesungguhnya dia hanya mengajak kaum pengikutnya agar mereka menjadi penghuni-penghuni neraka.” (Qs. Fathir: 6)

Belum lagi kalau kita perhatikan di antara sekian banyak kasus kebakaran ternyata sumbernya adalah puntung rokok dari ’saudara syaitan’ yang tidak bertanggung jawab! Sungguh bijak para pengelola POM bensin, pemilik Rumah Sakit, dan takmir masjid yang dengan terus terang mengatakan kepada para pengunjung bahwa merokok itu dilarang, dan tidak ada seorang pegunjung pun yang memprotes mereka! Karena mereka sama-sama sepakat bahwa api rokok adalah sumber kebinasaan!

Ketiga: Bau menjijikkan dan asap yang mengganggu kesehatan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim yang baik adalah orang yang membuat kaum muslimin yang lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.” (HR. Bukhari [10] dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga dia mencintai bagi saudaranya (atau beliau mengatakan; tetangganya) sebagaimana yang dicintainya bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari [13] dan Muslim [45] dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu). Di dalam riwayat Nasa’i dengan tambahan keterangan yaitu, “[berupa] kebaikan.” (HR. Nasa’i [4931] as-Syamilah)

Menjelang wafatnya, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu berkhutbah di hadapan para sahabat, di antara isi ceramahnya, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian biasa memakan dua jenis tanaman yang tidak sedap baunya yaitu bawang merah dan bawang putih. Sungguh dahulu aku melihat apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati bau kedua tanaman itu pada [mulut] salah seorang yang ada di masjid maka beliau menyuruhnya untuk keluar ke Baqi’. Maka barangsiapa di antara kalian yang ingin memakannya hendaklah dia memasaknya terlebih dulu (agar berkurang baunya, pent).” (HR. Muslim [567] dari Ma’dan bin Abi Thalhah).

an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Sayuran ini -yaitu bawang dan semacamnya- adalah halal berdasarkan ijma’ para ulama yang diakui pendapatnya.” (Syarh Muslim [3/366]). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakan jenis tanaman yang menjijikkan ini maka janganlah dia mendekati kami di masjid.” Setelah mendengar ucapan itu para sahabat mengatakan, “Makanan itu diharamkan, iya diharamkan.” Kemudian sampailah ucapan mereka itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda, “Hai umat manusia, sesungguhnya aku tidak berhak mengharamkan apa yang Allah halalkan untukku, hanya saja aku tidak menyukai bau tanaman itu.” (HR. Muslim [565] dari Abu Sa’id).

Nah, lihatlah wahai saudaraku, kalau sesuatu yang halal saja -seperti bawang- dapat memunculkan rasa tidak suka pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gara-gara baunya yang tidak sedap, lantas bagaimana lagi dengan sesuatu yang membahayakan -yaitu rokok- yang menimbulkan bau tak sedap di mulut orang yang menghisapnya dan mengganggu orang dengan asapnya yang membuat orang terbatuk-batuk dan ‘terpaksa’ menyerap racun (baca: nikotin) ke dalam tubuh mereka?

Keempat: Merokok terbukti membahayakan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam -yang tidak berbicara menuruti kemauan hawa nafsunya- bersabda, “Tidak boleh mendatangkan bahaya secara tak sengaja maupun disengaja.” (HR. Ibnu Majah [2331] dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [250])

Syaikh Dr. Muhammad Shidqi mengatakan, “Hadits ini merupakan landasan hukum yang tegas mengenai pengharaman mendatangkan bahaya, sebab penafian di sini menggunakan ungkapan yang mencakup segala objek dan menunjukkan haramnya segala jenis bahaya yang dilarang oleh syari’at. Hal itu disebabkan perbuatan mendatangkan bahaya termasuk dalam kezaliman, kecuali tindakan tertentu yang terdapat dalil yang mengecualikannya seperti hukuman had (potong tangan, dsb) dan dijatuhkannya berbagai bentuk hukuman…” (al-Wajiz fi Idhahi Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyah, hal. 252)

Fatwa Ulama

Dengan melihat realita dan bukti-bukti medis yang ada maka Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah dalam fatwanya menegaskan haramnya mengkonsumsi rokok (lihat al-Adillah wa al-Barahin ‘ala Hurmat at-Tadkhin). Demikian juga al-Lajnah ad-Da’imah (Komite tetap urusan fatwa Kerajaan Arab Saudi) menyatakan haramnya hal itu dalam Fatwanya (Fatawa Lajnah [7/283] pertanyaan kedua dari fatwa no 3623, as-Syamilah). Kita tidak menafikan adanya sebagian ulama yang menyatakan kebolehannya [dan anda telah melihat bahwa dalil-dalil yang ada dan bukti medis berseberangan dengan pendapat mereka], meskipun demikian mereka juga mengatakan bahwa meninggalkan rokok itulah yang lebih baik! (lihat Mathalib Uli an-Nuha fi Syarhi Ghayat al-Muntaha [18/212] as-Syamilah). Dan perlu diketahui bahwa mereka menyatakan bolehnya hal itu dengan alasan; [1] hukum asal segala sesuatu adalah halal, dan [2] tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kesehatan tubuh, sementara pada jaman sekarang bukti itu telah tampak bagi setiap orang!! Dan kita pun telah paham berdasarkan dalil yang ada bahwa segala sesuatu yang membahayakan adalah dilarang dalam agama. Bahkan, hal itu merupakan kaidah yang populer di kalangan para ulama.

Berpikirlah!

Saudaraku, sekarang tanyakanlah kepada dirimu sendiri, apakah rokok itu berbahaya bagi kesehatan? Jawabnya sudah sangat mutawatir bukan? Para produsen rokok pun mengakuinya. Merokok dapat merugikan kesehatan, menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan, dan janin. Itulah peringatan pemerintah kita, semoga kita mengindahkan peringatan ini dengan sebaik-baiknya. Kalau bukan karena rasa sayang pemerintah kepada rakyatnya tentu mereka tidak akan mengharuskan pabrik rokok untuk mencantumkan peringatan ini di dalam iklan-iklan dan bungkus rokok tersebut. Aduhai, alangkah indahnya negeri ini jika rakyatnya mau menaati pemerintahnya dalam hal ketaatan!

Ucapkanlah selamat tinggal untuk rokok, sekarang dan untuk selama-lamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (Disebutkan oleh as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah [1/214], as-Suyuthi dalam ad-Durrar al-Muntatsirah fi al-Ahadits al-Musytahirah [1/19] as-Syamilah, Syaikh al-Albani mengatakan, “Hadits ini merupakan bagian dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan sanadnya sahih”, Hijab al-Mar’ah wa Libasuha fi ash-Shalah, hal. 47. al-Maktab al-Islami, islamspirit.com)

[Tulisan ini disusun dengan inspirasi dari: al-Adillah wa al-Barahin ‘ala Hurmat at-Tadkhin karya Syaikh Ibrahim Muhammad Sarsiq. Penulis: Ari Wahyudi]

Sumber : Disini


Tidak Benar, Manusia Berevolusi dari Kera.

October 9, 2009

manusia_purba_sejarah_dan_evolusi

Evolusi, Teori Darwin, manusia berevolusi dari kera, tampaknya terbantahkan dengan analisis terbaru tim ilmuwan internasional atas kerangka manusia purba yang hidup 4,4 juta tahun lalu.

Ethiopia

Satu tim ilmuwan internasional pekan lalu melaporkan bahwa kerangka manusia purba yang hidup 4,4 juta tahun lalu memperlihatkan bahwa sebenarnya manusia tak berevolusi dari kera. Penyelidikan selama 17 tahun itu mengenai temuan kerangka yang sangat rapuh yang disebutnya sebgai “kera darat’ yang kecil, yang ditemukan di wilayah Afar, Ethiopia.

Penemuan ini dibeberkan didalam jurnal Science teribitan pekan lalu. Jurnal itu juga berisi 11 berkas mengenai temuan tersebtu. Fosil yang diberi nama panggilan Ardi itu adalah kerangka paling tua yang dikenal dari bagian manusia dari pohon keluarga priamta. Cabang itu meliputi homosapiens serta spesies yang lebih dekat denan manusia dibandingkan denan kera dan bonobo.

Temuan itu memberi pengertian baru mengenai bagaimana homind keluarga “kera besar” yang terdiri atas manusia, simpanse, gorilla dan orang utan mengkin telah muncul dari satu nenek moyang monyet. Sampai ditemukannya Ardi, tahap paling awal yang diketahui mengenai evolusi manusia adalah Australopithcus “Manusia Kera” yang bertoak kecil dan sepenuhnya berkaki dua yang hidup antara 4 juta tahun lalu.

Fosil Australopithecus yang paling terkenal adalah Lucy yang berumur 3,2 juta tahun. Lucy ditemukan pada 1974 di tempat sekitar 45 mil dari tempat Ardi belakgan ditemukan. Kerangka Ardi dan kerangka ardipithecus ramidus yang berkaitan, lebih tua dan lebih primitive dibandingkan dengan Australopithecus. Setelah temuan Lucy, ada perkiraan bahwa terdahulu ditemukan, semua itu akan berkumpul jadi anatomi mirip simpanse, berdasarkan kesamaan genetika manusia dan kera. Namun fosil Ardipithecus Ramidus tidak mendukung dugaan itu.

Kerangka ardi cukup lengkap tengkorak, gigi, tulang panggul, kaki, paha, lengan dan tangan untuk memperikrakan tinggi dan berat tubuhnya. Ardi berjalan dengan dua kaki di tanah,tetapi memanjat pohon dan juga menghabiskan waktu mereka di sana, dan barangkali adalah pemangsa segala.

Sesuatu yang mengejutkan ialah Ardi dan temannya tidak memiliki bagian tubuh seperti kera atau gorilla, tetapi lebih mirip dengan kera yang punah atau bahkan monyet dan kedua tangannya jugatidak mirip tangan simpanse atau gorilla, malah lebih berkaitan dengan kera yang punah sebelumnya. Banyak ilmuwan mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa hominid dan Kera Afrika, masing masing memilik jalur evolusi yang berbeda. “Kita tak lagi dapat menganggap kera sebagai ‘wali’ bagi nenek moyang terakhir bersama kita. “Ujar para Ilmuawan”.

Charles Darwin

Charles Darwin

Temuan Charles Darwin sangat bijaksana mengenai masalah ini, papar Tim White dari University of California Barkeley yang membantu memimpin tim penelitian tersebtu. “Darwin mengatakan kita harus berhati-hati. Stusatunya cara kita akan mengetahu seperti apa nenek moyant terakhir besama ini dan menukannya. Pada 4,4 juta tahun lalu, kita menukan sesuatu yang sangat dekat dengan itu, kata white.

Note :

Temuan Fosil Ardi

  • Kerangka paling tua yang dikenal dari cabang manusia dari pohon keluarga primata.
  • Penanda bahwa tahap paling awal yang diketahui mengenai evolusi manusia adalah Australopithecus, “Manusia Kera” yang berotak kecil dan sepenuhnya berkaki dua yang hidpu antara 4 juta tahun lalu.
  • Kerangka cukup lengkap, tengkorak, gigi , tulang panggul, kaki, paha, lenagan dan tangan untuk memperkirakan tinggi dan berat tubuhnya, berjalan dengan djua kai di tahan, tetapi memanjat pohon dan juga menghabiskan waktu mereka di sana, dan barangkali adalah pemangsa segala.
  • Tidak memiliki bagian tubuh seperti kera atau gorilla, tetapi lebih mirip dengan kera yang punah atau bahkan monyet dan kedua tangannya jugatidak mirip tangan simpanse atau gorilla, malah lebih berkaitan dengan kera yang punah sebelumnya.

Referensi:

Bali Post 8 Oktober 2009/hal. 18


Galileo dengan Gereja

July 28, 2009

Sumber : Swaramuslim.net

Dalam abad pertengahan, manusia dipandang sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang melebihi makhluk-makhluk lainnya, pandangan yang sejalan dengan keyakinan agama serta menganggap bahwa bumi tempat manusia hidup merupakan pusat dari alam semesta. Tapi pandangan ini digoyahkan oleh Galileo yang membuktikan bahwa bumi tempat tinggal manusia, tidak merupakan pusat alam raya. Ia hanya bagian kecil dari planet-planet yang mengitari matahari. Pandangan yang didukung oleh penelitian ilmiah ini, bertentangan dengan penafsiran Kitab Suci (Kristen) dan membuka satu lembaran baru dalam sejarah manusia Barat yang menimbulkan krisis keimanan dan krisis lainnya.

Galileo, setiap orang mengetahuinya, dipersalahkan pertama-tama secara pribadi pada 1616, dan kemudian secara publik pada 1633. Di depan publik itulah dia mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan pernah mempertahankan pendapatnya lagi bahwa bumi berotasi atau berevolusi.

Memang, inkuisisi berhasil mengakhiri sains di Italia, namun gagal mencegah para ilmuwan untuk mengadopsi teori heliosentris. Dan justru gereja melakukan kesalahan yang harus disesalkan di kemudian hari. Terbukti banyak pembelaan atas Galileo serta pembenaran atas teori-teorinya Galileo mengatakan “matahari adalah pusat tata surya, bukan bumi sebagai pusat tata surya” dan hal tersebut tertuang dalam karyanya “matahri centris” dan hal tersebut bertentangan dengan keyakinan gereja saat itu yang sesuai dengan alkitabnya mengatakan bahwa “Bumi adalah pusat tata surya, matahari mengelilingi bumi” (Yoshua 10:12-13).

dalam 2Petrus 1:20-21
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah (2Petrus 1:20-21).

Berdasarkan ayat diatas maka :”Dengan tuduhan kafir, otoritas tertinggi kemudian merasa terganggu dan berkewajiban memanggilnya. Sejarah mencatat, Rabu, 22 Juni 1632, vonis terhadap Galileo dijatuhkan dan ia dikenai hukuman rumah karena dianggap telah mengganggu keimanan umat. Lebih tragis ia di cap pemberontak dan dianggap melecehkan kitab suci dengan membuat tafsir sendiri dan Galileo secara resmi dikucilkan oleh Gereja Katolik dan dipaksa untuk bertobat, namun Galileo menolaknya sehingga dia dipenjarakan di rumahnya sendiri sampai meninggalnya. Galileo baru diampuni secara resmi oleh Gereja Katolik pada Oktober 1993 oleh Paus Joanes II.

Adorote wrote :
Anda menyatakan bahwa Galileo dihukum karena teorinya bertentangan dengan Alkitab sehingga Gereja/Paus menghukumnya Sekarang, coba anda buktikan ayat atau surat Alkitab yang bertentangan dengan teori itu…

1 Bumi tidak bergerak dan diam di tempat, :
Mazmur 104:5
yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya

You have set the earth FIRMLY ON ITS FOUNDATIONS, AND IT WILL NEVER BE MOVED. (Today’s English Bible, Psalms 104: 5)
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?kitab=19&pasal=104

2. Matahari mengelilingi bumi.
Matahari terbit, matahari terbenam, lalu TERBURU-BURU MENUJU TEMPAT IA TERBIT KEMBALI. (Pengkhotbah 1: 5)
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?kitab=21

3. Bumi berbentuk datar (memiliki 4 sudut)
And he shall set up an ensign for the nations, and shall assemble the outcasts of Israel, and gather together the dispersed of Judah from the FOUR CORNERS OF THE EARTH. (King James Version Bible, Isaiah 11 : 12)

The Lord will raise a signal flag to show the nations that he is gathering together again the scattered people of Israel and Judah and bringing them back from the FOUR CORNERS OF THE EARTH. (Today’s English Bible, Isaiah 11 : 12)

11:12
Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.

” Lalu Yosua berbicara dihadapan bangsa Israel: “Matahari berhentilah engkau di atas gibeon dan engkau bulan diatas lembah Ayalon!” Maka berhentilah Matahari dan Bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. bukankah hal itu tertulis dalam Kitab Orang Jujur? (Yosua 10:12-13).

Adorote wrote:
Yang saya tuntut ialah agar anda membuktikan bahwa memang gareja menggunakan ayat-ayat itu untuk menyatakan Gallileo bersalah…..

Jika anda menginginkan bukti..
1. Bukti tertulis
a. Surat-surat yang dikisahkan oleh PUTRI GALILEO, adalah sebuah bukti tertulis.
b. Sejarah mencatat teori yang dikemukakan oleh GALILEO adalahbenar.
c. Permohonan maaf yang disampaikan oleh Paulus atas tindakan GEREJA kepada GALILEO atas teorinya.

2. Bukti Tidak tertulis
Pahatan Galileo di Basilica of Santa Croce, Florence, Italia, adalah penghargaan yang diberikan Gereja Katolik kepada Galileo Galilei.
http://www.gepembri.org/id/article/a_808011.htm

Adorote wrote:
Coba anda tunjukkan ayat-ayat mana dalam Alkitab yang digunakan gereja untuk menyalahkan Galileo! Buktikan bahwa gereja memang menggunakan ayat-ayat tersebut…..

Usul yang bagus…. coba anda tanya terlebih dahulu kepada Paus.

berdasarkan ayat :
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah (2Petrus 1:20-21)

Maka :
“Dengan tuduhan kafir, otoritas tertinggi kemudian merasa terganggu dan berkewajiban memanggilnya. Sejarah mencatat, Rabu, 22 Juni 1632, vonis terhadap Galileo dijatuhkan dan ia dikenai hukuman rumah karena dianggap telah mengganggu keimanan umat. Lebih tragis ia di cap pemberontak dan dianggap melecehkan kitab suci dengan membuat tafsir sendiri.”


Dialog Guru TK dengan Muridnya

March 8, 2009

Hari pertama nan indah di sebuah TK Mawar yang diasuh oleh seorang Ibu guru yang berjiwa Komunis.

Ibu
Guru ini mulai memasuki kelas Nol 2. Ia mulai mengajar kepada anak-anak
TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Tidak Bertuhan).

Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis dan berkata pada anak-anak TK di kelasnya;

“Anak-anak penghapusan ini keliahatan nggak?” sambil tangannya mengacung-acungkan hapusan di depan kelas.

“KELIHATAAAAAN!!!”, kata anak-anak  TK serempak dan bersemangat.

“Yang terlihat menunjukan Keber-ada-an maka kalau penghapus ini
kelihatan artinya penghapus ini ada.. nggaaak?”, tanyanya lagi kepada
murid-muridnya.

“ADAAAAAAAA!!”, kata anak-anak semangat.

Kemudian
ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu  mengambil
sebuah kapur putih. Kemudian berkata kembali pada murid- muridnya;

“Anak-anak kapur ini kelihatan nggak?”, sambil tangannya kembali mengacungkan kapur di depan kelas.

“KELIHATAAAAAN!!!”, kata anak2 TK serempak dan bersemangat.

“Nah! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada.. nggaaak?” ,

tanyanya lagi kepada murid-muridnya.

“ADAAAAAAAA!!”, kata anak-anak semangat tanpa tedeng aling-aling.

Lalu sang guru mulai memasuki doktrin-doktrin komunismenya kepada anak-anak TK tersebut.

“ANAK-ANAK! TUHAN ITU KELIHATAN..NGGAK?”, tanyanya lebih semangat kepada anak-anak muridnya.

“NGGAAAAAK!!” teriak anak-anak murid langsung.

“BERARTI TUHAN ITU. ADA.. NGGAAAAAAK?” tanya Ibu Guru lagi bersemangat.

“NGGAK ADAAAAAAAA!!”, kata anak-anak bersemangat tanpa mikir  panjang.

Di pojok belakang kelas tiba-tiba berdiri anak murid yang  paling badung dan termasuk nakal..

Lalu ia mulai berjalan dengan gagah dan sok tahu ke depan kelas. Kemudian dia berkata lantang didepan kelas;

“KAWAN-KAWAN, OTAK IBU KELIATAN.. NGGAAK???” tanyanya pada teman-temannya sekelas.

“NGGAAAAAK!!” teriak teman-temannya sekelas langsung.

Kemudian ia bertanya lagi “BERARTI OTAK IBU. ADA..NGGAAAAAAK?”

“NGGAK ADAAAAAAAA!!” jawab teman-temannya serempak.

Ahmad jaman” <jaman_thegreat@yahoo.com>


Mengapa babi haram ?

February 8, 2009

Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi.

Ilmuwan : Haramnya hewan babi bagi umat Muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit Dan kotoran dalam hewan ini. Dengan

semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari Virus Dan parasit yang

mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih akan menjadi halal?

Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi Ada sifat Babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?

Ilmuwan : Apakah itu?

Ulama : Coba anda buat 2 (dua) kandang. Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2 (dua) ekor ayam jantan Dan 1 (satu) ekor ayam

betina. 1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan Dan 1 (satu) ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada

masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya!! !

Ilmuwan : Tidak bisa!!!!????

Ulama : Mari Kita lihat bersama-sama sekarang. Pada kandang pertama dimana Ada 2 (dua) ekor ayam jantan Dan 1 (satu) ekor

Ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut Berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam

betina tersebut sampai Ada Yang menang Dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat Dan Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.

Ilmuwan : Pada kandang Babi?

Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2(dua) ekor babi jantan Dan 1 (satu) ekor babi betina.

Ternyata 2 (dua) ekor babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina,tetapi yang terjadi adalah 2

(dua) ekor babi jantan tersebut malahanmenyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut Dan juga terjadi

hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai dengan is betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan

dengan Fitrah umat manusia.Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat Dan

karateristik seperti babi ini. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma’in, Wallahu A’lam Bish-shawab.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)yang disembelih atas nama selain Allah, yang

tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, Dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya,

Dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah,(mengundi nasib

dengan anak panah itu) adalah Kefasikan.

Pada Hari ini orang-orang kafir telah putus ASA untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut Kepada mereka Dan

takutlah kepada-Ku. Pada Hari telah Ku-sempurnakan untuk Kamu agamamu, Dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, Dan telah

Ku-ridhlai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya

Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”. ( QS. Al-Maidah (5) : 3).

Mengapa Islam mengharamkan Babi (Terjemahan) Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah Dan babi dalam Islam, diulas dari

sudut pandang Logika Dan ilmu Kesehatan.

Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan Mengenai kata-kata “Halal” Dan “Haram”; apa arti dari

kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, Dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram,

Dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya

kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, Dan

dalam kenyataannya Kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, Dan

dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher

hewan, sembari membiarkan urat-urat Dan organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ

vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika Dan

darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya Dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan

tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru Menyadari akan hal

ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau

makanan lainnya yang terkait dgn babi ?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkonsumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada

Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan, “Dari daging mereka (dari “swine”, nama lain buat “babi”) janganlah

kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu.”Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu

kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamaiahnya ? Muslim

beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini

dengan memiliki leher. Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi,

dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak

macam parasit dan penyakit berbahaya.

Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk

diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya

tersimpan dalam tubuhnya. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi. Nah, ternyata menurut

penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi tsb.merembes ke daging.

Lemak punggung babi tebal.
1. Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.

2. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap

semakin baik kualitasnya.

3. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, shg. secara struktur kimia sudah tidak layak

dikonsumsi.

Fakta-fakta yang membuat seseorang harus segera menjauhi babi:

1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya.

2. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk

memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.

3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau

tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.

4. Kadang ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.

5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, & kotoran hewan.

6. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar & dalam waktu lama, jika

dibiarkan.

7. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

8. Penelitian ilmiah modern di 2 negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia :

Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan:

“Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”.

a. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.

b. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia seperti Cina dan India ).

c. Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.

d. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam

Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo . Babi banyak mengandung parasit,

bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : Virus Encephalitis, Virus

Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.

1. Virus Encephalitis menyerang otak kecil

2. Di Malaysia, virus ini pernah menghebohkan karena membunuh 90 orang hanya dalam waktu 60 hari.

3. Sekarang pemerintah Malaysia melokalisasi babi. Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang

berbahaya.

1. Cacing pita (Taenia solium),

2. Cacing spiral (Trichinella spinalis),

3. Cacing tambang (Ancylostoma duodenale),

4. Cacing paru-paru (Paragonimus) ,

5. Fasciolepsis busci, Schistosoma japonicum,

6. Chlonorchis sinensis,

7. Erypsipelothrix sp., dll.

CACING PITA (Taenia solium)

1. Larva & cyste cacing pita babi dapat bermigrasi ke tubuh manusia melalui usus & peredaran darah.

2. Apabila manusia memakan daging babi yg tidak dimasak dgn baik, maka larva-larva cacing akan masuk, menempel pada dinding,

dan berkembang biak di usus manusia.

3. Cacing-cacing tsb. akan menyedot sari-sari makanan.

4. Akibatnya : anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dll Beberapa macam bakteri yang ada

pada daging babi :

Gara-gara babi, virus Avian Influenza (AI)jadi ganas

SEBENARNYA.

1. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia.

2. Virus AI mati dengan pemanasan 60 oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.

3. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi

H5N1.

4. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.

5. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).

Bagaimana kasus tewasnya tentara-tentara Israel ?

Dr. Muhammad Abdul Khair (Buku : Ijtihat fi at Tafsir al Qur’an al Karim) hal. 112 : “Daging babi mengandung benih-benih

cacing pita dan cacing Trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi

tersebut”.

Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman penulis buku “Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman” (p. 130-131):

Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga : Dapat menyebabkan meningkatnya

kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang : kanker

usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik.Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan

berkembang pada musim panas karena medium babi. Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad Sayyid, penulis buku “Rahasia Kesehatan nabi”

menuliskan (p. 186-199): Persentase kandungan lemak beberapa jenis daging Jenis daging Persentase kandungan lemak :

>> Gemuk Sedang Kurus

>> Daging babi 91 60 29

>> Daging sapi 35 20 6

>> Dagingdomba 56 29 14

1. Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak.

2. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya

kholesterol!

3. Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang

mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi. Jadi mau apa lagi? Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan
apa yang dimakannya. Ini menjadi larangan bagi umat Islam sebab Tuhan maha Baik, tau yang terbaik bagi umat akhir zaman ini.

Oleh karena itu, Wahai Saudaraku yang aku cintai karena Allah.Marilah kita berhati-hati terhadap setiap makanan yang kita
santap!Apalagi yang masuk dalam tubuh anak & keluarga kita. Janganlah kesuciannya dirusak dengan makanan HARAM!
Mari kita antar keluarga kita ke surga.!Dengan tidak memakan & memakai produk haram! Semoga bermanfaat tulisan ini.
Maha suci Allah dengan segala firmanNYa !

http://irdakaiser.wordpress. com/2008/ 10/29/mengapa- babi-haram/


ANDA MENGAKU TUHAN (?), ANDA HARUS LULUS TES INI (!)

January 22, 2009

Didunia ini banyak yang mengaku Tuhan atau diakui oleh pemeluknya sebagai Tuhan. Antara lain :

Yesus
Budha
Syech Siti Jenar
Al-Halaj
Begawan Rajnees
Semuanya adalah berbentuk manusia, tetapi diakui atau mengaku sebagai Tuhan. Apakah mereka itu Tuhan yang sebenarnya. Untuk mengetahuinya Islam mempunyai suatu alat test untuk membuktikannya.

Dalam Al-Quran (QS 112: 1-4) dikatakan : “Katakanlah : “Dia-lah Allah; Yang Maha Esa (1), Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya bergantung segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (3), dan tidak ada seorangpun/sesuatupun yang setara dengan Dia” (4).

MARI KITA UJI

QS 112 : 1: Dia-lah Allah; Yang Maha Esa

Apakah Yesus satu-satunya yang dianggap Tuhan?. Ternyata ada yang lain yaitu Budha, Syech Siti Jenar, Al-Halaj dan Rajnees. Tapi seupama anda keberatan dan anda merasa manusia yang anda anggap Tuhan adalah satu-satunya, mari kita ke test yang ke-2

QS 112 : 2 : Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya bergantung segala sesuatu.

Apakah semua manusia saat Yesus hidup bergantung sama Yesus???. Yesus saat itu ada di Yerusalem di Israel. Apakah saat itu orang Jepang bergantung pada Yesus???. Demikin juga berlaku buat Budha, Syech Siti Jenar dll. Okelah mungkin kita akan meloloskan mereka pada test ke-2 ini. Mari ke test yang ke-3

QS 112 : 3 : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan

Bukankah semua yang disebutkan diatas (Yesus, Budha, Syech Siti Jenar, Rajnees, Al-Halaj dll) mempunyai awal dan akhir. Dilahirkan dari seorang wanita dan mengalami kematian nantinya. Begawan Rajnees saat ke Amerika tahun 1981 pernah melakukan serangkaian workshop keagamaan. Di Oregon dia membangun Rajness Furm. Kemudian dia ditangkap di Amerika dan menaruhnya di Furmbash, disana dia mengaku sebagai Tuhan. Di dalam penjara dia meminta rokok (Tuhan merokok). Tahun 1985 dia kembali ke India. Di kota Puna dia membuat markas yang dikenal sebagai masyarakat Osho. Disana tertera tulisan di nisannya “Rajnees tidak pernah lahir dan mati, pernah singgah di planet Bumi pada tanggal 11 Des 1931-19 Jan 1990”. Mereka lupa menulis dalam batu nisannya bahwa Rajnees pernah ditolak masuk ke 21 negara karena tidak punya Visa (bayangkan ada Tuhan mengemis Visa). Dan kepala Uskup Agung Grees mengatakan “kalau pemerintah tidak mengusirnya, saya akan membakar rumahnya dan semua pengikutnya”. Rajness yang mengaku Tuhan ternyata amat menderita dengan penyakit asma, menderita penyakit gula dan nyeri punggung kronis. Bayangkan ada Tuhan yang mempunyai penyakit Kompleks. Tapi okelah mereka lolos pada ujian yang ke-3. Mari kita ke Ujian yang ke-4

QS 112 : 4 : Dan tidak ada seorangpun/sesuatupun yang setara dengan Dia

Kalau ada Tuhan yang kekuatannya diperbandingkan dengan sesuatu berarti dia bukan Tuhan. Kalau ada yang mengatakan Tuhan kekuatannya 100 ribu kali Arnold Swarzeneger atau 1 juta kali kekuatan Arnold Swarzeneger berarti dia bukan Tuhan. Tuhan tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu. Yesus, Rajnees, Budha, Syekh Siti Jenar, Al-Halaj bukankah semuanya berbentuk manusia, yang makan, minum, tidur, dan disusui saat masih bayi. Waktu masih kecil semuanya bermain-main layaknya anak-anak kecil dll. Semuanya setara sebagai manusia (bermata, bertangan dan kaki) yang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kesimpulan : Dari semua nama yang tercantum diatas dan yang belum tersebutkan, tidak satupun yang lulus dari test surat Al-Ikhlas 112 : 1-4. Jadi kalau anda mengaku sebagai Tuhan, anda harus lulus dari Tes ini. Jika tidak, maka anda adalah Tuhan gadungan.  Mungkin anda bertanya jika Tuhan itu hanya Allah, mengapa di dunia ini banyak manusia yang tidak ber-Tuhan kepada Allah, tetapi mereka tetap hidup, kaya, banyak anak, dll. Sedangkan yang ber-Tuhan pada Allah banyak yang miskin. Jawabannya dapat anda lihat pada Hewan. Bukankah mereka tidak ber-Tuhan sama sekali bahkan tidak berakal, tetapi toh mereka bisa hidup, berkembang biak dan bahagia dalam kapasitas hewan. Maksudnya bahwa Allah di dunia ini tidak pilih-pilih siapa yang akan diberi rezeki, siapa yang berusaha dialah yang mendapatkan rezekinya entah itu caranya baik atau buruk, toh nanti ada perhitungannya di akhirat.. Apakah dia beriman atau Kafir. Tapi Allah memberi tahu bahwa Surga hanya untuk orang-orang yang beriman dan Neraka untuk orang-orang yang Kafir terhadap Allah. Jadi Allah adil di dunia dan adil di akhirat!.

BY MAGE (dari berbagai sumber)


MENGAPA ADA BANYAK AGAMA DI DUNIA?

December 26, 2008

agama1Seorang manusia tidak bisa memilih, di negeri mana ia dilahirkan, dan siapa orang tuanya. Yang ia dapatkan hanyalah kenyataan, bahwa di negerinya, kebanyakan orang memeluk agama atau keyakinan (ideologi) tertentu, dan orang tuanyapun mendidiknya sejak kecil dengan suatu pandangan hidup tertentu.

Namun hampir setiap manusia yang normal ternyata memiliki suatu naluri (instinkt), yakni suatu saat akan menanyakan, apakah keyakinan yang dianutnya saat itu benar atau salah. Dia akan mulai membandingkan ajaran-ajaran agama atau ideologi yang dikenalnya. Bagaimanapun juga keberhasilan pencariannya ini sangat bergantung dari informasi yang datang ke padanya. Kalau informasi pengganggu (noise) yang datang kepadanya terlalu kuat, misalnya adanya teror atau propaganda yang gencar dari pihak-pihak tertentu, bisa jadi sebelum menemuka kebenaran itu, ia sudah berhenti pada keyakinan tertentu yang dianggapnya enak (meski sebenarnya sesat).

MEMBANDINGKAN SUMBER AJARAN TIAP AGAMA
(Aspek theologis)

Kebenaran suatu ajaran bisa direlatifkan dengan mudah bila hanya didasari oleh suatu asumsi. Dan kenyataan, hampir setiap pengertian buatan manusia adalah relatif. Para filosof mengatakan, bahwa suatu definisi hanyalah konsensus dari beberapa orang pada saat tertentu di tempat tertentu yang memiliki pengalaman yang mirip. Maka tak heran, bahwa untuk beberapa pengertian yang sering kita dengar saja (seperti “demokrasi”, “hak asasi manusia”, dll), antar bangsa (dengan latar belakang kultur yang berbeda) dan antar generasi (dengan pengalaman sejarah yang berbeda), bisa berbeda pula pemahamannya.

Karena itu pulalah, ada ajaran yang cepat ditelan musim. Seseorang yang memegang ajaran seperti ini, jelas suatusaat akan goyah. Sebagai contoh adalah kaum komunis. Usia ajaran ini ternyata tidak bertahan lebih dari satu abad. Demikian pula dengan ajaran banyak sekte keagamaan atau aliran kepercayaan.

Untuk menghindari ajaran yang salah, manusia pertama-tama harus melihat sumber ajaran itu. Apakah ajaran itu bersumber dari dasar-dasar yang rapuh?

Dalam hal ini, agama-agama yang sudah cukup tua agak “mengundang” untuk dipelajari, karena mereka menunjukkan sudah “tahan bantingan” untuk kurun waktu yang sangat lama. Namun demikian tetap perlu dipertanyakan, akankah ajaran-ajaran “kuno” ini mampu survive menghadapi zaman post moden dengan kehebatan pemikirannya seperti dewasa ini?

Di zaman modern ini orang tidak bisa begitu saja “dikelabuhi”. Kita tidak bisa begitu saja bilang: “Agama X ini benar, karena kitab sucinya bilang begitu …. “. Dan: “Kitab ini benar, karena masih asli dari pembawanya. Dan kebenaran pembawa ajaran ini dijamin di kitab itu…”.

Logika “circular” (berputar-putar) ini tidak bisa memuaskan kehausan iman manusia modern. Suatu “teori kebenaran” hanya akan bertahan, kalau ia tidak bisa difalsifikasi (tidak bisa dibuktikan bahwa ia salah). Hal ini karena suatu proses falsifikasi, cukup memerlukan satu bukti. Sedang suatu proses pembenaran, memerlukan seluruh bukti, yang tentu saja sulit, karena kita sering tidak tahu, berapa jumlah bukti yang dibutuhkan.

Suatu ajaran bisa dianggap benar, bila ia:

* stabil intern – ajarannya harmoni, tidak bertentangan satu dengan yang lain.
* stabil extern – ajarannya tidak bisa disalahkan dengan bukti-bukti dari luar (misalnya dengan fakta-fakta ilmu alam).

Dalam hal ini tentu saja kita harus bertolak dari ajaran yang murni (ajaran Das Sollen), yakni yang ada di sumber-sumber ajaran itu sendiri (kitab-kita suci), dan bukan ajaran yang sedang dipraktekkan oleh pemeluknya, yang mungkin saja tidak mempraktekkan ajarannya dengan benar (ajaran Das Sein).

MEMBANDINGKAN ISI AJARAN TIAP AGAMA
(Aspek ethis)

Selain mengkaji keabsahan sumber ajaran, suatu langkah pembandingan antar ajaran adalah juga melihat seberapa jauh isi suatu ajaran mengcover permasalahan kehidupan manusia. Apakah suatu ajaran hanya menekankan di satu sisi saja (misalnya sisi duniawi saja, atau sisi rohani saja), ataukah bersifat menyeluruh, baik duniawi maupun rohani?

Suatu agama yang tidak bersifat menyeluruh akan mengakibatkan dualisme dalam pemikiran. Di satu sisi orang harus berfikir agamis, di sisi lain orang harus memilih jalan pragmatis, yang tak jarang bertentangan dengan fikiran agamis itu.

Mungkinkah melegitimasi ajaran suatu agama dengan agama lainnya.

Sering pemeluk suatu ajaran mencoba meligitimasi kebenaran ajarannya dengan mengutip statement ajaran lain.

Yang perlu ditinjau adalah, sejauh mana percobaan legitimasi ini dapat dinalar dengan logika. Memang, tidak menutup kemungkinan, bahwa suatu hal yang baru membenarkan teori lama yang sudah ada. Penerbangan ke bulan menambah bukti kebenaran teori bahwa bumi itu bulat. Namun bila penganut teori lama melegitimasi diri dengan bukti-bukti baru, sementara mereka menganggap orang yang percaya pada bukti-bukti baru itu keliru, tentu ada yang tidak logis di sini.

Bila ada ajaran A, B, dan C, yang timbulnya di dunia urut satu demi satu, maka A hanya bisa membenarkan B, bila penganut A nantinya harus berganti menjadi penganut B. Inilah yang terjadi dengan ajaran Muhammad, yang sudah diramalkan dalam Kitab Taurat dan Injil.

Hal yang sebaliknya, yaitu A membenarkan diri dengan B, namun tidak menjadi penganut B, tentu akan janggal sekali. Karena itu, penganut agama sebelum Islam, tidak layak membenarkan dirinya dengan menggunakan ajaran Islam, bila mereka tidak lalu beralih menjadi muslim.

Namun ajaran yang lebih baru tidak tentu lebih benar. Karena itu, terhadap ajaran C, bisa saja B membenarkan (dengan konsekuensi penganut B berubah menjadi C dan meninggalkan B), atau menganggap C bagian dari B (jadi B dan C sama-sama benar), atau C salah. Hal ini berlaku terhadap agama-agama yang timbul setelah kenabian Muhammad. Ketika ajaran Qadiyan muncul, ada orang Islam yang pindah menjadi Qadiyan (dan keluar dari Islam), ada yang menganggap Qadiyan bagian dari Islam, ada pula yang menolaknya, karena menganggap keliru.

MENGAPA ADA BANYAK AGAMA

Orang sering menganggap mudah fenomena ini dengan mengatakan: “Banyak jalan menuju Tuhan” atau “Sungai-sungai kelihatan berbeda kalau dilihat hulunya, namun satu kalau dilihat muaranya”. Pada prinsipnya mereka menganggap semua agama baik dan benar, dan karena itu tidak perlu dipersoalkan.

Memang kita tidak akan debat kusir soal agama. Namun kita tentu akan menjaga, minimal keluarga kita, agar menganut ajaran yang benar.

“Banyak jalan menuju Tuhan”. Koq tahu? Kalau dikatakan “Banyak jalan menuju Roma” kita tentu bisa menerima, karena banyak informasi dari sana, dan mungkin ada kawan kita sendiri yang pernah ke Roma dan pulang bercerita ke kita. Namun kepada Tuhan? Orang-orang yang pergi menghadap Tuhan (artinya mati), ternyata tidak pernah kembali lagi. Orang yang menghadap Tuhan dan kembali lagi ya para nabi itu. Lagi pula toh tidak semua jalan itu lempang dan lurus. Kalau ada banyak jalan menuju Tuhan, kenapa kita tidak memilih jalan yang lurus, jelas dan tidak penuh duri-duri penyesat?

Demikian juga, memang agama-agama di dunia ini bisa diibaratkan dengan sungai-sungai. Namun ternyata ada sungai yang tidak bermuara di laut, namun di danau garam (sungai Jordan misalnya). Atau sungai-sungai itu tercemar di perjalanan, dipakai untuk irigasi dsb, sehingga tidak pernah mencapai laut.

Ajaran-ajaran yang benar dari Tuhan memang merupakan sungai-sungai yang mengalir ke muara yang sama. Namun ajaran-ajaran yang sesat, yang dibuat-buat manusia, tidak akan mencapai Tuhan, karena yang dituju memang bukan Tuhan. Di zaman modern ini banyak “agama kontemporer” semacam ini. Ada yang memuja Mao Tse Tung, Lenin ataupun (John) Lennon. Bukankah kapitalisme, komunisme maupun kult musik tertentu sering disebut sebagai agama abad-20?

EVOLUSI ISLAM

Sementara itu, beberapa ajaran agama yang klasik (seperti Hindu, Budha, Yahudi, Nasrani dll) bisa jadi memang berasal dari seorang utusan Tuhan di zaman dulu. Kondisi dan situasi yang berbeda saat ajaran itu diturunkan, membuat ajaran yang diperlukan juga berbeda. Sedang kebudayaan manusia mengalami perkembangan (evolusi).

Akhirnya evolusi itu sampai pada satu titik, di mana suatu ajaran yang bersifat universal (sesuai untuk seluruh manusia) dan komprehensif (sesuai untuk seluruh masa) tiba saatnya. Ibarat sungai, ajaran berbagai agama yang ada di dunia ini laksana anak-anak sungai yang mengalir ke sebuah sungai yang besar.

Agama-agama selain Islam sesungguhnya hanya diperuntukkan untuk suatu kaum tertentu, di daerah tertentu dan pada masa tertentu. Hal ini disebutkan oleh kitab-kitab mereka, yang merupakan tanda-tanda dari Tuhan yang sampai pada saat ini – di luar soal bahwa banyak kitab-kitab itu kini tidak lagi teruji autentitasnya.

KEASLIAN DAN KEBENARAN

Keaslian tidak selalu Kebenaran. Dan Kebenaran tidak selalu memerlukan bukti sejarah yang asli. Hampir setiap orang Indonesia pasti mengenal lagu Indonesia Raya. Tapi masih adakah naskah asli Indonesia Raya yang digubah W.R. Supratman itu?

Naskah asli itu ternyata tidak terlalu penting, bila lagu tersebut tidak pernah dilupakan, karena dilagukan atau didengar oleh jutaan orang Indonesia, hampir setiap hari. Demikian juga yang terjadi dengan Al-Qur’an. Sebenarnya tidak penting, apakah naskah Al-Qur’an yang asli ditulis ketika Nabi masih hidup itu masih ada atau tidak. (Naskah yang ada hingga saat iniadalah naskah yang ditulis pada zaman Abu Bakar). Al-Qur’an dihafalkan, dibaca dalam shalat, dan didengarkan di mana-mana oleh ratusan juta ummat Islam di dunia setiap hari. Kalau ada yang mencoba merangkai kata-kata baru di dalam Al-Qur’an, pasti akan ketahuan, seperti kita juga pasti akan tahu, bila ada selipan kata-kata baru dalam lagu Indonesia Raya.


Tempat Bersemayam Keluarga dan Sahabat Nabi

December 25, 2008

Komplek Makam Baqi, yang berjarak sekitar 30 meter dari Masjid Nabawi di Kota Madinah, saat ini seringkali menjadi salah satu tenpat di antara sejumlah tempat yang sering menjadi tujuan ziarah para jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia. Karena itu, pada setiap musim haji, tempat itu selalu dipadati pengunjung.
baqigharqad3
Di komplek makam ini, terdapat sekitar 10 ribu sahabat Nabi Muhammad yang dikuburkan. Di antara sahabat itu, adalah Khalifah ketiga Usman bin Afan, paman Nabi Abas bin Abdullah, dan cucu Nabi Hasan bin Ali, serta ibu susuan Nabi, Halimah Sa’diyah.

Selain itu, isteri-isteri nabi seperti Siti Aisyiah, Umi Salamah, Juariah, Jainab, Sofiyah, Hafsah Binti Umar Bin Khatab dan Mariyah Kibtiyah, juga dimakamkan di tempat ini. Sedangkan putra-putri nabi yang dimakamkan di tempat ini adalah Siti Fatimah, Q’asim Abdullah, Ibrahim, Ruqayah, Zainab dan Umi Kalsum.

Baqi sendiri, sebenarnya mempunyai arti sebidang tanah lembut tanpa batu dan kerikil. Kondisi tanah yang semacam itulah, yang menyebabkan lahan ini dinilai paling baik sebagai lokasi pekuburan. Jenis tanah semacam ini jarang dijumpai di Kota Madinah, karena tanah di Madinah pada umumnya memilikin struktur bebatuan.

Karena kondisi tanah yang macam itu, sejak dahulu penduduk Madinah memanfaatkan makam ini sebagai tempat untuk memakamkan kelarganya yang meninggal dunia. Hingga sekaerang, lokasi ini juga masih berfungsi sebagai lokasi pekuburan. Termasuk bagi para jamaah haji dan umroh yang meninggal dunia di Madinah, boleh dimakamkan di tempat ini.

Karena selalu diziarahi para jamaah haji maupun umroh, maka makam ini menjadi sangat terawat. Di sekeliling makam, terdapat batas berupa tembok yang bagian atasnya berjeruji.

Keistimewaan makam tersebut, adalah karena Rasulullah pernah berdoa agar semua yang dimakamkan di komplek pemakaman itu diampuni segala dosanya oleh Allah SWT.

Meski demikian, ada ketentuan tertentu yang berlaku di pemakaman ini, Ketentuan itu, antara lain menyebutkan hanya kaum pria saja yang diizin kan masuk komplek pemakaman. Sedangkan wanita hanya diizinkan berziarah dan berdoa dari luar pagar.

Selain berdekatan dengan Masjid Nabawi, lokasi pemakaman Baqi ini juga sangat dekat dengan lokasi Rasulullah SAW di Raudhah. Karena tepat di depan pintu masuk makam Baqi, terdapat pintu nomor 36 Masjid Nabawi, yang langsung menuju makam Rasulullah.

Bagi yang berziarah ke makam ini, ketika masuk makam disunahkan membaca doa Assalamu’alaikum dara qauni mukminin, atakum mata’adun, ghardan mu’jalun waina insyaalhu bikum lahiqum, allahumaqfirli ahli baqiil ghargad. Doa itu berarti ‘Salam kepada kalian penghuni rumah golongan beriman. Semoga Allah SWT memberikan apa yang dijanjikan, pada waktu esuk yang ditunda. Kami Insya Allah akan menyusul. Ya Allah ampunilah penghuni Baqi Ghargad.).

Sebenarnya komplek pemakaman Baqi ini terdiri dari dua bagian. Yaitu Baqi lama dan Baqi Ghargad. Namun ada ada sejumlah ulama yang berpendapat bahwa Baqi Ghargad juga merupakan Baqi Lama tempat bersemayan ahlibait Nabi.

Baqi Ghargad merupakan bagian Baqi yang ada sekarang, yang terus mengalami perluasan hingga mencapai 138 ribu meter persegi. Lokasi pemakaman ini dikelilingi tembok sepanjang 1.724 meter dan tinggi 4 meter. Juw/berbagai sumber
By Republika Contributor


Waspadai Penyesatan terhadap Islam

December 21, 2008

(Komentar terhadap Annual Conference on Islamic Studies)
Oleh: Jabir Ardiansyah dan Farhan Suchail (Peserta Annual Conference on Islamic Studies)

Kegiatan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) yang dilaksanakan tanggal 21-24 November 2007 telah berlangsung ditengah desakan pembatalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Perhelatan besar ini merupakan program dan agenda tahunan Departemen Agama RI. Setelah tahun lalu dilaksanakan di Bandung, maka untuk tahun ini ACIS dilaksanakan di Pekanbaru. Untuk merealisasikan tujuannya, Depag RI sebagai pemilik program ACIS menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

Sebelum ACIS digelar, sudah banyak kalangan yang mengetahui akan dilaksanakannya ACIS ini, baik Pemda Provinsi dan Pemko Pekanbaru, Polda, MUI, PTAIS, Ormas, dan lain-lain. Ada yang mengetahui karena diberitahu langsung oleh panitia ACIS, namun ada pula yang mengetahui karena memperoleh informasi dari berbagai media massa dan brosur. Dalam publikasinya, penyelenggara ACIS mengundang para pembicara yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Dari daftar nama para pembicara yang diundang, ternyata cukup banyak pembicara yang tidak qualified membahas tentang Islam, pemikirannya cenderung merusak, dan sebagainya. Misalnya, beberapa nama pembicara yang bukan beragama Islam (patut digugat kapasitas dan kompetensinya berbicara dalam forum ACIS), Prof. Nasr Abu Zaid yang telah divonis murtad oleh Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dan lain-lain. Sebelum acara ini dilaksanakan pihak MUI Provinsi Riau telah melaporkan keberatannya dilaksanakannya ACIS ini dan MUI Provinsi Riau telah meminta Kapolda Riau agar kegiatan ACIS ini dibatalkan.

Kegiatan ACIS VII yang diselenggarakan oleh Depag bekerjasama dengan UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru ini mengusung slogan sangat gagah: Barometer Perkembangan Studi Keislaman di Indonesia. Tema besar yang diangkat adalah: Kontribusi Ilmu-Ilmu Keislaman dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah Kemanusiaan pada Milennium Ketiga.

Sayang sekali, slogan dan tema tersebut jauh panggang dari api. Betapa tidak, makalah-makalah dan pembicara atau pemakalah yang ditampilkan didominasi oleh orang-orang dan pemikiran-pemikiran liberal (judul makalah dan pembicara secara lengkap dapat dilihat di (ancondiktis.com). Arus utama dalam konferensi ini baik dalam sesi pleno maupun dalam sesi paralel justru terkesan hendak mengokohkan pemikiran-pemikiran liberal; sekaligus meragu-ragukan atau mendistorsikan pemikiran-pemikiran Islam.

Dari awal sudah diprediksi ACIS ini akan didominasi kelompok sekuler. Kelompok sekuler telah mensetting seluruh rangkaian acara ACIS. Mereka telah mengatur materi atau tema acara, mengatur proses penyeleksian makalah, menentukan para pembicara dalam pleno, menentukan para pemakalah dalam sesi paralel, dan sebagainya.

Adapun bukti ACIS terselenggara hasil setting kelompok sekuler adalah:

1. Penentuan Pembicara Dalam Sesi Pleno

Para pembicara dalam pleno 1 dan 2 dirancang melibatkan para pembicara yang berasal dalam dan luar negeri. Dalam sesi pleno, memang ada pembicara yang tidak berpandangan sekular. Para pembicara yang tidak berpandangan sekular ini adalah para pembicara yang berlatarbelakang ilmu eksak (ilmu kedokteran, pertanian, teknik, dan lain-lain). Namun, para pembicara yang berlatarbelakang ilmu sosial dan agama adalah pembicara yang memiliki pandangan sekular-liberal, seperti Prof. Mark Woodward, PhD, Prof. Peter Suwarno, PhD, Prof. Ron Lukens-Bull, PhD, Prof. Azyumardi Azra, PhD, Ir. Solahuddin Wahid, dan lain-lain.

2. Penentuan Pemakalah Dalam Sesi Paralel

Menurut informasi dari Peneliti Insist, Ustad Henri Solahuddin MA, yang sengaja datang untuk memantau acara ini, sebelum hari pelaksanaan ACIS, sebenarnya telah terhimpun 600 makalah dari seluruh Indonesia. Namun, makalah yang dinyatakan lolos seleksi hanya berjumlah 60 makalah dan kesemuanya dari kelompok sekular-liberal.

3. Penentuan Materi dan Tema

Kelompok sekular-liberal telah mengatur dan menentukan materi atau tema berdasarkan kebutuhan dan kepentingannya. Hal ini dapat dilihat dari lima tema utama yang didiskusikan, yaitu: Islam, Politik, dan Ekonomi Global, Islam dan Masalah Hak Asasi Manusia (HAM), Islam dan Masalah Pendidikan Global, Islam dan Hegemoni Budaya Global, dan Islam dan Masalah Kesehatan, Lingkungan, dan perkembangan IPTEK.

4. Penentuan Format Acara

Kelompok sekular-liberal telah merancang acara sesuai dengan tujuan dan targetnya. Jadual kegiatan dapat dilihat pada lampiran laporan ini. Di samping itu, panitia tidak terlalu memperdulikan acara ini telah berlangsung secara tidak Islami, misalnya adanya tari-tarian melayu, wanita tidak menutup aurat, bercampurnya pria dan wanita, dan sebagainya.

Suasana pleno ACIS sarat mengusung kepentingan pemikiran kelompok sekular-liberal yang sangat merusak. Dengan pemikiran-pemikiran yang sangat merusak itu ternyata mengusik perhatian sebagian intelektual Islam yang hadir dalam acara tersebut. Sampai-sampai seorang ekonom dari Universitas Riau, Drs. Deliarnov, MSc. berkomentar, “sepertinya kita tidak sedang berada di forum intelektual Muslim yang memperjuangkan Islam. Tapi, sebaliknya!”

Selama berlangsung sesi paralel ini seluruh komisi, seperti Komisi Islam Politik, dan Ekonomi, Islam dan hak Asasi Manusia (HAM), Islam dan Pendidikan, Islam dan Kebudayaan, dan Islam, Lingkungan, Kesehatan dan IPTEK sangat kental munculnya pemikiran-pemikiran liberal dari para pemakalah. Oleh karena itu, diskusi-diskusi sesi paralel sering muncul pemikiran yang rusak dan menyesat. Mereka sering menyebut, al-qur’an tidak sakral, al-qur’an produk sejarah, al-qur’an produk budaya, syariat Islam tidak sesuai dengan perkembangan zaman, pemberlakuan Syariat Islam melanggar HAM, dan lain-lain. Kemudian, mereka memprovokasi agar keberadaan ormas atau gerakan Islam yang memperjuangkan Syariat Islam harus diwaspadai dan dilawan untuk dibubarkan. Bahkan, menentang Khilafah dan mendiskretitkan para pengusungnya. Selanjutnya, mereka sering merendahkan para pengurus MUI, mereka meminta MUI dibubarkan, dan lain-lain.

Dengan mengamati pandangan dan pemikiran yang disampaikan oleh sejumlah pembicara, tampak jelas bahwa ada semacam keterkungkungan pada ide-ide sekularisme liberalisme. Rumusan-rumusan yang diajukan selalu tidak lepas dari paradigma sekular-liberal berikut empat agenda utamanya: Pluralisme, Demokrasi, Kesetaraan Gender, HAM. Jadi, tidak salah kalau dikatakan bahwa ada skenario pengelabuan dan pembodohan umat di balik penyelenggaran ACIS ini.

Lepas dari upaya pembumian pemikiran-pemikiran merusak tersebut, tampak sekali kelompok sekular-liberal telah menjadikan MUI, Ormas Islam, dan Gerakan Islam sebagai musuh bersama. Kelompok sekular-liberal dengan segenap potensinya berupaya melenyapkan MUI, Ormas Islam, dan Gerakan Islam dengan berbagai cara, termasuk cara untuk membubarkan, membuat opini miring, dan sebagainya. Aneh, acara yang mengusung Islam tapi justru menghancurkan dan menyerang ajaran Islam serta mengelu-elukan ajaran kufur dari ideologi Barat. Ini menunjukkan bahwa kepentingan di belakangnya adalah kepentingan kaum sekuler yang memang anti Islam.

Upaya mereka ini harus dihadapi dengan semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah. Disamping itu, berbagai elemen umat, baik Parpol Islam, MUI, Ormas Islam, Gerakan Islam, dan lain-lain harus menyatukan langkah dan gerak untuk menghadapi kelompok sekular-liberal tersebut. Gencarnya serangan pemikiran dari kelompok sekular-liberal agaknya telah membangunkan kesadaran MUI Provinsi Riau untuk mempersatukan Ormas Islam dalam FUI (Forum Umat Islam) Provinsi Riau. Dalam pantauan MUI Riau, Hizbut Tahrir Indonesia Riau concern menyerukan penegakan Syariat Islam, concern mengungkap bahaya kelompok sekular-liberal, dan sebagainya. Allahu Akbar![sumber : HTI]


Uskup Prancis: Ada Kelompok yang Memang Berniat Jahat Ingin Menjatuhkan Citra Islam

December 21, 2008

bendera-prancis

Pemuka agama Katolik di Prancis berpendapat, Islamofobia yang makin menguat di negara-negara Barat saat ini bermotifkan politik. Selain itu, ketidakpedulian dan kurangnya pemahaman tentang Islam menjadi faktor utama tindakan-tindakan yang menjelek-jelekkan umat Islam di Barat.

“Beberapa orang membuat imej negatif terhadap warga Muslim di Eropa untuk tujuan jahat, memojokkan dan menjelek-jelekkan Islam. Beberapa orang lainnya, berusaha mewujudkan agendanya dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengerikan, ” kata Michael LeLong Uskup terkemuka di Keuskupan Katolik Prancis dan pendiri Departemen Dialog Islam-Kristen di Gereja Katolik Prancis. Menurut LeLong beberapa kelompok sayap kiri dan kelompok lobi, cenderung mengkotak-kotakkan umat Islam ke dalam beberapa katagori. Dan orang Muslim yang dianggap berbahaya adalah mereka yang menolak hegemoni AS dan Israel

LeLong juga menyebut betapa munafiknya pejabat dan politisi di Barat. “Mereka bermuka dua. Mereka mengatakan tidak membenci umat Islam, tapi membenci ekstrimis. Di sisi lain mereka mengatakan, hanya menginginkan tipe Muslim yang mau menerima kebijakan Presiden Bush dan sekutunya.

Lebih lanjut Lelong mengatakan, kurangnya pemahaman tentang Islam, juga menjadi salah satu faktor utama makin meningkatnya sikap Islamofobia di Barat.

“Banyak orang di Barat, termasuk peneliti dan mereka yang bekerja di media massa, memberikan imej yang buruk tentang Islam, karena mereka tidak tahu tentang Islam dan Muslim, ” ujar LeLong.

Ia yakin, umat Islam di Barat bisa menjadi barometer bagi imej Islam sesungguhnya. “Ada umat Islam yang memberikan imej yang baik tentang agama Islam. Yaitu umat Islam yang taat pada nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip dalam al-Quran, dan yang bisa berekonsiliasi dengan gaya hidup Eropa, ” kata LeLong.

Ia menambahkan, dialog antara umat Islam dan umat Kristiani adalah fakta. “Umat Islam dan umat Kristiani setiap hari saling berkomunikasi, ” sambungnya. (ln/iol/eramuslim)


Kemunafikan Amerika

December 21, 2008

amerika

Rasa malu telah musnah dari ‘peradaban’ Barat. Penggantinya adalah kemunafikan (hypocrisy). Pada 28 September, pidato Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, bisa didengar di National Public Radio (NPR). Isinya mengutuk penggunaan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa pro-demokrasi yang dilakukan oleh Junta Myanmar.

Brown mendeklarasikan penolakan masyarakat Inggris terhadap kekerasan yang dilakukan oleh pemerintahan Myanmar terhadap rakyatnya. Tetapi Brown diam seribu bahasa terhadap kekerasan pemerintah Inggris yang dilakukan terhadap masyarakat Irak dan Afganistan.

George W. Bush juga melancarkan kecaman ketika dia mengatakan, “Dunia sedang mengawasi rakyat Myanmar yang sedang turun ke jalan untuk meminta kebebasan mereka, dan rakyat Amerika akan berdiri untuk memberikan solidaritas bagi orang-orang yang berani ini.”

Bush dan Brown tidak memiliki simpati yang sama bagi orang-orang Irak dan Afganistan. Baik Bush dan Brown tidak menunjukkan solidaritas terhadap orang-orang yang berjuang merebut kebebasan mereka dari penguasaan asing oleh militer Amerika dan Inggris. Padahal, Bush dan Brown, sebagai “panglima perang”, berada di garis depan pembunuhan itu yang menjadikan Junta Myanmar tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan mereka.

Mengapa balatentara Inggris dikirim untuk membunuhi rakyat Irak dan Afganistan? Peristiwa 11 September tidak ada kaitannya dengan apa pun yang dilakukan oleh Inggris. Tidak diragukan lagi bahwasanya Tony Blair yang korup telah dibayar untuk menjerumuskan rakyat Inggris ke dalam perang Timur Tengah Bush demi hegemoni Amerika/Israel, tetapi Brown tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penggunaan militer Inggris sebagai tentara bayaran oleh Bush.

Penyiar NPR juga mendukung rakyat Myanmar, tetapi mereka, sedikit sekali menunjukkan rasa terganggu terhadap perang lima tahun Bush, yang sekarang kita ketahui didasarkan atas kebohongan. Al-Qaidah bukan Taliban, dan Irak tidak memiliki senjata pemusnah massal (WMD). Tidak ada negara yang menjadi ancaman Amerika. Sekarang yang kita ketahui adalah, mengapa media masih memberikan Bush dan Brown gerbang bebas untuk menggunakan kekerasan terhadap rakyat Irak dan Afganistan?

Singkatnya, apa perbedaan antara Bush dan Brown di satu sisi dan pemerintah berdarah Myanmar di sisi lain? Bush dan Brown sama-sama lebih buruk. Mereka berlagak seolah-olah seorang demokrat yang memperhatikan apa yang dinginkan rakyatnya. Pemerintah Myamnar tidak berlagak apa pun selain sebagai sosok diktator militer. Lebih-lebih, pemerintah Myanmar ‘lebih bersih’ karena mereka tidak melakukan tindakan-tindakan agresi terbuka—kejahatan perang dengan standar Nuremberg—dengan melakukan invasi kepada negara-negara lain dan mencoba menguasai mereka.

Terlepas dari semua pembunuhan yang dilakukan Bush, dia masih haus lebih banyak darah lagi. Iran, selanjutnya, berada dalam lirikannya dan Israel. Semua petunjuk mengarah bahwa Bush akan menyerang Iran. Propaganda, demonisasi, dan kebohongan-kebohongan dilontarkan oleh rezim Bush dan juga oleh provokator media serta kampus, seperti presiden Colombia University, Lee Bollinger. Dua partai di Kongres berbaris di belakang rencana serangan kepada Iran. Senator Joe Lieberman bahkan mendorong Bush untuk segera maju.

Siapa yang akan menghentikan Bush dari perang dunia ketiga? Bukan wakil presidennya, bukan penasihat keamanannya, bukan menteri pertahannannya, dan juga bukan menteri luar negerinya. Bukan Kongres dan juga bukan militer AS, serta bukan pengusaha-pengusaha kucing garong. Bukan lobi Israel. Bukan juga jual dan beli dengan ‘sekutu-sekutu’. Bukan gerakan anti-perang, dan bukan rakyat Amerika. Tentunya juga bukan media.

Rakyat Amerika rela dengan kejahatan apa pun yang dilakukan oleh pemerintah mereka selama dijustifikasi dengan keamanan rakyat Amerika.

Kesediaan rakyat Amerika untuk membunuh orang lain muncul dari ketakutan akan keamanan mereka sebagai dampak dari peritiwa 11 September. Gerakan anti-perang tidak berdaya, karena telah menerima cerita 11/9 versi pemerintah. Melawan perang tetapi dengan menerima dalih pemerintah adalah sebuah posisi yang lemah sekali.

Rezim Bush mengetahui bahwa jika rakyat mempercayai peristiwa 11/9, maka mereka akan mempercayai apa pun. Propaganda membisukan fakta-fakta, dan rakyat Amerika akan terjerumus ke dalam kesalahan beruntun. Para pembajak 11/9 semua datang dari negara yang sama, negara yang menjadi sekutu AS, terutama Saudi Arabia, tetapi rakyat Amerika percaya kebohongan pemerintah bahwa Afganistan, Irak, Iran, dan Syiria yang bertanggung jawab. Rakyat Amerika percaya bahwa tanpa ada ‘perubahan rezim’ di negara-negara tersebut, maka negara superpower Amerika akan tetap tidak berdaya di hadapan kaum Muslim yang bersenjata dengan sekotak pisau cutter itu.

Rakyat Amerika telah dicuci otaknya untuk mempercayai bahwa Muslim membenci mereka karena ‘kebebasan dan demokrasi’ mereka, sementara dalam kenyataannya masalahnya adalah pada kebijakan luar negeri pemerintah AS yang amoral dan turut campur dalam masalah-masalah internal negara-negara Muslim. Pesan Bush kepada negara Timur Tengah adalah jelas: menjadi negara boneka atau akan dihancurkan.

Sejalan dengan itu, demi menjaga demokrasi dan kebebasan sipil tetap berada pada jalan yang menjamin keamanan rakyat Amerika, maka Bush telah menanggalkan habeas corpus, proses pra-peradilan, hak untuk legal untuk didampingi penasehat hukum, dan pemisahan kekuasan yang dimandatkan oleh konstitusi. Jika tidak melakuksan semuai ini, Bush mengatakan, kita akan kalah dalam ‘perang melawan teror’.

Bush mengatakan bahwa dia telah menjadikan orang-orang Amerika aman dengan mencabut mereka dari berbagai halangan konstitusional ini bagi keamanan mereka. Dan ketika bom-bom Amerika jatuh di Iran dan Syiria, maka kedua negara itu juga akan aman dan demokratis, seperti halnya Irak dan Afganistan.

Untuk mengantarkan masyarakat Amerika kepada kesimpulan ini, Bush telah menjerumuskan Amerika Serikat kepada sebuah keadaan nalar dan moralitas manusia yang murahan.[par/ich/icc-jakarta.com]

Paul Craig Roberts adalah mantan asisten menteri keuangan pada pemerintahan Reagan. Ia adalah penulis Supply-Side Revolution: An Insider’s Account of Policymaking in Washington; Alienation and the Soviet Economy and Meltdown: Inside the Soviet Economy, dan co-author dengan Lawrence M. Stratton dalam buku The Tyranny of Good Intentions: How Prosecutors and Bureaucrats Are Trampling the Constitution in the Name of Justice.

Oleh: Paul Craig Roberts